Tampilkan postingan dengan label Santri. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Santri. Tampilkan semua postingan

Rabu, 28 Februari 2018

Gus Ipul Berikan Penjelasan Terkait Meroketnya Harga Cabai

Sidoarjo, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Harga cabai terutama cabai rawit masih dikeluhkan masyarakat, karena hingga saat ini masih mahal, jauh dari harga normal. Seperti di Kabupaten Sidoarjo harga cabai rawit rata-rata masih mencapai 130 ribu rupiah per kilogramnya.

Gus Ipul Berikan Penjelasan Terkait Meroketnya Harga Cabai (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Ipul Berikan Penjelasan Terkait Meroketnya Harga Cabai (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Ipul Berikan Penjelasan Terkait Meroketnya Harga Cabai

Menyikapi hal itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur bersama Badan Usaha Logistik (Bulog) divisi regional Jawa Timur, sudah melakukan operasi pasar cabai murah di sejumlah kota dan kabupaten sejak pekan lalu.?

Namun, operasi pasar ini belum mampu menekan kenaikan harga cabai yang saat ini masih menembus angka 130 ribu rupiah per kilo.

"Sementara ini kami berharap masyarakat bisa menggunakan cabai yang ditanam sendiri atau yang olahan itu. Karena memang cuaca dan pasokannya kurang. Kita sudah berusaha mendatangkan pasokan dari provinsi lain, tapi memang sangat berkurang," kata Wakil Gubernur Jawa Timur, H Saifullah Yusuf disela-sela acara dzikir akbar di Masjid Agung Sidoarjo, Ahad (12/2).?

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Operasi pasar tidak bisa menekan harga karena jumlah cabai yang dijual, tidak sebanding dengan kebutuhan cabai masyarakat. Pemprov dan Bulog Jatim juga kesulitan mendapatkan, stok cabai dari para petani dalam jumlah besar.

Wakil Gubernur Jawa Timur, H Saifullah Yusuf berharap, akan ada panen cabai dari sentra produksi pada bulan Januari ini. "Stoknya yang belum ada, harapan kami Januari dan Februari ini sudah ada panen 7 hektar atau 15 hektar, itu sangat menolong pasokan yang ada," tegas pria yang akrap disapa Gus Ipul itu.

Ketua PBNU itu juga menyayangkan pemerintah pusat yang tidak segera melakukan impor, pada saat stok cabai lokal anjlok drastis dan harganya meroket. Gus Ipul juga mengimbau ibu-ibu untuk berinisiatif mulai menanam cabai sendiri di rumah.

"Kelangkaan ini masih bisa diatasi, meskipun kenaikannya disamping memberatkan masyarakat dan mempunyai pengaruh inflasi. Kita lagi usaha terus, kita sebenarnya mencukupi, di beberapa tempat ada yang masih 120 ribu, 130 ribu, tapi intinya kita melakukan operasi pasar dan dan memperbanyak stok, membangun kesadaran masyarakat," pungkasnya. (Moh Kholidun/Fathoni)

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Bahtsul Masail, Internasional, Santri VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Rabu, 21 Februari 2018

Gus Dur: Bencana Tak Usah Dihubungkan dengan Kekuasaan

Jakarta, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Ketua Dewan Syuro Dewan Pimpinan Pusat Partai Kebangkitan Bangsa (DPP PKB) KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) mengajak segenap bangsa Indonesia untuk optimis dan rasional dalam menghadapi bencana yang terjadi akhir-akhir ini. Bencana sedianya tidak hanya dilihat dari aspek mistiknya saja.

"Indonesia ini memang rawan bencana, dan bangsa ini harus siap menghadapi dengan perhitungan rasional, nggak usah dihubung-hubungkan dengan berkuasanyya seseorang,” kata Gus Dur dalam Konser Amal DPP PKB untuk gempa Yogyakarta dan Jawa Tengah di Gedung Kesenian Jakarta, Kamis (29/6) malam.

Gus Dur: Bencana Tak Usah Dihubungkan dengan Kekuasaan (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Dur: Bencana Tak Usah Dihubungkan dengan Kekuasaan (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Dur: Bencana Tak Usah Dihubungkan dengan Kekuasaan

Dikatakan Gus Dur, bangsa Indonesia harus memiliki keyakinan untuk bisa bertahan dari segala macam bencana. Menurutnya letak wilayah Indonesia sangat rawan bencana dan butuh pemikiran bagaimana menanggulangi bencana yang akan terus terjadi. Pemerintah diharapkan memperhitungkan faktor posisi Indonesia dalam menjalankan program pembangunannya. “Harus ada langkah-langkah rasional,” katanya di hadapan para tamu dan ratusan massa PKB.

Konser Amal malam itu, menurut  Andi M. Ramly, Ketua Panitia Konser Amal PKB, merupakan bagian dari kepedulian PKB atas musibah yang melanda Yogyakarta dan Jawa Tengah. Diharapkan dari konser amal itu dapat terkumpul Rp. 300 juta, yang rencananya akan langsung diberikan kepada korban gempa pada 9 Juli nanti, dalam acara Tabliq Akbar yang akan diadakan di Bantul, Yogyakarta.

Konser Amal dihadiri sejumlah fungsionaris DPP PKB dan dimeriahkan oleh beberapa artis ibukota, di antaranya Rieke Dyah Pitaloka, Franky Sahilatua, dan Sukilah dengan diiringi musik Ki Ageng Ganjur pimpinan Ngatawi el-Zastrouw. (nam)

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Pendidikan, AlaSantri, Santri VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Senin, 19 Februari 2018

Pembangunan Nasional Harus Seiring dengan Penguatan Pancasila

Bondowoso, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Wakil Sekretaris Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Jember Moch. Eksan menegaskan pentingnya pengelola negara mengamalkan Pancasila secara konsekuen. Sebab, tanpa penguatan Pancasila, proses pembangunan negara ini tidak akan berhasil maksimal. 

Pembangunan Nasional Harus Seiring dengan Penguatan Pancasila (Sumber Gambar : Nu Online)
Pembangunan Nasional Harus Seiring dengan Penguatan Pancasila (Sumber Gambar : Nu Online)

Pembangunan Nasional Harus Seiring dengan Penguatan Pancasila

"Kalau membangun negara, jangan lupa membangun kesadaran masyarakat tentang Pancasila sebagai sumber nilai dalam berbangsa. Jika tidak, maka cita-cita reformasi hanya menjadi mimpi," ujarnya saat  menjadi narasumber dalam Latihan Kader HMI II Cabang Persiapan Bondowoso-Situbondo, di aula Kodim Bondowoso, Jumat (1/12).

Menurutnya, era reformasi yang pernah dielu-elukan  sebagai era kebangkitan bangsa menuju Indonesia modern, berkemajuan dengan kesejahteraan yang berkeadilan, ternyata masih jauh panggang dari api. 

Memang, katanya, empat kali Pemilu pasca reformasi dan pemilihan langsung presiden dan kepala daerah, telah membentuk postur kebijakan publik dan alokasi anggaran yang semakin pro-rakyat dan mengarah pada perwujudan  kesejahteraan yang seutuhnya. “Namun sayangnya, hal tersebut  belum menunjukkan tanda-tanda keberhasilan dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang maksimal,” lanjut Eksan.

Ironi Negara Besar

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Ketidakberhasilan tersebut ditandai dengan tetap bercokolnya  IPM (Indeks Pembangunan Manusia), daya saing, dan indeks kesejahteraan rakyat Indonesia di bawah tiga negara lain di kawasan ASEAN. Indonesia “istiqamah” berada di bawah Singapura, Thailand, dan Malaysia. 

Padahal, katanya, dalam segala hal, potensi Indonesia lebih besar dari tiga negara tersebut. Terutama dari segi geografis dan demografis, luas wilayah Indonesia 53 persen dari luas wilayah ASEAN dan penduduk Indonesia 43 persen dari jumlah penduduk di kawasan ASEAN ini.

“Potensi begitu besar ini, belum dapat mendongkrak posisi Indonesia dalam konstelasi global sebagai negara besar yang diharapkan menjadi macan ASEAN,” jelasnya.

Persoalannya,  sejak 1998 sampai sekarang, proses pembangunan nasional dilakukan tanpa disertai pembangunan ideologi negara. Alih-alih dibangun, menurut Eksan, Pancasila malah diserang habis-habisan oleh ideologi kanan maupun ideologi kiri. Pemerintah dan rakyat seolah membiarkan proses "mutilasi ideologis" terhadap Pancasila tanpa pembelaan sedikit pun. Ini terjadi lantaran takut dicap tidak reformis dan antek Orde Baru yang menggunakan Pancasila sebagai alat hegemoni kekuasaan.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Kegagalan Orde Baru dalam menghadirkan kondisi politik yang demokratis, serta kondisi ekonomi yang berkeadilan, bukanlah salah Pancasila. Namun  kesalahan rezim dalam menerapkan Pancasila secara murni dan konsekuen. "Pendek kata, kalau mau merawat Indonesia, maka wajib merawat Pancasila," ujar  mantan Dosen STAIN Jember itu. (Aryudi A Razaq/Mahbib)





Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Ulama, Santri, Sunnah VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Minggu, 18 Februari 2018

Lafal Niat Puasa: Ramadlana atau Ramadlani?

Sebagaimana ibadah-ibadah lain, niat menjadi rukun yang mesti dilakukan dalam puasa Ramadhan. Niat adalah iktikad tanpa ragu untuk melaksanakan sebuah perbuatan. Kata kuncinya adalah adanya maksud secara sengaja bahwa setelah terbit fajar ia akan menunaikan puasa. Imam Syafi’I sendiri berpendapat bahwa makan sahur tidak dengan sendirinya dapat menggantikan kedudukan niat, kecuali apabila terbersit (khathara) dalam hatinya maksud untuk berpuasa. (al-Fiqh al-Islami, III, 1670-1678).

Meski niat adalah urusan hati, melafalkannya (talaffudh) akan membantu seseorang untuk menegaskan niat tersebut. Talaffudh berguna dalam memantapkan iktikad karena niat terekspresi dalam wujud yang konkret, yaitu bacaan atau lafal.

Lafal Niat Puasa: Ramadlana atau Ramadlani? (Sumber Gambar : Nu Online)
Lafal Niat Puasa: Ramadlana atau Ramadlani? (Sumber Gambar : Nu Online)

Lafal Niat Puasa: Ramadlana atau Ramadlani?

Tentang hal ini, sering kita jumpai beragam versi bacaan niat puasa. Perbedaan terutama ada pada bagian harakat kata ?; apakah ia dibaca ramadlâna atau ramadlâni. Sebagian masyarakat membaca lafal niat di malam hari seperti ini:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Menurut kaidah ilmu nahwu, redaksi tersebut keliru. Jika memaksa memilih membaca ramadlâna (dengan harakat fathah), maka pilihan yang paling mungkin kalimat selanjutnya adalah hâdzihis sanata (sebagai dharaf zaman/keterangan waktu), bukan hâdzhis sanati. Ramadlâna dibaca fathah sebagai ‘alamat jar karena termasuk isim ghairu munsharif yang ditandai dengan tambahan alif dan nun sebagai illatnya.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Yang paling sempurna adalah membacanya dengan harakat kasrah, ramadlâni, yakni dengan meng-idhafah-kan (menggabungkan) dengan kata sesudahnya. Konsekuensinya, ia tidak lagi ghairu munsharif sehingga berlaku hukum sebagai isim mu’rab pada umumnya. Hal ini sesuai dengan ungkapan Al-‘Allâmah Abû ‘Abdillâh Muhammad Jamâluddîn ibn Mâlik at-Thâî alias Ibnu Malik dalam nadham Alfiyah:

? ? ? ? ? ¤? ? ? ? ? ? ? ? ?

“Tandailah jar isim ghairu munsharif dengan fathah, selagi tak di-idhafah-kan (digabung dengan kata setelahnya) atau tidak menempel setelah ‘al’.”

Jika ramadlâni diposisikan sebagai mudhaf (di samping sekaligus jadi mudhaf ilaih-nya "syahri") maka hadzihis sanati mesti berposisi sebagai mudhaf ilaih dan harus dibaca kasrah. Pembacaan dengan model mudhaf-mudhaf ilaih inilah yang paling dianjurkan. Sehingga bacaan yang tepat dan sempurna adalah:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

“Saya niat berpuasa esok hari untuk menunaikan fardhu di bulan Ramadhan tahun ini, karena Allah Taala.”

Yang perlu diingat, kekeliruan dalam melafalkan niat tak berpengaruh pada keabsahan puasa, selama terbesit dalam hati untuk berpuasa. Seperti dikatakan, niat berhubungan dengan getaran batin. Sehingga ucapan lisan hanya bersifat sekunder belaka. Tapi kekeliruan akan menimbulkan rasa janggal, terutama di mata para ahli gramatika Arab. Wallahu alam. (Mahbib Khoiron)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Sunnah, Santri, Olahraga VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Sabtu, 17 Februari 2018

Kemensos Ungkap Hasil Penelitian Kekerasan Seksual Terhadap Anak

Jakarta, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mengungkapkan faktor determinan yang mempengaruhi anak melakukan kekerasan seksual kepada anak adalah pornografi (43 persen), pengaruh teman (33 persen), pengaruh narkoba/obat (11 persen), pengaruh historis pernah menjadi korban atau trauma masa kecil (10 persen) dan pengaruh keluarga (10 persen).

Kemensos Ungkap Hasil Penelitian Kekerasan Seksual Terhadap Anak (Sumber Gambar : Nu Online)
Kemensos Ungkap Hasil Penelitian Kekerasan Seksual Terhadap Anak (Sumber Gambar : Nu Online)

Kemensos Ungkap Hasil Penelitian Kekerasan Seksual Terhadap Anak

Hal tersebut disampaikan Mensos dalam Konferensi Pers Hasil Penelitian tentang Kekerasan Seksual Anak Terhadap Anak. Penelitian ini dilakukan oleh Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pelayanan Kesejahteraan Sosial Yogyakarta (B2P3KS) bekerja sama dengan End Child Prostitution, Child Pornography & Trafficking Of Children For Sexual Purposes (ECPAT) Indonesia. 

Penelitian dilakukan di lima wilayah yakni Jakarta Timur, Magelang, Yogyakarta, Mataram dan Makassar. Penelitian dengan metode wawancara mendalam dilakukan terhadap 49 anak yang melakukan kekerasan seksual terhadap anak, orangtua, guru, kepala panti, Pekerja Sosial, dan stakeholder.

"Saya ke Panti Sosial Marsudi Putra (PSMP) yang ada di bawah koordinasi Kemensos di sejumlah daerah di Indonesia. Secara terpisah saya bertemu korban dan pelaku. Hasilnya lebih dari 50 persen kasus kekerasan seksual anak dilakukan oleh anak. Maka saya minta agar dilakukan penelitian. Kenapa mereka sampe ketagihan bahkan sampai melakukan kekerasan dan pemaksaan ," ungkap Khofifah. 

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Hasil penelitian, lanjutnya, juga menunjukkan pelaku kekerasan seluruhnya berjenis kelamin laki-laki dengan rata-rata usia 16 tahun. Kekerasan seksual dilakukan oleh pelaku melalui melalui paksaan (67 persen) sementara itu bentuk kekerasan yang dilakukan berupa sentuhan/rabaan organ sensitif (30 persen) hingga hubungan badan (26 persen). 

Mayoritas pelaku masih tinggal dengan orang tua (61,22 persen). Tempat terjadinya kekerasan seksual diantaranya di rumah teman (30,56 persen) dan di rumah korban (19,44 persen). Mayoritas pelaku dan korban telah saling kenal (87 persen). 

Korban kekerasan seksual anak terungkap bahwa rentang usia mereka adalah 5-17 tahun. Karakteristik korban sebanyak 35,44 persen bersifat pendiam, cengeng dan pemalu. Sebanyak 24,05 persen bersifat hiperaktif dan  bandel dan sebanyak 13,92 persen senang berpakaian minim.

"Sementara dari sisi karakteristik sosial ekonomi keluarga baik pelaku maupun korban menunjukkan bahwa 55 persen merupakan keluarga yang didampingi dua orang tua  dan 45 persen merupakan keluarga cerai/meninggal," terang Khofifah.  

Adapun tentang pekerjaan orang tua, 46 persen ayah bekerja sebagai buruh dan 48 persen ibu bekerja sebagai buruh. Terkait pendidikan ayah, sebanyak 40,82 persen menjawab tidak tahu sedangkan 22,45 persen berpendidikan SD. Sedangkan tentang pendidikan ibu, sebanyak 32,65 persen menjawab tidak tahu dan 24,49 persen berpendidikan SMA.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Komitmen Bersama

Mensos mengatakan pemerintah telah melakukan berbagai ikhtiar dari regulasi dan eksekusinya, dari sisi regulasi sudah ada revisi UU Perlindungan Anak sampai 2 kali. Yakni UU Nomor 23 Tahun 2002 menjadi UU nomor 35 tahun 2014. 

"Berbagai layanan sudah kita lakukan tetapi dinamika masalah sosial terkait kekerasan terhadap anak sangat variatif sehingga kita harus maksimalkan langkah preventif dan penanganan yang lebih sistemik apalagi jika  pelakunya anak, agar dapat ditangani  semaksimal mungkin, " tuturnya.  

Ia menambahkan Kementerian Sosial telah berihhtiar antara lain melalui Panti  Handayani di Jakarta yang menerima rujukan dari pemerintah dan masyarakat serta  memberikan layanan konseling serta trauma healing berstandar kepada anak. 

Sementara di Panti  Antasena Magelang, Paramita di kota Mataram dan Todupoli di  Makassar, Kemensos berkoordinasi dengan sekolah untuk kelangsungan pendidikan anak dan memperkenalkan pendidikan kesehatan reproduksi  sejak dini. 

"Di Lembaga Perlindungan Anak Yogyakarta memberikan pendampingan secara sosial, psikologis dan hukum kepada korban dan pelaku kekerasan seksual anak termasuk pendampingan keluarga dari kedua belah pihak," terang Khofifah. 

Namun demikian, tambahnya, layanan ini tidak cukup jika tidak diperluas kemitraan layanan bersama masyarakat. Diperlukan peran masyarakat, pemerintah, pemerintah  daerah, dan keluarga inti untuk bersama-sama melindungi anak-anak. 

"Dari hasil penelitian, 55 persen pelaku berasal dari keluarga yang utuh ayah dan ibunya. Maka kedua orang tua  harus berperan maksimal  dalam upaya memberikan  perlindungan. Misalnya menanamkan pemahaman kepada  anak bahwa mereka punya bagian intim yang tidak boleh disentuh oleh orang lain bahkan orang yang mereka kenal sekalipun. Jika hal ini terjadi, anak harus berteriak atau melaporkan yang dialami kepada orangtua," papar Mensos serius. 

Kemensos, lanjutnya, juga merekomendasikan pembatasan penggunaan internet pada anak-anak. Hal ini berkaitan dengan penyebab kekerasan seksual anak terhadap anak melalui pornografi yang diakses dari internet dan gawai menjadi penyebab tertinggi. 

"Pembatasan ini bisa disesuaikan dengan kesepakatan antara anak dengan orangtua dan dengan pengawalan orang tua. Misalnya boleh mengakses internet namun dibatasi hanya untuk tayangan anak, boleh pegang gawai pada jam-jam tertentu saja seperti setelah mereka belajar atau setelah berhasil melakukan pekerjaan rumah dan tugas-tugas sekolah," katanya. 

Upaya lainnya adalah membatasi aplikasi yang boleh diunduh dengan memanfatkan fitur pengunci aplikasi android yang ada dalam setiap gawai. Caranya cukup beragam untuk mengunci aplikasi-aplikasi tertentu yang dirasa tidak patut untuk dilihat anak-anak. Misalnya mengunci aplikasi melalui kata sandi, PIN (personal identification number), dan pemindai sidik jari.

"Intinya semua pihak harus turun tangan dengan penuh kesadaran untuk memberikan perlindungan terhadap anak. Agar mereka tak menjadi pelaku maupun korban," kata Mensos.

Layanan Integratif Holistik untuk Anak

Sementara itu merespon tingginya kekerasan terhadap anak yang terjadi di Indonesia, Kementerian Sosial dalam waktu dekat akan merealisasikan pembangunan Pusat Penelitian, Pengembangan dan Layanan Anak Terpadu (PPPAT)

"Rencananya dalam pekan pertama bulan Desember 2017 Kemensos akan mendirikan di Yogyakarta. Pendirian balai ini mentransformasikan Balai Penelitian Pengembangan dan Pelayanan dan Kesejahteraan Sosial Yogyakarta menjadi Pusat Penelitian, Pengembangan dan Pelayanan Anak Terpadu yang memberikan layanan secara holistik dan terintegrasi," papar Khofifah. 

Penelitian ini, lanjut Mensos, bersifat longitudinal. Ia menyontohkan saat anak datang untuk pertama kali akan dilakukan prakondisi anak. Kemudian dari hasil prakondisi dilakukan pengembangan diri anak dengan memberikan berbagai keterampilan, vocational training hingga olahraga sesuai kapasitas anak.

"Di PPPAT ini juga diberikan layanan psikososial anak. Kondisi setiap anak akan terus dipantau hingga yang bersangkutan sembuh atau semakin menunjukkan perkembangan yang baik. Itu semua dilakukan secara terpadu," tuturnya. 

PPPAT juga akan dilengkapi dengan galeri seni yang akan memajang seluruh karya anak-anak, kolam renang, workshop, dan wisata edukasi untuk anak-anak sekolah yang ingin belajar dan berintwraksi bersama anak-anak balai. Mereka bisa belajar membatik bersama," harap Khofifah. 

Pembangunan diperkirakan akan selesai pada akhir tahun 2018. Pembiayaan pembangunan fisik dan penyediaan peralatan oleh Tahir Foundation, sementara Kemensos akan berfokus pada layanan integratif kepada anak. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Santri, Nahdlatul Ulama, Bahtsul Masail VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Kamis, 15 Februari 2018

Masyarakat Cari Caleg Bertanggung Jawab

Jakarta, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Masyarakat Indonesia kini tengah mencari calon legislatif (caleg) yang amanah dan bertanggung jawab terhadap tugas-tugasnya sebagai wakil rakyat. Masyarakat sudah letih dengan kinerja wakil rakyat yang jauh dari harapan.

Masyarakat Cari Caleg Bertanggung Jawab (Sumber Gambar : Nu Online)
Masyarakat Cari Caleg Bertanggung Jawab (Sumber Gambar : Nu Online)

Masyarakat Cari Caleg Bertanggung Jawab

Demikian dikatakan oleh Katib Am PBNU KH Malik Madani ketika dihubungi VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth, Selasa (7/5) siang.

“Kita mengharapkan warga negara yang ingin mencalonkan diri nanti memiliki komitmen dan kesadaran tanggung jawab yang tinggi dalam menjalankan tugas dan amanah yang dibebankan kepadanya,” tegas KH Malik Madani.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Tanggung jawab dan amanah itu, lanjut KH Malik Madani, merupakan satu masail yang dibahas dalam Sidang Komisi Bahtsul Masail Diniyyah Al-Waqi‘Iyyah pada Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama, Munas dan Konbes NU di Pesantren Kempek Cirebon, Jawa Barat, September 2012 lalu.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Komitmen caleg, sambung KH Malik, sering dipertanyakan warga. Lewat aneka media yang berkembang, warga Indonesia lebih mudah memantau calegnya setelah terpilih. Namun, mereka kerap kali dikecewakan wakilnya yang kerap mungkir dari janji yang diumbar saat masa kampanye.

Masalah ini dinilai penting sehingga NU memasukkannya dalam draf pembahasan dengan tajuk “Memilih Calon”. Pembahasan ini bagian dari kontribusi NU dalam mengawal aturan pemilihan wakil rakyat yang berlaku, kata KH Malik Madani. 

Putusan Munas dan Konbes NU itu hanya bersifat seruan moral. NU tidak punya hak untuk melarang warga negara yang memenuhi persyaratan teknis untuk mencalonkan diri. Karena, pencalonan itu menjadi hak warga negara, tambah Kiai Malik.

Selebihnya, NU menyerahkan kepada KPU dan partai yang bersangkutan untuk menyeleksi bakal calon legislatif baik secara prosedur maupun integritas. Masyarakat pun tentunya harus mencermati benar calon legislatif yang akan mewakili aspirasi mereka, tandas KH Malik.

Penulis: Alhafiz Kurniawan

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Santri, Tokoh VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Selasa, 13 Februari 2018

Akhir Kepengurusan PB Kopri Gelar Sekolah Kader

Jakarta, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth?

Memperingati hari Kartini, Pengurus Besar Korps PMII Putri (Kopri) menggelar Sekolah Kader Kopri Nasional (SKKN) angkatan ketiga diakhir kepengurusan, Jumat (21/04), di Gedung Balai Besar Pengembangan Latihan Masyarakat, Jalan Penganten Ali No. 71 A Ciracas Jakarta Timur.

Ketua Umum PB Kopri Ai Rahmayanti, mengungkapkan mengenai kedisiplinan kader-kader Kopri yang mengikuti acara ini.

Akhir Kepengurusan PB Kopri Gelar Sekolah Kader (Sumber Gambar : Nu Online)
Akhir Kepengurusan PB Kopri Gelar Sekolah Kader (Sumber Gambar : Nu Online)

Akhir Kepengurusan PB Kopri Gelar Sekolah Kader

"Yang dititikberatkan hari ini dalam SKKN, harus mampu untuk disiplin," ucap Ketua Umum di awal sambutannya.

Pengalaman perempuan menjadi suasana bersama yang dapat menjadi kebijakan. Ini sebabnya, agar organisasi perempuan harus ada.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

"Organisasi perempuan, Kopri, harus tetap ada," tegas perempuan anak satu itu melanjutkan.

Keberadaan Kopri tidak hanya melahirkan elit-elit kepemimpinan. Karena cukup menjadi figur yang bagus, sudah bisa menjadi pemimpin. Tetapi, bagaimana Kopri dapat memberikan kebermanfaatan bagi orang banyak.

"Kopri tidak hanya berorientasi menjadi pemimpin, tapi harus cari kebermanfaatan kepada banyak orang," lanjut Ai Rahmayanti diakhir sambutan.

Kegiatan yang dijadwalkan dari tanggal 20-23 April ini dihadiri oleh 30 peserta dari berbagai provinsi.

Masih di dalam forum yang sama, gerakan perempuan masa kini perlu mengedepankan intelektual.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

"Langkah awal generasi maju, kunci kalian perbanyak membaca dan menulis," ujar Nihayatul Wafiroh salah satu pemateri SKKN. (Robiatul Adawiyah/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Nahdlatul, Doa, Santri VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Minggu, 04 Februari 2018

Netizen Berjamaah Ngetwitt #NUJagaNKRI

Jakarta, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth?

Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj mengatakan, berangkat dari semangat Islam Nusantara, kita harus mempertahankan sumber daya alam gas, minyak, juga budaya, dan hukum negara Indonesia.?

Netizen Berjamaah Ngetwitt #NUJagaNKRI (Sumber Gambar : Nu Online)
Netizen Berjamaah Ngetwitt #NUJagaNKRI (Sumber Gambar : Nu Online)

Netizen Berjamaah Ngetwitt #NUJagaNKRI

Sebab, kata dia, hadits Nabi Muhammad SAW telah mensinyalir akan adanya pihak-pihak yang akan memonopoli air, api, energi dan kekayaan hutan.

Memang, kata Kiai Said, untuk melakukan itu pasti ada tantangan berat. “Namun, harus tetap dilakukan,” katanya di gedung PBNU, Jakarta sesaat sebelum penandatanganan kerja sama PBNU dengan Pertamina di gedung PBNU, Jakarta Rabu (4/1).?

Kiai Said juga mengatakan, jangan meragukan kesetiaan NU terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia. Meskipun ormas-ormas lain ragu dan takut untuk mengatakannya, NU tetap tidak akan bergeser dari pendirian menjaga NKRI.

Kiai-kiai kampung, lanjut kiai asal Cirebon tersebut, mengajarkan tetangganya untuk berdamai ketika terjadi perselisihan dengan tetangga, menjaga keutuhan keluarga ketika pasangan suami istri terancam perceraian.?

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Itu artinya, lanjut Kiai Said, kiai tersebut sedang mengajarkan untuk menjaga keutuhan negara. ?

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Tentang menjaga NKRI, secara kebetulan, ramai dibicarakan di dunia maya dan ? menjadi trending topic di media sosial Twitter dengan tagar #NUJagaNKRI. Ketika berita ini ditulis, tagar tersebut, telah bertahan di ranking pertama selama dua jam.?

Para netizen menulis twitt, membagikan gambar, meme sambil menyertakan tagar tersebut. Sekretaris Jenderal PBNU Ahmad HelmyFaishal Zaini pada akun pribadinya ?@Helmy_Faishal_Z menulis twitt: ? Tolong-menolong antar sesama, nilai2 luhur bangsa yg harus kita rawat bersama. #NUjagaNKRI. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Cerita, Santri VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Senin, 29 Januari 2018

Di Antara Wasiat Sunan Gunung Jati

Jika kita berziarah ke makam Syekh Syarif Hidayatullah atau Sunan Gunung Jati di Cirebon, maka dapat ditemukan di salah satu sudut area makam, tepatnya di dinding serambi Masjid Agung Gunung Jati, terpampang secara jelas sebuah kalimat "Insun titip tajug lan fakir miskin." Kalimat yang sudah cukup familiar khususnya bagi masyarakat Cirbon, dan diyakini merupakan wasiat terakhir Sunan Gunung Jati tidak lama sebelum beliau wafat.

Secara harfiah arti dari wasiat tersebut ialah, "Saya titip tajug (sejenis mushalla atau langgar yang dipergunakan pula buat mengaji) dan fakir miskin." Lewat wasiat dimaksud, Sunan Gunung Jati berpesan kepada umat Islam secara umum agar sepeninggal beliau keberadaan tajug dan fakir miskin senantiasa diopeni, dijaga dan diperhatikan. Dengan kata lain keduanya jangan diterlantarkan begitu saja.

Menurut salah satu tokoh dan kiai dari Plered, Cirebon, KH Jamhari, tajug yang dimaksud dalam wasiat di atas dalam konteks sekarang mempunyai batasan arti yang lebih luas, tidak hanya terbatas mushalla atau langgar saja. Tapi mencakup pula pondok pesantren, madrasah diniyah dan majlis talim lainnya. Demikian pula yang dikehendaki dari istilah fakir miskin, bukan sekedar para pengemis yang meminta-minta, melainkan terutama adalah para santri dan pelajar yang benar-benar sedang menimba ilmu dan memerlukan bantuan demi kelangsungan studinya. Terhadap tempat-tempat untuk mengaji dan para santri, Sunan Gunung Jati menitipkan keduanya supaya umat Islam sepeninggal beliau ikut merawat dan membantu dan membidani kelestariannya.

Di Antara Wasiat Sunan Gunung Jati (Sumber Gambar : Nu Online)
Di Antara Wasiat Sunan Gunung Jati (Sumber Gambar : Nu Online)

Di Antara Wasiat Sunan Gunung Jati

Berdasarkan pengamatan penulis saat nyantri di salah satu pesantren di Cirebon tahun 2012, dengan adanya wasiat dari Sunan Gunung Jati ini, khususnya di beberapa daerah di Cirebon, masyarakat sekitar pesantren memperlakukan dengan begitu baik para santri. Misalnya tidak sedikit masyarakat ketika bulan Ramadhan saat mereka bersedekah dan membayar zakat fitrah diberikan langsung kepada para santri yang masih di pesantren. ? Itu dilakukan tidak lain karena teringat pesan Sunun Gunung Jati di atas.

Kendati tidak sepopuler bila dibandingkan wasiat pertama di atas, sebagian masyarakat Cirebon juga mengenal mutiara pesan lain yang juga diyakini bersumber dari Syekh Syarif Hidayatullah. Pesan tersebut berbunyi, "Sugih bli rerawat, mlarat bli gegulat,"? artinya "menjadi kaya bukan untuk pribadi, menjadi miskin, bukan untuk menjadi beban bagi orang lain."?

Dua wasiat atau pesan Sunun Gunung Jati di atas substansinya sama dan saling menguatkan, yaitu di samping mengingatkan umat Islam supaya nguri-uri tempat ibadah dan majlis tempat menimba ilmu, di sisi lain juga mendorong kepada golongan orang yang kuat dan mampu agar senantiasa memiliki empati dan kepedulian kepada fakir miskin atau kelompok yang lemah dalam berbagai seginya baik lemah secara ekonomi, ilmu maupun politik. Sementara pesan kedua secara tersirat menekankan supaya golongan lemah yang mendapatkan uluran tangan atau santunan dari ? orang lain tidak menjadi bergantung selamanya pada bantuan orang lain tersebut. Melainkan mereka nantinya juga dituntut bisa mengembangkan kehidupan yang mandiri dalam berbagai aspeknya.?

M Haromain, Pengajar di Pesantren Nurun ala Nur Wonosobo, bergiat Forum Santri NU Temanggung?

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Nasional, Santri, Quote VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Minggu, 28 Januari 2018

Peran Majelis Taklim Penting untuk Membimbing Umat

Sumedang, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Forum silaturahmi Pimpinan Mejelis Taklim Ujungjaya pada Kamis (1/9) mengadakan pengajian bulanan. Semua para ustad dan pimpinan majelis taklim di Ujung Jaya hadir pada kesempatan tersebut. Kegiatan ini bertempat di Majelis Taklim Al-Mustaqim Dusun Nanjungjaya Kecamatan Ujungjaya Kabupaten Sumedang, Jawa Barat.

Peran Majelis Taklim Penting untuk Membimbing Umat (Sumber Gambar : Nu Online)
Peran Majelis Taklim Penting untuk Membimbing Umat (Sumber Gambar : Nu Online)

Peran Majelis Taklim Penting untuk Membimbing Umat

Ketua Majelis Ulama Indonesia Kecamatan Ujungjaya, Heri, mengatakan bahwa sangat penting menjaga silaturahmi dan berkomunikasi yang intensif antar pimpinan majelis taklim. Hal ini dilakukan untuk menangkal gerakan radikalisme yang mulai berkembang akhir-akhir ini.

Dengan seringnya bersilaturahmi, pimpinan majelis taklim bisa mengajak masyarakat untuk menghindari paham-paham yang bertentangan dengan Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja). Akhir-akhir ini banyak kelompok orang masuk perkampungan dan menyebarkan paham diluar Aswaja.?

“Mereka tidak hanya menyebarkan paham baru, tapi mereka suka memfitnah paham Aswaja ala Nahdlatul Ulama dengan faham yang sesat dan bidah. Keberadaan majelis taklim diharapkan bisa menangkal fenomena tersebut,” kata Heri.

Sementara Habib Syarif Hidayatullah yang memberikan taushyiah dalam kesempatan tersebut mengatakan bahwa keberadaan majelis taklim ditengah-tengah masyarakat sangat dibutuhkan. Majelis taklim harus mampu berperan aktif dalam membimbing umat agar senantiasa berpegangan teguh terhadap ajaran Islam yang telah diajarkan oleh para ulama Aswaja.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Habib Syarif Hidayatullah juga mengingatkan kepada seluruh pimpinan majelis taklim supaya jangan sampai terlena oleh kesenangan dunia dan terayu oleh godaan kekuasaan. Majelis taklim harus fokus membina masyarakat. Jangan biarkan masyarakat kemasukan paham-paham radikal yang tidak jelas.

“Semoga dengan keberadaan pengajian bulanan pimpinan majelis taklim ini, kita semua bisa saling mengingatkan untuk selalu fokus pada peran dan fungsi berdirinya majelis taklim ditengah masyarakat,” tutup Habib Syarif Hidayatullah. (Ayi Abdul Kohar/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Ubudiyah, Santri, Nusantara VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Kamis, 25 Januari 2018

Dari Pentas Rebana, Paduan Suara, Marching Band Hingga Atraksi Pagar Nusa

Jepara, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. PCNU kabupaten Jepara tidak mau ketinggalan untuk memeriahkan hari Santri, 22 Oktober. Apel Akbar yang melibatkan ribuan santri, pelajar, mahasiswa dan Banom NU se-Jepara, di Alun-alun Jepara, Kamis (22/10), terbilang sukses.?

Dari Pentas Rebana, Paduan Suara, Marching Band Hingga Atraksi Pagar Nusa (Sumber Gambar : Nu Online)
Dari Pentas Rebana, Paduan Suara, Marching Band Hingga Atraksi Pagar Nusa (Sumber Gambar : Nu Online)

Dari Pentas Rebana, Paduan Suara, Marching Band Hingga Atraksi Pagar Nusa

Kesuksesan acara itu selain diikuti ribuan santri juga didukung dengan berbagai pentas yang turut meramaikannya. Sebelum apel dimulai kegiatan dimeriahkan dengan lantunan shalawat rebana Jamuro Unisnu Jepara.?

Di saat berlangsungnya acara paduan suara pesantren Balekambang membawakan tiga lagu sekaligus Indonesia Raya, Mars Jepara dan NKRI Harga Mati. Tak hanya itu grup marching band madrasah Masalikil Huda Tahunan juga turut memeriahkan apel tersebut.?

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Kegiatan semakin semarak tatkala pencak silat Pagar Nusa cabang menunjukkan sejumlah atraksi-atraksinya. Misalnya unjuk jurus, tenaga dalam, memecah bata dengan kepala dan menarik mobil dengan gigi.?

Pemerintah pro santri

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

KH Zainul Arifin, Ketua RMI Cabang Jepara menyatakan peringatan Hari Santri Nasional jangan hanya dijadikan euforia belaka. Tetapi ia berharap pemerintah dituntut lebih berpihak kepada santri.?

“Pemerintah harus meningkatkan infrastruktur, skill, manajerial tanpa menghilangkan budaya salafiyah santri,” tuturnya saat membacakan Ikrar Hari Santri.?

Dalam konteks Jepara, Peraturan Daerah (Perda) Madrasah Diniyah (Madin) yang sudah diketok palu DPRD Jepara menurutnya untuk menguatkan fisik dan SDM santri. “Sehingga pesantren menjadi trendsetter pendidikan di dunia,” harapnya.?

Kiai Zainul mengingatkan kepada pemerintah peringatan untuk mengingat jejak perjuangan KH Hasyim Asyari itu bukan sekadar simbol keberadaan penguasa saja.?

“Momentum ini merupakan kaderisasi pemimpin agama dan bangsa yang rahmatan lil alamin,” lanjutnya.?

Santri imbuhnya tidak ngurus khilafiyah saja. Pengolahan SDM, kebijakan fiskal, tata negara juga perlu dipecahkan oleh santri.?

Wujud terima kasih

Dalam amanatnya Bupati Jepara, Ahmad Marzuqi mengungkapkan peringatan Hari Santri Nasional merupakan bentuk terima kasih pemerintah bahwa NKRI telah merdeka berkat keberhasilan kiai, masayih dan santri.?

“Selamat, selamat dan selamat kepada Bapak Joko Widodo yang memutuskan tanggal 22 Oktober sebagai Hari Santri Nasional,” katanya.?

Ditambahkan Marzuqi dengan diperingatinya Hari Santri Nasional, santri harus menunjukkan jati dirinya jika santri itu bisa. Bisa berperan untuk bangsa dan negara. ?

“Marwan Ja’far adalah contoh abituren dari pesantren yang sekarang menjadi menteri desa. Santri itu harus bisa,” imbuh Marzuqi.?

Dengan apel akbar itu “Resolusi Jihad” yang pernah digelorakan oleh KH Hasyim Asy’ari perlu disemangatkan kembali. “Menjadi santri adalah anugerah. Karenanya ia tidak pernah berhenti berperan untuk membangun NKRI,” tegasnya. (Syaiful Mustaqim/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Santri VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Senin, 22 Januari 2018

Bubarkan HTI, Menag: Ini adalah Langkah Tegas Menjaga Dasar Negara

Jakarta, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Pemerintah akan menindaklanjuti langkah pembubaran Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) melalui jalur hukum sesuai UU No 17 Tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakataan. Menurut Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, langkah hukum ditempuh sebagai bukti bahwa pemerintah tak sedang bertindak represif.?

Untuk itu, Menag Lukman mengimbau semua pihak untuk menghormati langkah hukum ? pemerintah sekaligus memastikan bahwa HTI tetap dapat menggunakan hak pembelaan dalam proses peradilan. Semua pihak juga harus tetap menjamin dan menjaga keselamatan dan keamanan jiwa serta harta benda para anggota HTI.

Bubarkan HTI, Menag: Ini adalah Langkah Tegas Menjaga Dasar Negara (Sumber Gambar : Nu Online)
Bubarkan HTI, Menag: Ini adalah Langkah Tegas Menjaga Dasar Negara (Sumber Gambar : Nu Online)

Bubarkan HTI, Menag: Ini adalah Langkah Tegas Menjaga Dasar Negara

“Aparat dan masyarakat tak boleh main hakim sendiri. Tindak kekerasan dan perusakan hak milik HTI sama sekali tidak boleh terjadi,” seru Menag Lukman di Jakarta, Selasa (9/4).

Langkah hukum tersebut, lanjut Menag, juga bukan berarti Pemerintah anti ormas keagamaan, apalagi ormas Islam.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

“Langkah hukum untuk membubarkan HTI bukanlah upaya pembubaran ormas yang melakukan gerakan dakwah keagamaan, tetapi upaya membubarkan ormas yang melakukan gerakan politik untuk mengganti ideologi negara,” tegasnya.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Menurut Menag, pernyataan yang disampaikan Menko Polhukam terkait pembubaran Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) adalah wujud sikap politik pemerintah yang dengan tegas dan jelas ingin menjaga Pancasila sebagai dasar negara dari upaya gerakan mendirikan khilafah yang mengingkari konsensus nasional bangsa Indonesia.

“Mari kita berpikir jernih dan jangan melakukan tindakan kontraproduktif. Biarkan nanti pengadilan yang mengambil keputusan terkait langkah hukum pemerintah dalam pembubaran HTI,” ujarnya.

Pemerintah melalui Menkopolhukam Wiranto telah mengeluarkan pernyataan tentang HTI. Dalam pernyataannya, Wiranto mengatakan bahwa sebagai ormas berbadan hukum, HTI tidak melaksanakan peran positif dalam proses pembangunan mencapai tujuan nasional. Kegiatan HTI juga terindikasi bertentangan dengan Pancasila dan UUD 1945, serta menimbulkan benturan di masyarakat. Selanjutnya, pemerintah memutuskan untuk mengambil langkah hukum untuk membubarkan HTI secara resmi.? (Red-Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Syariah, Daerah, Santri VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Selasa, 16 Januari 2018

Pendalaman Esensi di Pameran Kaligrafi “Waktu dan Lelaku”

Jakarta, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Pameran Senirupa Kaligrafi Nusantara bertajuk “Waktu dan Lelaku” akan dimulai pada Rabu 28 September di Langit Art Space, Jalan Sonosewu, No 16 A Ngestiharjo, Kasihan, Bantul, Yogyakarta. Pameran tersebut akan berlangsung 28 Oktober. Pameran yang akan dibuka Emha Ainun Nadjib (Cak Nun) itu diiringi dengan hiburan Kyai Kanjeng, Bregodo Wirosobo, dan Sujud Kendang.

Pendalaman Esensi di Pameran Kaligrafi “Waktu dan Lelaku” (Sumber Gambar : Nu Online)
Pendalaman Esensi di Pameran Kaligrafi “Waktu dan Lelaku” (Sumber Gambar : Nu Online)

Pendalaman Esensi di Pameran Kaligrafi “Waktu dan Lelaku”

Para perupa yang mengikuti pameran tersebut di antaranya Abay D. Subarna, AD Pirous, Agus Kamal, Edi Dolan “Edo”, Hendra Buana, Imam Chairul Bahri, KH A. Mustofa Bisri, Nasirun, Robert Nasrullah, R. Sidik W. Martowidjojo, Syaiful Adnan, Yetmon Amier,dan? Zulkarnaini.

Menurut kurator pameran, A. Anzieb, secara subtantif pameran tersebut lebih menekankan pada pendalaman esensi kaligrafi. “Artinya kaligrafi tidak hanya sekadar karya seni berupa tulisan indah. Namun ia membawa laku, sebuah "pusaka" yang berisi energi-energi kebaikan,” katanya ketika dihubungi VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth, Kamis (22/9).

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Misalnya, kata dia, kaligrafi di kiswah Kabah atau di prasasti-prasasti dengan sendirinya menjadi "pusaka" karena waktu dan laku telah membuktikan sebagai eksistensi dan gaya hidup. Unsur pusakanya lantaran ada energi kebaikan yang beratus ratus tahun terserap pada suatu benda tersebut.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

“Nah, kaligrafi-kaligrafi sekarang sebagai idiom. Visualitas selama karya seni kecenderungannya hanya profan sebagai seni publik dalam konteks tradisi maupun modern. Nah, apakah kaligrafi semacam itu bisa disebut sebagai pusaka? Sebaliknya, bahkan sebaris ayat tanpa dituliskan pun, sudah menjadi laku kehidupan, otomatis menjadi "pusaka",” pungkasnya. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Tokoh, Makam, Santri VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Senin, 15 Januari 2018

Pemuda Ansor Pengawal Ulama Aswaja

Demak, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Ketua Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Demak H. Abdurrahman Kasdi mengatakan, bahwa Ansor merupakan pemuda pengawal para kiai, ulama, dan juga pengawal faham Ahlussunnah wal Jamaah.

Pemuda Ansor Pengawal Ulama Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)
Pemuda Ansor Pengawal Ulama Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)

Pemuda Ansor Pengawal Ulama Aswaja

“Dengan mengembangkan sayap lembaga Rijalul Ansor, Ansor Demak ingin menyiapkan kader ulama dan kiai dari Ansor melalui kajian-kajian keIslaman, Bahtsul Kutub, Majlis Dzikir dan shalawat, kita harapkan lahir para kader ulama dan kader kiai dari Ansor,” Harap Durrahman.

Durrahman menyampaikan dalam rangkaian Pelantikan PC GP Ansor Kabupaten Demak periode 2013-2018, di Masjid Raudlatul Muttaqin Desa Klitih Kecamatan Karang Tengah Kabupaten Demak, Jawa Tengah pada Jumat, 18 Oktober 2013.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Pengajian bertema, “Dengan Pengajian Majlis Dzikir dan Shalawat Rijalul Ansor, kita teguhkan Paham Ahlussunnah wal Jamaah di Kabupaten Demak” tersebut dihadiri oleh 2.000 kader Ansor, Banser, Para Kader Rijalul Ansor dan Jamaah masyarakat setempat.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Lebih lanjut Durrahman yang juga Direktur Pascasarjana STAIN Kudus ini menambahkan, melalui pengajian ini yang dikemas Rijalul Ansor dengan bershalawat bisa membetengi umat dari aliran sempalan yang menyesatkan umat.

“Hendaknya dengan Rijalul Ansor, kita bisa membentengi masyarakat Demak dengan faham Ahlussunnah wal Jamaah dari rongrongan aliran sempalan dan aliran sesat yang akan merusak masyarakat Demak,” ungkapnya.

Pengajian akbar yang menghadirkan parade rebana 100 penerbang rebana tersebut dihadiri selain dihadiri pengurus pleno Ansor Demak juga dihadiri ketua PW GP Ansor Jateng, Jabir al-Faruqi, KH. Zainal Arifin Ma’shum dan para ulama dari NU

Pengajian akbar tersebut merupakan salah satu rangkaian pelantikan. PC GP Ansor Demak juga akan mengadakan apel akbar Banser dengan menghadirkan 4.000 orang. Rencananya akan diadakan pada tanggal 16 Nopember 2013 di Lapangan Koni Demak.

Selain itu, akan digelar bakti sosial dan pengobatan gratis. Sedangkan rangkaian kegiatan ini ditutup dengan Pelantikan yang akan dilaksanakan pada tanggal 17 Nopember 2013. (A. Shiddiq Sugiarto/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Doa, Santri, Tegal VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Jumat, 12 Januari 2018

Gus Dur Pembela Pertama dalam Suaka Kemanusiaan Romo Sandy

Jakarta, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth - Ignasius Sandyawan Sumardi (Romo Sandy) mengatakan KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) adalah Uskup (dari NU) yang pertama membelanya. Pernyataan itu sangat beralasan bagi Romo Sandy sebab Gus Dur (selain juga Romo Mangunwijaya dan Danuwinata) adalah tokoh yang menjadi pembela Romo Sandy dalam gerakan Suaka Kemanusiaan Kasus 27 Juli 1996.

Romo Sandy mengisahkan pengalaman tersebut dalam Forum Jumat Pertama (FJP) Jaringan Gus Durian, Jumat (2/9) malam di Griya Gus Dur, Jl. Taman Amir Hamzah Jakarta Pusat. FJP malam itu bertema ‘Gus Dur dan Rakyat Kecil’, didatangi puluhan hadirin, yang mayoritas kaum muda.

Gus Dur Pembela Pertama dalam Suaka Kemanusiaan Romo Sandy (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Dur Pembela Pertama dalam Suaka Kemanusiaan Romo Sandy (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Dur Pembela Pertama dalam Suaka Kemanusiaan Romo Sandy

Menurut Romo Sandy, sejak perjumpaan pertamanya yang terjadi saat Gus Dur masih sebagai intelektual muda NU yang vokal dan cerdas, telah menggunggah inspirasi baginya. Ia menilai pemikiran Gus Dur sangat orisinil dan otentik.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Hal lainnya yang juga sangat mengesankan dari Gus Dur adalah setiap Romo Sandy, datang Gus Dur selalu sudah bersentuhan dengan perkara sehingga Gus Dur menjadi ‘tukang kompor’.

“Kalau sudah ingin melakukan (niat baik), ya sudah. Lakukan dengan sungguh-sungguh, jangan setengah-setengah. Artinya Gus Dur itu sangat total. Dalam hal apa pun selalu begitu,” terang Romo Sandy.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Kesan ketotalan dari Gus Dur itu mengingatkan Romo Sandy kepada salah satu pesan guru silatnya saat mengambil pendidikan di Seminari Menengah Santo Petrus Kanisius, Mertoyodan Magelang.

”Kowe nek dadi pendekar, dadio pendekar beneran (kalau? kamu ingin menjadi pendekar, jadilah pendekar sejati atau sungguhan),” kata Romo Sandy mengutip pesan gurunya.

Pesan tersebut, berpadu dengan sosok Gus Dur, menjadikan Romo Sandy semakin bersemangat dan mantap dalam perjuangan membela kemanusiaan. Romo Sandy lalu menyebut beberapa gerakan yang ia lakukan dan menyebabkannya sering berinteraksi dengan Gus Dur.

Dalam perjumpaan-perjumpaan tersebut, Gus Dur, menurut Romo Sandy membaur dengan rakyat kecil, tanpa kesan pencitraan atau dibuat-buat. Hal yang sangat berbeda dengan para politikus lainnya.

Terhadap dunia politik, Gus Dur menjadikan politik sebagai sesuatu yang substansial, artinya politik sebagai sesuatu yang bersentuhan dengan persoalan-persoalan kehidupan masyarakat sehari-hari. Gus Dur sama sekali jauh dari politik artifisial atau politik dagang sapi, di mana politik hanya menjadi ajang tawar menawar kekuasaan.

“Yang paling ujung di dalam politik adalah kemanusiaan. Oleh karena itu Gus Dur sangat demokratis, tidak pernah menolak berdialog dengan siapa pun,” kenang Romo Sandy.

Romo Sandy meneruskan, Gus Dur juga menjadi semacam pantulan dari setiap orang yang datang, termasuk Romo Sandy. Saat bertemu dengannya, ia tidak akan menceramahi. Hal itu memberi pelajaran bahwa pendidikan yang diberikan Gus Dur seperti model pendidikan dalam filsafat Yunani, di mana ada persentuhan yang kuat.

Adalah tugas kita dalam mengembangkan pendidikan seseorang, seperti bidan yang membantu melahirkan ilmu yang sudah ada dalam jiwa atau roh orang tersebut. Dan itulah yang dilakukan Gus Dur karena substansi pendidikan adalah fasilitator pembebasan manusia.

Romo Sandy meyayangkan, saat ini sangat sulit menemukan—kalau bukan tidak ada—sosok seperti Gus Dur. Menurut Romo Sandy, anak-anak muda sekarang tidak orisinil. Dalam mencari pendidikan atau pengetahuan, bahkan membentuk dirinya, mereka mendasarkannnya pada apa yang disajikan oleh internet, mendengar dan menonton audio visual yang tersedia di ineternet. (Kendi Setiawan/Abdullah Alawi)



Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Anti Hoax, AlaNu, Santri VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Senin, 25 Desember 2017

IPNU Jatim: Saatnya Gunakan Database Sistem Online

Jakarta, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Sudah saatnya Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) menggunakan basis data (database) dengan sistem online untuk menunjang kemajuan organisasi. Dengan pengelolaan secara online, potensi kader akan semakin tergarap dan terbaca secara rapi.

IPNU Jatim: Saatnya Gunakan Database Sistem Online (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU Jatim: Saatnya Gunakan Database Sistem Online (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU Jatim: Saatnya Gunakan Database Sistem Online

Demikian ? dikatakan Imam Fadli, Ketua Pimpinan Wilayah IPNU Jawa Timur ketika menyampaikan laporan perkembangan program atau progress report pada rapat kerja nasional (Rakernas) IPNU, disaksikan Pimpinan Pusat dan Pimpinan Wilayah IPNU se-Indonesia, Selasa(25/02), di gedung LPMP Kemendikbud, Jakarta Selatan.

“Pengelolaan database dengan kertas kini sudah kuno. Saya merekomendasikan Pimpinan Pusat untuk menggunakan sistem online. PW Jawa Timur sudah merealisasikan ini,” ungkapnya diikuti tepuk tangan peserta Rakernas.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

PW IPNU dari berbagai provinsi menyambut baik usulan tersebut. Anas Maulana, Wakil Ketua PW IPNU Jateng misalnya, mengapresiasiasi langkah progresif IPNU Jatim.?

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

“Sudah saatnya memang, pengelolaan organisasi sebesar ini menggunakan database berbasis online. Kita sendiri sudah membuatnya di Jateng, tinggal meng-SK-kan penganggungjawabnya,” kata Anas.

Dalam sesi progress report, Pimpinan Pusat dan Pimpinan Wilayah dari Aceh sampai Papua melaporkan kegiatannya selama setahun terakhir. Ini merupakan salah satu agenda Rakernas IPNU sebagai bentuk pertanggungjawaban dan evaluasi kinerja kepengurusan. (A Naufa Khoirul Faizun/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Santri VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Sabtu, 16 Desember 2017

Kerendahan Hati Syekh Nawawi Banten Patut Diteladani

Indramayu, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Katib Syuriyah PBNU KH Musthofa Aqil mengajak warga NU untuk meneladani kerendahan hati Syekh Nawawi Banten sebagai orang alim. Menurutnya, kendati menguasai 73 disiplin ilmu, Syekh Nawawi menyatakan rasa syukurnya ketika mendengar ulama Timur Tengah berencana membedah karyanya, Tafsir Munir.

Pada puncak acara Wisuda Khatmil Quran ke-5 sekaligus peringatan Isra Miraj Majelis Al-Quran Naswa-Nasyatul Wardiyah, desa Kertanegara kecamatan Haurgeulis, Indramayu, Kiai Musthofa menirukan ucapan ‘Alhamdulillah’ dari Syekh Nawawi Banten.

Kerendahan Hati Syekh Nawawi Banten Patut Diteladani (Sumber Gambar : Nu Online)
Kerendahan Hati Syekh Nawawi Banten Patut Diteladani (Sumber Gambar : Nu Online)

Kerendahan Hati Syekh Nawawi Banten Patut Diteladani

“Berarti, kesalahan dalam tafsir saya akan diketahui dan diperbaiki,” kata Kiai Musthofa yang lazim Gus Mu mengutip ucapan Syekh Nawawi, Sabtu (31/5).

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Dalam forum yang dihadiri sejumlah majelis taklim itu, Gus Mu menyayangkan sikap sejumlah orang yang yakin telah memahami agama belakangan ini. “Tidak seperti sekarang, baru bisa terjemah Al-Quran saja sudah pandai menyalahkan dan mengkafirkan orang lain.”

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Syekh Nawawi, lanjut pengasuh pesantren Kempek Cirebon ini, mendapat gelar ‘Sayidu Ulama Hijaz’. Padahal Syekh Nawawi orang Indonesia. Meskipun kealimannya sangat disegani, Syekh Nawawi tetap tawadlu. (Red: Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Santri VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Selasa, 28 November 2017

Terbang Genjring, Bertahan di Tengah Gempuran Seni Modern

Wonosobo, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Belasan orang-orang tua bakda Isya berkumpul di serambi Masjid Darussalam Wonoboyo, Temanggung, Jawa Tengah. Sekitar tujuh orang dari mereka tampak antusias menabuh terbang genjring. Sebagian lainnya kompak melantunkan syiir puji-pujian berbahasa Jawa. Rupanya malam itu mereka sedang latihan, mempersiapkan diri karena pada esok harinya, Ahad (13/3), akan tampil di panggung mengisi acara pembuka dalam suatu pengajian rutin yang dihelat selapan sekali.

Seni terbang genjring yang sudah puluhan tahun berjalan di Kecamatan Wonoboyo ini mempunyai karakteristik tersendiri dibanding seni rebana lainnya, seperti marawis atau hadrah. Instrumen musik yang dipakai sangat sederhana, hanya beberapa terbang yang pada tepinya terdapat piringan kecil logam, sehingga menghasilkan suara gemrincing. Tidak ada pelengkap atau peranti musik lainnya semisal bas, kecapi, apalagi orgen sebagaimana yang ada dalam seni rebana modern.

Terbang Genjring, Bertahan di Tengah Gempuran Seni Modern (Sumber Gambar : Nu Online)
Terbang Genjring, Bertahan di Tengah Gempuran Seni Modern (Sumber Gambar : Nu Online)

Terbang Genjring, Bertahan di Tengah Gempuran Seni Modern

Awalnya grup-grup seni terbang genjring ini acap tampil pada berbagai momentum pengajian atau didakan secara bergiliran di rumah anggota jamaah yang biasanya dirangkai dengan kegitana tahlilan atau mujahadahan. Lalu kerap memeriahkan acara-acara hajatan warga. Tetapi seiring mulai bermunculannya seni islami yang baru seperti hadrah dan rebana modern sejak tahun 2000-an, warga lebih memilih mengundang model seni rebana atau hadrah tersebut tiap kali mengadakan acara hajatan.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Demikian juga kekhasan lain dijumpai dalam bacaan yang dilantunkan ketika mengiringi irama terbang. Selain bacaan berupa puji-pujian untuk Allah dan Nabi Muhammad, juga bacaan materi fiqih yang sudah disusun menjadi syair. Syair fiqih tersebut merupakan gubahan leluhur kiai desa setempat tempo dulu dan masih dibaca sampai sekarang.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Saat dikonfirmasi VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth, Sabtu (12/3), salah satu tokoh dan sesepuh Desa Wonoboyo, Suyono yang berusia sekitar 85 tahun menyatakan bahwa dulu saat dia masih muda, penggemar atau yang aktif dalam kegitan seni terbangan ini tidak hanya orang-orang tua saja sebagaimana sekarang, melainkan? segenap remaja dan pemuda juga ikut.

Menurutnya, tradisi seni tradisional terbang genjring ini sudah lama berjalan di Desa Wonoboyo, bahkan seingatnya saat dia masih kecil sekitar tahun 1940-an seni terbang genjring tersebut sudah ada.

Ketua grup terbang genjring Darussalam, Sabar, menyatakan dirinya pesimis akan masa depan atau adanya generasi penerus yang masih menjaga dan mempertahankan tradisi daerah berupa seni terbang genjring itu. Apalagi grup tersebut semua anggotanya tidak ada dari kalangan pemuda, hampir semu sudah di atas kepala lima. "Mari para pemuda ikut latihan di grup ini agar tradisi seni terbang lokal ini nanti ada penerusnya", ajaknya. (M. Haromain/Mahbib)

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?



Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Lomba, Santri, Habib VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Sabtu, 25 November 2017

Di Balik Nama Bulan Sya’ban

Bulan Sya’ban menempati kedudukan istimewa dalam agama Islam. Banyak keutamaan-keutamaan yang Allah anugerahkan kepada hamba-Nya di bulan ini. Allah juga membuka banyak pintu rahmat dan ampunan-Nya di bulan kedelapan dalam kalender Hijriyah ini.

Sayyid Muhammad bin Alwi bin Abbas Al-Maliki yang tidak asing di kalangan santri Indonesia bahkan menulis secara khusus sebuah buku dengan 152 halaman tentang bulan Sya’ban yang berjudul Ma Dza fi Sya‘ban?

Di Balik Nama Bulan Sya’ban (Sumber Gambar : Nu Online)
Di Balik Nama Bulan Sya’ban (Sumber Gambar : Nu Online)

Di Balik Nama Bulan Sya’ban

Sayyid Muhammad Alwi mengawali bukunya dengan ulasan asal-usul kata "Sya‘ban". Sebelum masuk lebih rinci perihal keistimewaan bulan Sya‘ban, Sayyid Muhammad Alwi mendokumentasikan sejumlah pandangan ulama terkait penamaan bulan Sya‘ban seperti kami kutip berikut ini.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? (? ?) ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? (?) ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Artinya, “Bulan (kedelapan) hijriyah ini dinamai dengan sebutan ‘Sya‘ban’ karena banyak cabang-cabang kebaikan pada bulan mulai ini. Sebagian ulama mengatakan, ‘Sya‘ban’ berasal dari ‘Syâ‘a bân yang bermakna terpancarnya keutamaan. Menurut ulama lainnya, ‘Sya‘ban’ berasal dari kata ‘As-syi‘bu’ (dengan kasrah pada huruf syin), sebuah jalan di gunung, yang tidak lain adalah jalan kebaikan. Sementara sebagian ulama lagi mengatakan, ‘Sya‘ban’ berasal dari kata ‘As-sya‘bu’ (dengan fathah pada huruf syin), secara harfiah ‘menambal’ di mana Allah menambal (menghibur atau mengobati) patah hati (hamba-Nya) di bulan Sya’ban. Ada pula ulama yang memahami bulan ini dengan makna selain yang disebutkan sebelumnya,” (Lihat Sayyid Muhammad bin Alwi bin Abbas Al-Maliki, Ma Dza fi Sya‘ban, cetakan pertama, tahun 1424 H, halaman 5).

Tampaknya nama bulan Sya‘ban yang mulia ini sejalan dengan sejumlah keistimewaan yang ada di dalamnya. Allah menerima dan melipatgandakan amal baik hamba-Nya di bulan Sya‘ban ini. Karenanya kita dianjurkan untuk istighfar, shalawat, tadarus Al-Quran, mengajukan permohonan, meminta kesembuhan, dan shalat guna memohon sesuatu kepada Allah SWT.

Karenanya tidak heran kalau ada juga ulama yang menyebut Sya‘ban sebagai “Bulan Shalawat untuk Rasulullah SAW” dan “Bulan Al-Quran.” Wallahu a ‘lam. (Alhafiz K)Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Santri VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Jumat, 24 November 2017

STISNU Berdayakan Ekonomi Pedagang Kaki Lima

Tangerang, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Sebagai wujud Tridarma perguruan tinggi, STISNU Nusantara berdayakan pedagang kaki lima. Kampus menyediakan tempat yang lebih layak agar penghasilan mereka meningkatkan.?

STISNU Berdayakan Ekonomi Pedagang Kaki Lima (Sumber Gambar : Nu Online)
STISNU Berdayakan Ekonomi Pedagang Kaki Lima (Sumber Gambar : Nu Online)

STISNU Berdayakan Ekonomi Pedagang Kaki Lima

"Kita bangunkan tempat untuk berjualan. Ini sebagai wujud komitmen kampus membangun ekonomi kerakyatan," jelas Wakil Ketua I Bid Akademik STISNU Nusantara H Muhammad Qustulani kepada VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth selepas acara tahlilan kantin Rakyat STISNU, Sabtu (1/4) malam.

Ia melanjutkan, dengan kantin rakyat STISNU ini diharapkan penjualan mereka meningkat. Karena tempat yang disediakan strategis. Mereka juga bisa menambah barang jualannya.

Salah satu yang merasakan program itu adalah Cak Madun. Ia menuturkan, STISNU membantu usahanya. Menurutnya, keberadaan STISNU membawa berkah.

"Alhamdulillah, dengan adanya STISNU penghasilan saya jadi bertambah. Saya merasa berkah. Apalagi menempati kantin ini. Mudah-mudahan tambah berkah," harapnya.?

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Cak Madun berjualan di Jalan Perintis Kemerdekaan sudah lebih dari 2 tahun. Tapi baru kali ini ia bisa memiliki tempat jualan permanen. Sebelumnya hanya menggunakan gerobak saja. (Suhendra/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Ahlussunnah, Santri VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock