Tampilkan postingan dengan label Pesantren. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pesantren. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 24 Februari 2018

Mutawakkil: Doa Diperlukan agar Otak Kiri-Kanan Maksimal

Surabaya, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Sukses pelaksanaan Ujian Nasional (UN) tidak semata dari aspek jumlah kelulusan. Juga sangat ditentukan oleh kemudahan serta tidak ditemukannya praktik yang akan mencederai pelaksanaannya. Karena itu diperlukan tambahan wawasan serta spirit agar pelaksanaannya sesuai harapan.

Mutawakkil: Doa Diperlukan agar Otak Kiri-Kanan Maksimal (Sumber Gambar : Nu Online)
Mutawakkil: Doa Diperlukan agar Otak Kiri-Kanan Maksimal (Sumber Gambar : Nu Online)

Mutawakkil: Doa Diperlukan agar Otak Kiri-Kanan Maksimal

Ribuan santri dan pelajar dari berbagai kota di Jawa Timur memadati Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya, Sabtu (6/4) kemarin. Mereka hadir dalam rangka berdoa demi suksesnya pelaksanaan UN tahun 2013.

Kegiatan ini diselenggarakan Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PW IPNU) Jawa Timur. “Acara ini sebagai media untuk mengauatkan mental dan spriritual pelajar dalam menghadapi UN tahun ini,” kata Imam Fadlli, Ketua PW IPNU Jatim.?

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Kegiatan ini juga mendapat apresiasi dari beberapa tokoh di Jawa Timur. Tampak hadir H Saifullah Yusuf (Wakil Gubernur Jatim), KH Mohammad Hasan Mutawakkil Alallah (Ketua PWNU Jatim) dan segenap jajaran SKPD Pemprov Jatim, dan ? Muspida jatim, termasuk Kepala Kemenag Jatim M Sudjak, MUI Jatim, dan pejabat dari Kepolisian Daerah Jatim.

Kiai Mutawakkil dalam pesannya mengatakan, doa bersama dilakukan agar otak kiri dan otak kanan berfungsi maksimal. "Dengan meminta pertolongan kepada Allah, insyaallah ujian nasional yang kalian ikuti lancar," ucapnya.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Gus Ipul, sapaan Saifullah Yusuf, mengingatkan siswa peserta doa bersama agar jangan menggunakan cara yang tak lazim, seperti meminta pertolongan secara ghaib, agar bisa mengikuti ujian dengan nilai baik.

"Doa bersama yang sebaiknya harus dilakukan," ujar Gus Ipul.

Para santri dan siswa mengikuti doa secara khusus yang dipimpin langsung olah Gus Taufiq yang juga Ketua RMI (Rabithah Maahid Islamiyah) Jawa Timur.?

Kegiatan yang dimulai pukul 07.00 berakhir pukul 10.30 ini terlaksana berkat kerjasama PW IPNU Jatim, Diknas Pemprov Jatim, dan JTV.?

Redaktur ? ? : A. Khoirul Anam

Kontributor: Syaifullah

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Pesantren VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Rabu, 14 Februari 2018

Hadiri Munas-Konbes NU, Ketua Ranting IPNU Patoman Ini Naik Motor Banyuwangi-Lombok

Mataram, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth - Acara Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama 2017 yang dihelat di Nusa Tenggara Barat (NTB) tidak hanya mendatangkan pengurus struktural PBNU dan PWNU se-Indonesia. Forum ini juga menarik minat warga NU untuk hadir. Mereka kadang menggunakan cara-cara yang nekat.

Choirul Anam (Irul) adalah salah satunya. Ketua Pengurus Ranting IPNU Desa Patoman itu rela mengendarai sepeda motor untuk sampai di lokasi acara.

Hadiri Munas-Konbes NU, Ketua Ranting IPNU Patoman Ini Naik Motor Banyuwangi-Lombok (Sumber Gambar : Nu Online)
Hadiri Munas-Konbes NU, Ketua Ranting IPNU Patoman Ini Naik Motor Banyuwangi-Lombok (Sumber Gambar : Nu Online)

Hadiri Munas-Konbes NU, Ketua Ranting IPNU Patoman Ini Naik Motor Banyuwangi-Lombok

"Tak ada persiapan khusus. Ini spontanitas saat dengar kabar ada Munas, saya dan teman saya langsung berangkat," ujar lelaki kelahiran 18 Oktober 1997 itu.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Irul berangkat dari Banyuwangi pada pukul 22.00 WIB dan sampai di lokasi pada pukul 15.00 WITA. Kurang lebih ia menempuh jarak 267,9 KM. "Kita naik kapal laut dua kali. Pertama dari Jawa ke Bali, lalu dari Bali ke Lombok. Paling lama waktu nyebrang ke Lombok. Empat jam diombang-ambing ombak," ceritanya.

Motivasi Irul hingga nekat sampai ke Lombok sangat sederhana. Sebagai warga NU, ia hanya ingin merasakan suasana acara NU di tingkat Nasional dan kiai-kiai NU yang berasal dari seluruh Indonesia. "Ingin ngalap berkah ketemu para kiai NU se-Indonesia," harapnya.

Upayanya pun tak sia-sia. Sampai di Lombok, Irul langsung menuju lokasi pembukaan Munas di kawasan Islamic Center NTB, di Mataram. Di lokasi pembukaan tersebut, ia bisa bertemu dengan KH Maruf Amin, KH Said Aqil Siroj, KH Maimun Zubair, dan ratusan kiai lainnya.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

"Meski tidak bisa salaman, bisa melihat langsung para kiai itu, saya sudah senang," menurutnya.

Tak hanya bertemu dengan para ulama, Irul juga merasa beruntung bisa bertatap muka dengan Presiden RI Joko Widodo dan Jenderal TNI Gatot Nurmantyo. "Akhirnya, saya juga bisa melihat langsung wajah Presiden dan Jenderal," katanya.

Irul mengaku juga bakal mengikuti acara hingga tuntas selain menghadiri rangkaian acara pendukung, seperti seminar umum, bazar, panggung hiburan dan juga ingin ziarah ke makam-makam ulama Aswaja di Lombok. "Eman-eman, jauh-jauh kalau langsung pulang," pungkasnya. (Ayunk notonegoro-Ibnu Tsani/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Kiai, Pesantren, Cerita VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Rabu, 07 Februari 2018

Tata Cara Sujud Tilawah

Sujud tilawah adalah sujud yang dilakukan ketika membaca atau mendengar ayat-ayat tertentu dari kitab suci Al-Qur’an. Ayat-ayat tersebut disebut dengan ayat sajdah. Di dalam mushaf Al-Qur’an ayat-ayat sajdah ini biasanya bisa diketahui dengan adanya tanda tertentu seperti tulisan kata as-sajdah dengan tulisan Arab di pinggir halaman sebaris dengan ayatnya, atau adanya gambar seperti kubah kecil di akhir ayat. Ketika ayat sajdah dibaca orang yang membaca atau yang mendengarnya disunahkan untuk bersujud satu kali baik dalam keadaan shalat maupun di luar shalat.

Disyariatkannya sujud tilawah ketika membaca atau mendengar ayat sajdah didasarkan pada beberapa hadits di antaranya:

Tata Cara Sujud Tilawah (Sumber Gambar : Nu Online)
Tata Cara Sujud Tilawah (Sumber Gambar : Nu Online)

Tata Cara Sujud Tilawah

Hadits riwayat Imam Muslim dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wasallam bersabda:

? ? ? ? ? ? , ? ? ? , ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Artinya: “Ketika anak adam membaca ayat As-Sajdah kemudian ia bersujud maka setan menyendiri dan menangis. Ia berkata, “celaka, anak adam diperintah untuk bersujud dan ia pun bersujud maka baginya surga. Dan aku telah diperintah untuk bersujud namun aku menolak maka bagiku neraka.”

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Hadis riwayat Imam Abu Dawud dari Ibnu Umar:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya: “Adalah nabi membacakan Al-Qur’an kepada kita, maka ketika melewati ayat As-Sajdah beliau bertakbir dan bersujud, dan kami pun bersujud bersamanya.”

Tata Cara Sujud Tilawah

Di luar shalat ketika seseorang membaca atau mendengar ayat sajdah dan ia berkehendak untuk melakukan sujud tilawah maka yang mesti ia lakukan adalah memastikan dirinya tidak berhadats dan tidak bernajis dengan cara berwudlu dan mensucikan najis yang ada. Setelah itu menghadapkan diri ke arah kiblat untuk kemudian bertakbiratul ihram dengan mengangkat kedua tangan. Setelah berhenti sejenak lalu bertakbir lagi untuk turun bersujud tanpa mengangkat kedua tangan. Setelah sujud satu kali lalu bangun untuk kemudian duduk sejenak tanpa membaca tahiyat dan mengakhirinya dengan membaca salam.

(Baca juga: Ini Perbedaan Hadats dan Najis)Apakah harus berdiri sebelum melakukan sujud tilawah? Para ulama Syafi’iyah berbeda pendapat dalam hal ini. Syekh Abu Muhammad, Qadli Husain dan lainnya lebih menyukai sujud tilawah dilakukan dengan cara dimulai dari berdiri dan berniat lebih dahulu. Namun pendapat ini diingkari oleh Imam Haramain dengan mengatakan, “Saya tidak melihat untuk masalah ini adanya penuturan dan dasar.” Apa yang menjadi pendapat Imam Haromain ini dipandang oleh Imam Nawawi sebagai pendapat yang lebih benar dan karenanya yang dipilih adalah tidak berdiri untuk sujud tilawah (lihat Yahya bin Syaraf Al-Nawawi, Raudlatut Thâlibîn wa ‘Umdatul Muftîn, (Beirut: Al-Maktab Al-Islamy, 1991), jil. I, hal. 321 – 322).

Sedangkan melakukan sujud tilawah dalam keadaan sedang shalat dengan cara setelah dibacanya ayat sajdah maka bertakbir tanpa mengangkat tangan untuk kemudian turun bersujud satu kali. Setelah itu bangun dari sujud untuk berdiri lagi dan melanjutkan shalatnya. Bila ayat sajdah yang tadi dibaca berada di tengah surat maka ia kembali melanjutkan bacaan suratnya hingga selesai dan ruku’. Namun bila ayat sajdah yang tadi dibaca berada di akhir surat maka setelah bangun dari sujud tilawah ia sejenak berdiri atau lebih disukai membaca sedikit ayat lalu diteruskan dengan ruku’ dan seterusnya.

Perlu diketahui, Dr. Musthafa Al-Khin dalam kitabnya al-Fiqhul Manhaji memberikan peringatan bahwa takbiratul ihram dan membaca salam merupakan syarat sujud tilawah. Syarat yang lainnya adalah sebagaimana syarat shalat pada umumnya seperti menghadap kiblat, suci dari hadas dan najis, dan sebagainya (lihat Musthafa Al-Khin, al-Fiqhul Manhaji [Damaskus: Darul Qalam, 2013], jil. I, hal. 175 – 176).

Adapun bacaan yang sunah dibaca ketika sujud tilawah sebagaimana disebutkan Imam Nawawi dalam kitab Raudlatut Thâlibîn adalah:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Sajada wajhiya lil ladzî khalaqahû wa shawwarahû wa syaqqa sam’ahû wa basharahû bi haulihî wa quwwatihî.”

Juga disunahkan membaca do’a:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? 

Allâhummaktub lî bihâ ‘indaka ajraa, waj’alhâ lî ‘indaka dzukhran, wa dla’ ‘annî bihâ wizran, waqbalhâ minnî kamâ qabiltahâ min ‘abdika dâwuda ‘alaihissalâm.”

Namun demikian—masih menurut Imam Nawawi—bila yang dibaca adalah do’a yang biasa dibaca saat sujud di waktu shalat maka diperbolehkan. Wallahu a’lam(Yazid Muttaqin)



Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Pesantren, Pondok Pesantren, Nahdlatul VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Selasa, 23 Januari 2018

Hadiri Konfercab IPPNU Sumenep, Bupati: Harus Tingkatkan Jaringan Organisasi



Sumenep, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Mustasyar PCNU sekaligus Bupati Kabupaten Sumenep, KH A Busyro Karim, hadir pada Konferensi Cabang XIX Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama Sumenep di Gedung SKD Batuan Sumenep, Sabtu (23/12).

Hadiri Konfercab IPPNU Sumenep, Bupati:  Harus Tingkatkan Jaringan Organisasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Hadiri Konfercab IPPNU Sumenep, Bupati: Harus Tingkatkan Jaringan Organisasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Hadiri Konfercab IPPNU Sumenep, Bupati: Harus Tingkatkan Jaringan Organisasi

Dalam sambutannya, Kiai Busyro menekankan agar IPPNU harus mampu saling bersinergi dengan Badan Otonom (Banom) NU ataupun organisasi kepemudaan yang lain. Tujuannya, guna meningkatkan jaringan antarorganisasi.

"Tentu sebelum melangkah ke arah itu, perlu adanya penguatan kepengurusan dan kaderisasi di tubuh IPPNU. Setelah itu, bisa mengepakkan sayap organisasi," terang bupati dua periode tersebut.

Pada konferensi tersebut, hadir pengurus dan kader IPPNU, alumni IPNU-IPPNU, bupati bersama istri, pengurus PCNU, banom serta lembaga NU seperti Lazisnu dan Lakpesdam NU Sumenep.

Sedangkan Ketua PC IPPNU Sumenep rekanita Fadilah menegaskan, organisasi pelajar NU saat ini mengalami perkembangan yang sangat pesat, dari segi kualitas maupun kuantitas.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

"Jadi, untuk kepemimpinan yang baru, kami harap IPPNU bisa lebih berkembang dan maju. Karena kesuksesan IPPNU di masa mendatang, merupakan kesuksesan kaderisasi IPPNU saat ini," tukasnya. (Hairul Anam/Ibnu Nawawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Pesantren VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Senin, 15 Januari 2018

“Pahlawan Tanpa Tanda Jasa” Jangan Jadi Alasan Kekurangperhatian

Bandung, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Guru merupakan sebuah profesi yang mulia yang dikenal dengan istilah pahlawan tanpa tanda jasa. Akan tetapi slogan pahlawan tanpa tanda jasa jangan dijadikan sebagai alasan kurang perhatian dan penghargaan terhadap guru baik dari pemerintah maupun masyarakat.

“Pahlawan Tanpa Tanda Jasa” Jangan Jadi Alasan Kekurangperhatian (Sumber Gambar : Nu Online)
“Pahlawan Tanpa Tanda Jasa” Jangan Jadi Alasan Kekurangperhatian (Sumber Gambar : Nu Online)

“Pahlawan Tanpa Tanda Jasa” Jangan Jadi Alasan Kekurangperhatian

Hal itu disampaikan oleh H Saepuloh, MPd, Sekretaris Pergunu Jawa Barat di sela-sela acara Talk Show dengan tema ‘Guru Mulia Karena Karya’ di Studio Kompas TV Jawa Barat, Jl Riau No. 46, Bandung, Kamis (26/11).

Guru semestinya menjadi profesi yang dihormati dan dihargai oleh semua pihak. Kesejahteraan guru harus diperhatikan, pada kenyataannya masih ada guru yang mempunyai penghasilan di bawah UMR sekitar Rp 250.000,- per bulan. Bahkan guru honorer dibawah Kemenag pada tahun ini ada yang 7 bulan bahkan lebih belum mendapatkan gaji karena keterlabatan pencairan dana BOS.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

“Guru yang sudah mendapatkan tunjangan profesipun pada tahun ini ada keterlambatan pencairan hampir 9 bulan,” ungkap Saepuloh.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Sementara itu, menurutnya, guru pada era globalisasi saat ini menghadapi tantangan yang sangat berat. Oleh karena itu, guru jangan berhenti untuk belajar dan terus berkarya ditengah keterpurukan kondisi ekonominya.?

Pada kesempatan itu, Saepuloh mengatakan, sebagian besar guru belum melaksanakan kewajibannya berupa penulisan karya tulis ilmiah. Oleh karena itu, Pergunu Jawa Barat bekerjasama dengan pihak-pihak terkait untuk meningkatkan kemampuan guru dalam penulisan karya tulis ilmiah.?

"Guru-guru kita terdahulu besar karena karya tulisnya, bahkan karya tulisnya menjadi rujukan utama pada saat ini,” tuturnya. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Hikmah, Pesantren VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Minggu, 14 Januari 2018

NU Bela Iran, AS Tawari Kerja Sama

Jakarta, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Langkah Nahdlatul Ulama (NU) dalam upaya peredaan krisis di Timur Tengah, terutama pembelaan terhadap program nuklir Iran, tampaknya menjadi perhatian serius Amerika Serikat (AS). AS, melalui Kuasa Usaha Duta Besarnya di Indonesia, mencoba menawarkan kepada NU kerja sama bidang pendidikan dan manajemen.

Tawaran kerja sama itu disampaikan Ketua Umum Pengurus Besar NU Dr KH Hasyim Muzadi usai menerima kunjungan Kuasa Usaha atau Wakil Duta Besar AS untuk Indonesia John A Heffern di Kantor PBNU, Jalan Kramat Raya, Jakarta, Kamis (21/3)

NU Bela Iran, AS Tawari Kerja Sama (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Bela Iran, AS Tawari Kerja Sama (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Bela Iran, AS Tawari Kerja Sama

“Tentu saya menyambut baik tawaran kerja sama itu. Tapi saya katakan (kepada John A Heffern, Red) bahwa NU tidak bekerja untuk Iran, tidak bekerja untuk AS, Saudi Arabia atau lainnya. Tapi untuk agama, bangsa, kemanusiaan, perdamaian dan keadilan,” terang Hasyim yang juga Presiden World Conference on Religion for Peace.

Dijelaskan Hasyim, pembelaan NU terhadap program nuklir Iran karena hal tersebut merupakan hak bangsa Iran sendiri. Sebagaimana juga menjadi hak bangsa-bangsa lain di dunia, tentu tidak tepat untuk menghalang-halangi Iran atas pengayaan uraniumnya. “Ini masalah ketidakpercayaan saja. Toh banyak negara-negara lain yang juga punya nuklir,” pungkasnya.

Penegasan tersebut, katanya, sangat penting untuk menghindari kesalahpahaman atas sikap NU selama ini yang cenderung berseberangan dengan AS. Demikian juga kepada AS, Hasyim meminta untuk tidak memahami langkah tersebut sebagai bentuk memusuhi AS. “NU hanya memusuhi kekerasan, ketidakadilan,” tandasnya.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Dalam hal upaya membantu peredaan konflik antarsekte Islam di Timur Tengah, menurutnya, NU pada dasarnya tidak bertujuan menyelesaikan masalah tersebut secara tuntas. Tetapi setidaknya ada penjelasan tentang duduk persoalan sebenarnya yang terjadi.

“NU tidak berpretensi menyelesaikan persoalan Timur Tengah sepenuhnya. Karena itu banyak faktor; politik, kekuasaan, dendam masa lalu, intelijen, dan lain-lain. Tapi paling tidak kita bisa mengurai permasalahan yang sebenarnya,” ungkap Sekretaris Jenderal International Conference of Islamic Sholars itu.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Selama ini, imbuhnya, isu agama yang selalu diseret-seret ke wilayah konflik. Sehingga muncul kesan seakan-akan agamalah yang melatarbelakangi konflik dan perang terjadi selama ini. Agama selalu dinilai sebagai biang dari konflik dan tindakan kekerasan tersebut.

Sebagaimana diketahui, pada 2-3 April mendatang, akan berlangsung pertemuan sekitar 20 ulama sedunia untuk membahas upaya peredaan krisis di Timur Tengah akibat konflik antaraliran Islam yang berkepanjangan. Pertemuan yang digagas PBNU dan diselenggarakan pemerintah itu akan digelar di Istana Bogor, Jawa Barat.

“Berhasil atau tidak peredaan ketegangan di Timur Tengah, itu urusan kedua. Keberhasilan itu mesti melalui proses panjang. Tetapi paling tidak, kita tidak tinggal diam melihat persoalan itu,” tegas Hasyim menambahkan. (rif)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Pesantren, Tegal VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Selasa, 09 Januari 2018

Penegakan Hukum Masih Lemah

Jombang, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Hasyim Muzadi, menyoroti masih lemahnya penegakan hukum di Indonesia. Yang terjadi saat ini jika seseorang mencari keadilan terlebih dahulu mencari uang, untuk biaya keadilan.

“Ada kedurhakaan hukum yang terjadi. Terbukti jika ada orang mau mencari keadilan, terlebih dulu harus mencari uang untuk biaya keadilan. Sehingga, jika ada orang kehilangan kambing ternyata biaya mencari kambing sebesar biaya membeli sapi. Jadi sudah kehilangan kambing ditambah kehilangan sapi. Ini yang terjadi,” kata Hasyim.

Hal itu diungkapkan Hasyim pada acara Pencanangan Program Lahan dan Hutan Rakyat Departemen Kehutanan kerja sama dengan Pengurus Pusat (PP) Muslimat NU yang digelar di Alun-alun Jombang, Sabtu (9/12) lalu. Hadir Ketua Umum PP Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa dan Menteri Kehutanan MS Ka’ban. Hadir pula Bupati Jombang H Suyanto, beberapa pimpinan pondok pesantren KH Amanullah (Tambakberas), KH Aziz Masyhuri (Denanyar) dan lain-lain.

Penegakan Hukum Masih Lemah (Sumber Gambar : Nu Online)
Penegakan Hukum Masih Lemah (Sumber Gambar : Nu Online)

Penegakan Hukum Masih Lemah

Para ahli eknomi di negeri ini, lanjut Hasyim, malah membuat melarat rakyat. Demikian pula dengan penanganan korupsi yang masih terkesan tebang pilih. “Yang kena masih nilainya Rp100 jutaan paling-paling. Tetapi, yang besar-besar masih belum tersentuh. Ini bentuk kedurhakaan hukum. Dalam memberantas illegal logging juga demikian. Yang memberantas harus diberantas lebih dulu. Karena itu, kedurhakaan hukum harus kita cegah, jangan sampai kita kualat,” terangnya.

Selain itu, Hasyim mengatakan, sesungguhnya Indonesia adalah negara yang paling makmur. Allah telah memberikan kekayaan melipah ruah. Namun rakyatnya masih miskin, karena tidak pandai bersyukur. Nah, sekarang, mau tidak mau kita harus hadapi pencuri-pencuri serta menanam kembali. “Istilahnya, kecil menanam dewasa memanen, dewasa menanam tua memanen, jika tua menanam cucu memanen dan seterusnya,” ujarnya.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Muslimat Prihatin Hutan Gundul

Seperti diberitakan sebelumnya, PP Muslimat NU, ternyata memiliki perhatian khusus terhadap lingkungan hidup, terutama permasalahan hutan gundul. “Ini bukti, Muslimat juga peduli pada hutan gundul. Kami juga ikut prihatin rusaknya kondisi hutan kita sekarang ini. Makanya, PP Muslimat melakukan kerja sama dengan Departemen Kehutanan,” kata Khofifah Indar Parawansa.

Di hadapan ribuan anggota Muslimat NU, Khofifah mengatakan, “Jika ibu-ibu punya rencana naik haji, 6 tahun lagi bisa dilakukan, jika sekarang mau mulai menanam kayu jati, ini sudah terbukti di beberapa daerah. Jika sekarang menanam, 6 tahun kemudian hasilnya bisa dinikmati atau memanen, dan itu bisa dipakai ongkos naik haji.”

Tokoh Muslimat asal Surabaya ini menjelaskan, kegiatan tersebut mendapat dukungan sepenuhnya dari sejumlah Pimpinan Wilayah Muslimat NU. Antara lain, PW Muslimat Papua, PW Muslimat Lampung dan PW Muslimat DIY. “Seluruh Ketua PW Muslimat yang hadir di sini, siap menanam dan melestarikan hutan. Karena, kami turut prihatin dengan kenyataan gundulnya hutan,” jelasnya.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Waspada

Menteri Kehutanan MS Kaban MSi, di depan ribuan anggota Muslimat NU mengaku sempat heran. Bahkan, di luar dugaan jika acara pencanangan kerja sama dengan PP Muslimat ini dikemas seperti pengajian akbar. “Kalau tahu begini, istri saya juga saya ajak. Saya tidak sangka kalau 14 ribu anggota Muslimat turut menyaksikan program pencanangan lahan ini,” katanya disambut tepuk tangan.

Ia lalu menanggapi hal-hal yang telah disampaikan Ketua Umum PP Muslimat. Menurut Kaban, jika memang ada keinginan naik haji 6 tahun kemudian, ongkos naik haji memang bisa didapat dari hasil menanam jati. Ia mengaku sudah membuktikan dan itu sesuatu yang tidak mustahil. “Apa yang disampaikan Bu Khofifah itu bukan angan-angan. Saya sendiri telah membuktikan, ada 5 orang anggota keluarga berangkat bersama-sama naik haji dari hasil menanam jati. Saya tanya sendiri pada yang bersangkutan, ini kenyataan,” katanya.

Ia lalu menjelaskan, di Indonesia kerusakan hutan sudah sangat memprihatinkan jutaan hektar hutan telah rusak. “Jika dimulai sekarang menanamnya baru 120 tahun lagi hutan kita bisa pulih. Makanya, Departemen Kehutanan mengajak masyarakat salah satu berkerja sama dengan PP Muslimat melakukan pencanangan rehabilitasi dan lahan rakyat. Jika anggota Muslimat yang jumlahnya 14 ribu hadir di sini menanam semua saya kira bisa menyelesaikan 1 juta hektar. Dengan demikian, pemulihan hutan kita hanya memakan waktu 60 tahun,” jelasnya. (mu)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Pesantren VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Sabtu, 06 Januari 2018

Bijaklah Sikapi Informasi tentang Rohingya di Medsos

Pringsewu, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth



Saat ini tragedi kemanusiaan Rohingnya terus menjadi trending topic di media sosial. Ungkapan keprihatinan, simpati sampai dengan kutukan terus mengalir tak terbendung. Berbagai berita, foto dan video memenuhi medsos.

Bijaklah Sikapi Informasi tentang Rohingya di Medsos (Sumber Gambar : Nu Online)
Bijaklah Sikapi Informasi tentang Rohingya di Medsos (Sumber Gambar : Nu Online)

Bijaklah Sikapi Informasi tentang Rohingya di Medsos

Menurut Wakil Sekretaris PCNU Kabupaten Pringsewu Fathurrahman, hal itu berdampak negatif bagi yang melihatnya.?

"Terlepas apakah yang tersaji itu fakta atau hoaks, konten kekerasan yang nyaris unsencored? ini secara psikologis sangat membahayakan kejiwaan seseorang, khususnya anak-anak. Bila terus dipertontonkan, maka otak akan merespon kekerasan sebagai hal biasa, dan boleh dilakukan.Naudzubillah," katanya, Ahad (3/9).

Pemberitaan yang masif dan hampir tanpa jeda, dalam waktu yang tidak lama akan memunculkan berbagai macam opini. Opini dan pandangan yang muncul jelas akan berbeda-beda tergantung dari sisi mana seseorang mencerna saat menerima informasi.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

"Contoh sederhananya ada yang berpendapat konflik Rohingya adalah sentimen agama, sebab dipicu oleh kesewenang-wenangan pemeluk mayoritas terhadap yang minoritas," ujar Pria yang akrab disapa Mas Faun.

Pandangan ini memunculkan berbagai komentar miring, cenderung mengarah pada ujaran kebencian antar pemeluk dua agama ini.

"Alih-alih mencari solusi dan aksi nyata buat Muslim rohingnya, mereka makin sibuk tebar sumpah serapah dan meme negatif yang berpotensi memicu sentimen didalam negeri kita sendiri yang sejak dulu kala kita telah mewarisi rasa toleransi," lanjutnya seraya berharap isu ini tidak terbawa ke Indonesia dan dikonsumsi mentah-mentah sehingga mengancam kerukunan antarumat beragama.

Ada jug yang berpendapat bahwa tragedi Rohingya adalah konflik geopolitik yang melibatkan berbagai negara yang berkepentingan secara kapital atas potensi migas di kawasan yang dihuni oleh etnis Rohingya tersebut.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Dari berbagai informasi yang memenuhi jagat dunia maya saat ini, ia mengingatkan kepada siapa saja untuk tidak gegabah dan latah meyakini serta men-share berbagai informasi yang diterima.

"Mending mingkem, minongko ndadekno ayem, tinimbang semaur ananging ngawur," katanya mengambil pepatah bijak Jawa yang artinya lebih baik diam agar bisa menyejukkan daripada berbicara tetapi tidak terarah.

Pengendalian diri dan bersikap bijak dalam mengunggah dan berkomentar akan lebih maslahat dibandingkan sekadar share tanpa sumber yang memadai.

Ia mengajak semua pihak untuk mendukung negara maupun lembaga kemanusian manapun yang tulus hati membantu Muslim Rohingnya karena mereka lebih membutuhkan upaya diplomatik agar Myanmar menghentikan tragedi ini.

"Daripada sebar hoaks dan khutbah kebencian, lebih baik mulai dengan keikhlasan, salurkan dana melalui lembaga kemanusiaan yang kompeten serta dalam munajat kita kepada Allah SWT, menyertakan doa keselamatan kepada etnis Rohingya. Semoga lindungan dan pertolongan-Nya makin dekat pada Muslim Rohingnya. Lahumul Fatihah," pungkasnya. (Muhammad Faizin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Pertandingan, Pesantren VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Rabu, 03 Januari 2018

LKNU Gelar Sosialisasi TB-HIV di NTB

Mataram, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama kerjasama dengan Kementerian Kesehatan dan Global Fund menggelar seminar kolaborasi TB-HIV di Aula Balai Pelatihan Kesehatan (Bapelkes) Kelurahan Dasan Seremn Kota Mataram Nusa Tenggara Barat (07/05/15).

"Kegiatan ini dilakukan secara berkelanjutan dari sejak tahun 2011 sampai saat ini," ujar dr. Handomi ketua LKNU NTB kepada VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth.

LKNU Gelar Sosialisasi TB-HIV di NTB (Sumber Gambar : Nu Online)
LKNU Gelar Sosialisasi TB-HIV di NTB (Sumber Gambar : Nu Online)

LKNU Gelar Sosialisasi TB-HIV di NTB

Kegiatan ini dilakukan selama 3 hari sejak 07-09 Mei 2015 dalam bentuk berbeda "Hari ini (07/05) acaranya seminar dari semua unsur NU, pesantren, dan Banom serta perwakilan Lembaga yang ada di NU NTB," tambahnya.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Selain acara seminar akan dilanjutkan dengan pelatihan komunikasi selama dua hari pada tanggal 08-09 Mei 2015.

"Seminar ini dilanjutkan dengan pelatihan interkomunkasi selama dua hari dengan jumlah 25 orang peserta dari 5 perwakilan ponpes NU yang ada di NTB," kata dr. Handomi, sapaan akrabnya.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Adapun tujuan dari kegiatan pelatihan selama dua hari adalah agar para kader dan santri khususnya yang masuk menjadi peserta dapat memiliki kemampuan komunikasi yang baik di bidang kesehatan.

"Harapan kami nanti yang 25 orang ini bisa berkomunikasi yang baik dalam mengkampanyekan tentang kesehatan khususnya TB DOTS di tempatnya masing-masing" urainya.

Di tempat yang sama perwakilan PP LKNU Nasrullah mengatakan kegiatan seperti ini sudah dilakukan di 4 daerah di antaranya Kalimantan Selatan, Sumatra Selatan, Bali dan termasuk NTB.

"Mudah-mudahan ke depan kita bisa jangkau semua daerah yang ada di Indonesia," harap Nasrullah.

Kasubdit TB Kemenkes RI dr. Risti Widianingsih, M.Kes menyatakan pihaknya menggadeng ormas seperti NU yang memiliki basis besar di kalangan bawah agar masyarkat luas lebih cepat mendapatkan informasi tentang kesehatan.

Karena pihaknya selain melakukan sosialisasi melalui dinas kesehatan yang ada di daerah juga menggandeng semua agama. "Agama-agama lain juga kami gandeng sebagai upaya penanggulangan kesehatan khususnya TB," sebutnya.

Kegiatan ini dibuka oleh Dinas Kesehatan Prov. NTB dr. Eka Junaidi dan dihadiri juga oleh ketua PWNU NTB Tgh. Acmad Taqiuddin Mansur dan sekita 75 peserta dari perwakilan Banom, Lajnah, Ponpes dan perwakilan Puskesmas yang ada di Kota Mataram. (hadi/mukafi niam)    

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Pesantren, Jadwal Kajian, Sholawat VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Senin, 01 Januari 2018

Ansor Kampar dan Sumbersuko Peringati Haul Gus Dur

Jakarta, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. GP Ansor Kabupaten Kampar Riau untuk kali pertama menggelar haul Gus Dur. Acara yang diikuti 70 peserta Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD) Ansor Kampar itu diisi dengan tahlilan dan tausiyah Gus Najib Buchori dari Tuban.

Ansor Kampar dan Sumbersuko Peringati Haul Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)
Ansor Kampar dan Sumbersuko Peringati Haul Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)

Ansor Kampar dan Sumbersuko Peringati Haul Gus Dur

Haul Gus Dur digelar usai sholat isya dan sekaligus penutupan acara PKD GP Ansor Kampar yang sudah berlangsung selama tiga hari sejak tanggal 27 Desember dan berakhir pada Senin dini hari, 30 Desember 2013.?

Inisiator kegiatan Purwaji mengatakan, pelaksanaan Haul Gus Dur sebagai bentuk penghormatan atas perjuangan Mantan Ketua Umum PBNU dan Presiden RI tersebut. Para kader Ansor seharusnya meneladani dan menjadi penerus perjuangan Bapak Pluralisme Gus Dur.?

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

"Kader Ansor harus jadi pengawal Islam Aswaja, menjaga pluralisme sebagaimana Gus Dur telah memberi contoh kepada Bangsa ini," katanya.?

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Sementara Gus Najib Buchori dalam tausiyahnya mengatakan bahwa Gus Dur adalah pemimpin yang selalu berhasil mengkader orang. Bahkan Gus Dur rela jika suatu saat kader yang dibesarkannya melampaui dirinya sendiri.?

"Kader Ansor harus seperti itu juga, jangan takut mengakader orang dan berpikir bahwa suatu saat akan melampaui kita, kita harus bangga jika nanti kader kita ternyata lebih hebat dari kita," kata Kiai muda alumni Al Azhar Mesir itu.?

PKD GP Ansor Kampar diikuti 70 peserta dari 11 kecamatan se Kampar. Selama empat hari peserta ditanamkan ideologi Aswaja, ke NU an, baris berbaris ala Banser, keorganisasian Ansor dan lain-lain.?

Satu sesi juga diisi dengan pemutaran Film dokumenter NU produksi PBNU yang membuat peserta sangat antusias dan lebih bersemangat. ?

Haul Gus Dur juga digelar oleh Ansor Sumbersuko Lumajang pada tanggal 27 Desember 2013 pukul 19.30, di Masjid Ar Araudlah Labruk Kidul Kec. Sumbersuko Kab. Lumajang. Ratusan jamaah mengikuti kegiatan Tahlil Akbar dalam rangka haul ke-4 Almaghfurlah KH Abdurrahman Wahid.?

Hadi Husen N selaku ketua Panitia sekaligus Ketua PAC GP Ansor Kec. Sumbersuko mengatakan kegiatan ini merupakan bentuk penghormatan dan mencontoh keteladanan yang dimiliki oleh sosok Gus Dur sebagai guru bangsa yang dengan tabah dan sabar meskipun beliau dihujat, dicaci dan dimaki oleh lawan politiknya.?

“Beliau adalah pahlawan bangsa yang memperjuangkan pluralisme dalam berbangsa dan bernegara,” lanjutnya.

Acara yang juga dihadiri ketua PC GP Ansor Kab. Lumajang Adam Bahiro, Wakil Ketua PCNU Kab. Lumajang Ust. Noer Khotib, seluruh jajaran MWC NU, Muslimat, Fatayat, IPNU, IPPNU dan dari unsur Muspika Kec. Sumbersuko serta seluruh kepala desa (6 yang baru terpilih dan 2 kepala desa yang masih aktif) yang ada di wilayah Kec. Sumbersuko.

Dalam acara tersebut, mauidlotul hasanah disampaikan oleh KH Amran Nadhif dari Sidoarjo yang juga sekretaris Jamiyah Quro wal Hufadz Wilayah Jawa Timur.?

Sebagai penutup para jamaah menyaksikan film perjuangan Hadratus Syaikh KH Hasyim Asy’ari yang berjudul “ Sang Kiai”. (purwaji/hadi/mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Pesantren VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Jumat, 29 Desember 2017

Kader NU Harus Melek Teknologi untuk Dakwah Aswaja

Jepara, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Kader muda NU baik yang bernaung di IPNU-IPPNU, PMII maupun GP Ansor dituntut untuk turut menjaga eksistensi NU di lembaga pendidikan dan di tengah masyarakat. Pergerakan kader NU saat ini harus sesuai dengan konteks modernisasi dengan mampu menggunakan Teknologi untuk dakwah Aswaja NU.

Demikian diuraikan Muhammadun Sanomae, aktivis muda NU Jepara saat menjadi pembicara dalam Halaqah Pra Konfercab PCNU Jepara putaran kedua yang dilaksanakan di Rektorat lantai 3 Kampus Unisnu Jepara, Ahad (13/9) lalu.

Kader NU Harus Melek Teknologi untuk Dakwah Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)
Kader NU Harus Melek Teknologi untuk Dakwah Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)

Kader NU Harus Melek Teknologi untuk Dakwah Aswaja

“Dengan melek teknologi, kader NU juga bisa menularkan kemampuannya kepada para kiai, sehingga dakwah Aswaja semakin kuat,” jelas Muhammadun yang juga Kepala Biro Suara Muria (Suara Merdeka).

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Misalnya dalam mengelola website, kader NU dituntut untuk meng-update, sedang para kiai menjadi narasumbernya. Konten-konten yang sudah dibuat, imbuh lelaki asal Pati ini, kemudian disebarkan agar penerus NU tidak terpengaruh oleh situs-situs radikal.?

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Yang patut diapresiasi yaitu dua kader muda NU asal Jepara, Syafiq Hasyim dan Akhmad Sahal yang berperan dalam dakwah NU di media sosial. Tidak hanya bergerak melalui teknologi, kader muda NU harus melakukan gerakan nyata.?

Kegiatan yang diinisasi PC Lakpesdam NU dengan menggandeng PCNU dan Unisnu Jepara ini juga menghadirkan KH Ubaidillah Nur Umar (Wakil Rais Syuriah PCNU Jepara) dan H Fathurrofiq (Direktur Bank Nusumma). (Syaiful Mustaqim/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Pesantren, AlaNu, Kajian Islam VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Rabu, 13 Desember 2017

LAZISNU Kota Pekalongan Salurkan Beasiswa

Pekalongan, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Pengurus Cabang Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shadaqah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Kota Pekalongan kembali mentasarufkan atau menyalurkan donasi yang sudah dihimpun dari masyarakat selama tahun 2013 lalu.?

Kali ini, melalui program NuSmart, LAZISNU mentasarufkan zakat dalam bentuk beasiswa yang disalurkan kepada 20 siswa Madrasah Ibtidaiyah (MI) dan Madrasah Tsanawiyah (MTs) di bawah naungan Lembaga Pendidikan Maarif NU Kota Pekalongan.

LAZISNU Kota Pekalongan Salurkan Beasiswa (Sumber Gambar : Nu Online)
LAZISNU Kota Pekalongan Salurkan Beasiswa (Sumber Gambar : Nu Online)

LAZISNU Kota Pekalongan Salurkan Beasiswa

Penyaluran beasiswa tersebut dilakukan secara bertahap bersama program Turba (turun ke bawah) yang digelar PCNU Kota Pekalongan sejak 23 Februari 2014 lalu. Terakhir, penyaluran beasiswa dilakukan di Masjid Nurul Huda, Kelurahan Bumirejo, Ahad (9/3) malam.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Ketua Lazisnu Luqmanul Hakim Kamil menjelaskan, beasiswa diberikan kepada 10 siswa MI dan 10 siswa MTs. Untuk siswa MI, mendapatkan beasiswa sebesar Rp 75 ribu per bulan, dan diberikan selama satu tahun. Sedangkan untuk MTs, besaran beasiswa yang diberikan adalah Rp 100 ribu per bulan selama satu tahun penuh.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

“Kami sudah tasarufkan secara bertahap bersamaan dengan jadwal program Turba PCNU memperingati harlah NU ke 88. Penyaluran di Bumirejo ini menjadi agenda terakhir untuk program NuSmart tahun 2013. Kami berharap tahun depan jumlah siswa yang mendapatkan beasiswa bisa meningkat,” tuturnya yang ditemui di sela-sela acara.

Tahun 2013 lalu LAZISNU, sambung Lukman, berhasil menghimpun dana zakat, infaq dan shadaqah dari masyarakat sebesar Rp 67.307.000. Dana tersebut sudah disalurkan melalui dua program prioritas masing-masing NuSmart dan NuCare. Program NuCare sendiri, dijelaskan Luqman, merupakan program pemberian santunan kepada anak yatim, dhuafa dan bantuan kemanusiaan lainnya.

Sementara untuk kriteria penerima beasiswa, dirinya mengatakan bahwa Lazisnu melakukan seleksi secara bertahap kepada calon penerima yang sudah diusulkan melalui ranting-ranting NU. Hal itu berkaitan dengan jumlah beasiswa yang terbatas. Seleksi penerima beasiswa diprioritaskan kepada anak-anak yang orang tuanya masuk dalam kategori mustahiq. Tidak hanya itu, pihaknya juga melihat prestasi sang anak baik akademik maupun non-akademik.

Dari sebanyak 150 anak yang diusulkan, Lazisnu kemudian menyeleksi hingga didapatkan 20 anak yang dinilai benar-benar membutuhkan. Sementara untuk daftar anak yang diusulkan lainnya, akan dipertimbangkan masuk dalam program serupa dalam pentasarufan zakat tahun ini.?

“Kami sudah kembali menghimpun zakat dari masyarakat yang akan disalurkan dalam beberapa program di tahun ini, dan tahun depan diantaranya NuCare dan NuSmart. Kemudian ada NuPreneur dan NuSkill. Namun yang menjadi prioritas saat ini adalah program NuCare dan NuSmart,” bebernya.

Kegiatan pemberian beasiswa tersebut, dihadiri koordinator tim Turba Kelurahan Bumirejo, H Kasiman Mahmud Desky yang juga Wakil Ketua PCNU didampingi H Ahmad Tubagus Surur yang merupakan Wakil Ketua PCNU bidang Lazisnu, LPNU dan LPPNU. (Abdul Muiz/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Makam, Pesantren, Kyai VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Minggu, 10 Desember 2017

Ketum PBNU: Sudah Tepat PLN Gandeng NU Care-LAZISNU

Jakarta, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj menilai kerja sama antara Yayasan PLN dan NU Care-LAZISNU dalam pendistribusian dan pendayagunaan zakat sebagai hal yang tepat.

Ketum PBNU: Sudah Tepat PLN Gandeng NU Care-LAZISNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketum PBNU: Sudah Tepat PLN Gandeng NU Care-LAZISNU (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketum PBNU: Sudah Tepat PLN Gandeng NU Care-LAZISNU

“Yayasan LAZIS PLN sangat tepat dan benar dengan menggandeng LAZISNU dalam kerja sama ini. Sebab pendistribusian dan pendayagunaan zakat melalui LAZISNU akan tepat sasaran dan akan lebih bermanfaat,” katanya.

Kia Said menyampaikan hal itu dalam acara Memorandum of Undersanding (MOU) Yayasan Lazis PLN dengan NU Care-LAZISNU bertema “Sinergi Membangun Negeri” di Lantai 5 Gedung PBNU Jakarta Pusat, Kamis (29/12) sore.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Menurut Ketum PBNU, selama ini peran NU bagi bangsa teramat besar. Melalui bidang pendidikan yakni pondok pesantren, NU membangun karakter dan identitas bangsa.

“Kiai-kiai di pondok pesantren luar biasa perannya, dengan nasihat agar masyarakat akur, dengan menyabarkan masyarakat ketika terjadi musibah,” ulas Ketum.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Sayangnya, lanjutnya, peran tersebut tidak dihargai oleh negara. Sehingga kiai melalui pondok pesantren membangun dan menghidupkan sendiri pondok pesantren, tanpa bantuan negara. Para kiai sebenarnya tidak memedulikan apakah mendapat penghargaan dari negara atau tidak, namun pemerintah seharusnya tidak mengabaikan peran tersebut.

Penghargaan kepada santri juga hampir tidak ada. Dalam hal sederhana, misalnya ongkos naik angkutan umum, ada potongan 50 persen bagi siswa, tetapi bagi santri harus membayar penuh.

Ketum berterima kasih dan sangat mengapresiasi Yayasan PLN. Hal tersebut sebagai langkah awal yang baik, dan kiranya dapat ditingkatkan dalam masa-masa mendatang.

Selain itu, kepada NU Care-LAZISNU, Kiai Said berpesan agar melakukan tindakan yang tanggap dan pencatatan yang akurat atas pendistribusian zakat. “Catatlah kebenaran sekecil apa pun, walaupun pahit,” kata Ketum mengutip sebuah hadits.

Kerja sama Yayasan LAZIS PLN dengan NU Care-LAZISNU dilakukan dalam bentuk pemberian “Beasiswa Cahaya Pintar” senilai 1 miliar rupiah, program pelatihan peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) senilai Rp150.000.000 dan pemberian 2 unit mobil ambulans senilai Rp400.000.000 untuk mendukung program kesehatan. (Kendi Setiawan/Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Humor Islam, Pesantren VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Selasa, 05 Desember 2017

Prof Quraisy Shihab Bahas Doa dan Harapan

Jakarta, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Kajian tematik tafsir Al-Qur’an asuhan Prof DR KH M Quraish Shihab setiap Ahad pertama di tiap bulan, mengupas perihal doa dan optimis dalam hidup, Ahad (1/2). Pada pengajian di kediamannya di Jeruk Purut, Jakarta Selatan ini, Prof Quraisy mengawalinya dengan kutipan ayat 94 surat Al-A’raf.

Prof Quraisy Shihab Bahas Doa dan Harapan (Sumber Gambar : Nu Online)
Prof Quraisy Shihab Bahas Doa dan Harapan (Sumber Gambar : Nu Online)

Prof Quraisy Shihab Bahas Doa dan Harapan

Prof Quraisy menganjurkan agar kita berdo’a tidak hanya untuk individu melainkan juga untuk orang lain, serta tidak malu untuk meminta do’a kepada orang yang lebih rendah. “Karena Rasulullah SAW pun tetap minta dido’akan ketika sahabat Umar RA akan berpamitan berangkat umrah ke tanah suci,” ujar Prof Quraisy.

Peranan do’a antara lain menjadikan seorang hidup dalam optimisme. “Karena, jika seorang telah memohon kepada siapa saja yang diyakini Maha Kuasa terlepas dari diterima atau tidaknya, pada dasarnya orang itu telah hidup dalam optimisme,” kata Prof Quraisy.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Menurut Prof Quraish, Allah sangat suka mendengar hamba-hamba-Nya berdo’a. Banyak hadits berbicara soal keutamaan berdo’a terutama di sepertiga malam.

Ia menganjurkan jamaah untuk berdoa apa saja asalkan itu wajar. Allah sendiri akan menegur sekalipun seorang Nabi jika doanya kurang pas. Teguran ini pernah Allah layangkan terhadap Nabi Nuh atas do’a untuk anaknya, Nabi Ibrahim untuk bapaknya, dan lain sebagainya.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Ketulusan adalah syarat mutlak bagi seorang yang memanjatkan do’a. Seseorang juga tidaklah etis jika berdo’a dengan doa yang buruk-buruk, terlebih hanya untuk kepentingan dunia dengan mengabaikan akhirat.

“Karena, do’a itu adalah kita merengek kepada Tuhan sebagaimana anak merengek kepada orang tua, dan orang tua tahu apa yang wajar untuk anaknya”.

Tampak hadir pada acara tersebut mantan Menko Kesra di era Gus Dur Prof DR Alwi Shihab dan para Mahasiswa Pusat Studi Al-Qur’an (PSQ). (Anwar Kurniawan/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Doa, Pesantren, AlaSantri VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Senin, 04 Desember 2017

Pemuda Lintas Agama NTT Gelar Buka Puasa Bersama

Kupang, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Sejumlah pemuda dari berbagai oragnisasi kepemudaan Nusa Tenggara Timur (NTT) khususnya Kota Kupang menggelar buka puasa dan sahur bersama. Kegiatan yang diikuti kaum muda lintas agama ini berlangsung di Kantor CIS Timor Kupang, di Jalan BKKBN Kupang, Kelurahan Kelapa Lima, Kecamatan Kelapa Lima Kota Kupang.

Pemuda Lintas Agama NTT Gelar Buka Puasa Bersama (Sumber Gambar : Nu Online)
Pemuda Lintas Agama NTT Gelar Buka Puasa Bersama (Sumber Gambar : Nu Online)

Pemuda Lintas Agama NTT Gelar Buka Puasa Bersama

Mereka yang non-muslim ingin merasakan suka cita yang dialami kaum muda umat Muslim dalam menjalani ibadah puasa pada Ramadhan 1435 H. Ketua CIS Timor Wingsthon Rondo, di sela-sela buka puasa bersama Rabu (10/7) itu, mengatakan, toleransi dan solidaritas antar sesame harus senantiasa ditunjukkan di tengah keberagaman demi membangun kekompakan bekerja  untuk kepentingan bangsa yang lebih besar.

Kegiatan ini merupakan inisiatif dari Gareja Masehi Injili Timor (GMIT) Sinode Kupang dan LSM  CIS Timor bersama Pemuda Lintas Agama dan Komunitas Peac Maker Kupang dengan tema “Imam Orang Muda Dalam Bingkai Toleransi Umat Beragama”.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Wisthon menambahkan, orang muda perlu memiliki pengalaman bisa berbagai inspirasi dalam hidup ini. Program yang pertama kali diadakan di kantornya ini menjadi momen langka dalam sejarah kehidupan di Tanah Air.

“Dengan momen buka puasa bersma, semua pemuda lintas agama kita sama-sama merasakan suka cita yang dirasakan oleh sahabat-sahabat kita yang beragama Muslim. Kita semua di sini semua berperan, ada yang cuci piring, ada yang masak dan ada yang membuka tikar untuk acara buka dan sahur bersama,” ujanrya.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Ketua Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Nadhlatul Ulama (IPNU) NTT Iksan Arman Pua Upa mengaku mengaku senang dengan kebersamaan yang dibangun dalam forum ini.

“Kami berterima kasih kepada GMIT dan CIS Timor yang telah mengadakan acara buka puasa bersama semua pemuda lintas agama. Momen sejarah yang terlupakan ini, agar kita tetap bersatu untuk sama membangun Provinsi NTT. (Ajhar Jowe/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Pesantren VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Kamis, 30 November 2017

Analogi Tiga Pencari Harta Karun

Tamsil cerita di bawah ini sudah cukup masyhur di kalangan pesantren. Dahulu ketika penulis masih di pesantren tidak jarang mendengar cerita hikmah ini, biasanya disampaikan oleh rekan peserta acara kithobahan, jam’iyahan, muhadorohan atau apapun istilah untuk nama kegiatan yang intinya ajang berlatih santri dalam berpidato. Belakangan penulis juga menjumpai kisah yang tak jauh berbeda disampaikan oleh KH. Ali Masyhuri Tulangan Sidoarjo. Meskipun banyak versi dalam kisah ini karena pada umumnya disampaikan secara lisan, tapi? substansinya tetap sama.

Syahdan,? pada zamannya Raja Iskandar Zulkarnain, dikisahkan ada tiga orang penggembara? yang hendak mencari harta karun. Versi lain menyatakan mereka hendak mencari mata air keabadian, yang konon bila seseorang minum air tersebut ia akan bisa hidup abadi. Ketiga orang itu pun lalu pergi mengembara mengelilingi berbagai daerah demi menemukan harta karun atau mata air keabadian dimaksud.

Analogi Tiga Pencari Harta Karun (Sumber Gambar : Nu Online)
Analogi Tiga Pencari Harta Karun (Sumber Gambar : Nu Online)

Analogi Tiga Pencari Harta Karun

Di tengah-tengah perjalanan, saat mereka bertiga sampai dan masuk di sebuah gua yang gelap dalam usaha mendapatkan apa yang mereka cari, tiba-tiba terdengar suara gaib seraya menyeru, "Wahai kalian bertiga. Di hadapan kalian terserak aneka pasir dan batu. Ambillah sebanyak mungkin pasir atau batu-batu itu. Nanti kalian akan menyesal begitu cahaya sudah menerangi gua, sementara kalian belum sempat mengumpulkannya. Ingat! Nanti yang mengambil banyak? akan menyesal. Yang mengambil sedikit lebih menyesal lagi. Yang sama sekali tidak mengambil, dia yang akan paling kecewa dan menyesal. Dan sudah tidak ada kesempatan lagi setelah itu." Demikian seru suara gaib itu.

Respon tiga orang pengembara dalam menanggapi seruan suara gaib tersebut berbeda-beda. Orang pertama tanpa pikir panjang langsung mempercayainya. Dia pun segera mengumpulkan pasir dan batu hingga memenuhi kantong yang dibawanya. Sementara orang kedua dihinggapi keraguan antara percaya dan tidak, tapi dia tetap mengambil pasir meski hanya secukupnya, sebagai antisipasi barangkali anjuran suara gaib itu membawa hoki. Dan pengembara ketiga yang paling mengabaikan imbauan suara gaib tadi tidak ikut mengambil sedikitpun pasir maupun batu yang berserakan di dalam gua.? ? ?

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Beberapa saat kemudian, tiba-tiba ketiga pengembara itu sudah berada di ruangan yang luas dan terang benderang. Alangkah terkejut dan kecewanya mereka. Ternyata, pasir-pasir dan batu-batu yang harus mereka kumpulkan saat dalam gua adalah batu-batu berharga: emas, perak, intan, berlian, permata, dan mutumanikam.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Begitu mereka bisa menyaksikan apa yang terjadi sejatinya, orang pertama yang meskipun tadinya merasa sudah mengambil banyak, ternyata masih tetap menyesal, ia megandaikan harusnya megambil lebih banyak lagi dari barang yang sudah dibawa. Orang kedua yang cuma mengambil sedikit merasa lebih menyesal lagi kok kenapa ia hanya mengambil sekadarnya saja, padahal sangat memungkinkan untuk mengambil lebih banyak. Tentu saja orang ketigalah yang paling menyesal lantaran tidak mendapatkan apa-apa.

Kisah di atas, menurut Pengasuh Pondok Pesantren Bumi Solawat, Tulangan Sidoarjo, Gus Ali Masyhuri, hakikatnya menggambarkan dua alam kehidupan manusia: dunia dan akhirat. Kondisi gua yang gelap beranalogi dengan kehidupan dunia. Saat di dunia Allah memerintahkan manusia untuk mengumpulkan bekal amal saleh sebanyak mungkin. Sayangnya tidak semua manusia menuruti. Di akhirat kelak, Allah akan menyingkap semua tabir-tabir kegelapan itu. Tidak ada lagi rahasia. Semuanya terlihat jelas. Manusia menyesal saat melihat amalnya. Ahli ibadah menyesal, orang awam menyesal. Manusia menyesal mengapa tidak berzikir kepada Allah, padahal ketika berada di dunia begitu banyak kesempatan untuk melakukannya. Seseorang akan menyesal mengapa hanya bersedekah seribu, padahal ia sanggup bersedekah lebih banyak lagi dari itu.

Kisah di atas juga relevan dianalogikan bagi para penuntut ilmu di pondok pesantren. Antara santri atau pelajar yang tekun dengan santri yang tidak tekun sama-sama kelak akan menyesal setelah mereka pulang. Bahwa Santri yang sudah merasa tekun mengaji ketika masih di pondok, setelah pulang masih juga menyesal, ternyata menyadari banyak kekukarangan dan kelemahan atas ilmu yang selama ini diperoleh, sehingga ia membanyangkan andai waktu bisa diputar balik ia akan lebih tekun lagi dari yang dahulu. Bila yang sungguh-sungguh saja masih menyesal, maka tentu yang kurang tekun jelas lebih merasa menyesal lagi.

Begitulah kurang lebih analogi cerita ini. Walaupun hingga kini penulis belum mengetahui dari mana sumber kisah ini dirujuk, tetapi seyogianya kisah-kisah semacam ini memang patut dilestarikan sebagai salah satu bahan inspirasi agar senantiasa melakukan muhasabah atau introspeksi diri.

M. Haromain,

Alumnus Pondok Pesantren Lirboyo Kediri;

Berdomisili di Pondok Pesantren Nurun ala Nur Bogangan Utara Wonosobo


?

=====

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth mengajak kepada pembaca semua untuk berbagi kisah inspiratif penuh hikmah baik tentang diri sendiri atau orang lain. Silakan kirim ke email: redaksi@nu.or.id

? ? ? ? ? ? ? ? ?

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Pesantren, Makam VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Minggu, 19 November 2017

Jamaah Haji Terakhir Tiba di Arab Saudi

Makkah, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Jamaah haji Indonesia seluruhnya berada di Arab Saudi pada selasa (26/12) dini hari. Sekitar 900 jamaah dari kloter 85 SUB dan 78 SOC menjadi jamaah terakhir yang masuk ke tanah suci.

Setibanya di Bandara Internasional King Abdul Aziz, kata Kepala Daerah Kerja Jeddah Subakin Abdul Muthalib, jamaah haji terahir itu akan langsung diberangkatkan ke Makkah dan menempati pemondokan yang telah disiapkan.

Menurut Subakin, pemberangkatan jamaah pada 24 Desember lalu, terjadi penundaan penerbangan tiga kloter yaitu kloter 22 BTH (Batam), 81 JKS (Jakarta-Jabar), dan 78 SOC (Solo). Ia mengungkapkan pihak penerbangan, Saudi Arabian Airlines, baru memberangkatkan pada 25 Desember 2006.

Jamaah Haji Terakhir Tiba di Arab Saudi (Sumber Gambar : Nu Online)
Jamaah Haji Terakhir Tiba di Arab Saudi (Sumber Gambar : Nu Online)

Jamaah Haji Terakhir Tiba di Arab Saudi

Sementara itu pemulangan jamaah haji akan dilakukan mulai 5 Januari hingga 2 Februari 2006 mendatang. Pada hari 1-13 masa pemulangan diperkirakan sebanyak 16 hingga 19 kloter akan diterbangkan ke Tanah Air.

Pada hari-hari berikutnya direncanakan setiap harinya akan ada 12 kloter yang akan kembali ke Tanah Air. Subakin berharap tak ada penerbangan yang tertunda. Bila ini terjadi, jelas dia, maka akan menimbulkan penumpukkan jamaah.

Pada masa pemulangan ini jamaah akan terus mengalir dari Makkah ke Jeddah kemudian diberangkatkan ke bandara. Ia menambahkan, sehari sebelum keberangkatan jamaah harus berada di delapan pemondokan yang telah disiapkan di Jeddah. (dpg/nam)

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Pesantren VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Senin, 13 November 2017

Pergerakan GP Ansor Tidak Boleh Lepas dari 3 Hal Ini

Brebes, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Untuk menjaga ukhuwah umat Islam, GP Ansor Brebes mengadakan Ansor Bersholawat yang dilaksanakan di Lapak Bawang, Desa Sengon, Tanjung, Brebes, Jawa Tengah pekan lalu. Ketua GP Ansor Brebes Ahmad Munsip menjelaskan bahwa ini merupakan wujud pelestarian Tradisi Amaliyah Warga Nahdlatul Ulama dan Syiar GP Ansor serta Jamiyah Nahdlatul Ulama.?

“Siapa lagi yang akan melestarikan Amaliyah Warga NU seperti Tahlilan, Sholawatan, Maulid dan Istighotsah kalau bukan Generasi Muda Nahdlatul Ulama yaitu GP Ansor,” terang Munsip

Pergerakan GP Ansor Tidak Boleh Lepas dari 3 Hal Ini (Sumber Gambar : Nu Online)
Pergerakan GP Ansor Tidak Boleh Lepas dari 3 Hal Ini (Sumber Gambar : Nu Online)

Pergerakan GP Ansor Tidak Boleh Lepas dari 3 Hal Ini

Dalam Rangkaian kegiatan Anshor Bersholawat juga dilaksanakan pelantikan PAC. GP Ansor Kecamatan Tanjung Masa Khidmah 2016-2018. Pelantikan dipandu Oleh Pengurus PW GP Ansor Jawa Tengah Syarifudin.?

Setelah melantik Syarifudin menyampaikan pesan bahwa GP Ansor dalam pergerakan atau Harokah tidak boleh lepas dari tiga hal, pertama harokah i’tiqodiyah/ideologi yang merupakan misi utama daripada GP Ansor sebagai kader NU ketika banyak kelompok Islam radikal, maka GP Ansor harus berada di garda terdepan untuk siap melindungi pancasila dan ketuhan NKRI serta Aqidah Ahlussunah Wal Jamaah Annahdliyah.?

Kedua, Harokah Siyasah atau pergerakan politik, sama halnya seperti NU, GP Ansor mengusung Politik Kebangsaan di mana kepentingan bangsa menjadi suatu hal yang paling utama oleh karena itu siapkan kader GP Ansor di setiap lini agar bisa berkiprah untuk kemajuan bangsa dan Negara. Dan yang ketiga yaitu Harokah I’tisodiyah atau pergerakan perekonomian ini akan diimplementasikan dalam program GP Ansor di bidang ekonomi dengan membentuk koperasi atau badan usaha demi mewujudkan kemandirian organisasi.?

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

“Kami berharap pengurus yang baru dilantik bisa langsung bekerja mewujudkan hal tersebut,” tutup Syarifudin

Sementara KH. Ahmad Muwafiq dari Jogjakarta dalam mauidzoh khasanah menjelaskan setelah Nabi Muhammad SAW wafat ada beberapa kelompok yang mengkafirkan ajaran Nabi Muhammad SAW. Terbunuhnya sahabat Ali Bin Abi Thalib oleh Ibnu Mulzam dikarenakan adanya beberapa kelompok yang tidak menyeluruh dalam memahami Al-Qur’an dan Hadits.?

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

“Oleh karena itu kita sebagai generasi muda Nahdlatul Ulama ? tetap berpegang teguh kepada Ulama karena sanad keilmuan ulama Nahdlatul Ulama ? sampai kepada Nabi Muhammad SAW,” ujar Kiai Muwafiq

Pengurus GP Ansor Kecamatan Tanjung yang dilantik antara lain Ketua Iin Hanafi, Sekretaris Heri Arfianto dan Bendahara Yosi Nur Imanullah. Acara yang dihadiri ribuan pengunjung tersebut berlangsung meriah dengan iringan sholawat oleh Grup Hadroh Babul Musthofa dari pekalongan serta hadir dalam acara tersebut Ketua PCNU Brebes KH Athoilah Syatori, Kabag Kesra H Imron Hisyam, pengurus MWCNU Brebes Ustad Solikhin serta Pengurus GP Ansor Tegal, Kota Tegal dan Pemalang. (Ibnu/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Hikmah, Pesantren, Kajian VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Sabtu, 04 November 2017

Peringati Hari Jadi, Muslimat NU Grobogan Khatamkan Al-Quran

Grobogan, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Bertepatan dengan Hari Jadi ke-288 Kabupaten Grobogan dan Harlah ke-68 Muslimat NU, Pimpinan Cabang Muslimat NU Grobogan mengadakan takhtimul qur’an bil ghaib (hafalan). Acara ini diikuti kader Muslimat penghafal Al-Qur’an se-Grobogan.

Peringati Hari Jadi, Muslimat NU Grobogan Khatamkan Al-Quran (Sumber Gambar : Nu Online)
Peringati Hari Jadi, Muslimat NU Grobogan Khatamkan Al-Quran (Sumber Gambar : Nu Online)

Peringati Hari Jadi, Muslimat NU Grobogan Khatamkan Al-Quran

Acara yang bertajuk “Grobogan Bertakhimul Qur’an” ini, berlangsung di Gedung Ikatan Haji Muslimat (IHM) Kuripan, Grobogan, Senin (3/3) pagi.

Sebanyak 19 khataman dirampungkan oleh para hafidzah per 19 Anak Cabang. Sebanyak 6 hafizhah yang mewakili masing-masing anak cabang ini melantunkan ayat demi ayat di hadapan para mustami’in.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Pada kesempatan itu, PC Muslimat NU Grobogan membentuk dan mengesahkan pengurus hafizhah di masing-masing anak cabang. Pembentukan unit ini bertujuan untuk mengembangkan potensi cinta Al-Qur’an di masing-masing kecamatan, bahkan di desa yang belum terjamah Al-Qur’an.

Seorang hafizhah perwakilan anak cabang Tawangharjo Eka Novianti menyatakan rasa senangnya terhadap acara khataman ini.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

“Acara seperti ini ke depan bisa istiqomah tiap tahun sehingga Grobogan bisa menjadi kabupaten yang Qur’ani,” harap Eka usai acara. (Asnawi Lathif/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Pesantren VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Jumat, 27 Oktober 2017

Bentengi Kampus, Ikuti Dauroh Aswaja untuk Aktivis BEM!

Surabaya, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Para aktivis kampus yang terhimpun dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) hendaknya juga membekali diri dengan pengetahuan agama yang cukup. Bila tidak, justru akan larut dengan gerakan ekstrem yang menjerumuskan.

Untuk membekali para aktivis BEM di sejumlah kampus, PW Aswaja NU Center Jawa Timur akan melangsungkan Dauroh Aswaja. "Kegiatan yang berlangsung 6 September nanti akan melibatkan pegiat BEM se-Surabaya, Sidoarjo dan Gresik," kata Achmad Nur Fauzi, SHum, Sabtu (29/8).

Bentengi Kampus, Ikuti Dauroh Aswaja untuk Aktivis BEM! (Sumber Gambar : Nu Online)
Bentengi Kampus, Ikuti Dauroh Aswaja untuk Aktivis BEM! (Sumber Gambar : Nu Online)

Bentengi Kampus, Ikuti Dauroh Aswaja untuk Aktivis BEM!

Ketua panitia kegiatan dauroh ini menandaskan bahwa tantangan Aswaja NU di kampus negeri maupun swasta sangat berat. "Baik di kampus yang berbasis agama Islam maupun umum," kata alumnus Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya ini.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Selama ini, para aktivis kampus lebih banyak berkutat dengan kegiatan ekstra maupun intra, dan kurang mendapatkan tambahan dan pendalaman agama. "Dan kalaupun mereka aktif di kegiatan kerohanian Islam, namun belum tahu Islam seperti apa yang akan dikembangkan," kata alumnus Pesantren Sidogiri Pasuruan ini. Karenanya, PW Aswaja NU Center merasa terpanggil untuk memberikan pengenalan dan pendalaman terkait hal ini. lanjutnya.

"Selama dauroh, para peserta akan mendapatkan materi mafahim atau pemahaman Aswaja an-Nahdliyah," kata Ustadz Fauzi, sapaan akrabnya. Demikian juga penjelasan firqah yang ada dalam Islam, serta amaliyah ala NU. "Yang terbaru adalah kemunculan faham liberalisasi agama," tandasnya.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Ustadz yang pernah ke Malaysia untuk undangan Aswaja ini memastikan selama dauroh, peserta tidak dikenakan biaya. "Seluruh materi, termasuk konsumsi dan sertifikat, kami berikan secara gratis," katanya.

Diharapkan usai mengikuti dauroh, aktivis kampus mampu memberikan penjelasan kepada para mahasiswa terkait amaliyah dan keyakinan yang ada secara benar dan dapat dipertanggungjawabkan. "Merekalah yang nantinya akan memberikan warna bagi kiprah BEM di sejumlah kampus," jelasnya.

Sejumlah narasumber akan mengisi dauroh di Kantor PWNU Jatim sejak jam 08.00 hingga petang ini, di antaranya Ustadz Idrus Ramli, Ustadz Maruf Khozin, Ustadz Fathul Qodir, serta Ustadz Ainun Yakin.

Untuk bisa mengikuti kegiatan ini, cukup menghubungi.Fahmi Saifuddin, SH di 085731273000 dan Dr. Neng Siti Nur Chusnul, M.Kes atau Siti Masulah dengan nomor hp 08123519772.

"Tapi kami batasi hanya seratus peserta, karenanya yang berminat bisa segera mendatar," pungkasnya. (Syaifullah/mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Amalan, Pendidikan, Pesantren VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock