Tampilkan postingan dengan label Pahlawan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pahlawan. Tampilkan semua postingan

Selasa, 27 Februari 2018

Organisasi yang Rutin Berkumpul Tambah Daya Gedor Perjuangan

Banyuwangi, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth



Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Kelurahan Karangrejo mengadakan pengajian rutin. Pekan ini mereka menggelarnya di masjid Al-Ikhlas, Kelurahan Karangrejo, Kecamatan Banyuwangi, Kabupaten Banyuwangi, Senin (9/10) malam.

Organisasi yang Rutin Berkumpul Tambah Daya Gedor Perjuangan (Sumber Gambar : Nu Online)
Organisasi yang Rutin Berkumpul Tambah Daya Gedor Perjuangan (Sumber Gambar : Nu Online)

Organisasi yang Rutin Berkumpul Tambah Daya Gedor Perjuangan

Turut hadir pada pengajian rutin dua mingguan itu pengurus Syuriah dan Tanfidziyah serta puluhan warga mulai. Kegiatan diawali dengan pembacaan surat Al-Waqiah, Rotibul Haddad, dan istighosah bersama. Kemudian pengajian umum sekaligus pembekalan dari Rais Syuriah Tanfidziyah.

Ketua PRNU Kelurahan Karangrejo Ahmad Thoyib mengatakan, dengan adanya rutinan organisasi seperti itu, akan menambah daya gedor perjuangan.

"Apa pun gerakannya, sebesar apapun massanya, jika tidak diimbangi dengan perkumpulan rutin, hanya omong kosong," tegasnya. 

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Ia menambahkan, dengan agenda kegiatan seperti ini PRNU Kelurahan Karangrejo mampu membaca perubahan, peluang, dan tantangan terbaru secara up to date.

"Seperti malam ini, kita dapat merapatkan persiapan agenda kegiatan menyongsong Hari Santri Nasional (HSN). Serta mampu merekrut masyarakat sekitar untuk terlibat dalam struktural organisasi NU lebih giat. Tak kalah penting juga menambah persaudaraan antar pengurus dan anggota baru," terang Thoyib.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

"Semoga kegiatan ini selalu diberikan keistiqomahan. Karena istiqomah lebih baik daripada seribu karomah. Juga dengan amalan yang istiqomah ini, Allah lebih menyukai meskipun sedikit," tutup Thoyib.

Dalam kesempatan ini juga dihadiri oleh perwakilan jajaran pengurus cabang Rijalul Ansor Ahmad Sugiono. Serta pengurus PAC IPNU Kecamatan Banyuwangi. (M. Sholeh Kurniawan/Abdullah Alawi)





Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Internasional, Pahlawan VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Minggu, 25 Februari 2018

Membangun Optimisme Indonesia

Oleh Aswab Mahasin

Menurut data, indeks kesejahteraan di Indonesia terlihat berkembang pesat ketika masyarakat Indonesia sedang “bermimpi/berkhayal”. Namun, ini hanya data ala Cak Lontong. Yang hanya bisa dipertanggung jawabkan pada “Republik Dagelan”. Karena itu, mari kita bangun, bangunkan jiwamu, bangunkan badanmu, dan gelorakan semangatmu untuk Indonesia Raya.

Membangun Optimisme Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Membangun Optimisme Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

Membangun Optimisme Indonesia

Dalam hal ini, kita tidak akan berbincang mengenai data ekonomi, data kesejahteraan, data apa pun yang menyangkut hal tersebut. Melainkan, sebuah refleksi ringan untuk membangkitkan gairah kita dalam menyongsong masyarakat yang lebih ceria. 

Setiap hari, di berbagai media elektronik ataupun cetak, online maupun offline—kritik tajam terhadap pemerintah selalu ada, tidak satu atau dua. Susah dihindari, hal tersebut pasti ada pada sebuah negara, walaupun sistem kerajaan. Apalagi Indonesia dengan alam demokrasi terbuka, ada dua kubu, koaliasi dan oposisi.

Hal wajar sebenarnya, seperti kecintaan seseorang terhadap pahlawan dan para tokoh Indonesia, tidak sedikit mereka cinta Soekarno, dan tidak sedikit juga dari mereka mengktitik Soekarno, begitupun dengan Hatta, Tjokroaminoto, Soeharto, dan seluruh Mantan Presiden Indonesia. Namun, tidak bisa dipungkiri—yang dicinta dan dibenci adalah sekelompok tokoh yang telah menyumbangkan banyak jasa untuk Indonesia. 

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Inilah lucunya Indonesia, selalu bahagia dan terhibur ketika melihat orang saling menjatuhkan, saling menghardik, dan saling ribut. Lantas apa sebenarnya peran positif kita untuk Indonesia? Renungkan saat ini juga.

Seperti sekarang, ramai-ramai setiap tahun tepatnya disetiap bulan September, Indonesia rutin dihebohkan oleh serangkaian berita mengenai pertentangan sejarah G30S/PKI. Di tahun ini, belum genap September habis, berita mengenai G30S/PKI sudah mewabah di setiap media, apalagi didukung dengan kejadian dramatis di Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI). Saya berbicara ini hanya seklumit saja, sebagai pengantar—bukan kapasitas saya untuk bicara berlebih.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Anehnya, dari setiap golongan, memegang teguh sejarah yang dipahaminya, saya baca diberbagai media, salah satunya media online, ada 6 tafsiran mengenai G30S/PKI, Anda bisa cari sendiri informasinya,saya tidak mau terjebak panjang lebar.

Dalam tulisan ini yang ingin dibangun adalah, Indonesia sudah terlalu lelah dengan intrik-intrik yang tidak mencerahkan. Pekerjaan rumah Indonesia masih seabrek, dari mulai korupsi, kesejahteraan belum merata, keadilan tumpang tindih, toleransi belum berimbang, dan sebagainya. Masalah-masalah tersebut seharusnya yang menjadi concern bangsa ini untuk menatap jauh kedepan.

Sejarah memang penting, namun lebih penting membuat sejarah (berkualitas). Sekarang momen yang tepat menggelorakan api optimisme Indonesia,bertepatan dengan “Tahun Baru 1 Muharram 1439 H” bisa dijadikan sebagai proses perjalanan ke dalam diri bangsa kita, apa yang salah dari bangsa ini? 

Bagi pemahaman saya, akar masalah dari bangsa kita adalah tipisnya pemahaman kita tentang “nilai”. Nilai sendiri menurut Louis O. Kattsoff ada dua, (1) Nilai Intrinsik, yakni nilai dari sesuatu yang sejak semula sudah bernilai, dan (2) Nilai Instrumental, ialah nilai dari sesuatu karena dapat dipakai sebagai sarana untuk mencapai tujuan sesuatu. 

Indonesia mempunyai sebuah nilai yang asal mula kelahirannya sudah bernilai, seperti Pancasila, Undang-undang Dasar 45, Bhineka Tunggal Ika, dan NKRI. Ke-4 prinsip nilai tersebut dijadikan oleh bangsa kita sebagai pedoman laku kita dalam merajut kualitas bangsa. 

Sudah kita ketahui bersama, Pancasila adalah realisasi dari ide-ide kemanusiaan kita sebagai makhluk spiritual, makhluk sosial, makhluk ekonomi, makhluk politik, dan sejenisnya. Di mana dalam butir-butirnya mengusung Ketuhanan, Kemanusiaan, persatuan, kebijaksanaan, dan keadilan.

Sama sekali tidak ada yang bertentangan, tinggal bagaimana kita menerjemahkan nilai-nilai tersebut dalam tindakan kita. Sayangnya, dari kita semua sering lupa (termasuk saya), kemanusiaan dan kesatuan lebih utama dari apapun, di sinilah manusia akhirnya membelot dari kepatuhannya terhadap hukum yang berlaku. Terlahirlah kebiasaan korupsi, melanggar hak, dan melanggar aturan. 

Kita semua pasti tidak berharap, kalau Indonesia yang kita cintai ini menjadi sebuah negara-bangsa yang remeh-temeh, tidak. Apalagi sampai masuk pada kubangan disintegrasi. Karena itu, optimisme harus kita tularkan, optimisme harus kita bangun, dan optimisme harus kita wariskan kepada anak-cucu kita kelak (pemegang estafet generasi selanjutnya)

Amerika memang super power, apakah warga Amerika lebih bahagia dari warga Indonesia, belum tentu juga. Bill Gates memang kaya, orang terkaya di dunia, dengan kekayaan mungkin 1.000 triliuan kali lipat dari warga kita, namun apakah Bill Gates lebih bahagia 1.000 triliuan kali lipat dari kita, tidak!Tidak selalu itu masalahnya, bukan masalah negara kita yang masih dalam taraf berkembang, atau dengan rakyat yang masih belum maju diberbagai hal. Utamanya adalah optimisme. Kreatifitas akan terlahir dari sikap yang optimis. 

Anda tahu? Janji Allah SWT dalam surat al-Insyirah, pada ayat 5-6, Allah SWT menyatakan dengan tegas, “Makasesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan, sesungguhnya bersama kesulitan adakemudahan.” Di sinilah Allah menyuruh setiap manusia berlaku optimis. Karena Allah memberikan pesan kepada manusia, “Janganlah berputus asa dari Rahmat Allah.”

Ini yang harus kita jemput dan harus kita rubah. “Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum sampai mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri.” Rubahnya Indonesia, tidak hanya ditangan pemerintah, melainkan seluruh elemen masyarakat pun bertanggung jawab atas perubahan Indonesia—kearah lebih baik. 

Membangun optimisme fungsional, salah satu syaratnya adalah menarik semua kepentingan pribadi kita, egoisme kita, dan kerakusan kita. Allah SWT dan Rasul-Nya selalu mengingatkan kita semua, kendalikan hawa nafsu, tarik hawa nafsu, dan jangan mengedepankan hawa nafsu. Nah, hawa nafsu ini harus kita alihkan kepada kemanfaatan yang nyata dan bermakna. 

Pengorbanan kita terhadap diri kita sendiri baru akan bermakna jika kemudian berefek dan berimplikasi pada kepentingan sosial. Melawan dan mengendalikan hawa nafsu dari berbuat jahat/korupsi, baru akan berarti ketika dalam praksisnya tidak berbuat jahat/korupsi. Yang diperlukan sekarang, bagaimana berbagai aksi pengendalian diri kita dimuarakan kepada kemaslahatan bersama, kepentingan bangsa dan masyarakat luas, sesuai dengan tingkat kemampuan masing-masing. 

Sebagai contoh, para guru ngaji terus konsisten membimbing anak didiknya untuk berbuat baik, dengan berpegang pada akhlak yang mulia; para kiai merawat dan selalu mengingatkan serta mengontrol santri/jamaahnya untuk terus menebarkan kedamaian; majelis taklim, LSM, lembaga pendidikan, lembaga kemanusiaan terjun langsung ke tengah-tengah masyarakat dengan memberi penyuluhan, pemberdayaan, pengembangan mental-spiritual, dan sebagainya; lalu pemerintah terus mengupayakan kebijakan-kebijakan yang pro-rakyat dan terus memikirkan dibarengi dengan aksi nyata menanggulangi keresahan-keresahan yang terjadi di masyarakat.  Inilah seklumit contoh untuk menebarkan optimisme kepada Indonesia. 

Kita tidak bisa berpangku tangan hanya diam saja, apalagi dengan berbagai perdebatan-perdebatan yang sejatinya tidak mencirikan kemajuan bangsa. Perspektif kita sekarang harus didudukan pada pemahaman “disini, kini, dan nanti”.

Saya akan menutup tulisan ini dengan kata-kata sejarawan sekaligus pengamat politik Indonesia, yaitu Prof. Salim Said, ada kata-kata menarik dan menggairahkan dalam salah satu acara di stasiun televisi, beliau mengatakan, “Kenapa Indonesia masih jalan ditempat, sedangkan Singapura, Korea Selatan, Taiwan, Israel maju dan berkembang. Kata beliau, karena ada yang mereka takuti, Taiwan takut sama Cina Daratan, Korea Selatan takut sama Korea Utara, Singapura karena dia mayoritas Tionghoa di tengah lautan melayu, Israel takut karena ditengah lautan Arab, kalau mereka tidak hebat, pasti “dikremus”, sedangkan“Indonesia?” Tuhan pun tidak ditakuti (banyak yang melanggar sumpah jabatan), satu bangsa tidak ada yang ditakuti, susah untuk berkembang. Mari kita renungkan bersama, banyak makna di dalamnya.

Penulis adalah Dewan Pengasuh Pondok Pesantren Darussa’adah Kebumen, Jawa Tengah

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Pahlawan VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Selasa, 20 Februari 2018

Aktivis Lakpesdam NU Lampung Tengah Terbitkan Buku Tentang Gus Dur

Lampung Tengah, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Kabar gembira bagi pecinta Almaghfurlah KH. Abdurrhaman Wahid (Gus Dur) di Provinsi Lampung, khususnya di Kabupaten Lampung Tengah. Seorang aktivis Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) NU Lampung Tengah membuat karya baru tentang presiden ke-4 itu.

Ahmad Muzakki, aktivis Lakpesdam tersebut, menulis sebuah buku berjudul “Gus Dur Pembaharu Pendidikan Humanis Islam Indonesia Abad 21”. Sekretaris PC Lakpesdam NU Lampung Tengah Saifur Rijal mengapresiasi karya tulis ini. Menurut dia, hal ini menunjukkan bukti konkret adanya geliat semangat warga NU di Kabupaten Lampung Tengah dalam tradisi menulis. ?

Aktivis Lakpesdam NU Lampung Tengah Terbitkan Buku Tentang Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)
Aktivis Lakpesdam NU Lampung Tengah Terbitkan Buku Tentang Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)

Aktivis Lakpesdam NU Lampung Tengah Terbitkan Buku Tentang Gus Dur

Rijal menggatakan, isi buku ini mengulas ketokohan Gus Dur dengan cukup lengkap. “Rupanya tak hanya sosok yang dominan piawai dalam kancah perpolitikan nasional dan internasional, namun banyak hal yang telah beliau lakukan,” katanya di kantor PC NU Lampung Tengah, Jl Proklamator Raya 134 Seputih Jaya, Gunung Sugih, Lampung Tengah, Senin (6/1).

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Prof. Dr. H. Syaripuddin Basyar, dosen Pasca Sarjana Raden Intan Lampung sekaligus penulis prolog buku tersebut mengaku sangat gembira melihat perkembangan anak-anak muda NU di Provinsi Lampung yang mulai semangat untuk menulis.

“Karya Ahmad Muzakki ini layak untuk diapresiasi dan dibaca kalangan akademisi, praktisi dan juga peminat tentang pendidikan Islam,” ujarnya.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Buku setebal 236 halaman ini diterbitkan oleh IDEA Press yang beralamatkan di Diro Jalan Amarta, Pendowoharjo, Sewon, Bantul, Yogyakarta, Nopember 2013. Buku ini semula adalah tesis penulis di Pasca Sarjana STAIN Metro, Lampung tahun 2012. ?

Di Lakpesdam NU Lampung Tengah Ahmad Muzakki mendapat amanah sebagai Wakil Sekretaris masa khidmat 2012 – 2017 sekaligus sebagai Dosen STAI Tulang Bawang, Lampung sejak 2010 hingga sekarang. (Akhmad Syarief Kurniawan/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Pahlawan VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Wujudkan Keterbukaan Informasi, PBNU Dorong KIP Ajak Semua Elemen Bangsa

Jakarta, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dikunjungi Komisioner Komisi Informasi Pusat (KIP) yang baru di lantai tiga, Gedung PBNU, Jakarta Pusat, Selasa (16/1) malam. 

Wujudkan Keterbukaan Informasi, PBNU Dorong KIP Ajak Semua Elemen Bangsa (Sumber Gambar : Nu Online)
Wujudkan Keterbukaan Informasi, PBNU Dorong KIP Ajak Semua Elemen Bangsa (Sumber Gambar : Nu Online)

Wujudkan Keterbukaan Informasi, PBNU Dorong KIP Ajak Semua Elemen Bangsa

Pada pertemuan tersebut, Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj didampingi Ketua PBNU H Robikin Emhas, Ketua PBNU H Marsudi Syuhud, dan Wakil Sekretaris PBNU Sultonul Huda.

Sementara dari KIP hadir Ketua Tulus Subardjono, Wakil Ketua KIP Gede Narayana Sunarkha, Anggota Arif Adi Kuswardono, Anggota Hendra, Anggota Cecep Suryadi, Anggota Romanus Ndau Lendong, dan Anggota Wafa Patria Umma.

Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj mengatakan, setelah era reformasi, semua elemen di Indonesia harus diikutsertakan untuk mewujudkan keterbukaan informasi publik. 

“Mengambil pelajaran pahit di era orde baru. Ada warga masyarakat yang dianakemaskan, ada yang dianaktirikan,” kata Kiai Said kepada Komisioner KIP.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Menurut Kiai Said, hal tersebut terjadi akibat 32 tahun rakyat dipecah oleh orde baru, sehingga di antara kebijakan orde baru tidak memperbolehkan orang NU menjadi menteri agama dan ketua MUI. 

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

“Jadi akibat dari kebijakan yang kelirulah ada masyarakat anak emas, ada masyarakat anak tiri, bukan hanya terjadi krisis moneter, tapi juga terjadi krisis kepercayaan,” jelas kiai yang juga Pengasuh Pesantren As-Tsaqofah Ciganjur ini.

Pada kesempatan tersebut, kiai yang juga guru besar ilmu tasawuf ini meminta kepada KIP untuk mengedukasi masyarakat. “Masyarakat membutuhkan pendidikan,” katanya. 

Sementara itu, Ketua KIP Tulus Subardjono menyatakan senang berkunjung ke PBNU karena NU merupakan organisasi masyarakat yang mempunyai potensi banyak. 

“NU ini kan udah tersebar di mana-mana. Kami ingin menyosialisasikan tentang keterbukaan informasi publik,” katanya. 

Ia berharap, dengan adanya keterbukaan informasi publik, maka diharapkan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah dan terhadap organisasi sosial akan timbul. “Sehingga kita inginkan adanya kerukunan, saling percaya,” harapnya. (Husni Sahal/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Pahlawan, Makam VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Selasa, 06 Februari 2018

NU Tak Perlu Lagi Diajari Soal Bela Negara

Jakarta, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth - Nahdlatul Ulama (NU) organisasi yang sejak dulu telah ikut andil dalam perjuangan membela negara. Komitmen kebangsaan NU dan sejarah panjang keberpihakan NU pada tanah air tidak perlu diragukan.

“Soal bela negara, NU tak perlu lagi diajari karena NU sejak dahulu (zaman penjajahan) turut andil dalam berjuang mempertahankan NKRI,” kata Idris Masudi, salah seorang narasumber seminar RUU Antiterorisme: Mengawal NKRI dari Bahaya Terorisme dan Radikalisme di Indonesia di ruang teater Lantai IV Fakultas Ushuluddin UIN Jakarta, Rabu (13/5).

NU Tak Perlu Lagi Diajari Soal Bela Negara (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Tak Perlu Lagi Diajari Soal Bela Negara (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Tak Perlu Lagi Diajari Soal Bela Negara

Dalam seminar yang diselenggarakan Himpunan Mahasiswa Jurusan Tafsir Hadits Fakultas Ushuluddin UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Idris menuturkan bahwa perjuangan bela negara telah difatwakan fardu ain oleh Hadratus Syekh KH Hasyim Asyari.

Perjuangan bela negara yang telah dilakukan oleh NU ini merupakan wujud konkret afirmasi NU atas berdirinya NKRI dengan dasar negara Pancasila. Berbeda dengan pemahaman kelompok-kelompok radikal yang menganggap bahwa Pancasila adalah sistem taghut yang wajib diperangi.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Menurut Idris, salah satu cara untuk menangkal radikalisme dan terorisme adalah semua masyarakat harus berperan aktif dan tidak hanya berpangku tangan menunggu pemerintah.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Sementara narasumber lain Ansyad Mbai mengimbau mahasiswa Tafsir Hadits yang memiliki kompetensi dalam mengkaji Al-Quran dan Hadits untuk bisa mengkaji lebih dalam siapakah dalang dari pemahaman menyimpang tersebut, yakni pemahaman yang bertentangan dengan Islam Rahmatan lil Alamin.

“Karena bisa jadi dalang tersebut sebenarnya memiliki motivasi lain dalam melakukan tindakan teror dan radikalnya. Hanya saja ia mengatasnamakan agama sebagai basis tindakannya,” kata Ansyad.

Seminar ini juga dihadiri oleh Wakil Dekan bidang Kemahasiswaan Fakultas Ushuluddin? Dr Suryadinata MA, Ketua jurusan Tafsir Hadits UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Dr Lilik Umi Kaltsum, serta utusan Polres Tangerang Selatan Abdul Kohar. (M Alvin Nur Choironi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Pahlawan, Aswaja VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Jumat, 19 Januari 2018

Pelajar NU Berbagi 1000 Takjil di Pasar Salopa

Tasikmalaya, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth - Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Kabupaten Tasikmalaya menggelar silaturahmi kader, Jumat (1/7) sore. Mereka membagikan 1000 takjil untuk masyarakat Kecamatan Salopa di Coblong Salopa Kabupaten Tasikmalaya.

Pertemuan dan bakti sosial ini diikuti kader IPNU se-Kabupaten Tasikmalaya dari mulai komusariat, ranting sampai anak cabang. Kegiatan ini dimulai setelah ashar sampai magrib.

Pelajar NU Berbagi 1000 Takjil di Pasar Salopa (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar NU Berbagi 1000 Takjil di Pasar Salopa (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajar NU Berbagi 1000 Takjil di Pasar Salopa

Ratusan warga yang sedang menunggu buka puasa dan berlalu lalang sekitar Pasar Salopa itu menghampiri para kader IPNU dengan senyuman. Ada juga sebagian warga ikut membantu pelajar membagikan 1000 takjil untuk masyarakat Salopa. Kegiatan ini dihentikan 10 menit menjelang buka puasa. Mereka kemudian berbuka puasa bersama di Danau Lemona Salopa.

Ketua IPNU Kabupaten Tasikmalaya Fikri Nursamsi menuturkan, kegiatan ini bertujuan untuk silaturrahmi kader IPNU di Tasikmalaya yang juga merupakan bagian dari evaluasi kinerja IPNU Tasikmalaya.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

“Pada pertemuan kali ini kami membicarakan kaderisasi yang merupakan tugas utama kami di IPNU seperti pelaksanaan Latihan Kader Utama (Lakut) se-Priangan Timur yang akan dilaksanakan di Tasikmalaya.”

Kami juga membidik penerimaan siswa baru. Kami akan turba dan mencoba melebarkan sayap di sekolah-sekolah untuk bisa merekrut kader para pelajar. Masa orientasi ini kita jadikan sebagai kaderisasi awal di IPNU dengan cara mengisinya dengan Masa Kesetiaan anggota (Makesta).

“Kami menargetkan minimal 1000 anggota baru tahun ini.”

Ia melanjutkan, bagi-bagi 1000 takjil ini merupakan salah satu upaya untuk mengenalkan Pelajar NU di masyarakat. Kami berharap ini menjadi amal baik para pelajar NU sebagai bentuk sedekah di bulan Ramadhan. (Husni Mubarok/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Jadwal Kajian, Pendidikan, Pahlawan VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Senin, 15 Januari 2018

NU Wonosobo Gelar Apel Kebangsaan dan Pelantikan

Wonosobo, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. “Mari kita kembali pada Islam yang ramah bukan pemarah, Islam yang merangkul bukan memukul, hentikan ekspresi yang kebablasan, saling mencaci dan memaki di antara anak bangsa,“?

Demikian disampaikan oleh Sekjen PBNU, H.A. Helmy Faishal Zaini dalam pidatonya saat memimpin apel kebangsaan di alun-alun Wonosobo, Ahad (21/5).?

NU Wonosobo Gelar Apel Kebangsaan dan Pelantikan (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Wonosobo Gelar Apel Kebangsaan dan Pelantikan (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Wonosobo Gelar Apel Kebangsaan dan Pelantikan

Ribuan warga Nahdliyin se-Kabupaten Wonosobo mengikuti gelar apel kebangsaan tersebut dengan penuh antusias. Mereka merupakan perwakilan Nahdliyin dari 15 kecamatan yang ada di Kabupaten Wonosobo.

Dalam orasi kebangsaannya ia menegaskan pentingnya sikap cinta tanah air. Kini Indonesia bisa melihat seberapa besar kecintaan rakyat pada negerinya. Indonesia tidak perlu takut terhadap berbagai ancaman musuh negeri karena rakyat selalu mendukung dan setia pada NKRI. Para pendiri bangsa sudah bersepakat termasuk ulama yang menjadi representasi umat Islam di Indonesia.

Kegiatan apel kebangsaan ini berlangsung sejak Pukul 06.00 WIB dengan diawali istighotsah, dan pembacaan Al-Qur’an 30 Juz ? oleh Muslimat-Fatayat NU. Dalam kesempatan itu, dilakukan pula penandatanganan dan pembacaan bersama ikrar kebangsaan Warga Nahdlatul Ulama Kabupaten Wonosobo oleh Ketua Tanfidziyah PCNU Wonosobo Arifin Shidiq bersama Rais Syuriyah PCNU Wonosobo KH Abdul Halim. Apel kebangsaan ini dihadiri pula oleh Pengurus PWNU Jawa Tengah, Bupati Wonosobo H Eko Purnomo, Kapolres AKBP M. Ridwan, Dandim 0707 Dwi Hariyanto, Sekda Wonosobo H Eko Sutrisno Wibowo, serta seluruh organisasi sayap NU.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Bersamaan dengan kegiatan tersebut, juga dilaksanakan prosesi pelantikan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Wonosobo periode 2017-2022. Selain Pengurus PCNU, dilanjutkan dengan pelantikan Pengurus Cabang Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu), PC Pagar Nusa, MWCNU Wonosobo, MWCNU Kepil, serta beberapa lembaga NU lainnya. Red: Mukafi Niam?

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Makam, Internasional, Pahlawan VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Senin, 08 Januari 2018

Peserta FSR Ini Optimis Juara, Hafal Aqidatul Awam Secara Kilat

Jombang, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth 

Salah satu peserta Festival Sastra Religi (FSR) 2017, Ahmad Miftahus Sudur mengaku optimis akan mejuarai jenis lomba musabaqah hifdin nadhom Aqidatul Awam.

Semua ndhom Aqidatul Awam telah dikuasai dengan sempurna. Bahkan, santri delegasi dari Pesantren Ngalah Pasuruan ini mengaku tak butuh waktu lama untuk menghafal dan menguasai nadhom kitab Aqidatul Awam itu. 

Peserta FSR Ini Optimis Juara, Hafal Aqidatul Awam Secara Kilat (Sumber Gambar : Nu Online)
Peserta FSR Ini Optimis Juara, Hafal Aqidatul Awam Secara Kilat (Sumber Gambar : Nu Online)

Peserta FSR Ini Optimis Juara, Hafal Aqidatul Awam Secara Kilat

"Alhamdulillah sudah hafal semua mas. Saya ngafalin nadhom kitab Aqidatul Awam itu hanya satu mingguan tapi alhamdulillah hafal," katanya, Jumat (13/10).

Informasi terkait FSR 2017 yang dihelat Pondok Pesantren Mambaul Maarif Denanyar, Jombang ini diakuinya cukup mendadak. Hingga persiapan yang dilakukan para santri Pesantren Ngalah Pasuruan itu, kata Miftahus Sudur, harus ekstra.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Meski begitu, Miftahus Sudur menyatakan, delegasi santri dari pondoknya cukup banyak. Tiap-tiap dari mereka, lanjutnya, sudah siap berkompetisi di ajang bergengsi ini.

"Ada sekitar 12 santri dari pesantren kami. Mereka semua mempersiapkan segala sesuatunya dengan ekstra," beber dia.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Sebgaimana diberitakan sebelumnya, kegiatan Festival Sastra Religi 2017 ini diikuti oleh 1.384 santri dari 357 pesantren se-Jawa Timur.

"Total peserta sebanyak 1.384 santri, dari santri putra 790 dan putri 594 dari 357 pondok pesantren se-Jawa Timur," kata Koordinator Panitia Wilayah Jawa Timur, M. Subaidi Mukhtar.

Ia menjelaskan, FSR kali ini ada tiga kategori (marhalah), yakni marhalah ula, marhalah wustho dan marhalah ulya. Sementara jenis yang dilombakan adalah Qiroatul Kutub dan Hifdin Nadham.

"Beberapa kitab yang harus dibaca dan nadham yang dihafalkan peserta diantaranya Aqidatul Awam, Fathul Qarib, Ihya Ulumuddin, Imriti, Alfiyah dan Tafsir Jalalain," imbuh Wakil Ketua DPRD Jombang ini. (Syamsul Arifin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Jadwal Kajian, Pahlawan VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Selasa, 26 Desember 2017

RS NU Jombang Dikelola Profesional, Kedepankan Pengabdian Sosial

Bermula pada 19 Ramadhan 1429 H/2008 M, ba’da salat Tarawih Pengurus Harian PCNU mengadakan rapat di kediaman Rais Syuriah membicarakan tentang adanya informasi tawaran bantuan pembangunan Rumah Sakit Nahdlatul Ulama (RS NU) Jombang

Setelah dimusyawarahkan, dengan segala pertimbangannya, rapat memutuskan untuk mendelegasikan Rais Syuriyah, Ketua dan Wakil Ketua Tanfidziyah menghadap ke  Menteri Kesehatan di Jakarta untuk memastikan adanya informasi tersebut.  Difasilitasi  H. Achmad Mundzir, pada 22 Ramadhan delegasi PCNU  diterima  Menteri didampingi  ketua PWNU Jatim KH Hasan Mutawakkil Alallah dan ketua PBNU  KH. Hasyim Muzadi.

RS NU Jombang Dikelola Profesional, Kedepankan Pengabdian Sosial (Sumber Gambar : Nu Online)
RS NU Jombang Dikelola Profesional, Kedepankan Pengabdian Sosial (Sumber Gambar : Nu Online)

RS NU Jombang Dikelola Profesional, Kedepankan Pengabdian Sosial

Dalam pertemuan tersebut  Menteri yang didampingi tiga orang Dirjen menyampaikan kepastian adanya bantuan pembangunan Rumah Sakit untuk Nahdlatul Ulama Jombang. Untuk itu, PCNU berkewajiban menyediakan tanah.

Pada  23 Ramadhan di kediaman Ketua Tanfidiyah PCNU dibahas tentang kepastian menerima tawaran menteri tersebut dilanjutkan membahas langkah-langkah mencari lahan tanah yang disyaratkan. Kemudian dari beberapa alternatif tanah yang disurvei baik dari segi kelayakan, prospek maupun harga dan sistem pembayarannya maka diputuskan untuk memproses tanah yang berlokasi di desa Balong Besuk Ceweng Jombang, yang luas keseluruhannya 5900 meter. Harga yang disepakati PCNU dengan pemilik tanah untuk yang 5200 meter adalah Rp 1,5 milyar dan 700 Meter Rp 200.000.000. Total harga tanah seluas 5900 meter adalah Rp. 1.700.000.000 dengan sistem pembayaran bertahap sampai paling akhir 6 bulan, 31 Maret 2009.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Untuk pembayaran tanah, PCNU mengumpulkan tokoh-tokoh dan pengusaha NU pada tanggal 29 Ramadlan

Penyerahan dana pembelian tanah sudah dilaksanakan pada 15 Oktober 2008. Dan pada  25 Oktober 2008 disepakati perjanjian peralihan nama hak milik sertifikat tanah dari pemilik asal ke Jam’iyyah Nahdlatul Ulama Jombang melalui seorang notaris yang ditunjuk dan kemudian diproses di Badan Pertahanan Kab Jombang.

PCNU mengadakan beberapa kali rapat untuk menyusun skema pembayaran pinjaman dan akhirnya memutuskan langkah-langkah sebagai berikut :

Segera melakukan penggalangan partisipasi keluarga besar NU dan para simpatisan melalui gerakan wakaf dengan skema wakaf tanah per 1 meter seharga Rp. 288.450. (dua ratus delapan puluh delapan ribu empat ratus lima puluh rupiah).

Mengajukan bantuan dana hibah pendampingan ke Pemkab Jombang melalui APBD 2009 sesuai dengan prosedur yang ada. dan setelah melakukan komunikasi dengan Ketua DPRD,  Bupati serta Wakil Bupati disepakati adanya komitmen untuk mendapatkan bantuan tersebut pada APBD 2009.

PCNU hanya berkewajiban menyediakan tanah, seluruh proses pembangunan mulai dari perencanaan dan pelaksanaannya dilaksanakan sepenuhnya oleh Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi Jatim sesuai dengan mekanisme yang berlaku.

PCNU dan seluruh jajarannya tidak ikut serta dalam proses pembangunan. Ibaratnya PCNU tinggal menerima kunci bangunan RSNU dari pemerintah apabila sudah jadi.

Bahwa jadwal pelaksanaan pembangunan RSNU menurut informasi dari Pemerintah Pusat dan Pemprov Jatim dimulai akhir bulan proses tender perencanaan Desember pengerjaan fisik dan diperkirakan bulan Agustus 2009 sudah bisa diresmikan, walaupun kemudian pembukaan dan peresmian dilaksanakan pada 10 Maret 2012.

Profil Rumah Sakit Nahdlatul Ulama dapat digambarkan sebagai berikut : Pemilik RSNU adalah Jamiyah Nahdatul Ulama Cabang Jombang, dan bukan atas nama pengurus atau yayasan tersendiri yang dibentuk untuk itu. Sementara legalitas hukum dan keabsahan kepemilikan Jamiyyah NU Cabang Jombang atas RSNU tersebut dibuktikan dengan : kepemilikan tanah RSNU adalah Jam’iyyah NU Jombang, baik sebagai Mauquf alaih atau Mauhub lah. Adapun PCNU Jombang bertindak sebagai nadhir atas tanah tersebut.

Untuk memastikan ke depan supaya tidak terjadi permasalahan-permasalahan dan kemungkinan adanya pembelokan kepemilikan RSNU, maka PCNU telah membentuk tim yang ditugasi untuk mengumpulkan data dan menyusun draft rumusan pedoman dasar yang mengatur tentang pola hubungan kelembagaan antara RSNU dan PCNU, standar manejemen pengelolaan RSNU, standar rekruitmen ketenagaan, standar pengelolaan keuangan dan pertanggung jawabannya.

Hasil rumusan tersebut akan dikaji melalui forum-forum workshop dengan berbagai pihak baik dari internal warga Nahdlatul Ulama dan para ahli dibidangnya. Dan akhirnya Draft tersebut ditetapkan melalui forum musyawarah pleno lengkap PCNU yang dihadiri dan disahkan oleh PWNU dan PBNU.

RS NU akan dikelola secara profesional dengan keunggulan-keunggulan tertentu dengan tetap berprinsip pada pengabdian sosial dan prinsip-prinsip keagamaan Jamiyah Nahdlatul Ulama

Segenap PCNU Jombang mengharap partisipasi dari seluruh jajaran Pengurus dan warga NU di Jombang, para tokoh, jajaran Pemerintah Daerah Kabupaten Jombang untuk sepenuhnya memberikan dukungan dan partisipasi khususnya dalam hal gerakan wakaf tanah.

(bersambung…)

Penulis : Yusuf Suharto

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth News, Pahlawan VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Senin, 25 Desember 2017

Sambut Harlah, IPNU-IPNU Bersih-bersih Alun-Alun

Jember, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Untuk menyambut hari lahir sebuah organisasi, biasanya digelar acara formal-ceremonial. Tapi kali ini beda. Sejumlah pengurus IPNU-IPPNU Kabupaten Jember, sejak hari Ahad sampai Selasa (27-30/1) menggelar aksi sosial di alun-alun kota Jember. 

Sebanyak duapuluhan orang pengurus IPNU-IPPNU yang masing-masing membawa kresek plastik, sejak pagi mereka memungut sampah yang berserakan di alun-alun. Aksi sosial tersebut akan dilakukan setiap hari Minggu hingga mencapai puncak Harlah IPNU-IPPNU tanggal 16-17 Maret mendatang. 

Sambut Harlah, IPNU-IPNU Bersih-bersih Alun-Alun (Sumber Gambar : Nu Online)
Sambut Harlah, IPNU-IPNU Bersih-bersih Alun-Alun (Sumber Gambar : Nu Online)

Sambut Harlah, IPNU-IPNU Bersih-bersih Alun-Alun

“Sekarang pesertanya hanya 20-an orang karena kebetulan ada acara lain yang waktunya bersamaan, tapi hari Minggu depan, bisa bertambah yang bersih-bersih sampah,” tukas Ketua IPNU Cabang Jember, Andre Irawan kepada VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Menurut Andre, pihaknya menaruh perhatian besar terhadap kondisi lingkungan. Apalagi musim penghujan saat ini kerap menyebabkan banjir di mana-mana. Selain rentan menimbulkan genangan air, sampah juga tidak elok dipandang mata. 

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

“Makanya kami sepakat untuk kerja bakti tiap hari Minggu, membersihkan sampah  sampah buatan manusia seperti plastik, daun-daun, bungkus dan sebagainya,” jelasnya.

Hal senada juga diungkapkan Ketua IPPNU Cabang Jember, Hanifatul Maghfirah. Menurutnya, masyarakat perlu disadarkan betapa pentingnya membuang sampah pada tempatnya. Dikatakannya, sejauh ini tingkat kedisiplinan warga dalam menjaga kebersihan masih rendah, sehingga membuang sampah seenaknya. 

“Sebenarnya konsepnya sudah jelas, kebersihan adalah sebagian dari iman, tapi pelaksanaannya sulit,” ucapnya. 

Redaktur     : Hamzah Sahal

Kontributor  : Aryudi A. Razaq 

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Pahlawan, Nasional VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Senin, 18 Desember 2017

Kembangkan BUMDes untuk Tumbuhkan Ekonomi Desa

Jakarta, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi perdesaan, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) mengkapitalisasi sumber daya desa melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

Dirjen Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (PPMD), Ahmad Erani Yustika mengatakan, pendirian BUMDes memiliki alasan yuridis formal yang menjadi amanat dari Undang-Undang Desa.

Kembangkan BUMDes untuk Tumbuhkan Ekonomi Desa (Sumber Gambar : Nu Online)
Kembangkan BUMDes untuk Tumbuhkan Ekonomi Desa (Sumber Gambar : Nu Online)

Kembangkan BUMDes untuk Tumbuhkan Ekonomi Desa

"Di tengah situasi perekonomian di desa saat ini, ? yang kita lakukan adalah mendorong lahir dan berkembangnya BUMDes. Ini adalah upaya kita untuk mengkapitalisasi sumber daya desa," ujar Erani, Jumat (15/7).

Erani melanjutkan, alasan lain didirikannya BUMDes adalah upaya agar keluar dari situasi yang penuh masalah. Menurutnya, ? warga desa selama ini selalu berhadapan dengan kondisi yang penuh dramatis. Misalnya saat terjadinya gagal panen, terjadinya Pemutusan Hubungan Karyawan (PHK) dan sebagainya.

"Ada beberapa hal yang harus kita kawal, salah satunya adalah bagaimana cara kita agar bisa menumbuhkan geliat ekonomi perdesaan. Kita mencoba keluar dari situasi yang penuh masalah, di mana BUMDes memiliki peluang untuk mengkapitalisasi sumber daya dan mengurangi dampaknya," ujarnya.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Terkait hal tersebut, Menteri Desa PDTT, Marwan Jafar mengatakan, menggeliatnya ekonomi di desa akan berdampak pada peningkatan kebutuhan lembaga keuangan. Untuk itu, BUMDes dan BUMADes (BUMDes antar Desa) di kawasan perdesaan dapat dimanfaatkan untuk menjadi salah satu unit usaha, yang memberikan permodalan kepada pelaku usaha di desa.

Menurutnya, hal tersebut tertuang dalam UU No 6 Tahun 2014 tentang Desa pasal 23, yakni salah satu jenis usaha BUMDes adalah Bisnis Keuangan (Financial Business) yang memenuhi kebutuhan usaha-usaha skala mikro yang dijalankan oleh pelaku usaha ekonomi Desa. Misalnya memberikan akses kredit dan peminjaman yang mudah diakses oleh masyarakat desa.

"Saat ekenomi di desa menggeliat, masyarakat mulai berpikir untuk menyimpan uangnya sebagai salah satu upaya investasi, serta mengajukan pinjaman sebagai modal usaha. Sehingga akan terjadi perputaran uang di daerah," ujarnya.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Selain itu lanjut Marwan, sarana dan pra sarana teknologi informasi dan komunikasi desa juga harus ditingkatkan, untuk memudahkan masyarakat dalam menjangkau fasilitas perbankan. Misalnya mobile banking, sms banking, dan internet banking.

?"Kita juga mendorong ? perbankan untuk mendirikan cabang, minimal 1 kecamatan memiliki satu cabang bank," ujarnya. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Ahlussunnah, Pahlawan, Anti Hoax VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Rabu, 06 Desember 2017

Maunah Ketahanan Fisik Ketua Umum PBNU

Mustasyar PBNU KH Ahmad Mustofa Bisri mengggambarkan KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) sebagai “kiai unta”. Maksudnya ialah kiai yang tahan bepergian jauh ke desa terpencil, kota kecil atau kota besar, bahkan lintas negara.?

KH Abdul Mun’im DZ pada tulisan Gus Dur Mengabdi mendeskripsikan cucu Hadratussyekh KH Hasyim Asy’ari itu begini:? ?

Maunah Ketahanan Fisik Ketua Umum PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Maunah Ketahanan Fisik Ketua Umum PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)

Maunah Ketahanan Fisik Ketua Umum PBNU





“Suatau hari, di tahun 1985, Gus Dur mengunjungi sahabatnya, KH Muhammad Jinan di gunung Balak, Lampung. Setelah naik bus Jakarta-Lampung, lalu naik angkot, ia meneruskan dengan berjalan kaki sepanjang empat kilo meter. Jalan menuju pesantren memang hanya setapak. Coba bayangkan, Gus Dur jalan kaki dengan badan tambun, kacamata tebal, sementara jalan berbatu. Tapi Gus Dur menjalaninya dengan enteng, bahkan ceria.”

Begitu juga Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj. Menurut sekretaris pribadinya, Kiai Said memiliki tiga kamar, yaitu kamar di rumah, di mobil, dan di pesawat terbang.?

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Acara yang dihadiri pun bervariasi, mulai dari pelantikan pengurus NU dari tingkat cabang hingga wilayah, pengajian, seminar, sampai acara pernikahan atau silaturahim. Dalam satu hari Kiai Said bisa menghadiri acara di beberapa tempat. Bahkan, sehari pernah melakukan lima kali perjalanan pesawat.?

Bagaimana dengan aktivitas tokoh NU awal-awal organiasi didirikan? Sepertinya sama saja. Malah lebih harus ekstra keras. Dengan alat transportasi dan komunikasi yang tentu saja masih sulit, juga ongkos perjalanan, waktu itu para tokoh NU harus berjuang keras mengkonsolidasi kiai-kiai NU dan pesantren di daerah-daerah dengan jarak berjauhan.?

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Bukti kesibukan dari konsolidasi mereka, pada Muktamar NU keempat di Semarang, Jawa Tengah pada 1929, NU telah memiliki 67 Cabang, terbentang dari Madura hingga ujung Banten, Menes.?

Keberhasilan itulah yang membuat KH Wahid Hasyim berdecak kagum, dan memantapkan diri turut serta di NU. Menurut dia, NU memang didirikan para orang tua, tapi dalam waktu sepuluh tahun mampu membentuk ratusan cabang dan tak hanya di pulau Jawa. NU memiliki gerak cepat daripada organisasi pemuda waktu itu, yang dalam rentang waktu yang sama hanya bisa membentuk beberapa cabang di beberapa keresidenan yang berdekatan. NU memang didirikan orang tua, tapi geraknya melebihi anak muda. Begitu kesimpulan Kiai Wahid setelah mengamati selama empat tahun.? ?

Sepak terjang pada masa itu, tentu kita ingat akan konsolidasi Kiai Wahab Chasbullah, yang menurut Choirul Anam, bisa dikatakan tak pernah tidur, saking padat aktivitasnya. Kiai Wahab sibuk mengkader anak muda, mengajar, berdebat, konsolidasi NU, sowan kepada kiai yang lebih tua, bersilaturahim dengan sesama temannya. Di samping itu, menurut KH Saifuddin Zuhri, Kiai Wahab tidak lupa memberikan oleh-oleh perjalanan untuk keluarganya, termasuk membetulkan petromaks yang rusak.? ?

Di samping risiko-risiko lain, paling tidak, risiko kesibukan itulah yang selalu dialami Ketua Umum PBNU di periode mana pun. Termasuk periode 2000-2010 dengan Ketua Umum KH Hasyim Muzadi. Kesibukannya didokumentasikan dengan apik pada Uang Koin; Keping Cerita Kiai Hasyim Muzadi yang ditulis sekretaris pribadinya, Muhammad Ghozi Alfatih.





Ketahanan fisik adalah maunah? ?

Setahu saya, tidak pernah ada agenda senam kebugaran khusus untuk tokoh-tokoh NU, misalnya Ketua umum PBNU sekarang, Kiai Idham Chalid, Gus Dur, termasuk KH Hasyim Muzadi.? ?

Saat menjadi Ketua Umum PBNU, Kiai Hasyim menjalani rutinitas yang tidak normal. Pagi hari, sebelum jam kantor dimulai, ia biasanya menerima tamu di rumah. Lalu berangkat ke kantor PBNU untuk mengurusi tugas-tugas organisasi yang seringkali berakhir saat larut malam. Itu pun kerap diselingi acara-cara di luar kantor yang mengharuskan Kiai Hasyim menyampaikan ceramah di lebih dari satu tempat dengan topik pembicaraan yang berbeda-beda. Umumnya sampai rumah pukul sebelas malam. Itu pun belum langsung istirahat karena sudah ada tamu yang menunggu. (hal.65)

Barulah sekitar jam satu malam, Kiai Hasyim bisa istirahat. Tiga jam kemudian, ia sudah harus berangkat ke bandara, ke luar kota atau luar negeri untuk menghadiri acara.?

Mendapati rutinitas semacam itu, malah sang sekretaris Kiai Hasyim yang meminta istirahat di hari berikutnya. Sementara dia tetap menjalankan aktivitas sesuai yang dijadwalkan. Padahal aktivitas itu bukan urusan bisnis atau dinas yang sudah jelas ongkosnya. Kiai Hasyim malah harus mengeluarkan kocek sendiri.?

“Bukan saya orang hebat. Tuhan yang memberi ma’unah (pertolongan). Badan saya biasa saja, sama seperti orang lain. Bisa kuat karena Tuhan yang menguatkan,” jelas Kiai Hasyim menjelaskan kekuatan fisiknya.?

“Bagaimana mungkin saya bisa menjaga lisik? lstirahat hanya sebentar. Olahraga tidak pernah. Makan juga sembarangan dan tidak teratur. Tanpa ma’unah Allah, saya tidak akan bisa apa-apa.”?

“Mungkin karena dipakai keliling untuk ngurusi umat, ngurusi persoalan masyarakat, akhirnya Allah memberi kemampuan fisik lebih kepada saya."?

“Seandainya badan cuma dipakai jalan-jalan, pelesiran, mungkin jadinya malah gampang masuk angin."?

“Saya ini kalau berhari-hari tidak ke mana-mana kadang justru mudah sakit," kelakar beliau. (hal. 67)?

Aktivitas semacam itu memang tidak selamanya membuat Kiai Hasyim sehat-sehat saja. Karena menjalani aktivitas padat yang mengharuskannya berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat lain yang berjarak puluhan hingga ratusan kilometer, sebagai manusia biasa, ia harus dilarikan ke rumah sakit. Lantaran benar-benar kelelahan usai menghadiri acara atau menyampaikan ceramah yang sambung menyambung di berbagai daerah, ia harus istirahat total sehari dua.

Risiko ke rumah sakit dan risiko-risiko lain tentu selalu ada. Bahkan risiko kematian akibat kecelakaan atau lainnya. Ambil contoh KH Wahid Hasyim, ia wafat di perjalanan ketika akan menuju Sumedang pada 1953. Salah satu agenda ke tempat itu ia mensosialiasikan NU yang telah menjadi partai, hasil Muktamar NU Palembang tahun 1952.?

Tentu tidak hanya melulu soal kesibukan Kiai Hasyim di buku itu. Ada humor, catatan masa muda yang penuh teladan, pengalaman spiritual, serta pandangan-pandangan keislamaan dan kebangsaan jam’iyyah NU yang diwakilinya. Semuanya disajikan dengan cara yang ringan dan sederhana sehingga mudah dicerna.?

Buku semacam ini harus diperbanyak, untuk cermin keteladanan generasi muda NU, umat Islam dan bangsa Indonesia.?

Judul : Uang Koin; Keping Cerita Kiai Hasyim Muzadi?

Penulis : Muhammad Ghozi Alfatih

Penerbit ? ? ? ? : Kompas

Cetakan : Pertama, 2017

ISBN : 978-602-412-299-7

Peresensi : Abdullah Alawi

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Warta, Berita, Pahlawan VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Sabtu, 18 November 2017

Organisasi Kader Tak Boleh Dikelola Asal Kumpul

Serang,VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Pimpinan Wilayah Fatayat NU Banten, pada Ramadhan tahun ini melakukan Latihan Kader Lanjutan (LKL) bagi seluruh pengurus dan Cabang se-provinsi tersebut. Hal ini dilakukan sebagai pemenuhan tuntutan kader yang harus dilaksanakan Pimpinan Wilayah.

“Kegiatan itu untuk memperjelas arah organisasi mulai dari visi, misi, nilai dan peran-perannya; bagaimana kesalingterhubungan dan penerapannya,” kata Pimpinan Wilayah Fatayat NU Banten Hj Miftahul Janah melalui  siaran pers yang diterima VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Ahad (5/7).

Organisasi Kader Tak Boleh Dikelola Asal Kumpul (Sumber Gambar : Nu Online)
Organisasi Kader Tak Boleh Dikelola Asal Kumpul (Sumber Gambar : Nu Online)

Organisasi Kader Tak Boleh Dikelola Asal Kumpul

Menurut dia, organisasi seperti Fatayat NU tidak boleh dikelola dengan sporadis, asal kumpul dan yang penting jalan, namun harus ditangani dengan penuh tanggung jawab.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Perempuan yang akrab disapa Mbak Mifta ini menambahkan, ada tangung jawab yang lebih besar dari organisasi dan kader terhadap ketercapaian dan arah komponen-komponen di atas. Juga terdapat hubungan timbal balik antara organisasi dan kader.

“Kader memerlukan perangkat organisasi yang jelas dan tertib dan organisasi membutuhkan kader yang visioner, mau bekerja dan mengerti prinsip-prinsip dalam berorganisasi,” tegasnya.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

LKL Fatayat NU Banten dilaksanakan pada Rabu 1 Juli 2015/14 Ramadlan 1436 H di gedung PWNU Banten di Kota Serang. Pada kesempatan itu, hadir Ketua PWNU Banten H Makmur Masyhar. Ia menyampaikan sambutan dan membuka acara.

Dari Pimpinan Pusat Fatayat NU, hadir Hj. Margaret Aliyatul Maimunah yang memberikan materi pengkaderan. Narasumber lain yaitu intelektual muda NU Banten, KH Subhan Mughni. Ia menyampaikan khittah nahdliyah sebagai guidance perjuangan ke-NU-an bagi seluruh kader Fatayat NU di masyarakat. Sementara Ufi Ulfiah sebagai fasilitator.

Mifta berharap, LKL ini memiliki dampak positif dalam penguatan kaderisasi dan peningkatan kapasitas kader, berkembangnya organisasi menjadi lebih maju atau mampu berada dalam tahapan organisasi berkelanjutan.

Secara khusus, sambung dia, kegiatan ini bertujuan mereview dan merefleksi Fatayat NU Banten, meningkatkan kapasitas pengurus wilayah dan cabang dalam mengembangkan organisasi Fatayat NU di wilayah masing-masing. Serta menghimpun masukan untuk proses pengkaderan Fatayat NU di masing-masing kabupaten dan kota. (Red: Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Pahlawan, Sejarah, Hikmah VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Kamis, 16 November 2017

1500 Warga Nahdliyin Mudik Kembali Mudik Gratis dari PKB

Jakarta, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Warga Nahdliyin kembali menikmati mudik gratis bersama menyusul mudik bareng PBNU, Ahad (12/7). Kali ini mudik bareng difasilitasi Partai Kebangkitan Bangsa. Kurang lebih 1500 orang turut serta dalam program mudik bareng PKB yang berangkat, Senin, 13 Juli 2015.

1500 Warga Nahdliyin Mudik Kembali Mudik Gratis dari PKB (Sumber Gambar : Nu Online)
1500 Warga Nahdliyin Mudik Kembali Mudik Gratis dari PKB (Sumber Gambar : Nu Online)

1500 Warga Nahdliyin Mudik Kembali Mudik Gratis dari PKB

Pantauan VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth, 30 armada bus berkapasitas 60 orang tampak terparkir rapi di seputar Tugu Proklamasi, Jakarta Pusat. Para pemudik pun berlalu lalang dengan bawaan beraneka macam. Rerata tas panggul dan kardus di kedua tangan sebagai oleh-oleh bagi keluarga di kampung halaman.

Salah seorang pemudik, Noviana, ibu muda asal Surakarta bercerita, ia ikut mudik bareng lantaran kedua anaknya sudah pulang ke rumah neneknya beberapa hari lalu. "Saya sendirian, suami masih ada kerjaan di Jakarta. Jadi, mudiknya nanti menyusul," ujarnya. 

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Novi mengaku baru sekali ini ikut mudik bareng PKB. "Itu juga saya tahunya sudah mepet. Dapat kabar dari teman. Mestinya, kalau sosialisasinya jauh hari sebelumnya, mungkin yang ikut akan banyak," tandasnya.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Sementara itu, pria asal Tasikmalaya mengaku mudik ke Wonogiri. Bersama anak perempuannya yang masih SD, pria yang tidak bersedia disebut namanya ini mudik ke rumah mertua. "Karena istri saya masih ada kerjaan di Jakarta. Jadinya tanggung, sayang kalau ditinggal (kerjaannya-red)," ungkapnya.

Ia mengaku sudah biasa mudik ke Wonogiri tanpa dibarengi istrinya. "Saya senang merayakan di kampung istri. Sebab, pasti ramai. Ada kegiatan takbir keliling dari remaja masjid dan musholla. Anak saya senang banget lihat acara itu," jelasnya.

Mudik bareng PKB yang dipusatkan di Tugu Proklamasi dilepas Sekjen PKB Abdul Kadir Karding. "Pak ketua umum lagi ada acara. Jadi, saya yang mewakili. Saya nitip salam buat keluarga di rumah. Semoga perjalanan lancar, aman, dan nyaman," ujar Karding di hadapan ribuan pemudik.

Bagi Karding, mudik merupakan tradisi sakral yang dimiliki bangsa Indonesia. Pihaknya merasa terpanggil untuk membantu masyarakat khususnya warga Nahdliyin yang susah mendapat tiket. "Apalagi tren harga tiket mengalami kenaikan signifikan," ujarnya.

Beberapa pengurus teras PKB tampak hadir dalam pelepasan pemudik, antara lain KH Abdul Ghafur. Tampak juga artis yang juga kader PKB Arzetty Bilbina. Wartawan media cetak dan media online sibuk mengabadikan momen pemberangkatan "mudik berkah" ini. (Musthofa Asrori/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Pahlawan, Halaqoh VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Selasa, 14 November 2017

Jelang Pilkada Serentak, PCNU Sumenep Adakan Istighotsah Akbar

Sumenep, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Semakin dekatnya gelaran pilkada serentak yang diikuti eskalasi politik yang kian memanas, PCNU Sumenep, Madura, Jawa Timur menggelar acara bertajuk ‘Istighatsah Akbar Demi Keselamatan Sumenep’.

Acara yang digelar di halaman masjid Jamik Sumenep, Jumat (4/12) pukul 14.00 sampai selesai diikuti ribuan warga Kabupaten Sumenep.

Jelang Pilkada Serentak, PCNU Sumenep Adakan Istighotsah Akbar (Sumber Gambar : Nu Online)
Jelang Pilkada Serentak, PCNU Sumenep Adakan Istighotsah Akbar (Sumber Gambar : Nu Online)

Jelang Pilkada Serentak, PCNU Sumenep Adakan Istighotsah Akbar

Menurut ketua panitia acara Istighotsah, A Kurdi, kegiatan ini setidaknya diikuti 5000 jamaah baik dari warga NU maupun masyarakat umum yang peduli dengan keselamatan dan keamanan pilkada pada tanggal 9 Desember 2015 nanti.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Tidak ada sambutan dari panitia dan pengurus NU. Satu-satunya sambutan disampaikan oleh Kapolres Sumenep, AKBP Rendra Radita Dewayana. Dalam sambutannya, Rendra menyampaikan agar warga Sumenep ikut mendukung pilkada damai, menjaga ketenangan dan keamanan bersama baik sebelum pilkada digelar maupun sesudahnya.

Hujan yang turun sebelum acara dilaksanakan seakan menambah khusyu Istighotsah yang dipimpin KH Thayfur Aliwafa dan doa yang dipimpin langsung Rais Syuriyah PCNU Sumenep KH A Basyir AS.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Tampak hadir diantara jamaah dua pasangan calon yang akan memperebutkan kursi kepala daerah Sumenep periode 2015-2020, yakni pasangan Busyo-Fauzi dan Zainal-Eva. (Dayat/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Pahlawan VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Jumat, 10 November 2017

Generasi Muda NU Tutup 3 Minimarket Ilegal di Tasikmalaya

Tasikmalaya, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Aktivis muda dari berbagai organisasi NU mengadakan audiensi dengan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Komisi I, II, II dan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait di Ruang Paripurna DPRD Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat. Mereka menuntut minimarket ilegal yang kembali marak ditutup lagi.

Audiensi yang berlangsung Kamis (1/10) diikuti antara lain dari Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU),  Gerakan Pemuda Ansor, Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU), Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia(PMII), Gusdurian Tasikmalaya, DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Tasikmalaya, BEM STIE Cipasung. Mereka menamakan dirinya Forum Pembela Ekonomi Rakyat (FPER).

Generasi Muda NU Tutup 3 Minimarket Ilegal di Tasikmalaya (Sumber Gambar : Nu Online)
Generasi Muda NU Tutup 3 Minimarket Ilegal di Tasikmalaya (Sumber Gambar : Nu Online)

Generasi Muda NU Tutup 3 Minimarket Ilegal di Tasikmalaya

Pada 4 Januari 2015 lalu FPER mengadakan audiensi dan menuntut DPRD dan SKPD terkait untuk menutup 16 minimarket ilegal. Penutupan ternyata tak dipatuhi sepenuhnya. Setidaknya ada 3 minimarket ilegal yang berjejaring dengan Indomart mulai beroperasi, yaitu di Cintaraja (Kecamatan Singaparna), Kecamatan Sisayong dan Kecamatan Manonjaya.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Untuk kasus di Cintaraja, pengoperasian minimarket ilegal berujung pada penebangan pohon yang dilindungi pemerintah provinsi setempat. Dalam urusan ini, Koordinator FPER Asep Abdul Ropik mengaku telah mengundang SKPD terkait dan mengklarifikasi penebangan pohon di depan minimarket ilegal di Cintaraja dengan menghadirkan kepala desa Cintaraja.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Sekretaris GP Ansor Kabupaten Tasikmalaya itu juga mengatakan bahwa audiensi tersebut menghasilkan pembekuan 3 minimarket ilegal yang telah  melanggar  Peraturan  Daerah (Perda) Nomor 6 Tahun 2014 tentang penataan dan pembinaan pasar tradisional, pusat pembelajaran dan toko modern terkait perizinan dan lain lain.

Pertemuan juga mempertegas jam operasi minimarket yang sudah berizin agar menaati Peraturan Bupati (Perbup) terkait toko modern atau minimarket. Para aktivis NU itu juga merekomendasikan adanya kajian ulang terhadap Perda dan Perbup karena belum terdapat aturan pembatasan toko modern yang merusak ekonomi rakyat di tiap kecamatan.

“Dan juga menata ulang persoalan definisi dan seluruh yang berkaitan dengan tata kelolanya terkait pasar tradisional dan zonasi yang telah diatur dalam Perda RTRW (Rencana Tata Ruang Wilayah),” terusnya.

“Dan untuk penebangan pohon yang didepan Indomart ilegal di Cintaraja kami meminta dinas terkait dalam hal ini Dinas Bina Marga, lingkungan hidup, hutan dan kebun, dan sebagainya, agar tegas melakukan tufoksinya yaitu pengawasan terhadap aset daerah,” tegas Ropik. (Husni Mubarok/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Ahlussunnah, Pahlawan VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Kamis, 02 November 2017

Pesantren Sangat Kaya Epistimologi

Yogyakarta, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Epistimologi pesantren berbeda dengan epistimologi ilmu sosial, humaniora, dan eksak. Dalam bidang keilmuan tersebut, apa yang disebut sebagai realitas adalah sesuatu yang ditangkap oleh pancaindra. Sedangkan epistimologi pesantren ‘alam mulki wal jabarut dan ‘alam malakut juga dipandang sebagai realitas.

Hal ini yang dikemukakan Mustafied, Ketua Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Komisariat Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, pada Kamis (13/6).

Pesantren Sangat Kaya Epistimologi (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren Sangat Kaya Epistimologi (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren Sangat Kaya Epistimologi

Dalam acara bedah buku yang bertempat di ruang teatrikal Uhsuludin dan Pemikiran Islam UIN Sunan Kalijaga itu, dia memaparkan bahwa pesantren kaya akan epistimologi.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

“Epistimologi pesantren itu sebenarnya sangat kaya. Ada dalil waqi’i atau realitas, dalil ‘aqli atau rasio dan dalil ilhami atau wahyu,” paparnya.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

“Di pesantren, kultur yang berkembang, ilmu itu dari Allah. Oleh karena itu, maka ta’allum, tadarus (belajar, red.) bukan variabel yang dominan di pesantren,” ungkapnya, menjelaskan proses pemerolehan ilmu yang ada di pesantren.

Dalam kesempatan tersebut, pihaknya juga menuturkan bahwa hal yang paling menentukan dalam pemerolehan ilmu di pesantren adalah niat serta ketaatan santri pada kiai atau ustadznya.

Namun pihaknya juga memberi pandangan kritis soal relevansi dari epistimologi ala pesantren itu, ”Pertanyaannya adalah, apakah epistimologi itu masih relevan dipertahankan? Ini perlu segera dijawab. Karena jika tidak, pesantren akan terombang-ambing,” imbuhnya.

Redaktur      : Abdullah Alawi

Kontributor  : Nur Hasanatul Hafshaniyah  

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Berita, Pahlawan, RMI NU VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Rabu, 27 September 2017

Kunjungi Tebuireng, Menkes Resmikan Bakti Kesehatan Nasional

Jombang, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth - Menteri Kesehatan RI Nila F Moeloek mengunjungi Pesantren Tebuireng Jombang, Sabtu (11/3). Ia hadir dalam rangka pembukaan bakti kesehatan nasional telinga, pendengaran, dan mata yang digagas Perhimpunan Dokter Spesialis THT Bedah Tenggorok Indonesia (Perhati KL).

Ketua Umum Pengurus Pusat Perhati KL Soekirman Soekin menuturkan, kegiatan ini melibatkan 200 dokter spesialis THT dan mata yang datang dari berbagai daerah. "Dalam tiga hari ke depan, tim kami akan melakukan kegiatan bersih-bersih telinga (BBT) bagi 5.000 santri," ujar Soekirman.

Kunjungi Tebuireng, Menkes Resmikan Bakti Kesehatan Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)
Kunjungi Tebuireng, Menkes Resmikan Bakti Kesehatan Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)

Kunjungi Tebuireng, Menkes Resmikan Bakti Kesehatan Nasional

Selain BBT Persatuan Dokter Mata Indonesia (Perdami) juga akan melakukan operasi katarak bagi 30 pasien. "Kami berterima kasih atas dukungan kolega dari Perdami yang turut bergabung dan meramaikan bakti kesehatan nasional ini," imbuhnya.

Menkes Nila Moeloek mengapresiasi kegiatan yang digelar oleh Perhati KL. Pasalnya, selama ini banyak anak yang mengalami gangguan pendengaran karena kotoran telinganya sudah mengeras. "Kotoran atau serumen tersebut bisa dikeluarkan dengan bantuan dokter THT," kata guru besar Universitas Indonesia tersebut.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Selain kotoran dan kebisingan, telinga anak-anak saat ini juga terancam gangguan akibat pemakaian gawai (gadget). "Saya tadi ke sini mengajak cucu saya, agar dia bisa lihat pesantren. Tapi, sepanjang jalan, kupingnya malah ditutup gadget untuk mendengarkan musik," tutur Nila.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Menkes juga mengingatkan potensi gangguan penglihatan yang dialami masyarakat Jawa Timur. "Angka kebutaan dan katarak di Jatim tertinggi di Indonesia, sekitar 4,4 persen. (angka ini) tertinggi secara nasional," kata dokter spesialis mata ini.

Selain meresmikan bakti kesehatan nasional, Menkes Nila juga menyerahkan secara simbolik 2,5 ton makanan tambahan bagi 1.400 santri Tebuireng. Juga, bantuan 500 alat bantu dengar yang diberikan oleh Starkey Foundation dan THT Promotif Kit dari BPJS Kesehatan.

Di tempat sama, KH Salahuddin Wahid (Gus Sholah) menyampaikan terima kasih atas dipilihnya Pesantren Tebuireng sebagai tuan rumah bakti kesehatan nasional ini. Gus Sholah juga mengatakan, peran pesantren dalam pembangunan bidang kesehatan, termasuk dalam kampanye keluarga berencana dan larangan merokok.

"Pesantren Tebuireng juga telah lama memelopori larangan merokok di lingkungan pesantren," kata adik kandung Gus Dur ini.

Tampak hadir dalam kunjungan Menkes, Kepala Dinas Kesehatan Jawa Timur Kohar Hari Santoso, Wakil Bupati Jombang Mundjidah Wahab, dan mantan Kepala Dokter Kepresidenan dr. Umar Wahid. Juga jajaran direksi BPJS Kesehatan dan Direktur RSUD Jombang Pudji Umbaran. (Ibnu Nawawi/Alhafiz K)Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Makam, Pahlawan, Cerita VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Jumat, 15 September 2017

Ketua Umum PB PMII Tak Sepakat PMII Jadi Banom NU

Jakarta, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Ketua Umum Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII) Addin Jauharudin menyayangkan sikap dan peryataan para pemimpin NU yang menghendaki PMII kembali menjadi Badan Otonom (Banom) NU, namun tidak pernah ikut terlibat dan turun tangan dalam setiap kerja-kerja bersama PMII.

“PMII dan NU merupakan organisasi yang sejajar dan saling memperkuat satu sama lain. Bukan saling melemahkan dan menjadikan PMII sebagai underbow NU,” kata Addin di Jakarta, Jumat (30/5).

Ketua Umum PB PMII Tak Sepakat PMII Jadi Banom NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketua Umum PB PMII Tak Sepakat PMII Jadi Banom NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketua Umum PB PMII Tak Sepakat PMII Jadi Banom NU

Dia menegaskan, ada banyak pertimbangan PMII menyatakan independen dari NU pada tahun 1972. Salah satunya karena NU menjadi partai politik, sehingga PMII tidak leluasa dalam melakukan perjuangan sesuai dengan idealisme dan kreatifitas mahasiswa dan pemuda.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

“PMII memang dilahirkan dari rahim NU, di saat NU menjadi partai politik,” ujarnya.

Namun, menurutnya, deklarasi independen tersebut sejatinya bukan berarti independen dalam arti sepenuhnya. Sebab, pada awal tahun 1990-an PMII kembali menegaskan bahwa independensi PMII hanya secara organisatoris.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

“Selebihnya PMII-NU merupakan satu kesatuan dalam pengamalan dan perjuangan menegakkan Islam yang ramah dan toleran, Islam rahmatan lil alamin dan berhaluan Ahlusunnah wal Jamaah. Baik secara kultur, pendidikan, pandangan kebangsaan, kenegaraan dan sebagainya,” tandasnya.

Bahkan, sambung Addin, dalam proses kaderisasi bisa dikatakan PMII selangkah lebih maju daripada NU. “PMII lebih terbuka dan adaptatif bahkan senantiasa melakukan proses dialektika terhadap berbagai perkembangan budaya dan pemikiran yang ada,” pungkasnya.

Sebelumnya, Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj menyampaikan imbauan agar PMII kembali ke pangkuan NU dengan kembali menjadi Banom NU.

“Independensi (PMII) itu kan saat NU menjadi Partai Politik, sekarang kan NU bukan Parpol. Maka kembalilah,” kata Kiai Said di Jakarta, Kamis (29/5).

Imbauan itu disampaikan Kiai Said menjelang Kongres PMII XVIII, yang dibuka pada Jumat hari ini 30 Mei 2014 di Gedung Olahraga Kota Baru Jambi, dan bakal berlangsung hingga 7 Juni 2014 di Asrama Haji Jambi. (Abdul Hady/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth News, Pahlawan, Doa VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Kamis, 14 September 2017

Kisah Hasan al-Bashri Melihat Orang Pacaran

Suatu hari di tepi sungai Dajlah, Hasan al-Basri melihat seorang pemuda duduk berdua-duaan dengan seorang perempuan. Di sisi mereka terletak sebotol arak. Kemudian Hasan berbisik dalam hati, “Alangkah buruk akhlak orang itu dan alangkah baiknya kalau dia seperti aku!”

Tiba-tiba Hasan melihat sebuah perahu di tepi sungai yang sedang tenggelam. Lelaki yang duduk di tepi sungai tadi segera terjun untuk menolong penumpang perahu yang hampir lemas karena karam. Enam dari tujuh penumpang itu berhasil diselamatkan.

Kisah Hasan al-Bashri Melihat Orang Pacaran (Sumber Gambar : Nu Online)
Kisah Hasan al-Bashri Melihat Orang Pacaran (Sumber Gambar : Nu Online)

Kisah Hasan al-Bashri Melihat Orang Pacaran

Kemudian dia berpaling ke arah Hasan al-Basri dan berkata, “Jika engkau memang lebih mulia daripada saya, maka dengan nama Allah, selamatkan seorang lagi yang belum sempat saya tolong. Engkau diminta untuk menyelamatkan satu orang saja, sedang saya telah menyelamatkan enam orang.”

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Bagaimanapun Hasan al-Basri gagal menyelamatkan yang seorang itu. Maka lelaki itu bertanya padanya. “Tuan, sebenarnya perempuan yang duduk di samping saya ini adalah ibu saya sendiri, sedangkan botol itu hanya berisi air biasa, bukan anggur atau arak.”

Hasan al-Basri tertegun lalu berkata, “Kalau begitu, sebagaimana engkau telah menyelamatkan enam orang tadi dari bahaya tenggelam ke dalam sungai, maka selamatkanlah saya dari tenggelam dalam kebanggaan dan kesombongan.”

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Lelaki? itu menjawab, “Mudah-mudahan Allah mengabulkan permohonan tuan.”

Semenjak itu, Hasan al-Basri semakin dan selalu merendahkan hati bahkan ia menganggap dirinya sebagai makhluk yang tidak lebih daripada orang lain.

Yusuf Suharto

(Dikutip dengan beberapa penyesuaian dari "Hikmah dari Timur" karya Idries Shah)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Budaya, Pahlawan VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock