Tampilkan postingan dengan label Nusantara. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nusantara. Tampilkan semua postingan

Rabu, 21 Februari 2018

Kisah di Balik Proses Kreatif Terciptanya Lambang NU

Di balik citra dan kewibawaan lambang NU karya KH Ridlwan Abdullah (1884-1962) yang dapat kita lihat sekarang, ternyata sejarah pembuatannya menyimpan pula kisah dan makna yang sangat dalam dan menarik untuk kita ketahui. Tidak seperti proses kreatif lahirnya karya seni pada umumnya yang kebanyakan sekedar mengandalkan daya imajinasi dan kecerdasan kognitif belaka, namun tidak hanya atas dasar dua daya itu lambang NU berhasil diciptakan. Di samping mengerahkan daya imajinasinya, KH Ridlwan Abdullah juga menggerakkan kekuatan spiritualnya. Bahkan aspek yang terakhir ini yang memegang peranan terpenting di balik terciptanya lambang NU. ? ? ?

Bermula dari persiapan penyelenggaraan Muktamar ke-2 NU di Surabaya, Kiai Ridlwan Abdullah ditugasi oleh KH Wahab Chasbullah selaku ketua panitia waktu itu untuk membuat lambang NU. Penunjukan Kiai Ridlwan ? dalam pembuatan lambang NU ini mengingat Kiai Ridlwan memang sudah dikenal pandai menggambar dan melukis. Namun terhitung sejak penugasan itu hingga satu setengah bulan Kiai Ridlwan mencoba membuat sketsa lambang NU bahkan sampai berkali-kali belum berhasil juga, padahal muktamar sudah diambang pintu sehingga sampai sempat mendapat "teguran" KH Wahab Chasbullah.

Kisah di Balik Proses Kreatif Terciptanya Lambang NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Kisah di Balik Proses Kreatif Terciptanya Lambang NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Kisah di Balik Proses Kreatif Terciptanya Lambang NU

Akhirnya, pada suatu malam dengan harapan muncul inspirasi atau ilham pada saat-saat orang lelap tidur, Kiai Ridlwan mengambil air wudzu kemudian melaksanakan shalat istikharah. Setelah itu beliau tidur sejenak. Dalam nyenyaknya tidur Kiai Ridlwan Abdullah bermimpi melihat sebuah gambar di langit yang biru dan jernih. Nampak seperti bola dunia dikelilingi bintang dan tali penyambung dan pengait.

Atas mimpinya itu, KH Ridlwan Abdullah tersentak bangun dari tidurnya dan spontan langsung mengambil kertas dan pena untuk membuat sketsa gambar sesuai dengan apa yang tertayang dalam mimpinya tersebut. Saat itu jam dindingnya menunjukkan pukul 02.00 dini hari. Karena kecakapannya dalam melukis, pada keesokan harinya gambar tersebut bisa diselesaikan lengkap dengan tulisan NU memakai huruf arab dan tahunnya.

Adapun secara singkat deskriptif makna dari gambar atau lambang NU dimaksud adalah sebagai berikut:

1. Tambang melambangkan agama (Berpegang teguhlah kamu sekalian pada tali Allah dan jangan bercerai berai).

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

2. Posisi tambang melingkari bumi melambangkan persaudaraan kaum muslimin seluruh dunia.

3. Untaian tambang berjumlah 99 buah melambangkan asmaul husna.

4. Bintang sembilan melambangkan jumlah Wali Songo.

5. Bintang besar yang berada di tengah bagian atas melambangkan Nabi Muhammad SAW.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

6. Empat bintang kecil di samping kiri dan kanan melambangkan khulafaur rasyidin, dan empat bintang kecil dibagian bawah melambangkan madzhab empat.

Setelah hasil lambang tersebut dihadapkan kepda KH Hasyim Asyari, beliau merasa puas dengan gambar, makna dan riwayat terciptanya lambang NU karaya Kiai Ridlawn itu. Beliau kemudian mengangkat kedua tangannya berdoa cukup panjang. Kemudian beliau berbicara penuh harap: "Mudah-mudahan Allah mengabulkan harapan yang dimaksud di dalam simbol Nahdlatul Ulama.” (M Haromain)

Disarikan dari Ahmad Zaini Hasan, Perlawanan dari Tanah Pengasingan: Kiai Abbas, Pesantren Buntet dan Bela Negara, LKiS: 2014 ?

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Nasional, Nusantara, Pemurnian Aqidah VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Kamis, 15 Februari 2018

Gelar Sultan itu Fondasi Keraton Kasultanan Mataram Islam

Yogyakarta, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Gelar Sultan sesungguhnya merupakan bentuk amanat leluhur, yaitu fondasi Keraton Kasultanan Mataram Islam. Ia memuat berbagai makna, filosofi, dan bahkan teologi yang merupakan manifestasi dari nilai-nilai yang dikandungnya. Ia mencerminkan visi dan misi institusi yang harus dijaga dengan sebaik-baiknya.

Gelar Sultan itu Fondasi Keraton Kasultanan Mataram Islam (Sumber Gambar : Nu Online)
Gelar Sultan itu Fondasi Keraton Kasultanan Mataram Islam (Sumber Gambar : Nu Online)

Gelar Sultan itu Fondasi Keraton Kasultanan Mataram Islam

Hal ini disampaikan oleh Wakil Ketua PWNU DIY, Drs Kiai Jadul Maula dalam konferensi pers di kantor PWNU, Jl MT Haryono 40-42 Yogyakarta, Selasa (2/6) menanggapi Sabdaraja Sultan HB X yang menghilangkan beberapa gelar Sultan, diantaranya Ngabdurrahman, Sayidin Panotogomo, dan Kalifatullah.

Kiai Jadul menjelaskan, bahwa selama ini PWNU banyak menampung keresahan masyarakat dan ulama pesantren dari berbagai daerah. Bukan hanya dari sekitar DIY, namun juga dari berbagai daerah di Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, hingga luar Jawa.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

“Ada stigmatisasi perubahan gelar terhadap Islam. Ibarat rumah yang diganti bukan hanya pintu atau mengganti cat, tapi pondasi. Jadi implikasinya sangat besar,” tegas Kiai Jadul.

Hal ini, lanjutnya, lebih pada keprihatinan keagamaan dalam menyelamatkan kehidupan bermasyarakat, di luar wilayah politik. Ada kegelisahan di kalangan kiai tentang perubahan gelar tersebut. Karena ini tanpa diserta argumen yang jelas dan disepakati secara syar’i.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Kiai Jadul Maula kembali menegaskan, akibat perubahan gelar itu ada keresahan dikalangan kiai NU. Karena mereka beranggapan bahwa perubahan gelar ini telah menjadikan adanya stigmatisasi terhadap Islam. Gelar tersebut semua diambil dari Islam melalui perjalanan yang panjang. Sehingga jika gelar itu diubah maka ada proses pengaburan ke-Islam-an tersebut.

Makna gelar Sultan universal

Menurut Kiai Jadul, makna gelar sultan itu universal. Mengubah makna itu berarti ada yang hilang dalam diri kasultanan. ?

“Konsep-konsep penting di dalam gelar seperti: Ngabdurrahman, Sayidin Panotogomo, Kalifatullah, mengandung makna dan amanat bahwa seorang Sultan haruslah mewujudkan pengabdiannya yang tulus kepada Allah Yang Maha Pengasih dan Penyayang dengan laku dan tindakan yang menjaga dan mengupayakan keseimbangan alam, religiusitas masyarakat dan kerukunan antar umat beragama serta keadilan sosial di tengah-tengah warganya,” tegasnya.

Kiai Jadul menjelaskan bahwa gelar Ngabdurrahman mengandung arti bahwa meski menjadi raja, Sultan adalah tetap hamba Allah SWT yang memiliki kasih sayang dengan sesama, termasuk kepada alam. Sedangkan gelar Sayidin Panotogomo, ? dalam pesantren mengandung arti adalah orang yang berkewajiban meningkatkan religiusitas masyarakat dan menata umat beragama yang berbeda agar harmonis. Gelar khalifatullah sendiri berarti Sultan adalah duta Allah SWT yang menegakkan kebenaran dan keadilan.?

“Dengan makna demikian, kami menganggap gelar-gelar itu penting. Adanya gelar itu sudah terbukti dari berdirinya Kraton Yogyakarta sebagai Kraton yang paling lama bertahan hingga sekarang,” tegasnya.? Karena itu, tandasnya, PWNU bersikap, gelar itu mesti dipertahankan. Jika gelar ini dihilangkan maka akan kehilangan porosnya. Karena gelar itu tidak semata-mata nama melainkan sebagai pengikat kontrak teologis, kontrak alam dan kontrak sosial. (Suhendra/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Warta, Nusantara, IMNU VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Jumat, 02 Februari 2018

PCINU Sudan Hadiri Peresmian Masjid Thariqah Sammaniyah

Khartoum, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Pengurus Cabang Istimewa Nahdhatul Ulama (PCINU) Sudan mendapatkan kehormatan untuk menghadiri pembukaan Masjid Shaikh Al-jaili di daerah Tabat, Propinsi Jazirah (270 km arah timur Ibu Kota Khartoum), Jumat (11/1 kemarin).

PCINU Sudan Hadiri Peresmian Masjid Thariqah Sammaniyah (Sumber Gambar : Nu Online)
PCINU Sudan Hadiri Peresmian Masjid Thariqah Sammaniyah (Sumber Gambar : Nu Online)

PCINU Sudan Hadiri Peresmian Masjid Thariqah Sammaniyah

Ikut menghadiri acara tersebut, Rais Syuriyah Mirwan Akhmad Taufiq, Naib Rais Abdus Salam dan Awan Lian Fuad. Semuanya mengikuti rombongan Sekjen Dewan Dakwah Islam Sudan Sheih Muhammad Sulaiman Muhammad Ali, yang merupakan Mustasyyar PCINU Sudan.

Tobat adalah kabupaten di Propinsi jazirah yang menjadi Pusat Thariqah Sammaniah di Sudan yang diasuh oleh Shaikh Al-jaili bin Sheikh Abdul mahmud Al-Khufyan, generasi keenam cucu dari Sheik Akhmad Toyyib, yang membawa thariqah ini dari Al-Madinah Al-Munawwarah ke Sudan.    

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

"Acaranya sangat meriah, sangat padat, hampir seperti masuk Arofah pada waktu haji, karena Tobat sekarang adalah pusat kepemimpinan Thariqah Sammaniah Qodiriah," ujar Abdus Salam saat keluar dari desakan para pengunjung.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Acara pembukaan disimbolkan dengan didirikan  shalat Jumat di masjid tersebut, yang merupakan masjid terbesar di propinsi Jazirah. Hadir dalam pembukaan itu puluhan ribu dari seluruh pelosok Sudan, termasuk Presiden Sudan Jend. Umar Ahmad Hasan Al-Bashir hadir pada acara tersebut.

Semua politisi, tokoh, budayawan, pengusaha  hadir pada acara tersebut, bahkan tampak di poster foto paling atas Dubes RI yang dulu Tajuddin Nour Bolimalakalu terlihat sangat akrab dengan Syekh Jaili berdialog.

"Pembesar-pembesar sudan hormat sekali dengan masasikh, sebab semua urusan di Sudan itu kembali pada masyayikh thariqah, bukan pejabatnya, malah pejabatnya yang tunduk kepada masyayikh," ujar lian fuad kepada warga NU saat selesai menghadiri acara tersebut.

Acara ditutup dengan mengunjungi pameran kitab-kitab karangan Mashayikh Toyyibiah.

"Suasana thariqah di Sudan mirip seperti zaman Ibnu Athoillah As-Sakandari masa hidupnya, terbukti Sheh Abdul Mahmud Al-Hufyan punya karangan Roudhul Maani Syarah Hikam At-Taibiyah. Sayang kalau masih di sudan tidak belajar tasawwuf manhajan wa sulukan, semuana ada," ujar Mirwan.

Acara diakhiri dengan sesi pengambilan gambar dengan para pembesar-pembesar Sudan, diantaranya mentri wakaf ang dulu Azhari Tijani. "Alhamdulillah, Kami bisa berfoto dan bersilaturahmi lagi dengan Mentrri agama yang dulu di acara tersebut, sudah hampir dua tahun tidak ketemu," kalimat syukur terucap dari rais syuriyah. 

Redaktur: A. Khoirul Anam

Sumber   : PCINU Sudan

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Nusantara VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Kamis, 01 Februari 2018

PBNU Selenggarakan Lokakarya Pembinaan PTNU

Jakarta, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU)  menggelar Lokakarya Pembinaan Perguruan Tinggi NU di Gedung PBNU, Jakarta Pusat, Kamis (2/8). Tema yang diambil, “Akselerasi Pengembangan Mutu dan Pembekalan Panduan Teknis bagi Perencanaan Perguruaan Tinggi (PT) NU ke depan”.

PBNU Selenggarakan Lokakarya Pembinaan PTNU (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Selenggarakan Lokakarya Pembinaan PTNU (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Selenggarakan Lokakarya Pembinaan PTNU

Lokakarya diikuti kurang lebih 200 utusan PTNU se-Indonesia, baik jajaran pimpinan PTNU yang sudah eksis maupun panitia pendirian PTNU baru. Turut hadir pula, jajaran PWNU terkait, PP Lajnah Pendidikan Tinggi NU (LPTNU), PP Lembaga Pendidikan Ma’arif NU, dan PP Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) NU.

Acara yang dibuka Waketum PBNU H As’ad Said Ali ini akan mendiskusikan berbagai hal seputar pendidikan tinggi, seperti penjaminan dan perbaikan mutu, manajemen sumber daya manusia, manajemen kewirausahaan, serta starategi dan perencanaan pndirian PTNU.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Ketua panitia penyelenggara A Hanief Saha Ghafur mengatakan, kegiatan ini merupakan wujud silaturrahim nasional PT di lingkungan Nahdliyin. Tujuan utamanya, memperkuat pembinaan manajemen mutu dan kewirausahaan PTNU yang sudah ada, serta mengembangkan kapasitas dan panduan teknis bagi panitia pendirian PTNU baru dalam menyusun perencanaan ke depan.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Menurutnya, perguruan tinggi ke depan dihadapkan kepada berbagai tantangan dari berbagai arah, dari persoalan mutu akademik, kelangkaan sumberdaya, mengecilnya peluang sumber dana, persaingan ketat, manajemen dan tata kelola yang belum mapan.

“Pengelola perguruan tinggi dituntut menemukan strategi baru dan jalan alternative untuk keluar dari krisis yang mendera,” pintanya.

Redaktur : A. Khoirul Anam

Penulis     : Mahbib Khoiron

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Kyai, Nusantara, Syariah VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Rabu, 31 Januari 2018

Ukhuwah Kusiriyah

Ukhuwah Kusiriyah adalah istilah yang digunakan oleh KH Wahab Hasbullah untuk menggambarkan hubungan organisasional di dalam Partai Masyumi, yaitu kelompok intelektual hasil didikan Belanda dengan para ulama hasil didikan pesantren. 

Semula hubungan ulama sebagai Dewan Syuro dengan kelompok cendekiawan sebagai eksekutif berlangsung harmonis. Tetapi, hubungan itu memburuk ketika kelompok cendekiawan tidak lagi menghiraukan posisi ulama dalam menjalankan kebijakan politik partai. Para ulama mulai disingkirkan karena dianggap tidak mampu dan tidak sejalan dengan spirit politik Barat.

Ukhuwah Kusiriyah (Sumber Gambar : Nu Online)
Ukhuwah Kusiriyah (Sumber Gambar : Nu Online)

Ukhuwah Kusiriyah

Para ulama NU sebagai anggota istimewa dalam Partai Masyumi beberapa kali mengusulkan agar posisi ulama dipulihkan. Namun, usul itu tidak pernah dihiraukan sehingga para ulama dinonaktifkan, bahkan kemudian tidak punya peran dalam menentukan kebijakan politik, termasuk pengambilan keputusan yang berkaitan dengan agama. 

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Melihat kenyataan itu, NU mengusulkan adanya restrukturisasi Partai Masyumi dengan bentuk federasi sehingga posisi masing-masing anggota menjadi setara. Dengan demikian, organisasi-organisasi yang lain seperti Perti dan Serikat Islam bisa ditarik kembali. 

Namun, usulan itu juga ditolak, sehingga para ulama NU merasa hanya dijadikan alat politik oleh kelompok cendekiawan hasail didikan Belanda tadi.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Puncak kegusaran ulama NU muncul ketika NU tidak dilibatkan dalam Musyawarah Masyumi tentang politik luar negeri. Alasannya, NU dianggap tidak tahu politik.

Dalam politik luar negeri, sejak awal NU menginginkan Indonesia tetap berposisi netral. Itulah sebabnya NU marah ketika Ir. Soekiman menandatangani Mutual Security Act atau Pakta Perjanjian Keamanan dengan AS pada 1952. 

Menurut NU, para politisi Masyumi telah melakukan tindakan berbahaya karena menyeret Indonesia ke Blok Barat dan berhadapan dengan Blok Timur. Drama ini mencapai puncaknya dengan jatuhnya Kabinet Soekiman dari Masyumi. 

Partai Masyumi pun menjadi cemoohan, terutama oleh Partai Murba dan PKI yang berhaluan kiri.

Pada awalnya, NU menduduki posisi penting dalam pengambilan kebijakan politik di Masyumi. Hal ini tampak ketika Kiai Wahab Hasbullah memberikan kontribusi pemikiran mengenai kemungkinan masuknya Masyumi ke dalam Kabinet Hatta yang menjalankan hasil Perjanjian Renville. 

Hasilnya, Masyumi menyatakan ikut dalam Kabinet Hatta pada 29 Januari 1948. Tujuannya agar Masyumi dapat mengontrol Hatta dalam melaksanakan isi Perjanjian Renville yang merugikan Indonesia tersebut. 

Peranan NU yang signifikan di Masyumi juga muncul ketika Masyumi merespons hasil Perjanjian San Fransisco (4 September 1951) yang berisi perjanjian damai Indonesia dengan Jepang. Atas dorongan NU, Masyumi (Indonesia) menandatangani perjanjian tersebut. Keputusan tersebut diambil berdasarkan pemikiran Kiai Wahab bahwa Indonesia akan memperoleh dua keuntungan dengan menandatangani perjanjian tersebut, yaitu harga diri yang bersifat mental politis dan keuntungan material berupa rampasan perang.

Masalahnya, tiap usulan dan kegusaran NU selalu diredam oleh Masyumi dengan alasan setiap anggota Masyumi harus menjaga ukhuwah Islamiyah. Ketika NU menyatakan hendak keluar dari Masyumi, nasihat tersebut semakin ditekankan oleh kalangan cendekiawan. 

Kiai Wahab sendiri mengatakan bahwa dalam Masyumi tidak ada lagi ukhuwah Islamiyah, karena mereka berjalan atas kemauan sendiri, dan NU sebagai salah satu anggota tidak lagi diajak bermusyawarah. Oleh karena itu, Kiai Wahab menolak ukhuwah semacam itu. Ia menyebutnya sebagai ukhuwah palsu, seperti ukhuwah kusir kereta dengan kudanya. Sang kusir seenaknya mengendalikan kereta, sedangkan kuda terus dilecut untuk menarik kereta. 

Buktinya, selama tujuh tahun bergabung dalam Masyumi dan mengalami 13 kali pergantian kabinet, NU hanya mendapat jatah satu portofolio, yaitu Menteri Agama, dan setelah itu NU tidak diberi jatah menteri sama sekali.

Istilah “ukhuwah kusir kuda” telah menyadarkan warga NU bahwa selama ini mereka hanya diperalat dan akan terus diperalat. Oleh karena itu, wacana untuk keluar dari Masyumi pun meluas di kalangan warga NU dan tidak dapat dibendung lagi. Mereka merasa tidak ada lagi ikatan perjuangan dan ikatan batin dengan Masyumi yang dianggap telah mengingkari kesepakatan awal untuk memperjuangkan aspirasi Islam.

NU akhirnya keluar dari Masyumi pada 1952. Itu merupakan hasil keputusan Muktamar NU di Palembang. Tiga tahun kemudian, dalam Pemilu 1955, NU menjadi partai yang memperoleh suara terbanyak ketiga setelah PNI dan PKI. NU pun berhasil meraih beberapa jabatan menteri, yaitu Menteri Perekonomian, Menteri Dalam Negeri, dan Menteri Agama. NU juga menunjukkan kemampuannya dalam memimpin negara karena dapat menduduki jabatan Wakil Perdana Menteri, Ketua DPR, maupun Ketua MPR kala itu. (Ensiklopedi NU)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Nusantara, Humor Islam, Nahdlatul Ulama VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Minggu, 28 Januari 2018

Peran Majelis Taklim Penting untuk Membimbing Umat

Sumedang, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Forum silaturahmi Pimpinan Mejelis Taklim Ujungjaya pada Kamis (1/9) mengadakan pengajian bulanan. Semua para ustad dan pimpinan majelis taklim di Ujung Jaya hadir pada kesempatan tersebut. Kegiatan ini bertempat di Majelis Taklim Al-Mustaqim Dusun Nanjungjaya Kecamatan Ujungjaya Kabupaten Sumedang, Jawa Barat.

Peran Majelis Taklim Penting untuk Membimbing Umat (Sumber Gambar : Nu Online)
Peran Majelis Taklim Penting untuk Membimbing Umat (Sumber Gambar : Nu Online)

Peran Majelis Taklim Penting untuk Membimbing Umat

Ketua Majelis Ulama Indonesia Kecamatan Ujungjaya, Heri, mengatakan bahwa sangat penting menjaga silaturahmi dan berkomunikasi yang intensif antar pimpinan majelis taklim. Hal ini dilakukan untuk menangkal gerakan radikalisme yang mulai berkembang akhir-akhir ini.

Dengan seringnya bersilaturahmi, pimpinan majelis taklim bisa mengajak masyarakat untuk menghindari paham-paham yang bertentangan dengan Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja). Akhir-akhir ini banyak kelompok orang masuk perkampungan dan menyebarkan paham diluar Aswaja.?

“Mereka tidak hanya menyebarkan paham baru, tapi mereka suka memfitnah paham Aswaja ala Nahdlatul Ulama dengan faham yang sesat dan bidah. Keberadaan majelis taklim diharapkan bisa menangkal fenomena tersebut,” kata Heri.

Sementara Habib Syarif Hidayatullah yang memberikan taushyiah dalam kesempatan tersebut mengatakan bahwa keberadaan majelis taklim ditengah-tengah masyarakat sangat dibutuhkan. Majelis taklim harus mampu berperan aktif dalam membimbing umat agar senantiasa berpegangan teguh terhadap ajaran Islam yang telah diajarkan oleh para ulama Aswaja.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Habib Syarif Hidayatullah juga mengingatkan kepada seluruh pimpinan majelis taklim supaya jangan sampai terlena oleh kesenangan dunia dan terayu oleh godaan kekuasaan. Majelis taklim harus fokus membina masyarakat. Jangan biarkan masyarakat kemasukan paham-paham radikal yang tidak jelas.

“Semoga dengan keberadaan pengajian bulanan pimpinan majelis taklim ini, kita semua bisa saling mengingatkan untuk selalu fokus pada peran dan fungsi berdirinya majelis taklim ditengah masyarakat,” tutup Habib Syarif Hidayatullah. (Ayi Abdul Kohar/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Ubudiyah, Santri, Nusantara VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Kamis, 11 Januari 2018

Korupsi e-KTP, PUSDAK UNUSIA: DPR Seharusnya Awasi Anggaran, Bukan Menikmatinya

Jakarta, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth?

Sekitar Rp 5,9 triliun negara dirugikan pada kasus korupsi berjamaah proyek e-KTP. Sekitar 49 persen dana itu dibagikan kepada sejumlah anggota Komisi II DPR. Menurut peneliti Pusat Pendidikan & Kajian Anti Korupsi (PUSDAK) Fakultas Hukum Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (FH UNUSIA), Muhtar Said perbuatan seperti itu tidak benar apabila dilihat dari kacamata sistem ketatanegaraan yang menganut teori pemisahan kekuasaan legislatif, yudikatif dan eksekutif.

Ia ? mengatakan, legislatif mempunyai fungsi untuk membuat anggaran dan eksekutif adalah badan yang melaksanakan anggaran tersebut. Untuk itu tidak ada dalil yang membenarkan apabila anggota legislatif mendapatkan anggaran hampir dari setengahnya karena DPR (legislatif) bukanlah pelaksana proyek.?

Korupsi e-KTP, PUSDAK UNUSIA: DPR Seharusnya Awasi Anggaran, Bukan Menikmatinya (Sumber Gambar : Nu Online)
Korupsi e-KTP, PUSDAK UNUSIA: DPR Seharusnya Awasi Anggaran, Bukan Menikmatinya (Sumber Gambar : Nu Online)

Korupsi e-KTP, PUSDAK UNUSIA: DPR Seharusnya Awasi Anggaran, Bukan Menikmatinya

Dalam proyek e-KTP, kata dia melalui siaran pers Rabu (15/3), seharusnya anggota DPR menjadi pengawas pelaksanaan program, bukan malah menjadi penikmat dana anggaran. Dari sisi tersebut anggota DPR yang diduga mendapatkan uang dari proyek e-KTP sudah jelas menyalahi kode adminitrasinya sebagai anggota DPR karena mereka tidak melakukan peran pelaksanaan program.?

Ia menambahkan, korupsi seperti itu bisa terjadi karena adanya praktik lobi dalam menyetujui anggaran. Padahal seharusnya pemerintah merencanakan program e-KTP beserta dengan anggarannya. Kemudian Komisi II itu hanya mengkritisi manfaat dan fungsi e-KTP tersebut karena pemerintah sudah merencanakan dengan matang.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

“Adapun kalau aggota DPR mau menjalankan fungsinya sebagai lembaga yang berhak untuk menyetujui anggaran, maka dia tinggal mengkritisi besaran anggaran yang diajukan oleh pemerintah, bukan malah menambah anggarannya. Komisi II malah menambah anggaran yang diajukan oleh pemerintah itu pertanda ada niatan untuk “menilap” dana E-KTP. Untuk itu KPK jangan lama-lama untuk memanggil anggota DPR yang diduga telah melakukan tindak pidana korupsi di proyek e-KTP,” lanjut dosen FH UNUSIA.

Dugaan korupsi berjamaah e-KTP yang melibatkan banyak anggota DPR ini merupakan prahara yang melanda negara sehingga kesejahteraan rakyat Indonesia terhalangi para koruptor. Andaikata 49 % yang diduga digunakan para Anggota Komisi II tersebut digunakan untuk memberikan biasiswa pendidikan kepada orang-orang miskin, tentu malah lebih manfaat. (Red: Abdullah Alawi)

? ?

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth PonPes, Nusantara VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Jumat, 05 Januari 2018

Sikap Keluarga Gus Dur Terkait Kontroversi Pernyataan Prabowo

Jakarta, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Keluarga KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) akhirnya mengeluarkan pernyataan sikap terkait kontroversi pernyataan Prabowo Subianto yang dinilai merendahkan Gus Dur dalam satu wawancara dengan wartawan asing Allan Nairn pada 2001 silam dan telah beredar luas. Berikut pernyataan sikap yang disampaikan oleh istri Gus Dur Hj. Sinta Nuriyah A. Wahid, beserta keempat puterinya. (Red:Anam)

?

Sikap Keluarga Gus Dur Terkait Kontroversi Pernyataan Prabowo (Sumber Gambar : Nu Online)
Sikap Keluarga Gus Dur Terkait Kontroversi Pernyataan Prabowo (Sumber Gambar : Nu Online)

Sikap Keluarga Gus Dur Terkait Kontroversi Pernyataan Prabowo

SIKAP KELUARGA KH ABDURRAHMAN WAHID

MENGENAI KONTROVERSI WAWANCARA BP. PRABOWO SUBIANTO

YANG DIANGGAP HINA GUS DUR

?

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

PERNYATAAN PERS

?

Beberapa waktu terakhir ini, media massa ramai memberitakan komentar mengenai KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) yang disebut-sebut telah dilontarkan oleh Bapak Prabowo Subianto dalam wawancara oleh Sdr. Allan Nairn pada tahun 2001.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Pernyataan ini menjadi sebuah kontroversi publik, utamanya karena muncul di dalam suasana bangsa Indonesia yang sangat dinamis pada proses puncak perhelatan demokrasi di Indonesia, yaitu Pemilihan Presiden 2014.

Sehubungan dengan situasi tersebut:

Keluarga Gus Dur telah berjumpa dan berdiskusi dengan Sdr. Allan Nairn selaku pewawancara dan penulis artikel, untuk mendapatkan informasi yang lebih lengkap mengenai konteks komentar mengenai Gus Dur dalam wawancara tersebut. Dari pertemuan ini kami menyimpulkan bahwa komentar tersebut diutarakan dalam pembahasan mengenai tidak siapnya bangsa Indonesia terhadap demokrasi di negara ini. Berlandaskan prinsip keadilan, dan demi menjaga agar situasi ini tidak berkembang menjadi fitnah publik berkepanjangan, kami membuka komunikasi dan mengharapkan klarifikasi dari Bapak Prabowo Subianto mengenai pernyataan yang sudah menjadi polemik publik ini. Apabila pernyataan Bapak Prabowo Subianto dalam wawancara tersebut benar adanya, walaupun dilontarkan dalam konteks pembahasan mengenai demokrasi di Indonesia, maka kami sangat menyesalkan pernyataan tersebut. Sebagai tokoh nasional, kami berharap Bapak Prabowo mampu meneladankan sikap non-diskriminatif kepada siapapun warga bangsa tanpa menilik perbedaan fisik. Begitu pun sikap menghormati pemimpin bangsa yang terpilih oleh rakyat melalui mekanisme demokratis, siapapun ia.? Pernyataan bernada merendahkan terhadap Gus Dur tersebut menjadi kontras dengan masifnya penggunaan figur Gus Dur dalam kampanye yang dilakukan oleh pendukung Bapak Prabowo Subianto selama ini di seluruh penjuru Indonesia. Para pecinta Gus Dur dan sebagian besar masyarakat Indonesia lainnya telah mendesak kami untuk mencapai sikap dan penyelesaian akhir dalam merespons persoalan ini. Kami meminta masyarakat untuk menahan diri dari sikap emosional dan reaktif terhadap persoalan ini, mengingat persoalan sensitif ini muncul dalam suasana puncak kampanye Pemilihan Presiden 2014. Kita seyogyanya mengedepankan prinsip dialog untuk menggali kebenaran, sebagaimana selalu diteladankan oleh guru kita Al-Maghfurlah Gus Dur. Demikian pernyataan keluarga KH Abdurrahman Wahid dalam mensikapi kontroversi yang berkembang terkait pernyataan dari Bapak Prabowo Subianto pada tahun 2001 mengenai ayahanda kami Gus Dur.

Semoga peristiwa ini menjadi bahan pelajaran bagi kita semua untuk selalu menjaga sikap ksatrya dan menghargai perbedaan pandangan tanpa bersikap merendahkan orang lain.

?

Jakarta, 5 Juli 2014

Atas nama keluarga KH Abdurrahman Wahid

?

Hj. Sinta Nuriyah A. Wahid

Alissa Qotrunnada Munawaroh (Alissa Wahid)

Zannuba Arifah Chafsoh (Yenny Wahid)

Anita Hayatunnufus (Anita Wahid)

Inayah Wulandari (Inayah Wahid)

?

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Daerah, RMI NU, Nusantara VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Kamis, 04 Januari 2018

Khutbah Idul Fitri Bahasa Sunda: Lebaran nu Berkah

Khutbah I

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Khutbah Idul Fitri Bahasa Sunda: Lebaran nu Berkah (Sumber Gambar : Nu Online)
Khutbah Idul Fitri Bahasa Sunda: Lebaran nu Berkah (Sumber Gambar : Nu Online)

Khutbah Idul Fitri Bahasa Sunda: Lebaran nu Berkah

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Allahu Akbar 3x

Sagala puji kagungan gusti anu maha suci shalawat salam mugi salamina disanggakeun ka kangjeng Nabi Muhammad SAW katut kulawarga shahabat sareng ka sadaya umatna anu mutabaah ka anjeuna tug dugi ka yaumil kiyamah.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Sajagad raya umat Islam di dunia dinten ieu nuju ngarasa bungah bahagia kulantaran tos beres ngalaksakeun dua kawajiban nyaeta ibadah puasa sareng zakat fitrah.

? ? ? ? ? ? ? ? ?

Saur pidawuh Rasulullah SAW, “Pikeun nu puasa aya dua kabungah nyaeta nalika buka sareng naliku tepung jeung Allah jaga di akherat”.

Ayeuna umat Islam kudu ngarasa bungah sabab urang tos berhasil ngalakonan puasa dina sabulan lilana, pamugi wae puasa urang jeng sagala ibadahna ditarima ku Allah SWT.

Allahu Akbar Allahu Akbar Allahu Akbar

Ibadah Puasa bisa ditingali tina opat jihat nyaeta Aqidah, fiqih, etika jeung falsafah.

Kahiji, Tina segi agidah urang wajib nekadkeun yen puasa teh bagian tina rukun Islam anu lima kalawan didadasaran ku dawuhan Allah anu nyata jelas tur tandes dina al-quran al-karim.

Saha wae jalma anu ingkar kana wajibna puasa ramadlon berarti murtad, hartosna eta jalma tos kaluar tina Islam, pon nyakitu keneh anu teu puasa di bulan Ramadlon kalawan ingkar kana wajibna puasa maka dihukuman murtad , nu kitu lain wae wajib qadlo tapi wajib disyahadatkeun deui, lamun henteu syahadat deui eta jalma dihukuman kafir.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Hartosna, ”saestuna ari jalma anu kafir tur maot dina kaayaan kafir maka eta jalma-jalma teh bakal meunang la’nat Allah, malaikat jeung sakabeh manusa, maranehna abadi di Naraka tur moal meunang karinganan sarta moal ditingali- tingali acan” ( Qs. Al-Baqoroh: 161-162)

Ancaman dina ayat ieu diantarana ditunjukeun pikeun jalma anu ingkar kana wajibna puasa, kalawan ancamannana naraka salalawasna.Sedengkeun keur jalma anu henteu puasa tanpa uzur bari nekadkeun kana wajibna puasa, maka dihukuman jalma durhaka, kalawan wajib thobatna jeung ngodoan dina bulan sejenna.

Kadua, dina segi fiqh, puasa kudu dilaksanakeun kalayan akur jeng katantuan hukum diantarana rukun puasa kudu niyat di waktu peuting jeung ngajaga tina sagala rupa anu matak ngabatalkeun dina waktu beurangna. Sedengkeun sahna puasa kudu beragama Islam, mumayyiz (hartina bisa ngabedakeun antara hade jeng goreng), terus puasa teh kudu suci tina darah hed jeng nifas.

Puasa mung wajib keur jalma anu berakal, baligh jeung mampu ngalaksanakeunnana. Sedengkeun keur jalma anu henteu kuat saperti anu gering jeung musafir henteu wajib puasana, tapi wajib qado di bulan sejenna.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

"Hartosna, puasa dina pirang pirang poe anu ditangtukeun, saha wae anu teu puasa lantaran gering atawa musafir maka qodoan puasana dina poe lain, sedengkeun lamun teu mampu puasa sabab uzur maka kudu diganti ku fidyah nu dipasrahkeun ka jalma miskin anu lobana samud sapoena, jeung saha jalma anu nyieun kahadean kucara nambahan fidyah maka eta leuwih utama, jeung lamun puasa eta leuwih hade pikeun aranjeun kitu ge lamun aranjeun pada ngarti.” (Qs. Al-Baqarah, 184)

Katilu, masalah etika dina puasa mangrupakeun pokok pergaulan sapopoe, mun jalma boga etika pasti bakal dihargaan, tapi ulah miharep jalma ngahargaan lamun urang hente pernah ngahargaan ka batur.

Etika anu puasa atawa anu henteu puasa pada- pada wajib silih ajenan. Keur anu henteu puasa etikana kudu nutupan yen dirina henteu puasa, ulah sembarangan cuam caem balangdahar di mana wae. Masalah puasa eta urusan pribadi, rek puasa heug henteu oge heug, ngan kahayang teh kudu boga kaera mun bulan puasa balang dahar sembarangan, paling saeutik kudu era ku jelema lamun teu era ku gusti Allah. Mun teu boga kaera ku jalma berarti eta nandakeun yen dina dirina henteu boga iman.Saperti pada umum jalma anu beda agama, malah sopan keneh jalma non muslim sok ngahargaan sanajan manehna teu puasa.

Sedengkeun keur jalma anu puasa kanu henteu puasa etikana kudu ngelingan, kucara mere nasehat atawa ngawurukan sangkan urang ngajaga balang dahar sanajan henteu puasa. Sabab penting kacida urang ngajaga tina penilaian negatif batur terhadap diri urang, sahingga ulah dianggap ku batur yen urang tara puasa tara shalat tara ibadah, kajaba mun urang geus bener-bener henteu ngaku kana agama Islam. Dina agama Islam aya wacana mun berbuat maksiat bari nyumput eta masih aya kahadean keneh. tapi lamun nyieun kagorengan bari terang terangan nandakeun geus ruksak imanna. Saur Kangjeng Nabi yen era teh bagian tina iman

? ? ?

Hartina lamun jalma teu biga kaera dina waktu berbuat maksiat berarti eta jalma geus kurang imanna.

Allahu Akbar Allahu Akbar Allahu Akbar

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Hartosna, "saha jalma anu ningali pamungkaran di antara anjeun maka kudu ngarobah ku leungeunna, mun henteu mampu ku leungeun kudu ngarobah ku letahna, jeung lamun henteu mampu ku letah kudu ngarobah ku hatena, jeung eta teh panglemahna iman" kitu numutkeun pitutur Rasulullah SAW.

Dumasar kana hadits diluhur ngandung harti yen mun aya pamungkaran ulah diantep tapi kudu di dawahan sesuai kamampuan masing-masing.

Allahu Akbar 3x

Kaopatna, ari puasa ditingali tina segi falsafah nyaeta terwujudna perobahah sikap mental, moral, spiritual, emosional jeng sosial.

Mental jalma anu puasa kudu tahan uji kudu siap menghadapi sagala rintangan jeung tantangan, kudu sabar, ulah cengeng ulah epes meer ulah teu kaopan, ulah ngarasa lemah ulah ngarasa minder.

? ? ? ? ? ? ? ? ?

Hartosna, poma anjeun ulah ngarasa hina ulah ngarasa nalangsa, sedengkeun anjeun teh jalma anu luhung lamun anjeun tetep jadi jalma anu beriman. (Qs Ali Imran 139)

Pidawuh Rasulullah SAW

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?, ? ?

Hartosna, ari jalma mumin anu kuat eta leuwih alus jeung leuwih dipikacinta ku Allah dari pada mukmin anu lemah, kulantaran eta kudu sumanget neangan nu mere manfaat ka anjeun sarta anjeun ulah ngarasa lemah. (al-Hadits)

Moral jalma anu puasa kudu leuwih hade, diantarana kudu mampu ngajaga letahna tina nyarita bohong sumpah palsu, gibah, nyarekan batur jeung sajabana. Sabab ceuk kanjeng Nabi, Allah henteu butuh kana puasana hamba lamun eta hamba henteu mampu ngajaga tina omongan bohongna, hartina jalma anu puasa akhlakna kudu leuwih hade, rumah tanggana kudu leuwih trentrem oge barudakna kudu leuwih soleh.

Secara spiritual jalma anu puasa kudu leuwih peka hatena, mampu ngarekam sagala isyarat-isyarat Allah nu aya dina damelanana, boh damelan nu aya di langit, di bumi, nu aya dina awak atawa anu aya dina Al-quran.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Hartosna, saestuna ari jalma anu iman dimana disebut jenengan Allah bakal sieun hatena, jeung dimana dibacakeun ayat-ayat Allah bakal tambah imanna sarta ka Allah tambah tawakkalna (Qs, Al-Anfaal 2 ).

Sacara emosi jalma anu puasa kudu mampu nyengker tina sagala kaambek, Kangjeng Nabi midawuh yen lamun aya jalma ngajak pasea sedengkeun urang keur puasa bejakeun yen urang keur puasa, pon nyakitu keneh mun aya nu ngambek.

Oge Kangjeng Nabi midawuh yen saestuna ari jalma anu gagah lain anu sok sosorongot tapi jalma anu gagah mah jalma anu mampu mengendalikeun nafsuna lamun aya kaambek.

Allahu Akbar 3x

Saterusna jalma anu puasa sacara sosisial kudu hade jeung balarea, kudu ngajaga hubungan jeung dulur, kudu akur jeng batur sakasur, batur sadapur jeung batur salembur.

Utamana daek silaturahmi, gede hampura, jembar manah sarta ulah saruana mun aya jalma nu goreng adatna.

Kahadean anu paling gede ganjaranana di bulan romadlon nyaeta nulung kanu butuh nalang kanu susah, sanajan ngan ku carita atawa bahasa.

Pidawuh Rasullullah, "Saha jalma nyumponan hajat jalma Islam di bulan ramadlon maka Allah bakal nyumponan sarebu hajatna dina poe kiyamah."

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

"Sing saha jalma anu ngabantuan kana hade pasti bakal meunang bagian tina kahadean, sedengkeun lamun jalma ngabantuan kana goreng pasti bakal meunang kagorengan, saenya Allah eta kacida maha kuatna” (Qs Al-Nisa 85-86)

Pidawuh Rasul anu hartosna yen

"Saestuna Allah SWT salawasna bakal nulungan hambana salami hamba eta masih sok tutulung ka sasama hambana" ( Al-Hadits).

Dina Qs Al- Maidah ayat dua saur Allah

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Hartosna, "jeung kudu silih tulung tinulung aranjeun dina kahadean jeung katakwaan, sarta ulah silih tulung tinulung aranjeun dina perbuatan dosa jeung permusuhan"

Ibadah puasa kudu mampu ngarobah tina sifat sewang-sewangan kana sifat gotong royong, anu tadina pedit jadi berehan, anu tadina haseum budi jadi someah.

Tah ieu anu disebut kasolehan sosial, ulah lebar ku harta da harta moal dibawa maot.Urang kudu ngabersihan hate tina cinta kana dunya ku cara loba sodaqah anu ikhlas.

Yu urang titipkeun harta urang supaya nepi ka Allah melalui panti asuhan, pondok pesantren, masjid, majlis talim jeng nu sejenna malak mandar eta harta jadi syafaat jaga di poe kiamah.

Pamugi puasa urang sing jadi benteng tina sagala bentuk maksiat sarta jadi panyinglar tina penderitaan dunya akhirat, amin ya rabbal alamin

? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ? ? ?

Khutbah II

? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ! ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

* DR KH Abun Bunyamin, Pimpinan Pondok Pesantren Al-Muhajirin; Rais Syuriyah PCNU dan Ketua Umum MUI Kabupaten Purwakarta



Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Nusantara VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Minggu, 17 Desember 2017

Tatacara Shalat Sunah di Atas Kendaraan

Mengingat bahwa di era modern ini mobilitas seseorang sangat tinggi dari satu daerah ke daerah lain, maka bagi seorang Muslim, memahami tatacara shalat dalam perjalanan menjadi penting. Hal ini untuk tetap mampu menjaga shalat wajib ataupun shalat lain yang sudah menjadi rutinitas.

Di masyarakat kita, sembahyang dhuha adalah salah satu amalan yang banyak dilakukan dan bahkan ada yang merutinkan. Berdasarkan beberapa sumber fikih, hukum shalat dhuha ini adalah dianjurkan (mustahab).

Tatacara Shalat Sunah di Atas Kendaraan (Sumber Gambar : Nu Online)
Tatacara Shalat Sunah di Atas Kendaraan (Sumber Gambar : Nu Online)

Tatacara Shalat Sunah di Atas Kendaraan

Pertanyaannya, bagaimana melakukan shalat-shalat sunah yang dianjurkan ini saat berkendara di perjalanan? Dalam suatu riwayat dalam Shahih Al-Bukhari disebutkan bahwa Nabi Muhammad SAW pernah disebutkan oleh Jabir bin Abdillah melakukan shalat sunnah di atas kendaraan, tanpa menghadap kiblat.

? ? -? ? ? ?- ? ? ? ? ? ? ? ?

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Artinya, “Nabi Muhammad SAW shalat tathawwu’ (sunah) saat beliau sedang berkendara, tanpa menghadap arah kiblat.”

Kisah lain menuturkan, suatu ketika sahabat Anas bin Malik RA sedang menuju Syam. Ia disambut oleh warga setempat. Tapi warga tersebut, yang dalam Irsyadus Sari li Syarhi Shahihil Bukhari karya Imam Al-Qasthalani adalah saudara dari Muhammad bin Sirin seorang tokoh tabi’in, melihat Anas bin Malik shalat mengendarai keledai, tapi wajahnya tidak menghadap kiblat.

“Aku melihatmu shalat, tapi tidak menghadap kiblat,”

“Kalau aku tidak melihat Nabi melakukan seperti itu, aku tidak akan melakukannya juga,” terang Anas bin Malik.

Dari dua riwayat ini, kasus bapak sepuh yang ditemui Jumari tadi menemui maksudnya. Shalat sunah di kendaraan, meskipun tidak menghadap kiblat, itu boleh dilakukan. Selain itu, pelaksanaannya pun bisa dilakukan sesuai kondisi yang ada, seperti dilakukan dengan duduk dan tanpa wudhu, yakni hanya dengan bertayamum. Tapi ingat, ini untuk shalat sunah saja.

Untuk menjaga keamanan berkendara, jangan melakukan hal seperti ini saat mengemudi kendaraan di jalanan atau menjadi sopir. Shalat sunah apapun bisa dilakukan semisal Anda ingin sembahyang saat naik dokar, angkot, bus sambil dibonceng di motor, dan sebagainya, sekiranya nyaman dan tidak berlebihan. Wallahu a’lam. (M Iqbal Syauqi)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Sholawat, Pemurnian Aqidah, Nusantara VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Selasa, 12 Desember 2017

IPNU-IPPNU Gelar Peluncuran Perdana Kongres

Jakarta, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri NU (IPPNU) menyelenggarakan peluncuran perdana Kongres XVII IPNU dan Kongres XVI IPPNU di Palembang, Sumatera Selatan, Rabu (11/28).

Acara ini bersamaan dengan pembukaan Jambore Pelajar dan Santri  Nusantara. Hadir dalam kesempatan ini Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Mallarangeng, Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Alex Noerdin, Rais Syuriyah PWNU Sumsel KH Mudarris SM, serta Ketua PWNU Sumsel Amri Siregar.

IPNU-IPPNU Gelar Peluncuran Perdana Kongres (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPPNU Gelar Peluncuran Perdana Kongres (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU-IPPNU Gelar Peluncuran Perdana Kongres

Peluncuran perdana menandai resminya Kongres IPNU-IPPNU yang dihelat 30 November hingga 4 Desember 2012, di Asrama Haji Palembang dengan tema “Pendidikan Untuk Semua Menuju Kemandirian Bangsa”.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Ketua Umum IPNU Ahmad Syauqi menyatakan, tema kemandirian relevan diangkat di tengah keterpurukan kondisi bangsa di hampir semua level kehidupan. Indonesia terpuruk karena belum mampu independen dalam mengelola nasibnya sendiri.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

“Di kongres, kami mengundang para elit pemimpin bangsa ini. Hal ini semata-mata agar permasalahan dan nasib pendidikan, pelajar dan santri benar-benar diperhatikan. Bukan hanya oleh kalangan masyarakat, melainkan juga oleh segenap elit bangsa,” kata Syauqi.

Syauqi berharap, Kongres IPNU-IPPNU menjadi penyampai pesan bahwa pendidikan di Tanah Air masih jauh dari ideal. Perhatian serius mesti dilakukan karena akses pendidikan dinilai belum merata ke semua pihak dan hasil yang dicapai belum mendukung pembentukan karakter pelajar.

Redaktur: A. Khoirul Anam

Penulis   : Mahbib Khoiron

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Jadwal Kajian, AlaNu, Nusantara VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Rabu, 29 November 2017

Tim Hadroh PAC Ansor Mojosongo Sabet Trofi Bupati Boyolali

Boyolali, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Tim hadroh perwakilan Pimpinan Anak Cabang GP Ansor Mojosongo berhasil merebut juara 1 Trofi Bupati Boyolali pada Festival Lomba Hadroh yang diselenggarakan GP Ansor Boyolali, Ahad (19/4). Pada kegiatan di pesantren Zumrotut Tholibin Andong itu, GP Ansor Mojosongo berhasil mengalahkan perwakilan tim hadroh dari PAC lainnya.

Ketua GP Ansor Boyolali Choruddin Ahmad menjelaskan, selain Ansor Mojosongo, tiga tim lain juga berhasil membawa pulang piala.

Tim Hadroh PAC Ansor Mojosongo Sabet Trofi Bupati Boyolali (Sumber Gambar : Nu Online)
Tim Hadroh PAC Ansor Mojosongo Sabet Trofi Bupati Boyolali (Sumber Gambar : Nu Online)

Tim Hadroh PAC Ansor Mojosongo Sabet Trofi Bupati Boyolali

“Urutannya juara I Mojosongo, juara II Cepogo, juara III Nogosari dan satu untuk juara harapan yakni dari Ansor Banyudono,” terang Choruddin kepada VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth seusai acara penyerahan piala.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Sementara itu, sehari sebelumnya juga digelar acara Pekan Olahraga dan Seni Ma’arif (Porsema) se-Boyolali. Dalam acara tersebut, tiga sekolah berhasil meraih juara umum untuk tiap kategori berbeda.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

“Juara umum tingkat MA/SMK dari MA Al-Azhar Andong, tingkat MTS dari MTs Maarif Andong dan untuk tingkat MI yakni MI Jengglong Sempu Andong,” terang ketua POKJA Kepala Ma’arif Boyolali Agus Luqman.

Rangkaian acara Rakercab yang diramaikan dengan pameran ekonomi tersebut, ditutup dengan pengajian Ansor Berdzikir dan Bersholawat serta bedah buku “Mengapa Harus NU?” karya LTN-NU Boyolali. (Ajie Najmuddin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Nusantara, Doa VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Selasa, 17 Oktober 2017

LPBINU Semarakkan Hari Peduli Sampah dengan Lomba Foto dan Tulisan

Jakarta, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth



Dalam rangka menyemarakkan Hari Peduli Sampah Nasional yang jatuh pada 21 Februari, Pimpinan Pusat Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBINU) mengadakan lomba foto dan tulisan bagi masyarakat umum dengan tema “Ubah Sampah Jadi Berkah”.

LPBINU Semarakkan Hari Peduli Sampah dengan Lomba Foto dan Tulisan (Sumber Gambar : Nu Online)
LPBINU Semarakkan Hari Peduli Sampah dengan Lomba Foto dan Tulisan (Sumber Gambar : Nu Online)

LPBINU Semarakkan Hari Peduli Sampah dengan Lomba Foto dan Tulisan

Selasa (23/2), pukul 10.00-15.00 WIB, PP LPBINU akan menyelenggarakan “Sosialisasi Pengelolaan Sampah dan Pameran Produk Kerajinan Hasil Daur Ulang” di halaman parkir kantor PBNU, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta.

Peserta lomba dapat mengambil foto di arena kegiatan tersebut, sedangkan lomba tulisan bisa dilakukan dari tempat lain, kemudian mempublikasikannya ke media sosial untuk diperlombakan.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Pengambilan foto dalam lomba kali ini bisa menggunakan kamera telepon seluler, kamera DSLR, kamera digital, maupun perangkat lain. Peserta dan/atau pemenang lomba tidak dikenai biaya apapun. Untuk informasi lebih detail, para calon peserta dapat membaca syarat dan ketentualnya di situs resmi LPBINU (lpbi-nu.org). (Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Nusantara, Doa VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Selasa, 05 September 2017

RSNU Jombang Akan Terapkan Home Visit

Jombang, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Rumah Sakit Nahdlatul Ulama (RSNU) Kabupaten Jombang, Jawa Timur berencana akan menerapkan home visit (kunjungan rumah) ke beberapa tempat tinggal pasien yang sudah dirawat RSNU sebelumnya. Hal ini dilakukan untuk menjalin shilaturahim kepada pasien dan keluarga, di samping mengecek ulang kondisi masing-masing pasien yang dikunjungi.

RSNU Jombang Akan Terapkan Home Visit (Sumber Gambar : Nu Online)
RSNU Jombang Akan Terapkan Home Visit (Sumber Gambar : Nu Online)

RSNU Jombang Akan Terapkan Home Visit

Penerapan home visit akan dimulai selambat-lambatnya pada pekan ini dengan membawa fasilitas lengkap untuk pemeriksaan kondisi pasien. Di antaranya ambulans khusus, dokter, dan alat-alat pemeriksaan seperti tensi darah, tes labporat, stetoskop, dan timbangan badan.

H Syaifullah Isbari, penanggung jawab kegiatan ini mengatakan, pasien yang akan dikunjungi kurang lebih dari 30 pasien, terhitung sejak dua bulan lalu. Ia menambahkan, jumlah kunjungan tersebut bisa bertambah sesuai dengan kesiapan pihak rumah sakit pada beberapa bulan kemudian, pasalnya kegiatan ini akan dirutinkan dan akan membantu penilaian masyarakat tentang keberadaan rumah sakit ini dalam melakukan aktivitas operasi.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

“Karena pertama kali kita melakukan ini, untuk kuota kunjungan kepada pasien bisa saja bertambah pada kunjungan selanjutnya, yang jelas kami akan menyesuaikan dengan persiapan-persiapan dari rumah sakit ini,” katanya kepada VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth saat ditemui di kantornya di Jombang, Senin (4/1) siang.

Rencananya, pihak RSNU Jombang akan berkunjung setiap hari sekurang-kurangnya kepada lima pasien dimulai dari wilayah kecamatan terdekat. Syaifullah mengemukakan bahwa kunjungan pasien dari berbagai kecamatan tidak seimbang. Mayoritas jumlah kunjungan pasien terbanyak berasal dari daerah yang jauh dari RSNU Jombang.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

“Seperti halnya kecamatan Jogoroto dibandingkan Ngoro malah lebih banyak Ngoro. Di Ngoro mencapai 1360 pengunjung selama tahun 2015, sedangkan di Jogoroto hanya 692 pengunjung,” pungkasnya. (Syamsul Arifin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Nusantara, Tokoh, Nahdlatul VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Kamis, 29 Juni 2017

Dinbudparpora Rembang Percayakan Pendataan Potensi Pemuda kepada IPNU-IPPNU

Rembang, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Kurang lebih 300 pemuda yang mewakili setiap kecamatan se-Kabupaten Rembang, Jawa Tengah mengikuti Rapat Pembekalan Pendataan Potensi Kepemudaan Tahun 2016 yang diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Dinbudparpora) Kabupaten Rembang di aula Sanggar Pendopo Kabupaten Rembang, Kamis (28/1/2016).

Dari pertemuan ini, diharapkan para pemuda yang terpilih sebagai pendata yang nantinya akan diterjunkan langsung ke setiap desa se-Kabupaten Rembang untuk mampu mengidentifikasi potensi pemuda yang ada di kabupaten Rembang.

Dinbudparpora Rembang Percayakan Pendataan Potensi Pemuda kepada IPNU-IPPNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Dinbudparpora Rembang Percayakan Pendataan Potensi Pemuda kepada IPNU-IPPNU (Sumber Gambar : Nu Online)

Dinbudparpora Rembang Percayakan Pendataan Potensi Pemuda kepada IPNU-IPPNU

Kepala Bidang Kepemudaan Suharto mengatakan, melalui pendataan yang dilakukan kali ini, pihaknya berharap dapat mengetahui potensi-potensi yang ada pada pemuda, dan juga dapat menganalisa kemampuan pemuda-pemuda Rembang.

Suharto menambahkan, bahwa lulusan SLTA di Kabupaten Rembang mencapai angka 60 ribu, dan yang masuk dalam perguruan tinggi atau memperoleh pekerjaan adalah setengahnya, yaitu 30 ribu.

Diketahui dari data Dinbudparpora Kabupaten Rembang, petugas pendataan potensi remaja yang mengikuti rapat, mayoritas terdiri dari anggota Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU), baik dari Pimpinan Cabang (PC) Rembang maupun Lasem, yaitu sebanyak 80 persen dari jumlah petugas yang ada.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Kepala Seksi Kepemudaan Kabupaten Rembang, Endang Susilowati menjelaskan, mayoritas petugas pendata potensi pemuda Kabupaten Rembang didominasi dari teman-teman IPNU dan IPPNU.

Ini dikarenakan, lanjut Endang, IPNU dan IPPNU baik dari PC Rembang maupun Lasem telah menjadi Organisasi Kepemudaan (OK) terbaik di Kabupaten Rembang. Terbukti dengan telah terpenuhinya syarat-syarat keorganisasian, dan kontinuitas dalam kaderisasi.

"Di Rembang sendiri terdapat beberapa organisasi kepemudaan, dan hanya 4 organisasi yang telah memenuhi persyaratan dalam penyelenggaraan organisasi, yaitu organisasi Purna Paskibraka, Purna Pakarya, IPNU dan IPPNU,” tutupnya. (Aan Ainun Najib/Fathoni)

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Nusantara, Anti Hoax, Nahdlatul Ulama VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Rabu, 05 April 2017

Kader PMII ini Bikin Power Bank dari Batu Batrai

Mataram, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Salah seorang mahasiswa kreatif yang ada di salah satu perguruan tinggi di Nusa Tenggara? Barat (NTB) adalah Muhammad Nur. Mahasiswa IKIP Mataram semester 6 Jurusan Pendidikan Fisika ini menciptakan sebuah Inovasi baru yakni power bank dari tenaga Batrai.

Kader PMII ini Bikin Power Bank dari Batu Batrai (Sumber Gambar : Nu Online)
Kader PMII ini Bikin Power Bank dari Batu Batrai (Sumber Gambar : Nu Online)

Kader PMII ini Bikin Power Bank dari Batu Batrai

Mahasiswa kelahiran Sumbawa 21 Maret 1993 dari pasangan Syamsuddin dan Nurmin dari tiga orang bersaudara ini aktif di Organisasi Lendiknal (Lembaga Pendidik Profesional) sebagai ketua umum dan Pergerkan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Rayon Budi Utomo sebagai ketua kaderisasi Komisariat IKIP Mataram. Ia membuktikan bahwa mahasiswa organisatoris juga mampu berprestasi dalam kreatifitas. ?

Berawal dari tugas kuliah yang diberikan salah seorang Dosen di IKIP Mataram, Nur panggilan akrabnya melihat penggunaan Handphone dan gedget yang sangat luar biasa meningkat. Kebanyakan orang hari ini tidak bisa lepas dari yang namanya handphone dan gedget.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Percobaan pertama kemudian dilakukan dengan membuat Catur (Cas Tenaga Surya). Percobaan-percobaan demi percobaan dalam membuat catur ini tetapi kemudian mendapat kendala yakni tenaga yang dihasilkan dari panel surya yang dibuat hanya menghasilkan 2 volt sedangkan dalam pengecasan hp dibutuhkan tenaga sekitar 5 volt.

Gagal bukan berarti menyerah kepada kekalahan melainkan menjadikan itu sebagai referensi untuk percobaan selanjutnya. Mulai dari coba-coba menggantikan tenaga surya dengan tenaga batrai yang kemudian dirangkai dengan rangkaian seri power bank dan itu berhasil dilakukan.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Alat-alat yang digunakan dalam pembuatan rangkaian ini sangat simpel dan mudah dicari, ditoko elektronik. Alat-alatnya antara lain Dioda 1N001, C L7805 / transistor, Capasitor 16 Volt 100?F, Resistor 100 ohm ½ watt ,Resistor 1 kilo ½ watt, LED, Soket USB, Saklar mini dan? Baterai 9 volt atau 12 volt. Sedangkan bahan yang digunakan adalah Kabel, Papan USB, Gunting / tang potong, Solder dan Timah, sedangkan untuk kasing dibuat dari bekas kartu perdana.

Menurut Nur dana yang dibutuhkan dalam pembuatan power bank ini hanya menghabiskan 15 ribu rupiah sangat ekonomis jika kita bandingkan dengan power bank biasa yang harganya sampai 150 ribuan.

Kelebihan dari power bank yang dibuat dari tenaga batrai ini adalah dapat mengecas HP untuk beberapa kali, Baterai hp tidak akan mengalami drop dengan sumber DC yang kecil, dapat dibuat sendiri tentunya dengan harga yang murah dan baterai dapat diganti dengan mudah. Cocok sekali bagi anda yang berpergian jauh ke gunung hanya membawa batrai yang bisa di ganti-ganti dan hp anda tetap bisa digunakan tentunya.

Dengan inovasi yang dibuat oleh mahasiwa M. Nur ini berhasil menjadi juara dalam lomba Karya Ilmiah diberbagai event. Sekarang dia menjadi tutor di salah satu sekolah Madrasah Aliyah Negeri di Kota Matram hanya untuk mengajarkan anak-anak siswa membuat power bank dari tenaga batrai ini.

Harapannya kepada pemerintah adalah mendapatkan bantuan dalam pengerjaan karyanya. Menurutnya, karyanya ini masih banyak kekurangan yang harus disempurnakan lagi untuk kedepannya dan berkeinginan untuk diproduksi masal sehingga pemanfaatan energi yang seperti ini bisa dilakukan sehingga bisa menghemat energi listrik.

Yas Arman Prayatna, sekertaris bidang kaderisasi PC PMII Mataram, mahasiswa akhir IKIP Mataram

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Nusantara, RMI NU, Tokoh VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Jumat, 24 Maret 2017

Majelis Alumni IPNU: Momen Pembahasan RUU Pilkada Tak Tepat

Kudus, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Ketua Umum Presedium Majelis Alumni IPNU H Hilmi Muhammadiyah menilai pembahasan tarik ulur RUU Pilkada oleh DPR waktunya tidak tepat.

Hal itu mengemuka dalam diskusi “Pilkada Langsung, Pilkada Tidak Langsung: Siapa Beruntung?” yang diadakan STAIN Kudus bekerja sama dengan Majelis Alumni IPNU Jawa Tengah di aula Rektorat lantai 3, Sabtu (20/9) siang.?

Majelis Alumni IPNU: Momen Pembahasan RUU Pilkada Tak Tepat (Sumber Gambar : Nu Online)
Majelis Alumni IPNU: Momen Pembahasan RUU Pilkada Tak Tepat (Sumber Gambar : Nu Online)

Majelis Alumni IPNU: Momen Pembahasan RUU Pilkada Tak Tepat

Ketidaktepatan itu terkait hawa panas di gedung dewan antara kubu pendukung Pilkada Langsung dan Pilkada Tidak Langsung. “Saya menilai pembahasan RUU ini tidak tepat karena saya mencium aroma kekecewaan salah satu calon dalam Pilpres kemarin,” terangnya.?

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Idealnya, pembahasan RUU tersebut dilakukan 2019 mendatang, syaratnya dengan kejernihan berpikir. Hilmi juga menyayangkan DPR yang baru membahasnya saat ini. Padahal, Munas NU tahun 2012 di Kempek telah jelas membahas hal itu.?

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Hasil Munas waktu itu menyebutkan Pilgub, Pilwali, dan Pilbup oleh DPRD layak diberlakukan lagi. “Hasil ini muncul lantaran keprihatinan konflik sosial dalam penyelenggaraan Pilkada Langsung,” jelasnya pada audien yang hadir.?

Mestinya, sebelum Pilpres atau usai hasil Munas itu diputuskan DPR langsung tanggap. Jika tarik-menariknya baru sekarang, ia meyakini ada banyak kepentingan dibalik pembahasan RUU tersebut. (Syaiful Mustaqim/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Nusantara VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Jumat, 03 Februari 2017

Fatayat NU Tanjungkerta Bantu Korban Kebakaran di Dua Desa

Sumedang, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Pengurus Anak Cabang (PAC) Fatayat Nahdlatul Ulama Kecamatan Tanjungkerta memberikan bantuan untuk korban kebakaran di Desa Sukamantri dan Dusun Ciereng Desa Banyuasih, Kecamatan Tanjungkerta, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Senin (21/8).?

Fatayat NU Tanjungkerta Bantu Korban Kebakaran di Dua Desa (Sumber Gambar : Nu Online)
Fatayat NU Tanjungkerta Bantu Korban Kebakaran di Dua Desa (Sumber Gambar : Nu Online)

Fatayat NU Tanjungkerta Bantu Korban Kebakaran di Dua Desa

Di Sukamantri ada satu rumah yang terbakar dan di Ciereng tiga rumah. Bantuan yang diberikan yaitu sembako, pakaian, dan sejumlah uang.

Ketua Fatayat NU Tanjungkerta Ai Faridah mengatakan, memberikan sumbangan ini merupakan program pengurus Fatayat NU Tanjungkerta sebagai wujud Kepedulian sosial. Selain itu memang sudah selayaknya sesama muslim saling membantu dan tolong-menolong dalam hal kebaikan.

“Para korban kebakaran sedang mendapatkan musibah, kami merasa terpanggil untuk bisa meringankan beban musibah yang mereka alami dan memberikan kekuatan kepada mereka untuk tegar dalam menghadapi masalah dan bisa bangkit kembali,” ujar Ai.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Sementara salah seorang korban kebakaran yang bernama Cucu mengatakan senang sekali dapat bantuan dari Fatayat NU.

"Alhamdulillah saya senang sekali dapat bantuan. Ini bisa membantu dan meringankan kehidupan kami,” ujar Cucu. (Ayi Abdul Kohar/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Habib, Nusantara, Meme Islam VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Selasa, 17 Januari 2017

Ketum PMII Minta Maaf kepada Masyarakat Sulteng

Palu, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth?



Polemik pidato Ketua Umum Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Aminuddin Ma’ruf pada pembukaan Kongres ke-19 PMII di Kota Palu menyebabkan ketersinggungan Gubernur dan masyarakat Sulawesi Tengah.?

Oleh karena itu Amin meminta maaf saat pertemuan yang dimediasi Ikatan Keluarga Alumni PMII (IKAPMII), PB PMII, serta Gubernur Sulawesi Tengah H. Longki L. Djanggola di Rumah Jabatan Gubernur Sulteng (17/5).

Ketum PMII Minta Maaf kepada Masyarakat Sulteng (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketum PMII Minta Maaf kepada Masyarakat Sulteng (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketum PMII Minta Maaf kepada Masyarakat Sulteng

“Terkait polemik pidato saya kemarin, tidak ada maksud untuk menyinggung Gubernur Sulawesi Tengah dan masyarakat Sulawesi Tengah secara umum. Dengan itu, saya secara pribadi dan atas nama PB PMII, meminta maaf jika pidato saya kemarin telah menyinggung hati masyarakat Palu dan masyarakat Sulawesi Tengah secara umum,” kata Aminuddin pada pertemuan itu.

Gubernur Longki Djonggala, menyatakan penyesalan atas pidato disampaikan Amin. “Yang jelas, saya pun juga sangat menyesalkan sikap adinda saya (Aminuddin Ma’ruf) dengan statement itu. Mungkin karena terlalu semangat, sehingga ya keseleo lidah dan akhirnya dapat memberi arti yang lain,” ujar Longki.

Gubernur memaklumi pidato Amin yang mungkin terpikir dengan kasus-kasus di Jawa dan terbawa dengan arus isu hangat yang diupayakan pemerintah, semisal persoalan HTI.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

“Jadi, prinsipnya saya tidak ada masalah dan menerima permintaan maafnya. Hanya saja, tolong kalau boleh, adakan klarifikasi terhadap sambutan itu, seperti yang adinda katakan tidak ada maksud untuk mendiskreditkan baik ulama, umat Islam keseluruhan, dan rakyat Sulawesi Tengah,” tambah Longki.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Gubernur juga berharap bahwa kongres XIX PMII dapat berjalan dengan lancar dan akan tetap mendukung perhelatan akbar pergantian kepemimpinan di tubuh PMII hingga selesai.?

“Saya minta ini secepatnya clear, karena masih ada musyawarah di kongres, dan ini semua dapat berjalan dengan aman, nyaman dan lancar. Juga tidak ada gesekan-gesekan yang memanfaatkan moment ini (kontroversi pidato Aminuddin-red). ? ?

Di akhir pertemuan dan mediasi tersebut, Gubernur Sulteng, Ketua Umum PB PMII, Ketua IKAPMII Sulteng dan Sekretaris PW GP Ansor saling mengadakan foto bersama dan bergandengan tangan di hadapan para wartawan yang juga ikut dalam pertemuan itu.

Sebagaimana diketahui, pada kongres dibuka Presiden Joko Widodo Selasa (16/5), Aminudin mengatakan bahwa kongres PMII sengaja dilaksanakan di tanah Tadulako Provinsi Sulteng dengan tema meneguhkan konsensus bernegara untuk Indonesia berkeadaban; di tanah ini, katanya adalah pusat dari gerakan radikalisme Islam, di tanah ini, katanya, adalah pusat dari gerakan menentang NKRI. (Red: Abdullah Alawi)

? ?

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Nusantara, Berita, RMI NU VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Sabtu, 23 April 2016

Doa Ta’ziyah

Taziyah atau melayat orang yang meninggal dunia merupakan bagian dari ibadah yang dianjurkan dalam Islam, baik sebelum jenazah dikebumikan maupun sesudahnya hingga sekitar tiga hari. Taziyah bermakna membantu, dengan membesarkan hati orang-orang yang ditinggalkan agar sabar, tenang, dan ikhlas terhadap musibah yang dialami. Karena itu nilai taziyah lebih dari sekadar berkunjung ke rumah duka. Ia mengandung pula empati, solidaritas sosial, doa, dan tentu saja pelaksanaan dari anjuran Rasulullah.

Saat melaksanakan taziyah, si pelayat dianjurkan membaca doa berikut ini:

Doa Ta’ziyah (Sumber Gambar : Nu Online)
Doa Ta’ziyah (Sumber Gambar : Nu Online)

Doa Ta’ziyah

? ? ? ? ? ? ?

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

A‘dlamaLlâhu ajraka wa ahsana ‘azâ’aka wa ghafaraka li mayyitika



VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Artinya: "Semoga Allah memperbesar pahalamu, dan menjadikan baik musibahmu, dan mengampuni jenazahmu." (Lihat Muhyiddin Abi Zakariya Yahya bin Syaraf An-Nawawi, Al-Adzkâr, Penerbit Darul Hadits, Kairo, Mesir)

Atau bisa juga:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Inna liLlâhi taâlâ mâ akhadza wa lahu mâ a’thâ wa kullu syai-in ‘indahu bi ajalin musammâ famurhâ faltashbir wal tahtasib



Artinya: “Sesungguhnya Allah maha memiliki atas apa yang Dia ambil dan Dia berikan. Segala sesuatu mempunyai masa-masa yang telah ditetapkan di sisi-Nya. Hendaklah kamu bersabar dan mohon pahala (dari Allah).” (HR Bukhari dan Muslim)

(Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Hadits, Syariah, Nusantara VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock