Tampilkan postingan dengan label Kiai. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kiai. Tampilkan semua postingan

Selasa, 27 Februari 2018

Tim Kirab Resolusi Jihad Terima Ijazah Shalawat Kholiliyah

Mojokerto, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Salah satu kegiatan yang dilakukan Tim Kirab Resolusi Jihad NU adalah kunjungan ke para sesepuh NU dan ziarah ke makam pejuang NU. Seperti pada Jumat (14/10) kemarin. Tim yang dipimpin oleh Wasekjen PBNU Ishfah Abidal Aziz menyempatkan berkunjung ke Sidogiri dan Makan Syaikhuna Kholil Bangkalan.

Tim Kirab Resolusi Jihad Terima Ijazah Shalawat Kholiliyah (Sumber Gambar : Nu Online)
Tim Kirab Resolusi Jihad Terima Ijazah Shalawat Kholiliyah (Sumber Gambar : Nu Online)

Tim Kirab Resolusi Jihad Terima Ijazah Shalawat Kholiliyah

Kedatangan Tim menjelang tengah malam di Pesantren dan Makam Syaikhuna Kholil Bangkalan, disambut keluarga besar pondok pesantren, para santri, pejabat Kemenag, dan Pemkab serta DPRD Bangkalan.

Setelah melakukan ziarah, Tim berkesempatan mendengarkan taushiyah dan arahan dari ulama setempat di antaranya dari KH Muhammad Faisal Anwar. Lebih istimewa, Kiai Faisal Anwar berkenan memberikan ijazah kepada Tim Kirab Resolusi Jihad NU. Ijazah yang diberikan adalah shalawat Kholiliyah, yang merupakan shalawat khas di Pesantren Kholil Bangkalan.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

"Semoga dengan ijazah ini Panjenengan semua akan mendapat barokah dari Kiai Kholil," harapnya.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Ditemui VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth selesai acara, Kiai Anwar berpesan agar para santri dan generasi muda berbuat manfaat. Selain itu, katanya, juga tidak boleh mudah terombang-ambing pada sesuatu yang belum tentu jelas kebenarannya. (Kendi Setiawan/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Internasional, Kiai, Tegal VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Jumat, 16 Februari 2018

LP Ma’arif NU Jatim Luncurkan Sekolah dan Madrasah Unggulan

Surabaya, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Menyambut tahun ajaran baru 2015/2016, PW Lembaga Pendidikan Maarif NU Jawa Timur menyelenggarakan grand launching 19 sekolah dan madrasah unggulan. Kegiatan tersebut diselenggarakan di Hotel Utami Surabaya, Jumat (22/5).

LP Ma’arif NU Jatim Luncurkan Sekolah dan Madrasah Unggulan (Sumber Gambar : Nu Online)
LP Ma’arif NU Jatim Luncurkan Sekolah dan Madrasah Unggulan (Sumber Gambar : Nu Online)

LP Ma’arif NU Jatim Luncurkan Sekolah dan Madrasah Unggulan

Lembaga-lembaga pendidikan unggulan tersebut akan melengkapi sekolah dan madrasah unggulan yang telah ada sejak tahun 2003. Hal ini dilakukan sebagai tuntutan masyarakat NU yang merespon agar pendidkan berkulitas dapat semakin berkembang dan dikelola oleh LP Maarif NU.

"Apa yang kami lakukan sesuai dengan amanah Konferwil PWNU Jatim yang salah satunya menginginkan lembaga pendidikan Maarif memperbanyak lembaga pendidikan unggulan, agar kualitas pendidikan warga NU merata di semua daerah," kata Ali Mustofa, Sekretaris Progran Sekolah dan Madrasah Unggulan.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Acara ini mendapat sambutan luar biasa dari 42 PC LP Maarif NU seluruh Jawa Timur dan para tokoh pendidikan. Hadir diantaranya Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Propinsi Jawa Timur Dr H Saifullah Rahman dan mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI ? Prof Dr H Muhammad Nuh.

Lembaga pendidikan yang di launching tersebut telah mendapat pendampingan dan pelatihan secara berkala dari Pusat Pendidikan dan Pelatihan Maarif Jawa Timur. Meski nantinya akan menjadi lembaga pendidikan unggul, konsep sebagai pendidikan bagi warga NU tetap diselenggarakan. "Hal itu seperti pengembangan mata pelajaran Aswaja dan Ke Nu an, budaya sekolah, pengelolaan madrasah sehat, dan lain sebagainya," kata Ali Mustofa.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Sebagai mantan menteri, Muhammad Nuh mengemukakan bahwa warga NU perlu untuk menyongsong seratus tahun lahirnya organisasi ini dengan mengukir prestasi dan kualitas sumber daya manusia. "Salah satunya adalah mengarus utamakan pendidikan untuk mencetak kader bangsa yang sesuai dengan ruh NU," katanya.

Pola pengelolaan ini diharapkan nantinya sekolah dan madrasah tersebut nantinya dapat melakukan deseminasi program kepada lembaga di sekitarnya. Sebagai pengurus yang membidangi program ini, Dr Hj Hanun Asrochah, MA menjelaskan bahwa model pelatihan dan pendampingan sekolah dan madrasah unggul menggunakan konsep pelatihan dan monitoring atas perkembangan program unggulan di masing-masing sekolah dan madrasah yang telah ditunjuk. ?

"Rencana program sekolah dan madrasah unggulan ini akan dilaksnakan selama dua tahun dengan pendanaan enam puluh persen pihak sekolah dan empat puluh persen dari keuangan Maarif Jatim," pungkasnya. (Syaifullah/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Kiai VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Rabu, 14 Februari 2018

Hadiri Munas-Konbes NU, Ketua Ranting IPNU Patoman Ini Naik Motor Banyuwangi-Lombok

Mataram, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth - Acara Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama 2017 yang dihelat di Nusa Tenggara Barat (NTB) tidak hanya mendatangkan pengurus struktural PBNU dan PWNU se-Indonesia. Forum ini juga menarik minat warga NU untuk hadir. Mereka kadang menggunakan cara-cara yang nekat.

Choirul Anam (Irul) adalah salah satunya. Ketua Pengurus Ranting IPNU Desa Patoman itu rela mengendarai sepeda motor untuk sampai di lokasi acara.

Hadiri Munas-Konbes NU, Ketua Ranting IPNU Patoman Ini Naik Motor Banyuwangi-Lombok (Sumber Gambar : Nu Online)
Hadiri Munas-Konbes NU, Ketua Ranting IPNU Patoman Ini Naik Motor Banyuwangi-Lombok (Sumber Gambar : Nu Online)

Hadiri Munas-Konbes NU, Ketua Ranting IPNU Patoman Ini Naik Motor Banyuwangi-Lombok

"Tak ada persiapan khusus. Ini spontanitas saat dengar kabar ada Munas, saya dan teman saya langsung berangkat," ujar lelaki kelahiran 18 Oktober 1997 itu.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Irul berangkat dari Banyuwangi pada pukul 22.00 WIB dan sampai di lokasi pada pukul 15.00 WITA. Kurang lebih ia menempuh jarak 267,9 KM. "Kita naik kapal laut dua kali. Pertama dari Jawa ke Bali, lalu dari Bali ke Lombok. Paling lama waktu nyebrang ke Lombok. Empat jam diombang-ambing ombak," ceritanya.

Motivasi Irul hingga nekat sampai ke Lombok sangat sederhana. Sebagai warga NU, ia hanya ingin merasakan suasana acara NU di tingkat Nasional dan kiai-kiai NU yang berasal dari seluruh Indonesia. "Ingin ngalap berkah ketemu para kiai NU se-Indonesia," harapnya.

Upayanya pun tak sia-sia. Sampai di Lombok, Irul langsung menuju lokasi pembukaan Munas di kawasan Islamic Center NTB, di Mataram. Di lokasi pembukaan tersebut, ia bisa bertemu dengan KH Maruf Amin, KH Said Aqil Siroj, KH Maimun Zubair, dan ratusan kiai lainnya.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

"Meski tidak bisa salaman, bisa melihat langsung para kiai itu, saya sudah senang," menurutnya.

Tak hanya bertemu dengan para ulama, Irul juga merasa beruntung bisa bertatap muka dengan Presiden RI Joko Widodo dan Jenderal TNI Gatot Nurmantyo. "Akhirnya, saya juga bisa melihat langsung wajah Presiden dan Jenderal," katanya.

Irul mengaku juga bakal mengikuti acara hingga tuntas selain menghadiri rangkaian acara pendukung, seperti seminar umum, bazar, panggung hiburan dan juga ingin ziarah ke makam-makam ulama Aswaja di Lombok. "Eman-eman, jauh-jauh kalau langsung pulang," pungkasnya. (Ayunk notonegoro-Ibnu Tsani/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Kiai, Pesantren, Cerita VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Senin, 05 Februari 2018

Didukung Polisi, Pagar Nusa Bubarkan Konferensi HTI

Tasikmalaya, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Pimpinan Cabang Pencak Silat Nahdlatul Ulama Pagar Nusa Kabupaten Tasikmalaya berhasil membubarkan Konferensi Islam dan Peradaban Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) di Asia Plaza, Ahad (1/5) siang sekitar pukul 11.30 WIB.

Pembubaran ini didukung dan bahkan dipimpin langsung oleh Kapolres Kota Tasikmalaya ini hanya berselang 30 menit setelah aksi dimulai.

Didukung Polisi, Pagar Nusa Bubarkan Konferensi HTI (Sumber Gambar : Nu Online)
Didukung Polisi, Pagar Nusa Bubarkan Konferensi HTI (Sumber Gambar : Nu Online)

Didukung Polisi, Pagar Nusa Bubarkan Konferensi HTI

Ditemui sebelum membubarkan konferensi HTI, Ketua Pagar Nusa Kabupaten Tasikmalaya, Moch. An’an Nazily mengatakan, aksi yang ketiga kalinya ini masih dengan tuntutan yang sama, yaitu membubarkan acara HTI.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Alasan yang kedua, terang pria yang akrab dipanggil Aa ini, untuk memberikan bukti kepada kepolisian, bahwa acara HTI tersebut bukan peringantan Isra’ Mi’raj.

“Kemarin, Manager Operasional Graha Asia (Hotel di Asia Plaza, red) dan Kabag Ops Polres Kota Tasikmalaya mengatakan, bahwa yang datang memberitahukan acara HTI itu dari MUI Kota Tasikmalaya, kata mereka, acara yang akan dilaksanakannya adalah Isra’ Mi’raj. Padahal jelas-jelas mereka menggelar konferensi sebagaimana bukti yang kita bawa ini. Ini bentuk kebohongan publik. Bukti ini akan kita serahkan kepada Kapolres,” paparnya.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Di tempat yang sama, setelah menerima bukti undangan Konferensi Islam dan Peradaban dan spanduk acara HTI, Kapolres Kota Tasikmalaya AKBP Noffan Widyayoko mengapresiasi aksi yang dilakukan oleh Pagar Nusa. Bahkan dia berjanji akan menyampaikan aspirasi tersebut kepada pimpinan pusat HTI.

“Saya mengapresiasi apa yang rekan-rekan lakukan. Dan ini menjadi bahan buat kami, kami akan teruskan sampai ke tingkat pusat HTI tersebut, bahwa informasi dari rekan kami, dari teman-teman Pagar Nusa, teman-teman NU, bahwa anda melaksanakan kegiatan yang demikian-demikian,” paparnya.

Bahkan dia menegaskan, bahwa dirinya NKRI sejati. Pernyataannya itu, aku Noffan, telah disampaikan langsung kepada pengurus HTI. “Saya cinta damai, saya NKRI asli, saya Pancasila dan saya sampaikan kepada yang bersangkutan, ini perlu dicatat rekan-rekan, pada saat saya diwawancarai mereka, saya adalah NKRI sejati. Saya minta anda juga pun demikian, mendukung Pancasila sebagai ideologi negara dan Undang-undang Dasar negara RI, itu acuan kita dan yang tertinggi adalah Alquran. Videonya masih ada, saya tidak berbohong,” jelas Noffan.

Setelah melakukan dialog, AKBP Noffan Widyayoko langsung memerintahkan anggotanya yang berada di lokasi acara untuk membubarkan acara. Konferensi yang sedianya dilaksanakan sampai pukul 14.00, akhirnya ditutup tepat pukul 11.30. Bahkan, Kapolres menunggu sampai seluruh peserta konferensi HTI keluar dari Asia Plaza.

Seperti diwartakan, Pagar Nusa menegaskan, konferensi tersebut mengancam Keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). HTI ingin mengubah dasar negara, dan tidak mengakui Pancasila dan UUD 1945 yang telah dirumuskan dan disetujui oleh para ulama pendiri bangsa. Konferensi itu juga sengaja digelar bertepatan dengan hari lahir Pancasila. (Asep Sufian Sya’roni/Anam)

Gambar: Ketua Pagar Nusa Kab. Tasikmalaya dan Kapolres Kota Tasikmalaya akan menyaksikan para peserta konferensi keluar dari Asia Plaza

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Amalan, Kiai, Hikmah VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Sabtu, 03 Februari 2018

Minoritas Muslim Serbia Hadapi Sulitnya Bangun Masjid

Beograd, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Minoritas Muslim di Beograd, ibu kota Serbia, sedang mengalami keterbatasan rumah ibadah. Hingga kini hanya ada satu masjid di sana. Komunitas Muslim Serbia mengaku kesulitan membangun masjid baru lantaran tak mendapat dukungan yang memadai dari pemerintah setempat.

Minoritas Muslim Serbia Hadapi Sulitnya Bangun Masjid (Sumber Gambar : Nu Online)
Minoritas Muslim Serbia Hadapi Sulitnya Bangun Masjid (Sumber Gambar : Nu Online)

Minoritas Muslim Serbia Hadapi Sulitnya Bangun Masjid

Ironisnya, satu-satunya masjid itu pun berasal dari tahun 1575 ketika kota ini menjadi bagian dari kerajaan Islam Turki Utsmani. Selebihnya, umat Islam di Beograd terpaksa shalat berjamaah di rumah-rumah pribadi yang mereka sulap menjadi masjid.

"Ini rumah keluarga. Kita bisa shalat di dalamnya, tapi bangunannya tidak legal," kata Hilmija, seorang Muslim berusia 47 tahun dan anggota minoritas Roma Serbia. "Ini memalukan," tambahnya seperti dikutip Reuters, Rabu.

Pernyataan itu ia lontarkan merujuk pada sebuah bangunan yang hancur dengan puing-puing di sekelilingnya. Rumah tersebut menjadi saksi perjuangan sekitar 20.000 umat Islam untuk bisa shalat berjamaah di kota yang didominasi pemeluk Kristen Ortodoks.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Sekretariat Perencanaan Kota di balai kota Beograd membantah telah menghalang-halangi pembangunan masjid baru. Ia mengatakan bahwa tidak ada catatan permintaan bangunan dari Komunitas Islam Serbia.

Namun demikian, komunitas Islam di Serbia mengatakan, pemerintah Beograd telah berulang kali mengabaikan permintaan agar masjid baru dibangun. Padahal, komitmen negara tersebut terhadap hak-hak minoritas menjadi ukuran penting dalam menyongsong masuk sebagai anggota Uni Eropa.

"Kami telah meminta izin beberapa kali untuk beberapa lokasi, selama beberapa dekade... tapi kami tidak pernah berhasil lolos bahkan untuk sekadar memasukkan berkas," kata Mufti Muhamed Hamdi Jusufspahic, ketua Majelis Umum Komunitas Islam Serbia. "Setiap permohonan (hanya) akan dimasukkan ke dalam laci."

Serbia adalah rumah bagi sekitar 230.000 Muslim atau kira-kira 3,1 persen dari total populasi. Mereka terkonsentrasi di wilayah Sandzak bagian barat daya yang berbatasan dengan Bosnia, Kosovo, dan Montenegro.

Pada 2004, sebagai respon atas gelombang serangan Albania terhadap orang-orang minoritas Serbia di Kosovo, perusuh membakar masjid Beograd dan fasilitas lain di kota Nis bagian selatan. Kini kondisi sudah pulih. 

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Emin Zejnulahu, mufti masjid yang dibongkar di Zemun Polje, mengatakan bahwa umat Islam tidak akan berhenti menjalankan kehidupan beragamanya. 

"Kita harus menjalankan agama kita, apapun rintangannya," katanya. "Kita harus menjadi tetangga yang baik untuk semua orang, terlepas dari keyakinan dan kewarganegaraan mereka." (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Kiai VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Genjot Oplah, Majalah Aula Gandeng Ma’arif

Surabaya, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Kerja sama saling menguntungkan akan segera dilakukan antara Majalah Aula dengan PW LP Maarif NU Jawa Timur. Hal ini untuk semakin meningkatkan oplah media tersebut dan memberikan informasi yang berguna bagi para pendidik, siswa, dan pengelola sekolah atau madrasah.

Ketua PW LP Maarif NU Jatim, Prof. Dr. H. Abd. Haris, M.Ag menjelaskan, sudah saatnya ada sinergi antara media yang dimiliki NU yakni "Aula" dengan lembaga yang sekarang dipimpinnya. "Tidak semata meningkatkan oplah, juga sebagai sarana komunikasi bagi para pelaku pendidikan di NU," katanya, Senin (12/10).

Genjot Oplah, Majalah Aula Gandeng Ma’arif (Sumber Gambar : Nu Online)
Genjot Oplah, Majalah Aula Gandeng Ma’arif (Sumber Gambar : Nu Online)

Genjot Oplah, Majalah Aula Gandeng Ma’arif

Guru besar UIN Sunan Ampel Surabaya ini mengemukakan, banyak informasi yang layak diketahui para guru maupun pengelola pendidikan. Dan pada saat yang sama, Majalah Aula juga bisa menginformasikan capaian yang telah dilakukan lembaga pendidikan, sehingga dapat diketahui pembaca, lanjutnya.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

"Jaringan Maarif khususnya di Jawa Timur sangat luar biasa," tandasnya. Ada ribuan sekolah dan madrasah yang bergabung dengan PW LP Maarif NU Jatim. Apalagi kalau Majalah Aula dapat menarik minat para guru untuk menjadi pelanggan. "Bila dikelola dengan baik, hal ini merupakan potensi pasar yang sangat bagus," jelasnya.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Pihak Majalah Aula yang diwakili Iwan Setiono dari pemasaran, menyambut baik kerja sama tersebut. "Kami akan memberikan space halaman khusus untuk bisa menyapa para guru dan pengelola madrasah serta sekolah yang berada di bawah naungan Maarif," terangnya.

Halaman yang akan diberikan berupa profil lembaga pendidikan, informasi kebijakan yang bermanfaat bagi tenaga pendidik, serta prestasi yang diraih siswa, guru dan sekolah. "Dengan dimuat di media kami, maka informasi tersebut akan bisa tersebar ke sejumlah kalangan," ungkapnya.

Sebagai sebuiah perusahaan media, Majalah Aula tentu akan memberikan pembagian keuntungan dari distribusi tersebut. "Semua akan dituangkan dalam kerja sama yang dapat ditandatangani kedua belah pihak," kata Iwan, sapaan akrabnya.

Profesor Haris juga berharap, kerja sama tersebut nanti dapat disaksikan oleh pimpinan lembaga pendidikan, sehingga bisa ditindaklanjuti di lapangan. "Penandatanganan kerja sama itu bisa dilakukan saat kegiatan yang menghadirkan para kepala sekolah dan pimpinan yayasan di masing-masing sekolah atau madrasah," pungkasnya. (Ibnu Nawawi/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Pertandingan, Kiai, Sejarah VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Jumat, 26 Januari 2018

Keppres Hari Santri Harus Disertai Perhatian Negara untuk Pesantren

Jakarta, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Ketua Lembaga Dakwah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LD PBNU) KH Maman Imanulhaq mengungkapkan bahwa penetapan Hari Santri Nasional melalui Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 22 Tahun 2015 oleh Jokowi harus disertai perhatian negara untuk pesantren.

Hal itu dikemukakan oleh Pengasuh Pesantren Al-Mizan Majalengka, Jawa Barat ini saat memberikan materi dalam Focus Group Discussion (FGD) RUU Madrasah dan Pondok Pesantren, Rabu (19/10) di Hotel Lumire Jakarta Pusat.

Keppres Hari Santri Harus Disertai Perhatian Negara untuk Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
Keppres Hari Santri Harus Disertai Perhatian Negara untuk Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

Keppres Hari Santri Harus Disertai Perhatian Negara untuk Pesantren

Dalam FGD yang digelar LP Ma’arif NU, FPKB DPR RI, dan Kementerian Agama tersebut, kiai yang akrab disapa Kang Maman ini menuturkan bahwa menurutnya, selama ini seolah hari santri hanya sebatas arak-arakan, kirab, dan seremonial.

“Oleh negara, kita seolah sudah cukup bergembira dikasih hari santri. Pengakuan negara terhadap santri mestinya disertai perhatian mereka bahwa pesantren selama ini memberikan kontribusi luar biasa terhadap pembangunan bangsa sejak sebelum kemerdekaan,” papar Anggota DPR RI FPKB ini.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Sebab itu menurutnya, momen penting Hari Santri harus dimanfaatkan oleh NU untuk mem-breakdown gagasan-gagasan demi kepentingan pesantren dari sudut pandang alokasi anggaran tetap APBN untuk pesantren dan madrasah.

Karena menurut penulis buku Fatwa dan Canda Gus Dur ini, tidak terpungkiri bahwa selama ini pesantren dan madrasah terutama swasta masih mengalami diskriminasi alokasi anggaran negara. Tidak seperti pendidikan umum yang terbiayai oleh pemerintah pusat dan pemerintah daerah sekaligus.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

“Maka dari itu, pengguliran RUU Madrasah dan Pondok Pesantren ini semoga bisa memperkuat payung hukum yang ada selama ini sehingga eksistensi penting madrasah dan pesantren tidak terabaikan secara regulatif,” terangnya.

Senada dengan Kang Maman, Direktur Pendidikan Madrasah Kemenag RI M. Nur Kholis Setiawan juga menerangkan bahwa warga NU jangan hanya gegap gempita dengan Hari Santri. Tetapi juga harus mendorong pemerintah atau negara agar melakukan rekognisi (pengakuan) sehingga pesantren terperhatikan dalam alokasi anggaran negara.

“Kita sekarang masih gegap gempita dengan Hari Santri, tetapi bagi saya, ekstrim saya katakan, percuma ada Hari Santri kalau pesantren masih hanya dianggap sebagai pemadam kebakaran. Negara belum hadir di sana,” ujar Nur Kholis.

Karena menurutnya, kita tidak mungkin berargumentasi bahwa guru-guru dan ustadz-ustadz pesantren harus mendapatkan penghargaan negara. “Sama sekali belum bisa. Sebab selama ini, pesantren hanya masuk nomenklatur pendidikan non-formal,” tutur Nur Kholis. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Kiai, Bahtsul Masail, Quote VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Selasa, 16 Januari 2018

Puluhan Ribu Jamaah Dzikir di Masjid Agung Solo

Solo, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth 

Puluhan ribu jamaah memenuhi Masjid Agung Solo. Mereka mengikuti dzikir dan tablig akbar bertajuk "20 ribu yasin untuk hajat Anda menuju Solo Kota Santri" bersama Habib Noval bin Muhammad Alaydrus pada Ahad (13/10).

Puluhan Ribu Jamaah Dzikir di Masjid Agung Solo (Sumber Gambar : Nu Online)
Puluhan Ribu Jamaah Dzikir di Masjid Agung Solo (Sumber Gambar : Nu Online)

Puluhan Ribu Jamaah Dzikir di Masjid Agung Solo

Berdasarkan pengamatan VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth, mayoritas jamaah yang hadir berpakian putih. Selebihnya berjaket dengan nama majelis di punggungnya, seperti Majelis Rosululloh, Majelisul Maulid Wat Talim Riyadlul Jannah (Malang), dan Ahbabul Musthofa. 

Sambil menanti acara dimulai, para jamaah asyik mendengarkan lantunan solawat yang dilantunkan oleh kelompok hadroh Jamuri Solo dan Fatahilah.

"Sebelum dimulai, yuk berdoa kepada Allah agar dikirimkan mendung atau angin yang semilir," ungkap Habib Noval mengawali majelis. 

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Ucapan tersebut keluar setelah melihat ada sebagian jamaah diluar masjid yang kepanasan, meski panitia telah menutup halaman masjid dengan tenda. Lima menit kemudian, jamaah membaca Alfatihah dipimpinnya. Mendung dan hawa dingin pun mulai datang. 

Usai beberapa sambutan, Habib Noval bin Muhammad Alaydrus mengajak hadirin untuk membaca surat Fatihah dan Yasin. Selanjutnya, Habib Noval mengajak hadirin menzikirkan lafad "La ilaha Illalloh". 

Usai menzikirkan lafadz tersebut puluhan kali, habib Noval pun memimpin doa. Banyak hadirin yang menangis ketika mengamini doa sang habib. betapa tidak, sebagian besar doa yang dipanjatkan pimpinan majelis Ar-Raudhah berkaitan dengan permohonan ampun atas tiap dosa kepada orang tua.

"Ya Rabb, ampuni kata-kata kasar kami kepada orang tua kami" demikian di antara doa Habib Noval. 

Selain itu, ia juga memohonkan ampun untuk setiap kaum muslimin, serta beberapa doa lain yang diaminkan oleh ribuan jamaah. Bahkan, sang Habib mendoakan keselamatan untuk siapapun yang membenci hadirin, lahir batin. 

Setelah doa, Habib Noval menanyakan kesediaan jamaah untuk menyelenggaraan acara serupa tiap dua bulan sekali. Tentu saja ajakan tersebut diamini oleh ribuan jamaah yang hadir.

Selanjutnya, acara diisi dengan ceramah singkat dari KH Abdurrohim. Kiai yang akrab disapa Gus Rohim ini dari Majelisul Maulid Wat Talim Riyadlul Jannah ini mengutarakan bahwa wasilah doa kepada Nabi Muhammad SAW merupakan salah satu ajaran yang disampaikan oleh Habib Anis bin Ali Alabsyi. Habib Anis merupakan guru dan mertua Habib Noval yang diakuinya sebagai salah satu guru dari Majelisul Maulid Wat Talim Riyadlul Jannah.

Sementara itu, Habib Muhammad mengawali urainnya dengan "Anda tahu tentang surga?" Cucu Habib Anis tersebut menguraikan tentang itu, serta keyakinannya bahwa jamaah yang hadir di Masjid Agung Solo sebagai calon penghuni surga.

Sebagai penutup acara, Habib Noval bin Muhammad Alaydrus mengumumkan akan diadakannya Pameran Buku Aswaja se-Solo di bulan Muharam nanti. Selain itu, Habib Noval menyampaikan tentang diselengarakanya pembaacaan Maulid Simthudduror di Majlis Ar-Raudhah setiap Jumat Pon. (Pekik Sasongko/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Kajian Sunnah, Kiai, PonPes VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Kamis, 04 Januari 2018

Hikayat Perang Sabil

Perang Sabil berasal dari kalimat jihad fi sabilillah adalah sebutan untuk peperangan melawan musuh yang dianggap memusuhi Islam. Seluruh perang melawan musuh Islam adalah perang sabil termasuk perang Diponegoro di Jawa dan perang Aceh.?

Kisah-kisah perang melawan Belanda di Aceh tertulis dalam hikayat yang dikenal dengan nama Hikayat Perang Sabil atau Hikayat Prang Sabi.?

Di Aceh Hikayat Prang Sabi adalah nama yang diberikan kepada sejumlah teks, baik yang diberi judul Hikayat Perang Sabil maupun tidak, yang isinya membicarakan tentang perang sabil. Hikayat Perang Sabil merupakan karya sastra perang karena memang diciptakan pada masa perang dan memberi semangat kepada para prajurit untuk bertahan melawan musuh.

Hikayat Perang Sabil (Sumber Gambar : Nu Online)
Hikayat Perang Sabil (Sumber Gambar : Nu Online)

Hikayat Perang Sabil

Hikayat dapat dikatakan sebagai sebuah kisah atau cerita naratif yang ditulis dalam bentuk berirama yang bertujuan untuk memberi nasihat dan semangat kepada orang-orang untuk terjun ke medan peperangan melawan orang-orang kafir. Isinya juga mengandung muatan ajaran dan petuah untuk bertakwa kepada Allah.

Berbeda dengan sastra Melayu yang mengenai hikayat sebagai prosa, dalam sastra Aceh hikayat adalah puisi di luar jenis pantun, nasihat, dan kisah. Hikayat ditulis dalam bentuk sajak. Kata hikayat berasal dari bahasa Arab yang artinya cerita, namun ? bagi orang Aceh tidak hanya berisi cerita fiksi belaka, tetapi berisi pula butir-butir yang menyangkut pengajaran moral.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Orang Aceh sangat senang mendengarkan pembacaan hikayat yang sampai pada awal abad 20 merupakan hiburan yang utama. Pembacaan hikayat perang sabil dilakukan sebelum orang maju ke medan pertempuran. Tradisi membaca hikayat sebelum orang terjun ke dalam peperangan adalah tradisi dalam kebudayaan Melayu. Ketika perang melawan Belanda, masyarakat Aceh membaca hikayat perang sabil di dayah-dayah atau pesantren, di meunasah, di rumah, maupun di tempat lain ? sebelum orang pergi berperang.

Sejauh ini baru diketahui dua naskah yang menyebut sumber hikayat perang sabil. Pertama adalah ? naskah dalam Bahasa Aceh tertulis pada 11 Syaban 1122H ? (5 Oktober 1710) yang tersimpan di Perpustakaan Universitas Negeri Leiden Belanda. Meskipun nama pengarangnya tidak tercantum di dalam naskah hikayat perang sabil yang tertua itu, penggubahnya menyebutkan karangan yang disusunnya itu bersumber pada sebuah kitab berjudul Mukhtasar MuthiriI-gharam. Pengarang juga menyebutkan bahwa ? sumber untuk menyusun kitab ini berasal dari Syaikh Ahmad Ibn Musa, yang mungkin sekali adalah penulis kitab Mukhtasar tersebut di atas.?

Sumber yang kedua adalah hikayat perang sabil yang juga tertulis dalam Bahasa Aceh pada tahun 1834, beberapa puluh tahun sebelum pecahnya perang melawan Belanda pada tahun 1873. Meskipun nama pengarang juga tidak tersebut dalam naskah, namun penggubah hikayat ini menyebutkan bahwa sumbernya berasal dari kitab karangan ulama besar Syaikh Abdussamad al-Palimbani yang pada awal tahun 1760-an bertempat tinggal di Mekah. Syaikh Abdussamad al-Palimbani menulis berbagai kitab di Mekah. Salah satu di antaranya adalah Nasihat al-Muslimin atau lengkapnya Nasihat al-Muslimin wa Tadhkirat al-Muminin fi Fadhail al-Jihad fi Sabilillah wa-Karamat al-Mujahidin fi Sabilillah.

Dari segi genre atau jenis, Hikayat Perang Sabil mempunyai dua genre, yakni tambeh dan epos. Hikayat Prang Sabil bergenre tambeh kebanyakan ditulis oleh para ulama yang berisi nasihat, ajakan, dan seruan untuk terjun ke medan jihad fi sabilillah, menegakkan agama Allah dari rongrongan kafir demi mendapatkan imbalan pahala yang besar.

Hikayat Perang Sabil berjudul Hadzihi Qishshah Nafsiyyah yang merupakan saduran dari risalah ? Abdus Samad al-Palimbani ? berjudul Nashihatul Muslimin tersebut di atas adalah hikayat yang bergenre tambeh. Sedangkan hikayat berjudul Hikayat Prang Sabi adalah karya Teungku Chik Pante Kulu yang ditulis atas perintah kakaknya. Diduga yang dimaksud dengan kakaknya tersebut adalah Teungku Cik Ditiro karena pada tahun 1881 ia diangkat menjadi panglima perang sabilillah, sedangkan Teungku Chik Pante Kulu sendiri merupakan tangan kanannya.

Sedangkan yang bergenre epos adalah hikayat yang melukiskan peristiwa perang yang berlangsung di berbagai tempat di Aceh. Hikayat ini menggambarkan keberanian dan keperkasaan perlawanan para pejuang Aceh hingga tewas sebagai syuhada.?

Kisah-kisah kepahlawanan itu lalu dikisahkan dalam bentuk epos, seperti Hikayat Prang Sigli (1878), Hikayat Prang Geudong (1898), dan lain-lain. Dalam hikayat-hikayat perang yang terdapat di Aceh ini dikisahkan bahwa mati dalam berperang melawan Belanda yang dianggap kaphe (kafir) adalah mati syahid dan orang yang syahid akan diampuni segala dosanya serta dimasukkan oleh Allah ke dalam surga.

Dari segi isi, hikayat-hikayat perang sabil dapat dibagi dalam tiga kategori, yaitu: pertama, yang berisi anjuran untuk berperang sabil dengan menunjukkan pahala, keuntungan, dan kebahagiaan yang akan diraih. Kedua, yang berisi berita mengenai tokoh atau keadaan perang di suatu tempat yang patut disampaikan kepada masyarakat agar mendorong semangat orang-orang muslimin yang sedang berjihad. Ketiga, yang mencakup kedua kategori yang tersebut di atas. (Sumber: Ensiklopedi NU)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Anti Hoax, Kiai VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Minggu, 31 Desember 2017

Hanif Dhakiri: PMII Harus Bawa Indonesia Lebih Baik

Surabaya, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Tugas terberat sekaligus mulia yang diemban oleh aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) adalah memastikan bangsa ini bisa lebih baik. Sebagai organisasi mahasiswa Islam terbesar di tanah air, maka tugas itu harus bisa diselesaikan dengan baik.

Penegasan ini disampaikan Sekjend PB IKA PMII Muhammad Hanif Dhakiri saat memberikan sambutan pada rangkaian hari lahir PMII ke-55 tahun, pada Kamis (16/4) malam. Kegiatan yang bertitelkan “Malam Refleksi Harlah PMII dan Panggung Seni” itu dilangsungkan di halaman parkir utara PWNU Jawa Timur, Surabaya.

Hanif Dhakiri: PMII Harus Bawa Indonesia Lebih Baik (Sumber Gambar : Nu Online)
Hanif Dhakiri: PMII Harus Bawa Indonesia Lebih Baik (Sumber Gambar : Nu Online)

Hanif Dhakiri: PMII Harus Bawa Indonesia Lebih Baik

Dalam pandangan Menteri Ketenagakerjaan ini, para kader dan alumni PMII telah berkiprah di banyak sektor. Dari mulai sebagai pendidik, budayawan, pegiat lembaga sosial masyarakat, politisi, hingga birokrat.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

“Bahkan tidak sedikit kader PMII yang telah menjadi bupati, wali kota, gubernur, menteri hingga wakil presiden yakni H Hamzah Haz,” katanya disambut aplaus hadirin.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

“Karena itu tugas yang harus diemban para kader PMII adalah bagaimana bisa melahirkan kepemimpinan yang visioner, tanggap terhadap masalah kemasyarakan serta isu global,” terangnya. Karenanya sangat diharapkan akan lahir kader PMII masa depan yang bisa diandalkan, lanjutnya.

Pada acara yang dihadiri pendiri PMII yakni KH Cholid Mawardi serta KH Nuril Huda ini, Hanif Dhakiri mengingatkan peran besar yang telah dilakukan Nahdlatul Ulama dan PMII dalam rentang sejarah. “Oleh karena itu yang sangat penting sekarang adalah bagaimana menjaga soliditas dan solidaritas demi terjaganya eksistensi Negara Kesatuan Republik Indonesia,” terangnya.

Dalam perjalanannya yang telah memasuki tahun ke-55, tidak ada pilihan lain bagi PMII untuk terus berkiprah dan berkontribusi agar terus menjaga semangat demi keutuhan bangsa. “PMII adalah organisasi mahasiswa Islam terbesar dan satu-satunya organisasi pergerakan dalam mengawal ide besar NU, Pancasila dan NKRI,” ungkapnya.

Pada kegiatan ini hadir pula Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia, Muhammad Nasir, KH Muhammad Hasan Mutawakkil Alallah, Ketua PWNU Jawa Timur.

Kegiatan dimeriahkan dengan grup musik Ki Ageng Ganjur pimpinan Ketua Lembaga Seni Budaya Muslim Indonesia (Lesbumi) Al-Zastrouw Ngatawi. Juga budayawan Sujiwo Tejo, dan pembacaan puisi oleh KH D Zawawi Imron, serta penampilan tari Gandrung Banyuwangi. Acara yang berlangsung hingga jam 00.25 ini dipungkasi dengan pemotongan tumpeng dan foto bersama. (Syaifullah/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth News, Kiai VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Pesantren for Kids, Wahana Pupuk Keislaman Sejak Dini

Bandung, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Pondok Pesantren Mahasiswa Universal (PPMU) yang berlokasi di Jalan Cipadung, Kota Bandung, Jawa Barat pada Ramadhan kali ini mengadakan Pesantren for Kids atau pesantren kilat khusus anak-anak.

Pesantren for Kids, Wahana Pupuk Keislaman Sejak Dini (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren for Kids, Wahana Pupuk Keislaman Sejak Dini (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren for Kids, Wahana Pupuk Keislaman Sejak Dini

Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian pesantren yang berlokasi tak jauh dari kampus UIN Sunan Gunung Djati ini terhadap anak-anak dalam mengisi kekosongan liburan dari 20 Juni hingga hari ini, Ahad (26/6).

Ketua Pelaksana, Lena Nurlatifah mengatakan bahwa kegiatan Pesantren for Kids bertujuan untuk memfasilitasi siswa sekolah dasar untuk memupuk wawasan keislaman sejak dini.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

"Para siswa sekolah dasar ini dibina dan dibimbing oleh para mahasantri? Ponpes Universal dengan diajarkan beberapa kajian agama maupun umum di antaranya fiqih, tajwid, akidah akhlak, serta bahasa inggris," ujar Lena.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Sebanyak 35 siswa sekolah dasar antusias mengikuti acara ini. Panitia berharap para santri pesantren kilat ini bisa mengembangkan materi yang diajarkan kelak di masa yang akan datang.

"Harapan saya siswa SD bisa mengisi kegiatan liburan dengan hal yang positif, sehingga mampu mengembangkan dan juga mengamalkan ilmu yang diajarkan dan berguna hingga dewasa kelak," tutur Lena. (Bakti Habibie/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Kiai VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Rabu, 20 Desember 2017

Syeikh Qaradhawi Akui Kesamaan Pemikirannya dengan NU

Doha, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Ulama ternama Qatar, Syeikh Yusuf Qaradhawi, mengakui bahwa dirinya memiliki kesamaan pemikiran dan pandangan dengan Nahdlatul Ulama (NU) tentang kehidupan umat beragama. Kesamaan itu, katanya, terdapat pada keharusan sikap saling menghormati dan menghargai perbedaan dalam kehidupan beragama.



Syeikh Qaradhawi Akui Kesamaan Pemikirannya dengan NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Syeikh Qaradhawi Akui Kesamaan Pemikirannya dengan NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Syeikh Qaradhawi Akui Kesamaan Pemikirannya dengan NU

Hal tersebut dikatakan Syeikh Qaradhawi seperti dikutip Duta Besar RI untuk Qatar, Rozy Munir, melalui surat elektronik yang diterima VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth, di Jakarta, Selasa (26/2). Rozy menyampaikan hal tersebut setelah bertemu Syeikh Qaradhawi di kediamannya, di Dafna, Qatar, beberapa waktu lalu.

Menurut Rozy, Syeikh Qaradhawi mengatakan bahwa keberagaman dalam agama merupakan kehendak Allah yang tak bisa diubah. Karena itu, setiap pemeluk agama harus saling menghargai, tidak boleh saling menghina dan melecehkan.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

“Allah manjadikan segala sesuatu dalam perbedaan. Smeua pasti ada hikmahnya. Kita tidak boleh mengkafirkan orang lain, karena mereka pun bisa mengkafirkan kita. Kita tidak boleh merasa paling benar. Dialog merupakan jalan yang terbaik untuk saling menghormati sesama mahluk Allah,” ujar Rozy mengutip Syeikh Qaradhawi.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Ulama kelahiran Mesir itu berpendapat, kemanusiaan merupakan nilai-nilai agama yang sesungguhnya seperti yang dicontohkan Nabi Muhammad. Dikisahkan, Nabi pernah ditanya sahabatnya tentang peghormatan terhadap pemeluk agama selain Islam. “Wahai Nabi, mayit itu orang Yahudi, mengapa engkau menghormati? Nabi menjawab: ia pun (Yahudi) manusia.”

Syeikh Qaradhawi berkeyakinan bahwa pelaksanaan ajaran agama harus sesuai dengan kondisi zaman dan tempat. Doktrin agama yang kaku akan berpotensi menimbulkan perpecahan.

?

“Demikian juga adanya perbedaan kajian fikih menunjukkan fleksibelitas (kelenturan) agama. Kebenaran dan segala nilai-nilai kehidupan, milik Allah,” paparnya.

Dalam kesempatan pertemuan itu, Rozy juga mengundang Syeikh Qaradhawi untuk hadir pada International Conference of Islamic Scholars (Konferensi Ulama dan Cendekiawan Muslim se-Dunia) di Jakarta, Juli mendatang. (mkf)Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Kiai, Doa VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Selasa, 19 Desember 2017

Peringati Harlah, Ansor Kencong Buka Sanlat BPUN

Jember, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kencong memperingati Harlah ke 80 GP Ansor di Bertempat di halaman kantor sekretariat organisasi pemuda NU tersebut. Pada kesempatan tersebut dibuka Pesantren Kilat Bimbingan Pasca Ujian Nasional (Sanlat BPUN).

Peringati Harlah, Ansor Kencong Buka Sanlat BPUN (Sumber Gambar : Nu Online)
Peringati Harlah, Ansor Kencong Buka Sanlat BPUN (Sumber Gambar : Nu Online)

Peringati Harlah, Ansor Kencong Buka Sanlat BPUN

Hadir pada kegiatan pada (Jumat, 9/5) tersebut, Rais Syuriah beserta Ketua PCNU Kencong, Ketua LP Ma’arif, Penasihat GP Ansor Kencong, Ketua STAIFAS, satu-satunya perguruan tinggi NU di Kencong, Muslimat NU, IPNU, IPPNU dan pengurus GP Ansor semua tingkatan serta peserta Sanlat BPUN beserta walinya.

“Rencananya kami mengundang Rektor Unej, bapak Moh. Hasan. Tapi beliau berhalangan hadir karena ada kegiatan di Dominika,“ kata Abd. Rohim, ketua PC GP Ansor Kencong pada sambutannya. “Pak Hasan, itu orang NU, bahkan pengurus NU, beliau adalah ketua PW LPTNU Jawa Timur,” sambungnya melalui surat elektronik Senin, (12/5).

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

“Menghadirkan pak Hasan ini dimaksudkan untuk menitipkan agar anak-anak sanlat nantinya ketika sudah diterima di UNEJ, beliau bisa mengawasi dan membimbing aqidah dan ahlaq anak-anak bisa terjaga, syukur-syukur bisa menularkan kepada teman-temannya,” tambah sahabat Rohim, panggilan akrabnya.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Tujuan sanlat ini, kata dia, adalah untuk memberikan bekal aqidah kepada peserta sanlat agar tidak mudah terpengaruh dengan kelompok-kelompok Islam radikal.

Menurut? Asnawan , Manager Pelaksana Sanlat BPUN Kota Kencong, peserta sanlat tahun ini berjumlah 40 anak, dengan komposisi 30 perempuan dan 10k laki-laki. mereka terbagi dalam dua kelas, IPA dan IPS.

Masih menurut Asnawan, pada 2013, peserta Sanlat Kota KENCONG yang diterima di PTN sebanyak 12 orang dari 27 orang? peserta. Melihat semangatnya peserta Sanlat tahun ini, harapannya 100 % bisa diterima di Perguruan Tinggi Negeri.

Ketua PCNU Kencong, KH Hasyim Wafir sangat mengapresiasi kegiatan sanlat ini, “ Saya berharap dari alumni sanlat ini nantinya bisa mencetak generasi penerus NU di masa depan,” kata ketua yang belum genap satu tahun menjabat ini.

Dalam rangka memperingati Harlah, GP Ansor Kencong menggelar beberpa kegiatan, kegiatan diawali dengan ziarah ke makam Ketua Umum GP Ansor pertama KH Hamid WIjaya tepat 24 April 1014, dan akan diakhiri dengan kegiatan kirap panji-panji NU sekaligus peringatan Harlah ke 91 Nahdlatul Ulama keliling ke seluruh PAC/MWC di Cabang Kencong.

Harlah diisi dengan mauidzoh hasanah yang disampaikan KH Khoir Zad Maddah, Rais Syuriah PCNU Kencong, dan dihibur dengan lagu-lagu perjuangan NU dan Ansor yang dibawakan oleh Tim Paduan Suaran Sekolah Tinggi Agama Islam? Al Falah As Sunniyyah (STAIFAS) Kencong. (Red: Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Kiai, Olahraga VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Kisah Penyesalan Anak yang Durhaka pada Ayahnya

"Anak ada empat, laki-laki semua, dan sudah dewasa, kenapa (masih) harus nyangkul sendiri?" Sebuah pertanyaan diajukan kepada seorang guru SD Negeri sekaligus petani yang sedang merapikan cangkul untuk persiapan ke sawah. Sebut saja namanya Suja.

Pertanyaan Sabtu (21/5) malam itu dijawab oleh Suja dengan sebuah kisah masa lalu yang tidak bisa dilupakannya. "Ini karena kesalahan saya," jawab warga Kabupaten Subang, Jawa Barat ini.

Suja mengungkapkan, bapaknya yang bernama Saeful Bahri adalah seorang guru Pegawai Negeri Sipil (PNS). Di luar jam mengajar, sang ayah memiliki aktivitas lain, yaitu mengurus sawah miliknya.

Suja mengisahkan, waktu kecil ia sering disuruh sang ayah untuk membantu mengurus sawah. Bagi Bahri yang kian sibuk, pekerjaan itu merepotkan, apalagi jika musim panen tiba, karena harus memanggul karung padi, menjemur, sampai memasukannya kembali ke dalam karung.

Kisah Penyesalan Anak yang Durhaka pada Ayahnya (Sumber Gambar : Nu Online)
Kisah Penyesalan Anak yang Durhaka pada Ayahnya (Sumber Gambar : Nu Online)

Kisah Penyesalan Anak yang Durhaka pada Ayahnya

Namun sayangnya Suja sering menolak perintah Bahri tersebut. Suja hanya bersedia melakukan semua itu dengan satu syarat yang diajukan.

"Kalau dikasih uang sama almarhum bapak, baru saya mau ngurus padi. Kalau enggak dikasih ya enggak," sesal Suja di Subang.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Suja sama sekali tidak akan bergerak untuk membantu bapaknya jika tidak ada uang. Jika uang sudah diberi, Suja akan langsung bekerja.

"Almarhum pernah bilang sama saya, ‘kamu jangan begitu, siapa tahu nanti kalau sudah berkeluarga kamu juga punya sawah’," kisah Suja menirukan ucapan ayahnya, sambil merapikan cangkul buat persiapan besok ke sawah.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Beberapa tahun kemudian Suja berkeluarga dan saat ini dikaruniai empat orang anak. Ternyata, apa yang diucapkan oleh bapaknya puluhan tahun yang lalu terbukti, Suja punya sawah.

"Eehh... sekarang, anak saya susah kalau disuruh bantu-bantu ngurus sawah, mereka mau bantu kalau dikasih duit. Kalau enggak ya enggak bakalan mau. Ini karena kesalahan saya dulu," ucap Suja penuh sesal.

Ia pun mengingatkan agar selalu berusaha berbuat baik kepada kedua orang tua. Jika kita bisa berbakti dan berbuat baik kepada orang tua, kelak anak-anak kita akan berbakti dan berbuat baik kepada kita, begitu pun jika sebaliknya. (Aiz Luthfi).

?

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Kiai VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Kamis, 14 Desember 2017

Ansor Gayam Latih Kader Wirausaha Budidaya Kroto

Bojonegoro, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Sebagai upaya menciptakan kader yang mapan ekonomi, Pimpinan Anak Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Gayam melalui kajian rutin "Obrolan Bareng Ansor (Obor)" menggelar diskusi dan pelatihan wirausaha budidaya Kroto.

Ansor Gayam Latih Kader Wirausaha Budidaya Kroto (Sumber Gambar : Nu Online)
Ansor Gayam Latih Kader Wirausaha Budidaya Kroto (Sumber Gambar : Nu Online)

Ansor Gayam Latih Kader Wirausaha Budidaya Kroto

Kegiatan tersebut dilaksanakan di Madrasah Diniyah Roudlotul Mubtadiin Desa Brabowan kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Jumat (2/10).

Arifin, pegiat budidaya kroto di Bojonegoro, saat menjadi pemateri menyampaikan, banyak orang bingung untuk memilih bisnis apa yang relevan untuk dijalankan, karena kebanyakan lemah di pemasaran.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Menurutnya, bisnis kroto bisa menjadi alternatif karena tidak membutuhkan banyak biaya, hanya menyediakan bibit semut rangrang sekira 30 toples dan pembuatan rak untuk beternak. "Bisnis ini cukup prospek, karena mulai dari pembibitan pun sudah ada asosiasi yang menyediakan masyarakat yang membutuhkan," paparnya.

Di sisi lain, akan ada pembinaan pula kepada pelaku yang menjalankan budidaya ini. Sebab ikatan pelaku usaha ini tergolong sangat kuat. "Termasuk pemasaranya sudah siap, berapapun yang dipanen akan ada pembeli yang menampungnya, harganya pun tergolong tinggi karena sekilogram kroto bisa sampai Rp. 300 ribu," lanjut pria alumni kampus IKIP PGRI Bojonegoro itu.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Arifin juga mengajak para kader Ansor untuk meninjau langsung usaha tersebut di sekolah alam miliknya. "Di sana ada ternak kroto, usaha budidaya jamur dan lainya," terangnya.

Sementara itu Koordinator Kajian Obor, Imam Hambali menyampaikan bahwa kegiatan seperti ini akan rutin dilaksanakan setiap bulan. Karena menurutnya, kader Ansor saat ini sudah saatnya melek ekonomi. "Supaya? tercipta juga mental wirausaha bagi kader pemuda Nahdiyin," ucapnya.

Dalam acara tersebut hadir pula Ketua Cabang GP Ansor Bojonegoro Faizin, perwakilan madrasah diniyah di Kecamatan Gayam, dan sejumlah tamu undangan lainya. (M. Yazid/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Kiai, Ulama, Pendidikan VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Sabtu, 09 Desember 2017

Mbah Maimun Resmikan Masjid di Madrasah NU Kudus

Kudus, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama KH Maimun Zubair meresmikan masjid Umar bin Khattab di kompleks Madrasah Nahdlatul Ulama (MANU) Ibtidaul Falah Samirejo, Dawe, Kudus, Jawa Tengah, Selasa (4/11). Peresmian ditandai dengan pemotongan bunga pita di pintu masuk masjid bantuan wakaf dari Syeikh Cholaf Syughoiri Abu Said Al Chumaidi asal negara Uni Emirat Arab (UEA) itu.

Usai pemotongan pita, KH Maimun? melihat-lihat ruangan dalam masjid sekaligus menjadi imam shalat dhuhur berjamaah bersama guru, siswa, dan tamu undangan . Hadir langsung dalam acara ini utusan Syeikh Cholaf, pengusaha asal Dubai Syeikh Taisir Ismail Ramadlan didampingi Sayyaid Rasyid Salim Ubaid Muhammad al-Farisi dan Saadatul Karim ala Hufan bin Abdilaah ad Dhohiri.

Mbah Maimun Resmikan Masjid di Madrasah NU Kudus (Sumber Gambar : Nu Online)
Mbah Maimun Resmikan Masjid di Madrasah NU Kudus (Sumber Gambar : Nu Online)

Mbah Maimun Resmikan Masjid di Madrasah NU Kudus

?

Sebelumnya di hadapan rombongan asal Dubai,? guru dan siswa-siswi madrasah , KH Maimun hanya menyampakan ucapan terima kasih dan mendoakan kepada para pengusaha yang telah memberikan bantuan wakaf pembangunan masjid di beberapa daerah di Jawa Tengah termasuk di kompleks Madrasah Ibtidaul Falah ini.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

?

"Semoga dengan amal kebaikan ini, Syech Taisir dan kawan-kawan selalu diberi keberkahan dan kesehatan oleh Allah SWT. Begitu juga, masjid ini semoga bisa menjadi tempat beribadah dan pengembangan ajaran ilmu-ilmu agama, " kata pengasuh Pesantren Al Anwar Sarang dengan menggunakan bahasa Arab.

Syech Taisir mengharapkan masjid ini mampu sebagai obor penerang bagi siswa-siswi dan masyarakat sekitar madrasah guna mencetak generasi tangguh iman dan taqwanya. Masjid ini, pesannya, harus diisi untuk menghafalkan al-Quran dan pembelajaran ilmu-ilmu syariat.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

?

"Saya berharap madrasah ini bisa mencetak kader penghafal al-Quran yang ditempuh dalam waktu satu tahun," katanya.

?

Wakil Kepala Bidang Kesiswaan MANU Ibtidaul Falah Ahmad Yasin menyatakan, sebelum diresmikan masjid ini sudah digunakan untuk kegiatan keagamaan di lingkungan madrasah. Mulai dari shalat berjamaah, mengaji kitab-kitab ilmu agama, dan aktivitas jamaah shalawatan.

?

"Tidak hanya untuk keluarga madrasah saja tetapi masyarakat Desa Samirejo telah memanfaatkan masjid ini untuk ibadah shalat berjamaah dan kegiatan keagamaan lainnya," tuturnya kepada VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. (Qomarul Adib/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Kiai VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Jumat, 08 Desember 2017

Karamahan Islam di Indonesia dan Harapan di Masa Depan

Khutbah I

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?, ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Karamahan Islam di Indonesia dan Harapan di Masa Depan (Sumber Gambar : Nu Online)
Karamahan Islam di Indonesia dan Harapan di Masa Depan (Sumber Gambar : Nu Online)

Karamahan Islam di Indonesia dan Harapan di Masa Depan

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Ahamduillah pada hari ini kita masih diberi nikmat untuk bersama-sama menjalankan ibadah bertemu dalam shalat jum’at berjama’ah. Marilah kita tingkatkan ketakwaan kita kepada Allah SWT. semoga ketaqwaan itu bisa menyelamatkan kita dari api neraka dan memposisikan kita di dalam surga.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

? ? ? ? ? ? ? ?

“Sesungguhnya surga itu dikepung oleh segala kemakruhan (hal yang dinistakan agama) sedangkan neraka dikelilingi oleh syahawat (hal-hal yang menyenangkan manusia).”

Alhamdulillah, segala puji bagi Allah SWT. yang menganugerahkan keamanan dan? keselamatan atas bangsa Indonesia ini, tepatnya setelah melaksanakan pemilihan kepala daerah secara serentak pada 15 Februari yang lalu. Sebagai bangsa yang hidup berlandaskan keimanan kepada Tuhan Yang Maha Esa, keamanan dan? keharmonisan ini haruslah disykuri bersama-sama dengan cara terus menjaga dan meningkatkan rasa kepekaan sosial antar sesama, karena inilah saha satu hal penting yang terbukti mampu melahirkan kebersamaan dan keamanan di tengah perbedaan. Inilah sukses kita semua, sukses bangsa Indonesia yang mayoritas penduduknya beragama Islam

Para hadirin jamaah jumah rahimakumullah,



Sukses besar bangsa ini dalam melaksanakan hajatan demokrasi menunjukkan kepada dunia bahwa jalinan kemanusiaan, ukhuwah insaniyah atau humanisme dalam jiwa bangsa Indonesia adalah sesuatu yang nyata bukan sekadar wacana. Sesuatu yang telah terjadi dalam realitas kehidupan sosial (al-madhahir al-ijtimaiyyah), bukan sekedar teori di dalam tumpukan buku. Hal ini membuktikn bahwa ajaran tentang kemanusiaan dalam diri umat Islam di Indonesia telah lebih dulu hadir sebelum kata humanisme itu sendiri. Sehingga Indonesia dengan umat Islamnya yang bersuku-suku dan berbeda-beda bahasa, patut menjadi contoh bagi negra-negara lain yang sedang mencari jati dirinya.

Di sisi lain, kenyataan ini menunjukkan kepada kita akan kebesaran muslim Indonesia yang memiliki kemampuan merubah segala konsep dan pemikiran yang datang dari luar untuk disesuaikan dengan realitas keindonesiaan yang ada di sekitar. Tentunya hal ini tidak lepas dari usaha dan ijtihad para ulama dan cendekiawan muslim yang selalu berusaha meramu berbagai pemikrian dan ideologi yang menyerbu bangsa ini. Para ulama dan cendekiawan muslim itu adalah penjaga (the guardian) yang menginginkan bangsanya tetap berkarakter. Dengan pengetahuan keislaman yang membumi, para ulama itu memeras segala yang datang dari Dunia Barat untuk diambil sari kebaikannya dan membuang remah-remah keliberalan yang tak sesuai nilainya dengan karakter ketimuran. Demikian pula dalam menghadapai pemikiran yang datang dari Dunia Arab, para ulama Indonesia? hanya memilah konsep-konsep yang dapat menyempurnakan keislaman di Indonesia dan menghalau unsur-unsur fundamentalis yang tidak sesuai dengan nilai keislaman di Indonesia.

Jamaah jumah yang dirahmati Allah,

Demikianlah sungguh besar karunia Allah terhadap bangsa Indonesia ini. Begitu besarnya karunia itu sehingga seringkali menutupi mata batin kita untuk bersyukur kepada-Nya. Bahkan besarnya karunia itu menjadi sumber kesombongan diri dengan menyatakan sebagai pihak yang paling memiliki andil paling banyak dalam keamanan dan ketertiban. Tentunya kita sebagai umat muslim yang sadar diri hendaknya menghindar dari sifat-sifat buruk yang demikian. Karena sifat-sifat buruk itu hanya akan menyakiti diri kita sendiri dan merugikan sesama umat muslim lainnya.

Sebagai sebuah sistem pemilihan pemimpin, pilkada yang telah lalu akan menghasilkan para pemimpin masa depan. Sebentar lagi akan diikhbarkan kepada kita semua, siapakah yang berhak menjadi pemimpin dan siapa pula yang terbukti mendapat amanah lebih banyak dari masyarakatnya. Pastilah akan banyak kekecewaan, karena tidak mungkin yang terpilih mengantongi 100 persen suara pemilih. Olah karena itu, bagi para pemilih yang kecewa, harus yakin bahwa Allah SWT memiliki rencana tersendiri. Rencana Agung untuk kemajuan bangsa. Rencana terbaik untuk bangsa yang mayoritas penduduknya adalah hamba-hambanya yang taat dan beriman semuanya. Selaku kelompok yang tersisih tidak seharusnya putus asa. Sebagaimana Usaha Nabi Musa melawan Firaun yang mencapai kesuksesannya setelah empat puluh tahun berusaha dan berdoa.

Sebagaimana Rasulullah SAW yang tidak putus asa setelah gagal memasuki kota Makkah pada tahun 6 Hijriyah setelah di tahan dan diusir kembali bersama 1500 umat Islam Madinah. Sebuah kejadian yang dramatis menimpa Rasulullah yang telah merindukan kampung halamannya, dan segenap umat muslim yang hendak melakukan ibadah haji. Walaupun hal itu telah diinformasikan oleh Allah SWT kepada Rasulullah SAW lewat mimpinya. Ternyata semua rencana tidak dikabulkan Allah SWT, karena Allah SWT telah memeiliki rencana lain yang jauh lebih dahsyat, tentang Fathu Makkah.? Begitulah kegagalan ini diabadikan oleh Allah SWT dalam surat Al-Fath ayat 27.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya: “Sesungguhnya Allah akan membuktikan kepada Rasul-Nya, tentang kebenaran mimpinya dengan sebenarnya (yaitu) bahwa sesungguhnya kamu pasti akan memasuki Masjidil Haram, insya Allah dalam keadaan aman, dengan mencukur rambut kepala dan mengguntingnya, sedang kamu tidak merasa takut. Maka Allah mengetahui apa yang tiada kamu ketahui dan Dia memberikan sebelum itu kemenangan yang dekat.”

Hadirin Jamaah jumah yang dimuliakan Allah

Seringkali Allah SWT menunda keberhasilan dari hamba-Nya, karena telah menyiapkan rencana lain yang lebih agung nilainya. Meskipun seringkali penundaan itu sangat menyakitkan. Sebagaimana yang dirasakan sahabat Umar dalam mengomentari kegagalan Umat Islam memasuki kota Makkah yang diungkapkan kepada Rasulullah SAW? "Ya Rasullah bukankah Engkau telah memberi kabar bahwa kita akan memasuki kota Makkah?" Demikian kekecewaan itu adalah manusiawi. Kemudian Rasulullah SAW menjawab "apakah aku mengatakanmu pada tahun ini?" Umar berkata "tidak". Lalu Rasulullah SAW berwasiat "sungguh engkau akan memasuki kota Makkah dan melakukan thawaf di sana, maka eratkan tanganmu (kekuatan keyakinanmu) wahai saudaraku, untuk membenarkan apa yang dijanjikan Allah kepadamu, perbaiki prasangkamu pada Allah dan para kekasih-Nya terutama pada gurumu, hindarilah perasaan bohong dan ragu-ragu dengan nabimu agar tidak menjadi cacat di mata hatimu dan tidak menjadi sebab kebutaan mata hatimu dan juga tidak memadamkan cahaya rahasia bathinmu.

Apa yang disampaikan oleh Rasulullah SAW terhadap Sayyidina Umar ra. Sebenarnya adalah satu fragmen yang menggambarkan betapa manusia seringkali berharap kepada Allah SWT dan seringkali harapan itu tidak mendatkan balasannya, sehingga kecewa dan merasa putus asa. Sebagaimana lumrahnya sebuah doa yang lama sekali tidak terkabulkan. Inilah yang dibicarakan dalam Al-Baqarah 216:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya: “Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.”

Demikianlah khotbah singkat ini semoga dapat memberi inspirasi untuk diri khatib khususnya, dan semua jamaah pada umumnya.

Khutbah II



? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ! ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

(Ulil Hadrawi)



Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Meme Islam, Kiai VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Jumat, 01 Desember 2017

Muslimat NU Gandeng Unisma Kembangkan UKM

Surabaya, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Ketua Umum Pengurus Pusat Muslimat NU, Hj Khofifah Indar Parawansah dan Universitas Islam Malang (Unisma) sepakat melakukan kerja sama peningkatan kapasitas, kuantitas dan kualitas Usaha Kecil dan Menengah (UKM) yang dibina Muslimat NU.

Khofifah berharap kerjasama itu menjadi pemacu program ekonomi Muslimat yang saat ini telah dimiliki 131 koperasi primer berbadan hukum dan induk koperasi, serta 6 ribu kelompok usaha bersama dan 84 kelompok kecakapan hidup yang mengedepankan life skill.

Muslimat NU Gandeng Unisma Kembangkan UKM (Sumber Gambar : Nu Online)
Muslimat NU Gandeng Unisma Kembangkan UKM (Sumber Gambar : Nu Online)

Muslimat NU Gandeng Unisma Kembangkan UKM

“Saat ini untuk pemasarannya, sudah dimediasi oleh PT UKM Indonesia. Sedangkan, Unisma nantinya diarahkan pada penelitian produk, manajemen dan penataan produk yang harus dikembangkan. Misalnya, dengan mengantongi izin dari BP POM,” katanya di Surabaya,? Rabu (27/6).

Untuk menunjang kerjasama ini, Khofifah mengaku kini telah menyiapkan 22 outlet yang bergerak untuk pengembangan UKM Muslimat NU yang bergerak untuk pemasaran program disektor agro.

“Jadi tidak hanya produk milik muslimat yang akan dikembangkan tapi ada produk lain yang nantinya diharapkan bisa mebantu pengembangkan outlet ini,” ungkap Khofifah yang mengaku di Jatim sudah ada lima daerah rintisan yang nantinya akan mengembangkan program ini. (Duta)



VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Kiai, Sholawat VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Rabu, 29 November 2017

Prihatin Kondisi Bangsa, Ulama Thariqah Akan Gelar Manaqib Kubro

Pekalongan, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Berbagai musibah yang menimpa bangsa Indonesia membuat kalangan ulama Jawa Tengah yang tergabung dalam wadah jam’iyyah tarekat NU atau Jamiyyah Ahlit Thariqah Al Mu’tabarah An Nahdliyyah merasa prihatin. Terjadinya banjir, gempa bumi, tanah longsor, kebakaran, kecelakaan kereta api, pesawat terbang dan kapal laut, juga masalah flu burung, demam berdarah, hingga bencana lumpur lapindo di Sidoarjo tidak terlepas dari kesalahan manusia sendiri.

Rencananya, tidak kurang dari 700 ulama dan kiai thariqah se-Jawa Tengah akan berkumpul di Pondok Pesantren Al Utsmani, Gejlig, Kecamatan Kajen, Pekalongan untuk bersama-sama berdoa dan bermunajat kepada Allah SWT, memohon ampunan melalui istighotsah dan manaqib kubro yang juga akan diikuti oleh sekitar 10.000 umat muslimin se-Kabupaten Pekalongan dan sekitarnya. Acara akan dilaksanakan pada Sabtu (17/3) pukul 19.00.

Banyaknya musibah yang menimpa negeri ini tidak bisa lagi ditimpakan pada sekelompok orang apalagi kepada para pemimpin bangsa ini. Akan tetapi sudah menjadi kesalahan kita bersama yang diakui atau tidak telah melakukan penyimpangan dan pembangkangan terhadap perintah-perintah Allah.

Prihatin Kondisi Bangsa, Ulama Thariqah Akan Gelar Manaqib Kubro (Sumber Gambar : Nu Online)
Prihatin Kondisi Bangsa, Ulama Thariqah Akan Gelar Manaqib Kubro (Sumber Gambar : Nu Online)

Prihatin Kondisi Bangsa, Ulama Thariqah Akan Gelar Manaqib Kubro

Ketua panitia manaqib kubro, KH. Mirza Hasbullah kepada wartawan mengatakan, kehadiran para ulama dan kiyai se Jawa Tengah di samping dalam rangka manaqib kubro, juga akan membahas berbagai persoalan keagamaan yang dikemas dalam bentuk Bahtsul Masail Diniyah pada hari esoknya. Gubernur, Pangdam IV/Diponegoro dan Kapolda Jawa Tengah serta Rais Am Jamiyyah Ahlit Thariqah Al Mu’tabarah An Nahdliyyah Habib Luthfi Bin Ali Bin Yahya telah menyatakan siap hadir secara pribadi di acara manaqib kubro dan sekaligus akan memberikan pengarahan di hadapan ribuan ummat Islam.

KH. Mirza menambahkan, untuk menampung para kiyai dari berbagai daerah, pihaknya telah melakukan koordinasi dengan pihak pesantren Al Utsmani dan Pemerintah Kabupaten Pekalongan untuk kesiapan akomodasi dan lain-lain. Apalagi kehadiran tiga pejabat penting Jawa Tengah diperlukan pengamanan khusus, sehingga dirinya memerlukan bekerja sama dengan pihak Polres Pekalongan dan Kodim serta dibantu pengamanan internal yakni banser dan pagar nusa Kabupaten Pekalongan.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Sementara itu, Ketua Yayasan Al Utsmani, H. Arifin Utsman mengatakan, dirinya dengan segenap kekuatan yang ada yang meliputi santri, murid dan pengasuh di komplek Pondok Pesantren Al Utsmani telah melakukan berbagai persiapan terkait dengan kedatangan para kiyai dan pejabat di pesantrennya. Sebagai tuan rumah, dirinya berharap kehadiran para kiyai dan ulama thariqah dapat memberikan kontribusi melalui cara-cara ulama thariqah untuk ikut meringankan beban penderitaan bangsa yang sedang ditimpa musibah beruntun ini. (muiz)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Kiai, AlaNu, Meme Islam VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Selasa, 28 November 2017

Pergaulan dalam Pandangan Islam

Oleh Zamakhsyari Abdul Majid

Pergaulan yang baik ialah melaksanakan pergaulan menurut norma-norma kemasyarakatan yang tidak bertentangan dengan hokum syara’, serta memenuhi segala hak yang berhak mendapatkannya masing-masing menurut kadarnya.

Pergaulan dalam Pandangan Islam (Sumber Gambar : Nu Online)
Pergaulan dalam Pandangan Islam (Sumber Gambar : Nu Online)

Pergaulan dalam Pandangan Islam

Agama Islam menyeru dan mengajak kaum Muslimin melakukan pergaulan di antara kaum Muslimin. Karena dengan pergaulan, kita saling berhubungan mengadakan pendekatan satu sama lain. Kita bisa saling mengisi dalam kebutuhan serta dapat mencapai sesuatu yang berguna untuk kemaslahatan masyarakat yang adil dan makmur serta berakhlaqul karimah. Kemaslahatan masyarakat yang dilandasi dengan akhlaqul karimah tidak akan terwujud, kecuali dengan membangun pergaulan yang bagus dan sehat.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Islam adalah agama yang dilandasi persatuan dan kasih sayang. Kecenderungan untuk saling mengenal di antara sesama manusia dalam hidup dan kehidupannya, merupakan ajaran Islam yang sangat ditekankan. Islam bukan agama yang didasarkan pada hubungan liar yang tidak mengenal batas, tetapi Islam mempunyai garis hidup yang konkret dalam batasan-batasan hidup bermasyarakat.

Secara garis besar pergaulan itu dapat dilihat dari beberapa lapisan. Lapisan pertama, mereka yang umurnya lebih tua daripada kita, atau yang lebih banyak ilmunya atau banyak ibadahnya. Maka hendaknya dalam memandang mereka, kita berperasaan bahwa mereka mempunyai keutamaan, dan kepada merekalah kita memberikan penghormatan yang semestinya.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Lapisan kedua, ialah mereka yang umurnya setaraf dengan kita. Mereka harus kita hormati, walaupun umurnya setaraf karena mungkin mereka lebih tinggi akhalknya dengan kita, amalnya lebih banyak daripada kita dan dosanya lebih sedikit daripada kita.

Lapisan ketiga, mereka yang lebih muda umurnya daripada kita. Golongan ini pun harus kita hormati secara wajar karena mereka lebih muda dan lebih kurang keburukannya dari pada kita, dibandingkan dengan kita yang sudah lanjut umurnya.

Adab Bergaul dalam Islam



Ada beberapa adab pergaulan dalam Islam, antara lain seperti:

Menyukai untuk saudara seagama apa yang disukai untuk dirinya sendiri, dan membendi untuk mereka apa yang dibenci untuk dirinya sendiri. Rasulallah saw bersabda: Tidak beriman seseorang di antara kalian sehingga ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri. (HR. Bukhari dan Muslim)

Tiada menyakiti seorang Muslim, baik dengan perbuatannya, maupun dengan perketaannya. Sebagaimana Rasulallah saw bersabda: Seorang Muslim ialah yang mendapat selamat sekalian Muslim dari gangguan lidah dan tangannya. Dan seseorang muhajir ialah orang yang hijrah meninggalkan dari segala larangan Allah. (HR. Bukhari dan Muslim)

Berlaku tawadhu’ (merendahkan diri) kepada sesame saudara: jangan sekali-kali menyombongkan diri terhadap orang-orang di sekitarnya. Rasulallah saw bersabda: Bahwasanya Allah telah mewahyukan kepadaku bertawadhu’ (merendahkan diri) hingga tidak ada seorangpun yang menganiaya terhadap lainnya, dan tidak seorang yang menyombongkan dirinya terhadap yang lainnya. (HR. Muslim)

Menghormati orang yang tua dan mengasihani orang-orang yang lebih muda. Rasulallah saw bersabda: Tidak termasuk golongan kami orang yang tidak menyayangi kepada orang yang lebih kecil (muda) dan tidak mengetahui kewajibannya terhadap orang yang lebih besar (tua). Bukanlah termasuk golongan kami orang yang menipu kami. Seorang mu’min tidak/ belum dikatakan beriman sehingga ia mencintai orang mu’min yang lain, seperti mencintai terhadap diri sendiri. (HR Thabrani dan Dhamrah)

Menghadapi manusia dengan muka yang manis sebagaimana Rasulallah saw bersabda: senyumanmu (bermuka manis) untuk saudaramu adalah sedekah, dan amar marufmu serta nahi mungkarmu juga shadaqah, dan memberikan petunjuk kepada laki-laki (atau kepada siapa saja) yang ada di bumi yang sedang sesat, bagimu merupakan shadaqah. Dan (apabila engkau suka) menyingkirkan batu atau duri atau tulang-tulang yang mengganggu jalan bagimu, merupakan shadaqah. (HR. Bukhari)

Tidak mudah mendengar berita-berita buruk yang disampaikan orang lain. Tentang keburukan dirinya. Sebagaimana Nabi saw bersabda: Tidak akan masuk surge bagi orang senang adu domba. (HR. Bukhari-Muslim dari Khudzaifah)

Memelihara kehormatan seseorang, jiwa dan hartanya dari aniaya orang lain. Seorang Muslim yang baik, apabila menemui orang-orang yang suka mengadu domba, janganlah ikut menyambung pembicaraan itu, sebaiknya bersikap diam, sebagaimana Nabi saw bersabda: Barangsiapa yang membela kehormatan saudaranya dari belakang, niscaya Allah akan menutupi api neraka dari mukanya pada hari kiamat. (HR. Thabrani)

Menempatkan seseorang pada tempatnya; menghormati dan memuliakannya secara proporsional, sebagaimana sabda Nabi saw: Tempatkanlah manusia di tempat mereka masing-masing. (HR. Abu Dawud).

Penulis adalah Ketua Tanfidziyah PCNU Kota Bekasi. Tulisan pernah dimuat di Radar Bekasi 9 Desember 2016.



Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Pertandingan, Quote, Kiai VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock