Tampilkan postingan dengan label Bahtsul Masail. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bahtsul Masail. Tampilkan semua postingan

Kamis, 01 Maret 2018

Rem Kaki

Salah satu kegemaran Gus Dur adalah berkunjung dan berbincang dengan para kiai di berbagai pelosok, bahkan yang terpencil sekalipun. Suatu kali, Gus Dur berkunjung ke salah seorang kiai di Rembang, yakni Kiai Sulang Wahab.

Kiai yang namanya nyetrik ini cukup populer di kalangan pengikutnya. Istrinya adalah seorang anggota DPRD.

Saat itu istri Kiai Wahab mendapat jatah sepeda motor dinas yang kemudian langsung saja dijajal oleh kiai itu. Dan ternyata akibatnya lumayan, dia menabrak sebuah rumah. Sepeda motornya rusak sana-sini dan dia sendiri luka-luka.

“Kenapa Kiai bisa nabrak begitu?” tanya Gus Dur.

Rem Kaki (Sumber Gambar : Nu Online)
Rem Kaki (Sumber Gambar : Nu Online)

Rem Kaki

“Habis saya ngeremnya pakai rem kaki,”? jawabnya.

“Loh, bukannya memang musti pake rem kaki?” tanya Gus Dur heran.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

“Maksudnya, remnya pakai kaki saya, karena saya nggak tahu itu cara ngeremnya bagaimana,”

“Besok lagi jangan diulang, kiai! Rumah yang ditabrak bisa roboh,” kata Gus Dur. (Moh. Lilik Wijanarko Nawawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Amalan, Bahtsul Masail VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Rabu, 28 Februari 2018

Gus Ipul Berikan Penjelasan Terkait Meroketnya Harga Cabai

Sidoarjo, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Harga cabai terutama cabai rawit masih dikeluhkan masyarakat, karena hingga saat ini masih mahal, jauh dari harga normal. Seperti di Kabupaten Sidoarjo harga cabai rawit rata-rata masih mencapai 130 ribu rupiah per kilogramnya.

Gus Ipul Berikan Penjelasan Terkait Meroketnya Harga Cabai (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Ipul Berikan Penjelasan Terkait Meroketnya Harga Cabai (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Ipul Berikan Penjelasan Terkait Meroketnya Harga Cabai

Menyikapi hal itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur bersama Badan Usaha Logistik (Bulog) divisi regional Jawa Timur, sudah melakukan operasi pasar cabai murah di sejumlah kota dan kabupaten sejak pekan lalu.?

Namun, operasi pasar ini belum mampu menekan kenaikan harga cabai yang saat ini masih menembus angka 130 ribu rupiah per kilo.

"Sementara ini kami berharap masyarakat bisa menggunakan cabai yang ditanam sendiri atau yang olahan itu. Karena memang cuaca dan pasokannya kurang. Kita sudah berusaha mendatangkan pasokan dari provinsi lain, tapi memang sangat berkurang," kata Wakil Gubernur Jawa Timur, H Saifullah Yusuf disela-sela acara dzikir akbar di Masjid Agung Sidoarjo, Ahad (12/2).?

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Operasi pasar tidak bisa menekan harga karena jumlah cabai yang dijual, tidak sebanding dengan kebutuhan cabai masyarakat. Pemprov dan Bulog Jatim juga kesulitan mendapatkan, stok cabai dari para petani dalam jumlah besar.

Wakil Gubernur Jawa Timur, H Saifullah Yusuf berharap, akan ada panen cabai dari sentra produksi pada bulan Januari ini. "Stoknya yang belum ada, harapan kami Januari dan Februari ini sudah ada panen 7 hektar atau 15 hektar, itu sangat menolong pasokan yang ada," tegas pria yang akrap disapa Gus Ipul itu.

Ketua PBNU itu juga menyayangkan pemerintah pusat yang tidak segera melakukan impor, pada saat stok cabai lokal anjlok drastis dan harganya meroket. Gus Ipul juga mengimbau ibu-ibu untuk berinisiatif mulai menanam cabai sendiri di rumah.

"Kelangkaan ini masih bisa diatasi, meskipun kenaikannya disamping memberatkan masyarakat dan mempunyai pengaruh inflasi. Kita lagi usaha terus, kita sebenarnya mencukupi, di beberapa tempat ada yang masih 120 ribu, 130 ribu, tapi intinya kita melakukan operasi pasar dan dan memperbanyak stok, membangun kesadaran masyarakat," pungkasnya. (Moh Kholidun/Fathoni)

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Bahtsul Masail, Internasional, Santri VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Rabu, 21 Februari 2018

Ketidakmampuan Saring Informasi di Medsos Bisa Termakan Hoax

Tangerang, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Beberapa tahun terakhir, masyarakat Indonesia sedang demam media sosial. Mirisnya, isu-isu yang beredar di medsos mengandung unsur fitnah dan hoax. Ketidakmampuan menyaring informasi yang beredar di medsos bisa menyebabkan generasi muda bangsa akan termakan informasi palsu (hoax) dan provokasi.

Demikian disampaikan KH Baijuri Khatib, Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Syariah Nahdlatul Ulama (STISNU) Nusantara Tangerang saat memberikan pengarahan dalam acara Urun Rembuk Kiai Penjaga NKRI, Sabtu (31/12) lalu di Aula STISNU.

Ketidakmampuan Saring Informasi di Medsos Bisa Termakan Hoax (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketidakmampuan Saring Informasi di Medsos Bisa Termakan Hoax (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketidakmampuan Saring Informasi di Medsos Bisa Termakan Hoax

"Beredarnya berita-berita tentang penggembosan terhadap KH Said Aqil Siroj. Itu jelas-jelas fitnah terhadap pribadi dan organisasi. Begitu juga dengan pemutarbalikkan fakta kasus Aleppo Suriah yang diberitakan secara tidak seimbang dan penuh provokasi," tegasnya.

Kasus fitnah dunia maya, lanjutnya, berimbas pada pergeseran akhlak generasi muda. Saat ini generasi muda gampang terprovokasi sampai berani menghina kiai sepuh. Itu menjadi keprihatinan tersendiri.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

"Apalagi dijadikannya Tangerang Raya sebagai Ibu Kota Khilafah Islamiyah. Tak jarang masjid-masjid di Tangerang, khususnya di perumahan, DKM-nya sudah beralih pada pemikiran tentang barang siapa yang tidak berhukum dengan hukum Tuhan adalah kafir. Makanya, kita perlu perkuat budaya bangsa. Indonesia sebagai negera yang ramah dan santun," ajaknya.

Ia menambahkan, untuk itu ada beberapa hal yang perlu dilakukan. Pertama, semua elemen masyarakat perlu menyatukan persepsi dan pandangan tentang pentingnya menjaga kesatuan dan persatuan.?

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Kedua, membangun sinergi persepsi pemahaman ulama dan pemerintah membebaskan Indonesia dari radikalisme dan narkoba. Ketiga, kiai adalah garda terdepan di masyarakat dalam menjaga NKRI. Keempat, mendorong semua warga bangsa untuk mempertahankan kearifan lokal.

Turut hadir dalam acara itu Ketua PCNU Kabupaten Tangerang KH Encep S, Rais Syuriyah PCNU Kota Tangerang KH Abdul Muthi, Bupati Tangerang, Walikota Kota Tangerang, dan ratusan mahasiswa STISNU Tangerang. (Suhendra/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth RMI NU, Halaqoh, Bahtsul Masail VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Sabtu, 17 Februari 2018

Kemensos Ungkap Hasil Penelitian Kekerasan Seksual Terhadap Anak

Jakarta, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mengungkapkan faktor determinan yang mempengaruhi anak melakukan kekerasan seksual kepada anak adalah pornografi (43 persen), pengaruh teman (33 persen), pengaruh narkoba/obat (11 persen), pengaruh historis pernah menjadi korban atau trauma masa kecil (10 persen) dan pengaruh keluarga (10 persen).

Kemensos Ungkap Hasil Penelitian Kekerasan Seksual Terhadap Anak (Sumber Gambar : Nu Online)
Kemensos Ungkap Hasil Penelitian Kekerasan Seksual Terhadap Anak (Sumber Gambar : Nu Online)

Kemensos Ungkap Hasil Penelitian Kekerasan Seksual Terhadap Anak

Hal tersebut disampaikan Mensos dalam Konferensi Pers Hasil Penelitian tentang Kekerasan Seksual Anak Terhadap Anak. Penelitian ini dilakukan oleh Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pelayanan Kesejahteraan Sosial Yogyakarta (B2P3KS) bekerja sama dengan End Child Prostitution, Child Pornography & Trafficking Of Children For Sexual Purposes (ECPAT) Indonesia. 

Penelitian dilakukan di lima wilayah yakni Jakarta Timur, Magelang, Yogyakarta, Mataram dan Makassar. Penelitian dengan metode wawancara mendalam dilakukan terhadap 49 anak yang melakukan kekerasan seksual terhadap anak, orangtua, guru, kepala panti, Pekerja Sosial, dan stakeholder.

"Saya ke Panti Sosial Marsudi Putra (PSMP) yang ada di bawah koordinasi Kemensos di sejumlah daerah di Indonesia. Secara terpisah saya bertemu korban dan pelaku. Hasilnya lebih dari 50 persen kasus kekerasan seksual anak dilakukan oleh anak. Maka saya minta agar dilakukan penelitian. Kenapa mereka sampe ketagihan bahkan sampai melakukan kekerasan dan pemaksaan ," ungkap Khofifah. 

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Hasil penelitian, lanjutnya, juga menunjukkan pelaku kekerasan seluruhnya berjenis kelamin laki-laki dengan rata-rata usia 16 tahun. Kekerasan seksual dilakukan oleh pelaku melalui melalui paksaan (67 persen) sementara itu bentuk kekerasan yang dilakukan berupa sentuhan/rabaan organ sensitif (30 persen) hingga hubungan badan (26 persen). 

Mayoritas pelaku masih tinggal dengan orang tua (61,22 persen). Tempat terjadinya kekerasan seksual diantaranya di rumah teman (30,56 persen) dan di rumah korban (19,44 persen). Mayoritas pelaku dan korban telah saling kenal (87 persen). 

Korban kekerasan seksual anak terungkap bahwa rentang usia mereka adalah 5-17 tahun. Karakteristik korban sebanyak 35,44 persen bersifat pendiam, cengeng dan pemalu. Sebanyak 24,05 persen bersifat hiperaktif dan  bandel dan sebanyak 13,92 persen senang berpakaian minim.

"Sementara dari sisi karakteristik sosial ekonomi keluarga baik pelaku maupun korban menunjukkan bahwa 55 persen merupakan keluarga yang didampingi dua orang tua  dan 45 persen merupakan keluarga cerai/meninggal," terang Khofifah.  

Adapun tentang pekerjaan orang tua, 46 persen ayah bekerja sebagai buruh dan 48 persen ibu bekerja sebagai buruh. Terkait pendidikan ayah, sebanyak 40,82 persen menjawab tidak tahu sedangkan 22,45 persen berpendidikan SD. Sedangkan tentang pendidikan ibu, sebanyak 32,65 persen menjawab tidak tahu dan 24,49 persen berpendidikan SMA.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Komitmen Bersama

Mensos mengatakan pemerintah telah melakukan berbagai ikhtiar dari regulasi dan eksekusinya, dari sisi regulasi sudah ada revisi UU Perlindungan Anak sampai 2 kali. Yakni UU Nomor 23 Tahun 2002 menjadi UU nomor 35 tahun 2014. 

"Berbagai layanan sudah kita lakukan tetapi dinamika masalah sosial terkait kekerasan terhadap anak sangat variatif sehingga kita harus maksimalkan langkah preventif dan penanganan yang lebih sistemik apalagi jika  pelakunya anak, agar dapat ditangani  semaksimal mungkin, " tuturnya.  

Ia menambahkan Kementerian Sosial telah berihhtiar antara lain melalui Panti  Handayani di Jakarta yang menerima rujukan dari pemerintah dan masyarakat serta  memberikan layanan konseling serta trauma healing berstandar kepada anak. 

Sementara di Panti  Antasena Magelang, Paramita di kota Mataram dan Todupoli di  Makassar, Kemensos berkoordinasi dengan sekolah untuk kelangsungan pendidikan anak dan memperkenalkan pendidikan kesehatan reproduksi  sejak dini. 

"Di Lembaga Perlindungan Anak Yogyakarta memberikan pendampingan secara sosial, psikologis dan hukum kepada korban dan pelaku kekerasan seksual anak termasuk pendampingan keluarga dari kedua belah pihak," terang Khofifah. 

Namun demikian, tambahnya, layanan ini tidak cukup jika tidak diperluas kemitraan layanan bersama masyarakat. Diperlukan peran masyarakat, pemerintah, pemerintah  daerah, dan keluarga inti untuk bersama-sama melindungi anak-anak. 

"Dari hasil penelitian, 55 persen pelaku berasal dari keluarga yang utuh ayah dan ibunya. Maka kedua orang tua  harus berperan maksimal  dalam upaya memberikan  perlindungan. Misalnya menanamkan pemahaman kepada  anak bahwa mereka punya bagian intim yang tidak boleh disentuh oleh orang lain bahkan orang yang mereka kenal sekalipun. Jika hal ini terjadi, anak harus berteriak atau melaporkan yang dialami kepada orangtua," papar Mensos serius. 

Kemensos, lanjutnya, juga merekomendasikan pembatasan penggunaan internet pada anak-anak. Hal ini berkaitan dengan penyebab kekerasan seksual anak terhadap anak melalui pornografi yang diakses dari internet dan gawai menjadi penyebab tertinggi. 

"Pembatasan ini bisa disesuaikan dengan kesepakatan antara anak dengan orangtua dan dengan pengawalan orang tua. Misalnya boleh mengakses internet namun dibatasi hanya untuk tayangan anak, boleh pegang gawai pada jam-jam tertentu saja seperti setelah mereka belajar atau setelah berhasil melakukan pekerjaan rumah dan tugas-tugas sekolah," katanya. 

Upaya lainnya adalah membatasi aplikasi yang boleh diunduh dengan memanfatkan fitur pengunci aplikasi android yang ada dalam setiap gawai. Caranya cukup beragam untuk mengunci aplikasi-aplikasi tertentu yang dirasa tidak patut untuk dilihat anak-anak. Misalnya mengunci aplikasi melalui kata sandi, PIN (personal identification number), dan pemindai sidik jari.

"Intinya semua pihak harus turun tangan dengan penuh kesadaran untuk memberikan perlindungan terhadap anak. Agar mereka tak menjadi pelaku maupun korban," kata Mensos.

Layanan Integratif Holistik untuk Anak

Sementara itu merespon tingginya kekerasan terhadap anak yang terjadi di Indonesia, Kementerian Sosial dalam waktu dekat akan merealisasikan pembangunan Pusat Penelitian, Pengembangan dan Layanan Anak Terpadu (PPPAT)

"Rencananya dalam pekan pertama bulan Desember 2017 Kemensos akan mendirikan di Yogyakarta. Pendirian balai ini mentransformasikan Balai Penelitian Pengembangan dan Pelayanan dan Kesejahteraan Sosial Yogyakarta menjadi Pusat Penelitian, Pengembangan dan Pelayanan Anak Terpadu yang memberikan layanan secara holistik dan terintegrasi," papar Khofifah. 

Penelitian ini, lanjut Mensos, bersifat longitudinal. Ia menyontohkan saat anak datang untuk pertama kali akan dilakukan prakondisi anak. Kemudian dari hasil prakondisi dilakukan pengembangan diri anak dengan memberikan berbagai keterampilan, vocational training hingga olahraga sesuai kapasitas anak.

"Di PPPAT ini juga diberikan layanan psikososial anak. Kondisi setiap anak akan terus dipantau hingga yang bersangkutan sembuh atau semakin menunjukkan perkembangan yang baik. Itu semua dilakukan secara terpadu," tuturnya. 

PPPAT juga akan dilengkapi dengan galeri seni yang akan memajang seluruh karya anak-anak, kolam renang, workshop, dan wisata edukasi untuk anak-anak sekolah yang ingin belajar dan berintwraksi bersama anak-anak balai. Mereka bisa belajar membatik bersama," harap Khofifah. 

Pembangunan diperkirakan akan selesai pada akhir tahun 2018. Pembiayaan pembangunan fisik dan penyediaan peralatan oleh Tahir Foundation, sementara Kemensos akan berfokus pada layanan integratif kepada anak. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Santri, Nahdlatul Ulama, Bahtsul Masail VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Jumat, 09 Februari 2018

Generasi Muda NU Perlu Mengenal Dasar-Dasar Ajaran Aswaja ala NU

Lamongan, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Saat ini, generasi muda NU sudah saatnya mengenal dasar-dasar ajaran Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) ala NU yang merupakan akumulasi pemikiran keagamaan yang dihasilkan oleh para ulama tempo dulu.



Generasi Muda NU Perlu Mengenal Dasar-Dasar Ajaran Aswaja ala NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Generasi Muda NU Perlu Mengenal Dasar-Dasar Ajaran Aswaja ala NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Generasi Muda NU Perlu Mengenal Dasar-Dasar Ajaran Aswaja ala NU

"Untuk menghidari fanatisme ke-NU-an, sudah saatnya ditanamkan kepada generasi muda kita dasar-dasar (pemikiran) yang melandasi ajaran Ahlussunnah wal Jamaah," kata Ketua Majlis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kedungpring, Lamongan, Drs. Khamim Baidlowie, MM, saat memberikan sambutan dalam sebuah seminar bertajuk: "Peningkatan Mutu Pendidikan Sekolah, Pesantren, dan TPQ" di Gedung MI Nurul Huda Majenang, Kedungpring, Lamongan, Ahad (26/8).

Pernyataan tersebut, menurutnya, dilandasi oleh keprihatinannya terhadap generasi muda NU saat ini yang dinilainya merasa cukup menjalankan ritus-ritus (amaliah) atau tradisi-tradisi keagamaan ala NU tanpa mengetahui dasar-dasar yang melandasinya.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

"Hal ini dimaksudkan untuk menghindarkan generasi muda kita dari bentuk fanatisme (buta) terhadap tradisi-tradisi NU, semisal tradisi tahlilan dan lain sebagainya," terang Khamim.

Dalam seminar yang terselenggara atas kerjasama antara PBNU, British Council Indonesia, MWC NU Kedungpring, dan Yayasan Nurul Huda Majenang itu, Khamim mengungkapkan, penjelasan tentang hujjah-hujjah naqliyyah dan aqliyyah mengenai tradisi-tradisi keagamaan orang-orang NU perlu diperkenalkan kepada generasi muda NU agar mereka memiliki pemahaman bahwa tradisi-tradisi tersebut memang sudah berurat berakar dari pemikiran ulama NU terdahulu.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Memang, NU pada awalnya merupakan sebuah identitas kultural keagamaan yang dianut mayoritas umat Islam nusantara. Siapapun dia, jika ketika shalat Subuh membaca qunut, ketika keluarganya meninggal membaca tadarrus atau tahlil, atau ketika bulan Maulud gemar mendendangkan syair dan sholawat untuk Rosulullah SAW. (dar)Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Bahtsul Masail VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Kamis, 08 Februari 2018

Gus Mus: Pesantren Tak Ajarkan Kekerasan

Magelang, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Pengasuh Pondok Pesantren Raudlatuh Tholibin Leteh Rembang, KH.Mustofa Bisri (Gus Mus), menyatakan bahwa pesantren tidak mengajarkan kekerasan.

"Pesantren itu mendidik akhlak, moralitas bukan mengajarkan kekerasan," katanya di sela acara khataman akhir tahun di Pesantren Raudhatut Thullab di Wonosari, Prajeksari, Tempuran, Magelang, Rabu malam.

Ia mengatakan hal tersebut menanggapi terjadinya tindak kekerasan di Pondok Pesantren Assalam Pabelan, Sukoharjo yang dilakukan para santri senior kepada yuniornya.

Gus Mus: Pesantren Tak Ajarkan Kekerasan (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Mus: Pesantren Tak Ajarkan Kekerasan (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Mus: Pesantren Tak Ajarkan Kekerasan

Menurut dia, pesantren itu tidak hanya satu jenis, tergantung kiainya dan pesantren sekarang ada yang tidak menggunakan kiai. Kalau pesantren zaman dulu memakai kiai tidak mungkin ada kekerasan.

"Kekerasan itu pingin meniru yang lain. Jadi, aslinya pesantren itu mendidik akhlak, di kitab kuning ada aturannya. Kalau sampai ada kekerasan itu saya tidak tahu model apalagi," katanya.

Tidak ada aturannya, katanya, pesantren mendidik moralitas tetapi bertentangan dengan moralitas. Ia mengatakan, banyak anak nakal dan keras dipondokkan supaya menjadi lebut dan baik. Agama Islam tidak mentolerir kekerasan dalam bentuk apa pun.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Pesantren, katanya, sebenarnya tidak seperti yang diduga orang bahwa pesantren itu satu jenis, padahal pesantren itu jenisnya sebanyak kiainya. Kalau kiainya berpolitik pesantrennya berbau politik dan santrinya senang politik. Kalau kiainya orang birokrat maka akan diatur seperti birokrasi.

"Jadi, macam-macam pesantren tergantung kiainya dan sekarang ada pesantren yang tidak pakai kiai, yayasan saja yang tentu saja lebih menekankan pada pilihan pengurusnya. Kalau pengurusnya tertarik Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) tentu akan meniru seperti IPDN. Kalau tertarik pada universitas bisa meniru Universitas Gajah Mada (UGM)," katanya. (ant/kut)



Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Sunnah, Nasional, Bahtsul Masail VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Sabtu, 27 Januari 2018

Korban Lumpur Lapindo Gelar Cap Jempol Darah dan Pita Hitam

Sidoarjo, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Warga korban semburan lumpur panas Lapindo, utamanya yang rumah dan tanahnya ditenggelamkan lumpur pascaledakan pipa gas milik Pertamina, Rabu, di kawasan sekitar pusat semburan lumpur di Porong, menggelar berbagai aksi, mulai cap jempol darah dan mengenakan pita hitam sambil membagikan selebaran kepada pengguna jalan.

Aksi korban lumpur Lapindo tersebut, sebagai simbolisasi "kematian hati nurani" pemerintah dan Lapindo yang dianggap sudah tidak memperdulikan lagi korban semburan lumpur yang kini menderita tinggal di pengungsian Pasar Baru Porong (PBP) maupun tersebar di rumah kontrakan berbagai daerah.

Para korban lumpur yang sudah menderita atas tragedi semburan lumpur yang sudah berlangsung selama sembilan bulan ini, melakukan berbagai aksi "nekad" tersebut, sebagai upaya memperjuangkan ganti rugi tunai "cash and carry".

Korban Lumpur Lapindo Gelar Cap Jempol Darah dan Pita Hitam (Sumber Gambar : Nu Online)
Korban Lumpur Lapindo Gelar Cap Jempol Darah dan Pita Hitam (Sumber Gambar : Nu Online)

Korban Lumpur Lapindo Gelar Cap Jempol Darah dan Pita Hitam

Pasalnya, pemerintah dan Lapindo masih bersikukuh warga korban lumpur pascaledakan pipa gas milik Pertamina direlokasi plus, yaitu dibangunkan rumah di sekitar Wonoayu, Kabupaten Sidoarjo, dibebaskan cicilan pembayaran rumah dan tambahan uang Rp15 juta per-KK.

Rencananya, cap jempol darah terkumpul, berikutnya akan di kirim ke Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Jakarta. "Kita akan berjuang menuntut ganti rugi ’cash and carry’ sampai titik darah penghabisan. ’cash and carry’ merupakan harga mati," tegas Agustinus Sixon, koordinator aksi cap jempol darah dari warga Perumahan Tanggulangin Anggun Sejahtera (TAS) I.

Sementara aksi warga Renokenongo yang juga korban lumpur panas Lapindo pascaledakan pipa gas Pertamina yang mengenakan pita hitam dan membagi selebaran, berisi butuh kepastian dan bukan janji-janji. Mengetuk nurani pemerintah dan Lapindo, terutama Wapres Jusuf Kalla yang takkala berkunjung ke korban lumpur berjanji pemerintah dan Lapindo bertanggunjawab.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

"Saat Wapres ke sini, beliau mengatakan bahwa keluarga Bakrie (pemilik Lapindo Brantas Inc) adalah keluarga baik-baik dan Lapindo pasti bertanggungjawab. Kami butuh kepastian dan bukan janji-janji. Wapres buktikan janjimu," ucap Sumarto, peserta aksi yang warga Renokenongo. (ant/mad)



VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Hikmah, Syariah, Bahtsul Masail VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Jumat, 26 Januari 2018

Keppres Hari Santri Harus Disertai Perhatian Negara untuk Pesantren

Jakarta, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Ketua Lembaga Dakwah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LD PBNU) KH Maman Imanulhaq mengungkapkan bahwa penetapan Hari Santri Nasional melalui Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 22 Tahun 2015 oleh Jokowi harus disertai perhatian negara untuk pesantren.

Hal itu dikemukakan oleh Pengasuh Pesantren Al-Mizan Majalengka, Jawa Barat ini saat memberikan materi dalam Focus Group Discussion (FGD) RUU Madrasah dan Pondok Pesantren, Rabu (19/10) di Hotel Lumire Jakarta Pusat.

Keppres Hari Santri Harus Disertai Perhatian Negara untuk Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
Keppres Hari Santri Harus Disertai Perhatian Negara untuk Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

Keppres Hari Santri Harus Disertai Perhatian Negara untuk Pesantren

Dalam FGD yang digelar LP Ma’arif NU, FPKB DPR RI, dan Kementerian Agama tersebut, kiai yang akrab disapa Kang Maman ini menuturkan bahwa menurutnya, selama ini seolah hari santri hanya sebatas arak-arakan, kirab, dan seremonial.

“Oleh negara, kita seolah sudah cukup bergembira dikasih hari santri. Pengakuan negara terhadap santri mestinya disertai perhatian mereka bahwa pesantren selama ini memberikan kontribusi luar biasa terhadap pembangunan bangsa sejak sebelum kemerdekaan,” papar Anggota DPR RI FPKB ini.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Sebab itu menurutnya, momen penting Hari Santri harus dimanfaatkan oleh NU untuk mem-breakdown gagasan-gagasan demi kepentingan pesantren dari sudut pandang alokasi anggaran tetap APBN untuk pesantren dan madrasah.

Karena menurut penulis buku Fatwa dan Canda Gus Dur ini, tidak terpungkiri bahwa selama ini pesantren dan madrasah terutama swasta masih mengalami diskriminasi alokasi anggaran negara. Tidak seperti pendidikan umum yang terbiayai oleh pemerintah pusat dan pemerintah daerah sekaligus.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

“Maka dari itu, pengguliran RUU Madrasah dan Pondok Pesantren ini semoga bisa memperkuat payung hukum yang ada selama ini sehingga eksistensi penting madrasah dan pesantren tidak terabaikan secara regulatif,” terangnya.

Senada dengan Kang Maman, Direktur Pendidikan Madrasah Kemenag RI M. Nur Kholis Setiawan juga menerangkan bahwa warga NU jangan hanya gegap gempita dengan Hari Santri. Tetapi juga harus mendorong pemerintah atau negara agar melakukan rekognisi (pengakuan) sehingga pesantren terperhatikan dalam alokasi anggaran negara.

“Kita sekarang masih gegap gempita dengan Hari Santri, tetapi bagi saya, ekstrim saya katakan, percuma ada Hari Santri kalau pesantren masih hanya dianggap sebagai pemadam kebakaran. Negara belum hadir di sana,” ujar Nur Kholis.

Karena menurutnya, kita tidak mungkin berargumentasi bahwa guru-guru dan ustadz-ustadz pesantren harus mendapatkan penghargaan negara. “Sama sekali belum bisa. Sebab selama ini, pesantren hanya masuk nomenklatur pendidikan non-formal,” tutur Nur Kholis. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Kiai, Bahtsul Masail, Quote VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Kamis, 21 Desember 2017

Kenang Pahlawan, Pelajar NU Purwakarta Nobar "Sang Kiai"

Purwakarta, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Pengurus Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama Purwakarta menggelar nonton bareng dan diskusi film "Sang Kiai" Rabu (11/11) di Masjid Desa Nangewer, Kabupaten Purwakarta. Film terbaik pada Festifal Film Indonesia 2013 dipilih, selain mempunyai garis hubungan pertempuran 10 November di Surabaya, juga untuk meneladani perjuangan para kiai dan santri dalam mempertahankan negara.

Ketua IPNU Purwakarta, Adi Setiawan mengatakan, film ini sangat relevan untuk ditonton kader-kader pelajar NU, sebab di dalamnya ada nilai nasionalisme yang diperjuangkan para kiai dan santri yang kita kenal dengan fatwa Resolusi Jihad.

Kenang Pahlawan, Pelajar NU Purwakarta Nobar Sang Kiai (Sumber Gambar : Nu Online)
Kenang Pahlawan, Pelajar NU Purwakarta Nobar Sang Kiai (Sumber Gambar : Nu Online)

Kenang Pahlawan, Pelajar NU Purwakarta Nobar "Sang Kiai"

Adi menambahkan bahwa melihat sejarah harus secara utuh dan selama ini dalam sejarah yang diajarkan di sekolah formal, masih terpotong-potong. Ambil saja peristiwa hari pahlawan, jika tidak ada fatwa Resolusi Jihad 22 Oktober bisa jadi pertempuran 10 November tidak akan seheroik yang dikenang.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Lebih lanjut, ia mengatakan di film Sang Kiai, ada peristiwa penting yang tidak tersampaikan oleh sejarah. Bahwa Ir. Soekarno, presiden Indonesia pernah mengutus utusan untuk meminta fatwa jihad demi membakar semangat juang rakyat dalam mempertahankan kemerdekaan. Lebih lanjut, pidato Bung Tomo yang menggebu-gebu dengan ditutup pekikan takbir tiga kali juga tidak sempurna tersampaikan oleh sejarah yang diajarkan di sekolah-sekolah. "Bahwa itu atas saran dari Kiai Hasyim," ungkapnya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Purwakarta, KH. Abun Bunyamin dalam diskusi mengatakan, kader NU harus mampu melanjutkan perjuangan para ulama terdahulu, misalnya mengisi kemerdekaan dengan peningkatan kualitas pendidikan. "Jadilah pelajar yang berguna buat agama, bangsa dan negara," ujarnya.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Dalam kegiatan ini selain dihadiri siswa SMA sekitar kecamatan Darandang juga para santri dari Pondok Pesantrean Al-Ihsan, terlihat juga sejumlah pengurus IPNU, IPPNU dan PCNU Purwakarta. Acara ditutup dengan makan bersama. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Bahtsul Masail, Cerita VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Senin, 04 Desember 2017

Tiga Hal Mengapa NU Layak Dipromosikan ke Dunia

Jakarta, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) H As’ad Said Ali menyebutkan sedikitnya tiga hal  yang menjad alasan mengapa NU layak dipromosikan ke tingkat dunia melalui muktamar ke-33 NU di Jombang yang mengangkat tema besar “Meneguhkan Islam Nusantara untuk Peradaban Indonesia dan Dunia”.

Pertama, menurut As’ad, secara politik NU telah menyelesaikan konsep kenegaraan di tengah penduduk yang mayoritas Muslim namun terdiri dari banyak agama, suku, dan adat istiadat, serta tinggal di banyak pulau. Pada Muktamar di Banjarmasin Kalimantan Selatan pada 1936,  beberapa tahun sebelum Indonesia merdeka, NU telah merumuskan konsep negara Islam yang khas dengan menggabungkan antara Islam dan nasionalisme, yang sering dikenal dengan istilah darus salam.

Tiga Hal Mengapa NU Layak Dipromosikan ke Dunia (Sumber Gambar : Nu Online)
Tiga Hal Mengapa NU Layak Dipromosikan ke Dunia (Sumber Gambar : Nu Online)

Tiga Hal Mengapa NU Layak Dipromosikan ke Dunia

“Di beberapa negara Islam atau yang mayoritas penduduknya Muslim, persoalan Islam dan nasionalisme ini belum selesai sampai sekarang,” katanya kepada VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth di Jakarta, Selasa (8/7).

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Pada satu sisi, menurut As’ad, mereka menyatakan Islam, tapi kesukuan mereka sangat kuat. Negara-negara yang ada dikuasai oleh satu suku tertentu. Fanatisme terhadap kelompok atau aliran juga sangat kuat dan selalu menimbulkan konflik berdarah yang berkepanjangan dan turun-menurun.

Kedua, NU layak dipromosikan ke tingkat dunia karena prinsip sosial dan kemasyarakatannya sudah mapan dan bisa menjadi model. Melalui organisasi atau jam’iyah NU, para ulama dan umat berkumpul untuk membahas dan menyelesaikan masalah bersama.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

“Secara sosial, ormas NU bisa jadi model. Konsep keumatan kita sudah aplikatif. Di Mesir, misalnya, ada organisasi ulama saja, umatnya tidak ikut. Kita melalui NU ini, para ulama dan jamaah tidak terputus,” katanya.

Salah satu peran ormas yang paling penting adalah ketika terjadi benturan atau konflik kepentingan antar masyarakat, atau antara masyarakat dengan negara. NU bisa mengambil peran sehingga segala sesuatu tidak harus diselesaikan melalui pendekatan politik, atau bahkan militer.

“Di negara-negara Timur Tengah, ormas semacam NU ini tidak ada sehingga tidak ada yang menjadi penengah. Dan yang lebih penting lagi, ormas model NU ini bisa diterima oleh non muslim,” kata As’ad yang belasan tahun bertugas di Timur Tengah ini.

Ketiga, menurutnya, NU layak dipromosikan ke dunia karena kesiapannya untuk menerima berbagai perbedaan pendapat. NU mengakui empat madzab di bidang fiqih, dan mengizinkan umat mengikuti salah satu dari empat madzab: Hanafi, Maliki, Syafi’i dan Hambali.

“Di Saudi hanya memakai madzab Hambali. Di Irak dulu ada namanya Madrasah Mustansiriyah. Madrasah ini menyiapkan tempat beda-beda tempat untuk madzab-madzab. Kalau kita ini berbeda-beda mazhab di satu tempat dan saling menghargai,” katanya.

Kesiapan NU untuk menerima perbedaan pendapat itu, menurut As’ad, itulah kunci kekuatan NU bisa menjadi penengah dan penyeimbang di tengah masyarakat yang berbeda-beda. “NU bisa jadi pemersatu semua,” ujarnya.

Terkait penerimaan oleh dunia Muslim, menurut As’ad, NU patut berbangga karena para ulama dan cendekiawan muslim dari beberapa provinsi di Afganistan telah mempelajari NU mendirikan Nahdlatul Ulama Afganistan (NUA) yang secara keorganisasian persis dengan NU yang ada di Indonesia. “Muslim India juga akan mendirikan NU,” tambahnya. (A. Khoirul Anam)

 

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Bahtsul Masail VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Minggu, 26 November 2017

Budaya Toleransi Antaragama Harus Dipupuk Kembali

Jakarta, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth 



Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj mengajak seluruh umat beragama untuk terus memupuk persaudaraan dan toleransi antaragama di Indonesia. Ia menyampaikan ajakan itu pada Sarasehan Lintas Agama bertema "Merawat Kebhinekaan Menumbuh kembangkan Toleransi Antarumat Beragama dan Menolak Gerakan Intoleran" di gedung PBNU, Jakarta, Rabu (27/9). 

“Alhamdulillah kita masih punya kapital yang sangat mahal, yaitu budaya, akhlak, moral,” katanya saat pada pidato membuka sarasehan yang dihadiri para pemuka agama dari lintas agama itu. 

Budaya Toleransi Antaragama Harus Dipupuk  Kembali (Sumber Gambar : Nu Online)
Budaya Toleransi Antaragama Harus Dipupuk Kembali (Sumber Gambar : Nu Online)

Budaya Toleransi Antaragama Harus Dipupuk Kembali

Menurut dia, leluhur bangsa Indonesia mampu mengusir penjajah Belanda bukan dengan senjata modern, tapi senjata ampuh yaitu budaya persatuan dan kesatuan, iman dan akhlak. 

“Kita bangun kembali budaya kita. Nenek moyang tidak mempersoalakan perbedaan agama, suku, keyakinan. Itu harus dipupuk kembali!” pintanya. 

Pada masa KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) hidup, menurut dia, sepertinya masalah-masalah intoleranasi waktu itu sudah selesai. Para pemuka agama begitu sering bertemu, bertukar pikiran, dan membuat kesepakatan bersama. Sangat dekat sekali antara Islam dengan Hindu, Buddha, Katolik, Kristen dan Konghuchu. 

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

“Eh, ternyata sekarang, akhir-kahir ini terasa sekali ada ancaman ada intoleransi yang masif,” kata kiai yang pernah nyantri di Kempek, Lirboyo dan Krapyak serta 13 tahun di Arab Saudi itu. 

Menurut dia, intoleransi itu sebagian terpengaruh dengan adanya sikap-sikap intoleran dari luar negeri yang dibawa ke Indonesia. Juga ada sebagian pihak yang sengaja bermain untuk menciptakan kondisi semacam itu. (Abdullah Alawi)

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth RMI NU, Sunnah, Bahtsul Masail VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Senin, 20 November 2017

Pengurus Anak Cabang Ansor Se-Ponorogo Ikuti PKD “Plus”

Ponorogo, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Sebanyak 46 pengurus Pimpinan Anak Cabang GP Ansor sekabupaten Ponorogo terlibat dalam Pelatihan Kepemimpinan Dasar di pesantren asuhan KH Syamsuddin Durisawo, Ponorogo. Selama tiga hari, mereka mengkaji semua materi kepemimpinan sesuai kurikulum dasar peraturan organisasi dan materi pendalaman secara khusus.

Ketua GP Ansor Ponorogo Idam Musthofa menyebut pelatihan ini dengan “PKD Plus”. Karena, selain materi PKD yang telah tersusun dalam kurikulum tuntutan organisasi GP Ansor perihal sistem kaderisasi, pihak penyelenggara menambahkan sesi penguatan setiap materi yang diarahkan pada penyusunan strategi perekrutan anggota melalui analisa konteks.

Pengurus Anak Cabang Ansor Se-Ponorogo Ikuti PKD “Plus” (Sumber Gambar : Nu Online)
Pengurus Anak Cabang Ansor Se-Ponorogo Ikuti PKD “Plus” (Sumber Gambar : Nu Online)

Pengurus Anak Cabang Ansor Se-Ponorogo Ikuti PKD “Plus”

“Di PKD ini, peseta diajak mengamati kondisi kaderisasi saat ini sekaligus menyusun strategi membenahi kekurangannya. Selain itu, peserta juga diberi wawasan dan praktik menganalisa komponen endogen dan eksogen yang akan disapa sebagai jaringan pengembangan kader,” kata Idam.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Pelatihan berlangsung selama 3 hari, Jum’at-Ahad (12-14/12). Kesempatan ini merupakan PKD angkatan kedua pada masa khidmat 2013-2017. Pengurus GP Ansor Ponorogo mewajibkan mereka yang belum pernah mengikuti PKD untuk terlibat di dalamnya dalam rangka menjamin kualitas kaderisasi di lingkungan GP Ansor Ponorogo.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

“Kami akan mewajibkan semua PAC mengadakan PKD,” tandas Idam. (Desi Ayu/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Humor Islam, Santri, Bahtsul Masail VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Minggu, 19 November 2017

PMII Bentuk Karakter Kepemimpinan Mahasiswa

Pariaman, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Mahasiswa yang berorganisasi akan memiliki karakter kepemimpinan yang dibutuhkan dalam kehidupan masyarakat. Karena organisasi pada prinsipnya membentuk karakter kepemimpinan seseorang yang dibutuhkan dalam kehidupannya.

Demikian diungkapkan mantan Ketua Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Pariaman Satria Effendi, Sabtu (17/6/2017) dihadapan pengurus dan kader PC PMII Kota Pariaman, usai buka bersama di sekretariat PMII Kota Pariaman. Buka bersama dihadiri mantan Sekretaris PKC PMII Sumbar Idris,  pengurus PKC PMII Sumbar dan pengurus PMII Kota Pariaman.

PMII Bentuk Karakter Kepemimpinan Mahasiswa (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Bentuk Karakter Kepemimpinan Mahasiswa (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Bentuk Karakter Kepemimpinan Mahasiswa

“Organisasi PMII harus dijadikan sebagai ladang berbuat kebaikan. Dengan demikian setiap gerakan, kegiatan dan tindakan yang dilakukan di PMII tidak hanya semata untuk organisasi, tapi juga menjadi ladang amal kebaikan,” kata Satria Effendi, kandidat doktor ini.

Satria sendiri mengakui, apa yang sudah dicapainya saat ini, tidak terlepas dari pengalaman yang dilalui ketika menjadi kader dan Ketua PMII Kota Pariaman. Meski masih beberapa tahun lalu saja  melepaskan jabatan sebagai Ketua PC PMII Kota Pariaman, kini amat dirasakan manfaatnya dalam menjalankan aktifitas keseharian. Terutama terkait dengan karir dan pekerjaan yang dilakukan dalam keseharian.  

Dikatakan Satria, awal masuk PMII sang mahasiswa memiliki beragam tujuan. Bisa hanya sekedar memenuhi ajakan teman, mencari teman, iseng-iseng, ingin berorganisasi, atau sekedar memanfaatkan waktu luang. Namun, seiring dengan perjalanan waktu dan proses diri nantinya akan menemukan tujuan yang sesungguhnya ber-PMII. 

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

“Dalam nilai-nilai dasar perjuangan PMII dijelaskan bagaimana kader PMII menjalankan paham keagamaan Islam  yang sesuai dengan Ahlussunnah wal Jamaah dalam bingkai nilai-nilai kebangsaan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” kata Satria dosen STIE Sumbar ini.

Ketua PC PMII Masrizal sebelumnya melaporkan kegiatan kongres PMII yang berlangsung di Palu Mei 2017 lalu. Dari arena kongres, banyak pelajaran dan pengalaman yang diperoleh dalam mengembangkan PMII ke depan. Tentu berbagai keputusan kongres PMII tersebut dapat dilaksanakan di tingkat cabang.

“Sedangkan program kerja yang mendesak dilakukan PC PMII Kota Pariaman usai lebaran adalah Pelatihan Kader Dasar (PKD) se-Sumatera. Kegiatan ini penting dilakukan untuk penguatan kader. Selama ini dua komisariat PMII di Kota Pariaman, STIT Syekh Burhanuddin dan STIE Sumbar sudah beberapa kali menggelar Masa Penerimaan Anggota Baru (Mapaba). Sehingga sangat diperlukan adanya PKD sebagai lanjutan kaderisasi setelah Mapaba,” kata Masrizal menambahkan. (Armaidi Tanjung/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Kyai, Nahdlatul Ulama, Bahtsul Masail VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Sabtu, 18 November 2017

Mbah Hasyim Wariskan NU, Kembangkanlah!

Klaten, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Kajian perdana kitab Irsyadus Sari, yang diselenggarakan pelajar Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Klaten di Kantor NU Klaten, Ahad (18/5), diawali dengan mengkaji sejarah penulis kitab yang juga merupakan pendiri NU, Hadratussyaikh KH. Hasyim Asy’ari.

KH Nawawi Syafi’i, pengasuh pengajian ini, menyampaikan, setidaknya ada dua peninggalan penting dari Hadlratussyaikh. Pertama, adalah Pondok Pesantren Tebuireng di Jombang Jawa Timur. Kedua adalah Jam’iyyah Nahdlatul Ulama.

Mbah Hasyim Wariskan NU, Kembangkanlah! (Sumber Gambar : Nu Online)
Mbah Hasyim Wariskan NU, Kembangkanlah! (Sumber Gambar : Nu Online)

Mbah Hasyim Wariskan NU, Kembangkanlah!

Keduanya perlu dipelihara dan dikembangkan karena keduanya merupakan fondasi Ahlussunnah wal Jama’ah di Indonesia, khususnya di Jawa.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

“Peninggalan Mbah Hasyim itu ada dua, yaitu Pesantren Tebuireng dan NU. Jika tidak bisa mengembangkan pesantren Tebuireng, maka kembangkan NU!” tegas Pengasuh Pondok Pesantren Roudlotush Sholihin Batur Ceper Klaten itu.

Menurutnya, imbauan ini penting bagi warga NU. Terlebih lagi untuk meningkatkan konsolidasi dalam internal NU, yang meliputi warga NU secara kultural maupun struktural.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Labih lanjut, dikatakan oleh Kiai Nawawi, dengan mengenal sejarah KH Hasyim Asy’ari, diharapkan pengurus PC IPNU dan IPPNU Klaten serta warga Nahdliyyin mampu mencontoh semangat belajar dan semangat juang beliau.

“Mengkaji kitab karya KH. Hasyim Asy’ari, akan menciptakan ikatan batin antara pengurus PC IPNU dan IPPNU Klaten serta warga Nahdliyyin kepada KH. Hasyim Asy’ari,” tuturnya.

Dalam kesempatan tersebut, KH. Nawawi Syafi’i juga memotivasi pengurus PC IPNU-IPPNU Klaten, untuk tetap istiqamah berjuang dan merutinkan kajian tersebut. (Ajie Najmuddin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Bahtsul Masail VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Sabtu, 11 November 2017

Katib Aam: Politik Uang Pilkada Memprihatinkan

Jakarta, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Katib Aam PBNU KH  Malik Madani menilai, peredaran uang suap untuk mendongkrak suara dalam pemilihan kepada daerah (pilkada) sudah dalam kondisi menyedihkan. Praktik haram ini menjalar hampir di seluruh lapisan masyarakat.

”Di antara mudarat pilkada adalah rusaknya moralitas bangsa, termasuk masyarakat Nahdliyin karena money politic itu. Politik uang dianggap kewajaran. Padahal itu risywah siyasiyah, suap politik,” katanya, Rabu (20/2).

Katib Aam: Politik Uang Pilkada Memprihatinkan (Sumber Gambar : Nu Online)
Katib Aam: Politik Uang Pilkada Memprihatinkan (Sumber Gambar : Nu Online)

Katib Aam: Politik Uang Pilkada Memprihatinkan

Masyarakat dinilai telah mulai menganggap politik uang sebagai suatu kelaziman. Mereka cenderung acuh tak acuh terhadap dampak buruk dari sikap tersebut bagi dirinya dan masa depan daerahnya.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Menurut Kiai Malik, politisi yang sudah menghabiskan banyak biaya untuk usaha pemenangan pilkada sangat potensial berlaku korup ketika memimpin. Pasalnya, hampir tidak mungkin pengeluaran miliaran rupiah semasa kampanye akan dilunasi dengan gaji jabatannya.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

”Belum lagi konflik horisontal yang terjadi di antara para pendukung masing-masing calon,” imbuhnya.

Kiai Malik menegaskan, uang suap untuk maksud dukungan pencalonan, meski diistilahkan dengan sedekah, tetap berstatus haram dan dilaknat menurut ajaran Islam. Umat Islam diimbau hati-hati dengan godaan ini, termasuk dengan upaya adu domba sejumlah pihak yang akan merusak kerukunan antarwarga.

Terkait dengan pilkada, PBNU melalui Musyawarah Nasional Alim Ulama di Cirebon 2012 lalu merekomendasikan penghapusan pemilihan langsung di tingkat daerah dan mengembalikannya ke tangan DPRD. Hal ini didasarkan pada asas preferensi mudarat terkecil di antara keduanya.

Penulis: Mahbib Khoiron

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Kiai, Bahtsul Masail, Anti Hoax VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

50 Tahun Pendudukan Israel di Palestina, NU Desak Pemerintah Hentikan Akses Ekonomi

Jakarta, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth?

Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Nahdlatul Ulama (LAKPESDAM NU) dengan Amnesty International Indonesia (AII) menggalang petisi 50 tahun pelanggaran HAM Israel terhadap Palestina di Gedung HDI Hive Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (7/6). Petisi rencananya akan digalang selama 6 bulan kedepan.?

Ketua Lakpesdam NU Rumadi Ahmad yang didaulat membacakan petisi menyatakan bahwa selama 50 tahun ini, Israel telah mencerabut ribuan orang Palestina dari tanah mereka, menduduki dan secara ilegal menggunakannya untuk membuat tempat tinggal yang dikhususkan bagi warga Israel.?

Selain itu, lanjut dia, ? rumah-rumah maupun kehidupan warga Palestina juga dihancurkan, kebebasan bergerak, akses atas air, tanah, dan sumber daya alam dibatasi.?

50 Tahun Pendudukan Israel di Palestina, NU Desak Pemerintah Hentikan Akses Ekonomi (Sumber Gambar : Nu Online)
50 Tahun Pendudukan Israel di Palestina, NU Desak Pemerintah Hentikan Akses Ekonomi (Sumber Gambar : Nu Online)

50 Tahun Pendudukan Israel di Palestina, NU Desak Pemerintah Hentikan Akses Ekonomi

"Komunitas-komunitas telah diserang secara kekerasan oleh militer dan penduduk Israel. Kita harus bertindak sekarang," katanya tegas.?

Dosen UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini menyerukan agar negara-negara, termasuk Indonesia untuk menghentikan akses ekonomi yang memelihara pendudukan ilegal Israel dan memperburuk derita warga Palestina.

Rumadi menjelaskan bahwa, isu ini bukan hanya mengenai Israel mengambil alih tanah dan sumber daya alam Palestina secara ilegal, lebih dari itu, banyak pemerintah negara dunia membiarkan masuknya suplai barang-barang yang produksi di wilayah pendudukan Israel ke pasar, dan membolehkan perusahaan di negara-negaranya untuk menjalankan usaha di wilayah itu.?

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

"Ini menguntungkan pendudukan Israel atas Palestina,"katanya.?

Berikut 3 poin petisi untuk mendesak pemerintah:

Melarang masuknya suplai barang-barang yang diproduksi di wilayah pendudukan Israel ke pasar Indonesia;Menghentikan perusahaan Indonesia yang menjalankan usahanya di area pendudukan ilegal Israel atau mengakhiri perdagangan produk dengan Israel;Membantu memutus rantai kekerasan dan pelanggaran HAM yang diderita warga Palestina yang hidup dibawah pendudukan Israel.? (Husni Sahal/Zunus)

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Bahtsul Masail VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Senin, 06 November 2017

Bagaimana dengan Rambut Rontok saat Junub, Haid, atau Hadats

Assalamu alaikum wr wb.

Selamat malam pak kiai, saya mau tanya tentang rambut yang rontok saat sedang haid, apakah wajib ikut disucikan saat selesai atau tidak? Terima kasih. Wassalamu alaikum wr wb. (Hamidah)

Bagaimana dengan Rambut Rontok saat Junub, Haid, atau Hadats (Sumber Gambar : Nu Online)
Bagaimana dengan Rambut Rontok saat Junub, Haid, atau Hadats (Sumber Gambar : Nu Online)

Bagaimana dengan Rambut Rontok saat Junub, Haid, atau Hadats

Jawaban

Assalamu ‘alaikum wr. wb.

Penanya yang budiman, semoga Allah selalu menurunkan rahmat-Nya untuk kita semua. Kami tim redaksi VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth mencoba menjawab pertanyaan saudari. Pertama yang perlu diingat kembali adalah bahwa umat Islam diwajibkan bersuci dari hadats besar dan hadats kecil sesuai dengan sebab-sebab yang ditentukan di kitab-kitab fikih.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Hadats besar mewajibkan seseorang untuk bersuci sebelum beribadah dengan mandi, membasuh air secara merata ke seluruh bagian luar tubuh termasuk rambut, kuku, dan lipatan-lipatan tubuh. Artinya air harus sampai mengena ke kulit dan bagian-bagian luar tubuh tersebut tanpa satupun penghalang.

Sementara hadats kecil menuntut seseorang untuk membasuh bagian-bagian tubuh tertentu dalam bersuci seperti wajah, tangan, sebagian kulit kepala, kaki atau berwudhu. Kesucian ini dibutuhkan sebagai syarat keabsahan ibadah termasuk syarat kesucian bagi jenazah sebelum disembahyangkan.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Hukum mandi menurut syar‘i terbagi dua, wajib dan sunah. Sunah bilamana mandi itu diniatkan untuk menghadiri sembahyang Jum‘at, istisqa, sembahyang gerhana, usai memandikan jenazah, wukuf, thawaf, atau masuk kota Mekkah. Sementara mandi wajib diperuntukkan bagi mereka yang dalam keadaan junub karena keluar mani, sebab jimak atau lainnya, usai haid, atau nifas.

Baik mandi wajib atau sunah, seseorang harus niat mandi wajib atau mandi sunahnya di awal basuhan. Persoalan niat ini sebuah kewajiban. Berikutnya meratakan tubuh dengan air. Segala permukaan dan lipatan di tubuh mesti secara rata terbasuh air baik berbentuk bulu, kuku, maupun kulit.

Adapun sejumlah bagian itu terlepas seperti rambut rontok, kuku yang terpotong, amputasi beberapa bagian tubuh? Apakah bagian yang terlepas wajib dibasuh? Para ulama berbeda pendapat. Imam Nawawi dalam kitab Raudlatut Thalibin mengatakan sebagai berikut.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Andaikan seseorang membasuh seluruh badannya kecuali sehelai atau beberapa helai rambut (bulu) kemudian ia mencabutnya, maka Imam Mawardi berpendapat, Jika air dapat sampai ke akar helai itu, maka memadailah. Tetapi jika tidak, maka ia wajib menyampaikan air ke dasar bulu itu. Sedangkan fatwa Ibnu Shobagh menyebutkan, Wajib membasuh bagian yang tampak saja. Pendapat ini lebih sahih. Sementara kitab Albayan menyebut dua pendapat. Pertama, wajib (membasuh bagian tubuh yang terlepas-pen). Kedua, tidak wajib. Karena, telah luput bagian yang wajib dibasuh. Ini sama halnya dengan orang yang berwudhu tetapi tidak membasuh kakinya, lalu diamputasi.” (Lihat Imam Nawawi, Raudlatut Thalibin wa Umdatul Muftiyin, Beirut, Darul Fikr, 2005 M/1425-1426 H, juz 1, halaman 125).

Adapun perataan air ini menjadi sebuah kewajiban. Karenanya sehelai rambut yang terlewat dapat membatalkan basuhan. Hanya saja madzhab Hanafi mengatakan bahwa basuhan tetap sah kendati sehelai rambut terlewat seperti disebutkan Imam Nawawi berikut ini dalam Al-Majemuk berikut ini.

?) ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ?

Artinya, “Kesembilan, andai seseorang meninggalkan sehelai rambut kepalanya yang belum tersentuh air, maka tidak sah basuhannya. Sementara riwayat dari Imam Abu Hanifah menyebutkan, basuhan semacam itu tetap sah,” (Lihat Imam Nawawi, Al-Majemuk Syarhul Muhadzdzab, Kairo, Darut Taufiqiyah, tanpa tahun, juz 2, halaman 194).

Dengan mengikuti pendapat satunya, seseorang yang junub tidak perlu khawatir untuk menyisir rambut karena takut rontok, memotong kuku, atau membersihkan bulu lainnya. Ia pun tidak perlu mengumpulkan rambut rontok dan potongan kukunya untuk dimandikan wajib bersama.

Hanya saja kami menganjurkan agar seseorang menyisir atau memotong rambut, dan menggunting kuku setelah mandi wajib. Demikian jawaban yang dapat kami kemukakan. Semoga bisa dipahami dengan baik. Kami selalu terbuka untuk menerima saran dan kritik dari para pembaca.

Wallahul muwaffiq ila aqwamith thariq,

Wassalamu ’alaikum wr. wb.


(Alhafiz Kurniawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Ulama, Bahtsul Masail VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Minggu, 05 November 2017

Sewa Tenaga Badal Thawaf Ifadlah Dibolehkan

Jakarta, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Hukum sewa tenaga untuk menggantikan jamaah haji dalam melaksanakan Thawaf Ifadlah mubah. Hukum mubah diambil dalam rangka memudahkan jamaah haji yang sudah uzur, lanjut usia, sakir keras, atau terhalang lain hal.

Sewa Tenaga Badal Thawaf Ifadlah Dibolehkan (Sumber Gambar : Nu Online)
Sewa Tenaga Badal Thawaf Ifadlah Dibolehkan (Sumber Gambar : Nu Online)

Sewa Tenaga Badal Thawaf Ifadlah Dibolehkan

Hukum ini diputuskan peserta musyawarah Lembaga Bahtsul Masail Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LBM PBNU) dalam bahtsul masail di Pondok Pesantren Sunan Pandaran, Sleman Yogyakarta, Selasa (2/7) malam.

“Boleh menyewa orang lain untuk menggantikan Thawaf Ifadlah,” kata Ketua LBM PBNU KH Zulfa Musthofa membacakan hasil bahtsul masail dalam sidang pleno Bahtsul Masail Nasional PBNU, Rabu (3/7) siang.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Kebolehan sewa tenaga untuk Thawaf Ifadlah itu didasarkan pada pendapat Atha’ yang dikutip oleh Imam Nawawi dalam kitab Al-Majmu’, syarhul Muhadzdzab. “Jamaah haji dalam keadaan tertentu boleh mengupah seseorang untuk menggantikannya dalam berthawaf.”

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Isu ini diangkat dalam rangka memberikan solusi atas masalah haji beberapa tahun terakhir. Pemerintah Saudi mengambil kebijakan yang melarang pelaksanaan thawaf dengan menggunakan tandu sebagai alat bantu.

Kebijakan ini cukup menyulitkan jamaah haji. Jamaah haji yang dalam keadaan uzur, lanjut usia, atau sakit keras, terancam tidak dapat melaksanakan thawaf. Ini berimbas pada tidak sahnya ibadah haji jamaah.

Karena, Thawaf Ifadlah merupakan salah satu rukun haji yang tidak boleh ditinggalkan.

Penulis: Alhafiz Kurniawan

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Bahtsul Masail VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Selasa, 19 September 2017

Menpora Canangkan Gerakan Nusantara Mengaji dan Bagikan Bola untuk Santri di Paluta

Paluta, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Dalam kunjungan kerja pertamanya di Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta), Sumatera Utara, Menpora Imam Nahrawi bersilaturahim dengan masyarakat Paluta sekaligus mencanangkan "Gerakan Nusantara Mengaji" di halaman Yayasan Pondok Pesantren Al Mukhtariyah Sungai Dua, Portibi, Paluta, Senin (25/4) siang. Pencanangan ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman Nusantara Mengaji oleh Menpora dan Bupati Paluta Bachrum Harahap.?

Nusantara Mengaji adalah program mengkhatamkan Al-Quran sebanyak 300 ribu se-Indonesia secara serentak pada 7-8 Mei 2016 nanti. Teknisnya, sehabis Magrib pada 7 Mei, dimulai khataman Al-Quran yang dibagi per-juz-nya. Nusantara Mengaji digelar untuk keselamatan, kesejahteraan, dan keberkahan bangsa.

"Saya bersyukur bisa datang ke tempat ini. Saya senang bertemu dengan ibu saya, bapak saya, saudara saya, dan adik-adik saya semua. Seluruh persoalan bisa diatasi dengan silaturahim. Persoalan apapun di dunia ini seolah bisa kita atasi dengan kecerdasan dan kemampuan kita, padahal tidak mungkin persoalan tersebut diatasi jika kita meninggalkan Dzat yang menciptakan kita dan yang juga memerdekakan bangsa ini," ujar Menpora.

Menpora Canangkan Gerakan Nusantara Mengaji dan Bagikan Bola untuk Santri di Paluta (Sumber Gambar : Nu Online)
Menpora Canangkan Gerakan Nusantara Mengaji dan Bagikan Bola untuk Santri di Paluta (Sumber Gambar : Nu Online)

Menpora Canangkan Gerakan Nusantara Mengaji dan Bagikan Bola untuk Santri di Paluta

"Kemenpora akan terus mendorong anak-anak muda agar jangan pernah berhenti bersekolah, jangan pernah berhenti belajar. Pesantren akan tetap kokoh dan penting untuk membentengi anak muda dari pengaruh apapun. Kita harus berpikir positif dan optimis bahwa kelak pengganti kita adalah generasi muda. Jangan mereka ditinggalkan, dan justru harus dibimbing ke arah positif," tutur Menteri termuda di Kabinet Kerja 2014-2019 ini.?

Gerakan Nusantara Mengaji, menurut Menpora adalah cara untuk mengingatkan bahwa dalam Al-Quran terkandung hikmah dan ajaran untuk memberitahu bangsa Indonesia agar tidak meninggalkan Tuhan dan Al-Quran. "Al-Quran jangan hanya dijadikan hiasan dan pajangan. Kabupaten Paluta insyaallah akan terus mendapatkan berkah dan dijauhkan dari bencana. Ayo umumkan ke seluruh masyarakat Paluta untuk Nusantara Mengaji," lanjut Menpora.?

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

"Kabupaten Paluta sendiri akan dikhatamkan 1500 khataman Al-Quran. Kami bangga dan bahagia dengan kedatangan Menpora. Baru ini menteri Kabinet Kerja yang datang ke Paluta, yakni Menpora Imam Nahrawi sekarang. Kami pemerintah Padang Lawas Utara mendukung program Nusantara Mengaji. Tiap guru mengaji yang mendaftar, kita beri insentif untuk mendorong semangat mereka mengajarkan anak-anak mengaji," ujar Bupati Paluta Bachrum Harahap.?

Kedatangan Menpora di Paluta disambut ribuan warga Paluta yang sejak siang memadati halaman Yayasan Pondok Pesantren Al Mukhtariyah Sungai Dua, Portibi, Paluta. Sholawat diiringi rebana dan lagu-lagu qasidah yang dibawakan ratusan murid MTsN Pasar Purbabangun, Portibi.?

Usai memberi sambutan, Menpora juga membagi-bagi bola kepada santri Pesantren Al-Mukhtariyah dengan terlebih dulu memberi pertanyaan. "Apa kesebelasan kebanggaan masyarakat Sumut," tanya Menpora. Selain pertanyaan, Menpora juga meminta santri untuk membaca Pancasila dan salah satu surat dalam Al-Quran. Menpora juga memberikan bantuan fasilitasi kewirausahaan pemuda dan fasilitas olahraga. ? ?

"Kehadiran Bapak kami rasa senang dan lapang, kami sambut dengan ahlan wa sahlan. Taman selasih di atas bunga kenari, kami ucapkan terimakasih. Kue lapis pakai ketan, pantun sudah habis cukup sekian," ujar seorang murid berpantun. ?

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Selain didampingi Bupati Paluta Bachrum Harahap, Menpora juga didampingi Deputi Pengembangan Pemuda Kemenpora Sakhyan Asmara, Anggota Komisi IX DPR RI Marwan Dasopang, Kadispora Sumut Baharudin Siagian, dan pejabat daerah setempat lainnya. (Hasanudin/Zunus)?

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Makam, IMNU, Bahtsul Masail VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Senin, 28 Agustus 2017

Anggota TNI Ini Bekali Santri Bela Negara

Jepara, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Anggota TNI AD yang terdiri dari Kapten Mashudi (Danramil 09 Mlonggo), Bambang Sugito (Babinsa Sekuro) dan Musa Abdullah (Babinsa Mororejo) memberikan pembekalan bela negara kepada ratusan santri pesantren Az Zahra Jepara, Kamis (27/11) siang kemarin.

Anggota TNI Ini Bekali Santri Bela Negara (Sumber Gambar : Nu Online)
Anggota TNI Ini Bekali Santri Bela Negara (Sumber Gambar : Nu Online)

Anggota TNI Ini Bekali Santri Bela Negara

Kepada santri unit SMK Az Zahra, Mashudi menyampaikan pentingnya bela negara. Bela negara jelasnya ialah sikap dan perilaku warga negara yang dijiwai oleh kecintaannya kepada NKRI yang berdasarkan Pancasila, UUD 1945 dalam menjamin kelangsungan hidup bangsa dan negara.

Adapun nilai-nilai dalam bela negara mencakup 5 hal. Cinta kepada tanah air, sadar berbangsa dan bernegara, yakin pada pancasila sebagai ideologi negara, rela berkorban untuk bangsa dan negara. “Serta memiliki kemampuan awal bela negara baik psikis maupun fisik,” imbuhnya.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Secara psikis warga negara harus memiliki kecerdasan intelektual, emosional dan spiritual, senantiasa memelihara jiwa dan raganya. Serta memiliki sifat disiplin, ulet, kerja keras dan tahan uji.

Sedangkan kemampuan fisik perlu ditopang dengan kondisi kesehatan, keterampilan jasmani dengan gemar berolahraga dan menjaga kesehatannya.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Penanggung jawab kegiatan, Bambang Sugito menyampaikan kegiatan untuk memberikan bekal materi bela negara kepada peserta didik. Selain untuk mengingatkan kembali dasar negara dan UUD kegiatan juga untuk mengingat jasa para pejuang ’45. “Harapan kami anak-anak tidak melupakan para pejuangnya,” harap Bambang disela-sela kegiatan.

Senada dengan Bambang, Hasan Khaeroni, Kepala SMK Az Zahra memaparkan ulama termasuk pejuang yang juga berperan untuk merebut kemerdekaan. “KH Hasyim Asyari, KH Wahab Hasbullah, KH Wahid Hasyim merupakan sejumlah kiai yang turut merebut kemerdekaan,” tegasnya.

Sehingga santri saat ini juga harus berperan aktif pada kelompok yang hendak merongrong keutuhan NKRI. Caranya, lanjut lulusan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta itu dengan penguatan nilai-nilai bela negara yang tertanam sejak dini. (Syaiful Mustaqim/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Bahtsul Masail VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock