Tampilkan postingan dengan label Aswaja. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Aswaja. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 17 Maret 2018

PCNU Probolinggo Luncurkan KBIH NU

Probolinggo, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Probolinggo secara resmi meluncurkan Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) NU, Ahad (13/12) sore. Peluncuran ini disaksikan kurang lebih 127 orang calon jamaah haji yang akan berangkat tahun 2016 mendatang.

PCNU Probolinggo Luncurkan KBIH NU (Sumber Gambar : Nu Online)
PCNU Probolinggo Luncurkan KBIH NU (Sumber Gambar : Nu Online)

PCNU Probolinggo Luncurkan KBIH NU

Kegiatan yang dilakukan di Kantor PCNU Kabupaten Probolinggo di Desa Warujinggo Kecamatan Leces ini dihadiri oleh Rais Syuriyah PCNU Kabupaten Probolinggo KH Jamaluddin Al Hariri, Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Probolinggo KH Abdul Hadi, Ketua IPHI Kabupaten Probolinggo KH Masrur Nashor, Ketua KBIH NU KH Taufiq Sholih dan Kasubbag TU Kemenag Kabupaten Probolinggo H Atok Illah.

Ketua KBIH NU Kabupaten Probolinggo KH Taufiq Sholih mengatakan, KBIH NU akan siap mengantarkan para jamaah haji asal Kabupaten Probolinggo supaya bisa memahami manasik, tata cara ibadah haji, rukun dan wajib haji.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

“Petugas KBIH NU juga akan mengawal perjalanan calon jamaah haji sampai perjalanan di tanah suci, termasuk ziarah ke beberapa tempat bersejarah di Makkah dan Madinah,” katanya.

Menurut Kiai Taufiq, launching sendiri bertujuan untuk mengenalkan bahwa PCNU Kabupaten Probolinggo sudah mempunyai KBIH sendiri dan siap memahamkan warga NU yang akan menunaikan ibadah haji. “Bergabung dengan KBIH NU berarti ikut berperan serta membesarkan NU,” jelasnya.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Sementara Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Probolinggo KH Abdul Hadi meminta agar calon jamaah haji mulai memperbaiki niat haji sejak awal. “Jangan haji karena faktor ingin disebut pak haji, abah atau sebutan lainnya. Intinya harus benar-benar diniati dari hati untuk beribadah kepada Allah SWT,” ungkapnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Rais Syuriyah PCNU Kabupaten Probolinggo KH Jamaluddin al Hariri. Dirinya berharap agar semua calon jamaah haji nantinya bisa menjalankan ibadah haji dengan baik. “Insya Allah para pembimbing di KBIH NU akan memberikan bimbingan dengan sebaik-baiknya,” tegasnya.

Sedangkan Ketua IPHI Kabupaten Probolinggo KH Masrur Nashor menyampaikan bahwa merupakan sebuah langkah tepat jika para calon jamaah haji bergabung dengan KBIH NU. Sebab para tutor di PCNU Kabupaten Probolinggo sudah berpengalaman. (Syamsul Akbar/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Daerah, Berita, Aswaja VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Minggu, 25 Februari 2018

Maarif NU: Evaluasi Kurikulum 2013 Bisa Sambil Jalan

Yogyakarta, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Ketua PP LP Maarif NU Arifin Junaidi berharap pemerintahan baru meneruskan Kurikulum 2013 sebagai kebijakan pendidikan yang ditetapkan sebelumnya. Pemerintahan baru tidak perlu melakukan perubahan total. Pemerintah baru, harap Arifin, melakukan perubahan pendidikan secara gradual.

Kurikulum 2013, menurut Arifin, sama seperti makhluk hidup, berkembang dan berproses. "Biarkan kurikulum tersebut berjalan dulu, nanti kita evaluasi setelah berjalan cukup lama," tambahnya saat ditemui VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth di akhir diklat sistem penjaminan mutu pendidikan SMA dan SMK Maarif NU di Asrama Haji, Yogyakarta, Kamis (23/10).

Maarif NU: Evaluasi Kurikulum 2013 Bisa Sambil Jalan (Sumber Gambar : Nu Online)
Maarif NU: Evaluasi Kurikulum 2013 Bisa Sambil Jalan (Sumber Gambar : Nu Online)

Maarif NU: Evaluasi Kurikulum 2013 Bisa Sambil Jalan

Kurikulum 2013 sendiri tidak begitu mengagetkan guru-guru Maarif NU. Kurikulum ini secara substansial sama dengan ideologi NU. Kurikulum 2013 mengajari siswa untuk menghargai kerja kelompok.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

"Sebenarnya konsep Kurikulum 2013 sudah kita jalankan sejak lama dalam pendidikan NU yaitu dalam pesantren. Ketika mempelajari bab wudhu dalam pesantren tidak hanya berbicara soal teori, melainkan langsung praktik," ungkapnya. (Nur Solikhin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Jadwal Kajian, Aswaja, News VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Sabtu, 24 Februari 2018

Ada Dzikir Hizb Jausyan di Masjid Kubah Emas

Depok, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Majelis Dzikir Hizb Jausyan diadakan rutin setiap dua bulan sekali di Masjid Kubah Emas kelurahan Maruyung, Kecamatan Limo, Kota Depok, Jawa Barat. Majelis dzikir yang dipimpin salah seorang Syuriyah PCNU Depok KH Juned MHS menggelar kegiatan tersebut untuk kedua kalinya Sabtu malam 6 Febuari 2016.

Ada Dzikir Hizb Jausyan di Masjid Kubah Emas (Sumber Gambar : Nu Online)
Ada Dzikir Hizb Jausyan di Masjid Kubah Emas (Sumber Gambar : Nu Online)

Ada Dzikir Hizb Jausyan di Masjid Kubah Emas

Dzikir bersama diisi dengan membaca surah Yasin, kemudian tahlilan, pembacaan kisah Maulid Nabi Muhammad SAW, serta Hizb Jausyan.

Menurut KH Juned MHS, dzikir bersama ini dilakukan semata-mata untuk mengharap ridha Allah SWT agar jamaah dzikir diberi kemuliaan dunia dan akhirat.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Tak hanya itu, kata dia, di majelis dzikir tersebut mendoakan bangsa Indonesia agar senantiasa terlindungi dari segala bencana, baik bencana karena alam, krisis ekonomi maupun bencana yang diakibatkan karena ideologi radikal yang berniat menghancurkan NKRI.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Majelis dzikir ini terselenggara atas kerja sama Yayasan Dian Al Mahri Masjid Kubah Emas, Majelis Dzikir Hizb Jausan dan Himasal Depok Bogor (Alumni Santri Lirboyo). (Nuruddin Hidayat/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Ahlussunnah, Aswaja, Pemurnian Aqidah VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Jumat, 16 Februari 2018

Mesir Tempat Terburuk Bagi Perempuan di Arab

Kairo, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Mesir kini menjadi negara terburuk untuk hak-hak perempuan di dunia Arab, menurut sebuah jajak pendapat yang melibatkan pakar-pakar kesetaraan gender.

Studi itu menemukan bahwa pelecehan seksual, tingginya tingkat praktik sunat pada perempuan dan pertumbuhan kelompok-kelompok Islam konservatif berkontribusi pada rendahnya ranking Mesir, seperti dilaporkan oleh BBC Indonesia.

Mesir Tempat Terburuk Bagi Perempuan di Arab (Sumber Gambar : Nu Online)
Mesir Tempat Terburuk Bagi Perempuan di Arab (Sumber Gambar : Nu Online)

Mesir Tempat Terburuk Bagi Perempuan di Arab

Kepulauan Comoro memuncaki tangga survei yang dilakukan oleh Thomson Reuters Foundation itu.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Jajak pendapat itu melibatkan 330 pakar kesetaraan gender di 21 negara Liga Arab dan juga Suriah.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Ini adalah studi ketiga yayasan itu yang berkonsentrasi pada hak-hak perempuan sejak revolusi Arab di tahun 2011.

Pelecehan harian

Irak menempati posisi kedua terburuk setelah Mesir, disusul Arab Saudi, Suriah dan Yaman.

Kepulauan Comoro, dimana perempuan menempati 20% posisi kementerian, diikuti oleh Oman, Kuwait, Yordania dan Qatar.

Jajak pendapat itu meminta pakar untuk menilai faktor-faktor seperti kekerasan terhadap perempuan, hak-hak reproduksi, perlakukan terhadap perempuan di keluarga dan peran perempuan di politik serta ekonomi.

Hukum diskriminasi dan naiknya angka perdagangan manusia berkontribusi terhadap Klik posisi Mesir di dasar ranking 22 negara Arab, kata survei tersebut.

"Ada desa-desa di luar Kairo dan di tempat lain dengan aktivitas ekonomi utama perdagangan perempuan dan kawin paksa," kata Zahra Radwan dari LSM Global Fund for Women yang berbasis di AS.

Namun, pelecehan seksual disebut sebagai faktor utama.

Sebuah laporan PBB pada April mengatakan 99,3% perempuan dan anak perempuan di Mesir menjadi korban pelecehan seksual.

"Penerimaan sosial akan pelecehan seksual harian berdampak pada semua perempuan di Mesir, terlepas dari usia, profesi atau latar belakang sosial ekonomi, status pernikahan, pakaian atau perlakuan," kata Noora Flinkman dari kelompok kampanye Mesir HarrassMap.

Sementara itu, survei juga mengatakan Irak kini menjadi lebih berbahaya bagi perempuan dibandingkan dengan masa kekuasaan Saddam Hussein.

Klik Arab Saudi juga dinilai buruk dalam melibatkan partisipasi perempuan di politik, diskriminasi tempat kerja, kebebasan bergerak dan hak-hak properti.

Tapi negara konservatif mendapat nilai lebih baik dibandingkan dengan negara-negara Arab lainnya menyangkut akses pendidikan dan kesehatan, hak reproduksi atau kekerasan gender. (mukafi niam)

Foto: BBC

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Aswaja VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Selasa, 06 Februari 2018

NU Tak Perlu Lagi Diajari Soal Bela Negara

Jakarta, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth - Nahdlatul Ulama (NU) organisasi yang sejak dulu telah ikut andil dalam perjuangan membela negara. Komitmen kebangsaan NU dan sejarah panjang keberpihakan NU pada tanah air tidak perlu diragukan.

“Soal bela negara, NU tak perlu lagi diajari karena NU sejak dahulu (zaman penjajahan) turut andil dalam berjuang mempertahankan NKRI,” kata Idris Masudi, salah seorang narasumber seminar RUU Antiterorisme: Mengawal NKRI dari Bahaya Terorisme dan Radikalisme di Indonesia di ruang teater Lantai IV Fakultas Ushuluddin UIN Jakarta, Rabu (13/5).

NU Tak Perlu Lagi Diajari Soal Bela Negara (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Tak Perlu Lagi Diajari Soal Bela Negara (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Tak Perlu Lagi Diajari Soal Bela Negara

Dalam seminar yang diselenggarakan Himpunan Mahasiswa Jurusan Tafsir Hadits Fakultas Ushuluddin UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Idris menuturkan bahwa perjuangan bela negara telah difatwakan fardu ain oleh Hadratus Syekh KH Hasyim Asyari.

Perjuangan bela negara yang telah dilakukan oleh NU ini merupakan wujud konkret afirmasi NU atas berdirinya NKRI dengan dasar negara Pancasila. Berbeda dengan pemahaman kelompok-kelompok radikal yang menganggap bahwa Pancasila adalah sistem taghut yang wajib diperangi.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Menurut Idris, salah satu cara untuk menangkal radikalisme dan terorisme adalah semua masyarakat harus berperan aktif dan tidak hanya berpangku tangan menunggu pemerintah.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Sementara narasumber lain Ansyad Mbai mengimbau mahasiswa Tafsir Hadits yang memiliki kompetensi dalam mengkaji Al-Quran dan Hadits untuk bisa mengkaji lebih dalam siapakah dalang dari pemahaman menyimpang tersebut, yakni pemahaman yang bertentangan dengan Islam Rahmatan lil Alamin.

“Karena bisa jadi dalang tersebut sebenarnya memiliki motivasi lain dalam melakukan tindakan teror dan radikalnya. Hanya saja ia mengatasnamakan agama sebagai basis tindakannya,” kata Ansyad.

Seminar ini juga dihadiri oleh Wakil Dekan bidang Kemahasiswaan Fakultas Ushuluddin? Dr Suryadinata MA, Ketua jurusan Tafsir Hadits UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Dr Lilik Umi Kaltsum, serta utusan Polres Tangerang Selatan Abdul Kohar. (M Alvin Nur Choironi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Pahlawan, Aswaja VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Konvoi 1000 Sepeda Gowes Meriahkan Pra-Konfercab NU Jombang

Jombang, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth - Sedikitnya sekitar 1000 peminat sepeda gowes dari berbagai komunitas di Jombang ikut memeriahkan kegiatan pra-Konfercab NU di Kota Santri ini. Kegiatan yang dinamai Sepeda Santai ini bertempat di lapangan Universitas Hasyim Asyari (Unhasy) Tebuireng Jombang sebagai titik tolak dan titik finish sekaligus.

Ketua Pelaksana kegiatan Muzadi menyebutkan latar belakang diselenggarakannya kegiatan ini. Menurutnya, selain untuk menyemerakkan Konfercab yang akan berlangsung di Pesantren Tebuireng pada 22-23 April ini, juga sebagai upaya untuk mengajak masyarakat mencintai olahraga sepeda gowes.

Konvoi 1000 Sepeda Gowes Meriahkan Pra-Konfercab NU Jombang (Sumber Gambar : Nu Online)
Konvoi 1000 Sepeda Gowes Meriahkan Pra-Konfercab NU Jombang (Sumber Gambar : Nu Online)

Konvoi 1000 Sepeda Gowes Meriahkan Pra-Konfercab NU Jombang

"Intinya kita ini ingin menyemerakkan Konfercab, di samping itu agar masyarakat khususnya di Jombang mulai membiasakan olahraga dengan sepeda," ujarnya kepada VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth di lokasi kegiatan, Ahad (16/4).

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Salah seorang pengurus GP Ansor Jombang ini menambahkan, minat bersepeda gowes akhir-akhir ini mulai berkurang. Berkembangnya teknologi dengan munculnya beragam alat olahraga yang serba instan membuat kebanyakan masyarakat beralih pada produk baru.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

"Sekarang ini memang sudah mulai berkurang, disebabkan banyak produk-produk baru yang digunakan untuk berolahraga," tambahnya.

Jika olahraga dengan beragam cara tradisional ini tidak mulai ditonjolkan kembali, maka dikhawatirkan seseorang yang sudah berusia lanjut atau dari kalangan ekonomi menengah ke bahwa tidak dapat berolahraga karena masalah ekonomi untuk memperoleh alat-alat olahraga modern.

"Ini bahaya, sementara mayoritas yang sebenarnya butuh olahraga intensif adalah orang-orang yang sudah tua," ujarnya.

Karenanya, momentum pra-Konfercab dengan gelaran kegiatan tersebut dianggap tepat untuk mulai mengembalikan minat olahraga gowes ini yang dapat dilakukan oleh semua kalangan. "Dari berbagai kalangan, semua ikut, dan bisa melakukannya (bersepeda gowes, red)," tuturnya.

Sementara itu, kegiatan ini juga menyediakan berbagai hadiah bagi peserta gowes yang beruntung. Hadiah diperoleh dari sejumlah kupon yang dibeli sebelumnya sebesar 5000 rupiah yang kemudian diundi saat semua peserta gowes mencapai finish. Beberapa hadiah di antaranya puluhan sepeda polygon, kipas angin, televisi, alat masak, dan lain-lain. (Syamsul Arifin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Syariah, Doa, Aswaja VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Minggu, 28 Januari 2018

Ini Harapan PCNU dan Anggota DPRD pada IPNU Jakpus

Jakarta, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Kota Administrasi Jakarta Pusat menggelar Konferensi Cabang ke-XI tahun 2014 di Madrasah Tsanawiyah Jakarta Pusat Jl. Kalibaru V Kecamatan Senen.

Kegiatan pada Sabtu  (20/12) siang dihadiri anggota DPRD DKI Jakarta H. Muallif, ZA, Ketua PCNU Jakarta Pusat KH. Ahmad Kastir, Ketua PP IPPNU Farida Farihah, Ketua IPNU DKI Jakarta Muhammad Said, Kepala Sekolah MTs Jakarta Pusat dan Seluruh pengurus PAC IPNU se-Jakarta Pusat.

Ini Harapan PCNU dan Anggota DPRD pada IPNU Jakpus (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Harapan PCNU dan Anggota DPRD pada IPNU Jakpus (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Harapan PCNU dan Anggota DPRD pada IPNU Jakpus

Ketua PCNU Jakarta Pusat KH. Ahmad Katsir membuka dalam acara konfercab ini beliau juga mengatakan saya sangat bangga acara ini diselenggarakan di sekolah, karena itu adalah ruhnya IPNU untuk menanamkan nilai-nilai agama dan kebudayaan di kalangan pelajar.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

"Saya berharap acara ini berjalan dengan sukses, semoga nanti yang terpilih sebagai ketua IPNU Jakpus selanjutnya bisa menjalan amanah sebaik-sebaiknya dan tetap menjaga keaswajaan yang rahmatan lil alamin", harapnya.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Mohammad Khoiron sebagai ketua panitia dalam sambutannya menjelaskan rangkaian acara Konferensi Cabang ini. Kegiatan akan diramaikan dengan festival pelajar, fashion show, Seminar Pendidikan, cerdas cermat, dan turnamen futsal. Kemudian dilanjutkan dengan sidang-sidang dan pelaporan pertangjawaban kegiatan-kegiatan IPNU masa khidmat 2012-2014

Seminar pendidikan dilaksanakan setelah pembukaan Konfercab, H. Muallif anggota DPRD DKI Jakarta komisi pendidikan menjadi narasumber dalam seminar ini dengan tema "wujudkan pelajar cerdas, sehat dan ceria".

Muallif mengatakan disamping pengetahuan umum, pengetahuan agama juga harus diutamakan, “Saya ingin IPNU bisa menerapkan tradisi ke-NU-an kepada pelajar, diantaranya mengenal sejarah perjuangan Walisongo yang menerapkan Islam rahmatan lil alamin,” katanya.

Menurut dia, pembacaan surat Yasin dan sholawat harus diistiqomahkan kepada semua pelajar di setiap sekolah-sekolah di Jakarta Pusat yang berbasis agama setiap sebelum memasuki kelas. “Dan semua ini adalah PR dan tugas IPNU ke depannya," tambah Muallif yang juga mantan Wakil Ketua PWNU DKI Jakarta.

Usai seminar, acara dilanjutkan dengan sidang tata tertib pemilihan, penyampaian laporan dan tanggapan LPJ, pemilihan Ketua IPNU Jakpus. Pada kesempatan itu, Yani Rahman terpilih sebagai ketua masa khidmat 2014-2016 setelah unggul dari kandidat lainnya.

Yani Rahman dalam sambutannya  dia berharap semoga amanah ini bisa saya jalankan dengan sebaik-baiknya selama 2 tahun ke depan. (ansori/alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Aswaja, Tegal VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Jumat, 12 Januari 2018

Rapat Pleno PBNU Sepakati "Ahlul Halli wal Aqdi"

Wonosobo, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Rapat Pleno PBNU di Pondok Pesantren Universitas Sains Al-Qur’an (Unsiq), Wonosobo, Sabtu-Ahad (7-8/9) akhirnya menyepakati perlunya NU kembali menerapkan sistem permusyawaratan antar ulama sepuh melalui ahlul halli wal aqdi.

Rapat Pleno PBNU Sepakati Ahlul Halli wal Aqdi (Sumber Gambar : Nu Online)
Rapat Pleno PBNU Sepakati Ahlul Halli wal Aqdi (Sumber Gambar : Nu Online)

Rapat Pleno PBNU Sepakati "Ahlul Halli wal Aqdi"

Sistem ahlul halli wal aqdi menghendaki pergantian pimpinan NU tidak melalui pemilihan langsung oleh peserta muktamar dengan mekanisme suara terbanyak, tetapi melalui permusyawaratan ulama.

Usulan penetapan ahlul halli wal aqdi ini disampaikan oleh dua komisi sekaligus, yakni komisi organisasi dan komisi rekomendasi. Semua peserta rapat pleno menyatakan setuju diterapkannya kembali sistem ini.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Rancangan tentang Penerapan Sistem Ahlul halli wal aqdi akan dikaji oleh tim yang dibentuk oleh PBNU. Diharapkan pada saat Munas atau Muktamar yang akan datang sudah menjadi rumusan yang siap disahkan.

Selain ahlul halli wal aqdi, dalam sidang pleno penetapan hasil sidang-sidang komisi yang dihadiri pengurus lengkap, termasuk KH Sahal Mahfudh, KH Musthofa Bisri, KH Said Aqil Siroj juga menyepakati perlunya restrukturisasi organisasi sebagai kelanjutan dari keputusan "Kembali ke Khittah NU 1926".

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

“Sebagai konsekwensi kembali ke Khittah 1926 untuk menjadikan NU sebagai? sebuah harakah yang efektif dan dinamis, maka selain mengubah pola pikir serta mekanisme pemilihan pimpinan juga perlu mengubah secara mendasar struktur organisasinya,” demikian dalam keputusan komisi organisasi yang telah disepakati.

Struktur organisasi NU selama ini masih paralel dengan sistem administrasi pemerintahan, mulai dari pusat, wilayah serta kabupaten dan camat. Restrukturisasi dimaksud mengusulkan struktur NU berbasis warga dan program. (A. Khoirul Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Aswaja, News, Tokoh VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Rabu, 10 Januari 2018

Tafakur Ramadhan di Macau

Ahad 11 Juni kemarin, sambil mengernyitkan dahi karena terik saya memakai topi hitam yang baru saja dibeli seharga 20 MOP (mata uang Macau) di toko Sheng Heng. Ini toko teramai dan termurah hasil survei pribadi menelusuri pertokoan.

Bisa dikatakan, Ahad adalah hari libur bagi mayoritas masyarakat di Macau. Bersama Ustad Muhandis dan Mbak Indah, saya mengunjungi salah satu spot sejarah Macau, yaitu The Ruins Of St. Pauls. Tempat itu ramai dikunjungi baik oleh turis lokal maupun mancanegara.

Tafakur Ramadhan di Macau (Sumber Gambar : Nu Online)
Tafakur Ramadhan di Macau (Sumber Gambar : Nu Online)

Tafakur Ramadhan di Macau

Di sebelah kiri gereja yang terbakar dan runtuh pada tahun 1835 itu terdapat patung Matteo Ricci. Matteo sendiri seorang pioner yang memperkenalkan Barat ke Tiongkok. Ia dikenal sebagai misionaris terhebat di Tiongkok. Yang menarik, busana pria kelahiran Italia itu justru pakaian khas Tiongkok. Hati saya bertanya-tanya, "Siapa orang ini? Mengapa ia yang orang Italia, mengenakan busana Tiongkok?”

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Saya lalu termenung. Salah satu ajaran Islam yang banyak manfaatnya dan banyak diabaikan ialah bertafakur. Sebagaimana dikutip Ibnu Katsir ketika berbicara tentang tafsir Surat Ali Imran ayat 177, Al-Hasan Al-Basri berkata, “Bertafakur sejenak dinilai lebih baik daripada menghidupkan malam (dengan shalat malam, zikir, dan doa).”

Bertafakur bukan berarti sekadar berpikir tanpa arah. Sebab pikiran bisa menjadi cahaya yang menerangi kalbu. Pikiran juga bisa menjadikan segala hal sebagai pelajaran hidup. Pikiran laksana cermin yang mampu memperlihatkan kebaikan dan keburukan kita. Tapi pikiran tanpa disertai bimbingan wahyu bisa menjerumuskan seseorang dalam kehancuran dan kehinaan.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Objek pikiran ialah alam raya. Ia merupakan ayat-ayat Allah (kauniyah) yang mengundang para peneliti, pengkaji, ilmuwan atau ulama serta siapa pun yang hendak mengetahui rahasia, hikmah, serta segala macam pengetahuan perihal langit dan bumi. Dari sini Islam amat menekankan pada penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Di era banjir informasi terutama melalui media sosial, pikiran seseorang bisa ikut terbawa arus bahkan terombang-ambing terbawa entah ke mana. Energi pikir habis oleh hal sepele bahkan tak jarang cenderung sia-sia. Orang kuat di zaman ini ialah yang bisa mengontrol pikirannya, tidak terjebak pada asyiknya bermedsos ria sehingga melalaikan dirinya.

Nabi bersabda, "Meninggalkan sesuatu yang tak bermanfaat merupakan salah satu tanda keislaman seseorang itu baik," (HR Al-Turmudzi dan Ibnu Majah).

Dalam kitab Tuhfatul Ahwadzi Syarah Sunan Al-Turmudzi, disebutkan yang mesti ditinggalkan ialah hal-hal yang haram, syubhat, makruh, bahkan hal yang mubah yang bukan menyangkut kebutuhan.

Saya teringat seorang guru berpesan, "Pikir selaras dengan zikir." Itu dilakukan agar segala macam pikiran dikaitkannya dengan Allah SWT. Di saat yang sama sesungguhnya kita juga sedang berzikir, sebab zikir ialah ingat Allah baik dalam keadaan berdiri, duduk maupun terbaring.

Sudah saatnya melalui Ramadhan kita melatih pikiran pada skala prioritas bukan standar popularitas, sehingga dengan bekal latihan ini bisa membawa orang Indonesia khususnya umat Islam menjadi bangsa yang unggul dan berakhlak mulia. Sudah sejauh manakah kita tertinggal?

*) Saepuloh, anggota Tim Inti Dakwah Internasional dan Media (TIDIM) LDNU yang ditugaskan ke Macau.

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Berita, Aswaja VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Selasa, 09 Januari 2018

PCINU Mesir: Ekonomi Syariah Harus Dikaji Lebih Mendalam

Kairo,VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Sistem ekonomi Islam atau ekonomi syariah kian berkembang pesat di Indonesia. Lembaga keuangan syariah macam asuransi, koperasi, hingga bank-bank syariah kini telah tumbuh subur di seantero Tanah Air. Ekonomi syariah pun selalu menjadi topik yang hangat dan menarik untuk diperbincangkan serta didiskusikan.

PCINU Mesir: Ekonomi Syariah Harus Dikaji Lebih Mendalam (Sumber Gambar : Nu Online)
PCINU Mesir: Ekonomi Syariah Harus Dikaji Lebih Mendalam (Sumber Gambar : Nu Online)

PCINU Mesir: Ekonomi Syariah Harus Dikaji Lebih Mendalam

Menimbang fakta itu, PCINU Mesir menggelar seminar Akbar Ekonomi Syariah bertajuk “Solusi Sistem Ekonomi Global; Hari Ini dan Masa Akan Datang.” Bertempat di Auditorium Auditorium Rumah Limas KEMASS (6/9), seminar ekonomi syariah ini menghadirkan Tubagus Manshur (Dosen UGM, auditor, akuntan dan pakar ekonomi syariah) dan Nur Fuad Shofiyullah (Staf Fungsi Ekonomi KBRI Kairo).

Seminar dihadiri para pengurus dan segenap Syuriah PCINU Mesir, serta dihadiri para peminat kajian ekonomi syariah yang ada di Mesir. Dalam sambutannya, Ketua PCINU Mesir Ahmad Muhakam Zein mengatakan bahwa sistem ekonomi syariah yang konon merupakan solusi dari krisis ekonomi global masih harus dikaji lebih mendalam.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Sebab, kata dia, ada beberapa dari sistem ekonomi syariah yang dalam praktiknya lebih “konvensional” dari bank konvensional. “Semoga setelah mengikuti seminar, kita jadi tahu masing-masing keunggulan dan kelemahan bank konvensional ataupun bank syariah. Sehingga, nantinya akan lahir pakar ekonomi Islam dari alumni al-Azhar yang bisa turut memberi sumbangsih untuk kemajuan ekonomi di Tanah Air,” pungkasnya. ?

Meski sempat molor dari jadwal seharusnya, seminar tetap berlangsung gayeng dan menarik. Dua narasumber membeberkan ekonomi konvensional maupun ekonomi syariah, dari berbagai sisinya. Selain itu, Tubagus Manshur dengan halus dan apik membawa hadirin pada ranah realita ekonomi syariah global masa sekarang hingga masa mendatang.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Begitu pula Fuad yang menyuguhkan fakta bahwa sistem ekonomi syariah sebagai sebuah produk masih harus terus kita sempurnakan. Contohnya, kalkulator (hasil) sistem murobahah yang pada kenyataannya justru masih lebih tinggi dari sistem ekonomi konvensional. “Sebab, yang namanya pemodal di mana-mana enggak mau rugi. Dari satu contoh ini, tentunya tugas kita semua untuk mengawal agar transaksi bank syariah benar-benar sesuai dengan syariat,” tegas pak Fuad. ?

Untuk diketahui, seminar yang berlangsung selepas maghrib itu didahului dengan acara khataman Al-Quran oleh para anggota PCI JQH (Jam’iyyah Qurra’ wa al-Huffadz) NU Mesir. Dalam prosesi khataman tersebut, dilaksanakan pula pelantikan pengurus PCI JQH masa bakti 2016-2018 oleh Ketua Tanfidziah PCINU Mesir. ?

Usai penyampaian materi serta tanya jawab seputar dunia ekonomi, acara dipungkasi dengan doa, penyerahan piagam, sesi foto-foto dan makan bersama. (Am Zen/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Jadwal Kajian, Pondok Pesantren, Aswaja VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Kamis, 04 Januari 2018

Konsep Aurat dan Larangan Berwudhu Telanjang Bulat

Bagi sebagian orang, wudhu merupakan salah satu laku ibadah yang telah merasuk menjadi rutinitas. Setiap kali bersentuhan dengan air, seketika itu pula ia berwudhu. Ini adalah suatu kebaikan, karena berusaha mengkondisikan diri dalam keadaan suci.

Namun demikian perlu diperhatikan bahwasannya berwudhu haruslah dalam keadaan aurat tertutup. Minimal aurat depan (qubul) dan belakang (dubur). Walaupun sebenarnya menutup aurat bukanlah termasuk syarat sah wudhu. Akan tetapi, ini berhubungan dengan tata cara dan hukum menutup aurat ketika sendirian (khalwat) yang batasannya berbeda dengan aurat ketika shalat dan ketika bersosialisasi di depan umum.

Menurut Az-Zarkasyi sebagaimana tercantum dalam Nihayatul Muhtaj, bahwa aurat yang wajib ditutup ketika sendirian (khalwat) adalah dua kemaluan saja bagi laki-laki (qubul dan dubur), dan antara pusar dan lutut bagi perempuan.

Konsep Aurat dan Larangan Berwudhu Telanjang Bulat (Sumber Gambar : Nu Online)
Konsep Aurat dan Larangan Berwudhu Telanjang Bulat (Sumber Gambar : Nu Online)

Konsep Aurat dan Larangan Berwudhu Telanjang Bulat

قال الزركشى: والعورة التى Ù? جب سترها فى الخلوة السوأتاÙ? فقط Ù…Ù? الرجل ومابÙ? Ù? السرة والركبة Ù…Ù? المرأة

Azzarkasyi berkata bahwa aurat yang wajib ditutup ketika khalwat adalah dua kemaluan saja bagi laki-laki (qubul dan dubur), dan antara pusar dan lutut bagi perempuan.

Bahwasannya ? ada dua macam aurat khusus. Pertama aurat ketika sendirian (khalwat) dan kedua aurat ketika di hadapan orang yang boleh memandang kepadanya seperti istri dan budak perempuan (sesuai perkembangan zaman, konsep perbudakan kini sudah tidak ada lagi). Keduanya memiliki tata cara yang berbeda seperti diterangkan dalam kitab Fathul Muin bahwa:

وجاز تكشف له اى للغسل فى خلوة او بحضرة Ù…Ù? Ù? جوز Ù? ظره الى عورته كزوجة او أمة والستر افضل وحرم اÙ? كاÙ? ثم Ù…Ù? Ù? حرم Ù? ظره الÙ? ها كماحرم فى الخلوة بلاحاجة وحل فÙ? ها لأدÙ? Ù‰ عرض كما Ù? أتى

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Boleh membuka aurat (telanjang bulat) ketika mandi karena khalwat (sendirian), atau (boleh juga membuka aurat) di depan orang yang diperbolehkan memandang auratnya seperti istri atau budak perempuannya. Namun menutup aurat lebih afdhal. Dan haram membuka aurat jika di sana ada orang yang terlarang (tidak diperbolehkan) melihatmya. Seperti halnya diharamkan membuka aurat ketika sendirian tanpa ada keperluan apa-apa.

Dari keterangan di atas dapat difahami bahwa seseorang hanya diperbolehkan membuka aurat atau bertelanjang bulat ketika mandi sendirian atau ketika hanya berhadapan hadapan dengan istri. Karena mandi harus meratakan air ke seluruh tubuh, dan ini tidak bisa tercapai tanpa harus membuka semua penutupnya. Maka dibolehkan bertelanjang bulat ketika mandi.

Ini berbeda dengan kasus wudhu, karena keperluan wudhu dalam meratakan air tidak seperti mandi, maka berwudhu harus dengan menutup auratnya, minimal aurat depan (qubul) dan belakang (dubur). Dengan kata lain, jika mandi memang perlu bertalanjang, sedang wudhu tidak perlu bertelanjang. Maka dilarang berwudhu dengan bertelanjang bulat tanpa menutup aurat walaupun sendirian tanpa sesuatu keperluan apapun.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Oleh Karena itu, ketika seseorang selesai mandi dan ingin mengakhiri mandinya dengan berwudhu, sebaiknya terlebih dahulu menutup auratnya. Walaupun hanya dengan celana dalam ataupun handuk yang melingkar di badan. Wallahu a’lam. Ulil Hadrawy

?

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Aswaja VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Rabu, 03 Januari 2018

Bangun Soft Skill, Santri Darul Falah Ikuti Pelatihan Jurnalistik

Semarang, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Redaksi al-Qalam pesantren Darul Falah Be-Songo menggelar pelatihan jurnalistik bersama kontributor VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth M Zulfa. Bertempat di qoah pesantren Be-Songo agenda ini merupakan kegiatan pascaliburan untuk mengisi kegiatan menjelang semester baru. Pelatihan ini sekaligus sebagai evaluasi atas terbitnya buletin edisi kedua Februari 2016.?

Bangun Soft Skill, Santri Darul Falah Ikuti Pelatihan Jurnalistik (Sumber Gambar : Nu Online)
Bangun Soft Skill, Santri Darul Falah Ikuti Pelatihan Jurnalistik (Sumber Gambar : Nu Online)

Bangun Soft Skill, Santri Darul Falah Ikuti Pelatihan Jurnalistik

Materi yang disampaikan berupa manajemen keredaksian, teknik wawancara dan menulis di era teknologi. Santriwan-santriwati pesantren Be-Songo yang mayoritas mahasiswa Universitas Islam Negeri Walisongo ini dibekali dengan ketrampilan untuk menghasilkan santri yang tidak hanya menyandang gelar kesarjanaan saja. Soft skill menjadi nilai lebih dari mahasiswa yang tidak tinggal di pesantren.?

Nilai-nilai pesantren yang tumbuh di pesantren ini tak hilang sebagaimana pesantren pada umumnya, masih ada ngaji dan kajian fiqih rutin, khitobah dan sederet nilai-nilai khas pesantren seperti kemandirian, kekeluargaan, sopan santun, dan lain-lain. Akhlak karimah seperti ini yang harus terus digaungkan melalui media massa baik berupa cetak atau online.?

"Penguatan soft skill untuk santriwan-santriwati ini menjadi bekal di masa yang akan datang setelah mereka kembali ke masing-masing daerah asal mereka," ungkap pengasuh pesantren KH Imam Taufiq.?

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Selain itu, kegiatan pascaliburan ini ada pelatihan resolusi konflik, kewirausahaan, peningkatan kepemimpinan, AMT, fashion style, fiqih perempuan dan pelatihan bercocok tanam. Pesantren yang bervisi menjadikan santri berakhlak mulia dengan kompetensi keagamaan dan kecakapan hidup yang handal ini bisa buka di be-songo.or.id. Red: Mukafi Niam?

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Aswaja VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Minggu, 31 Desember 2017

Warga Doa Bersama untuk Keamanan Pilkada

Banyumas, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Dua hari jelang pemungutan suara, Pilkada Banyumas 2013, warga NU mengadakan doa bersama di Pondok Pesantren Darul Falah, Desa Cikembulan Kecamatan Pekuncen, Jumat (15/2).

Warga Doa Bersama untuk Keamanan Pilkada (Sumber Gambar : Nu Online)
Warga Doa Bersama untuk Keamanan Pilkada (Sumber Gambar : Nu Online)

Warga Doa Bersama untuk Keamanan Pilkada

Doa bersama itu diawali dengan pembacaan Ratib Al Hadad yang dipimpin Pengasuh Pesantren Darul Falah, Cikembulan, Pekuncen, Kyai Chayatul Makky yang akrab disapa Gus Hayat.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut elemen generasi muda Nahdlatul Ulama mulai dari Gerakan Pemuda Ansor, Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama, Forum Komunitas Galau Nahdlatul Ulama dan alumni Pesantren Darul Falah.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Koordinator FKGMNU, Mahbub Wibowo mendukung berbagai gerakan yang mendorong netralitas NU. Ia berharap semakin banyak pihak yang menyuarakan kembalinya Khittah NU sebagai organisasi kemasyarakatan, kebangsaan dan keumatan.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Ia berharap generasi muda NU juga turut serta mendorong terciptanya suasana kondusif terselenggaranya Pilkada Banyumas.

"Kami juga berharap momen Pilkada Banyumas kali ini dapat memberikan pelajaran yang sangat berharga semua pihak. Banyak hal yang perlu dilakukan oleh dan untuk NU. Aspek keilmuan dan pemberdayaan ekonomi juga sangat penting untuk terus ditingkatkan," katanya.

Gus Hayat mengajak seluruh jamaah yang hadir untuk senantiasa berpegang teguh dan menjaga  loyalitas terhadap institusi, faham dan nilai yang dianut oleh Nahdlatul Ulama. Penguatan faham dan nilai Ahlussunnah Wal Jamaah hendaknya dipegang teguh agar warga NU tidak dapat dipecah belah.

Ia juga mengajak untuk mendoakan dan menyukseskan Pilkada Banyumas 2013 yang akan dilaksanakan Ahad (17/2). Bersama dengan para peserta yang hadir ia berdoa agar proses Pilkada Banyumas dapat berlangsung lancar dan aman.  Seperti diketahui proses demokrasi ini akan diikuti oleh enam pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati.

"Silakan mempergunakan hak pilih masing-masing. Yang penting kita terus menjaga loyalitas kita kepada NU secara institusi, nilai dan faham Ahlussunnah Wal Jamaah. Netralitas NU harus tetap dijaga," jelasnya.

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Susanto

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Aswaja, Fragmen VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Sabtu, 23 Desember 2017

Pameran Lukisan Meriahkan Konferwil NU Jatim

Surabaya, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Konferensi Wilayah (Konferwil) Nahdlatul Ulama Jawa Timur berbarengan dengan hari lahir NU yang ke-90 tahun. Karenanya sejumlah kegiatan diselenggarakan demi sukseskan dua gawe besar ini.

Nonot Sukrasmono yang juga Ketua Lembaga Seniman Budayawan Muslimin Indonesia PWNU Jawa Timur menandaskan bahwa untuk peringatan Harlah NU yang berbarengan dengan Konferwil NU Jatim, ada beberapa kegiatan yang akan dilaksanakan. 

Pameran Lukisan Meriahkan Konferwil NU Jatim (Sumber Gambar : Nu Online)
Pameran Lukisan Meriahkan Konferwil NU Jatim (Sumber Gambar : Nu Online)

Pameran Lukisan Meriahkan Konferwil NU Jatim

"Yang cukup lama adalah pameran lukisan dan lukisan kaligrafi," katanya kepada VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth, Sabtu (27/4).

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Ia mengemukakan bahwa untuk kegiatan ini akan diikuti oleh sekitar dua puluh lima seniman yang akan memamerkan  hasil seni mereka di Lippo Mall Sidoarjo (13-18/5).

Pesan yang ingin disampaikan pada kegiatan ini adalah sebagai media untuk mewadahi para seniman yang selama ini jarang disapa. "Kegiatan ini juga sebagai bagian dari komitmen NU yang tetap menghargai pendekatan budaya dan seni dalam menjalankan syiar keagamaan," tandasnya. 

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

"Para pendahulu yakni Wali Sanga telah memberikan tauladan bagaimana berdakwah dengan penuh kesantunan dan tidak melukai masyarakat," katanya. Karena itu, pameran lukisan dan kaligrafi ini membawa pesan akan pentingnya berdakwah dengan budaya tersebut.

Sedangkan tema yang diambil dapam kegiatan ini bersifat umum. "Karena temanya umum, maka para peserta dan pengunjung dapat melihat dari dekat bagaimana hasil  ekspresi para seniman dalam melihat persoalan di sekitarnya," katanya.

Yang juga sangat istimewa, pada saat pembukaan (13/5) akan ditampilkan repro lukisan foto Hadratus Syaikh KH Hasyim Asyaari dan KH Abdul Wahab Chasbullah. "Untuk lukisan aslinya akan kami serahkan kepada Musium Islam Nusantara yang akan didirikan di pesarean Pesantren Tebuireng," kata Mas Nonot, sapaan akrabnya.

Demikian juga Ketua PWNU Jatim, KH M Hasan Mutawakkil Alallah akan menyampaikan orasi budaya sebagai pembuka kegiatan pameran ini. "Acara akan dibuka oleh Bupati Sidoarjo," katanya. 

Kegiatan pameran lukisan dan lukisan kaligrafi ini sebagai mata rangkai Harlah ke 90 NU dan Konferensi Wilayah NU Jatim yang akan berlangsung 31 Mei - 2 Juni di Pondok Pesantren Bumi Sholawat Lebo Sidoarjo.  

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Syaifullah

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Aswaja VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Kamis, 21 Desember 2017

PBNU Minta Pemerintah RI Terlibat Penyelesaian Kemanusiaan Etnis Rohingya

Jakarta, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Rais Syuriyah PBNU KH Masdar F Masudi meminta Pemerintah RI menginisiasi anggota negara ASEAN lainnya untuk mengambil langkah penyelamatan atas tragedi kemanusiaan etnis Rohingya. Negara-negara ASEAN khususnya harus segera melakukan upaya penghentian pengusiran etnis Rohingya.

PBNU Minta Pemerintah RI Terlibat Penyelesaian Kemanusiaan Etnis Rohingya (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Minta Pemerintah RI Terlibat Penyelesaian Kemanusiaan Etnis Rohingya (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Minta Pemerintah RI Terlibat Penyelesaian Kemanusiaan Etnis Rohingya

“Kalau mereka diusir dari negerinya, umat Islam harus terpanggil untuk menyampaikan tindakan arogan otoritas setempat mengingat etnis tersebut beragama Islam,” kata Kiai Masdar kepada VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth, Jumat (15/5) sore.

Tetapi pada saat yang sama karena mereka juga manusia, PBB melalui UNHCR-nya yang menangani pengungsian harus turun tangan. Kedua belah pihak ini baik PBB maupun solidaritas umat Islam harus terpanggil, kata Kiai Masdar.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

“Penyelesaiannya memang tidak harus berbentuk penampungan di negara lain. Kedua pihak ini mesti berupaya menyadarkan otoritas setempat di mana etnis Rohingya tinggal,” Kiai Masdar menambahkan.

Pihak otoritas setempat perlu disadarkan bahwa etnis ini bagian integral sebagai warga bangsa mereka. Mereka sebagai pemegang otoritas berkewajiban melindungi setiap warganya tanpa melihat perbedaan keyakinan, suku, agama, atau lainnya.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

PBNU menyambut baik ajakan Thailand kepada negara-negara untuk melakukan pertemuan guna membahas nasib imigran Rohingya pada 29 Mei mendatang.

Upaya ini memang tidak mudah. Tetapi jalan ini perlu ditempuh guna menyudahi ratusan imigran etnis Rohingnya menuju suaka, kata Masdar.

Sebagaimana diketahui, ratusan muslim etnis Rohingya melakukan migrasi dari Myanmar, negara tempat kediaman mereka dengan menggunakan sampan-sampan kecil. Mereka terpaksa menempuh jalan laut yang berbahaya dengan stok logistik ala kadarnya untuk menyelamatkan diri dari bentrokan etnis dan agama. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Aswaja, Sejarah, Budaya VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Sabtu, 16 Desember 2017

Hasyim: Waspadai Politik Uang Jelang Coblosan

Jakarta, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Mantan ketua umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Hasyim Muzadi meminta semua rakyat Indonesia untuk mewaspadai terjadinya politik uang jelang coblosan.

"Harus diwaspadai malam ini dan besok pagi soal beredarnya money politik," kata Hasyim Muzadi di Jakarta, Selasa (8/7/2014).

Hasyim: Waspadai Politik Uang Jelang Coblosan (Sumber Gambar : Nu Online)
Hasyim: Waspadai Politik Uang Jelang Coblosan (Sumber Gambar : Nu Online)

Hasyim: Waspadai Politik Uang Jelang Coblosan

Menurutnya, selain politik uang, masalah penting dalam pemilu adalah pengamanan suara. "Setelah politik uang, untuk selanjutnya harus waspada pula adanya kecurangan dalam mengelola suara pemilu," terangnya.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Politik uang dan kecurangan pemilu, katanya, adalah kanker dalam pemilu dan demokrasi yang ujungnya mengancam Indonesia. "Dengan money politic seorang calon pemimpin merasa telah membeli rakyat dan jangan diharapkan lagi ada rasa amanat rakyat," papar pengasuh ponpes Al-Hikam Malang dan Depok ini.

Ia menambahkan, politik uang adalah wujud kemiskinan rakyat, serta sistim kapitalisme yang memperkaya sekelompok orang. Mereka membeli rakyat, membeli hukum, membeli politik bahkan membeli agama," terangnya.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Banyak pemimpin, tambah Hasyim mencuri uang negara untuk ongkos membeli suara. "Dalam suasana money politik dan kecurangan pemilu akan lahir pemimpin-pemimpun avonturir yang merusak negara. Materi yang diterima rakyat samasekali tidak berarti dibanding kerusakan negara yang bakal timbul," tuturnya. 

Oleh karenanya, menurut Hasyim, masyarakat Indonesia secara keseluruhan harus terlibat dalam memberantas kanker negara. Masalah itu tidak cukup diserahkan ke penyelenggara pemilu atau tim sukses kentestan pemilu.

"Kenetralan TNI Polri harus tetap dijaga, karena sekalipun TNI netral, panglima tertinggi TNI tetap saja ketua partai politik yang partainya sudah berfihak," pungkasnya. (mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Pertandingan, Aswaja VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Kamis, 14 Desember 2017

PCINU Jerman Kirim Surat Terbuka Soal Pemberantasan Korupsi Jokowi

Kepada Yth. Presiden Republik Indonesia

Ir. H. Joko Widodo

di Jakarta

PCINU Jerman Kirim Surat Terbuka Soal Pemberantasan Korupsi Jokowi (Sumber Gambar : Nu Online)
PCINU Jerman Kirim Surat Terbuka Soal Pemberantasan Korupsi Jokowi (Sumber Gambar : Nu Online)

PCINU Jerman Kirim Surat Terbuka Soal Pemberantasan Korupsi Jokowi

Assalamu’alaikum Wr. Wb.,

Bapak Presiden yang kami hormati, kami ingin menyampaikan aspirasi masyarakat pecinta Indonesia bersih dan adil mengenai perkembangan penegakan hukum dan pemberantasan kejahatan korupsi di era Bapak menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia. Kita semua ingat bahwa reformasi bergulir untuk memperkuat sistem demokrasi yang ditopang oleh supremasi hukum yang berkeadilan sosial. Ini adalah visi kebangsaan dan cita-cita luhur yang tidak bisa ditawar-tawar.

Melihat perkembangan akhir-akhir ini, kami merasa terpukul dengan tidak adanya langkah kongkret dari pemimpin tertinggi negara dalam memperkuat perjuangan melawan kejahatan korupsi yang telah menghancurkan negeri ini dari berbagai aspek: sosial, politik, ekonomi dan mental. Oleh karena itu kami mengingatkan –jika memang Bapak Presiden sedang lupa– dan menyeru agar Bapak sebagai pemimpin tertinggi Republik Indonesia untuk,

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

(1) berada di garis terdepan memimpin langsung pemberantasan korupsi di Indonesia;

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

(2) tegas menolak berkompromi dengan segala macam jenis praktek korupsi dan oknum-oknumnya;

(3) menghentikan kriminalisasi terhadap para pegiat anti korupsi;

(4) segera melakukan reformasi mendasar pada Kepolisian Republik Indonesia; dan

(5) mengembalikan dan menegakkan supremasi hukum yang berkeadilan Demikian surat ini kami buat. Besar harapan kami Bapak Presiden segera melakukan langkah kongkret untuk menyelamatkan masa depan anak bangsa dari cengkraman kejahatan korupsi.Wassalamu’alaikum Wr. Wb.,

Berlin, 6 Maret 2015

Komunitas Nahdlatul Ulama (NU) Jerman

Hormat kami,

Munirul Ikhwan & Zacky Khairul Umam

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Hadits, Aswaja, Hikmah VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Islam Nusantara adalah Identitias Islam Moderat

Surabaya, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Setelah melaksanakan peringatan Harlah dengan berbagai bentuk, PCNU Surabaya melalui Lembaga Talif ? wan Nasyr (LTN) NU kembali memperingati Harlah ke-93 NU dengan cara bedah buku di Gedung SAC UIN Sunan Ampel Surabaya, Selasa (26/4).?

Islam Nusantara adalah Identitias Islam Moderat (Sumber Gambar : Nu Online)
Islam Nusantara adalah Identitias Islam Moderat (Sumber Gambar : Nu Online)

Islam Nusantara adalah Identitias Islam Moderat

"Memperingati harlah NU dengan tumpengan, tahlilan dan istighotsah itu sudah biasa, kita akan tampil beda dengan memperingati harlah dengan bedah buku Masterpiece Islam Nusantara," kata Rizal Mumazziq, Ketua PC LTNNU Surabaya.

Rizal mengatakan, perlu bagi mahasiswa untuk memahami Islam Nusantara dan memiliki buku Masterpiece Islam Nusantra ini, karena bangsa ini dibangun oleh para ulama.

Bedah buku yang berlangsung selama tiga jam lebih ini, dihadiri oleh Rais PCNU Surabaya KH Mas Sulaiman, Ketua PCNU Surabaya sekaligus sebagai pembanding, penulis buku Masterpiece Islam Nusantara Zainul Milah Bizawie turut hadir. Pihak akademik juga ikut serta dalam bedah buku yang diterbitkan Pustaca Compas tersebut.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Zainul Milal mengatakan, Islam Nusantara adalah satu titik yang purna dan sebuah rahmat dari Allah. Islam masuk di nusantara ini tanpa perang. "Buku ini saya untuk merangkai ulama-ulama dalam sebuah jejaring yang solid dan menjadi kekuatan utama bagi bangsa ini.

Jejaring ini diharapkan bisa menyatu baik ke atas, ke bawah dan kesamping dalam membangun sebuah bangsa. "Islam Nusantara ini adalah Inilah modal utama dari kekuatan bangsa yang besar," lanjut penulis kelahiran Pati Jateng ini.

Islam Nusantara ini adalah kawan dari setiap masyarakat yang mengakui NKRI harga mati. Tidak perlu lagi masyarakat ragu akan manfaat Islam Nusantara. "Inilah identitas Islam moderat untuk menangkal Islam radikal seperti di Islam di Timur Tengah serta ISIS," lanjutnya.

Sedangkan Muhibbin memberikan kritik kecil soal isi buku. Seperti contoh, saat para ulama mendirikan jamiyah Nahdlatul Ulama di Bubutan, bukan ulama Jawa dan Bali, melainkan ulama Jawa dan Madura. Selebihnya Dosen Pascasarjana UIN Sunan Ampel memberikan apresiasi atas terbitnya buku sebagai referensi dikalangan NU ini. (Rof Maulana/Fathoni)

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth News, Aswaja, IMNU VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Minggu, 10 Desember 2017

BHNU: Sertifikasi Halal NU bukan Kesempatan Ekonomi, tapi Perlindungan

Jakarta, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Pembentukan Badan Halal NU (BHNU) didasari atas kebutuhan pelayanan kepada masyarakat, bukan untuk tujuan pencarian keuntungan dalam upaya perlindungan konsumen Muslim untuk memperoleh produk yang sesuai dengan ketentuan syariah.

Ketua BHNU Prof Dr Maksum Mahfudh menegaskan, urusan labelisasi halal sama sekali bukan kesempatan ekonomi, tetapi proteksi konsumen dan promosi produsen. Konsumen harus diproteksi dari makanan yang tidak halal sekaligus ikut mempromosikan agar konsumen mencari produk yang sudah halal sehingga produsen yang memiliki sertifikat halal akan mendapat nilai tambah.

BHNU: Sertifikasi Halal NU bukan Kesempatan Ekonomi, tapi Perlindungan (Sumber Gambar : Nu Online)
BHNU: Sertifikasi Halal NU bukan Kesempatan Ekonomi, tapi Perlindungan (Sumber Gambar : Nu Online)

BHNU: Sertifikasi Halal NU bukan Kesempatan Ekonomi, tapi Perlindungan

“Kita harus mempromosikan pentingnya mengkonsumsi produk halal kepada masyarakat, tetapi proses produksi halal ini akan menyebabkan harga produknya lebih tinggi daripada produk yang tidak dijamin kehalalannya. Kita mengedukasi masyarakat tentang jaminan produk halal ini, jangan sampai yang halal malah tidak laku karena harganya lebih tinggi,” paparnya, Jum’at (28/3).

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Menurutnya, sertifikasi halal merupakan urusan privat yang kini sudah bisa dilakukan oleh masyarakat tanpa campur tangan negara dengan baik, sedangkan negara mengurusi public good yang tidak mampu dikelola secara langsung oleh masyarakat. Dalam rancangan UU Jaminan Produk Halal (JPH), Pemerintah melalui Kementarian Agama masih berusaha berperan sebagai regulator, sekaligus sebagai operator JPH. 

“Biarlah negara sebagai regulator, pengawas, dan pengendali. Kalau negara berperan sebagai regulator sekaligus operator, rawan penyalahgunaan,” tandasnya. 

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Dengan perspektif sertifikasi halal sebagai pelayanan, maka tidak ada fee atau penambahan biaya yang tidak perlu yang harus dikeluarkan kepada produsen yang ingin mendapatkan sertifikasi halal dari NU. Biaya yang muncul semuanya terkait secara langsung dengan operasional proses sertifikasi. Andi Najmi, direktur hukum BHNU sangat mendukung pemberian label halal sebagai bentuk pelayanan ini. Jika perspektif ini yang dipakai, maka tidak akan ada rebutan pengelolaan label halal. 

“Saya mencurigai draft RUU JPH saat ini punya kecenderungan berorientasi pada pendapatan, salah satunya ada yang ketentuan Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP), padahal produsen sudah membayar pajak. Ini bukan unsur perlindungannya yang ditekankan dan pada akhirnya, beban ini harus ditanggung oleh konsumen,” tandasnya.

Selanjutnya ia meminta agar sertifikasi halal dibuka untuk semua ormas yang memenuhi syarat, bukan monopoli MUI, yang posisinya dalam UU Ormas juga organisasi massa dan bukan menjadi suprastruktur organisasi lain seperti NU dan Muhammadiyah. Diantara persyaratan yang diusulkannya adalah memiliki jamaah atau anggota, memiliki sistem dan standar halal sementara untuk laboratorium halal bisa bekerjasama dengan pihak lain. 

“Kalau punya fatwa tapi tidak memiliki anggota atau jamaah yang mengikutinya bagaimana,” tanyanya.

Ia mencontohkan, di Australia terdapat banyak sembilan badan sertifikasi halal dan semuanya berjalan baik. Dengan banyaknya lembaga sertifikasi, produsen dan konsumen akan bisa menilai mana lembaga yang memberi pelayanan yang baik dan mana yang tidak. 

“Memang perlu aturan yang menjadi panduan bersama, seperti apakah boleh ada produk yang mendapat sertifikasi halal lebih dari satu dan jika ditolak, apa boleh meminta ke lembaga lain dalam waktu yang bersamaan. Nanti regulator yang akan mengaturnya,” katanya.

Ia sepakat dengan adanya profesionalitas dan transparansi pelayanan, termasuk keuangan karena setiap warga negara berhak meminta informasi terhadap lembaga publik. “Jangankan terhadap BHNU, laporan keuangan PBNU pun kita kasih.”

Bagi perusahaan yang sudah mendapat sertifikasi halal, BHNU setiap tahun akan melakukan uji sampling, tetapi berbeda dengan uji statistik yang memiliki standar error tertentu. Tingkat kehalalan harus dijamin 100 persen, karena itu, ketika ada satu sampel yang ditemukan tidak memenuhi standar halal, maka harus dilakukan pemeriksaan secara keseluruhan. 

Seluruh proses halal tersebut, melibatkan Dewan Tahkik atau dewan pengawas yang terdiri dari para kiai kompeten, ahli kimia, ahli pangan, maupun teknik industri yang telah berpengalaman dalam sertifikasi halal. Saat ini, bidang garapannya terbagi pada pangan dan obat-obatan yang masing-masing dipimpin oleh satu orang direktur.

Bagi perusahaan yang ingin mengajukan sertifikasi halal, mereka dapat mengunduh formulir yang ada di www.nu.or.id yang selanjutnya bisa dikirim via email atau surat ke kantor BHNU gedung PBNU lt 5 jl Kramat Raya 164 Jakarta Pusat.

Dalam waktu dekat, BHNU akan memperluas jaringannya dengan membentuk badan halal di tingkat propinsi atau cabang atau setara dengan kabupaten kota dengan prioritas ditempat tersebut sudah terdapat laboratorium uji halal sehingga biayanya lebih efisien. (mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Aswaja, Kajian Sunnah VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Aswaja Dari Teologi Sampai Ideologi Gerakan

Oleh : Abdul Munim DZ
Bagian I

Sebagaimana aliran lain yang lahir pada abad pertengahan, Ahlussunnah waljamaah merupakan aliran yang holistik (menyeluruh), Aswaja mencakup pandangan tentang realitas (ontology), pandangan tentang pengetahuan dan pandangan tentang tata nilai (aksiologi), kemudian masih dilengkapi lagi pandangan mengenai masa depan yang dijanjikan (eskatologi). Pandangan holistik, berasumsi bahwa sebuah aliran mampu menjawab dan mengatur segala aktivitas manusia di segala bidang, pandangan itu memang merupakan ciri khas dari pemikiran skolastik. Sementara pandangan holistik tentang Aswaja itu oleh kalangan NU dirumuskan, sebagai landasan berpikir, bersikap dan bertindak, Sedangkan kalangan Islam revivalis merumuskan Aswaja sebagai teori dan praktek yang menyangkut dimensi lahir dan batin. Pandangan yang serba meliputi itu dirinci dalam berbagai disiplin keilmuan dan agenda kegiatan sosial. Oleh kanem itu dalam pengertian kontemporer Aswaja tidak hanya meliputi doktrin teologi (akidah). tetapi telah dikembangkan sebagai ideologi pembaruan social.

Walaupun Aswaja mengklaim sebagai system yang menyeluruh. tetapi sulit sekali menemukan kitab atau literatur, baik dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Arab yang membahas atau memaparkan pandangan Aswaja yang menyeluruh seperti yang mereka klaim selama ini. Aswaja yang dirutuskan KH. Hasyim Asyari(1)  misalnya, walaupun telah mencakup bidang akidah, fikih dan tasawuf, tetapi tidak mencakup bidang filsafat dan politik, walaupun bidang politik ini juga dibahas di lain kesempatan, dalam Resolusi Jihad misalnya, bisa dimasukkan dalarn sistem Aswaja yang ia bangun. Kemudian kalangan NU sebagaimana lazimnya melihat bahwa filsafat NU adalah Ghazalian sementara politiknya Mawardian dan sebagainya. Semuanya itu lebih banyak dipraktekkan ketimbang dirumuskan secara konseptual.

Upaya menyusun Aswaja secara sistematis sebagai sebuah aliran pemikiran dan gerakan yang holistik telah banyak diupayakan, seperti yang digagas oleh Lakpesdam Yogyakarta dengan bukunya Teologi Pembangunan (1988)(2). Kritik serius yang diarahkan pada Aswaja konvensional itu akhirnya juga direspon oleh para ulama NU yang berusaha mendefinisikan kembali Aswaja secara lebih mencakup. Tetapi usaha ini banyak mendapat sandungan karena para ulama masih belum beranjak dari konsep lama yang melihat Aswaja hanya sebatas akidah.(3) Kemudian juga dalam buku yang ditulis oleh PBPMII, (1997)(4) yang hampir mencakup seluruh aspek kehidupan, hanya sayangnya karena lemahnya kerangka filosofis, maka berbagai aspek yang diuraikan antara pandangan Aswaja di bidang keilmuan, social, politik dan ekonomi tidak saling berkaitan, secara logis, karena lebih menekankan segi-segi aktivismenya. Dalam karya Syeikh Abdul Hadi al Misri,(5) sebenarnya berpretensi menampilkan Aswaja yang utuh, tetapi sekali lagi ia gagal menjelaskan relasi Aswaja dengan perkembangan masyarakat kontemporer, akhirnya kembali pada tradisi lama, yang hanya berputar di sekitar pembahasan akidah. Sementara Karya Ali Asghar lebih menekankan dimensi aktivismenya, maka ia hanya mengekspos segi-segi pembebasan dari doktrin Islam. Sebenarnya yang cukup lengkap adalah yang dirumuskan oleh Hassan Hanafi, hanya saja tersebar di berbagai kitab sehingga perlu  perhatian khusus untuk memahaminya.

Uraian di atas menunjukkan bahwa sebagai upaya untuk mewujudkan klaim bahwa aswaja merupakan ajaran yang holistik. masih merupakan agenda dan masih perlu digarap serius. Pandangan semacam itu diperlukan agar Aswaja peduli dengan perkembangan masyarakat kontemporer, baik dari segi pemikiran keilmuan hingga ke masalah pergerakan sosial politik, untuk menegakkan keadilan dan menjunjung nilai-nilai kemanusiaan. Karena itu Aswaja tidak lagi bisa diterima apa adanya, sebagaimana ketika diwariskan oleh para leluhur kepada kita, melainkan diperlukan reformulasi dan terobosan baru, sesuai dengan perkembangan aspirasi umat manusia dewasa ini.

Gerakan Aswaja kontemporer bukan lahir dari persoalan pemahaman terhadap doktrin, tetapi lebih didorong oleh terjadinya pergumulan sosial yang terjadi di Dunia Ketiga pada umumnya dalam menghadapi represi dari negara otoriter dan eksploitasi dari kapitalisme dunia atas nama pembangunan dan kemajuan. Maka di situlah gerakan teologi kontemporer merumuskan agenda emansipasi social, dan berusaha menciptakan persaudaraan kemanusiaan universal (ukhuwah insaniyah) sementara Aswaja klasik sangat menekankan doktrin najiyah-, sehingga tanpa disadari menjadikan Aswaja sebagai doktrin yang eksklusif, yang menuduh aliran lain sebagai sesat, bahkan kafir, padahal aliran ini megklaim diri bersikap kejamaahan (inklusif), rnaka sikap najiah bertentangan dengan prisip jamaah. Maka gerakan baru ini mempertegas Aswaja dengan prinsip kejamaahan serta menolak doktrin najiah yang mengeksklusi pihak lain di luar kelompoknya secara semena-mena. Dengan berpegang pada prinsip jamaah tidak berarti mengikuti ajaran mereka, melainkan menjadikan mereka yang berbeda sebagai mitra dialog dalam mencari kebenaran.

Selanjutnya juga terjadiDari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Aswaja VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Aswaja Dari Teologi Sampai Ideologi Gerakan (Sumber Gambar : Nu Online)
Aswaja Dari Teologi Sampai Ideologi Gerakan (Sumber Gambar : Nu Online)

Aswaja Dari Teologi Sampai Ideologi Gerakan

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock