Tampilkan postingan dengan label Tegal. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tegal. Tampilkan semua postingan

Selasa, 27 Februari 2018

Tim Kirab Resolusi Jihad Terima Ijazah Shalawat Kholiliyah

Mojokerto, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Salah satu kegiatan yang dilakukan Tim Kirab Resolusi Jihad NU adalah kunjungan ke para sesepuh NU dan ziarah ke makam pejuang NU. Seperti pada Jumat (14/10) kemarin. Tim yang dipimpin oleh Wasekjen PBNU Ishfah Abidal Aziz menyempatkan berkunjung ke Sidogiri dan Makan Syaikhuna Kholil Bangkalan.

Tim Kirab Resolusi Jihad Terima Ijazah Shalawat Kholiliyah (Sumber Gambar : Nu Online)
Tim Kirab Resolusi Jihad Terima Ijazah Shalawat Kholiliyah (Sumber Gambar : Nu Online)

Tim Kirab Resolusi Jihad Terima Ijazah Shalawat Kholiliyah

Kedatangan Tim menjelang tengah malam di Pesantren dan Makam Syaikhuna Kholil Bangkalan, disambut keluarga besar pondok pesantren, para santri, pejabat Kemenag, dan Pemkab serta DPRD Bangkalan.

Setelah melakukan ziarah, Tim berkesempatan mendengarkan taushiyah dan arahan dari ulama setempat di antaranya dari KH Muhammad Faisal Anwar. Lebih istimewa, Kiai Faisal Anwar berkenan memberikan ijazah kepada Tim Kirab Resolusi Jihad NU. Ijazah yang diberikan adalah shalawat Kholiliyah, yang merupakan shalawat khas di Pesantren Kholil Bangkalan.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

"Semoga dengan ijazah ini Panjenengan semua akan mendapat barokah dari Kiai Kholil," harapnya.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Ditemui VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth selesai acara, Kiai Anwar berpesan agar para santri dan generasi muda berbuat manfaat. Selain itu, katanya, juga tidak boleh mudah terombang-ambing pada sesuatu yang belum tentu jelas kebenarannya. (Kendi Setiawan/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Internasional, Kiai, Tegal VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Sabtu, 24 Februari 2018

Antara Teroris dan Teloris

Otong dan Ujang suatu kali sedang ngobrol serius tentang bom di Sarinah di serambi pesantren. Tiba-tiba Ujang bertanya sama Otong.

"Kang tahu tidak, kemarin seorang pemuda asal Brebes ditangkap polisi ketika berjalan di dekat pusat perbelanjaan dan membawa tas bermuatan yang cukup berat?" tanya Ujang.

Antara Teroris dan Teloris (Sumber Gambar : Nu Online)
Antara Teroris dan Teloris (Sumber Gambar : Nu Online)

Antara Teroris dan Teloris

"Tidak, Kang. Kok di TV dan medsos enggak ada yang memberitakan tentang itu? Mungkin itu hoax."

"Tapi..." lanjut Ujang sambil menampakan mimik wajah serus.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

"Tapi apa, Kang?" tanya Otong penasaran.

"Tapi, setelah memeriksa ketat isi tas, polisi mendapatkan barang yang bukan ia curigai."

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

"Emang isinya apa?"

"Telor asin, yang akan didrop ke warung-warung. Kini pemuda tersebut ditetapkan sebagai teloris," jelas Ujang sambil ketawa. (Ahmad Rosyidi)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Sholawat, Tegal VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Minggu, 11 Februari 2018

PCNU OKU Timur Dorong Kader Muda Jadi Penulis Andal

Oku Timur, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth - Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten OKU Timur melalui lembaga Lajnah Talif wan Nasyr  (LTN) terus mendorong lahirnya penulis baru yang andal dari kalangan kader muda NU. Agenda ini dimaksudkan agar mereka berpartisipasi membumikan dan mengkampanyekan Islam Rahmatan Lil Alamain dan Ahlussunnah Wal Jamaah (Aswaja) kepada umat di bumi sebiduk sehaluan dan bahkan dunia.

Muji Rahayu salah satu tim redaksi Majalah Wasilah di sela-sela rapat persiapan penerbitan Majalah Wasilah edisi 4 yang digelar di Sukaraja, Rabu (6/9) mengatakan bahwa NU OKU Timur saat ini selain sudah memiliki media cetak Majalah Wasilah. Ke depan pihaknya juga akan merencanakan peluncuran media online.

PCNU OKU Timur Dorong Kader Muda Jadi Penulis Andal (Sumber Gambar : Nu Online)
PCNU OKU Timur Dorong Kader Muda Jadi Penulis Andal (Sumber Gambar : Nu Online)

PCNU OKU Timur Dorong Kader Muda Jadi Penulis Andal

"Diharapkan dari dua media tersebut nantinya akan menjadi media dakwah bagi para Kiai NU, tokoh NU, kader muda NU dan warga nahdliyin pada umumnya sehingganya kami sangat mengharapkan kader NU dapat bersama-sama berjuang memberikan informasi yang benar terkait ideologi, pandangan dan sikap NU dalam kehidupan keseharian" paparnya.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Bahwasanya di era digital saat ini, anak muda NU tidak boleh kalah dengan kelompok lain yang berupaya akan merusak NU khususnya lewat budaya literasi, kata alumnus STIT MU Gumawang tersebut.

Sementara itu di tempat terpisah Ketua LTN NU OKU Timur Zainal Muhtadin mengatakan, para kiai dan santri harus memanfaatkan teknologi sosial media dan kebebasan pers sebagai momentum buat mendakwahkan Islam ramah dan tradisi keberagamaan rahmatan lil alamin yang diajarkan di pesantren.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

"Pesantren saat ini harus mengkader santri-santrinya untuk melek media dan memanfaatkannya sebagai wahana berdakwah. Di samping mengajarkan kajian-kajian fikih, tauhid,  tasawuf dan kajian khas pesantren," ujarnya.

Sekretaris IKA PMII OKU Timur ini menambahkan, begitu pentingnya menggunakan media sosial untuk menangkal isu radikalisme dan isu yang merongrong keberadaan Pancasildan NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia). "Bagi NU, Pancasila dan NKRI sudah final dan harga mati," tegasnya dengan penuh semangat. (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Berita, Ubudiyah, Tegal VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Jumat, 09 Februari 2018

Guru Maarif Tegal Dilatih E-Learning

Tegal, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth 

Pengurus Cabang Lembaga Pendidikan  Ma’arif NU Kabupaten Tegal mengadakan pelatihan pembelajaran elektronik atau electronic learning (E-Learning) di Ruang Auditiorium STAIBN.

Ratusan Sekolah /Madrasah yang bernaung di bawah lembaga pendidikan Ma’arif NU Kabupaten Tegal dilatih membuat website aplikasi pembelajaran. Narasumber yang dihadirkan oleh panitia adalah Achmad Chanif, praktisi IT PC Ma’arif NU Kabupaten Tegal

Guru Maarif Tegal Dilatih E-Learning (Sumber Gambar : Nu Online)
Guru Maarif Tegal Dilatih E-Learning (Sumber Gambar : Nu Online)

Guru Maarif Tegal Dilatih E-Learning

Menurut Chanif, begitu biasa Achmad Chanif disapa, pendidikan  sekarang sudah dimulai dengan era yang baru yaitu era digital. Dengan era yang baru ini maka guru dihadapkan pada era baru juga, yaitu bagaimana guru bisa menangkap itu pula. Diantanya E-Learning,

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Dengan model ini, kata Chanif, maka guru harus bisa berbuat lebih cerdas, tangkas dan kreatif dalam proses pembelajaran. “Dengan pelatihan yang seperti inilah para guru dilingkungan ma’arif akan semakin melaju cepat. “ Kata Guru SMP N 1 Slawi ini. 

Hadir dalam kesempatan tersebut, Asisten II Bupati Tegal H. Agus Subagyo, Perwakilan Kepala kantor kementerian Agama Kabupaten Tegal, PGRI Kabupaten Tegal, Wakil Ketua PCNU Kabupaten Tegal H. Nurotib , Ketua STAIBN Tegal Badrodin dan perwakilan dari badan otonom PC. GP. Ansor, IPNU-IPPNU.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Ketua PC LP. Ma’arif NU Kabupaten Tegal, H. Muslikh  mengatakan, para guru pengajar IT yang tersebar di seluruh Indonesia yang ditraining di 5 tempat tersebut selanjutnya diharapkan bisa memberikan pelatihan yang sama bagi sekolah di sekitarnya seusai mengikuti pelatihan tersebut.

Ke depan, LP Maarif berharap agar seluruh materi pelajaran bisa diakses lewat komputer dan internet yang nantinya bisa semakin mempermudah proses pembelajaran.

“Semuanya berbasis web, khususnya mata pelajaran Aswaja cukup dengan internet, materi sudah ada disana, tak perlu buku, tinggal test dan tutorial. Hadist dan ayat al Qur’an juga dengan gampang bisa ditemukan lewat intenet,” ujarnya.

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Abdul Muiz T

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Tegal, Nasional VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Senin, 05 Februari 2018

Santri Ini Pernah Jadi Peserta Terkecil MTQ Nasional

Tangerang Selatan, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Ketika baru lulus TK pada 2010, Nafisah Almais Aidiyah (13 tahun) sudah ambil bagian pada perhelatan Musabaqah Tilawatil Qur’an Nasional (MTQN) di Provinsi Bengkulu. Di MTQ tersebut ia mengikuti cabang tartil. Meski tidak meraih juara, gadis manis berkaca mata ini meraih predikat peserta termuda.

“Memang waktu itu nggak dapat juara, tapi saya dapat penghargaan sebagai peserta terkecil. Saat itu saya baru mau naik kelas 1 MI. Sekitar umur tujuh tahun,” ujarnya saat ditemui VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth di Pesantren Baitul Qurra’ dan Pusat Studi Tilawatil Qur’an, Jl Suli Blok D No KH 26 Perumahan Ciputat Baru, Tangerang Selatan, Ahad (22/10).

Ais, sapaan akrabnya, sejak kecil sebenarnya lebih suka menyanyi daripada mengaji tartil dan tilawah. Ais mengaku lebih senang berdendang sejak belia. 

Santri Ini Pernah Jadi Peserta Terkecil MTQ Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)
Santri Ini Pernah Jadi Peserta Terkecil MTQ Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)

Santri Ini Pernah Jadi Peserta Terkecil MTQ Nasional

“Dulu Ais kurang tertarik dunia tilawah. Sukanya nyanyi. Dulu kalo disuruh latihan tilawah malas sekali, bahkan sampe nangis. Hahaa. Lucu kalo diingat,” tambah gadis kelas VIII MTs Pembangunan UIN Jakarta ini.

Sejak masih belia, Ais sudah berprestasi. Sedari kecil, ia kerap menjuarai sejumlah perlombaan tarik suara. Saat masih duduk di kelas 3 MI, misalnya, ia berhasil meraih juara 3 pada Festival Seni Qasidah Nasional ke-17 yang digelar di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta, 22-27 November 2012.

Tiga tahun kemudian, Ais memboyong piala Juara I pada Festival Qasidah Islam Indonesia ke-20 di Kendari Sulawesi Tenggara, 17 November 2015. 

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Pada tahun yang sama, ia meraih Juara 1 Bintang Vokalis Putri pada kejuaraan Lembaga Seni Qasidah Indonesia (LASQI) tingkat Provinsi Bali. Lembaga ini bergerak di bidang seni islami untuk mensyiarkan Agama Islam.

Di forum nasional yang lain, persisnya pada tahun 2013, Ais juga mendapat trofi juara II Da’i Pekan Olah Raga dan Seni Santri antar Diniyah Takmiliyah (Porsadin) yang digelar pertama kali oleh Kementerian Agama di Provinsi DKI Jakarta. Waktu itu, Ais masih duduk di kelas 3 MI Denpasar.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Puncaknya, di usia yang ke-13, Ais mampu memboyong piala juara 1 Seleksi Tilawatil Qur’an Nasional (STQN) ke-24 yang dihelat di Kota Tarakan, Provinsi Kalimantan Utara, Juli 2017. Sebelumnya, berbagai kejuaraan yang sama ia ikuti baik di ajang STQ maupun MTQ tingkat nasional.

“Untuk juara 1 hadiahnya trophy, piagam, dan uang pembinaan sebesar 10 juta rupiah. Uang itu semuanya ditabung,” kata putri sulung kesayangan pasangan H Juhar dan Hj Nur Hamidah ini seraya tersenyum. 

Di momen Hari Santri ini, ia berpesan kepada teman-teman santri agar rajin belajar dan mengaji. “Jangan lupa sholat lima waktu. Bagi yang memiliki bakat tilawah, harus semangat berlatih dan jangan putus asa,” pungkas Ais. (Musthofa Asrori/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Tegal VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Kamis, 01 Februari 2018

IPPNU Serius Dampingi Pelajar Putri Lawan Radikalisme

Sleman, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Konbes ini diselenggarakan dalam rangka konsolidasi organisasi. Mencakup hal citra diri, organisasi dan lain-lain. Dan juga persoalan-persoalan organisasi di IPPNU Dewasa ini kami mendapatkan tantangan yang luar biasa untuk para pelajar karena semakin kompleks dan perkembangannya cepat. Radikalisme agama adalah tantangan utamanya.

IPPNU Serius Dampingi Pelajar Putri Lawan Radikalisme (Sumber Gambar : Nu Online)
IPPNU Serius Dampingi Pelajar Putri Lawan Radikalisme (Sumber Gambar : Nu Online)

IPPNU Serius Dampingi Pelajar Putri Lawan Radikalisme

Demikian disampaikan oleh Ketua Umum Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama Puti Hasni dalam sambutannya saat acara pembukaan Konferensi Besar IPPNU di Asrama Haji Yogyakarta, Jumat (27/10).

IPPNU yang fokus pada pelajar putri, kata Puti, yang terpapar langsung radikalisme akan serius mendampingi pelajar putri lawan radikalisme. 

“Radikalisme itu tantangan serius terhadap rumah besar indonesia. Indonesia harus selalu dijaga keunikannya, kekhasannya, keberagaamannya, kekayaannya, nilai-nilai luhurnya, budayanya, kekayaan manusianya, baik itu materi maupun immateri,” ungkap Puti. 

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Pada kesempatan tersebut, Puti juga mengungkapkan bahwa  pelajar dituntut belajar serius, rajin sejak muda dan aktif di komunitas. Hanya dengan kesungguhan dan keseriusan, para  pemuda dan pelajar bisa memberikan kontribusi terhadap bangsanya, sekurang-kurangnya terhadap masa depan dirinya sendiri. 

Puti juga menuturkan bahwa Indonesia akan mengalami bonus demografi, di mana usia produktif pemuda dan pelajar lebih besar daripada usia lanjut atau pun anak-anak. Menurut puti, hal itu merupakan tantangan bagi bangsa Indonesia khususnya pemuda untuk menyikapi dan mempersiapkan agar bangsa Indonesia tidak hanya menjadi penonton saja. 

“Lalu apa yang harus disiapkan oleh IPPNU? Sebagai pelajar putri akan berusaha sekuat tenaga agar generasi pelajar perempuan indonesia dapat bersaing di tingkat global dengan konsep nilai-nilai NU yang telah diajarkan  kepada kita. Saya yakin para pemuda yang nantinya jadi pemimpin akan mampu membawa Indonesia menjadi negara yang maju,” tandas Puti Hasni.  

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Acara pembukaan Konbes IPPNU tersebut dihadiri oleh Kementerian Agama RI Lukman Hakim Saifuddin, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama DIY Luthfi Hamid,  Perwakilan Gubernur DIY, Rais Syuriah PWNU DIY KH. Mas’ud Masduqi, Wakil Ketua PWNU DIY Fahmi Akbar Idris, Anggota DPD RI Hafidz Asram, Ketua PW Muslimat NU DIY Hj. Lutfiah Dewi Malik, Ketua PW Fatayat NU DIY Khotimatul Husna dan seluruh anggota IPPNU DIY, dari Komisariat, Pengurus Anak Cabang, Pengurus Cabang hingga Pengurus Wilayah. (Nur Rokhim/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Quote, Tegal VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Rabu, 31 Januari 2018

Teladani Nabi dalam Toleransi

Subang,VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Ketua Rijalul Ansor Kabupaten Subang Ujang Abrehoom mengatakan, banyak hikmah dalam memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, diantaranya adalah meneladani perjuangan Nabi sendiri dalam membangun toleransi antarsesama.

Teladani Nabi dalam Toleransi (Sumber Gambar : Nu Online)
Teladani Nabi dalam Toleransi (Sumber Gambar : Nu Online)

Teladani Nabi dalam Toleransi

Menurutnya, sebagai pembawa rahmat untuk seluruh alam, agama Islam yang dibawa Nabi Muhammad SAW sudah melakukan toleransi beragaa dalam kehidupan sosial masa itu.

"Kita tahu sejarah Perjanjian Hudaibiyah. Saat itu mengisyaratkan seluruh komponen yang ada tunduk dalam satu aturan sehingga tidak membeda-bedakan suku, ras, agama dan golongan manapun. Semuanya memiliki hak yang sama," ujar Abrehoom saat dihubungi, Senin (12/12/2016).

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Dikatakan, sikap bertoleransi yang melekat pada diri Nabi Muhammad SAW tersebut seyogyanya menjadi suritauladan yang baik bagi para pengikutnya.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

"Sikap beliau (Nabi Muhammad,red) mencerminkan bahwa dalam dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara tidak memandang dominasi mayoritas dan minoritas. Semuanya hidup rukun dalam satu Undang-undang," jelasnya.

Sehingga, kata dia, dalam perjalanannya, slogan hubbul wathon minal iman (cinta tanah air sebagian dari iman, red) menjadi sebuah keharusan bagi seorang yang beriman untuk mencintai negaranya sendiri.

"Nabi juga memiliki jiwa patriotisme dalam menyebarkan ajaran agama serta hal-hal yang positif lainnya yang patut diteladani seperti aspek sosial, budaya dan ekonomi," pungkasnya. (Ade Mahmudin/Abdullah Alawi)



Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Tegal VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Minggu, 28 Januari 2018

Ini Harapan PCNU dan Anggota DPRD pada IPNU Jakpus

Jakarta, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Kota Administrasi Jakarta Pusat menggelar Konferensi Cabang ke-XI tahun 2014 di Madrasah Tsanawiyah Jakarta Pusat Jl. Kalibaru V Kecamatan Senen.

Kegiatan pada Sabtu  (20/12) siang dihadiri anggota DPRD DKI Jakarta H. Muallif, ZA, Ketua PCNU Jakarta Pusat KH. Ahmad Kastir, Ketua PP IPPNU Farida Farihah, Ketua IPNU DKI Jakarta Muhammad Said, Kepala Sekolah MTs Jakarta Pusat dan Seluruh pengurus PAC IPNU se-Jakarta Pusat.

Ini Harapan PCNU dan Anggota DPRD pada IPNU Jakpus (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Harapan PCNU dan Anggota DPRD pada IPNU Jakpus (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Harapan PCNU dan Anggota DPRD pada IPNU Jakpus

Ketua PCNU Jakarta Pusat KH. Ahmad Katsir membuka dalam acara konfercab ini beliau juga mengatakan saya sangat bangga acara ini diselenggarakan di sekolah, karena itu adalah ruhnya IPNU untuk menanamkan nilai-nilai agama dan kebudayaan di kalangan pelajar.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

"Saya berharap acara ini berjalan dengan sukses, semoga nanti yang terpilih sebagai ketua IPNU Jakpus selanjutnya bisa menjalan amanah sebaik-sebaiknya dan tetap menjaga keaswajaan yang rahmatan lil alamin", harapnya.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Mohammad Khoiron sebagai ketua panitia dalam sambutannya menjelaskan rangkaian acara Konferensi Cabang ini. Kegiatan akan diramaikan dengan festival pelajar, fashion show, Seminar Pendidikan, cerdas cermat, dan turnamen futsal. Kemudian dilanjutkan dengan sidang-sidang dan pelaporan pertangjawaban kegiatan-kegiatan IPNU masa khidmat 2012-2014

Seminar pendidikan dilaksanakan setelah pembukaan Konfercab, H. Muallif anggota DPRD DKI Jakarta komisi pendidikan menjadi narasumber dalam seminar ini dengan tema "wujudkan pelajar cerdas, sehat dan ceria".

Muallif mengatakan disamping pengetahuan umum, pengetahuan agama juga harus diutamakan, “Saya ingin IPNU bisa menerapkan tradisi ke-NU-an kepada pelajar, diantaranya mengenal sejarah perjuangan Walisongo yang menerapkan Islam rahmatan lil alamin,” katanya.

Menurut dia, pembacaan surat Yasin dan sholawat harus diistiqomahkan kepada semua pelajar di setiap sekolah-sekolah di Jakarta Pusat yang berbasis agama setiap sebelum memasuki kelas. “Dan semua ini adalah PR dan tugas IPNU ke depannya," tambah Muallif yang juga mantan Wakil Ketua PWNU DKI Jakarta.

Usai seminar, acara dilanjutkan dengan sidang tata tertib pemilihan, penyampaian laporan dan tanggapan LPJ, pemilihan Ketua IPNU Jakpus. Pada kesempatan itu, Yani Rahman terpilih sebagai ketua masa khidmat 2014-2016 setelah unggul dari kandidat lainnya.

Yani Rahman dalam sambutannya  dia berharap semoga amanah ini bisa saya jalankan dengan sebaik-baiknya selama 2 tahun ke depan. (ansori/alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Aswaja, Tegal VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Minggu, 21 Januari 2018

Pagar Nusa Pimpin "Senam Jurus" Tiap Pagi

Jombang, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Pencak Silat Nahdlatul Ulama Pagar Nusa berpartisipasi dalam agenda akbar Perkemahan Wirakarya Ma’arif Nasional (Perwimanas) di Jombang yang digelar sejak sepekan yang lalu. Selain membantu pengamanan, terutama untuk para tamu VIP, Pagar Nusa menjadi instruktur kegiatan senam setiap pagi.

Pagar Nusa Pimpin Senam Jurus Tiap Pagi (Sumber Gambar : Nu Online)
Pagar Nusa Pimpin Senam Jurus Tiap Pagi (Sumber Gambar : Nu Online)

Pagar Nusa Pimpin "Senam Jurus" Tiap Pagi

Senam dipimpin langsung oleh Pasukan Inti (Pasti) Pagar Nusa, yang memakai gerakan jurus yang di lingkungan Pagar Nusa dikenal dengan istilah jurus 2A. Senam jurus ini berlangsung selama satu jam, mulai pukul 06.00-07.00 WIB sejak hari pertama.

“Alhamdulillah semua lancar. Para peserta antusias dan bisa menirukan gerakan-gerakan senam jurus Pagar Nusa,” kata Malik SPd., Komandan Pasti Pagar Nusa dihubungi VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth di Jombang, Sabtu (29/6).

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Bahkan sebagian siswa yang mengikuti Perwimanas, terutama yang berasal dari luar Jawa meminta diadakan kegiatan ekstrakurikuler pencak silat Pagar Nusa.

“Banyak dari luar Jawa yang ingin berlatih, kalau di Jawa Timur sendiri hampir di setiap sekolah ada. Ada dari Lampung dan Maluku Utara ingin berlatih Pagar Nusa, kami katakan silakan berhubungan dengan PW Pagar Nusa di daerah masing-masing,” kata Malik.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Hingga hari terakhir pelaksanaan Perwimanas kali ini tercatat masih ada sekitar 2.830 peserta yang mengikuti berbagai rangkaian kegiatan yang diselenggarakan LP Ma’arif. Pagi hari, selain berolahraga, sekitar setengah dari jumlah peserta diajak untuk melakukan kegiatan ziarah dan berdoa untuk para ulama.

Penulis: A. Khoirul Anam

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Tegal, Kajian Islam VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Senin, 15 Januari 2018

Pemuda Ansor Pengawal Ulama Aswaja

Demak, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Ketua Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Demak H. Abdurrahman Kasdi mengatakan, bahwa Ansor merupakan pemuda pengawal para kiai, ulama, dan juga pengawal faham Ahlussunnah wal Jamaah.

Pemuda Ansor Pengawal Ulama Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)
Pemuda Ansor Pengawal Ulama Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)

Pemuda Ansor Pengawal Ulama Aswaja

“Dengan mengembangkan sayap lembaga Rijalul Ansor, Ansor Demak ingin menyiapkan kader ulama dan kiai dari Ansor melalui kajian-kajian keIslaman, Bahtsul Kutub, Majlis Dzikir dan shalawat, kita harapkan lahir para kader ulama dan kader kiai dari Ansor,” Harap Durrahman.

Durrahman menyampaikan dalam rangkaian Pelantikan PC GP Ansor Kabupaten Demak periode 2013-2018, di Masjid Raudlatul Muttaqin Desa Klitih Kecamatan Karang Tengah Kabupaten Demak, Jawa Tengah pada Jumat, 18 Oktober 2013.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Pengajian bertema, “Dengan Pengajian Majlis Dzikir dan Shalawat Rijalul Ansor, kita teguhkan Paham Ahlussunnah wal Jamaah di Kabupaten Demak” tersebut dihadiri oleh 2.000 kader Ansor, Banser, Para Kader Rijalul Ansor dan Jamaah masyarakat setempat.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Lebih lanjut Durrahman yang juga Direktur Pascasarjana STAIN Kudus ini menambahkan, melalui pengajian ini yang dikemas Rijalul Ansor dengan bershalawat bisa membetengi umat dari aliran sempalan yang menyesatkan umat.

“Hendaknya dengan Rijalul Ansor, kita bisa membentengi masyarakat Demak dengan faham Ahlussunnah wal Jamaah dari rongrongan aliran sempalan dan aliran sesat yang akan merusak masyarakat Demak,” ungkapnya.

Pengajian akbar yang menghadirkan parade rebana 100 penerbang rebana tersebut dihadiri selain dihadiri pengurus pleno Ansor Demak juga dihadiri ketua PW GP Ansor Jateng, Jabir al-Faruqi, KH. Zainal Arifin Ma’shum dan para ulama dari NU

Pengajian akbar tersebut merupakan salah satu rangkaian pelantikan. PC GP Ansor Demak juga akan mengadakan apel akbar Banser dengan menghadirkan 4.000 orang. Rencananya akan diadakan pada tanggal 16 Nopember 2013 di Lapangan Koni Demak.

Selain itu, akan digelar bakti sosial dan pengobatan gratis. Sedangkan rangkaian kegiatan ini ditutup dengan Pelantikan yang akan dilaksanakan pada tanggal 17 Nopember 2013. (A. Shiddiq Sugiarto/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Doa, Santri, Tegal VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Minggu, 14 Januari 2018

NU Bela Iran, AS Tawari Kerja Sama

Jakarta, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Langkah Nahdlatul Ulama (NU) dalam upaya peredaan krisis di Timur Tengah, terutama pembelaan terhadap program nuklir Iran, tampaknya menjadi perhatian serius Amerika Serikat (AS). AS, melalui Kuasa Usaha Duta Besarnya di Indonesia, mencoba menawarkan kepada NU kerja sama bidang pendidikan dan manajemen.

Tawaran kerja sama itu disampaikan Ketua Umum Pengurus Besar NU Dr KH Hasyim Muzadi usai menerima kunjungan Kuasa Usaha atau Wakil Duta Besar AS untuk Indonesia John A Heffern di Kantor PBNU, Jalan Kramat Raya, Jakarta, Kamis (21/3)

NU Bela Iran, AS Tawari Kerja Sama (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Bela Iran, AS Tawari Kerja Sama (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Bela Iran, AS Tawari Kerja Sama

“Tentu saya menyambut baik tawaran kerja sama itu. Tapi saya katakan (kepada John A Heffern, Red) bahwa NU tidak bekerja untuk Iran, tidak bekerja untuk AS, Saudi Arabia atau lainnya. Tapi untuk agama, bangsa, kemanusiaan, perdamaian dan keadilan,” terang Hasyim yang juga Presiden World Conference on Religion for Peace.

Dijelaskan Hasyim, pembelaan NU terhadap program nuklir Iran karena hal tersebut merupakan hak bangsa Iran sendiri. Sebagaimana juga menjadi hak bangsa-bangsa lain di dunia, tentu tidak tepat untuk menghalang-halangi Iran atas pengayaan uraniumnya. “Ini masalah ketidakpercayaan saja. Toh banyak negara-negara lain yang juga punya nuklir,” pungkasnya.

Penegasan tersebut, katanya, sangat penting untuk menghindari kesalahpahaman atas sikap NU selama ini yang cenderung berseberangan dengan AS. Demikian juga kepada AS, Hasyim meminta untuk tidak memahami langkah tersebut sebagai bentuk memusuhi AS. “NU hanya memusuhi kekerasan, ketidakadilan,” tandasnya.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Dalam hal upaya membantu peredaan konflik antarsekte Islam di Timur Tengah, menurutnya, NU pada dasarnya tidak bertujuan menyelesaikan masalah tersebut secara tuntas. Tetapi setidaknya ada penjelasan tentang duduk persoalan sebenarnya yang terjadi.

“NU tidak berpretensi menyelesaikan persoalan Timur Tengah sepenuhnya. Karena itu banyak faktor; politik, kekuasaan, dendam masa lalu, intelijen, dan lain-lain. Tapi paling tidak kita bisa mengurai permasalahan yang sebenarnya,” ungkap Sekretaris Jenderal International Conference of Islamic Sholars itu.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Selama ini, imbuhnya, isu agama yang selalu diseret-seret ke wilayah konflik. Sehingga muncul kesan seakan-akan agamalah yang melatarbelakangi konflik dan perang terjadi selama ini. Agama selalu dinilai sebagai biang dari konflik dan tindakan kekerasan tersebut.

Sebagaimana diketahui, pada 2-3 April mendatang, akan berlangsung pertemuan sekitar 20 ulama sedunia untuk membahas upaya peredaan krisis di Timur Tengah akibat konflik antaraliran Islam yang berkepanjangan. Pertemuan yang digagas PBNU dan diselenggarakan pemerintah itu akan digelar di Istana Bogor, Jawa Barat.

“Berhasil atau tidak peredaan ketegangan di Timur Tengah, itu urusan kedua. Keberhasilan itu mesti melalui proses panjang. Tetapi paling tidak, kita tidak tinggal diam melihat persoalan itu,” tegas Hasyim menambahkan. (rif)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Pesantren, Tegal VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Minggu, 24 Desember 2017

D Zawawi Imron: Toleransi Dibangun dari Hati yang Bersih

Yogyakarta, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Toleransi bisa dibangun dari hati yang bersih. Karena hati yang bersih merupakan sumber energi positif untuk melakukan apa saja. Jika kesadaran tanpa dibarengi dengan hati yang bersih itu nonsense.

Demikian disampaikan budayawan D. Zawawi Imron saat mengisi seminar bertema “Toleransi Kebangsaan; Membumikan Nilai-Nilai Kerukunan dalam Konteks Keindonesiaan” di Convention Hall UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Sabtu (07/12).

D Zawawi Imron: Toleransi Dibangun dari Hati yang Bersih (Sumber Gambar : Nu Online)
D Zawawi Imron: Toleransi Dibangun dari Hati yang Bersih (Sumber Gambar : Nu Online)

D Zawawi Imron: Toleransi Dibangun dari Hati yang Bersih

“Berpikirlah kamu dengan hati yang bersih, maka kebaikan akan selalu menyelimuti hatimu,” lanjutnya.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Toleransi, jelas Zawawi, adalah kesadaran untuk berbeda. Lalu ia menjelaskan tentang dua macam kesadaran menurut Rendra, yakni kesadaran alam dan kesadaran kebudayaan.

Kesadaran alam merupakan kebudayaannya budaya massa, dimana ciri-cirinya adalah orang dapat dimobilisasi, mengikuti pemimpin dengan taqlid buta, dan menganggap kelompok lain salah, yang benar hanyalah kelompoknya sendiri.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Sedangkan kesadaran kebudayaan merupakan kesadaran yang memiliki daya budi, dimana kesadaran tersebut terdapat pada warga Negara. Adapun cirinya adalah kritis dan jika benar maka akan diakui benar, dan jika salah maka akan diakui salah, entah itu berasal dari kelompoknya sendiri maupun kelompok lain di luarnya.?

“Sekarang kita mau pakai yang mana? Jangan takluk pada alam dan dikuasai oleh alam, dan yang jelas, kesadaran kebudayaan sudah dimiliki oleh nenek moyang kita,” tandas.

Kemudian penyair asal Sumenep, Madura, itu pun memberikan perumpamaan lebah dan lalat. Lebah dan lalat merupakan dua hewan yang suka menempel pada sesuatu, namun keduanya berbeda dalam wilayah yang ditempelinya.

Naluri lebah adalah hinggap di sesuatu yang harum. Ia suka menempel pada bunga-bunga, dan nantinya apa yang dikeluarkan juga merupakan sesuatu yang baik, yakni madu. Berbeda dengan naluri lalat yang akan menempel pada sesuatu yang kotor dan bau, seperti sampah.

“Manusia itu lebih mulia daripada lebah dan lalat, kenapa tidak mencontoh lebah? Jika makan, ia akan makan dan hinggap pada yang baik, dan apa yang dia keluarkan juga baik dan bermanfaat. Allah saja sopan jika bertanya pada manusia, mengapa manusia tidak bisa sopan terhadap sesamanya?,” ujar Zawawi siang itu.

Selain D. Zawawi Imron, hadir pula sebagai pembicara, Muhammad Mustafid, Pengasuh Pesantren Aswaja Nusantara, dan Augustina Elga Joan Sarapung, perwakilan Institut Dialog Antar Iman di Indonesia (Interfidei). Seminar tersebut diadakan oleh CSS MoRA, bekerjasama dengan berbagai lembaga. (Dwi Khoirotun Nisa/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Tegal, Khutbah VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Selasa, 19 Desember 2017

Teror Orba di Pemilu 1971

Pemilihan Umum kedua di Indonesia (setelah Pemilu 1955), berlangsung tahun 1971, yang merupakan Pemilu pertama zaman Orde Baru (1966-1998). Diikuti 10 peserta. Terdiri dari partai politik NU, PNI, IPKI, Murba, Partai Katolik, Parkindo, PSII, Perti dan Parmusi plus satu peserta yang tak ingin disebut partai politik, yaitu Sekertariat Bersama Golongan Karya (Sekber Golkar).

Jauh sejak sebelum masa kampanye, terjadi berbagai “benturan” wacana, dan gagasan antara pendukung parpol, dengan pendukung Golkar yang didominasi militer dan birokrat. Parpol dianggap produk Orde Lama 1945-1966), dianggap ikut berdosa menjerumuskan bangsa dan negara Indonesia ke jurang kebangkrutan. Mulai dari krisis ekonomi, keamanan, politik, hingga peristiwa “G-30-S/PKI” yang membantai enam jendral TNI AD. Hanya Golkar yang “suci bersih”. Yang akan sanggup membawa kesejahteraan dan pembangunan.

Teror Orba di Pemilu 1971 (Sumber Gambar : Nu Online)
Teror Orba di Pemilu 1971 (Sumber Gambar : Nu Online)

Teror Orba di Pemilu 1971

Maka slogan “Parpol No, Pembangunan Yes” digemakan di seluruh penjuru tanah air. Aparat sipil dan militer dikerahkan terang-terangan untuk melarang rakyat mendukung parpol, dan memaksa mereka mendukung Golkar. Bentrokan fisik terjadi di mana-mana. Banyak santri dan kiai pendukung NU ditangkap, dianiaya, bahkan dibunuh. Penyair Goenawan Mohammad melukiskan kengerian Pemilu 1971 dalam sebuah sajak berjudul “Lelaki yang Terbaring Mati di Pematang” (majalah sastra Horison, Juli 1971).

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Prinsip pemilu “jujur, adil” serta “bebas dan rahasia” tidak berlaku di lapangan. Di setiap TPS, para aparat sipil dan militer, siap siaga mengintimidasi warga agar jangan memilih parpol. Hasilnya, tentu dapat diduga. Golkar meraih suara hampir 60%. Memperoleh 260 kursi DPR-RI dari 450 kursi yang diperebutkan. Jumlah kursi DPR sebenarnya 500. Tapi 100 kursi disisihkan untuk anggota DPR yang diangkat oleh presiden. Dengan alokasi 25 kursi untuk ABRI (TNI), 75 kursi untuk kaum profesional non-partai, yang hakikatnya masih Golkar juga. Partai NU memperoleh 58 kursi. Lebih baik daripada hasil pemilu 1955 (45 kursi). Yang memprihatinkan, PNI (Partai Nasional Indonesia). Hanya mendapat 20 kursi. Padahal pada tahun 1955, menjadi pemenang (95 kursi). Kata KH Dr.Idham Chalid, Ketua Umum PBNU, kemenangan 58 kursi, betul-betul rahmat karunia Allah SWT. “Bayangkan, kita disuruh bertanding tinju sambil kedua tangan diikat. Dikeroyok pula”ujar Pak Idham pada sebuah acara “training centre” GP Ansor Jawa Barat di Bogor (1972).

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Para ulama kharismatik NU

Kekuatan NU dalam Pemilu 1971, antara lain warga yang taat kepada ideologi “Ahlussunnal wal jamaah”, serta sosok para kiai tokoh NU di pusat dan daerah yang sanggup menjadi panutan umat. Sebut saja nama-nama KH Dr. Idham Chalid (Ketua Umum PBNU, Subhan ZE (Ketua PBNU), KH Ahmad Syaikhu (Ketua DPR-GR), KH Ahmad Dahlan (Menteri Agama), KH Saifuddin Zuhri (PBNU), KH Wahab Chasbullah (Rais Aam PBNU), KH Bisri Syansuri (Wakil Rais Am PBNU), KH Ali Maksum (Pesantren Krapyak Yogyaakarta), KH Anwar Musaddad (Garut), KH Ilyas Ruhiat (Tasikmalaya), KH Anis Fu’ad (Banten),KH Hasyim Adnan (Jakarta), dan banyak lagi.

Tak heran, jika rezim Orde Baru berusaha sekuat tenaga melemahkan kekuatan NU dengan upaya memisahkan para kiai dari umatnya. Terutama di daerah-daerah. Tak sungkan melakukan kekerasan: menangkap para kiai dan santri, ditahan empat lima hari di kantor Koramil atau Kodim, disodori formulir pernyataan mendukung pemerintah Orde Baru dengan cara mencoblos tanda gambar “beringin” pada pemilu nanti, dll.

Sedangkan cara halus dilakukan melalui pembentukan organisasi Gabungan Usaha Perbaikan Pesantren Indonesia (GUPPI). Organisasi buatan Mayjen Ali Murtopo dan Mayjen Sujono Humardani ini (dua orang perwira tinggi kpercayaan Presiden Suharto) , sangat jelas menyingkirkan peran NU yang begitu dominan di pesantren. Para kiai yang terpaksa masuk GUPPI, harus meninggalkan hubungan historis dan politis dengan NU. Tapi tak sedikit, pesantren yang sudah di”GUPPI”kan ditinggal santri-santrinya. Kobong (kamar petak di bangunan pondok) mendadak kosong-melompong. “Dihuni merpati atau kelelawar saja,” seorang “ajengan” di Garut mengenang peristiwa menyedihkan itu.

Usep Romli HM, penulis kelahiran Garut, penerima Hadiah Asrul Sani 2014

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Pertandingan, Tegal VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Jumat, 08 Desember 2017

Ketum PBNU: Bentengi Jamaah Haji-Umrah Indonesia dari Ekstremisme!

Jakarta, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama KH Said Aqil Siroj memberikan arahan kepada Asosiasi Bina Haji dan Umrah (Asbihu) untuk mendampingi dan memberi pemahaman agama bagi jamaah umrah dan haji Indonesia.

Ketum PBNU: Bentengi Jamaah Haji-Umrah Indonesia dari Ekstremisme! (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketum PBNU: Bentengi Jamaah Haji-Umrah Indonesia dari Ekstremisme! (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketum PBNU: Bentengi Jamaah Haji-Umrah Indonesia dari Ekstremisme!

Kelompok ekstrem memanfaatkan momen ketika para jamaah haji dan umrah datang ke Arab Saudi untuk menyebarluaskan ideologi mereka. Untuk itu, Kiai Said mengatakan Asbihu mesti berperan baik terutama bidang pelayana keagamaan bagi Nahdliyiin. Apalagi, berdasarkan Lembaga Survei Indonesia (2013) jumlah warga NU mencapai 36,5 persen dari jumlah penduduk Indonesia.

"Barang tentu para jamaah haji dan umrah itu, warga NU banyak," kata Kiai Said dalam acara  pengukuhan Pengurus Pusat Asbihu di Gedung PBNU, Jakarta, Rabu (30/12).

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Lebih lanjut, dosen pascasarjana Islam Nusantara STAINU Jakarta ini mengatakan jangan sampai sepulang dari Arab mereka menyebarkan paham ekstrem, apalagi memusuhi amalan-amalan NU seperti yasinan, tahlilan, ziarah kubur, dan lain sebagainya.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

"Perang era sekarang adalah perang ideologi, untuk itu kita harus lawan juga dengan memberi pemahanan yang berimbang," katanya.

Selain persoalan agama, Kiai Saaid juga meminta Asbihu NU memperhatikan sektor pengelolaan bisnis haji dan umrah ini. Ia meminta Asbihu NU untuk meningkatkan kualitas pelayanan tidak saja dalam kenyamanan perjalanan, tetapi juga penginapan dan makanan para jamaah. Selama ini, katanya, orang luar menganggap, NU selalu gagap dalam mengelola manajemen bisnis.

"Untuk itu kita buktikan bahwa NU juga bisa dan profesional," pungkas pengasuh Pesantren Atsaqofah Ciganjur ini. (Faridur Rohman/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Anti Hoax, Tegal, Fragmen VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Kamis, 07 Desember 2017

Puncak Harlah NU di Jombang Meriah

Jombang, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Puncak Peringatan Hari Lahir (Harlah) NU di Jombang yang dilaksanakan di TPK Perhutani Ploso Jombang berjalan cukup meriah Ahad (10/02). Ribuan Nahdliyin dan Nahdliyat yang datang dari MWC-MWC atau kecamatan seluruh Jombang, terutama yang berada di wilayah eks-kawedanan Ploso memadati lokasi pelaksanaan Harlah.

Tampak hadir dalam Harlah tersebut antara lain salah satu Ketua PBNU H Saifullah Yusuf, Rais Syuriah PCNU Jombang KH Abd Nashir Fattah, Ketua PCNU Jombang Dr. KH Isrofil Amar, jajaran pejabat dari pemerintah lokal, serta undangan dari berbagai organisasi masyarakat di Jombang.

Puncak Harlah NU di Jombang Meriah (Sumber Gambar : Nu Online)
Puncak Harlah NU di Jombang Meriah (Sumber Gambar : Nu Online)

Puncak Harlah NU di Jombang Meriah

Acara Harlah juga dimeriahkan dengan penampilan musik tradisional Calung dari MTsN Tambakberas Jombang, serta penampilan band religi persembahan dari Umat Power yang didukung oleh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Dalam sambutannya, Ketua Umum PCNU Jombang, KH Isrofil Amar menegaskan pentingnya membangun persatuan diantara umat Nahdlyin. Dia juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang turut membantu terlaksananya acara Harlah, Maulid Nabi dan Pasar Rakyat.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Sementara itu, Drs. Saifullah yusuf dalam tausiyahnya menekankan pentingnya hidup yang penuh barokah. "Hidup yang barokah adalah hidup yang selalu terus bertambah kebaikannya. Hal ini sebagaimana arti barokah itu sendiri yaitu ziyadatul khair atau bertambahnya kebaikan", jelas pria yang akrab disapa Gus Ipul ini.

Sebagaimana yang diwartakan sebelumnya, PCNU Jombang menggelar kegiatan Harlah NU Ke 90 dengan rangkaian kegiatan antara lain, Apel Kesetiaan Warga NU, Istighosah dan Tahlil Akbar, Pasar Rakyat yang dilaksanakan selama dua hari dengan berbagai rangkaian penampilan, serta ditutup dengan resepsi peringatan Harlah.

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Muslimin Abdilla

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Sejarah, Hikmah, Tegal VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Rabu, 29 November 2017

Pemkot Pontianak Wacanakan Syarat Khatam Quran untuk Masuk SMA

Pontianak, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth



Pemerintah Kota Pontianak, akan mensyaratkan masuk SMA/sederajat negeri di kota itu, bagi umat Muslim harus punya sertifikat khatam baca Al-Quran, kata Wali kota setempat, Sutarmidji.

Pemkot Pontianak Wacanakan Syarat Khatam Quran untuk Masuk SMA (Sumber Gambar : Nu Online)
Pemkot Pontianak Wacanakan Syarat Khatam Quran untuk Masuk SMA (Sumber Gambar : Nu Online)

Pemkot Pontianak Wacanakan Syarat Khatam Quran untuk Masuk SMA

"Sertifikat khatam Al-Quran tersebut harus ditandatangi oleh setingkat wali Kota Pontianak, kalau tidak maka murid yang bersangkutan akan dilakukan bimbingan khusus agar bisa cepat dalam mengenal Al-Quran," kata Sutarmidji dalam sambutannya pada acara khataman Al-Quran secara massal di Masjid Raya Mujahidin Pontianak, Ahad.

Sutarmidji menjelaskan, persyaratan tersebut dilakukan, agar generasi mendatang, terutama umat Muslim, tidak ada lagi yang tidak bisa membaca Al-Quran.

"Kedepan, saya targetkan, semua murid SD yang Muslim sudah harus bisa baca tulis Al-Quran, tamat SMP sudah khatam Al-Quran," ungkapnya.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Wali Kota Pontianak Sutarmidji menambahkan, tahun depannya, acara khataman Al-Quran akan lebih besar lagi, yang tetap akan dipusatkan di Masjid Raya Mujahidin Pontianak.

"Hari ini ada sekitar 1.100 anak-anak SD yang mengikuti khataman Al-Quran massal hari ini, yang sekitar 90 persen dari murid-murid guru ngaji tradisional," ujarnya.

Menurut dia, selama ini, banyak masyarakat menilai sudah tidak ada lagi murid-murid dari guru ngaji tradisional. "Hari ini kami buktikan, ternyata masih banyak murid-murid dari guru ngaji tradisional yang ada di Kota Pontianak," ujarnya.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Sutarmidji menambahkan, pelaksanaan khataman Al-Quran ini, memang benar-benar anak-anak yang khatam 30 juz Al-Quran dari guru-guru ngaji tradisional.?

"Tujuan dilakukannya khataman Al-Quran dan pembelajaran agama tersebut, agar generasi mendatang paham betul tentang ajaran agam Islam, sehingga tidak berbuat yang menyimpang, seperti menggunakan narkoba dan lain sebagainya," kata Sutarmidji.

Selain itu, dia juga meminta para penyuluh agama Islam dan guru ngaji agar mengajarkan kepada generasi muda bagaimana shalat yang baik dan benar menurut agama Islam. "Sehingga tidak ada lagi anak-anak muda yang tidak tahu bagaimana shalat yang baik dan benar," katanya. (Antara/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Sejarah, Tegal VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Jumat, 17 November 2017

Kitab "Fathul Mujib" Karya Kiai Afifuddin Muhajir Dicetak Ulang

Jakarta, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Tidak sampai beberapa bulan, kitab Fathul Mujibil Qarib karya Katib Syuriyah PBNU KH Afifuddin Muhajir ini ludes di pasaran. Kitab yang mensyarahkan matan kitab Ghoyatut Taqrib ini lalu dicetak kembali untuk kedua kalinya.

Kitab Fathul Mujib Karya Kiai Afifuddin Muhajir Dicetak Ulang (Sumber Gambar : Nu Online)
Kitab Fathul Mujib Karya Kiai Afifuddin Muhajir Dicetak Ulang (Sumber Gambar : Nu Online)

Kitab "Fathul Mujib" Karya Kiai Afifuddin Muhajir Dicetak Ulang

“Kita ingin melayani mereka yang berminat untuk melihat syarah tersebut,” kata Kiai Afifuddin Muhajir di salah satu penginapan di bilangan Raden Saleh, Jakarta Pusat, Jumat (27/2) malam.

Kiai yang kini dipercaya sebagai salah satu pengasuh utama pesantren Salafiyah Syafi’iyyah Sukorejo, Asembagus, Situbondo ini menyatakan, pihaknya pada cetakan kedua ini memperbaiki kekurangan-kekurangan pada cetakan pertama.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Ia berharap para pengasuh pesantren di lingkungan NU membedah karyanya itu. Santri almarhum Mustasyar Aam PBNU KH Asad Syamsul Arifin ini menyatakan bahwa dirinya dengan senang hati menerima catatan, komentar, dan masukan atas karyanya itu.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

“Kita bisa diskusi mengenai tulisan itu,” kata Kiai Afif yang dikenal sebagai kiai yang berwawasan terbuka terhadap persoalan-persoalan ushul dan furu’. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Khutbah, Fragmen, Tegal VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Rabu, 15 November 2017

Penyaluran Zakat Infaq dan Shadaqah, LAZISNU Tempatnya!

Pringsewu,VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Sekarang ini banyak bermunculan baik Lembaga maupun perorangan yang dengan mudahnya menamakan diri sebagai amil zakat. Padahal menurut Ketua PCNU Kabupaten Pringsewu H. Taufiqurrahim, secara syari, amil merupakan orang atau lembaga yang telah mendapatkan izin dari pemerintah untuk mengelola dan menyalurkan zakat.

Penyaluran Zakat Infaq dan Shadaqah, LAZISNU Tempatnya! (Sumber Gambar : Nu Online)
Penyaluran Zakat Infaq dan Shadaqah, LAZISNU Tempatnya! (Sumber Gambar : Nu Online)

Penyaluran Zakat Infaq dan Shadaqah, LAZISNU Tempatnya!

"Amil memiliki legalitas pemerintah dan kewenangan penuh mengelola zakat serta berhak mendapatkan ujroh atau upah dari zakat yang dikelola. Namun jika tidak memiliki legalitas maka ia tidak berhak," kata Taufiq kepada Pengurus LAZISNU pada Rakor Bulan Ramadhan 1437 H, Selasa (14/6).

Oleh karenanya Taufiq mengimbau kepada Pengurus LAZISNU Pringsewu untuk dapat memberikan pencerahan dan sosialisasi hal tersebut kepada masyarakat. "Kalau umat Islam hendak berzakat ataupun bershadaqah melalui amil, hendaknya melalui Lembaga LAZ salah satunya adalah LAZISNU yang sudah pasti legalitasnya," imbaunya.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Taufiq mengimbau juga kepada para Pengurus Lazisnu Pringsewu untuk terus aktif melaksanakan program mensukseskan tahun 2016 sebagai tahun kebangkitan zakat Indonesia. "Dalam Al-Qur’an Allah menegaskan perintah zakat dengan kata-kata “hud” atau ambillah. Ini menandakan bahwa amil harus aktif jemput bola mengambil zakat dari muzakki," tegasnya.

Untuk meneguhkan eksistensi lembaga, LAZISNU Pringsewu juga ia harapkan dapat membentuk kepengurusan LAZISNU di seluruh kecamatan di Kabupaten Pringsewu dan selanjutnya membentuk Unit Pengumpul Zakat (UPZ) sampai dengan masjid dan musholla.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Harapan ini direspon oleh Ketua LAZISNU Kabupaten Pringsewu Khairuddin yang menyatakan bahwa ke depan akan ada makanisme jemput ZIS untuk memudahkan para muzakki dan orang yang akan bershadaqah. "Dalam waktu dekat ini kita akan merekrut relawan yang akan menjadi ujung tombak pengumpul zakat khususnya kepada para aghniya atau orang yang mampu di Kabupaten Pringsewu," jelasnya.

Terkait penyaluran ZIS yang sudah terhimpun, Heru begitu Ia biasa dipanggil mengatakan bahwa pekan depan LAZISNU Pringsewu akan menyalurkan shadaqah dalam bentuk Sembako ke sembilan Kecamatan di Kabupaten Pringsewu. "Pada kegiatan tersebut kami juga akan mensosialisasikan kepada masyarakat untuk mempercayakan ZIS nya kepada LAZISNU yang sudah jelas payung hukumnya dari pemerintah," pungkasnya. (Muhammad Faizin/Abdullah Alawi)



Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Tegal VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Senin, 30 Oktober 2017

Berkomunikasi Menggunakan Simbol dalam Islam

Oleh Hagie Wana



Salah satu hal yang tidak bisa dilepaskan dari proses berkomunikasi adalah kebutuhan akan simbolisasi atau penggunaan lambang. Simbol atau lambang adalah sesuatu yang digunakan untuk menunjuk sesuatu lainnya, berdasarkan kesepakatan sekelompok orang. Simbol tersebut dapat berupa kata-kata (verbal), gerakan tubuh (nonverbal) ataupun objek lainnya yang maknanya disepakati bersama seperti contohnya memasang bendera kuning adalah tanda berduka bagi sebagian masyarakat di Pulau Jawa. Simbol atau lambang tersebut sangat variatif dan bergantung pada kebudayaan yang berlaku di sebuah tempat.

Berkomunikasi Menggunakan Simbol dalam Islam (Sumber Gambar : Nu Online)
Berkomunikasi Menggunakan Simbol dalam Islam (Sumber Gambar : Nu Online)

Berkomunikasi Menggunakan Simbol dalam Islam

Dalam dunia Islam, penggunaan simbol sebagai media berkomunikasi bukanlah hal yang asing. Namun minimnya pengetahuan dan kekakuan dalam menginterpretasikan nash/dalil, tak jarang banyak pihak yang menolak keberadaan simbol-simbol dalam proses kehidupan beragama. Yang kemudian mengategorikan simbol-simbol dalam kehidupan beragama itu ke dalam takhayul, bid’ah, khurafat atau bahkan tak tanggung-tanggung, yaitu musyrik.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Sebagai contoh, suatu ketika saat Rasulullah SAW melaksanakan shalat Istisqa, Rasul memutar posisi sorbannya sebagai bentuk doa bir rumuz, yakni berdoa dengan menggunakan isyarat atau simbol. Berdoa dengan simbol pun sering dilakukan oleh umat Islam di Nusantara. Contohnya sebagian kelompok masyarakat Sunda ketika akan pindah/menempati rumah baru, hal yang pertama dipindahkan adalah pabeasan (tempat menyimpan beras) terlebih dahulu sebelum barang yang lain. Ini adalah bentuk doa agar kelak saat mendiami rumah tersebut akan tercukupi kebutuhan pangannya.

Tidak hanya dalam doa, penggunaan simbol juga biasa dilakukan dalam proses pendidikan. Sebagaimana dilakukan oleh khalifah Umar bin Abdul Aziz, ketika beliau mendapat aduan dari Yahudi yang merasa dizalimi oleh salah satu gubernurnya di wilayah pemerintahnnya kala itu, Umar bin Abdul Aziz mengambil sebuah tulang unta, kemudian membuat goresan lurus pada tulang tersebut dengan pedang, lalu beliau memerintahkan Yahudi itu untuk membawa tulang tersebut pada gubernurnya. Ketika tulang dibawakan ke hadapan gubernur, tiba-tiba sang gubernur bergetar dan bercucuran keringat. Si Yahudi pun terheran-heran. Saat ditanyakan, sang gubernur menjawab “Ini adalah pesan dari khalifah Umar agar aku berbuat adil (lurus) sebagaimana lurusnya garis pada tulang ini. Kalau aku tak sanggup, maka pedanglah yang akan meluruskan perbuatanku”. Sang gubernur itu lalu meminta maaf atas kekhilafannya. Menyaksikan kejadian ini, Yahudi itu tertunduk kagum pada dua orang yang ditemuinya itu, lalu dengan mantap ia mengucapkan dua kalimat syahadat. Proses komunikasi dengan simbol tersebut, telah berperan mengantarkan Yahudi tadi memeluk agama Islam.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Jadi, proses pengunaan simbol yang kerap dilakukan oleh leluhur kita sebagai media bekomunikasi apa pun itu konteksnya, entah sebagai doa, nasihat, atau proses pendidikan, bukanlah hal yang bertabrakan dengan aqidah. Sebagaimana telah dilakukan dari zaman Rasul, Sahabat, dan generasi-generasi berikutnya hingga sampai pada kita sekarang. Ada banyak pesan moral yang terkandung dalam simbolisasi tersebut. Orang tua kita telah sedemikian sempurna dalam menyampaikan sebuah pesan melalui media simbol yang terkadang lebih efektif dan efisien dibanding dengan beretorika belaka. Masalahnya kita tidak memiliki kemauan dan kemampuan untuk mencari makna dari pesan yang terkandung di balik simbol-simbol tersebut, lalu terjebak pemahaman yang cenderung normatif daripada substanstif dalam menginterpretasikan dalil, menyebabkan kekeliruan memahami konsep musyrik yang sebenaranya.

Lalu seiring perubahan zaman, masih efektifkah proses penyampaian pesan menggunakan simbol-simbol? Atau mampukah kita membuat model komunikasi dengan penggunaan simbol sebagaimana yang telah dilakukan orang-orang terdahulu kita?

Penulis adalah Mahasiswa Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN SGD Bandung



Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Tegal, Olahraga VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Sabtu, 28 Oktober 2017

KPK Dilemahkan, Tokoh-tokoh Agama Tuntut Ketegasan Jokowi

Jakarta, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Munculnya revisi UU KPK dinilai sejumlah tokoh lintas agama sebagai upaya pelemahan terhadap pemberantasan korupsi. Sebagai bentuk keberatan mereka, tokoh-tokoh lintas agama mengeluarkan empat seruan.

Empat poin tersebut, yakni pembentukan dewan pengawas KPK, penambahan kewenangan surat perintah penghentian penyedikan (SP3), pengaturan tentang penyadapan, serta kewenangan bagi KPK untuk mengangkat penyidik sendiri.

Seruan ini disampaikan dalam acara "Jaringan Gusdurian dan Tokoh Lintas Agama untuk Memberikan Dukungan kepada Penguatan Pemberantasan Korupsi" di Rumah Pergerakan Griya Gusdur, Jalan Taman Amir Hamzah, Jakarta, Kamis (4/2).

KPK Dilemahkan, Tokoh-tokoh Agama Tuntut Ketegasan Jokowi (Sumber Gambar : Nu Online)
KPK Dilemahkan, Tokoh-tokoh Agama Tuntut Ketegasan Jokowi (Sumber Gambar : Nu Online)

KPK Dilemahkan, Tokoh-tokoh Agama Tuntut Ketegasan Jokowi

"Kita lihat urusan pemberantasan korupsi semakin hari semakin berat karena dari yang tampak tertangkap mulai dari kalangan pejabat, swasta bahkan di kalangan DPR dan pengadilan sehingga ini merupakan tugas yang sangat berat terutama pada KPK. Tetapi, kita melihat berkali-kali KPK ini dilemahkan," kata Ketua PBNU KH Imam Aziz dalam acara tersebut.

Karena itu, Imam menganjurkan dan mendorong seluruh pemimpin agama menyerukan agar menghentikan politisasi dan kriminalisasi terhadap KPK. Dia juga berharap KPK bekerja secara optimal agar pemberantasan korupsi bisa berjalan lancar.

Adapun seruan yang disampaikan tokoh-tokoh agama itu adalah sebagai berikut:

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Pertama, mengingatkan kembali Presiden Republik Indonesia Jokowi untuk terus secara sungguh-sungguh memimpin pemberantasan korupsi sebagaimana dinyatakan dalam berbagai kesempatan dan janji-janji selama masa kampanye.

Kedua, meminta Presiden mengambil langkah tegas, tepat dan terukur mengatasi pelemahan dan kriminalisasi terhadap KPK.

Ketiga, mendorong semua pihak agar menghentikan pelemahan dan kriminalisasi terhadap pemberantas korupsi baik melalui revisi UU KPK maupun kriminalisasi mantan komisoner dan penyidik KPK yang saat ini masih berlangsung.

Keempat, menyerukan seluruh tokoh agama/keyakinan dan organisasi keagamaan untuk terus menyuarakan gerakan memberantas korupsi untuk mewujudkan masyarakat dan pemerintahan yang bersih.?

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Selain Ketua PBNU KH Imam Aziz, hadir dalam pertemuan tersebut diantaranya Sekretaris Jenderal Conference on Religion and Peace (ICRP) Romo Johannes Hariyanto, Ben Rahal (Sikh), Wakil Sekjen PGI Pendeta Krise Gosal, perwakilan dari Hindu Nyoman Udayana Sangging dan perwakilan aliran kepercayaan Kapribadenan Suprih Suhartono. Selain itu, hadir juga mantan ibu negara Shinta Nuriyah Wahid dan intelektual muslim dan mantan Sekretaris Kabinet era Gusdur Djohan Effendi. (Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Halaqoh, Tegal VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock