Tampilkan postingan dengan label Olahraga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Olahraga. Tampilkan semua postingan

Minggu, 18 Februari 2018

Lafal Niat Puasa: Ramadlana atau Ramadlani?

Sebagaimana ibadah-ibadah lain, niat menjadi rukun yang mesti dilakukan dalam puasa Ramadhan. Niat adalah iktikad tanpa ragu untuk melaksanakan sebuah perbuatan. Kata kuncinya adalah adanya maksud secara sengaja bahwa setelah terbit fajar ia akan menunaikan puasa. Imam Syafi’I sendiri berpendapat bahwa makan sahur tidak dengan sendirinya dapat menggantikan kedudukan niat, kecuali apabila terbersit (khathara) dalam hatinya maksud untuk berpuasa. (al-Fiqh al-Islami, III, 1670-1678).

Meski niat adalah urusan hati, melafalkannya (talaffudh) akan membantu seseorang untuk menegaskan niat tersebut. Talaffudh berguna dalam memantapkan iktikad karena niat terekspresi dalam wujud yang konkret, yaitu bacaan atau lafal.

Lafal Niat Puasa: Ramadlana atau Ramadlani? (Sumber Gambar : Nu Online)
Lafal Niat Puasa: Ramadlana atau Ramadlani? (Sumber Gambar : Nu Online)

Lafal Niat Puasa: Ramadlana atau Ramadlani?

Tentang hal ini, sering kita jumpai beragam versi bacaan niat puasa. Perbedaan terutama ada pada bagian harakat kata ?; apakah ia dibaca ramadlâna atau ramadlâni. Sebagian masyarakat membaca lafal niat di malam hari seperti ini:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Menurut kaidah ilmu nahwu, redaksi tersebut keliru. Jika memaksa memilih membaca ramadlâna (dengan harakat fathah), maka pilihan yang paling mungkin kalimat selanjutnya adalah hâdzihis sanata (sebagai dharaf zaman/keterangan waktu), bukan hâdzhis sanati. Ramadlâna dibaca fathah sebagai ‘alamat jar karena termasuk isim ghairu munsharif yang ditandai dengan tambahan alif dan nun sebagai illatnya.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Yang paling sempurna adalah membacanya dengan harakat kasrah, ramadlâni, yakni dengan meng-idhafah-kan (menggabungkan) dengan kata sesudahnya. Konsekuensinya, ia tidak lagi ghairu munsharif sehingga berlaku hukum sebagai isim mu’rab pada umumnya. Hal ini sesuai dengan ungkapan Al-‘Allâmah Abû ‘Abdillâh Muhammad Jamâluddîn ibn Mâlik at-Thâî alias Ibnu Malik dalam nadham Alfiyah:

? ? ? ? ? ¤? ? ? ? ? ? ? ? ?

“Tandailah jar isim ghairu munsharif dengan fathah, selagi tak di-idhafah-kan (digabung dengan kata setelahnya) atau tidak menempel setelah ‘al’.”

Jika ramadlâni diposisikan sebagai mudhaf (di samping sekaligus jadi mudhaf ilaih-nya "syahri") maka hadzihis sanati mesti berposisi sebagai mudhaf ilaih dan harus dibaca kasrah. Pembacaan dengan model mudhaf-mudhaf ilaih inilah yang paling dianjurkan. Sehingga bacaan yang tepat dan sempurna adalah:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

“Saya niat berpuasa esok hari untuk menunaikan fardhu di bulan Ramadhan tahun ini, karena Allah Taala.”

Yang perlu diingat, kekeliruan dalam melafalkan niat tak berpengaruh pada keabsahan puasa, selama terbesit dalam hati untuk berpuasa. Seperti dikatakan, niat berhubungan dengan getaran batin. Sehingga ucapan lisan hanya bersifat sekunder belaka. Tapi kekeliruan akan menimbulkan rasa janggal, terutama di mata para ahli gramatika Arab. Wallahu alam. (Mahbib Khoiron)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Sunnah, Santri, Olahraga VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Jumat, 16 Februari 2018

Mewujudkan Kesejahteraan Umat Lewat Wakaf Uang

Pengelolaan keuangan yang semakin maju dan kebutuhan masyarakat yang makin mendesak membuat prinsip wakaf mengubah orientasi dari wakaf barang-barang tak bergerak ke wakaf uang. Hal ini semata-mata bukan menafikan wakaf dalam bentuk barang tetap dan tidak bergerak, melainkan mengupayakan berbagai potensi wakaf dari para wakif yang tidak memiliki barang bergerak.

Dengan menggandeng lembaga penjamin simpanan (LPS) penerima wakaf uang (PWU), Lembaga Wakaf dan Pertanahan Nahdlatul Ulama (LWPNU) terus berupaya memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dan warga NU lewat pemberdayaan wakaf uang. Berikut ini adalah wawancara VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth dengan Ketua Pimpinan Pusat LWPNU H Mardini di kantornya, Gedung PBNU Jakarta lantai 6 terkait Gerakan Wakaf Uang Sejuta Nahdliyin (Gerwaku Sena) yang telah diluncurkan awal Februari lalu.

Bisa dijelaskan sedikit tentang wakaf uang Pak?

Mewujudkan Kesejahteraan Umat Lewat Wakaf Uang (Sumber Gambar : Nu Online)
Mewujudkan Kesejahteraan Umat Lewat Wakaf Uang (Sumber Gambar : Nu Online)

Mewujudkan Kesejahteraan Umat Lewat Wakaf Uang

Wakaf uang merupakan ijtihad, dimana masyarakat yang tidak mempunyai harta tidak bergerak tetap bisa mewakafkan hartanya berupa uang. Wakaf uang sudah melalui kajian fiqih serta juga telah diatur dalam peraturan pemerintah tentang wakaf uang.

Apakah alasan paling mendasar untuk meluncurkan Gerwaku Sena?

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Begini, menurut data yang kami terima, jumlah nahdliyin itu mencapai 80 juta orang. Jika satu juta saja yang rutin setiap bulan mewakafkan uangnya, tidak usah banyak-banyak, 10 ribu rupiah saja, kita sudah bisa menghitung uang yang terkumpul berapa. Melalui surat resminya, PBNU juga menginstruksikan kepada nahdliyin dan seluruh pengurus NU di berbagai tingkatan untuk setiap bulan mewakafkan uangnya, yakni 10 ribu rupiah per bulan.

Lalu, pengelolaan wakaf uang ini seperti apa?

Jadi, kami sudah menggandengan Bank pemerintah yaitu Bank BTN Syariah dan Nadzir profesional, Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) dan Penerima Wakaf Uang (PWU). Uang yang terkumpul di kita, langsung dikelola oleh mereka. Jadi uang tersebut utuh, langgeng, dan tidak akan hilang. Hasil pemanfaatan wakaf uang oleh Nadzir diserahkan ke kita untuk kemudian digunakan untuk membantu warga nahdliyin. Jadi, dengan wakaf 10 ribu rupiah, kita sudah bisa membantu orang lain.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Bagaimanakah masyarakat bisa menyalurkan wakaf uang tersebut?

Masyarakat cukup mengirim uang wakaf melalui nomor rekening yang sudah kami sediakan di nomor rekening: 734 114 1926 Bank BTN KCP Syariah Menara BTN a.n. Lembaga Wakaf nahdlatul Ulama. Adapun setoran minimal 10.000 (sepuluh ribu rupiah) dan nilai maksimalnya tidak terbatas. Kami juga melayani korespondensi di Call Center: 0818716943 dan 081219460716.

Kemudian, bagaimana memberikan pemahaman atau mungkin mengubah pola pikir masyarakat terkait wakaf ini?

Ya, kami berusaha meyakinkan bahwa wakaf tidak harus berupa barang atau benda tidak bergerak seperti tanah misalnya. Berangkat dari prinspinya, justru wakaf bisa berupa pengabdian, jiwa maupun raga. Sebab itu, kami ingin menyampaikan, hanya dengan 10 ribu rupiah, warga NU sudah bisa berwakaf. Hal ini akan luar biasa jika terkumpul dari nahdliyin yang jumlahnya mencapai puluhan juta jiwa itu. Uang wakaf ini utuh, tidak akan berkurang maupun bertambah, jadi tetap. Justru wakaf uang menjadi produktif dan berkembang karena dikelola. Hasil keuntungan pengelolaan ini yang akan digunakan untuk menyejahterakan nahdliyin dan masyarakat yang membutuhkan.

Hal ini sama seperti pengelolaan wakaf tanah, dimana di dalam tanah tersebut dibangun berbagai bangunan yang bermanfaat bagi umat. Saya ambil contoh Menara Petronas di Malaysia. Menara tersebut dibangun di atas tanah wakaf. Sekarang dimanfaatkan untuk mendirikan berbagai bangunan yang itu menghasilkan keuntungan masyarakat secara umum. Hal serupa juga bisa dilakukan dengan wakaf uang.

Namun demikian, perlu saya tegaskan, wakaf uang berbeda dengan wakaf melalui uang. Wakaf uang berbeda dengan wakaf melalui uang. Gerakan wakaf uang ini merupakan wakaf berupa uang yang dikelola secara produktif dan hasilnya dimanfaatkan untuk kemaslahatan umat. Sementara sejumlah uang yang diwakafkan tidak akan berkurang.

Sementara wakaf melalui uang, adalah wakaf barang yang penyerahannya dalam bentuk uang guna pembelian barang sehingga uang yang diwakafkan habis terpakai.

Apa langkah-langkah LWPNU untuk memaksimalkan Gerwaku Sena ini?

Langkah awal tentu sosialisasi kepada masyarakat. Kami harap melalui sosialisasi ini, para pengurus NU di berbagai tingkatan juga ikut memberikan hal serupa agar gerakan yang bertujuan menyejahterakan umat ini bisa berjalan dengan maksimal. Tentu hal ini juga berangkat dari instruksi PBNU bahwa seluruh pengurus NU di berbagai daerah agar ikur menyosialisasikan dan mengajak masyarakat dan warga NU untuk menyalurkan wakaf uang ke LWPNU.

(Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Berita, Pemurnian Aqidah, Olahraga VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Rabu, 07 Februari 2018

LKS Lecehkan Gus Dur Juga Beredar di Gresik

Gresik, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Selain di Jawa Barat, pelajaran sekolah yang melecehkan Presiden ke-4 RI KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) juga terdapat dalam Lembar Kerja Siswa (LKS) tingkat SMA di Gresik, Jawa Timur.

Dalam materi LKS kelas XII SMA terbitan CV Hayati Tumbuh Subur yang beralamtkan di Jalan Majapahit, Nayu Barat Nusukan Surakarta itu, di halaman 34-35 dikupas sejarah Kepemimpinan Gus Dur hingga jatuhnya Gusdur dari kursi kepresidenan 

LKS Lecehkan Gus Dur Juga Beredar di Gresik (Sumber Gambar : Nu Online)
LKS Lecehkan Gus Dur Juga Beredar di Gresik (Sumber Gambar : Nu Online)

LKS Lecehkan Gus Dur Juga Beredar di Gresik

Di LKS itu bertuliskan di antaranya “Puncak jatuhnya Gus Dur dari kursi kepresidenan di tandai oleh Skandal Brunai Gate dan Bulog Gate yang memyebabkan ia terlibat kasus korupsi”.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Bahkan, ada pertanyaan yang seolah Gus Dur terlibat korupsi itu diulangi lagi di halaman 40 yang menyajikan soal pilihan ganda atau multiple choice , disitui pada no 9 dan 15 disebutkan korupsi yang menimpa Abdurahman Wahid sehingga dipecat dari kursi kepresidenan yaitu… 

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Baru di bawahnya ada pilihan jawaban yang menyebutkan ; a. Pertamina Gate, b. Bulog Gate, c. Pelni Gate, d. Garuda Gate dan President Gate. Secara otomartis, banyak siswa menjawab Bulog Gate, karena dalam materinya memang kasus Bulogate yang dijelaskan LKS itu. 

Menanggapi soal siswa-siwi di Kota Santri itu Gerakan Pemuda Ansor meradang dengan temuan LKS tersebut. GP Ansor mendesak Dinas Pendidikan (Diknas) Gresik mencabut semua LKS (Lembar Kerja Siswa) Bidang Sejarah SMA/MA. 

“Ini gerakan struktural yang melecehkan Gus Dur. Diknas harus mencabut dan meminta maaf. Bahkan, mem-black list penerbitnya,” ujar Agus Junaidi, Sekretaris PC GP Ansor Gresik, Senin (10/12) 

Menurut Agus Junaidi, penyebutan dengan bahasa korupsi sangat melecehkan Gus Dur. Padahal Gus Dur bukan hanya dikenal sebagai presiden keempat, namun dikenal juga sebagai Bapak Bangsa. Gus Dur berperan dalam meletakkan paham pluralisme, hingga dia dijuluki juga Guru Bangsa. 

“Kami meminta segera dicabut dan ditarik. Kalau tidak ditarik, kami akan mengerahkan kekuatan anggota Ansor dengan Banser-nya. Bila perlu semua kekuatan NU kami kerahkan mengepung Diknas Gresik,” ancamnya. 

Agus melanjutkan, kata terebut informasinya ternyata di ulang dalam soal Ujian Akhir Semester (UAS) Gasal yang diujikan Senin (10/12) kemarin. Hal itu menandakan ada upaya struktural dan massif oleh kelompok-kelompok tertentu yang membunuh karakter kenegarawanan Gus Dur. 

“Kalau pemahaman itu menjadi dasar pemahaman anak muda tentang sejarah, maka para generasi muda memahami Gus Dur adalah pelaku korupsi. Padahal Gus Dur sangat memerangi korupsi di Indonesia,” lanjutnya. 

Ansor kembali menekankan, jika dalam 1×24 jam soal itu tidak segera ditarik, pihaknya akan melakukan aksi di Kantor Dinas Pendidikan. Sebab jika hal ini dibiarkan calon penerus bangsa ini tidak akan pernah menghormati para pahlawan di negeri ini. 

“Kita memberi waktu 1×24 jam. Jika LKS tetap beredar kita akan lakukan demo ke Kantor Dinas Pendidikan. Jika perlu kita akan menemui bupati, karena pendidikan adalah bagian dari tanggungjawab pemerintah daerah,” pungkasnya. 

Menaggapi hal itu Plt Kepala Dinas Pendidikan Gresik M Nadlif mengaku belum mengetahuinya. Hanya dia meminta perkara ini tidak menjadi polemik. “Ya kasihan Gus Dur. Kami akan meminta sekolah tidak memakai LKS itu lagi,” kata Nadlif. 

Redaktur: A. Khoirul Anam

Sumber   : Lensa Indonesia

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Ulama, Olahraga VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Selasa, 30 Januari 2018

Pergunu Bali Kenalkan Pembelajaran Berbasis Ice Breaking

Buleleng, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Hari Rabu, (20/12) Aula RM Manalagi di Jl Teleng Singaraja, Buleleng, Bali mendadak ramai. Tak kurang dari 200 orang guru berbagai jenjang sekolah dan madrasah se-Bali tumpah ruah di sana. 

Kehadiran Kang Fajar Sidik dengan gagasan inovasi ice breaking mencairkan situasi yang semula kelu dan kaku menjadi seru dan inspiratif. Kang Fajar yang kala itu hadir sebagai narasumber memang sudah berkomitmen menggebrak Buleleng dengan pengalaman dan informasi pendidikan yang amat menarik.

Pergunu Bali Kenalkan Pembelajaran Berbasis Ice Breaking (Sumber Gambar : Nu Online)
Pergunu Bali Kenalkan Pembelajaran Berbasis Ice Breaking (Sumber Gambar : Nu Online)

Pergunu Bali Kenalkan Pembelajaran Berbasis Ice Breaking

Seharian itu, PC Pergunu Buleleng memang tengah menggelar Workshop Pembelajaran Berbasis Ice Breaking.  Kegiatan ini dipilih oleh panitia sebagai kelanjutan dari workshop sebulan yang lalu oleh PW Pergunu Bali. 

Workshop semakin menarik, ketika salah satu ketua PP Pergunu, Aris Adi Leksono yang turut hadir dan memberikan support bagi pengurus dan seluruh anggota Pergunu serta peserta workshop.

Bupati Buleleng yang diwakili Asisten II mengapresiasi kegiatan pelatihan ini. Menurutnya kegiatan tersebut perlu dikembangkan lebih lanjut sebagai penguatan peran Pergunu dan demi peningkatan kualitas guru di Buleleng.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Sementara Ketua PC Pergunu Buleleng Lewa Karma dan Ketua PP Pergunu Aris Adi Leksono sepakat untuk terus melakukan sinergi program pengembangan profesi guru melalui wadah Pergunu. (Red: Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Olahraga, Nasional, News VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Jumat, 26 Januari 2018

Said Aqil: Saya Ingin Sejahterakan Warga NU

KH Said Aqil Siroj ketua umum PBNU periode 2010-2015 udah menyatakan diri untuk siap dipilih kembali jika muktamirin menghendaki. Lalu apa visi, misi dan programnya jika ia terpilih kembali untuk periode kedua, berikut pikiran-pikirannya.

Kiai sudah menyatakan siap dipilih kembali dalam Muktamar ke-33 mendatang, apa ada upaya tertentu yang dilakukan? .
Said Aqil: Saya Ingin Sejahterakan Warga NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Said Aqil: Saya Ingin Sejahterakan Warga NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Said Aqil: Saya Ingin Sejahterakan Warga NU

Sejak awal saya katakan saya mengalir. Jika masih dipercaya (memimpin) saya siap menerima amanah itu, jika tidak ya tidak apa-apa. Di NU itu pengabdian, tanpa menjadi Ketua Umum-pun saya juga akan tetap mengabdi. 

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Bagaimana kiai memandang jabatan ketua umum PBNU? .

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Yang jelas saya tidak kampanye, saya mengalir saja. Seperti tadi saya katakan, mengabdi di NU bisa dilakukan siapapun, baik memiliki jabatan atau tidak, sama-sama mengabdi. Dalam Islam sendiri kita tidak dilarang mengejar jabatan, tapi caranya harus baik, tidak boleh menabrak norma-norma, dan yang paling penting ketika jabatan itu didapat kita tidak boleh dikendalikan oleh jabatan itu. 

Bagaimana kiai menanggapi tuduhan Syiah, bagian dari Islam liberal, atau hal lainnya? . Sebenarnya itu bukan hal baru. Kalau Anda ingat, sepulang dari Arab Saudi saya langsung dituding liberal dan bahkan sampai ada forum Kiai muda di Jawa Timur yang men-tabayun-kan soal itu. Sekarang saya dituding agen Syiah, dasarnya apa? Pendidikan saya S1 Usluhuddin, S2 Perbandingan Agama, S3 Filsafat Islam, Tasawuf. Jangankan ajaran Syiah, Jabariyyah, Qodariyyah, Murji’ah, Jahamiyyah, Khawarij, Ahmadiyyah, Wahabiyyah, semuanya mata kuliah yang saya pelajari. Saya itu paham bagaimana isi al Kitab, bahkan mungkin lebih paham daripada pendeta. Lalu apakah saya disebut Nasrani? Apakah saya Kristen? Jadi tudingan saya Syiah itu tidak benar, saya masih teguh memperjuangkan dan menjalankan Islam Ahlussunah wal Jamaah. 

Soal tudingan saya menjadi agen Syiah karena mengirimkan mahasiswa NU ke Iran, ada ustadz muda, kader NU juga, mengatakan saya bekerjasama dengan Al Musthafa Al Alamiyyah, saya pastikan justeru di era saya tidak satupun mahasiswa NU dikirim untuk studi ke Iran. Yang ada kita mendapatkan beasiswa pendidikan ke Amerika, Australia, China, Mesir, Sudan, Libya, Maroko, Syria, tapi tidak ada ke Iran. Kalau sekarang ada anak-anak kita yang studi di Iran, itu beasiswa peninggalan pengurus yang lalu. 

Ada sebagian kalangan yang tidak puas dengan kepemimpinan Kiai selama ini?. Ya, penilaian itu kan tergantung siapa yang memberikan. Yang jelas saya berusaha menjadi Ketua Umum yang baik. Soal ada cabang yang tidak terayomi saya dengar itu, salah satunya karena katanya susah mengundang saya. Setiap undangan yang datang, kalau memang bisa datang ya saya datangi, jika ternyata udzur dicarikan pengganti. Selama lima tahun menjadi Ketua Umum memang belum semua wilayah dan cabang saya datangi, tapi itu juga karena alasan kesehatan, saya sempat dirawat beberapa waktu lalu. 

Kalau soal organisasi, tidak bermaksud sombong, tapi justru sekarang ini Lembaga, Lajnah, dan Badan Otonom di NU bisa berjalan dengan baik. Semua karena saya berikan kebebasan beraktifitas, asalkan tidak menabrak norma-norma ke-NU-an. Lembaga Kesehatan, Lembaga Ta’mir Masjid, Lembaga Pencegahan Bencana Alam (Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim – LPBI, red), Lembaga Pertanian, Lembaga Perekonomian, Lembaga Dakwah, dan lembaga-lembaga lain semuanya hidup. Pengelolaan keuangan baru di era saya ini ada audit oleh auditor independent, semuanya dicatat dan dilaporkan, semuanya juga bisa mengakses, siapapun bisa melihat bagaimana laporan keuangan PBNU. 

Apalagi yang ditanyakan? Atau mau saya ungkap semua? 

Silahkan, Kiai… . Target saya melahirkan 5 universitas, seperti saya katakan ketika menang di (Muktamar) Makassar, sekarang sudah ada 25 universitas, sebentar lagi bahkan tambah jadi 26, nanti (bulan) Syawal akan diresmikan UNU Kalimantan Selatan, semuanya bukan milik pribadi, bukan milik perorangan, tapi milik Perkumpulan Jamiyyah Nahdlatul Ulama, semuanya atas nama NU. Dari Nabi Adam sampai sekarang ini, baru kali ini NU memiliki Perguruan Tinggi yang atas nama NU. Dari dulu (sebenarnya) ada, tapi rata-rata atas nama Kiai, atas nama yayasan dan atas nama pesantren. 

Rumah sakit sekarang sudah banyak berdiri, bukan atas nama pribadi, tapi atas nama NU. Aset NU yang setiap warga NU bisa merasakan manfaatnya. Di Surabaya, Tuban, Demak, dan Jombang, nanti Muktamirin akan merasakan pelayanannya. 

Apa yang belum tercapai?. Bahwa ada yang tidak tercapai di era saya itu pasti ada, salah satunya penyelamatan aset. Harus saya akui itu tidak mudah, tapi bukan berarti saya menyerah. Alhamdulillah, saat ini sudah ada ratusan hektar tanah wakaf milik NU yang bisa diselamatkan dan disertifikatkan. Ini tidak lepas dari dukungan Pemerintah, kita harus berterima kasih karena proses sertifikasi itu ternyata diberikan kemudahan. 

Lantas apa kira-kira rencana ke depan yang ingin dicapai jika terpilih kembali? . Ada beberapa. Salah satunya saya ingin sekali NU mandiri secara finansial, kalau butuh uang tidak sedikit-sedikit proposal, dan itu menjadi PR kita bersama. Caranya bagaimana, tentu harus diawali dengan meningkatkan kesejahteraan warga NU, karena dengan itu insya Allah akan mendorong kesadaran menghidupi NU, tidak nunut urip di NU. Beberapa Lembaga Lajnah dan Banom sekarang menjalankan program ekonomi kerakyatan, ada permodalan dan lain-lain, silahkan Nahdliyin mengaksesnya. 

Saya juga ingin meneruskan melahirkan perguruan-perguruan tinggi NU, kalau bisa setiap wilayah ada, bahkan jika mampu cabang silahkan mendirikan, mumpung kita diberikan kemudahan oleh Pemerintah dalam perizinan. Pendidikan masih akan menjadi target saya jika masih dipercaya memimpin NU. Ingat, NU itu 32 tahun dikekang, tidak boleh berkembang, dan sekaranglah saatnya NU mengejar ketertinggalannya dari Ormas-ormas lain. Rumah sakit NU juga begitu, mari kita perbanyak, karena sejatinya NU didirikan untuk pelayanan sosial, memberikan perlindungan dan meningkatkan kesejahteraan. 

Sekarang kita bicara hubungan NU dan Negara, Kiai. Bagaimana Kiai melihat tantangan NU ke depan? . Radikalisme, itu yang pasti akan saya sebut pertama. NU harus berada di barisan terdepan dalam menghadapi ancaman radikalisme, baik yang mengatasnamakan agama atau separatism, itu tantangan bangsa dan juga tantangan NU. Dalam Muktamar tahun 1936 NU sudah menegaskan Nation State, Negara kebangsaan harga mati, yang berarti ketika ada pihak-pihak yang merongrong juga harus dihadapi. Apalagi belakangan juga ada radikalisme berbalut Islam salafi yang menjelek-jelekkan tradisi-tradisi NU, kita tidak boleh tinggal diam. 

Terakhir, Kiai. Jika nanti terpilih kembali, bagaimana Kiai akan menempatkan NU terhadap negara? . NU sebagai civil society terbesar, konon kata LSI (Lembaga Survei Indonesia, red) jumlah pengikutnya sudah mencapai delapan puluh juta orang, sudah diakui adalah penyeimbang untuk Negara Kesatuan Republik Indonesia. NU mampu seiring sejalan dengan negara ketika negara melindungi, mengayomi, dan mensejahterakan rakyatnya, dan sebaliknya NU siap mengkritik jika negara abai. 

NU juga akan tetap menjalankan prinsip-prinsip tasamuh, tawasuth, dan tawazun, i’tidal untuk menciptakan suasana harmonis dalam kehidupan bermasyarakat, dan itu diakui atau tidak menjadikan Indonesia dipandang sebagai Negara yang damai oleh dunia internasional. Bahkan Wapres di era Pak SBY (Susilo Bambang Yudhoyono, red), Pak Boediono, pernah berujar Indonesia beruntung memiliki NU. Ini terbukti karena NU mampu menjadi penengah, menjadi peredam ketika sebuah konflik muncul di tengah-tengah masyarakat Indonesia. Berbeda dengan di Timur Tengah, di sana tidak ada civil society, ketika konflik terjadi maka bedhil (senjata) yang jadi penyelesaian. Sikap-sikap itulah yang harus dipertahankan, bahkan ditingkatkan, karena sesuai dengan tema Islam Nusantara untuk Peradaban Indonesia dan Dunia, itu berarti saatnya kita mengekspor gagasan-gagasan damai dalam bermasyarakat, damai dalam beragama, ke dunia internasional. Satu lagi tentang Islam Nusantara itu sendiri yang merupakan perpaduan aqidah dan budaya. Dengan Islam Nusantara agama menjadi kuat, sementara budaya lestari, sehingga terjadi harmonisasi dalam kehidupan. Sepanjang budaya itu tidak bertentangan dengan aqidah, itu bagian dari Islam Nusantara. Red: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Olahraga, Pemurnian Aqidah VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Rabu, 17 Januari 2018

Siapa Santri Itu? Ini Penjelasan Rais ‘Aam dan Ketum PBNU

Bandung,VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Rais ‘Aam PBNU KH Ma’ruf Amin menjelaskan, santri tidak hanya orang yang berada di pondok pesantren dan bisa mengaji kitab atau ahli agama. Namun, santri adalah orang-orang yang ikut kiai dan setuju dengan pemikiran serta turut dalam perjuangan kaum santri.

“Santri adalah orang-orang yang ikut kiai, apakah dia belajar di pesantren atau tidak, tapi ikut kegiatan kiai, manut pada kiai, itu dianggap sebagai santri walaupun dia tidak bisa baca kitab, tapi dia mengikuti perjuangan para santri,” jelasnya di gedung PBNU, Jakarta, beberapa waktu lalu.

Siapa Santri Itu? Ini Penjelasan Rais ‘Aam dan Ketum PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Siapa Santri Itu? Ini Penjelasan Rais ‘Aam dan Ketum PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)

Siapa Santri Itu? Ini Penjelasan Rais ‘Aam dan Ketum PBNU

Dari sisi keberadaan, menurut Kiai Ma’ruf, santri ada yang tinggal di pondok di pesantren, ada pula yang sesekali ke pesantren atau disebut santri kalong, ada juga santri yang sekali-kali saja datang bertemu kiai dan santri.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

“Pokoknya, santri itu ikut kiailah. Karena itu dia mencakup hampir semua lapisan masyarakat,” lanjut Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia Pusat itu.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Sementara Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj berpendapat, santri adalah umat yang menerima ajaran-ajaran Islam dari para kiai. Para kiai itu belajar Islam dari guru-gurunya yang terhubung sampai Rasulullah SAW.

Para santri, lanjut Kiai Said, menerima Islam dan menyebarkannya dengan pendekatan budaya yang berakhlakul karimah, bergaul dengan sesama dengan baik. Santri juga menghormati budaya, bahkan menjadikannya sebagai infrastruktur agama, kecuali budaya yang bertentangan ajaran Islam seperti seks bebas atau minum-minuman keras.

“Santri itu jelas, adalah orang-orang yang menindaklanjuti dakwah dengan budaya seperti yang dilakukan Wali Songo. Dakwah seperti itu yang jelas ampuh, efektif,” tegas kiai yang pernah nyantri di Kempek, Lirboyo, dan Krapyak itu.

Dakwah dengan cara seperti itu terbukti di dalam sejarah berhasil mengislamkan Nusantara tanpa kekerasan dan pertumpahan darah. Bahkan raja-raja Nusantara itu menjadi Islam.

“Kita saksikan sekarang, dakwah yang manfaat, dakwah yang lestari, masuk sampai dalam hati, adalah dakwah yang dilakukan secara budaya, bukan dengan teror dan menakut-nakuti. Islam diajarkan dengan menakut-nakuti tidak akan masuk ke dalam hati. Imannya hanya pengakuan bibir belaka sehingga menjadikan potensi munafik, tapi kalau berdakwah dengan budaya, iman masuk ke dalam hati, sehingga akan menjadi mukmin kholis (ikhlas),” pungkasnya. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Olahraga VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Selasa, 02 Januari 2018

Garda, Majalah Pesantren Putri Darus Sa’adah

Jepara, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Pesantren tahfidz Darus Sa’adah desa Bugel, kecamatan Kedung, kabupaten Jepara, Jawa Tengah mengelola majalah bernama Garda. Majalah tersebut terbit sekali dalam setahun.

Garda, Majalah Pesantren Putri Darus Sa’adah (Sumber Gambar : Nu Online)
Garda, Majalah Pesantren Putri Darus Sa’adah (Sumber Gambar : Nu Online)

Garda, Majalah Pesantren Putri Darus Sa’adah

Majalah yang diterbitkan para santri putri pesantren ini merupakan tindak lanjut dari Latihan Dasar Jurnalistik (LDJ) yang diselenggarakan di pesantren tahun lalu.

Alhasil di tahun yang sama majalah berjargon “media pengembangan kreativitas santri” ini terbit untuk edisi kali pertama. Tahun ini sudah menginjak edisi kedua.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Dua tahun berjalan media yang dikelola pesantren putri ini tentu saja menuai dinamika. Hal itu diuraikan Ummi Abdillah Azzahro. Menurut Pemimpin Redaksi Garda, pihaknya terkendala santri yang minim membaca juga menulis. Padahal di pondok sudah memiliki fasilitas penunjang baca tulis.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

“Disini ada mading yang diganti sepekan sekali. Juga ada perpustakaan pondok,” terangnya saat ditemui VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth, Jum’at (7/11) siang.

Meski kendala selalu menghadang media yang sudah berjalan dua tahun ini harus tetap eksis. “Setiap tahun kru redaksi mengalami pergantian. Kru redaksi yang dipasrahi tulisan juga harus selesai sebelum deadline,” imbuh Ummi.

Sementara ini majalah hanya dikonsumsi khusus santri Darus Sa’adah. Majalah ini sepenuhnya dibiayai para santri yang sudah memasuki jenjang khotimat, khatam tahfidz menjelang muwaddaah. (Syaiful Mustaqim/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Olahraga, Sholawat VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Jumat, 29 Desember 2017

Banser Dorong Aparat Bersihkan Miras di Kudus

Kudus, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth - Satuan Koordinasi Cabang Barisan Ansor Serba Guna (Satkorcab Banser) Kudus mengharapkan Kota Kudus bebas dari peredaran minuman keras (miras). Mereka meminta aparat keamanan melakukan razia terhadap peredaran minuman haram secara berkelanjutan.

Komandan Satkorcab Banser Kudus Wawan Awaludin menyampaikan harapan itu kepada VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth usai menghadiri acara pemusnahan barang bukti Miras Tahun 2016 yang diselenggarakan Polres Kudus di alun-alun setempat, Jumat (3/6).

Banser Dorong Aparat Bersihkan Miras di Kudus (Sumber Gambar : Nu Online)
Banser Dorong Aparat Bersihkan Miras di Kudus (Sumber Gambar : Nu Online)

Banser Dorong Aparat Bersihkan Miras di Kudus

Wawan memandang pemusnahan barang bukti ini menunjukkan masih adanya peredaran miras di wilayah kota ini. Ia merasa prihatin, Kudus yang dikenal sebagai kota religius belum sepenuhnya bebas dari benda haram tersebut.

"Kita semua tahu, miras sering kali menjadi sumber kejahatan sehingga perlu upaya pemberantasan secara terus-menerus. Kalau bisa tahun 2017 nanti, Kudus sudah bersih dari miras," harapnya.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Pemberantasan miras, menurutnya, merupakan tanggung jawab dan wewenang aparat penegak hukum yakni kepolisian dan Satpol PP. "Apabila kami diajak, Banser siap bergabung menjalankan tugas," kata Wawan.

Terkait bulan suci Ramadhan, Wawan mengimbau para pengusaha atau pemilik tempat hiburan maupun kafe untuk tutup selama satu bulan. Hal ini guna menghormati kekhusukan umat Islam menjalankan ibadah puasa.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

"Kalau masih ada yang beroperasi, kami Banser akan meminta kepada aparat yang berwenang untuk menutupnya. Mengingat, sekali lagi Kudus kota religius," tegas Wawan.

Pemusnahan barang bukti miras dipimpin langsung oleh Bupati Kudus H Musthofa didampingi Kapolres Kudus, dan pejabat lainnya. Ribuan minuman keras dimusnahkan dengan kendaraan berat Silender di alun-alun Simpang Tujuh Kudus. (Qomarul Adib/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Ulama, Olahraga, PonPes VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Selasa, 19 Desember 2017

Peringati Harlah, Ansor Kencong Buka Sanlat BPUN

Jember, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kencong memperingati Harlah ke 80 GP Ansor di Bertempat di halaman kantor sekretariat organisasi pemuda NU tersebut. Pada kesempatan tersebut dibuka Pesantren Kilat Bimbingan Pasca Ujian Nasional (Sanlat BPUN).

Peringati Harlah, Ansor Kencong Buka Sanlat BPUN (Sumber Gambar : Nu Online)
Peringati Harlah, Ansor Kencong Buka Sanlat BPUN (Sumber Gambar : Nu Online)

Peringati Harlah, Ansor Kencong Buka Sanlat BPUN

Hadir pada kegiatan pada (Jumat, 9/5) tersebut, Rais Syuriah beserta Ketua PCNU Kencong, Ketua LP Ma’arif, Penasihat GP Ansor Kencong, Ketua STAIFAS, satu-satunya perguruan tinggi NU di Kencong, Muslimat NU, IPNU, IPPNU dan pengurus GP Ansor semua tingkatan serta peserta Sanlat BPUN beserta walinya.

“Rencananya kami mengundang Rektor Unej, bapak Moh. Hasan. Tapi beliau berhalangan hadir karena ada kegiatan di Dominika,“ kata Abd. Rohim, ketua PC GP Ansor Kencong pada sambutannya. “Pak Hasan, itu orang NU, bahkan pengurus NU, beliau adalah ketua PW LPTNU Jawa Timur,” sambungnya melalui surat elektronik Senin, (12/5).

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

“Menghadirkan pak Hasan ini dimaksudkan untuk menitipkan agar anak-anak sanlat nantinya ketika sudah diterima di UNEJ, beliau bisa mengawasi dan membimbing aqidah dan ahlaq anak-anak bisa terjaga, syukur-syukur bisa menularkan kepada teman-temannya,” tambah sahabat Rohim, panggilan akrabnya.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Tujuan sanlat ini, kata dia, adalah untuk memberikan bekal aqidah kepada peserta sanlat agar tidak mudah terpengaruh dengan kelompok-kelompok Islam radikal.

Menurut? Asnawan , Manager Pelaksana Sanlat BPUN Kota Kencong, peserta sanlat tahun ini berjumlah 40 anak, dengan komposisi 30 perempuan dan 10k laki-laki. mereka terbagi dalam dua kelas, IPA dan IPS.

Masih menurut Asnawan, pada 2013, peserta Sanlat Kota KENCONG yang diterima di PTN sebanyak 12 orang dari 27 orang? peserta. Melihat semangatnya peserta Sanlat tahun ini, harapannya 100 % bisa diterima di Perguruan Tinggi Negeri.

Ketua PCNU Kencong, KH Hasyim Wafir sangat mengapresiasi kegiatan sanlat ini, “ Saya berharap dari alumni sanlat ini nantinya bisa mencetak generasi penerus NU di masa depan,” kata ketua yang belum genap satu tahun menjabat ini.

Dalam rangka memperingati Harlah, GP Ansor Kencong menggelar beberpa kegiatan, kegiatan diawali dengan ziarah ke makam Ketua Umum GP Ansor pertama KH Hamid WIjaya tepat 24 April 1014, dan akan diakhiri dengan kegiatan kirap panji-panji NU sekaligus peringatan Harlah ke 91 Nahdlatul Ulama keliling ke seluruh PAC/MWC di Cabang Kencong.

Harlah diisi dengan mauidzoh hasanah yang disampaikan KH Khoir Zad Maddah, Rais Syuriah PCNU Kencong, dan dihibur dengan lagu-lagu perjuangan NU dan Ansor yang dibawakan oleh Tim Paduan Suaran Sekolah Tinggi Agama Islam? Al Falah As Sunniyyah (STAIFAS) Kencong. (Red: Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Kiai, Olahraga VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Senin, 18 Desember 2017

IPPNU Latih Kader Pelajar Antinarkoba

Jakarta, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. PP IPPNU menggelar pelatihan kader pelajar antinarkoba di Kantor PBNU lantai delapan, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta Pusat, Rabu (6/3) pagi.



IPPNU Latih Kader Pelajar Antinarkoba (Sumber Gambar : Nu Online)
IPPNU Latih Kader Pelajar Antinarkoba (Sumber Gambar : Nu Online)

IPPNU Latih Kader Pelajar Antinarkoba

Pelatihan dimulai pukul 9.00 WIB hingga pukul 14.00 siang. Pelatihan kader antinarkoba terselenggara atas kerja sama PP IPPNU dan Badan Narkoba Nasional (BNN).

Dengan pelatihan itu, IPPNU mendidik kader-kader pelajar antinarkoba yang akan masuk ke institusi pendidikan masing-masing.

Sedikitnya 75 peserta mengikuti pelatihan kader pelajar anti narkoba. Mereka terdiri atas kalangan pelajar, mahasiswi, pengurus PC IPPNU, pengurus PW IPPNU DKI Jakarta, Jabodetabe, dan seorang kader PC IPPNU Lampung.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

“Setelah pelatihan ini, kita akan membentuk ‘Laskar Relawan Pelajar Putri Antinarkoba’ di komisariat-komisariat,” kata Komandan Dewan Koordinasi Nasional Korps Pelajar Putri PP IPPNU Yusnita Yamus kepada VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth di muka kantor sekretariat PP IPPNU, Kantor PBNU lantai enam, Rabu (6/3) pagi.

Para relawan itu ke depan bertugas untuk menyosialisasikan pemahaman terkait narkoba. Sementara itu PP IPPNU akan merekomendasikan nama relawan yang aktif membuat kegiatan sosialisasi narkoba di lingkungannya untuk menerima beasiswa dari BNN, tambah Yusnita.

Pelatihan hari ini dipandu oleh Kepala Unit Narkoba RS Bhayangkara SESPIMMA POLRI dr. Aisah Dahlan. Kepada peserta pelatihan, ia menjelaskan antara lain faktor-faktor yang mendorong sesorang untuk mengonsumsi narkoba.

Pelatihan kader laskar relawan pelajar putri antinarkoba ini dilangsungkan selama dua hari berturut-turut. Pelatihan hari ini merupakan pelatihan gelombang pertama. Rencananya, pelatihan akan diadakan bertahap sebanyak tiga gelombang, tandas Yusnita.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Penulis: Alhafiz Kurniawan

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Olahraga VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Senin, 04 Desember 2017

Pejuang 45 Ini Prihatin Kurangnya Kesadaran Masyarakat Pasang Bendera

Padang Pariaman, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Kurangnya perhatian masyarakat terhadap pemasangan bendera merah putih di halaman rumah, perkantoran dan gedung lainnya dalam peringatan HUT Kemerdekaan ke-72 tahun 2017 membuat pejuang kemerdekaan RI prihatin. Kami berjuang mengusir bangsa penjajah Belanda dengan tetesan darah berwarna merah. Ribuan pejuang bercucuran darah hingga tewas akibat serangan tentara Belanda.

Demikian diungkapkan salah seorang pejuang Kemerdekaan RI 1945 di Kabupaten Padang Pariaman, Labai Burhan, Jumat (18/8) di kediamannya kepada Ketua Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Padang Pariaman Zeki Aliwardana yang mengunjunginya dalam suasana peringatan HUT RI ke-72.?

Pejuang 45 Ini Prihatin Kurangnya Kesadaran Masyarakat Pasang Bendera (Sumber Gambar : Nu Online)
Pejuang 45 Ini Prihatin Kurangnya Kesadaran Masyarakat Pasang Bendera (Sumber Gambar : Nu Online)

Pejuang 45 Ini Prihatin Kurangnya Kesadaran Masyarakat Pasang Bendera

Burhan yang ditemani isterinya, Rabaani, kini tinggal di Korong Badinah, Nagari Lareh Nan Panjang Barat, Kecamatan VII Koto, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat.

Menurut Burhan, betapa sedihnya menyaksikan generasi sekarang yang seakan tidak menghargai apa yang sudah dilakukan para pejuang kemerdekaan terdahulu. Mereka harus berhadapan dengan bedil, senjata mortir dan tank tentara Belanda yang ingin menguasai Indonesia kembali.?

"Nyawa mereka dipertaruhkan. Tapi hari ini dengan memasang bendera merah putih sebagai simbol ? bangsa Indonesia di hari peringatan kemerdekaan tersebut, terlihat banyak yang tidak memasang. Hendaknya ini perlu menjadi perhatian para pemimpin di masyarakat," kata Burhan.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Burhan juga menceritakan perjuangannya pada perang kemerdekaan. Suatu hari Komandan Pleton Abdulllah PO di Pakandangan menyuruhkannya menjeput peluru ke Sicincin. Dengan seorang teman, berangkat ke Sicincin. Dalam perjalanan bertemu dengan 12 orang pasukan Belanda.?

“Kami sangat kuatir jika tentara Belanda menghunuskan senapan, pasti tewas. Agar tidak menarik perhatian tentara, tetap berjalan tanpa menunjukkan akan melakukan perlawanan. Nasib baik, tentara Belanda tidak melakukan penempakan," kata Burhan yang kini sudah berumur 100 tahun. Karena alasan naik haji tahun 2007, tahun kelahirannya terpaksa ? dimajukan menjadi 15 April 1929 di KTP.

Menurut Burhan, meski turut berjuang membela dan mempertahankan kemerdekaan RI, dirinya tidak pernah menerima pensiun sebagai veteran. Dulu memang ada yang mau mengurusnya. Namun hingga kini tidak ada hasilnya. Sedangkan teman-teman dan anggota sesama pejuang di pleton 142 sudah lama wafat.?

"Komandan Pleton Datuak Borong dan Wakilnya Buyung Gili, keduanya dari nagari Lubuk Pandan. Bahkan ada pula yang mau mengurus status veterannya, tapi dimintai sejumlah emas sebagai imbalannya. Akhirnya hingga kini tak jelas," kata Burhan yang memiliki 4 isteri dan 18 orang anak. Meski memiliki empat isteri, tapi tidak pernah isterinya di madu.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Sementara itu, ? Ketua Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Padang Pariaman Zeki Aliwardana mengakui, rendahnya perhatian masyarakat terhadap pemasangan bendera merah putih menunjukan rendahnya pemahaman nilai-nilai nasionalisme dan perjuangan meraih kemerdekaan Indonesia. Generasi muda semakin tidak akrab dengan nilai-nilai nasionalisme dan kebangsaan.

"Apalagi derasnya arus melalui media sosial, televisi dan media internet yang tidak sebanding dengan penyebaran nilai-nilai nasionalisme dan kebangsaan tersebut. Sinetron atau tayangan di televisi yang banyak digandrung masyarakat, terlihat lebih ? banyak tidak menumbuhkan nilai-nilai semangat nasionalisme dan kebangsaan tersebut," kata Zeki yang didampingi Kepala Satuan Koordinasi Cabang (Kasatkorcab) Banser Padang Pariaman Muhammad Zulfadli.

Menurut Zeki, harus ditanamkan sejak dini nilai-nilai nasionalisme dan kebangsaan kepada anak-anak bangsa. Sekolah dan lembaga pendidikan memiliki peran penting dalam menumbuhkan nilai-nilai nasionalisme dan kebangsaan tersebut, kata Zeki yang juga ? mantan Sekretaris Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Pariaman ini. (Armaidi Tanjung/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Olahraga, Nahdlatul Ulama VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Selasa, 14 November 2017

Menyulap Sampah Organik Jadi Kompos

Oleh Hijroatul Maghfiroh

Dalam tulisan sebelumnya mengenai bank sampah, nasabah haruslah memilah sampah terlebih dahulu dari rumah. Sampah yang dipilah adalah sampah organik yang mudah terurai dan sampah non-organik yang susah terurai.

Menyulap Sampah Organik Jadi Kompos (Sumber Gambar : Nu Online)
Menyulap Sampah Organik Jadi Kompos (Sumber Gambar : Nu Online)

Menyulap Sampah Organik Jadi Kompos

Sampah non-organik seperti botol plastik, kaleng, plastik, kertas, dan lain-lain kemudian dijual ke pengepul dan sisanya dikelola dengan cara recycle atau mendaur ulang, keterangan lebih lanjut bisa dibaca di tulisan sebelumnya tentang mengelola sampah dengan 3R.

Dalam seri tulisan terakhir ini kami akan menyampaikan bagaimana mengelola sampah organik baik skala rumah tangga maupun komunitas. Sampah organik ternyata sangat bermanfaat untuk lingkungan sekitar jika kita bisa mengelolanya dengan mengubahnya menjadi kompos.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Pasti kita semua tidak asing dengan istilah kompos, pupuk alami yang dapat menyuburkan tanah dan membantu proses berkembangnya tanaman dengan cara organik. Kompos selain mampu mengurangi sampah organik juga mampu menggantikan penggunaan pestisida untuk tanaman yang berdampak buruk bagi tanah dan lingkungan. Lalu bagaimana membuat kompos, inilah beberapa cara membuat kompos secara sederhana;

Pertama, siapkan media yang akan digunakan untuk membuat kompos. Medianya bisa berbentuk karung yang berarti hanya akan menghasilkan kompos padat, atau ember yang sudah dilubangi sebagai sirkulasi udara dan sudah disediakan pembatas di bawah untuk menampung kompos cair sekaligus menghasilkan kompos padat di bagian atas.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Sebenarnya masih banyak pilihan media lain yang bisa digunakan dalam membuat kompos. Dalam tulisan ini akan dijelaskan pembuatan kompos menggunakan media ember dengan pembatas yang akan menghasilkan kompos cair dan padat.

Kedua, untuk mempercepat proses pembuatan kompos dan membantu menghilangkan bau dalam proses kompos, kita dapat menambahkan cairan bioaktivator. Cairan ini bisa didapatkan di toko obat atau dengan membuatnya sendiri.

Ada banyak pilihan membuat bioaktivator. Salah satunya dengan menggunakan 20 liter air kelapa, 2 kg gula merah, 6 potong ragi tapai. Bahan-bahan itu kemudian dicairkan menjadi satu untuk mempermudah pencairan. Ambil air kelapa untuk merebus gula beras. Ketika gula merah sudah cair, campurkan dengan sisa air kelapa lainnya dan tambahkan ragi tapai. Diamkan sampai 24 jam. Masukan ke dalam botol dan tutup rapat.

Ketiga, proses pembuatan kompos dimulai. Sampah organik yang telah dikumpulkan dicacah untuk mempercepat proses. Setelah dicacah, semprotkan bioaktivator yang sudah kita buat di atas. Bioaktivator yang telah dibuat di atas dan akan digunakan, harus dicampur dengan 400 ml air dari 3 sendok teh/tutup botol bioaktivator.

Keempat, masukkan sampah cacahan yang telah disemprot bioaktivator ke dalam media kompos dalam hal ini ember (bisa juga karung). Untuk pemancing proses komposting sampah cacahan tadi bisa dicampuri kompos padat yang sudah jadi, sekam, atau abu dapur.

Jika menggunakan media karung, ikat karung yang sudah berisi sampah yang akan dikomposting. Diamkan. Jika dalam waktu setidaknya 24 jam karung bersuhu tinggi atau panas, berarti proses komposting berjalan dengan baik.

Kelima, tambahkan terus setiap hari cacahan sampah organik ke dalam media komposting. Jika kompos yang dihasilkan terasa ‘becek’ atau berair, campurkan kompos yang sedang berproses dengan sampah daun kering.

Jika menggunakan media ember yang menghasilkan kompos cair, pastikan kompos cair terkontrol dengan mengambilnya secara reguler melalui lubang bawah ember yang sudah disiapkan agar cairan kompos tidak menggangu proses kompos padat di atasnya.

Keenam, lakukan terus-menerus hingga kompos penuh. Jangan lupa mengaduknya dengan menggunakan kayu atau benda lainnya agar kompos yang sudah jadi di bawah bisa lebih dulu digunakan, karena jika sudah menjadi kompos, ia akan terus menyusut.

Ketujuh, kompos berwarna kecoklatan sampai hitam pekat dan lembut sudah siap digunakan. Kompos cair bisa digunakan untuk menyemprot daun dan batang. Tetapi penggunaannya juga harus dicampur dengan air, 3 sendok teh kompos cair dengan 2 liter air.

Mudah bukan membuat membuat kompos? Selain mengurangi sampah organik yang menimbulkan bau menyengat jika tidak dikelola dengan baik, kompos juga bisa membantu petani mengembalikan kesuburan tanah dan menjadikan hasil tanamannya sebagai tanaman organik yang selain sehat juga berdaya jual tinggi. Jadi tunggu apalagi. Ayo bikin kompos sendiri. Mulai lah menanam dengan hasil kompos tadi.

*) Hijroatul Maghfiroh, Program Manajer Lingkungan Hidup Pengurus Pusat Lembaga Penanggulangan Bencana dan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBI NU)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Tokoh, Halaqoh, Olahraga VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Senin, 13 November 2017

Umi Azizah : Muslimat Perkuat Ketahanan Keluarga

Tegal, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth.



Ketua PC Muslimat NU Kabupaten Tegal Dra Hj Umi Azizah menjamin Muslimat NU mampu memperkuat ketahanan keluarga. Pasalnya, seluruh anggota yang terlibat mampu membentengi diri dan keluargannya dari virus virus negative perkembangan zaman. Bahkan lewat Muslimat NU, mampu mengantarkan menjadi keluarga yang sakinah mawadah warohmah.

Umi Azizah : Muslimat Perkuat Ketahanan Keluarga (Sumber Gambar : Nu Online)
Umi Azizah : Muslimat Perkuat Ketahanan Keluarga (Sumber Gambar : Nu Online)

Umi Azizah : Muslimat Perkuat Ketahanan Keluarga

Demikian disampaikan Umi Azizah dalam perbincangan dengan VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth di ruang kerjanya kantor Wakil Bupati Tegal, Kamis (8/12).?

Menurutnya, ketahanan keluarga sangat vital karena berpengaruh langsung terhadap ketahan negara. Bila keluarga rapuh, maka Negara akan ambruk. Peranan itu, tentu saja sangat bergantung kepada seorang Ibu, Wanita yang merupakan tiang Negara.?

Muslimat NU Tegal, lanjutnya, dalam menjaga ketahanan keluarga melalui berbagai bidang program. Seperti bidang pendidikan, social, ekonomi, lingkungan hingga dakwah. ? Dari bidang bidang tersebut, diarahkan untuk menjaga delapan fungsi keluarga sebagai pusat agama, social, cinta kasih, perlindungan, ekonomi, pelestari lingkungan dan fungsi reproduksi. “Dengan memanfaatkan fungsi fungsi tersebut, akan tercipta keluarga yang berkualitas, berdaya guna dengan hiasan anak yang saleh saleha,” ucapnya.?

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Tidak dipungkiri, kata Wakil Bupati Tegal ini, perubahan dunia menjadi tantangan yang tidak ringan bagi seorang ibu, termasuk organisasi kewanitaan seperti Muslimat NU. Juga lahirnya gerakan radikalisme dan bahaya narkoba, menjadi pekerjaan rumah tersendiri agar anak-anak kita tidak terpengaruh. “Upaya penguatan sebagai benteng dan filter dari berbagai tantangan tersebut, menjadi fardlu ain bagi Muslimat NU,” tegasnya.

Untuk itu, lanjutnya, program yang dijalankan Muslimat pun selalu berpihak pada kepedulian kebutuhan Nahdliyin. Diantaranya, menggelar kursus pra nikah untuk memberi pencerahan kepada calon pengantin tentang kesehatan reproduksi. Apalagi trend pernikahan dini tidak bisa dibendung. Padahal, pernikahan dini rentan dengan peningkatan Angka Kematian Ibu atau Maternal Mortality Ratio (MMR), Angka Kematian Anak (AKA), Angka Kematian Bayi (AKB) Angka Kematian Ibu (AKI).

Muslimat juga membantu keluarga tak jelas, dengan menggelar sidang terpadu itsbat nikah. Atau menetapkan Akad Nikah yang telah dilaksanakan sesuai dengan Syari’at Islam (Hukum Munakahah) akibat poligami misalnya, agar tercatat dalam Register Nikah di Kantor Urusan Agama Kecamatan yang berwenang. “Dengan demikian, hak-hak anak akan terpenuhi. Muslimat NU juga membantu percepatan pembuatan akte kelahiran yang ditangani PAC,” ujarnya.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Selain itu, Umi gembira karena Muslimat lebih intensif dalam menyelenggarakan pengajian. Istilah Tegalnya, laka dina gabuk (tiada ada hari kosong) dalam hal pengajian. PC pun menyelenggarakan Pengajian keliling ke 19 PAC. Yang paling menggembirakan se Kabupaten Tegal ada 987 majelis taklim.

Program lain, pelatihan ketrampilan hasil usaha kreatif. Dari kelompok usaha terbentuklah Kelompok Usaha Bersama (KUBE), hingga mencapai 319 Kube di seluruh ranting se Kabupaten Tegal. “Koperasi Anisa Muslimat, turut membantu pemasaran dan penyertaan modalnya juga,” terang ibu dari 6 anak ini,?

Di bidang social, masih kata Umi, Muslimat NU Tegal menangani Pendidikan Anak Usia Dini, Tercatat ada 97 Taman Kanak-kanak (TK) Muslimat NU, 67 Kelompok Bermainn (KB), dan 39 Raudlatul Athfal (RA) serta 548 Taman Pendidikan Al Quran (TPQ).?

Karya Muslimat NU berupa Metode Asyifa telah direkomendasikan oleh Yayasan pendidikan Muslimat NU (YPM NU) pusat, untuk dijadikan bahan pembelajaran resmi di TPQ TPQ seluruh Indonesia. “Metode Asyifa telah digunakan di Tegal sejak Juni 2002 dan tahun 2016 baru direkomendasikan untuk digunakan di berbagai TPQ seluruh Indonesia,” ucapnya bangga.?

Untuk Yayasan Kesejahteraan Muslimat NU (YKM NU) telah mendirikan Darul Yatama dengan ratusan anak yatim piatu yang diasuh. Yayasan Haji Muslimat NU (YHM NU) juga terus berkembang. Pada musim haji 2016, KBIH YHM NU memberangkatkan 160 jamaah haji. Sedangkan untuk tahun 2017, sudah masuk 137 calhaj yang tergabung ke KBIH YHM NU. Tapi biasanya, akan terus bertambah jumlah calhaj yang tergabung ketika mendekati manasik,” tuturnya.?

Kepada para ibu-ibu muda maupun sepuh, Umi mengajak untuk tidak jemu-jemu berorganisasi di Muslimat ataupun Fatayat. Karena nilai faedahnya lebih besar jika dibandingkan dengan mudlaratnya. “Yang penting tidak melupakan pendidikan anak-anaknya dan selalu menjadi pendamping suami setia,” pungkasnya. (wasdiun).

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Olahraga, Berita, Amalan VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Jumat, 10 November 2017

Kang Said: Jaga Akhlak di Kampung Halaman

Jakarta, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Ketua Umum Pegurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj mengingatkan para pemudik dapat bersikap bijak saat berada ke kampung halaman. Kebudayaan di kota urban belum tentu sesuai dengan norma kehidupan di pedesaan.

Kang Said: Jaga Akhlak di Kampung Halaman (Sumber Gambar : Nu Online)
Kang Said: Jaga Akhlak di Kampung Halaman (Sumber Gambar : Nu Online)

Kang Said: Jaga Akhlak di Kampung Halaman

“Akhlak harus tetap dijaga,” imbau Kang Said saat melepas sekurangnya 1.500 peserta ‘Mudik Bareng NU 1433 H’ dari DKI Jakarta dan sekitarnya, Ahad (12/8), di halaman Gedung PBNU, Jakarta Pusat.

Terdapat 29 bus mengantar pulang para pemudik ke berbagai daerah di sepanjang  Pulau Jawa, seperti Banyuwangi, Situbondo, Surabaya, Bojonegoro, Jombang, Mediun, Solo, Yogyakarta, Tegal, dan lain-lain.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Masa yang cukup lama sebagai perantau, lanjutnya, tak lantas membolehkan seseorang menerapkan begitu saja gaya hidup yang ada di kota. Sebaliknya, masyarakat seyogianya cerdas mengambil hikmah dari perbandingan antara kehidupan kota dan kehidupan desa.

Menurut Kiai asal Cirebon ini, mudik adalah ajang silaturahmi, menyambung ikatan persaudaraan bersama orang-orang di kampung halaman. “Mudik harus diniati silaturahim, menyambung persaudaraan, bukan pamer jaket, pamer kemeja, pamer HP, atau lainnya,” tegasnya.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Kang Said dalam kesempatan itu tampak sangat gembira dapat meringankan beban para pemudik. Program mudik gratis ini adalah kali kedua yang diselenggarakan PBNU melalui PP LTMNU bersama Bank Mandiri. Jika tahun lalu PBNU memberangkatkan 22 bus, maka kali ini 29 bus.

Redaktur : A. Khoirul Anam

Penulis    : Mahbib Khoiron

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Makam, Syariah, Olahraga VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Kamis, 09 November 2017

Wejangan Mbah Idris tentang Wahabi

Oleh Ahmad Nur Kholis

--Awal tahun 2009 silam saya mengikuti acara pengajian Almaghfurlah KH Idris Marzuki Lirboyo. Acara dilaksanakan di Pondok Pesantren Al-Fattah Singosari, asuhan KH Ja’far Shadiq atau biasa disapa Gus Ja’far. Acara ini digelar oleh alumni dan masyarakat umum dalam rangka turba persiapan peringatan Harlah satu Abad lirboyo. Turut dalam acara ini Almukarram KH Abdullah Kafabih Mahrus.

Dalam kesempatan itu, selain diisi dengan pemberian ijazah “Dala’ilul Khairat” oleh KH Idris, juga ada mau’idzah hasanah oleh beliau, kepada semua yang hadir. Dalam ceramahnya ini KH Idris menjelaskan tentang pentingnya pendidikan pesantren bagi generasi masa depan.

Disamping itu, Putra dari KH Marzuki Dahlan ini juga menerangkan tentang isi dari sebuah kitab kecil yang seingat saya dibawanya. Tapi waktu itu saya tidak tahu nama kitab tersebut karena pendengaran saya kurang teliti. Tapi yang jelas telinga saya mendengar bahwa kitab yang diterangkan ini ditulis oleh Muhammad bin Abdul Wahab pendiri Wahabi.

Wejangan Mbah Idris tentang Wahabi (Sumber Gambar : Nu Online)
Wejangan Mbah Idris tentang Wahabi (Sumber Gambar : Nu Online)

Wejangan Mbah Idris tentang Wahabi

Dalam kitab itu seingat saya KH Idris menjelaskan tentang klarifikasi Muhammad bin Abdul Wahab bahwa jika ada yang mengatakan bahwa dirinya telah membid’ahkan tawassul maka itu adala kebohongan yang besar. KH Idris membacakan kitab kalimat “Buhtanun Adhim” dalam kitab itu.

Saat ini, setelah Al-Mukarrom KH Idris telah berpulang tahulah saya nama kitab itu. Dalam sebuah buku yang diterbitkan Lembaga Takmir Masjid (LTM) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) berjudul “Tradisi Amaliah NU dan Dalil-dalilnya” disebutkan:

“Sesungguhnya Sulaiman bin Suhaim telah menyandarkan pendapat-pendapat yang tidak saya katakan, diantaranya adalah: saya mengkafirkan orang-orang yang bertawassul terhadap orang Shalih, dan saya katanya, mengkafirkan Syaikh Al-Bushairy, dan telah membakar Kitab Dalailul Khairat. Jawaban saya atas tuduhan di atas adalah, bawa itu merupakan kebohongan yang besar.”

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Pendapat ini dikutip dari kitab Muhammad bin Abdul Wahab yang berjudul: “Al-Muwajjahah li Ahlil Qashim.”

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Dalam buku terbitan PBNU itu juga dikutip tentang keterangan Muhammad bin Abdul Wahab saat ditanya tentang shalat Istisqa’. Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab menjawab tidak masalah dalam shalat istisqa’ diselingi tawasul kepada orang shalih. Pendapat ini dikutip dari kitab Rasail Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab. Subhanallah......

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Olahraga VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Selasa, 31 Oktober 2017

Film KCB, “Menjual” Cinta dengan Aroma Agama

Jakarta, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Sebuah film baru bernuansa keagamaan, “Ketika Cinta Bertasbih” segera diluncurkan ke publik pada 11 Juni mendatang. Para pimpinan ormas Islam telah diundang untuk menyaksikan pertunjukan ini pada Rabu, (3/6) di Djakarta XXI.



Film KCB, “Menjual” Cinta dengan Aroma Agama (Sumber Gambar : Nu Online)
Film KCB, “Menjual” Cinta dengan Aroma Agama (Sumber Gambar : Nu Online)

Film KCB, “Menjual” Cinta dengan Aroma Agama

Diangkat dari novel berjudul sama karya Habiburrahman El Sirazy, film ini berusaha mengulang kesuksesan film Ayat-Ayat Cinta yang juga ditulisnya dengan nuansa yang sama, kisah percintaan berbalut nuansa keagamaan yang kental.

Film berdurasi 124 menit ini mengisahkan perjalanan hidup Azzam, yang diperankan oleh Kholidi Asadu Alam, mahasiswa universitas Al Azhar Kairo yang harus berjuang menyelesaikan kuliahnya sampai 9 tahun sambil berjualan tempe dan menerima pesanan kateringan guna membiayai ibu dan ketiga adiknya karena ayahnya telah meninggal.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Penampilan Azzam yang sederhana, gigih dan religius ternyata menarik simpati dari Eliana (Alice Sofie Norin) anak Dubes Mesir yang memiliki gaya hidup bebas, yang juga seorang bintang sinetron di Indonesia.

Namun, Azzam lebih tertarik pada Anna (Oki Setiana Dewi), anak seorang kiai di Sukoharjo yang sedang menyelesaikan kuliah S2 di Mesir. Ia memiliki kepribadian sholehah yang sangat dicita-citakan menjadi istrinya, meskipun ia sendiri belum pernah melihat wajahnya. Sayangnya, Anna telah dipinang oleh sahabatnya, Furqon (Andi Arsyil Rahman), anak seorang konglomerat di Jakarta, yang juga menaruh hati kepada Eliana.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Dengan kisah seperti ini, yang menceritakan kehidupan seorang mahasiswa yang sangat baik seolah-olah tanpa cela, seorang muslimah yang sempurna, mahasiswa kaya dengan gaya hidup borjuis, sampai-sampai untuk ujian thesis saja perlu menenangkan diri di hotel mewah, dan seorang cewek kaya raya yang mengagungkan kebebasan, menyebabkan film ini tak beda jauh dengan gaya sinetron yang diputar di TV swasta di Indonesia, yang tak mampu menampilkan kepribadian manusia secara utuh, dengan sisi kebaikan dan keburukannya yang manusiawi. Kekayaan dan kemewahan di satu fihak dan kemiskinan diiringi kerja keras difihak yang lainnya.

Berplot datar dengan jalan cerita yang bertele-tele, penonton tak akan mendapatkan rasa batin yang sama dengan film Ayat-Ayat Cinta yang berhasil menghadirkan 3.6 juta penonton di gedung bioskop. Suatu kejadian berlangsung dengan tiba-tiba tanpa didahului penjelasan, seperti ketika Furqon dengan tiba-tiba dijebak oleh sindikat pemerasan. Entah bagaimana, tiba-tiba seorang gadis pemeras tahu nomor telepon kamar hotel dia menginap, bahkan saat ia baru tiba dan bagaimana ia ditelanjangi untuk dibuat foto pornonya agar bisa diperas tanpa dijelaskan prosesnya.

Pesan-pesan moral yang disampaikan juga terkesan menggurui, yang membuat penonton tidak kreatif mengambil kesimpulan dari sebuah peristiwa, yang seharusnya menjadi bagian penting dari sebuah karya seni. Dialog tentang poligami, yang terjadi saat Anna dilamar oleh Furqon dalam acara yang sangat formal, sampai-sampai mengeluarkan sebuah kitab rujukan bak sidang bahtsul masail tampaknya tak akan terjadi dalam dunia realitas.

Demikian pula, dialog antara Anna, dengan ayah ibunya tentang masalah pernikahan, sesuatu tema yang sangat serius, dilakukan sambil buka-buka laptop jelas menunjukkan ketidaksopanan dalam adat sopan santun di pesantren.

Para pemain yang merupakan hasil audisi juga terlihat belum sepenuhnya mampu menjiwai karakter dari masing-masing tokoh sehingga tampil dengan kaku, yang membuat penonton merasa tidak nyaman. Terlihat perbedaan nyata kualitas mereka dengan para pemain senior seperti Didi Petet dan Dedi Mizwar, Slamet Rahardjo, El Manik, dan Ninik L. Karim

Namun demikian, film ini menunjukkan sikap demokratis dari orang tua Anna dalam menentukan jodoh bagi anaknya dengan tidak memaksakan salah satu calon.

Keindahan Aleksandria yang merupakan kota turis di Mesir dengan pantai-pantainya serta masjid-masjid dan gedung bersejarah, ditambah piramida dan sungai nil cukup memanjakan penonton. Suguhan tari saman dan budaya pernikahan ala Aceh menjadi pendukung promosi kebudayaan dalam negeri Indonesia. (mkf)Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Olahraga, Makam VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

KH Tamamuddin Mundji Mustasyar PCNU Rembang Tutup Usia

Rembang, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Kabar duka sedang menyelimuti warga NU di Kabupaten Rembang, Jawa Tengah. Pasalnya pada Rabu, (29/3) siang Mustasyar PCNU Rembang sekaligus Pengasuh Pesantren Raudlatul Falah Rembang, KH Ahmad Tamamuddin Mundji (90) tutup usia.

Menurut keterangan salah seorang santri Kiai Tamam, Fahruri menjelaskan, pada Selasa malam, usai mengaji, Kiai Taman merasakan sesak nafas hingga dia harus dibawa ke Rumah Sakit Islam (RSI) Arafah Rembang.

KH Tamamuddin Mundji Mustasyar PCNU Rembang Tutup Usia (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Tamamuddin Mundji Mustasyar PCNU Rembang Tutup Usia (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Tamamuddin Mundji Mustasyar PCNU Rembang Tutup Usia

Ia menambahkan, Kiai Tamam yang merupakan murid sekaligus teman KH Sahal Mahfudz dikabarkan menghembuskan nafas terkahir setelah menjalani perawatan kurang lebih selama sepuluh jam di RSI Arafah. 

"Bakda Maghrib setelah ngajar ngaji, Kiai Tamam dilarikan di rumah sakit," jelas Fahruri. Kiai Tamam tercatat pernah didaulat meletakkan batu pertama pembangunan Pesantren Muhibbul Musthofa Rembang asuhan KH Ahmad Kurdi.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

(Baca: Peletakkan Batu Pertama Pendirian Pesantren Muhibbul Musthofa Rembang)

Menurut keterangan masyarakat sekitar, Kiai Tamam sudah lama menderita keluhan sesak nafas. Namun, semangat mengajar para santri tetap membuncah di dada Kiai Tamam.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Kiai Tamam merupakan tokoh pendiri Pondok Pesantren Raudlatul Falah Desa Sidorejo, Kecamatan Pamotan, Rembang. 

Dua hari sebelum meninggal, Kiai Tamam masih aktif menjadi imam shalat subuh di masjid desa setempat. Kiai sepuh Rembang itu wafat pada usia 90 tahun. 

Menurut rencana, pemakaman akan dilakukan, Rabu (29/3) malam. Sebelumnya, Kiai Tamam memang pernah berpesan untuk langsung dimakamkan saja jika meninggal dunia. Jenazah Kiai Tamam akan dimakamkan di komplek makam keluarga. (Ahmad Asmui/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Olahraga, Budaya, Meme Islam VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Senin, 30 Oktober 2017

Berkomunikasi Menggunakan Simbol dalam Islam

Oleh Hagie Wana



Salah satu hal yang tidak bisa dilepaskan dari proses berkomunikasi adalah kebutuhan akan simbolisasi atau penggunaan lambang. Simbol atau lambang adalah sesuatu yang digunakan untuk menunjuk sesuatu lainnya, berdasarkan kesepakatan sekelompok orang. Simbol tersebut dapat berupa kata-kata (verbal), gerakan tubuh (nonverbal) ataupun objek lainnya yang maknanya disepakati bersama seperti contohnya memasang bendera kuning adalah tanda berduka bagi sebagian masyarakat di Pulau Jawa. Simbol atau lambang tersebut sangat variatif dan bergantung pada kebudayaan yang berlaku di sebuah tempat.

Berkomunikasi Menggunakan Simbol dalam Islam (Sumber Gambar : Nu Online)
Berkomunikasi Menggunakan Simbol dalam Islam (Sumber Gambar : Nu Online)

Berkomunikasi Menggunakan Simbol dalam Islam

Dalam dunia Islam, penggunaan simbol sebagai media berkomunikasi bukanlah hal yang asing. Namun minimnya pengetahuan dan kekakuan dalam menginterpretasikan nash/dalil, tak jarang banyak pihak yang menolak keberadaan simbol-simbol dalam proses kehidupan beragama. Yang kemudian mengategorikan simbol-simbol dalam kehidupan beragama itu ke dalam takhayul, bid’ah, khurafat atau bahkan tak tanggung-tanggung, yaitu musyrik.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Sebagai contoh, suatu ketika saat Rasulullah SAW melaksanakan shalat Istisqa, Rasul memutar posisi sorbannya sebagai bentuk doa bir rumuz, yakni berdoa dengan menggunakan isyarat atau simbol. Berdoa dengan simbol pun sering dilakukan oleh umat Islam di Nusantara. Contohnya sebagian kelompok masyarakat Sunda ketika akan pindah/menempati rumah baru, hal yang pertama dipindahkan adalah pabeasan (tempat menyimpan beras) terlebih dahulu sebelum barang yang lain. Ini adalah bentuk doa agar kelak saat mendiami rumah tersebut akan tercukupi kebutuhan pangannya.

Tidak hanya dalam doa, penggunaan simbol juga biasa dilakukan dalam proses pendidikan. Sebagaimana dilakukan oleh khalifah Umar bin Abdul Aziz, ketika beliau mendapat aduan dari Yahudi yang merasa dizalimi oleh salah satu gubernurnya di wilayah pemerintahnnya kala itu, Umar bin Abdul Aziz mengambil sebuah tulang unta, kemudian membuat goresan lurus pada tulang tersebut dengan pedang, lalu beliau memerintahkan Yahudi itu untuk membawa tulang tersebut pada gubernurnya. Ketika tulang dibawakan ke hadapan gubernur, tiba-tiba sang gubernur bergetar dan bercucuran keringat. Si Yahudi pun terheran-heran. Saat ditanyakan, sang gubernur menjawab “Ini adalah pesan dari khalifah Umar agar aku berbuat adil (lurus) sebagaimana lurusnya garis pada tulang ini. Kalau aku tak sanggup, maka pedanglah yang akan meluruskan perbuatanku”. Sang gubernur itu lalu meminta maaf atas kekhilafannya. Menyaksikan kejadian ini, Yahudi itu tertunduk kagum pada dua orang yang ditemuinya itu, lalu dengan mantap ia mengucapkan dua kalimat syahadat. Proses komunikasi dengan simbol tersebut, telah berperan mengantarkan Yahudi tadi memeluk agama Islam.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Jadi, proses pengunaan simbol yang kerap dilakukan oleh leluhur kita sebagai media bekomunikasi apa pun itu konteksnya, entah sebagai doa, nasihat, atau proses pendidikan, bukanlah hal yang bertabrakan dengan aqidah. Sebagaimana telah dilakukan dari zaman Rasul, Sahabat, dan generasi-generasi berikutnya hingga sampai pada kita sekarang. Ada banyak pesan moral yang terkandung dalam simbolisasi tersebut. Orang tua kita telah sedemikian sempurna dalam menyampaikan sebuah pesan melalui media simbol yang terkadang lebih efektif dan efisien dibanding dengan beretorika belaka. Masalahnya kita tidak memiliki kemauan dan kemampuan untuk mencari makna dari pesan yang terkandung di balik simbol-simbol tersebut, lalu terjebak pemahaman yang cenderung normatif daripada substanstif dalam menginterpretasikan dalil, menyebabkan kekeliruan memahami konsep musyrik yang sebenaranya.

Lalu seiring perubahan zaman, masih efektifkah proses penyampaian pesan menggunakan simbol-simbol? Atau mampukah kita membuat model komunikasi dengan penggunaan simbol sebagaimana yang telah dilakukan orang-orang terdahulu kita?

Penulis adalah Mahasiswa Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN SGD Bandung



Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Tegal, Olahraga VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Selasa, 17 Oktober 2017

Rutin, PAC IPNU-IPPNU Baureno Galang Aksi Donor Darah

Bojonegoro, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Pimpinan Anak Cabang (PAC) IPNU-IPPNU Baureno Bojonegoro mengadakan kegiatan donor darah di kantor MWCNU kecamatan Baureno, Ahad (13/1). Kegiatan rutin ini didukung oleh Palang Mereh Indonesia (PMI) Cabang Bojonegoro.

Donor darah umum ini dimulai pada pukul 07.00 –12.00 WIB diikuti oleh pengurus, anggota, alumni dan juga masyarakat kecamatan Baureno.

Rutin, PAC IPNU-IPPNU Baureno Galang Aksi Donor Darah (Sumber Gambar : Nu Online)
Rutin, PAC IPNU-IPPNU Baureno Galang Aksi Donor Darah (Sumber Gambar : Nu Online)

Rutin, PAC IPNU-IPPNU Baureno Galang Aksi Donor Darah

Masyarakat mengikuti tahap demi tahap untuk lolos sebagai pendonor. Meski demikian, banyak juga yang tidak bisa mendonorkan darah mereka karena terkendala tensi yang terlalu tinggi atau terlalu rendah.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Ali, staf unit transfusi darah PMI Bojonegoro dalam kesempatan itu mengatakan, donor darah sangat dianjurkan dilakukan untuk menjaga kebugaran tubuh dan meremajakan darah.

Ketua PAC IPNU Baureno Yajma’uddin mengatakan, donor darah ini merupakan kegiatan rutinan yang di adakan tiap  3 bulan sekali. Selain sebagai kegiatan sosial kegiatan ini juga sebagai ajang temu dengan alumni IPNU Baureno.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

“Saat ini sedang musim penghujan. Banyak sekali penyakit yang membutuhkan bantuan darah. Harapan kami kegiatan ini agar tetap eksis  sehingga dapat menumbuhkan jiwa sosial serta solidaritas yang tinggi bagi masyarakat,” katanya.

“Semoga solidaritas masyarakat semakin meluas di wilayah Baureno serta pendonor yang bisa bergabung lebih banyak lagi,” tambahnya.  

Redaktur: A. Khoirul Anam

Sumber   : PAC IPNU Baureno

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Olahraga, RMI NU, Santri VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Selasa, 29 Agustus 2017

Sekum Muhammadiyah Nilai Kiai Hasyim Pribadi yang Santun

Jakarta, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Sektetaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Abdul Muti mengenal pribadi KH Hasyim Muzadi yang baru saja tutup usia sebagai sosok yang santun.

"KH Hasyim adalah sosok ulama, pemimpin Muslim dan tokoh bangsa yang sangat alim, santun, teguh pendirian, moderat dan bersahaja. Secara pribadi saya sangat kehilangan," kata Muti saat dihubungi dari Jakarta, Kamis.

Sekum Muhammadiyah Nilai Kiai Hasyim Pribadi yang Santun (Sumber Gambar : Nu Online)
Sekum Muhammadiyah Nilai Kiai Hasyim Pribadi yang Santun (Sumber Gambar : Nu Online)

Sekum Muhammadiyah Nilai Kiai Hasyim Pribadi yang Santun

Dia mengatakan Hasyim juga seorang yang akrab tanpa melihat selisih usia. Banyak hal yang bisa dicontoh dari kebaikan sosok Hasyim yang pernah menjadi Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama tersebut.

"Secara pribadi saya dekat dengan beliau. Walaupun usianya sangat jauh di atas saya, tapi beliau sangat akrab dan dalam berkomunikasi dan berinteraksi seperti tidak ada perbedaan usia," kata dia.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Muti mengatakan dirinya kerap berada dalam satu forum dengan KH Hasyim. Dia mengaku banyak belajar dari sosok Hasyim yang santun dan memiliki kepribadian yang baik.

Dalam beragama, kata dia, KH Hasyim adalah sosok yang moderat, terbuka dan teguh pendirian. Kecintaan dan pembelaannya terhadap Islam sangat tinggi.

Hasyim yang merupakan anggota Dewan Pertimbangan Presiden, kata dia, tetap mampu membangun hubungan baik dengan pihak yang berbeda pendapat dan keyakinan.

Menurut dia, KH Hasyim tidak segan menyatakan pendapat yang sesuai dengan prinsip Islam. Bagi almarhum, perbedaan bukan penghalang untuk membangun persahabatan.

"Selamat jalan Kiai Hasyim. Semoga Allah menempatkannya di surga. Semoga lahir generasi yang melanjutkan perjuangannya," kata dia. (Antara/Mukafi Niam)

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Anti Hoax, Nahdlatul, Olahraga VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock