Tampilkan postingan dengan label Kajian Islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kajian Islam. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 24 Februari 2018

GP Ansor Kampar Gelar PKD di Tengah Darurat Asap

Jakarta, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Meski dalam situasi darurat asap dan jarak pandang hanya 100 meter, GP Ansor Kampar tetap melaksanakan Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD) ke-2 di desa Mukti Sari kecamatan Tapung kabupaten Kampar, Sabtu (26-27/9). Peserta yang berjumlah 101 orang terlihat tetap antusias mengikuti rangkaian materi.

GP Ansor Kampar Gelar PKD di Tengah Darurat Asap (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Kampar Gelar PKD di Tengah Darurat Asap (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Kampar Gelar PKD di Tengah Darurat Asap

Sebagai antisipasi gangguan kesehatan akibat asap, panitia menyediakan masker kendati sebagian dari mereka memilih tidak memakainya.

Instruktur PKD GP Ansor Purwaji mengatakan bahwa Ansor adalah kawah candradimuka bagi kader-kader Ansor yang nantinya disiapkan menjadi penerus kepemimpinan NU di masa datang. “Karena itu kader Ansor dituntut kreatif, aktif, disiplin, efisien, dan rasional.”

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Ia juga menegaskan bahwa NU adalah organisasi warisan Wali Songo dan pendirinya juga adalah para wali demi menjaga ajaran Ahlusunnah wal Jamaah di Nusantara. Karena itu mengurus NU melalui GP Ansor insya Allah akan mendatangkan berkah dalam kehidupan.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

"Agar benar-benar berkah, kita harus biasa mau berkorban untuk Ansor dan NU. Jangan khawatir tidak makan karena ngurusi NU, sebab ini organisasi benar-benar warisan para wali," kata Purwaji yang pernah mengikuti TOT Instruktur Nasional GP Ansor angkatan pertama itu.

PKD ke-2 ini terselenggara berkat usaha pengurus PAC GP Ansor Tapung, Wahid Arbain, dan iuran jamaah. Hebatnya, selama dua hari jumlah nasi bungkus sumbangan ibu-ibu Muslimat NU selalu berlebih.

“Gotong royong semacam itu adalah kekuatan NU sejak dulu,” kata Purwaji. (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Kajian Islam, Ahlussunnah, Khutbah VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Kamis, 08 Februari 2018

PMII UINSA Gelar Istigotsah Kubro Doakan Muktamar NU Berjalan Lancar

Surabaya, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Rayon Dakwah Komisariat Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya menggelar istighotsah kubro dan dzikir bersama. Acara ini bertujuan mendoakan agar Muktamar Ke-33 Nahdlatul Ulama (NU)? di Jombang berjalan lancar hingga akhir.

PMII UINSA Gelar Istigotsah Kubro Doakan Muktamar NU Berjalan Lancar (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII UINSA Gelar Istigotsah Kubro Doakan Muktamar NU Berjalan Lancar (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII UINSA Gelar Istigotsah Kubro Doakan Muktamar NU Berjalan Lancar

Ketua PMII Rayon Dakwah UINSA Hoiron Kasir mengatakan, PMII dan NU tidak dapat dipungkiri memiliki keterkaitan secara historis, ideologis, nilai, asas, dan tujuan organisasi. Untuk itu, situasi kondusif dan suksesnya muktamar NU juga menjadi harapan besar keluarga besar PMII seluruh Indonesia.

“PMII dan NU memang sangat dekat relasinya meskipun tidak berkaitan secara struktural. Kami senantiasa berdoa kepada Allah agar para kiai dan muktamirin diberi petunjuk hingga menghasilkan keputusan bernilai maslahat bagi seluruh umat sekaligus menunjuk Ketua Umum PBNU baru yang amanah,” katanya usai acara istigotsah di Masjid Ulul Albab UINSA, Selasa (4/8) malam.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Muktamar NU, menurutnya, tidak hanya membahas terkait mekanisme pemilihan pemimpin. Lebih dari itu, sejumlah hal yang tidak kalah penting untuk dikaji adalah soal penyelenggaraan pilkada yang murah dan berkualitas, sumber daya alam untuk kesejahteraan rakyat, memperpendek masa tunggu calon jamaah haji dan pengelolaan keuangan haji, perlindungan TKI dan pencatatan nikah bagi mereka yang beragama Islam, perbaikan pengelolaan BPJS ketanagakerjaan dan kesehatan.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

“Masyarakat Indonesia kini menunggu keputusan dan rekomendasi yang dihasilkan muktamar NU. Apalagi persoalan bangsa sudah sangat kompleks dan perlu diselesaikan secara bersama-sama,” tandasnya.

Pada acara istigotsah yang dimulai pukul 19.30 WIB itu, sekitar 200 jamaah terdiri dari mahasiswa, dosen, dan masyarakat terlihat sangat khusyuk dan khidmat berdzikir dipandu oleh KH Suis Qoim Abdullah. Beberapa jamaah bahkan tak kuat menahan haru hingga meneteskan air mata. (Lukman Hakim El Baqeer/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth IMNU, Kajian Islam VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Sabtu, 03 Februari 2018

Wisata Muslim, Cara Warga Hungaria Atasi Islamofobia

Budapest, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Di tengah ketatnya kampanye anti-imigran oleh pemerintah Hungaria, warga setempat melakukan tur berjalan kaki, mengunjungi komunitas-komunitas Muslim dan masjid, untuk mengenal lebih dekat tentang Islam. Ini juga menjadi salah satu cara mengatasi problem islamofobia di sana.

Kegiatan tersebut kini populer di Budapest, ibu kota Hungaria. Setamuhely (Budapest Walkshop), penyelenggara wisata ini, memandu peserta ke 30 destinasi berbeda, berkeliling di situs-situs budaya serta arsitektur kota milik komunitas Yahudi dan Muslim.

Wisata Muslim, Cara Warga Hungaria Atasi Islamofobia (Sumber Gambar : Nu Online)
Wisata Muslim, Cara Warga Hungaria Atasi Islamofobia (Sumber Gambar : Nu Online)

Wisata Muslim, Cara Warga Hungaria Atasi Islamofobia

Anna Lenard, pengelola bisnis ini, menyebut wisata "Muslim yang tinggal di tengah kita" itu sebagai paling populer belakangan ini. Padahal, wisata Muslim serupa sudah ada sejak tiga tahun lalu tapi dengan peminat yang sangat sedikit.

"Kebanyakan orang belum pernah bertemu dengan seorang Muslim dalam kehidupan mereka," katanya, seperti dilansir Reuters, Selasa (7/11).

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Menurutnya, kondisi ini, bersamaan dengan berita setiap hari di media, menyebabkan banyak ketegangan dalam kehidupan sehari-hari. "Saya pikir inilah alasan utama mengapa orang datang sekarang," katanya.

Anna menambahkan, sebagian besar peserta perjalanan ini bergelar sarjana dan dua pertiga adalah adalah perempuan.

Jumlah Muslim Hungaria diperkirakan mencapai sekitar 40.000 jiwa, tumbuh bersama krisis migrasi tahun 2015, meskipun kebanyakan dari mereka datang lebih awal untuk belajar di universitas-universitas Hungaria. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Kajian Islam VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Selasa, 30 Januari 2018

Pesantren Mazroatul Ulum Gelar Haul Pendiri

Cianjur, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Pondok Pesantren Mazroatul Ulum, Citiis, Pagelaran, Kabupaten Cianjur memperingati haul pendiri pesantren, KH Asyari yang ke-41 dan KH Saefullah ke-15 pada Selasa (15/9) atau 1 Dzulhijah 1436 H.

Pesantren Mazroatul Ulum Gelar Haul Pendiri (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren Mazroatul Ulum Gelar Haul Pendiri (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren Mazroatul Ulum Gelar Haul Pendiri

Menurut Pesantren Mazroatul Ulum KHAsep Ismail tiga hari sebelum haul digelar, para santri membaca Al-Quran siang-malam di makam keluarga. Mereka dibagi ke dalam beberapa regu. Setiap regu terdiri dari 40 orang dengan jatah 2 jam.

Acara yang dihadiri oleh bupati Cianjur, H. Cecep Mochtar Sholeh dan sekitar 5000+ jemaah terdiri dari santri, alumni, dan masyarakat.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Pesantren didirikan pada tahun 1918 KH Asary. Setelah dia wafat, dilanjutkan putra bungsunya, KH Saepullah yang wafat pada tahun 2000. Kemudian kini dilanjutkan KH Asep Ismail.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Memasuki usia ke-97, pesantren tersebut memiliki 500 santri putra/putri dengan fasilitas lembaga formal MI (Madrasah Ibtidaiyah) dan MTs (Madrasah Tsanawiyah). (Ali Roswan Fauzi/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Kajian, Kajian Islam, Quote VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Minggu, 21 Januari 2018

Pagar Nusa Pimpin "Senam Jurus" Tiap Pagi

Jombang, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Pencak Silat Nahdlatul Ulama Pagar Nusa berpartisipasi dalam agenda akbar Perkemahan Wirakarya Ma’arif Nasional (Perwimanas) di Jombang yang digelar sejak sepekan yang lalu. Selain membantu pengamanan, terutama untuk para tamu VIP, Pagar Nusa menjadi instruktur kegiatan senam setiap pagi.

Pagar Nusa Pimpin Senam Jurus Tiap Pagi (Sumber Gambar : Nu Online)
Pagar Nusa Pimpin Senam Jurus Tiap Pagi (Sumber Gambar : Nu Online)

Pagar Nusa Pimpin "Senam Jurus" Tiap Pagi

Senam dipimpin langsung oleh Pasukan Inti (Pasti) Pagar Nusa, yang memakai gerakan jurus yang di lingkungan Pagar Nusa dikenal dengan istilah jurus 2A. Senam jurus ini berlangsung selama satu jam, mulai pukul 06.00-07.00 WIB sejak hari pertama.

“Alhamdulillah semua lancar. Para peserta antusias dan bisa menirukan gerakan-gerakan senam jurus Pagar Nusa,” kata Malik SPd., Komandan Pasti Pagar Nusa dihubungi VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth di Jombang, Sabtu (29/6).

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Bahkan sebagian siswa yang mengikuti Perwimanas, terutama yang berasal dari luar Jawa meminta diadakan kegiatan ekstrakurikuler pencak silat Pagar Nusa.

“Banyak dari luar Jawa yang ingin berlatih, kalau di Jawa Timur sendiri hampir di setiap sekolah ada. Ada dari Lampung dan Maluku Utara ingin berlatih Pagar Nusa, kami katakan silakan berhubungan dengan PW Pagar Nusa di daerah masing-masing,” kata Malik.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Hingga hari terakhir pelaksanaan Perwimanas kali ini tercatat masih ada sekitar 2.830 peserta yang mengikuti berbagai rangkaian kegiatan yang diselenggarakan LP Ma’arif. Pagi hari, selain berolahraga, sekitar setengah dari jumlah peserta diajak untuk melakukan kegiatan ziarah dan berdoa untuk para ulama.

Penulis: A. Khoirul Anam

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Tegal, Kajian Islam VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Kamis, 18 Januari 2018

Kapolda Lampung Rogoh Kocek Pribadi Demi Liga Santri

Bandar Lampung, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth - Kapolda Lampung Brigjend (Pol) Ike Edwin menyambut baik kegiatan Liga Santri Nusantara. Pada pembukaan kegiatan, Senin (19/9), Ike yang juga Perdana Menteri Kepaksian Skala Brak, Lampung Barat berkenan melakukan tendangan pertama.

Di pengujung acara, Ike secara pribadi menjanjikan hadiah tambahan berupa uang pembinaan, juara pertama Rp5 juta, juara kedua Rp4 juta, dan juara ketiga Rp3 juta.

Kapolda Lampung Rogoh Kocek Pribadi Demi Liga Santri (Sumber Gambar : Nu Online)
Kapolda Lampung Rogoh Kocek Pribadi Demi Liga Santri (Sumber Gambar : Nu Online)

Kapolda Lampung Rogoh Kocek Pribadi Demi Liga Santri

"Ia mengapresiasi kegiatan tersebut dengan memberikan hadiah itu, bahkan diserahkan kontan kepada panitia," ujar Ketua Hipsi Lampung H Karim di Stadion Utama Pahoman Bandar Lampung, Kamis (22/9).

Sementara Pesantren Daarul Ulum Tanggamus melawan Pesantren Riyadhatul Ulum, Lampung Timur di babak final. Tanggamus unggul 1-0 atas Lampung Timur.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Babak pertama pertandingan berjalan seimbang. Di babak kedua, menit ke-15 tim Tanggamus melalui penyerang Habib Fauzi Rahman mencetak gol perdana yang disambut gempita suporter dengan tabuhan rancak genderang dan teriakan senang.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

"Kami berlatih selama empat bulan sebelum kegiatan," ujar Rudi Hartono, pelatih kesebelasan Lampung Timur. (Gatot Arifianto/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Halaqoh, Kajian Islam, Internasional VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Jumat, 29 Desember 2017

Kader NU Harus Melek Teknologi untuk Dakwah Aswaja

Jepara, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Kader muda NU baik yang bernaung di IPNU-IPPNU, PMII maupun GP Ansor dituntut untuk turut menjaga eksistensi NU di lembaga pendidikan dan di tengah masyarakat. Pergerakan kader NU saat ini harus sesuai dengan konteks modernisasi dengan mampu menggunakan Teknologi untuk dakwah Aswaja NU.

Demikian diuraikan Muhammadun Sanomae, aktivis muda NU Jepara saat menjadi pembicara dalam Halaqah Pra Konfercab PCNU Jepara putaran kedua yang dilaksanakan di Rektorat lantai 3 Kampus Unisnu Jepara, Ahad (13/9) lalu.

Kader NU Harus Melek Teknologi untuk Dakwah Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)
Kader NU Harus Melek Teknologi untuk Dakwah Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)

Kader NU Harus Melek Teknologi untuk Dakwah Aswaja

“Dengan melek teknologi, kader NU juga bisa menularkan kemampuannya kepada para kiai, sehingga dakwah Aswaja semakin kuat,” jelas Muhammadun yang juga Kepala Biro Suara Muria (Suara Merdeka).

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Misalnya dalam mengelola website, kader NU dituntut untuk meng-update, sedang para kiai menjadi narasumbernya. Konten-konten yang sudah dibuat, imbuh lelaki asal Pati ini, kemudian disebarkan agar penerus NU tidak terpengaruh oleh situs-situs radikal.?

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Yang patut diapresiasi yaitu dua kader muda NU asal Jepara, Syafiq Hasyim dan Akhmad Sahal yang berperan dalam dakwah NU di media sosial. Tidak hanya bergerak melalui teknologi, kader muda NU harus melakukan gerakan nyata.?

Kegiatan yang diinisasi PC Lakpesdam NU dengan menggandeng PCNU dan Unisnu Jepara ini juga menghadirkan KH Ubaidillah Nur Umar (Wakil Rais Syuriah PCNU Jepara) dan H Fathurrofiq (Direktur Bank Nusumma). (Syaiful Mustaqim/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Pesantren, AlaNu, Kajian Islam VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Sabtu, 23 Desember 2017

Ini Berbagai Layanan Kesehatan di Baksos LKNU Banyuwangi

Songgon, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Baksos Kesehatan PC LKNU Banyuwangi memasuki pelaksanaan di titik keempat dari lima titik kegiatan yang direncanakan. Dalam kegiatan yang dilaksanakan, Ahad (8/3) berlangsung di Tempat Penimbunan Kayu Perhutani, Songgon, Banyuwangi, Jawa Timur ini, LKNU Banyuwangi melakukan berbagai macam layanan kesehatan.

Ini Berbagai Layanan Kesehatan di Baksos LKNU Banyuwangi (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Berbagai Layanan Kesehatan di Baksos LKNU Banyuwangi (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Berbagai Layanan Kesehatan di Baksos LKNU Banyuwangi

“Kesehatan bagi ibu hamil dan angka kematian ibu melahirkan harus menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam pentingnya pemeriksaan kesehatan, untuk itu selain pengobatan gratis, baksos kesehatan di Songgon juga menitikberatkan pada Penyuluhan Kesehatan Ibu Hamil, Penyuluhan Kesehatan Reproduksi dan Pola Hidup Sehat,” ujar Ketua Panitia Baksos dr H Mufti Anam, Dipl.Cibtac.

Selain pengobatan gratis, imbuhnya, dalam kegiatan tersebut juga dilakukan pemeriksaan gigi, penyuluhan kesehatan reproduksi wanita, penyuluhan pola hidup sehat, penyuluhan HIV/AIDS, khitanan, donor darah, santunan anak yatim, dan pembarentasan sarang nyamuk.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Sementara itu, Ketua PCNU Banyuwangi Drs H Masykur Ali memberikan perhatian yang serius dalam kegiatan ini, disamping telah memberikan manfaat yang nyata bagi warga masyarakat yang kurang mampu, kegiatan ini juga telah memberikan dampak yang luar biasa bagi pembangunan dan perkembangan jami’yah NU di Kabupaten Banyuwangi. 

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

“Partisipasi masyarakat penting, tidak hanya dalam sebuah kegiatan namun juga kesadaran dalam kehidupan masyarakat di lingkungan masing-masing,” ujar Kiai Masykur bangga.

Bupati Banyuwangi H Abdullah Azwar Anas, M.Si berharap, kegiatan semacam ini menjadi agenda rutin PCNU Banyuwangi dengan menghimpun partisipasi masyarakat untuk bersama-sama bersinergi menyelesaikan persoalan-persoalan yang ada di Banyuwangi. 

“Kami berharap kerjasama antar ulama dan umaro serta tenaga kesehatan dapat ditingkatkan untuk memecahkan persoalan-persoalan kesehatan di Kabupaten Banyuwangi,” harapnya.

Selain itu, KH Salahuddin Wahid yang juga berkenan hadir mengaku bangga atas kegiatan yang dilakukan oleh PC LKNU Banyuwangi ini. Mengingat hiruk pikuk politik yang sudah mulai memanas menjelang pemilihan kepala daerah secara serentak di tahun 2015 ini, PCNU Banyuwangi justru tidak larut dalam dinamika politik yang terjadi. 

“Di tengah situasi politik, PCNU justru menjawabnya dengan kegiatan Bakti Sosial Kesehatan yang secara nyata dirasakan langsung manfaatnya oleh warga nahdliyin,” ujar Pengasuh Ponpes Tebuireng Jombang tersebut. (Fandi Ahmad/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Kajian Islam VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Rabu, 22 November 2017

Sindir Penanganan Asap, PMII Ongkosi Presiden Tiket ke Riau

Tangerang, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth . Desakan agar Presiden Jokowi segera datang dan memimpin langsung operasi pengendalian darurat asap di Riau dikonkretkan oleh Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Tangerang Raya. Kamis (8/10) siang, sejumlah pengurus PMII dan aktivis mahasiswa melakukan penggalangan dana untuk membeli tiket penerbangan menuju bagi Presiden Jokowi.

"Aksi ini sebagai simbolisasi kritik agar Presiden segera datang ke Riau. Jangan cuma blusukan ke pasar dan bagi-bagi buku serta sepeda. Tapi, ketika rakyat Riau terkena bencana asap, Presiden Jokowi juga harus mau blusukan. Esensi Nawacita yakni pemerintahan yang hadir dalam problematika masyarakat," kata Ketua Umum PMII Tangerang Steven Idrus Maulana, Rabu.

Sindir Penanganan Asap, PMII Ongkosi Presiden Tiket ke Riau (Sumber Gambar : Nu Online)
Sindir Penanganan Asap, PMII Ongkosi Presiden Tiket ke Riau (Sumber Gambar : Nu Online)

Sindir Penanganan Asap, PMII Ongkosi Presiden Tiket ke Riau

Steven menjelaskan, uang yang berhasil dikumpulkan dalam aksi yang digelar di bundaran Adipura Kota Tangerang tersebut, akan dibelikan tiket untuk Presiden Jokowi. Tiket akan dikirim melalui Kantor Pos Cabang Tangerang di Jalan Cimone.

"Tadi kami sudah booking dan bayar separuh dulu. Sisanya nanti kami bayar dari hasil penggalangan dana ini," kata steven.

Aflahul Mumtaz, Menteri Luar Negeri BEM PTNU Nusantara, selaku koordinator aksi menegaskan, kedatangan Presiden Jokowi ke Riau dipandang penting untuk meyakinkan rakyat Riau, bahwa operasi darurat asap dijalankan secara konsisten. Soalnya, hingga saat ini, PMII menilai operasi darurat asap hanya dilakukan dengan pendekatan pemadaman api dan asap. Penyediaan posko kesehatan cenderung hanya asal jadi, tanpa dilengkapi peralatan medis yang memadai dan obat-obatan yang layak konsumsi.

"Kami belum melihat operasi darurat asap ini dalam pendekatan recovery dan perlindungan sosial dan kesehatan masyarakat serta ekologi. Padahal, sesungguhnya recovery atau pemulihan sosial, ekonomi dan sektor lainnya amat dibutuhkan. Jutaan warga Riau telah terpapar asap beracun, tapi tidak ada action dari pemerintah. Penerbangan lumpuh, pendidikan juga lumpuh," tegas Aflah

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Riki Tores selaku Sekum PMII Tangerang ini juga meminta keseriusan pemerintah pusat dan daerah untuk benar-benar membasmi kelompok maupun perorangan yang senang membakar lahan tiap tahunnya. PMII memberi apresiasi adanya penangkapan petinggi perusahaan yang ditersangkakan menjadi pelaku pembakaran lahan dan hutan korporasi. Presiden memiliki kewenangan untuk menginstruksikan jajaran penegak hukum untuk bekerja cepat dan tepat tanpa pandang bulu. “Korporasi besar yang terbukti lahannya terbakar harus ditindak. Boleh saja mereka mengelak mengaku tidak membakar, tapi kelalaian mereka menjaga lahan konsesi adalah merupakan pelanggaran hukum," kata Riki Tores.

Riki juga menyindir korporasi besar, baik yang merupakan korporasi penanaman modal asing yang tak mampu menjaga lahan konsesi mereka di Riau yang dipakai untuk perkebunan kelapa sawit. Menurutnya, tanggung jawab korporasi tidak sekadar mencari keuntungan semata, dengan dalih membuka lapangan pekerjaan.

"Tapi, korporasi harus memastikan operasi mereka tidak menimbulkan gejolak ekologi yang membunuh jutaan rakyat Riau. Pak Presiden harus melakukan tindakan keras, karena jajaran penguasa di Riau dinilai tak berkutik menghadapi korporasi tersebut," tegas Riki Tores. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Kajian Islam, Kyai VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Jumat, 17 November 2017

Gerakan Ekstrem Mulai Tampak, PCNU Tasikmalaya Gelorakan Tradisi Aswaja

Tasikmalaya,? VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Pada era banjirnya informasi yang masuk dan gerakan radikal yang mulai kelihatan, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Tasikmalaya memberikan perhatian khusus untuk menjaga tradisi agar masyarakat memiliki pegangan. PCNU Tasikmalaya berupaya untuk menyemarakkan tradisi Aswaja dengan melibatkan pemuda dan remaja setempat.

Gerakan Ekstrem Mulai Tampak, PCNU Tasikmalaya Gelorakan Tradisi Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)
Gerakan Ekstrem Mulai Tampak, PCNU Tasikmalaya Gelorakan Tradisi Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)

Gerakan Ekstrem Mulai Tampak, PCNU Tasikmalaya Gelorakan Tradisi Aswaja

Ketua Panitia Konfercab XVI PCNU Kabupaten Tasikmalaya H Tatang Sunarya mengatakan, gerakan-gerakan ormas yang mencoba menyebarkan paham radikalisme mulai masuk di tengah-tengah warga NU. Mereka sedikit-banyak mengubah segala tradisi dan pemikiran warga. Ini membuat pengurus harian NU Tasikmalaya resah.

“Seperti halnya dulu di masjid-masjid kampung itu marhabaan, dibaan, pengajian dan memakmurkan masjid itu gampang dijumpai dan kaum muda menjadi aktornya. Namun susah kita mencari hal-hal seperti itu sekarang,” kata Tatang ketika ditemui VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth di Kantor PCNU Kabupaten Tasikmlaya, Senin (26/12).

Sekretaris PCNU Kabupaten Tasikmalya ini melanjutkan, di era global ini apapun bisa masuk tanpa ada filter seperti isu-isu yang berseliweran di media sosial. Tak sedikit orang koar-koar tak jelas dan termakan isu sehingga membuatnya tak karuan mencaci sana-sini dan membabi buta. Bahkan paham-paham radikal dan sebagainya sangat deras masuk ke tengah masyarakat.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Hal-hal semacam ini terjadi karena tak kuatnya basis keilmuan dan pemahaman terhadap aqidah Ahlussunnah wal Jamaah dengan mantap. Kelemahan inilah yang membuat mereka mudah terbakar emosi.

Karenanya pembinaan-pembinaan itu sangat dibutuhkan. PCNU Tasikmalaya memilih pembinaan itu dalam bentuk syiar terhadap tradisi dan lewat cara yang massif mengikuti cara global sekarang harus dilakukan.

Konfercab yang akan dilaksanakan di Pesantren Cipasung, Kamis (29/12) kali ini menitikberatkan pada hal-hal itu. Panitia mengusung tema Menjaga Tradisi dan Memperkokoh Aqidah Aswaja di Tengah Tantangan Global.?

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

“Tema ini menjadi PR besar buat kami. Dalam persidangan nanti kami berharap ditemukan keputusan-keputusan terbaik untuk menjadikan Tasikmalaya sebagai kota santri lahir dan batin,” kata Tatang. (Husni Mubarok/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Pendidikan, Kajian Islam, Tokoh VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Rabu, 08 November 2017

Baca Masyarakat Selepas Baca Al-Quran dan Barzanji

Sukoharjo, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Semaan Al-Qur’an dan baca kitab al-Barzanji rutin digelar PCNU Sukoharjo saban Rabu malam. Kegiatan sudah berlangsung lama tersebut bukan sekadar memepertahankan tradisi, tetapi juga sebagai tempat silaturahim dan media informasi perkembangan kondisi Sukoharjo.?

Menurut Sekretaris PCNU Sukoharjo Lasimin, ada beberapa persoalan masyarakat yang menjadi perhatian jamaah selepas kegiatan rutin tersebut yang kebetulan bertempat di PAUD Al-Khoir, Rabu malam (18/9).?

Baca Masyarakat Selepas Baca Al-Quran dan Barzanji (Sumber Gambar : Nu Online)
Baca Masyarakat Selepas Baca Al-Quran dan Barzanji (Sumber Gambar : Nu Online)

Baca Masyarakat Selepas Baca Al-Quran dan Barzanji

Jamaah, kata dia, prihatin atas peristiwa dirusaknya makam cucu Sri Sultan Hamengku Buwono VI Kyai Ageng Prawiro Poerbo di Pasarean Karang Kabolotan, Semaki, Umbulharjo, Yogyakarta dirusak sekelompok masa bercadar Senin (16/9).?

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

“Kasus ini bisa saja terjadi di wilayah Sukoharjo dan sekitarnya, maka kita pun harus membangun komunikasi, waspada,” pesannya, menyimpulkan obrolan jamaah.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Kedua, tambah dia, masa tahun politik 2014 para jamaah harus cerdas dalam menyikapi proses demokratisasi tahapan Pemilu legislatif maupun Pemilu presiden dan wakil presiden yang akan datang.?

“Ya pengajian kita kerap didatangi para caleg, kita persilakan membaur bersama jamaah. Mungkin juga jamaah kita sendiri yang jadi caleg,” katanya.

Ketiga, persoalan makin mahalnya harga-harga kebutuhan pokok terutama daging. Serta mangkraknya (terbengkalai, red.) pembangunan Pasar Tradisional Kota Sukoharjo. “Jamaah kita ini banyak yang jadi bakul (pedagang pasar), mereka mengeluh mahalnya harga daging,”ungkapnya.

Keluhan jamaah itu, kata Lasimin bagian dari kajian bersama, khususnya pengurus MWC dan PCNU Sukoharjo, untuk melakukan sesuatu bagi masyarakat, apa yang harus di lakukan dan solusi lainnya. Agar NU betul-betul bermanfaat buat masyarakat.

Sekitar pukul 22.30, semaan dan baca al-Barjanzi itu berakhir dan jamaah sayonara. Sedangkan para pengurus masih berdiskusi memberbincangakn persoalan yang mengemuka di masyarakat. (Cecep Choirul Sholeh/Abdullah Alawi) ? ?

?

? ?

? ? ?

? ?

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Kajian Islam VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Rabu, 18 Oktober 2017

PCNU Kabupaten Sukabumi Telusuri Jejak Kiai-kiai NU

Sukabumi, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth



Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Sukabumi menziarahi para kiai yang telah berjasa bagi NU dan Nahdliyin selama hidupnya. Para kiai tersebut, selain menjadi pengurus NU, juga mendidik santri dan masyarakat melalui pondok pesantren dan majelis ta’lim.?

Menurut Wakil Ketua PCNU Kabupaten Sukabumi H. Ridwan Subagya, ziarah bertema "Meneguhkan Ukhuwah Nahdiyyah Mengawal Ukhuwah Islamiyyah Demi Tegaknya Ukhuwah Wathaniyyah” pada Selasa-Rabu (16-17/5) tersebut sebagai uapaya napak tilas menelusuri jejak jasa para kiai untuk dijadikan teladan dalam konsolidasi Nahdlatul Ulama.?

PCNU Kabupaten Sukabumi Telusuri Jejak Kiai-kiai NU (Sumber Gambar : Nu Online)
PCNU Kabupaten Sukabumi Telusuri Jejak Kiai-kiai NU (Sumber Gambar : Nu Online)

PCNU Kabupaten Sukabumi Telusuri Jejak Kiai-kiai NU

“Dalam menyambut bulan suci Ramadhan tahun ini pengurus PCNU berkeliling ke kecamatan-kecamatan untuk membangun sinergitas ulama NU Sukabumi dalam menyikapi permasalahan-permasalahan kemasyarakatan,” katanya sembari mengatakan, dengan kegiatan tersebut, ia berharap membangkitkan kembali militansi ke-NU-an ? dalam menangkal agresivitas radikalisme Islam.?

Menurut dia, menziarahi kiai, PCNU Kabupaten Sukabumi berupaya menelusuri jejak sejarah intelektual ulama perintis NU Sukabumi. Kemudian memperkenalkan kembali jejak perjuangan mereka yang akan dijadikan teladan perjuangan NU kepada pengurus Nahdliyin.?

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

“PCNU akan menindaklanjuti kegiatan tersebut sebagai agenda tahunan,” katanya.?

Rombongan PCNU yang akan berziarah dilepas dan didoakan Rais Syuriah PCNU Kabupaten Sukabumi KH Mahmud Mudrikah Hanafi di kediamannya, di kompleks Pondok Pesantren Siqoyaturrohmah Selabintana.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Ziarah dipimpin Ketua Plt PCNU Kabupaten Sukabumi KH Tatang Rosyadi dengan dikawal Ketua GP Ansor Kabupaten SUkabumi Nurodin bersama anggota Banser.?

Para almarhuumin wal maghfuur lahum? yang diziarahi di antaranya KH Zezen Zaenal Abidin di Pondok Pesantren Azzainiyah, KH Aang Syadzili di Pondok Pesantren Darul Hikam, KH Masthuro, KH Fachrudin Masthuro, Habib Syekh di Pondok Pesantren Al-Masthuriyah, KH Dadun Sanusi di Pondok Pesantren Sunanul Huda Cikaroya, KH Abdullah Sanusi Pondok Pesantren Al-Falah Sukamantri, KH Yusuf Thobari Pondok Pesantren Darul Muta’allimin Cikaret.

Kemudian KH Abdullah Mahfud di Pondok Pesantren Assalafiyah Babakan Tipar, KH Ruslan Rifa’i Pondok Pesantren Cibungur Sagaranten, KH Fudholi Cimanggu, Raden Puspadinata Ciracap, KH Mohammad Nurdin Pondok Pesantren Nurul Islam Pangsor Pelabuan Ratu, Mama Anidzomiyah Rawasidkin Cicurug, Mama Bintang KH Hasan Basri Pondok Pesantren Al-Hasaniyah Cicurug, KH Abdul Basith Pondok Pesantren Al-Amin Cicurug.? (Sofyan Syarif/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Kajian Islam, Lomba, PonPes VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Minggu, 01 Oktober 2017

Lakpesdam NU Gelar Diskusi Publik Terkait Pesantren

Jakarta, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Pengurus Pusat Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) NU akan membuka diskusi publik dengan tajuk ‘Pesantren dan Tantangan Pendidikan Nasional’. Diskusi Publik ini rencananya akan diadakan pada pukul 15.00-18.00, Selasa, 31 Juli 2012 di lantai delapan Gedung PBNU, Jalan Kramat Raya nomor 164, Jakarta Pusat.

Lakpesdam NU Gelar Diskusi Publik Terkait Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
Lakpesdam NU Gelar Diskusi Publik Terkait Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

Lakpesdam NU Gelar Diskusi Publik Terkait Pesantren

Diskusi terbuka ini akan membahas dunia pesantren dan pendidikan nasional di Indonesia. Sejauh mana pengaruh kedua lembaga pendidikan tersebut di tengah masyarakat, akan menjadi ruang dialog. Dari diskusi ini, sejumlah masukan akan muncul sebagai catatan bagi dunia pendidikan nasional saat ini.

Dialog terbuka ini menghadirkan Prof. DR. Nur Syam, Dirjen Pendidikan Islam Depag, Prof. DR. Mansur Ramli, Litbang Depdikbud, Dharmaningtyas, Peneliti Pendidikan, dan Ahmad Baso, Wakil Ketua PP Lakpesdam NU.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Forum terbuka ini akan meninjau lebih dalam dua institusi pendidikan baik pesantren maupun sekolah. Sebagai instistusi pendidikan, keduanya diharapkan bukan hanya sekadar lembaga pendidikan semata, tetapi juga lembaga kebudayaan.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Sebelum diskusi berlanjut, forum ini akan dibuka oleh Yahya Ma‘shum, Ketua PP Lakpesdam NU dan KH. Said Aqil Siroj, Ketua Umum PBNU. Untuk selanjutnya, diskusi berjalan yang dimoderatori oleh Enceng Shobirin Najd, Wasekjen PBNU.

Forum terbuka ini digelar sebagai bentuk kepedulian Lakpesdam NU dalam melihat kondisi kebangsaan kini. Kondisi kebangsaan kini menampakkan gejala-gejala moralalitas yang mengalami dekaden. Dengan mengupas lebih dalam kondisi lembaga pendidikan berikut sistemnya, kondisi kebangsaan dapat diselamatkan ke arah yang lebih baik.

Usai diskusi, Lakpesdam NU yang didirikan pada 7 April 1985 menyuguhkan hidangan buka puasa bersama.

Redaktur: A. Khoirul Anam

Penulis    : Alhafiz Kurniawan

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Kajian Islam, Quote VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Senin, 18 September 2017

10 Ribu Banser Bantu Pengamanan Natal

Surabaya, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Tidak kurang dari sepuluh Banser  Barisan Ansor Serbaguna (Banser ) se-Jawa Timur, ikut berpartisipasi dalam membantu pengamanan natal bagi kaum kristiani, Rabu (25/12) hari ini.

Data yang masuk ke Satkorwil (Satuan Koordinasi Wilayah) Banser Jawa Timur, hingga pukul 24.00 WIB tadi malam, jumlah personil yang terlibat pengamanan sekitar 10 ribu  personil. Mereka menyebar mulai dari Banyuwangi sampai Pacitan. Hampir semua Satkorcab Banser disemua daerah menurunkan anggotanya. Sebagian anggota berpakaian biasa.

10 Ribu Banser Bantu Pengamanan Natal (Sumber Gambar : Nu Online)
10 Ribu Banser Bantu Pengamanan Natal (Sumber Gambar : Nu Online)

10 Ribu Banser Bantu Pengamanan Natal

“Siap ndan. Kita terjunkan 300 personil untuk ikut membantu pengamanan natal. Kondisi aman terkendali ndan,’’ ujar Makmun salah seorang Kepala satkorcab Banser Kabupaten Kediri, saat memberikan laporan.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Hal yang sama dilaporkan oleh Syaiful Anam, Kepala Satkorcab Banser Kota Kediri. Menurutnya, 200 anggota Banser diterjunkan untuk membantu pengamanan natal dan tahun baru. Menurutnya, sehari sebelum hari H. Anggota Banser sudah berbaur dengan petugas kemanan yang lain. “ Lapor ndan. Kita sudah siaga dibeberapa tempat diwilayah Kota Kediri,’’ lapor Syaiful Anam.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Dari wilayah Timur, tepatnya Kabupaten Banyuwangi, melaporkan setidaknya ada 500 personil Banser. Begitu juga Kabupaten Sidoarjao dan Jombang. 

“Kita sifatnya hanya membantu pengamanan. Tidak lebih dari itu,’’ ungkap Mohammad Sukron, Ketua PC Ansor Banyuwangi.

“Komandan. Bojonegoro siagakan 200 Banser dalam pengamanan natal dan tahun baru. Sejak sore kami sudah ada dilapangan,’’ungkap Kepala Satkorcab Bojonegoro.

Kepala Satkorwil Banser Jawa Timur, H Imam Kusnin Ahmad SH, memaparkan,bantuan Banser  dalam pengamanan natal dan tahun baru merupakan kegiatan rutin tahunan. Diminta atau tidak, Banser terus melakukan.

Redaktur: A. Khoirul Anam

Sumber   : Satkorwil Banser Jatim

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Warta, Kajian Islam, Quote VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Rabu, 06 September 2017

Parlemen Inggris Akui Negara Palestina

London, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Sebagian besar anggota parlemen Inggris memilih menyetujui mengakui Palestina sebagai negara pada Senin (13/10), setelah menggelar pemungutan suara simbolis yang sifatnya tidak mengikat dan hasilnya tidak akan mengubah kebijakan negara tersebut.

Mosi untuk mendukung Palestina itu disetujui oleh 274 anggota parlemen dan 12 suara lainnya tidak setuju ? "mengakui negara yang berdampingan dengan Israel sebagai kontribusi untuk mengamankan negosiasi solusi dua negara."

Parlemen Inggris Akui Negara Palestina (Sumber Gambar : Nu Online)
Parlemen Inggris Akui Negara Palestina (Sumber Gambar : Nu Online)

Parlemen Inggris Akui Negara Palestina

Perdebatan di parlemen itu juga disaksikan di seluruh dunia dan memiliki implikasi diplomatik serta memperkuat kampanye pengakuan terhadap Palestina.?

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Mosi tersebut muncul setelah pemerintah Swedia mengumumkan akan mengakui negara Palestina--negara itu akan menjadi anggota Uni Eropa pertama di Eropa Barat yang melakukannya-- meski bisa memancing kemarahan Israel.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Pemerintah Inggris tidak terikat untuk bertindak sesuai dengan keputusan tersebut karena diinisiasi oleh anggota oposisi Partai Buruh.

Pemerintah Inggris menyatakan hasil pemungutan suara simbolis itu hanya akan mengakui negara Palestina pada saat yang tepat.

"Aspirasi rakyat Palestina tidak dapat sepenuhnya diwujudkan sampai ada pendudukan berakhir... dan kami percaya ini hanya akan datang melalui negosiasi," kata Menteri Timur Tengah Tobias Ellwood seperti dikutip kantor berita ? AFP.

"Hanya akhir dari pendudukan yang akan memastikan status kenegaraan Palestina menjadi kenyataan. Inggris akan secara bilateral mengakui Palestina sebagai negara ketika kita menilai bahwa itu yang terbaik untuk membawa perdamaian," katanya.

Perdana Menteri David Cameron dabstain dari pemungutan suara itu bersama dengan anggota lain dari pemerintah yang mendukung solusi dua-negara.

Kurang dari separuh anggota parlemen memberikan suara, tapi itu menarik dukungan lintas partai dan didukung oleh 39 anggota parlemen Konservatif dan 192 anggota parlemen Buruh, termasuk pemimpin partai Ed Miliband.

Anggota parlemen Buruh Jack Straw, yang pernah menjabat sebagai menteri luar negeri dalam pemerintahan Tony Blair, membantah pendapat bahwa pengaruh mosi tersebut kecil.

"Saya yakin reaksi Israel yang melewati batas atas resolusi parlemen ini adalah bukti bahwa resolusi ini akan membuat perbedaan," jelas Straw.

Anggota parlemen dari Partai Buruh Grahame Morris berpendapat pengakuan Palestina sebagai negara bisa memulai kembali perundingan perdamaian yang macet dengan Israel.

"Ini benar-benar jelas bahwa hubungan Israel-Palestina terjebak di jalan buntu, seperti kebijakan luar negeri kita," kata Morris sambil membuka perdebatan.

Morris mengatakan pemungutan suara adalah kesempatan untuk menerjemahkan "pembicaraan tentang solusi dua negara" ke satu tindakan dan berpendapat bahwa Inggris memiliki tanggung jawab moral untuk bertindak karena sejarahnya sebagai penguasa kolonial di wilayah tersebut. (antara/mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Warta, Kajian Islam, Quote VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Senin, 13 Februari 2017

Umat Islam Menapaki Tahun 1429 H

Jakarta, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Rukyatul hilal penentuan awal tahun Hijriyah yang diadakan oleh Lajnah Falakiyah Nahdlatul Ulama (LFNU) di? beberapa titik rukyat di Indonesia pada Selasa (8/1) petang kemarin tidak berhasil melihat hilal (bulan sabit).

Dengan demikian berdasarkan ketentuan dalam sistem penanggalan Hijriyah, bulan Dzulhijjah 1428 H akan disempurnakan (istikmal) menjadi 30 hari, dan umat Islam menapaki awal tahun Hijriyah, atau tanggal 1 Muharram 1429 H pada hari Kamis bertepatan dengan tanggal 10 Januari 2008 M.

Umat Islam Menapaki Tahun 1429 H (Sumber Gambar : Nu Online)
Umat Islam Menapaki Tahun 1429 H (Sumber Gambar : Nu Online)

Umat Islam Menapaki Tahun 1429 H

Berdasarkan data hisab atau perhitungan astronomis dalam almanak PBNU, ijtima’ (konjungsi) awal bulan Muharram terjadi pada Selasaa Kliwon, 8 Januari 2008 M, pukul 18.29 atau sebelum terbenam Matahari (ghurub) dan tinggi hilal masih negatif -00 29’, maka hilal belum akan terlihat dan sudah dibuktikan dalam rukyatul hilal Selasa petang lalu.

Ketua Lajnah Falakiyah PBNU KH Ghazali Masruri berharap umat Islam dapat menjadikan momen perubahan tahun baru HIjriyah kali ini sebagai awalan untuk melakukan perubahan dan perbaikan.

“Semoga kita dapat mengobarkan api hijrah, membakar karat zaman jahiliyah, menuju baldatun tayyibatun warabbun ghofur, terwujud negara yang sejahtera dan diridlai oleh Allah SWT,” katanya.

Ketua Pengurus Pusat Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) KH Nuril Huda menambahkan, Hijriyah dimaksudkan sebagai hijrah Nabi Muhammad SAW dari Makkah ke Madinah.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Peristiwa itu ditetapkan sebagai tahun 1 dalam kalender Islam karena dalam hijrah itulah kesuksesan dakwah Islam mulai kelihatan. “Hijrah dihitung sebagai permulaan kemajuan Islam,” Kiai Nuril. (nam)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Kajian Islam, Kajian, Berita VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Rabu, 01 Februari 2017

Gusdurian: Tindak Tegas Pelaku Kekerasan di Yogyakarta

Jakarta, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Kekerasan dengan dalih agama kembali terjadi. Kali ini menimpa? salah seorang aktivis Forum Lintas Iman, Aminuddin Azis, di Gunung Kidul, DI Yogyakarta, Jumat (2/05). Menurut sejumlah sumber, aksi kekerasan dilakukan oleh segerombolan orang dari? FJI (Front Jihad Islam).? Kekerasan ini ditengarai akibat pernyataan korban di sebuah media massa.

Koordinator Jaringan Gudurian Indonesia Alissa Wahid dalam rilis yang diterima VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth, Ahad (4/5), menuntut aparat kepolisian bertindak tegas dan menangkap pelaku. Ia juga mendesak para penegak hukum, khususnya di DIY, untuk melindungi kebebasan berpendapat dan beragama sesuai amanat Undang-Undang Dasar Republik Indonesia.

Gusdurian: Tindak Tegas Pelaku Kekerasan di Yogyakarta (Sumber Gambar : Nu Online)
Gusdurian: Tindak Tegas Pelaku Kekerasan di Yogyakarta (Sumber Gambar : Nu Online)

Gusdurian: Tindak Tegas Pelaku Kekerasan di Yogyakarta

Menurut Alissa, kasus yang menimpa Aminuddin Azis ini mengikuti peristiwa-peristiwa kekerasan atas nama agama yang sebelumnya terjadi di wilayah DI Yogyakarta, seperti perusakan kantor Yayasan LkiS, ancaman terhadap Rausyan Fikr, ancaman penutupan Gereja dan lain-lain.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

"Selama ini berbagai kasus kekerasan atas nama agama tidak pernah diusut secara tuntas. Para pelaku tetap dibiarkan berkeliaran tanpa hukuman," kata putri sulung KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur)? ini.

Hal tersebut, lanjut Alissa, menunjukkan bahwa penegak hukum di Indonesia, khususnya di DIY, gagap dan tidak mampu menjamin kebebasan berpendapat dan kebebasan beragama yang sebenarnya dijamin oleh konstitusi.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Jaringan Gusdurian juga meminta aparat hukum untuk tidak takut terhadap siapapun dan kelompok manapun yang melanggar hukum dengan dalih agama.? Para pecinta dan penerus perjuangan Gus Dur diseluruh Indonesia didorong untuk terus berjuang mewujudkan keadilan hukum dan melawan semua bentuk diskriminasi serta penindasan.

Komunitas yang berdiri pascawafatnya Gus Dur ini menyerukan kepada masyarakat luas untuk terus memantau dan mengawal penegakan hukum terhadap kasus-kasus kekerasan atas nama agama.? (Red: Mahbib Khoiron)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Kajian Islam, Khutbah, Pertandingan VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Rabu, 27 April 2016

Sudahkah Kita Menempatkan Al-Qur’an Sebagai Imam, Bukan Makmum?

Bandar Lampung, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth - Al-Qur’an ialah tuntunan, namun dewasa ini, hal tersebut masih sering diabaikan, sehingga kitab suci umat Islam tersebut seringkali dijadikan sebaliknya. Berkaitan dengan itu, aktivis Keluarga Mahasiswa Nahdlatul Ulama (KMNU) Universitas Lampung, M Nurhidayat Rosihun, mengajak kader organisasi itu menempatkan Al-Qur’an sebagai imam, bukan makmum.

Rosihun di Bandar Lampung, Rabu (9/11) menambahkan, kehidupan kampus yang padat dan penuh tuntutan membuat mahasiswa banyak yang lupa bahwa ada kehidupan lain setelah kehidupan ini, atau bahkan sengaja mengabaikannya.

Sudahkah Kita Menempatkan Al-Qur’an Sebagai Imam, Bukan Makmum? (Sumber Gambar : Nu Online)
Sudahkah Kita Menempatkan Al-Qur’an Sebagai Imam, Bukan Makmum? (Sumber Gambar : Nu Online)

Sudahkah Kita Menempatkan Al-Qur’an Sebagai Imam, Bukan Makmum?

"Sekarang ini orang pada hafal radliitu billahi rabba, wabil islamidiina, wabil muhammadin nabiyya warasula, wabil qurani imaman wa dalilan. Namun dalam praktiknya Al-Qur’an tidak lagi dijadikan imam, kini Al-Qur’an sering dijadikan makmum sehingga ia tidak lagi jadi panutan. Al-Qur’an sekarang lebih sering dijadikan alat sebagai pemuas keinginan nafsu," ujar Rosihun.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Ia menyayangkan, akhir-akhir ini, isu penistaan Al-Qur’an memenuhi semua laman berita hingga tidak sedikit umat Islam yang tanpa sadar telah salah niat dalam mempelajari Al-Qur’an sehingga digunakan untuk menuduh kawan dan menghantam lawan. "Naudzubillah. Semoga kita dibukakan pintu hati untuk mencintai dan dicintai Al-Qur’an,"? kata dia lagi.

KMNU Unila menggelar Tahsinul Qur’an KMNU di masjid Ar-Roudloh Bandar Lampung, selama sepekan. Para kader secara bergantian mentashih bacaan qur’an.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

"Bacaan Al-Qur’an saya belum benar, ikut kegiatan tersebut karena ada pembimbingnya, ada yang menyimak, jika salah bisa melempangkan," kata mahasiswi Pendidikan Sejarah 2016 FKIP Unila,? Lisnawati, menjelaskan alasannya mengikuti kegiatan itu.

Alasan serupa juga diungkapkan oleh mahasiswi Pendidikan Fisika 2014, Lu’luatul Farida yang diantara padatnya aktivitas sebagai mahasiswa masih menyempatkan diri mengaji qur’an seperti anak TPA. Menurut Farida, bacaan qurannya masih jauh dari kaidah, sehingga perlu memperbaiki bacaan, supaya ibadah lebih berkualitas. (Gatot Arifianto/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Sejarah, Fragmen, Kajian Islam VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Kamis, 07 Januari 2016

Memahami Hakikat Pondok Pesantren

Oleh Iqbal Kholidi



Berkembangnya Islam di Indonesia tak bisa dipisahkan dengan keberadaan pondok pesantren. Lembaga pendidikan Islam Nusantara ini terus berkembang dengan aneka "varian", ada yang tradisional, ada yang modern, ada pula yang memadukan keduanya, namun tetap tidak meninggalkan akarnya, yakni menekankan pendidikan agama dan akhlakul karimah.

Memahami Hakikat Pondok Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
Memahami Hakikat Pondok Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

Memahami Hakikat Pondok Pesantren

Pondok pesantren adalah lembaga pendidikan khas Nusantara, bisa dilihat dari nama-nama pondok pesantren legendaris yang rata-rata tak menggunakan bahasa asing. Sebut saja Pondok Pesantren Lirboyo, Tremas, Tebuireng, Sidogiri, Buntet, Genggong, atau Langitan. Ada yang namanya menggunakan bahasa asing (Arab) tapi tetap penyebutannya di mata masyarakat kental Nusantara misalnya Pondok Pesantren Sarang, Pesantren Ploso, Pesantren Asembagus atau Pesantren Denanyar. Bukan berarti ulama Nusantara alergi dengan nama berbahasa Arab. Rata-rata nama pondok pesantren Nusantara menggunakan bahasa Arab, namun ada ciri khas, yakni kalimatnya selalu mengandung hikmah, misalnya Darul Ulum, Nurul Jadid, Miftahul Ulum, Mambaul Ulum, Darussalam atau Riyadlus Shalihin, jarang menggunakan nama-nama yang "berat". Kalaupun pesantren menggunakan nama seseorang, umumnya lebih memilih menisbatkan pada sosok Walisongo atau ulama lokal karena dirasa lebih membumi.

Jati diri pondok pesantren adalah inklusif, terbuka terhadap modernitas dan ramah terhadap tradisi lokal, keberadaannya berbaur dengan masyarakat sekitar, dan selalu membuka komunikasi dengan pemerintah atau Umara. Selain sebagai lembaga pendidikan, pondok pesantren juga berperan sebagai lembaga sosial. Banyak pondok pesantren yang bergerak di bidang sosial mangasuh anak-anak yatim dan menyantuni kaum lemah. Perkembangan terkini pondok pesantren mulai banyak yang terlibat menggerakkan ekonomi umat, contohnya Pondok Pesantren Sidogiri Pasuruan dengan Koperasi Pesantren, juga bertumpu pula pada pengembangan lembaga keuangan mikro Syariah yaitu Baitul Maal wa Tamwil; Pondok Pesantren Al Amin Prenduan yang mendayagunakan ekonomi bahari di Pulau Madura, Pondok Pesantren Al Ittifaq Bandung yang mengembangkan budidaya agribisnis, Pondok Pesantren Arrisalah Ciamis yang mengembangkan perikanan dan masih banyak lagi yang lainnya. Oleh sebab itu keberadaan pondok pesantren selalu diterima oleh masyarakat, karena selalu membawa manfaat.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Aktivitas para santri di dalam lingkup pondok pesantren sangat padat. Ada dua jenis kegiatan inti di dalam pesantren, pertama kegiatan mahadiyah yakni kegiatan yang diselenggarakan di lingkup pesantren seperti kajian kitab-kitab salaf yang diasuh langsung oleh pengasuh/kiai pesantren dan ustadz-ustadz senior, shalat berjamaah, shalat sunnah, istighotsah, tahfidz (hafalan), kegiatan bahtsul masail yaitu diskusi membahas permasalahan agama, dan banyak lagi. Kedua, kegiatan madrasiyah, adalah kegiatan belajar pengajar klasikal di dalam madrasah diniyah, yang memiliki jenjang pendidikan mulai ibtidaiyah (dasar), tsanawiyah/wustha (tengah) hingga aliyah/ulya (tinggi) dengan menerapkan kurikulum pesantren, seperti hukum Islam (fiqih), hadits, tafsir Al-Quran, gramatika bahasa Arab (nahwu-sharaf), akhlak, tasawuf sampai sastra Arab. Untuk menempuh keseluruhannya dibutuhkan bertahun-tahun lamanya. Belum lagi kegiatan kursus-kursus dan ekstra lainnya.

Makanya aneh jika ada pihak yang mengkaitkan pondok pesantren dengan ekstremisme. Di pesantren tidak ada kurikulum merakit bom atau belajar menggunakan senjata api. Tuduhan ini mungkin karena pengetahuan yang bersangkutan tentang pesantren nihil. Atau bisa jadi akibat ulah segelintir kaum yang memanfaatkan kelonggaran mendirikan lembaga pesantren lalu dijadikan sebagai kedok untuk menyalurkan praktik beragama yang ekstrem. Pesantren model seperti ini umumnya tertutup dari masyarakat sehingga patut dikatakan pesantren "abal-abal", mendompleng nama besar institusi pesantren untuk kelompoknya yang segelintir.

Pesantren yang keberadaannya tertutup dari masyarakat bukanlah pesantren yang sebenarnya, sebab pesantren yang hakiki berdirinya tidak lepas dari sumbangsih masyarakat, dibuktikan masyarakat sekitar yang mempercayakan buah hatinya dididik di Pesantren tersebut dan keberadaannya diakui oleh pemerintah setempat.

Di pondok pesantren ajaran Islam disampaikan secara transformatif, bukan melalui doktrin. Diskusi dan kajian kitab yang berat pun disampaikan dengan suasana cair, diselingi humor dan tidak kaku. Di pesantren keragaman khazanah pendapat para ulama yang bertebaran dalam kitab-kitab ditelaah, sehingga para santri sedari awal sudah mengenal dengan perbedaan tafsir.

Mayoritas Pondok Pesantren saat ini memiliki unit pendidikan formal, semua ini demi memenuhi kebutuhan masyarakat akan pentingnya pendidikan, meskipun ini sebenarya tanggung jawab negara. Banyak unit pendidikan formal didirikan secara mandiri oleh pondok pesantren mulai dari taman kanak-kanak sampai perguruan tinggi. Unit-unit pendidikan formal tersebut menggunakan kurikulum Pemerintah (Kementrian Agama atau Kementrian Pendidikan) sebagaimana umumnya. Tenaga pengajarnya kebanyakan dari masyarakat sekitar Pesantren.

Pemerintah RI telah menetapkan tanggal 22 Oktober sebagai Hari Santri Nasional, ini meneguhkan bahwa pondok pesantren tak hanya bagian dari Islam, tapi juga bagian dari Indonesia.

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Bahtsul Masail, Halaqoh, Kajian Islam VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Sabtu, 01 Maret 2014

Inilah Nama-Nama Donatur Gerakan Sejuta Buku Tulis

Cirebon, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth 

Sejak 14 Mei 2013 lalu, Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatu Ulama (IPPNU) kabupaten Cirebon telah meluncurkan “Gerakan Sejuta Buku Tulis Untuk Kaum Dhu’afa”.

Inilah Nama-Nama Donatur Gerakan Sejuta Buku Tulis (Sumber Gambar : Nu Online)
Inilah Nama-Nama Donatur Gerakan Sejuta Buku Tulis (Sumber Gambar : Nu Online)

Inilah Nama-Nama Donatur Gerakan Sejuta Buku Tulis

Panitia “Gerakan Sejuta Buku Tulis Untuk Kaum Dhu’afa” telah melakukan sosialisasi dan menerima sumbangan berupa buku tulis dari masyarakat umum, penerimaan donasi dilakukan baik melalui penjemputan maupun penerimaan secara langsung di sekretariat PC IPNU-IPPNU kabupaten Cirebon. 

Adapun pendistribusian hasil donasi ini  dilakuakan secara bertahap dan mulai dijadwalkan besok hari melalui pengurus tingkat  PAC maupun Komisariat yang masing-masing telah  memiliki daftar nama-nama calon penerima. 

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Hingga Sabtu 15 Mei 2013 telah terkumpul sebanyak  5.270 buah buku yang akan segera didistribusikan, panitia masih  membuka dan menerima sumbangan buku tulis hingga tangga 30 Juni 2013. Berikut nama-nama donatur buku tulis dalam “Gerakan Sejuta Buku Tulis Untuk Kaum Dhu’afa”:

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

1. Pdt. Sugeng Daryadi (Cirebon)

2. Zaenal  Arifin W. (Ciwaringin)

3. Khadijah (Yayasan Al Kadzim, Cirebon)

4. PAC. IPNU-IPPNU Depok

5. LP. Ma’arif NU Kab. Cirebon)

6. Rahul  El-Rozi (Kecamatan Kapetakan)

7. H. Khumedi MAN I Cirebon

8. H. Kurdi Mufrodi (Depok)

9. Prof. Wahidin (IAIN Syekh Nurjati Cirebon)

10. Prof. Maksum (IAIN Syekh Nurjati Cirebon)

11. KH. Bisyri Imam (Pesantren Gedongan)

12. Jaelani (Kecamatan Lemah Abang)

13. HM. Nuruzzaman (Pesantren Babakan Ciwaringin)

14. Asep Saefuddin Jazuli (Kecamatan Talun)

15. Prof. Jamali (Majasem)

16. Subhan Baihaqi (Radar Cirebon Televisi / RCTV)

17. SMAK BPK Penabur (Jl. Ciptomangunkusumo)

18. Mumtaz (Kecamatan Plered)

19. PK. IPNU-IPPNU Buntet Pesantren

20. Nukhbatul Mankhub (Kecamatan Plumbon)

21. PC. Fatayat NU Kab. Cirebon Kecamatan Sumber

22. Gita (Kecamatan Sumber)

23. SMK Nusantara Weru (Kecamatan Weru)

24. Farihin Nur (IAIN Syekh Nurjati Cirebon)

25. Sobih Adnan (JINGGA Media)

26. H. Abudin (Kecamatan Astanajapura)

27. Muntaqoul Fuad (Kecamatan Plumbon)

28. KH. Wawan Arwani (Pesantren Buntet)

29. KH. Fariz Elt Haque Pesantren Buntet Cirebon

30. Cici (Pesantren Gedongan)

31. Mamang M. Haerudin (Kecamatan Ciwaringin)

Redaktur    : A. Khirul Anam

Kontributor: Sobih Adnan

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Bahtsul Masail, Halaqoh, Kajian Islam VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock