Tampilkan postingan dengan label Kajian. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kajian. Tampilkan semua postingan

Selasa, 30 Januari 2018

Pesantren Mazroatul Ulum Gelar Haul Pendiri

Cianjur, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Pondok Pesantren Mazroatul Ulum, Citiis, Pagelaran, Kabupaten Cianjur memperingati haul pendiri pesantren, KH Asyari yang ke-41 dan KH Saefullah ke-15 pada Selasa (15/9) atau 1 Dzulhijah 1436 H.

Pesantren Mazroatul Ulum Gelar Haul Pendiri (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren Mazroatul Ulum Gelar Haul Pendiri (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren Mazroatul Ulum Gelar Haul Pendiri

Menurut Pesantren Mazroatul Ulum KHAsep Ismail tiga hari sebelum haul digelar, para santri membaca Al-Quran siang-malam di makam keluarga. Mereka dibagi ke dalam beberapa regu. Setiap regu terdiri dari 40 orang dengan jatah 2 jam.

Acara yang dihadiri oleh bupati Cianjur, H. Cecep Mochtar Sholeh dan sekitar 5000+ jemaah terdiri dari santri, alumni, dan masyarakat.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Pesantren didirikan pada tahun 1918 KH Asary. Setelah dia wafat, dilanjutkan putra bungsunya, KH Saepullah yang wafat pada tahun 2000. Kemudian kini dilanjutkan KH Asep Ismail.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Memasuki usia ke-97, pesantren tersebut memiliki 500 santri putra/putri dengan fasilitas lembaga formal MI (Madrasah Ibtidaiyah) dan MTs (Madrasah Tsanawiyah). (Ali Roswan Fauzi/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Kajian, Kajian Islam, Quote VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Sabtu, 27 Januari 2018

PK IPNU-IPPNU Razia HP Pelajar MA Sunan Kalijaga

Batang, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Pimpinan Komisariat MA Sunan Kalijaga Bawang, Batang memiliki program unggulan razia HP. Mereka menyita HP teman-teman sendiri sebelum pelajaran dimulai. Telepon seluler ini dikembalikan ketika para pelajar MA Sunan Kalijaga keluar dari kelas selepas jam sekolah usai.

PK IPNU-IPPNU Razia HP Pelajar MA Sunan Kalijaga (Sumber Gambar : Nu Online)
PK IPNU-IPPNU Razia HP Pelajar MA Sunan Kalijaga (Sumber Gambar : Nu Online)

PK IPNU-IPPNU Razia HP Pelajar MA Sunan Kalijaga

Demikian disampaikan Sekjend PP IPNU H Muhammad Nahdhi saat mengunjungi PK MA Sunan Kalijaga Bawang, Batang, Senin (5/5). Dikemas dengan diskusi terbuka bertajuk “Curhat Bareng Sekjend”, mereka membahas tantangan dan permasalahan di PK IPNU-IPPNU setempat.

“Baru kali ini ada PK berani seperti kalian. Ini luar biasa,” kata Nahdhi.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Menurut Ketua PK IPNU MA Sunan Kalijaga Nurul Anam, kami menyita HP sebelum jam pelajaran dan mengembalikan lagi saat mereka keluar kelas. Dengan itu kami berharap mereka mengikuti kegiatan belajar dan mengajar di kelas dengan konsentrasi penuh.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

“Tapi tantangannya tidak ringan. Kami sering dicemooh teman-teman sendiri karena razia itu,” ujar Anam dan Ketua PK IPPNU MA Sunan Kalijaga Mujariyah, menerangkan program yang sudah berlangsung lebih dari 3 tahun.

Program razia ini didukung Kepala MA Sunan Kalijaga Ahmad Munir Malik. Program itu harus tetap dilanjutkan oleh Pimpinan Komisariat. Munir juga meyakinkan kepada segenap kader untuk tetap semangat dan berani membuat program-program unggulan demi kemajuan pelajar.

Sedangkan Sekjend PP IPNU M Nahdhi juga memberikan apresiasi sebesar-besarnya kepada Munir. Selaku kepala madrasah, ia berani mengambil sikap tegas dengan mengubah OSIS menjadi PK IPNU-IPPNU MA Sunan Kalijaga sejak beberapa tahun lalu.

Tampak hadir dalam pertemuan itu Wakil Sekjend PP IPNU Slamet Tuharie dan Koordinator Keorganisasian PP IPNU Abdul Kadir. Mereka juga memberikan motivasi agar PK IPNU-IPPNU MA Sunan Kalijaga menjaga soliditas di kalangan internal pengurus, sehingga program-program yang dijalankan dapat berjalan dengan lancar.

“Demikian tantangan untuk orang-orang yang ingin berbuat baik. Pesan saya, tetap semangat dan yakinkan kepada para siswa MA Sunan Kalijaga bahwa program razia HP dilakukan demi kebaikan mereka,” imbuh Slamet.

Di akhir pertemuan, Munir menyatakan rasa gembira. “Pertemuan ini membanggakan. Setahu saya, baru sekarang ada Sekjend PP IPNU yang mau menyentuh sampai komisariat,” terang Munir. Munir ialah Ketua PC IPNU Batang masa khidmat 2001-2003. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Syariah, Pemurnian Aqidah, Kajian VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Jumat, 26 Januari 2018

Said Aqil: Memelihara Keharmonisan Hukumnya Wajib!

Samarinda, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Islam bukan hanya mengajarkan ritual keagamaan, tetapi Islam adalah agama yang membawa misi ilmu pengetahuan (intelektualitas), peradaban, dan bangunan keharmonisan serta kebersamaan. Dan paham Aswaja selalu menjunjung tinggi serta menjadi ruh dari keharmonisan dan kebersamaan itu sendiri. Hukum memeliharanya adalah wajib.

Demikian ditegaskan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj dalam sambutan pembukaan Rembuk Nasional dan Rapat Koordinasi Nasional Lembaga Pengembangan Pertanian Nahdlatul Ulama (LPPNU), Lajnah Ta’lif wan Nasyr Nahdlatul Ulama (LTNNU), dan Lembaga Bantuan Hukum Nahdlatul Ulama (LBHNU) di Hotel Bumi Senyiur Samarinda Kalimantan Timur, Jumat (13/4) siang.

Said Aqil: Memelihara Keharmonisan Hukumnya Wajib! (Sumber Gambar : Nu Online)
Said Aqil: Memelihara Keharmonisan Hukumnya Wajib! (Sumber Gambar : Nu Online)

Said Aqil: Memelihara Keharmonisan Hukumnya Wajib!

“NU telah komitmen dan harus memahami Islam secara utuh, penuh dengan semangat insaniyah (keharmonisan) yang mengedepankan kebersamaan,” tegas Kiai Said dengan gaya bicara mengagumkan yang didengarkan secara khidmat oleh ratusan pengurus LPPNU, LTLNU, dan LBHNU se-Indonesia. “Apapun agamanya, mazhabnya, etnik, dan perbedaan lainnya, kita tetap wajib mewujudkan keharmonisan dan kebersamaan.”

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Manusia, tambah Kiai Said, adalah makhluk yang diamanahi oleh Allah untuk mewujudkan keharmonisan dan kebersamaan. Orang-orang atau organisasi-organisasi kemasyarakatan yang selama ini mengabaikan hal itu dan melakukan pengrusakan, pada hakikatnya telah dikalahkan oleh hawa nafsu.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

“Kalau hawa nafsu telah menang, maka kehidupan ini pasti hancur!” tegas Kiai Said tanpa ragu. “Setiap orang atau organisasi yang mengarah pada hal itu adalah musuh NU dan harus dikeluarkan dari NKRI!”

Oleh karena itu, pihaknya sangat berharap agar segala lini kehidupan ini baik dalam hal berpolitik, berbudaya, beragama, dan semacamnya harus dilandaskan pada akhlak. Sebab, akhlak adalah segalanya yang mesti mendasari semua perilaku manusia.

Redaktur: A. Khoirul Anam

Kontributor: Hairul Anam

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Lomba, Kajian VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Kamis, 25 Januari 2018

Guru Aktor Penentu Keberhasilan Peserta Didik

Jakarta, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Guru adalah aktor utama selain orang tua dan elemen lainnya dalam mencapai keberhasilan dan kesuksesan yang tidak direncanakan. Tanpa keterlibatan aktif seorang guru, pendidikan akan kosong dari apa yang namanya materi ajar, baik dalam bentuk keterampilan maupun ilmu pengetahuan.

Hal itu disampaikan Ketua Pimpinan Cabang (PC) Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) Jakarta Timur D. Lutfi Hakim Wahid pada acara Fun Teaching Day, yang diselenggarakan PC Pergunu Jakarta Timur, di Gedung Pasca Sarjana ? Universitas Islam Attahiriyah Jakarta pekan lalu.

Guru Aktor Penentu Keberhasilan Peserta Didik (Sumber Gambar : Nu Online)
Guru Aktor Penentu Keberhasilan Peserta Didik (Sumber Gambar : Nu Online)

Guru Aktor Penentu Keberhasilan Peserta Didik

Menurutnya, secanggih apapun visi misi suatu lembaga pendidikan, kalau gurunya pasif dan stagnan, maka kualitas pendidikan akan merosot tajam.?

Begitu pun sebaliknya, katanya, selemah apapun visi misi dan kurikulum, tapi kalu gurunya inovatif dan produktif, maka kualitas pendidikan akan maju pesat. Oleh karenanya menjadi wajib keberadaan guru yang ideal.?

Guru ideal, kata Lutfi, harus mengetahui seluruh kebutuhan peserta didik sesuai dengan tingkat perkembangannya, bersahabat dengan murid serta bisa menjadi teman belajar murid, tidak pilih kasih terhadap muridnya, kehadirannya selalu ditunggu oleh muridnya, tegas tapi tetap bijak kepada muridnya.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Guru yang ideal juga mampu memberikan contoh yang baik kepada muridnya, seperti jujur, rendah hati, tidak sombong, dan sabar.

“karakter ini makin sempurna ketika dipadukan dengan karakter disiplin kesehariannya, berani dalam memegang prinsip hidup, dan tangguh atau ulet dalam berkarya,” terangnya. (Husni Sahal/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Kajian, Quote, Syariah VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Minggu, 07 Januari 2018

PMII Jatim Fokus Penyelamatan Ideologi

Surabaya, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Momentum Hari Lahir (Harlah) PMII ke-52, diperingati oleh Pengurus Koordinator Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PKC PMII) Jawa Timur dengan menggelar acara “Temu Sahabat” bersama para alumni, di Rumah Makan Taman Sari, Jalan Taman Absari Surabaya, Jum’at (20/4) malam.

PMII Jatim Fokus Penyelamatan Ideologi (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Jatim Fokus Penyelamatan Ideologi (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Jatim Fokus Penyelamatan Ideologi

Pada kesempatan itu, hadir sejumlah alumni lintas generasi dari masa ke masa. Ketua Ikatan Alumni PMII (IKA PMI) Jatim KH A. Mujahid Anshori juga hadir. Dua mantan Ketua Umum PKC PMII Jatim Ahmad Nur Aminuddin dan A Badrut Taman juga tampak berbaur bersama ratusan kader PMII yang hadir di rumah makan yang terletak di depan Gedung Grahadi tersebut.

Sebelum acara dimulai, mantan Ketua PKC PMII Jatim yang kini menjadi anggota FKB DPR RI H Imam Nachrawi juga sempat hadir, namun tidak sampai mengikuti acara. Sebab, Sekretaris Jenderal DPP PKB itu harus segera kembali ke Jakarta.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Suasana kegiatan Harlah PMII ke-52 dan Temu Sahabat ini terasa cukup meriah dan terliat penuh keabraban antara para pengurus dan para alumni. Suasana malam peringatan Harlah tersebut semakin meriah saat kader Kopri PMII tampil menunjukkan kebolehannya dengan penampilan antraksi pencak silat. 

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

“Kopri PMII memang mantap,” teriak sebagian peserta yang hadir, disambut tempuk tangan ratusan peserta yang lain.

Sementara dalam sambutannya, Ketua Umum PKC PMII Jatim Fairouz Huda, menyampaikan beberapa visi besar yang akan dijalankan pada dua semester pertama. “Perlu kami sampaikan visi besar PMII Jawa Timur, khususnya pada satu tahun ke depan,” tegas Fairouz.

Menurut Fairouz, dalam satu tahun ke depan, setidaknya ada dua program yang menjadi prioritas. Pertama, optimalisasi pengkaderan. Diakui mantan Ketua PC PMII Malang ini, belakangan ini pengkaderan di PMII mengalami penurunan dalam mencetak kader-kader ideolog militan yang mampu merealisasikan ideologi PMII di tengah problem kebangsaan.

Kini, lanjut pria kelahiran Sumenep ini, kader-kader PMII lebih banyak terjebak pada isu-isu yang berkembang tanpa mampu melakukan analisa yang tajam terhadap problem rakyat. Implikasinya, tidak bisa ikut menyelesaikan aneka problem tersebut dengan berlandaskan pisau analisa atau pemahaman Islam ala ahlus sunnah waljamaah.

“Dengan demikian, kami akan fokus melakukan langkah-langkah penyelamatan ideologi bagi kader,” tandasnya. 

Kedua, kata Fairouz, fokus pada bidang gerakan. “PMII Jawa Timur akan melakukan gerakaan riil yang bisa dirasakan oleh kelompok minoritas,” imbuh Fairouz menegaskan.

Gerakan tersebut, misalnya, melalui gerakan advokasi bagi orang miskin dalam mendapatkan pelayanan kesehatan dan pendidikan yang layak. 

Dengan demikian, Fairouz menegaskan, untuk merealisasikan program mercusuar tersebut dibutuhkan adanya sinergisitas semua kader PMII lintas generasi. “Tentu kami tidak mampu tanpa dukungan semua pihak,” pintanya.

Di akhir sambutannya, Fairouz meminta, kebanggaan sebagai kader PMII tidak hanya berhenti pada momentum Harlah kali ini. “Perlu ada tindakan nyata dari kader-kader PMII sebagai wujud dari kebanggaan kita,” pungkas Fairouz.

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Abdul Hady JM

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Pemurnian Aqidah, Kajian VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Jumat, 08 Desember 2017

IPPNU Jatim Perhatikan Kondisi Moral Remaja

Surabaya, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Pengurus Wilayah Ikatan Pelajar Putri NU Jawa Timur berkerja sama dengan BKKBN Jatim melaksanakan training of trainer (TOT) Pusat Informasi Konseling Remaja dan Mahasiswa di balai diklat Maarif kompleks Universitas Sunan Giri, Surabaya, Jumat (28/8).

Pusat Informasi Konseling Remaja dan Mahasiswa (PIK RM) adalah salah satu lembaga yang berada di bawah IPPNU Jatim.

IPPNU Jatim Perhatikan Kondisi Moral Remaja (Sumber Gambar : Nu Online)
IPPNU Jatim Perhatikan Kondisi Moral Remaja (Sumber Gambar : Nu Online)

IPPNU Jatim Perhatikan Kondisi Moral Remaja

"Lembaga ini baru diadakan karena melihat kondisi para remaja saat ini sudah jauh dari norma-norma agama. Mereka rata-rata tidak mengetahui informasi tentang pergaulan bebas hingga dampak dari pernikahan dini," jelas Etik Rossana Fitri saat ditemui di lokasi acara.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Untuk memberikan informasi awal kepada kader-kader IPPNU di tingkat bawah, mulai cabang sampai ranting IPPNU.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Acara yang dihadiri hanya 43 pengurus cabang ini, diharapkan para peserta mampu menerapkan penyuluhan kepada kader-kader yang ada di bawah.

Selain itu, Rossa mengatakan dalam waktu dekat ini IPPNU Jatim akan melakukan turba ke cabang-cabang, untuk melihat langsung hasil dari TOT IPK RM ini.

"Program ini nantinya akan di bawa ke pusat karena remaja saat ini perlu penanganan serius, itu tidak hanya di Jatim melainkan di daerah seluruh Indonesia," Jelas Rossa.

Acara yang dibuka oleh Kepala Bidang Keluarga Sejahtera Dan Pemberdayaan Keluarga BKKBN Jatim Dra Suhartuti dan dihadiri oleh Wakil Ketua PWNU Jatim Drs H Sidiq akan berlangsung selama tiga hari. (Rof Maulana/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Halaqoh, Kajian, Nahdlatul VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Kamis, 07 Desember 2017

Demi Perdamaian Dunia, GP Ansor akan Gelar Halaqah Internasional

Jombang, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth



Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda (GP) Ansor akan menggelar halaqah internasional yang direncanakan dipusatkan di GOR Hasbullah Said Bahrul Ulum Tambakberas Jombang sejak Ahad hingga Senin (21-22/05/2017) mendatang. Halaqah ini mengambil tema Menuju Rekontekstualisasi Islam Demi Perdamaian Dunia dan Harmoni Peradaban.

Kegiatan yang bekerjasama dengan Pengurus Cabang Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (PC ISNU) dan PC GP Ansor Kabupaten Jombang ini akan membahas berbagai persoalan kebangsaan di beberapa negara. Terutama isu-isu yang berkaitan dengan hubungan antara Muslim dan non-Muslim di berbagai negara serta keberadaan negara-bangsa modern dan keabsahannya sebagai sistem politik yang mengikat kehidupan umat Islam.

Demi Perdamaian Dunia, GP Ansor akan Gelar Halaqah Internasional (Sumber Gambar : Nu Online)
Demi Perdamaian Dunia, GP Ansor akan Gelar Halaqah Internasional (Sumber Gambar : Nu Online)

Demi Perdamaian Dunia, GP Ansor akan Gelar Halaqah Internasional

"Jadi, dari berbagai persoalan wawasan keagamaan dunia Islam yang terjadi di berbagai negara itu, kami ingin mengetahui lebih detail melalui halaqah ini. Setelah mengetahui kondisinya, forum nanti kami harapkan bisa merumuskan peta jalan menuju rekontekstualisasi Islam demi perdamaian dan harmoni peradaban," ujar Sholahul Am Notobuwono (Gus Aam), Ketua Panitia Halaqah Internasional GP Ansor, Senin (15/5).

Gus Aam menjelaskan, ada beberapa persoalan negara-bangsa yang terjadi di berbagai negara berkaitan dengan interaksi Muslim dan non-Muslim. Di samping itu, pergerakan golongan-golongan yang berpotensi mengancam keutuhan berbangsa dan bernegara juga akan menjadi salah satu poin pembahasan dalam forum tersebut.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Untuk membahasnya, panitia sudah mengundang perwakilan dari berbagai negara untuk menjadi pembicara dalam halaqah tersebut. Diantaranya Syeikh Kabir Helminski (Kentucky USA), Shuhaib Benseikh (Marseille, Prancis), Ayeikh Ahmed (Abbadi, Maroko), C Holland Taylor (Bayt Ar Rahmah, USA), Magnus Ranstorp (Stockholm, Swedia), Syeikh Mohammed Abu El Fadl (Kairo, Mesir), Ash Shisty (India), Syeikh Amru Wardani (Kairo, Mesir), Mouhanad Khorchide (University Of Munster, Jerman), dan perwakilan dari Malaysia.

"Untuk undangan yang luar negeri, beberapa sudah konfirmasi kehadiran. Terutama Mesir sudah pasti datang. Komunikasi terus kita lakukan, sudah hampir semuanya memberi kepastian hadir. Kalau pembicara dari dalam negeri ada perwakilan dari Muhammadiyah, pemerintahan, BNPT (Badan Nasional Penanggulangan Terorisme), dan BIN (Badan Intelejen Negara)," jelas Gus Aam.

Adapun peserta kegiatan ini diperkirakan sekitar 400 orang. Terdiri dari pengurus Ansor dari seluruh Indonesia, kiai-kiai pesantren, akademisi, Forum Musyawarah Ponpes, RMI (Rabitah Mahad Islamiyah), dan utusan Banom (Badan Otonom) NU.?

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

"Forum ini dialognya aktif. Jadi, nanti dari beberapa narasumber bisa saling menanggapi secara langsung. Begitupun peserta," bebernya.

Menurut Gus Aam, berbagai pembahasan yang dikaji dalam halaqah internasional itu akan direkomendasikan dibedah kembali di negaranya masing-masing. "Karena bisa saja persoalan yang sudah dibahas disini nantinya akan relevan dengan yang terjadi di negara lain. Atau bisa saja hasil dari halaqah ini menjadi kesepakatan bersama lintas negara untuk perdamaian dunia dan harmoni peradaban," ulasnya. (Romza/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Kajian, Amalan VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Sabtu, 02 Desember 2017

PMII Airlangga Bedah Buku Peci Miring Gus Dur

Surabaya, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Airlangga menghadirkan dua pembicara dari dunia sastra pada forum bedah buku “Peci Miring Gus Dur” di ruang diskusi umum masjid Nuruz Zaman Unair, Surabaya, Rabu (18/11). Dosen FIB Universitas Airlangga Kukuh Yudha Pranata dan penulis novel Aguk Irawan mengulas novel biografi yang mengangkat sosok Gus Dur dari pelbagai sisi.

Perbincangan pertama dibuka oleh Kukuh yang membahas mengenai konten dan cetakan fisik buku. Menurutnya, maraknya penulisan biografi para tokoh Indonesia ditengarai oleh krisis sosok teladan bagi masyarakat. 

PMII Airlangga Bedah Buku Peci Miring Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Airlangga Bedah Buku Peci Miring Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Airlangga Bedah Buku Peci Miring Gus Dur

“Novel ini hadir sebagai tampilan baru penulisan biografi tokoh-tokoh Indonesia, khususnya tokoh NU KH Abdurrahman Wahid,” kata Kukuh.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Sementara penulis “Peci Miring Gus Dur” Aguk menjelaskan motivasi penulisan novel Gus Dur itu. “Tak lain adalah sebagai bentuk apresiasi kepada tokoh dan pahlawan NU.”

Di akhir diskusi, Aguk memotivasi para peserta dengan memberikan tips-tips jitu untuk terjun dalam dunia sastra. Menurutnya, setiap penulis perlu membudayakan baca, memainkan imajinasi, dan belajar dari apa yang telah dialami.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

“Inspirasi bisa datang kapan saja dan di mana saja. Semua tergantung cara kita menyikapinya,” kata Aguk.

Pengurus PMII Airlangga berharap munculnya generasi muda yang cinta pada para pahlawannya melalui forum ini. Dengan  gemar baca dan meneladani tokoh-tokoh Islam, generasi muda diharapkan dapat berkembang dengan nafas Ahlussunnah wal jama`ah.

Pengurus PMII setempat berencana ke depan untuk mengadakan bedah buku dan kajian rutin. (Alfi Rohmatul Hidayah/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Berita, Kajian VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Kamis, 30 November 2017

Gus Tutut; Pesantren Lembaga Pendidikan Karakter Paling Profesional

Rembang, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth - Pondok pesantren adalah lembaga pendidikan yang paling? profesional yang pernah ada. Pesantren hingga kini terbukti sebagai lembaga terdepan di Indonesia dalam membentuk karakter peserta didik melebihi lembaga pendidikan model lainnya.

Demikian disampaikan Ketua Umum PP GP Ansor H Yaqut Cholil Qoumas (Gus Tutut) kepada VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth, Ahad (10/7).

Gus Tutut; Pesantren Lembaga Pendidikan Karakter Paling Profesional (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Tutut; Pesantren Lembaga Pendidikan Karakter Paling Profesional (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Tutut; Pesantren Lembaga Pendidikan Karakter Paling Profesional

Menurut Gus Tutut, pondok pesantren merupakan lembaga pengajaran dan pembentukan karakter yang paling profesional yang pernah ada.

Kiai di pesantren sebelum mengajarkan ilmunya kepada para santri, sudah dipastikan lebih dahulu melakukan sebelum memberikan pengajaran.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

"Kalau kiai di pondok pesantren sudah pasti ngelakoni apa yang diajarkan, mulai dari cara mendirikan shalat, cara bersuci, dan yang lain sebagainya,” kata Gus Tutut.

Karenanya mengenalkan anak dengan pesantren sejak dini merupakan awalan yang baik sebagai tahapan pembelajaran sejak dini. “Meskipun tak dipungkiri pendidikan konvensional sangat penting sebagai perimbangan.” (Ahmad Asmui/Alhafiz K)

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth AlaSantri, Kajian VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Senin, 27 November 2017

Kiai Hasyim Akan Dimakamkan di Al-Hikam Depok

Jakarta, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Mantan Ketua Umum PBNU KH Hasyim Muzadi yang meninggal Kamis (16/3) pagi akan dimakankan di Kompleks Pesantren Al-Hikam II Depok.

Kiai Hasyim Akan Dimakamkan di Al-Hikam Depok (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Hasyim Akan Dimakamkan di Al-Hikam Depok (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Hasyim Akan Dimakamkan di Al-Hikam Depok

Demikian disampaikan oleh Arif Zamhari, menantu Kiai Hasyim saat dihubungi VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth.?

Kiai Hasyim berwasiat agar dimakamkan di Depok supaya dekat dengan para hafiz karena pesantrennya tersebut mendidik para penghafal Qur’an untuk mempelajari ilmu-ilmu lain terkait dengan Al-Qur’an.

Jenazah akan diberangkatkan dari Malang bakda Dhuhur dengan penerbangan Malang-Jakarta. ? Saat ini para santri dan warga sekitar pesantren Al-Hikam Depok sedang bersiap-siap untuk menyambut janazah.?

Pesantren Al-Hikam II Depok lokasinya berdampingan dengan Univesitas Indonesia (UI). Alamat lengkapnya di Jl Haji Amat No 21 RT 6/RW 1 Kukusan, Beji Depok Jawa Barat. Jika menggunakan transportasi kereta, bisa turun di stasiun UI, lanjut ngojek. Jika bawa mobil, bisa diparkir di dalam kampus UI Depok, dekat dengan fakultas teknik atau stadion, lalu jalan kaki. (Mukafi Niam)

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth IMNU, Kajian VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Minggu, 26 November 2017

Ulama Dunia Suarakan Islam Moderat

Situbondo, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Dalam konferensi internasional di pesantren Salafiyah Syafi’iyah, Situbondo, Sabtu (29/3), Mufti Suni Republik Iraq Syekh Mahdi bin Ahmad Shalih As-Sumaidai menyatakan, Islam yang benar ialah Islam moderat. Mereka yang berjalan ektrem ke kanan atau ke kiri, berada dalam bimbingan setan.

Ia menyebutkan bahwa Rasulullah SAW pernah melangkahkan kaki secara lurus, lalu melangkah ke kanan dan ke kiri. Ia kemudian bersabda “Langkah yang lurus tadi adalah langkahku. Sedangkan langkah yang mengarah ke kiri dalah langkah setan.”

Ulama Dunia Suarakan Islam Moderat (Sumber Gambar : Nu Online)
Ulama Dunia Suarakan Islam Moderat (Sumber Gambar : Nu Online)

Ulama Dunia Suarakan Islam Moderat

“Ahlussunah merupakan jalan tengah bagi sikap ekstremis khawarij dan perilaku gegabah kaum murji’ah,” kata Syekh Mahdi pada seminar bertajuk Tantangan Islam Moderat di Tengah Konstelasi Pemikiran Radikal yang diselenggarakan International Conference of Islamic Scholars (ICIS).

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Khawarij (kelompok radikal masa silam), terang Syekh Mahdi di hadapan sedikitnya 500 hadirin, berlebihan terhadap hak Allah dengan menggusur hak-hak manusia.

Penerapan agama secara ekstrem inilah yang menyandera dunia Timur Tengah dalam konflik berkepanjangan, pungkas Syekh Mahdi.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

"Islam itu memang satu, tetapi aplikasi di lapangannya ini yang aneka rupa hingga ada yang ektrem. Karena itu, ulama dunia ini perlu menampilkan moderasi Islam sebagai wajah Islam sesungguhnya di hadapan dunia," kata Sekretaris Umum ICIS KH Hasyim Muzadi kepada VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth di arena konferensi internasional.

Sementara dalam konteks bernegara, NU dalam Munasnya di pesantren ini 1983 lalu secara yakin mengatakan bahwa nilai Islam telah hadir dalam Pancasila sebagai dasar negara Indonesia.

Karenanya, NU pada waktu itu memutuskan untuk mendukung Pancasila sebagai asas satu-satunya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, kata narasumber seminar internasional ini, Katib Syuriyah PBNU KH Afifuddin Muhajir.

“Sikap moderat NU ini berbeda dengan sebagian umat Islam di Indonesia yang mengutamakan simbol agama dibandingkan isinya. Karena itu, NU sebagai organisasi Islam terbesar di Indonesia, tidak memiliki potensi konflik dengan negara. karena, keduanya memiliki satu dasar, Pancasila,” jelas KH Afif yang juga pengasuh pesantren Salafiyah Syafi’iyah, Sukorejo, Banyuputih, Situbondo.

Terkait kehidupan berbangsa, seorang narasumber seminar internasional ini Gumelar Sumantri menambahkan, Islam moderat di Indonesia memiliki pontensi paling mungkin untuk berkembang. “Terbukti dengan berakhirnya kelompok-kelompok Islam garis keras di Indonesia pada masa lalu.”

Melalui Pancasila, negara menjadi terbuka dengan organisasi Islam moderat seperti NU dan organisasi Islam moderat lainnya, tandas Rektor UI Gumelar Sumantri. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Kajian, Warta, Sholawat VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Senin, 13 November 2017

Pergerakan GP Ansor Tidak Boleh Lepas dari 3 Hal Ini

Brebes, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Untuk menjaga ukhuwah umat Islam, GP Ansor Brebes mengadakan Ansor Bersholawat yang dilaksanakan di Lapak Bawang, Desa Sengon, Tanjung, Brebes, Jawa Tengah pekan lalu. Ketua GP Ansor Brebes Ahmad Munsip menjelaskan bahwa ini merupakan wujud pelestarian Tradisi Amaliyah Warga Nahdlatul Ulama dan Syiar GP Ansor serta Jamiyah Nahdlatul Ulama.?

“Siapa lagi yang akan melestarikan Amaliyah Warga NU seperti Tahlilan, Sholawatan, Maulid dan Istighotsah kalau bukan Generasi Muda Nahdlatul Ulama yaitu GP Ansor,” terang Munsip

Pergerakan GP Ansor Tidak Boleh Lepas dari 3 Hal Ini (Sumber Gambar : Nu Online)
Pergerakan GP Ansor Tidak Boleh Lepas dari 3 Hal Ini (Sumber Gambar : Nu Online)

Pergerakan GP Ansor Tidak Boleh Lepas dari 3 Hal Ini

Dalam Rangkaian kegiatan Anshor Bersholawat juga dilaksanakan pelantikan PAC. GP Ansor Kecamatan Tanjung Masa Khidmah 2016-2018. Pelantikan dipandu Oleh Pengurus PW GP Ansor Jawa Tengah Syarifudin.?

Setelah melantik Syarifudin menyampaikan pesan bahwa GP Ansor dalam pergerakan atau Harokah tidak boleh lepas dari tiga hal, pertama harokah i’tiqodiyah/ideologi yang merupakan misi utama daripada GP Ansor sebagai kader NU ketika banyak kelompok Islam radikal, maka GP Ansor harus berada di garda terdepan untuk siap melindungi pancasila dan ketuhan NKRI serta Aqidah Ahlussunah Wal Jamaah Annahdliyah.?

Kedua, Harokah Siyasah atau pergerakan politik, sama halnya seperti NU, GP Ansor mengusung Politik Kebangsaan di mana kepentingan bangsa menjadi suatu hal yang paling utama oleh karena itu siapkan kader GP Ansor di setiap lini agar bisa berkiprah untuk kemajuan bangsa dan Negara. Dan yang ketiga yaitu Harokah I’tisodiyah atau pergerakan perekonomian ini akan diimplementasikan dalam program GP Ansor di bidang ekonomi dengan membentuk koperasi atau badan usaha demi mewujudkan kemandirian organisasi.?

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

“Kami berharap pengurus yang baru dilantik bisa langsung bekerja mewujudkan hal tersebut,” tutup Syarifudin

Sementara KH. Ahmad Muwafiq dari Jogjakarta dalam mauidzoh khasanah menjelaskan setelah Nabi Muhammad SAW wafat ada beberapa kelompok yang mengkafirkan ajaran Nabi Muhammad SAW. Terbunuhnya sahabat Ali Bin Abi Thalib oleh Ibnu Mulzam dikarenakan adanya beberapa kelompok yang tidak menyeluruh dalam memahami Al-Qur’an dan Hadits.?

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

“Oleh karena itu kita sebagai generasi muda Nahdlatul Ulama ? tetap berpegang teguh kepada Ulama karena sanad keilmuan ulama Nahdlatul Ulama ? sampai kepada Nabi Muhammad SAW,” ujar Kiai Muwafiq

Pengurus GP Ansor Kecamatan Tanjung yang dilantik antara lain Ketua Iin Hanafi, Sekretaris Heri Arfianto dan Bendahara Yosi Nur Imanullah. Acara yang dihadiri ribuan pengunjung tersebut berlangsung meriah dengan iringan sholawat oleh Grup Hadroh Babul Musthofa dari pekalongan serta hadir dalam acara tersebut Ketua PCNU Brebes KH Athoilah Syatori, Kabag Kesra H Imron Hisyam, pengurus MWCNU Brebes Ustad Solikhin serta Pengurus GP Ansor Tegal, Kota Tegal dan Pemalang. (Ibnu/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Hikmah, Pesantren, Kajian VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Rabu, 08 November 2017

Tabuh Rapai Pasai Aceh, Menag Buka Pentas PAI 2017

Banda Aceh, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Perhelatan Pekan Keterampilan dan Seni (Pentas) Pendidikan Agama Islam (PAI) secara resmi dibuka oleh Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Senin (9/10) malam di Taman Sulthanah Shafiatuddin, Banda Aceh.

Pembukaan Pentas PAI VIII tahun 2017 ini ditandai dengan penabuhan Rapai Pasai Aceh oleh Menag Lukman didampingi Gubernur Provinsi Irwandi Yusuf, Dirjen Pendidikan Islam Kamaruddin Amin, Direktur PAI Imam Safei, dan pihak Kepala Kantor Wilayah Kemenag Aceh.

Tabuh Rapai Pasai Aceh, Menag Buka Pentas PAI 2017 (Sumber Gambar : Nu Online)
Tabuh Rapai Pasai Aceh, Menag Buka Pentas PAI 2017 (Sumber Gambar : Nu Online)

Tabuh Rapai Pasai Aceh, Menag Buka Pentas PAI 2017

Dalam sambutannya, Menag Lukman menjelaskan bahwa Pentas PAI merupakan instrumen strategis dalam penguatan karakter keagamaan anak didik di sekolah. 

Menurutnya, Pentas PAI yang mempertemukan peserta dari seluruh Indonesia dengan membawa identitas kebangsaan masing-masing akan semakin meneguhkan keindonesiaan.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

“Pentas menjadi instrumen semangat nasionalisme di antara anak bangsa, semangat membangun NKRI. Hal ini tidak lepas dari bangsa Indonesia sebagai masyarakat beragama,” ujar Lukman Hakim Saifuddin di hadapan sekitar 1.500 hadirin dan peserta yang memadati tempat pembukaan.

Menurut salah seorang putra KH Saifuddin Zuhri ini, Pentas PAI yang mengusung tema Merawat Keberagaman, Memantapkan Keberagamaan ini penting untuk digelorakan karena karakteristik orang-orang beragama tidak lepas dari keberagaman yang sudah menjadi fitrah bangsa Indonesia.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Kepada peserta didik yang berkompetisi di ajang Pentas PAI tingkat nasional ini, Menag secara khusus mendorong para siswa agar terus semangat belajar, sportif dalam berkompetisi, dan menjadi manusia pemenang.

“Jadilah manusia pemenang, bukan hanya berambisi untuk menang dalam lomba, tetapi juga menang dalam menahan diri dari hal-hal yang tidak baik,” jelas Menag.

Pembukaan Pentas PAI 2017 di Aceh dimeriahkan dengan berbagai penampilan seni budaya dari para 500 siswa Aceh dengan membawakan Tari Rapai yang dipadu dengan Tari Saman. Suasana semakin meriah ketika tarian tradisional khas Aceh tersebut dibalut dengan musik modern. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Kajian VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Rabu, 25 Oktober 2017

Siapkan Santunan Yatim Piatu, Banom NU Tembarak Gandeng Yayasan Sosial

Temanggung, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Banom Majelis Wakil Cabang NU (MWCNU) Tembarak Temanggung, Jawa Tengah yang terdiri Muslimat NU, GP Ansor, Fatayat, IPNU dan IPPNU, Kamis (24/08) melakukan konsolidasi untuk menyiakan santunan yatim piatu. Konsolidasi internal yang dilaksanakan di SMU Islam Sudirman Tembarak ini dihadiri seluruh pengurus dari masing-masing Banom NU se-Kecamatan Tembarak.

Siapkan Santunan Yatim Piatu, Banom NU Tembarak Gandeng Yayasan Sosial (Sumber Gambar : Nu Online)
Siapkan Santunan Yatim Piatu, Banom NU Tembarak Gandeng Yayasan Sosial (Sumber Gambar : Nu Online)

Siapkan Santunan Yatim Piatu, Banom NU Tembarak Gandeng Yayasan Sosial

"Betapa pentingnya silaturahim antar Banom NU, sehingga akan terjalin kerjasama yang baik serta akan saling mengisi satu sama lain. Ibarat sapu yang sangat kuat menyapu segala kotoran karena terikat dalam sebuah kebersamaan, tak terkecuali dengan kita," kata Nur Budiman, Ketua GP Ansor Tembarak.

Sementara Ketua Muslimat Tembarak Sri Azizah menyatakan bahwa dalam menghadapi bulan Muharram pihaknya akan segera berbenah dan bersiap-siap untuk menyantuni Yatim-Piatu yang ada di lingkungan sekeliling, seperti yang telah dilakukan berkala tiap tahunnya.

"Bersama dengan Panti Asuhan Darul Hadlonah. Selain rutin bersama Darul Hadlonah dalam waktu dekat kita targetkan menyantuni Yatim-Piatu di wilayah kecamatan Tembarak,” tutur sri azizah.

Jajaran Ansor tembarak pun telah siap untuk berkonsolidasi mensukseskan program tersebut, tidak hanya mempersiapkan calon penerima tapi juga siap untuk menyiapkan amplop beserta isinya kepada Yatim-Piatu di Tembarak. Pihak ansar juga akan terlibat dalam santunan ini, bahkan tidak hanya Banom NU tetapi juga akan berkoordinasi dengan jajaran Yayasan Sosial Al-Muawanah NU (Yasona) milik MWCNU Tembarak, pungkasnya.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Abdul Dasir, Pengurus Yayasan Sosial Al-Muawanah (Yasona) dalam kesempatan itu menyetujui Program kerja sama tersebut. Bahkan pihaknya berharap seluruh Banom NU supaya merapatkan barisan bersama Yasona dalam rangka melanjutkan cita-cita luhur pendiri Yayasan ini.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Selain rutin memberi santunan tahunan bulan Syaban, Yasona ? sudah berbuat banyak untuk masyarakat, baik berupa santunan pendidikan formal dan non formal, santunan musibah kebakaran, santunan kesehatan serta santunan sosial yang lain.

"Maka dari itu mari kita uri-uri dan kita lanjutkan peninggalan sesepuh kita ini demi mensejahterakan masyarakat kita,” pungkas Abdul Dasir. (Jakfar-Haromain/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Kajian VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Minggu, 15 Oktober 2017

Pesantren di Jateng Terima Bantuan Alat dan Pelatihan Keterampilan

Salatiga, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah pogram pengembangan keterampilan bagi pesantren-pesantren di provinsi setempat. Program tersebut diwujudkan dengan memberikan sejumlah peralatan dan pelatihan keterampilan tertentu yang bisa menunjang kiprah para santri ketika terjun di masyarakat kelak.

Sebagaimana tampak di Pondok Pesantren Tarbiyatul Islam (PPTI) Al-Falah Salatiga, Senin (21/12). Ada sekitar 40 pondok pesantren yang mendapatkan bantuan berupa mesin jahit, mesin pengolahan Tasudo (Tahu, Susu, Donat), dan mesin pembuatan peci.

Pesantren di Jateng Terima Bantuan Alat dan Pelatihan Keterampilan (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren di Jateng Terima Bantuan Alat dan Pelatihan Keterampilan (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren di Jateng Terima Bantuan Alat dan Pelatihan Keterampilan

Seperti Pesantren Al-Firdaus Ngaliyan yang mendapat bantuan mesin jahit, Pesantren Sunan Ampel Kendal yang mendapat bantuan Mesin Tasudo, dan Pesantren Roudhotut Tholibin Rembang memperoleh bantuan mesin pembuatan peci. Selain bantuan peralatan, Kemenag Jateng juga memberikan kursus pendek guna membekali pesantren untuk langsung bisa mempraktikan alat dan mesin yang diterimanya. Arahan mentor atau pengajar yang ahli memudahkan peserta pelatihan untuk bisa menggunakan mesin sesuai tata cara penggunaannya yang benar.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Acara yang berlangsung sehari penuh ini menambah antusias peserta perwakilan pesantren untuk mempraktikkan dan mencoba menjahit kain, membordir peci, dan mengolah kedelai menjadi tahu, susu kedelai, dan donat.

"Dengan begitu seorang santri ketika nanti sudah selesai dalam mengaji dan meninggalkan pondok pesantren akan bisa berkiprah di masyarakatnya sebagai orang yang berguna, serta tidak menjadi beban masyarat," ungkap Muhtasit selaku Kepala Seksi Pondok Pesantren Kemenag Jateng.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Hal senada juga diungkap oleh Kepala Bidang Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren, Sholihin bahwa sebagian besar lulusan pesantren sangat kurang memadai di bidang teknologi dan keterampilan. Menurutnya, selama ini mereka seakan terkungkung dalam labirin suci hingga membuat mereka lupa dan mengabaikan bekal lain yang harus dikuasai santri. (Zulfa/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Pondok Pesantren, Nahdlatul Ulama, Kajian VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Rabu, 27 September 2017

Nadirsyah Hosen: Salurkan Aspirasi Lewat Mekanisme Demokrasi yang Ada

Setelah sistem kekhalifahan runtuh pada tahun 1924, dunia Islam terbelah menjadi dua: ada kelompok yang ingin mendirikan sistem khilafah lagi dan ada juga kelompok yang memilih sistem lain –seperti republik, kerajaan, kesultanan, dan lainnya- dari pada menghidupkan kembali sistem khalifah. Masing-masing memiliki pendukung dan argumen. 

Selain itu, muncul pula terma Islam politik dan politik Islam. Di beberapa negara yang penduduknya mayoritas Islam, terjadi polemik antara Islam politik dan politik Islam. Begitupun di Indonesia. Meski memiliki cara yang ‘berbeda’, namun keduanya memiliki semangat untuk menerapkan nilai-nilai Islam di dalah kehidupan berpolitik dan bernegara.

Di Indonesia, juga ada kelompok yang mengaku membela Islam dengan menegakkan hukum-hukum Islam, tetapi mereka tidak bersedia untuk ikut berdemokrasi. Mereka menggunakan cara-cara di luar parlemen untuk membela Islam.

Nadirsyah Hosen: Salurkan Aspirasi Lewat Mekanisme Demokrasi yang Ada (Sumber Gambar : Nu Online)
Nadirsyah Hosen: Salurkan Aspirasi Lewat Mekanisme Demokrasi yang Ada (Sumber Gambar : Nu Online)

Nadirsyah Hosen: Salurkan Aspirasi Lewat Mekanisme Demokrasi yang Ada

Lalu, bagaimana sebetulnya praktik Islam politik dan politik Islam di Indonesia saat ini? Dan bagaimana keduanya mewarnai demokrasi yang ada di Indonesia? Bagaimana menanggapi kelompok yang ada di ‘jalan’ dan tidak ikut berdemokrasi? 

Untuk menguraikan itu, Jurnalis VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth A. Muchlishon Rochmat berkesempatan mewawancarai Rais Syuriyah PCINU Australia-New Zealand yang juga menjadi Dosen Senior Hukum di Universitas Monash Australia Prof Dr Nadirsyah Hosen atau biasa disapa Gus Nadir. Berikut hasil wawancaranya:

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Sebetulnya, apa perbedaan Islam politik dan politik Islam, Gus?

Sebenarnya sudah banyak buku dan tulisan yang membahas tentang Islam politik dan politik Islam. Intinya, Islam politik lebih menekankan dan menerapkan simbol-simbol atau atribut Islam di dalam berpolitik. Sementata, politik Islam lebih mengedepankan Islam sebagai sebuah nilai. Mereka tidak melulu menggunakan atribut-atribut Islam dalam kegiatan berpolitik.

Bagaimana Gus Nadir melihat praktik dari keduanya di Indonesia dalam konteks hari ini?

Sekarang, di Indonesia terjadi tarik menarik antara keduanya. Ada sebagian yang mengikuti sistem politik yang ada, ikut pemilu. Lalu, mereka memperjuangkan Islam dengan gerakan-gerakan politik. Itu sah-sah saja. 

Tetapi sekarang ada orang yang berada di luar mekanisme demokrasi. Dia ada di jalanan dan tidak bersedia untuk ikut proses demokrasi tetapi dia mengklaim bahwa sedang membela Islam. Kalau dia ikut berdemokrasi, maka dia bisa membela Islam dalam konteks meloloskan kebijakan-kebijakan yang pro Islam. 

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Tapi ada semacam ‘ketakutan’ dari masyarakat kalau ada partai yang mengedepankan Islam politik. Bagaimana itu, Gus?

Kita lihat partai-partai Islam misalkan seperti PKS. Ketika pertama kali muncul PKS dulu banyak orang yang khawatir. Tetapi sekarang kita melihat semakin lama PKS itu semakin demokratis.

Apa yang menyebabkan kok bisa seperti itu?

Proses demokrasi mendemokratiskan mereka. Jadi, proses demokrasi tidak membuat mereka menjadi menguat, membuat mereka ‘semakin Islami.’ 

Nah, ini berbeda dengan orang yang berada di jalanan dan tidak ikut proses demokrasi. Dia akan semakin mengeras. Misalnya Hizbut Tahrir Indonesia, sekarang mereka dibubarkan tetapi kan bisa daftar lagi nanti. 

Tetapi kalau mereka memang tidak anti-NKRI maka mereka harus mengikuti proses demokrasi seperti pemilu. Mereka bisa bertarung di sana. Tetapi kalau teriak-teriak di jalan dan menganggap demokrasi itu toghut dan kufur itu tidak dibenarkan. 

Jadi Apakah bisa disimpulkan bahwa mereka yang mengikuti mekanisme demokrasi akan ikut demokratis?

Saya percaya bahwa orang yang mengikuti mekanisme demokrasi Pancasila, dia akan tertarik ke tengah. Karena moderasi itu menjadi sebuah keniscayaan di dalam politik. Dia harus negosiasi dan mempertimbangkan isu-isu lain. 

Yang repot adalah mereka yang ada di ‘jalanan’ karena tidak ada proses yang menarik ke tengah. Yang ada mereka selalu menguat dan mengeras.  

Bisa dibuatkan simplifikasinya, Gus?

Misalnya tujuh juta orang yang ikut demo itu kalau dihitung sebagai perwakilan untuk kursi DPR itu akan dapat berapa kursi. Di jalanan mereka memang banyak, tetapi karena ada mekanisme demokrasi dan pemilu, kalau misalnya orang-orang tersebut dihitung dari daerah saja maka mereka hanya akan mendapatkan satu kursi saja di DPR. Karena ada sebaran kursi dan mekanisme yang harus diikuti.

Kalau banyak-banyakan massa, ya banyakan massa PKB di Jawa. Ini yang saya maksud, kalau kita masuk mekanisme maka kita akan tertarik ke tengah. Itulah politik. Dan silahkan perjuangkan lewat jalur itu. Tapi kalau kita kita tidak proses itu dan berada di ‘jalan’, yang terjadi adalah kita mempolitisasi Islam. 

Untuk menyikapi mereka yang ada di ‘jalan’ seperti itu apa?

Selama itu tidak melanggar aturan dan ketertiban umum, itu adalah bagian dari demokrasi dan kita apresiasi. Tapi ada aturan main dan aturan inilah yang seharusnya ditaati. Masalahnya mereka yang ada di ‘jalanan’ adalah para penyelundup demokrasi. 

Maksudnya penyelundup demokrasi?

Mereka menggunakan kosakata demokrasi tetapi sebenarnya ingin membunuh dan menghancurkan demokrasi. Misalnya seperti ini, mereka turun ke jalan adalah sebuah kebebasan mereka masing-masing. Tetapi jika isu yang diangkat adalah untuk menggoyang pilar bangsa, maka itu tidak diperkenankan. Kalau tidak ada izin, mereka juga tidak boleh melakukan turun ke jalan seperti itu. 

Di luar negeri, kalau melakukan demonstrasi juga harus memiliki izin dan rute yang jelas. Hal itu diterapkan karena ketertiban umum tidak boleh terganggu.   

Gus Nadir melihat demokrasi di Indonesia itu bagaimana?

Demokrasi membutuhkan kedewasaan dan butuh proses. Demokrasi kita baru sebentar, yaitu mulai tahun 1998. Kalau kita bandingkan dengan negara lain, lima puluh sampai tujuh puluh tahun pertama berdemokrasi mereka perang saudara. Kita tidak ada perang saudara. 

Pelan-pelan kita kita akan bergerak ke demokrasi yang lebih dewasa. Tetapi itu butuh waktu dan kesiapan institusi sosial termasuk ormas-ormas Islam. Bagaimana akan berdemokrasi kalau misalnya ada ormas Islam yang tidak demokratis. Misalnya ormas FUI, sekjennya tidak pernah berganti karena dari dulu hingga sekarang masih dipegang Al-Khatthat. Oleh karena itu institusi sosial juga harus diperkuat untuk menuju demokrasi yang lebih dewasa.

Ada anggapan bahwa Perppu tentang ormas bisa digunakan untuk menghantam lawan politik. Bagaimana menanggapi itu?

Kalau untuk menghantam lawan politik berarti yang dibubarin siapa. FPI kan bukan. Ini kah HTI yang dibubarkan. Yang salah itu bukan Perppu tetapi yang salah adalah pemerintah yang sebelumnya yang menerima HTI sebagai ormas.

Itukan persoalannya. Kenapa yang tidak sepakat dengan Pancasila dan UUD 1945 diakui dan dikasih berbadan hukum. Kalau mau membenarkannya kan susah.

Terakhir Gus, Bagaimana Islam Indonesia ini ke depan?

Menurut saya Islam di Indonesia akan menjadi contoh dunia. Saya optimis bahwa Islam di Indonesia akan menjadi contoh bagaimana membangun peradaban dunia. Dan NU akan menjadi salah satu mercusuarnya karena sedang bergerak ke arah sana. Kita bicara secara spiritual maupun bicara secara hitung-hitungan normal, kita sudah bergerak ke arah sana. Tapi itu butuh waktu. 

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Kajian VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Senin, 25 September 2017

FUI Serius Bubarkan Tarekat NU di Sumut

Jakarta, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Forum Umat Islam (FUI) Sumatera Utara sudah tidak main-main untuk membubarkan tarekat Samaniyah, salah satu aliran tarekat di bawah naungan Jamiyah Ahlit Thariqah Al-Mutabarah An-Nahdhiyah (Jatman). Thariqah mu’tabarah NU ini terancam dibubarkan dan dilarang ajarannya di daerah Sumut.

Keseriusan rencana tersebut ditandai dengan pelaporan FUI melalui Tim Pembela Muslim (TPM) kepada polisi, bahkan sudah sampai ke tingkat pengadilan dengan tuduhan tindak pidana penistaan agama. Hari ini, Kamis (30/10), memasuki sidang keempat.

FUI Serius Bubarkan Tarekat NU di Sumut (Sumber Gambar : Nu Online)
FUI Serius Bubarkan Tarekat NU di Sumut (Sumber Gambar : Nu Online)

FUI Serius Bubarkan Tarekat NU di Sumut

Mudir Am Jatman KH Abdul Mu’thy Nurhadi menyayangkan tindakan FUI dan TPM atas dasar Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumut yang membawa masalah ini ke ranah hukum. Ia mengajak semua pihak untuk menyelesaikan hal ini dengan kepala dingin.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Sebagaimana yang diberitakan sejumlah media, FUI menuduh tarekat samaniyah telah menyebarkan ajaran sesat. Dalam hal ini, KH Abdul Mu’thy mengingatkan FUI untuk mengklarifikasi sejumlah tuduhan miring yang dialamtkan ke tarekat samaniyah.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

“Demi lancarnya dakwah Islam dan menjaga ukhuwah Islamiyah, agar diupayakan islah (berdamai) dan tabayyun (klarifikasi) agar tidak meresahkan umat,” katanya Rabu (29/10), dalam sebuah rilis melalui Humas Jatman Sumut, Saifuddin.

Pengurus Jatman lainnya, KH Wahfiuddin juga menyesalkan kejadian ini. Ia menilai dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara atas kasus dugaan penistaan agama terhadap pimpinan thariqah Samaniyah tidak tepat.

Menurutnya, hal itu tidak tepat karena tidak ada unsur permusuhan, penyalahgunaan, penodaan dan penghinaan terhadap ajaran agama. “Bila tiap aliran thariqah di NU dapat diberi Fatwa menyimpang dari ajaran Islam dan bisa dituduh dengan pasal penistaan agama, hal ini bisa merembet kepada aliran tarekat lainnya di NU yang berjumlah puluhan aliran bisa terancam dibubarkan,” katanya.  

DR KH Ali M Abdillah, salah satu pengurus Jatman juga menambahkan, Jatman didirikan ulama tarekat NU sebagai wadah silaturahim aliran thariqah mu’tabaroh yang berkembang di Indonesia. Landasannya jelas Al-Quran, hadist, ijma dan qiyas.

Menurutnya,  NU telah meneliti serta mengkaji berdasarkan telaah yang dilakukan Jatman, terdapat kurang lebih 43 aliran tarekat yang memiliki kriteria mu’tabarah baik yang berkembang di dunia Islam maupun di Indonesia. “Tarekat Samaniyah merupakan salah satu dari aliran tarekat yang berada dalam wadah organisasi badan otonom Nahdlatul Ulama Jatman,” katanya.

“Kasus yang berkembang di dalam tarekat Samaniyah merupakan masalah internal, biarlah diserahkan NU, dan diharapkan FUI, TPM, MUI, serta ormas Islam lainnya tidak mencampuri urusan internal ini,” ujarnya. “Jangan mengancam menghentikan apalagi membubarkan aliran tarekot di NU, mari kita jaga ketenangan dan kerukunan Ummat apalagi sesame muslim,” pungkasnya. (Mahbib Khoiron)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Kajian VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Selasa, 19 September 2017

Bagaimana Menjaga Kualitas Amal Kebaikan?

Khutbah I



? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Bagaimana Menjaga Kualitas Amal Kebaikan? (Sumber Gambar : Nu Online)
Bagaimana Menjaga Kualitas Amal Kebaikan? (Sumber Gambar : Nu Online)

Bagaimana Menjaga Kualitas Amal Kebaikan?

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Jamaah shalat jumat hadâkumullâh,

Barangkali kita pernah mendengar cerita tentang pertemuan Al-Ghazali dengan seekor lalat. Cerita ini tertulis di antaranya dalam kitab Nashaihul ‘Ibad karya Syekh Nawawi al-Bantani.

Alkisah, suatu kali seseorang bermimpi jumpa dengan Imam Al-Ghazali yang saat itu sudah wafat. Dalam mimpi itu orang tersebut bertanya perihal nasibnya pascameninggalkan dunia ini.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Imam al-Ghazali kemudian menjawab pertanyaan orang itu dengan sebuah cerita bahwa di hadapan Allah ia ditanya tentang bekal apa yang ia serahkan untuk-Nya. Al-Ghazali pun menyebut satu per satu semua prestasi ibadah yang pernah ia jalani di kehidupan dunia.

Di luar dugaan, Allah ternyata menolak itu semua amal ibadahnya. Kecuali satu kebaikannya ketika bertemu dengan seekor lalat, dan karenanya ia mendapat kemuliaan surga.

Pertemuan dengan lalat yang dimaksud dimulai ketika Imam al-Ghazali sedang tengah sibuk menulis kitab. Seekor lalat yang haus ini mengusiknya sejenak lalu hinggap ke wadah tinta. Sang Imam yang merasa kasihan lantas berhenti menulis untuk memberi kesempatan si lalat melepas dahaga dari tintanya itu.

“Masuklah bersama hamba-Ku ke surga,” kata Allah.

Jamaah shalat jumat hadâkumullâh,

Ada pesan yang sangat kuat dalam hikayat Imam Al-Ghazali dan lalat ini. Bahwa ternyata titik tekan dalam ibadah bukanlah pada berapa banyak yang sudah dilakukan melainkan setinggi apa kualitas ibadah yang kita jalankan. Islam menitikberatkan pada kualitas, bukan hanya kuantitas. Tentu saja ibadah dengan kualitas dan kuantitas yang besar sekaligus, akan lebih utama. Lalu bagaimana menjaga kualitas ini?

Pilar pertama yang harus ditegakkan adalah niat. Niat lebih dari sekadar ucapan. Niat adalah kesadaran hati akan arah, tujuan, dan jenis perbuatan yang seseorang lakukan. Ia juga bisa bermakna pondasi dari perencanaan yang bakal dibangun secara bertahap. Dalam Islam, niat menjadi unsur penentu bagi sah tidaknya setiap ibadah yang dikerjakan. Ingin menjalankan ibaah puasa, harus ada niat. Demikian pula shalat, haji, umrah, wudhu, zakat, sedekah. Artinya, seluruh kegiatan itu harus dilakukan secara sengaja dan penuh kesadaran dalam hati. Sebagaimana sabda Nabi:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya: "Sesungguhnya sahnya setiap amal perbuatan adalah dengan niat. Setiap orang hanya memperoleh dari apa yang ia niatkan. Barangsiapa yang hijrahnya kepada Allah dan Rasul Nya, maka hijrahnya kepada Allah dan Rasul Nya. Dan barangsiapa yang hijrahnya kepada dunia, maka ia akan mendapatkannya. Atau, kepada wanita yang akan dinikahinya, maka hijrahnya itu kepada sesuatu yang karenanya ia berhijrah." (HR Bukhari dan Muslim)

Banyak sekali amal perbuatan sehari-hari yang bisa bernilai lebih ketika dimulai dengan niat positif. Sebagai contoh, mengenakan baju. Pekerjaan yang sangat lumrah dan biasa dalam keseharian kita ini akan lebih bermutu bila diniatkan, misalnya, untuk menutup aurat, menjaga kehormatan, melindungi diri dari penyakit, dan lain sejenisnya.

Sebaliknya, banyak pula amal ibadah yang rutin kita jalankan menjadi buruk lantaran keliru dalam niat. Misalnya, shalat jamaah sekadar untuk menghindari cemoohan orang sebagai orang yang tidak saleh. Atau zakat untuk menarik simpati orang banyak, dan seterusnya.

Jamaah shalat jumat hadâkumullâh,

Dalam dua kasus ini, memakai pakaian memiliki pahala atau derajat lebih tinggi daripada ibadah shalat, zakat dan puasa. Inilah yang disebut kualitas ibadah, yang ruhnya terhimpun dalam niat seseorang. Dalam kitab Ta’limul Muta’allim dikatakan,

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya: “Banyak perbuatan yang tampak sebagai perbuatan duniawi berubah menjadi perbuatan ukhrawi lantaran niat yang bagus. Banyak pula perbuatan yang terlihat sebagai perbuatan ukhrawi bergeser menjadi perbuatan duniawi lantaran niat yang buruk.”

Pilar kedua yang menjiwai amal perbuatan adalah ikhlas. Ikhlas mengandaikan tidak adanya pamrih apapun dalam sebuah perbuatan. Ikhlas bukan berbuat dengan menghitung keuntungan apa yang baka didapat. Dalam kondisi inilah Allah memerintahkan kita dalam beribadah.

? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya: “Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan ikhlas (memurnikan ketaatan kepada-Nya) dalam (menjalankan) agama yang lurus.” (QS Al-Bayiyinah: 5)

Dzun Nun al-Mishri seperti yang dikutip Imam Nawawi dalam kitab al-Adzkâr menyebut ada tiga tanda orang yang berlaku ikhlas. Pertama, tak memberi pengaruh apa-apa kepada si pelaku kala perbuatan tersebut dipuji ataupun dicaci. Amal yang dijalankan secara ikhas sejak awal bukan untuk meraih balasan apapun dari manusia, karena itu komentar apa pun dari mereka tak akan berdampak apa-apa.

Kedua, melupakan kebaikan yang telah dilakukan. Tanda ini menempel secara otomatis pada diri si pelaku yang menganggap kebaikan sebagai suatu kelaziman dalam hidup di dunia. Mengingat-ingat atau menghafal kebaikan hanya hanya berlaku bagi orang yang berharap sebuah balasan atau imbalan, seperti penagih utang yang berharap uangnya kembali atau seorang pedagang yang mendambakan keuntungan. Ketiga, kalaupun berharap imbalan, ia berharap balasan baik di akhirat bukan di dunia.

Imam Al-Ghazali dalam cerita di awal tadi adalah contoh bagaimana seorang hamba berbuat tulus dengan pondasi niat dan ikhlas yang kuat. Ia sengaja dan dengan kesadaran penuh rela menghentikan aktivitas menulisnya dan membiarkan lalat ‘usil’ itu meminum tintanya karena rasa belas kasihan. Suatu sifat yang juga Allah miliki sebagai Dzat yang Rahmân dan Rahîm. Sang imam memberi minum lalat juga tak dibarengi dengan harapan akan pamrih apapun. Kebaikan itu spontan saja beliau lakukan tanpa motif atau prediksi keuntungan yang bakal ia peroleh. Dengan cara seperti inilah, perbuatan memberi minum yang tampak remeh, ternyata memiliki kualitas yang luar biasa di hadapan Allah subhânahu wata‘âlâ. Wallâhu a‘lam bish shawâb.

Khutbah II

? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ! ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Alif Budi Luhur



Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Internasional, Halaqoh, Kajian VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Selasa, 04 Juli 2017

Muslimat NU Grobogan Tanggapi Keluhan Penyakit Rahim Anggota

Grobogan, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Pengurus Cabang Muslimat Nahdlatul Ulama Kabupaten Grobogan prihatin akan penyakit yang sering dikeluhkan anggotanya, khususnya masalah rahim.

Muslimat NU Grobogan Tanggapi Keluhan Penyakit Rahim Anggota (Sumber Gambar : Nu Online)
Muslimat NU Grobogan Tanggapi Keluhan Penyakit Rahim Anggota (Sumber Gambar : Nu Online)

Muslimat NU Grobogan Tanggapi Keluhan Penyakit Rahim Anggota

Pimpinan Muslimat menanggapi permasalahan itu dengan mengadakan seminar kesehatan di Gedung Pendopo Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, pada Ahad (15/12).

Kegitan tersebut diikuti semua pengurus Muslimat mulai dari tingkat cabang hingga tingkat ranting (desa).

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Salah seorang Pengurus Cabang Muslimat NU Kabupaten Grobogan, Sulthonatun mengatakan, tujuan mengadakan kegiatan itu untuk membekali ilmu kesehatan ibu-ibu Muslimat NU.

Hadir sebagai narasumber dr. Slamet Widodo. Sebelum  narasumber menyampaikan materi, ibu-ibu muslimat terlebih dahulu menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Muslimat sebagai bentuk Nasionalisme.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Di antara materi yang ia paparkan adalah mengenai  penyebab kanker leher rahim. Menurutnya,  99,7% kanker leher rahim terkait secara langsung dengan infeksi sebelumnya dengan Human Papilloma Virus (HPV).

“Cara pencegahan secara primer adalah diperlukan imunisasi HPV, sedangkan cara pencegahan secara sekunder adalah dengan cara memeriksakan diri secara teratur minimal satu tahun sekali untuk dilakukan tes skrining,” jelas dr.Slamet Widodo.

Seusai seminar dilanjutkan Rapat Kordinasi Cabang (rakorcab) membahas mengenai harlah Muslimat dan hari jadi Grobogan. Di akhir acara, ibu-ibu Muslimat itu berdoa dipimpin oleh Seksi Dakwah PC Muslimat NU, ibu Shofiyatun. (Ibnu Muslih/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Kajian VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Selasa, 20 Juni 2017

Ketua Baru Mahasiswa Nahdliyin STAN Terpilih lewat Mufakat

Tangerang Selatan, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Para mahasiswa di kampus Politeknik Keuangan Negara STAN yang tergabung dalam Ikatan Mahasiswa Nahdliyin (Iman) memilih ketua baru dalam Muktamar Ke-24 yang di Masjid Al-Barkah, Tangerang Selatan, Banten.

Metode pemilihan kali ini lebih mengedepankan musyawarah dibandingkan pemungutan suara atau voting. Sidang pemilihan ketua dipimpin ketua demisioner, M Roid Nashiruddin. Ia menjelaskan, beberapa hari sebelum acara Muktamar, pihaknya sudah meminta kepada masing-masing angkatan untuk mengusulkan nama-nama bakal calon ketua.

Ketua Baru Mahasiswa Nahdliyin STAN Terpilih lewat Mufakat (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketua Baru Mahasiswa Nahdliyin STAN Terpilih lewat Mufakat (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketua Baru Mahasiswa Nahdliyin STAN Terpilih lewat Mufakat

Dari ketiga angkatan ternyata mengerucut pada dua nama untuk calon ketua Iman dan Imanisa (sebutan untuk ikatan mahasiswa Nahdliyin putri). Namun, pada waktu penyampaian visi-misi, calon ketua Iman yang satu mengundurkan diri dan muktamirin menyepakati untuk mengangkat calon tunggal, yaitu Achmad Fahmi Abdullah, ketua Iman periode 2016-2017.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Sementara dari sisi Imanisa, setelah mendengar penyampaian visi-misi kedua calon dan dilakukan musyawarah internal anggota Imanisa, akhirnya terpilihlah Mei Nur Hakiki sebagai ketua baru Imanisa.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Sebelumnya, suksesi kepemimpinan didahului dengan penyampaian Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) Kinerja oleh kepengurusan Iman tahun 2015-2016. Dimulai dengan penyampaian dari Badan Pengurus Harian yang dikomandoi M Roid Nashiruddin, sidang LPJ berlangsung cukup hangat hingga pukul 23.00 WIB.

Sidang LPJ semakin memuncak saat tiba giliran pengurus bidang Dana Usaha (Danus) Iman menyampaikan pertanggungjawabannya. Wildan Basri selaku kepala bidang (kabid) menyampaikan bahwa Danus menjadi salah satu bidang yang cukup penting dalam menopang kebutuhan finansial Iman. Pada tahun ini, bidang Danus sudah mencetak buku USM yang menjadi produk unggulannya sebanyak 5000 eksemplar.

Di sela-sela penyampaian LPJ, mahasiswa asal Pemalang ini masih sempat mempromosikan buku dan produk danus lainnya. Sontak kejadian itu mampu memecahkan tawa di antara para muktamirin. Sidang ditutup dengan penyampaian LPJ dari Ketua Imanisa.

Acara yang berlangsung Sabtu (30/1) malam itu dihadiri pengurus jamaah aktif, beberapa alumni Iman. Muktamar diawali dengan penampilan tim hadrah Badruttamam yang melantunkan lagu Yaa Hanaana dan Abatiy.

“Mereka yang mau mengurusi Iman, insyaa Allah akan menuai berkahnya,” ujar Ustad Faris dalam sambutannya mewakili dewan alumni Iman. Setelah resmi dilakukan prosesi serah terima jabatan, Muktamar Ke-24 Iman ditutup dengan pembacaan doa yang dipimpin oleh salah satu alumni.

Selamat kepada ketua Iman dan Imanisa yang baru terpilih. Semoga amanah dan mendapat barokah! (Fauziyah/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Kajian, Kyai VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock