Tampilkan postingan dengan label RMI NU. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label RMI NU. Tampilkan semua postingan

Selasa, 27 Februari 2018

93 Pembimbing Haji Ikuti Pelatihan Sertifikasi

Pamekasan, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Sebanyak 93 pembimbing haji Pamekasan mengikuti pelatihan sertifikasi, Senin (30/4) siang bertempat di pendopo Pamekasan. Pelatihan yang bergulir selama 3 hari tersebut dibuka langsung oleh mustasyar NU Pamekasan yang Bupati Pamekasan KH Kholilurrahman pada Sabtu (28/4) lalu. Penyelenggaranya adalah pengurus Forum Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (FKBIH) Pamekasan.

"Ini pertama kali. Diikuti oleh lembaga bimbinan haji di Pamekasan yaitu 21 KBIH, 5 pesantren, dan sisanya non-KBIH," tutur ketua panitia KH Zainal Alim kepada VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth di sela-sela pelatihan. "Pelatihan ini ditangani 7 panitia dari pengurus FKBIH."

93 Pembimbing Haji Ikuti Pelatihan Sertifikasi (Sumber Gambar : Nu Online)
93 Pembimbing Haji Ikuti Pelatihan Sertifikasi (Sumber Gambar : Nu Online)

93 Pembimbing Haji Ikuti Pelatihan Sertifikasi

Tujuan dari sertifikasi itu, tambah Kiai Zainal, ialah agar para pembimbing punya potensi manasik haji di lembaganya. Nantinya mereka hendak diorbitkan guna menyosialisasikan hasil pelatihan kepada orang-orang yang ada di lembaga tempat mereka mengabdi.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Dalam pelatihan tersebut, panitia mendatangkan tutor dari Kabid urusan haji Jawa Timur, Kasi zakat & wakaf, dan staf Kemenag Jatim. Mereka melatih peserta terkait dengan metode ceramah, diskusi, role playing, demonstrasi, dan brandstorming.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Menurut Kiai Zainal, sebenarnya yang mendaftar pelatihan tersebut mencapai 103 orang.

"Sayangnya sepuluh orang berhalangan. Mungkin punya agenda yang lebih mendesak," ungkap aktivis NU Pamekasan itu sembari tersenyum ramah.

Dalam pantauan VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth, para peserta sangat serius mengikuti pelatihan. Mereka selalu sigap mengerjakan dan bisa bekerja sama mendalami materi pelatihan yang diberikan tutor. Ketua NU Pamekasan KH Abd Ghoffar juga terlibat aktif menjadi peserta.

Redaktur : Sudarto Murtaufiq

Kontributor :Hairul Anam

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Ubudiyah, RMI NU VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Senin, 26 Februari 2018

100 Pendekar Pagar Nusa Peguron Sapu Jagad Naik Tingkat

Jakarta, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Sekitar 100 pendekar Pencak Silat Nahdlatul Ulama Pagar Nusa di Peguron Sapu Jagat telah menguasai jurus-jurus di tingkatanya masing-masing, sehingga mereka naik kelas ke tingkat selanjutnya. ?

Para pendekar itu dilantik dengan penyematan tanda anggota Pagar Nusa oleh Ketua Umum Pimpinan Pusat Pagar Nusa Aizzudin Abdurrahman di Gedung Pariwisata Balekambang, Kramat Jat, Jakarta Timur, Sabtu malam (25/1).

100 Pendekar Pagar Nusa Peguron Sapu Jagad Naik Tingkat (Sumber Gambar : Nu Online)
100 Pendekar Pagar Nusa Peguron Sapu Jagad Naik Tingkat (Sumber Gambar : Nu Online)

100 Pendekar Pagar Nusa Peguron Sapu Jagad Naik Tingkat

Guru Besar Peguron Pencak Silat Sapu Jagat Gus Yusuf Cokro Santri, mengatakan 100 peserta itu terdiri dari tingkat dasar yang masuk ketingkat pertama dan tingkat pertama yang masuk ke tingkat kedua. “Di tingkat dasar pengenalan jurus-jurus elementer Pagar Nusa atau istilahnya pencak silat sebagai busaya,” katanya kepada VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Di Peguron Silat Sapu Jagad, kata Cokro, diwajibkan menguasai jurus-jurus Pagar Nusa. Di samping itu ada jurus-jurus tersendiri yang merupakan kreasai peugron tersebut.

Cokro lebih lanjut menerangkan, dari 100 pendekar itu, ada 20 peserta pendidikan dan latihan untuk melatih. Mereka berasal dari Lampung. “Di Lampung Peguron Sapu Jagat memiliki 15 cabang. 20 orang berlatih jurus-jurus sesuai KTSP Pagar Nusa,” tambahnya.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Menurut Cokro, anak-anak muda sekarang masih meminati seni bela diri pencak silat, “Dari 100 peserta itu mulai dari usia SD sampai perguruan tinggi,” katanya.

Ia juga menerangkan dari 100 pendekar itu 30 orang di antaranya adalah mahasiswa dan mahasiswi Thaliand yang sedang belajar di Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama, Kedoya Jakarta Barat. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Ulama, Khutbah, RMI NU VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Rabu, 21 Februari 2018

Ketidakmampuan Saring Informasi di Medsos Bisa Termakan Hoax

Tangerang, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Beberapa tahun terakhir, masyarakat Indonesia sedang demam media sosial. Mirisnya, isu-isu yang beredar di medsos mengandung unsur fitnah dan hoax. Ketidakmampuan menyaring informasi yang beredar di medsos bisa menyebabkan generasi muda bangsa akan termakan informasi palsu (hoax) dan provokasi.

Demikian disampaikan KH Baijuri Khatib, Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Syariah Nahdlatul Ulama (STISNU) Nusantara Tangerang saat memberikan pengarahan dalam acara Urun Rembuk Kiai Penjaga NKRI, Sabtu (31/12) lalu di Aula STISNU.

Ketidakmampuan Saring Informasi di Medsos Bisa Termakan Hoax (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketidakmampuan Saring Informasi di Medsos Bisa Termakan Hoax (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketidakmampuan Saring Informasi di Medsos Bisa Termakan Hoax

"Beredarnya berita-berita tentang penggembosan terhadap KH Said Aqil Siroj. Itu jelas-jelas fitnah terhadap pribadi dan organisasi. Begitu juga dengan pemutarbalikkan fakta kasus Aleppo Suriah yang diberitakan secara tidak seimbang dan penuh provokasi," tegasnya.

Kasus fitnah dunia maya, lanjutnya, berimbas pada pergeseran akhlak generasi muda. Saat ini generasi muda gampang terprovokasi sampai berani menghina kiai sepuh. Itu menjadi keprihatinan tersendiri.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

"Apalagi dijadikannya Tangerang Raya sebagai Ibu Kota Khilafah Islamiyah. Tak jarang masjid-masjid di Tangerang, khususnya di perumahan, DKM-nya sudah beralih pada pemikiran tentang barang siapa yang tidak berhukum dengan hukum Tuhan adalah kafir. Makanya, kita perlu perkuat budaya bangsa. Indonesia sebagai negera yang ramah dan santun," ajaknya.

Ia menambahkan, untuk itu ada beberapa hal yang perlu dilakukan. Pertama, semua elemen masyarakat perlu menyatukan persepsi dan pandangan tentang pentingnya menjaga kesatuan dan persatuan.?

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Kedua, membangun sinergi persepsi pemahaman ulama dan pemerintah membebaskan Indonesia dari radikalisme dan narkoba. Ketiga, kiai adalah garda terdepan di masyarakat dalam menjaga NKRI. Keempat, mendorong semua warga bangsa untuk mempertahankan kearifan lokal.

Turut hadir dalam acara itu Ketua PCNU Kabupaten Tangerang KH Encep S, Rais Syuriyah PCNU Kota Tangerang KH Abdul Muthi, Bupati Tangerang, Walikota Kota Tangerang, dan ratusan mahasiswa STISNU Tangerang. (Suhendra/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth RMI NU, Halaqoh, Bahtsul Masail VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Senin, 05 Februari 2018

Capai 2 Miliar, PBNU Apresiasi Gerakan Nasional Koin NU di Sragen

Sragen, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth -

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama KH Said Aqil Siroj mengapresiasi atas pencapaian program “Gerakan Nasional Koin NU” di wilayah Kabupaten NU Sragen, Jawa Tengah yang mampu mendapatkan dana hingga Rp 2 Miliar,

Hal tersebut disampaikan Kiai Said pada peresmian “Gerakan Koin NU Nusantara Menuju Mandiri” di Alun-alun Sasono Langen Putro Sragen, Jumat (14/4) sore.

Capai 2 Miliar, PBNU Apresiasi Gerakan Nasional Koin NU di Sragen (Sumber Gambar : Nu Online)
Capai 2 Miliar, PBNU Apresiasi Gerakan Nasional Koin NU di Sragen (Sumber Gambar : Nu Online)

Capai 2 Miliar, PBNU Apresiasi Gerakan Nasional Koin NU di Sragen

“Semoga kemandirian NU semakin menguat dengan adanya gerakan ini. Ke depan, kesuksesan NU Sragen dalam menggerakkan warganya ini dapat meluas dan ditiru PCNU di berbagai daerah,” kata dia.

Ditambahkan Kiai Said, gerakan koin NU ini juga dapat terus digerakkan hingga ke tingkatan ranting.

Dalam kegiatan yang dirangkai dengan prosesi pelantikan pengurus baru PCNU Kabupaten Sragen tersebut, Kiai Said mengajak untuk mendakwahkan Islam dengan cara yang mulia.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

“Sebagaimana agama Islam yang benar dan mulia, maka memperjuangkan, mempertahankan, maupun membela agama Islam pun dengan cara yang benar dan mulia,” tuturnya. (Ajie Najmuddin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth RMI NU VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Selasa, 30 Januari 2018

Uninus Berikan Beasiswa S2 dan S3 bagi Guru NU di Jabar

Bandung, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Pimpinan Wilayah Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) Jawa Barat melakukan silaturahmi dengan Rektor Universitas Islam Nusantara (Uninus) Bandung Suhendra Yusuf di Gedung Rektorat Uninus, Selasa (10/1).

Uninus Berikan Beasiswa S2 dan S3 bagi Guru NU di Jabar (Sumber Gambar : Nu Online)
Uninus Berikan Beasiswa S2 dan S3 bagi Guru NU di Jabar (Sumber Gambar : Nu Online)

Uninus Berikan Beasiswa S2 dan S3 bagi Guru NU di Jabar

Turut hadir pada kesempatan tersebut Bendahara Pergunu Jawa Barat Kamin Sumardi, Wakil Sekretaris Pergunu Jawa Barat Ujang Hidayatulloh dan beberapa Pimpinan Cabang Pergunu se-Jawa Barat.

Pada kesempatan tersebut, Sekretaris Pergunu Jawa Barat Saepuloh ? menyampaikan ucapan terima kasih kepada Rektor Uninus yang telah bersedia menerima silaturahmi dari Pimpinan Wilayah Pergunu Jawa Barat.

Selain itu, Saepuloh menyampaikan permohonan kesediaan Uninus untuk memberikan beasiswa S2 dan S3 bagi guru-guru dan dosen-dosen NU yang tergabung dalam Persatuan Guru Nahdlatul Ulama Jawa Barat.

“Saat ini, kualifikasi pendidikan guru-guru NU tergabung dalam Pergunu masih sedikit yang berpendidikan S2, begitu juga dosen-dosen NU yang tergabung di Pergunu juga masih sedikit yang berpendidikan S3. Oleh karena itu, kami mohon Uninus dapat membuat kelas khusus untuk Pergunu dan kemudian diberi bantuan untuk mendapatkan beasiswa” tutur Saepuloh.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Pada kesempatan itu juga, Rektor Uninus Suhendra Yusuf menyatakan kesediaannya untuk membuat kelas khusus bagi Pergunu, baik itu Prodi Magister Manajemen Pendidikan (S2), Magister Pendidikan Agama Islam (S2) dan Prodi Doktor Ilmu Pendidikan (S3) dengan memberikan beasiswa 50 persen dari biaya pendidikan.

“Atas apa yang disampaikan oleh Saepuloh, kami bersedia dengan senang hati untuk membantu guru-guru NU dan dosen-dosen NU untuk melanjutkan pendidikannya sampai jenjang S2 dan S3,” ujar Suhendra.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Dia menginstruksikan untuk membuat kelas khusus setiap Prodi satu kelas, nanti mereka diberi beasiswa dari kampus 50 persen dari biaya kuliah dan kami juga akan ajukan mereka ke instansi terkait untuk mendapatkan bantuan biaya kuliah, sehingga mereka mendapatkan beasiswa penuh. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Ubudiyah, RMI NU VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Rabu, 17 Januari 2018

Jangan Berangkat ke Tanah Suci karena Ingin Dipanggil Pak Haji

Pringsewu, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth - Ibadah haji merupakan ibadah yang sangat mulia. Tidak semua orang dapat memenuhi panggilan Allah SWT untuk menjadi tamu Allah karena memang ibadah haji merupakan ibadah yang membutuhkan kesiapan maksimal dari pelakunya.

Selain merupakan ibadah maliyah yaitu membutuhkan kesiapan dana, ibadah haji juga merupakan ibadah waqtiyah yaitu dilakukan pada waktu tertentu. Ibadah haji juga merupakan Ibadah badaniyyah yaitu memerlukan kesiapan fisik yang baik dan ibadah ilmiyah yaitu ibadah yang memerlukan ilmu untuk menjalankannya.

Jangan Berangkat ke Tanah Suci karena Ingin Dipanggil Pak Haji (Sumber Gambar : Nu Online)
Jangan Berangkat ke Tanah Suci karena Ingin Dipanggil Pak Haji (Sumber Gambar : Nu Online)

Jangan Berangkat ke Tanah Suci karena Ingin Dipanggil Pak Haji

Hal ini dijelaskan oleh KH Muhammad Rais saat menyampaikan taushiyah pada acara walimatus safar Kepala Bagian Tata Usaha Kankemenag Pringsewu Johar Tanthawi di kediamannya di Fajaresuk, Rabu (26/7).

Kiai yang pernah menjadi Ketua MUI Kabupaten Tanggamus ini mengingatkan bahwa kemuliaan yang ada pada ibadah haji jangan sampai dinodai dengan kesalahan niat. "Jangan sampai berangkat haji karena niat ingin dipanggil ‘Pak Haji’ atau ‘Ibu Hajjah.’"

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Keikhlasan dengan hanya mengharap ridha dan rahmat dari Allah harus ditancapkan dalam hati sebagai modal melaksanakan rukun Islam kelima ini. Keikhlasan untuk memenuhi seluruh biaya haji juga harus ada. "Tidak ada ceritanya orang melarat karena membayar ongkos naik haji," tegasnya.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Menurutnya Allah SWT akan menghitung seluruh biaya yang dihabiskan untuk ibadah haji sebagai infaq dan akan menggantinya 700 kali lipat besok di hari akhir. "Kuda lari dapat dikejar. Jika punya kemauan kita pasti bisa. Mari optimis bahwa kita pasti bisa pergi ke tanah suci," ajaknya.

Tampak hadir pada acara ini Wakil Bupati Pringsewu H Fauzi, Kepala Kemenag Pringsewu H Muhammad Yusuf, dan pegawai ASN di lingkungan Kemenag Pringsewu. (Muhammad Faizin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth RMI NU, IMNU VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Selasa, 16 Januari 2018

Penulis Keislaman Jatim Pertegas Pengarusutamaan Islam Moderat di Internet

Surabaya, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth 

Puluhan penulis keislaman moderat di Provinsi Jawa Timur berkumpul di Hotel Sahid Surabaya sejak Sabtu (2/12). Mereka hadir mengikuti Workshop Penulisan Konten-konten Keislaman yang berlangsung hingga Ahad (3/12).

Direktur VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth, Mohamad Syafi Alielha mengatakan hal yang melatarbelakangi kegiatan tersebut lantaran banjirnya informasi di internet yang tak mungkin dibendung dan harus disiasati.

Penulis Keislaman Jatim Pertegas Pengarusutamaan Islam Moderat di Internet (Sumber Gambar : Nu Online)
Penulis Keislaman Jatim Pertegas Pengarusutamaan Islam Moderat di Internet (Sumber Gambar : Nu Online)

Penulis Keislaman Jatim Pertegas Pengarusutamaan Islam Moderat di Internet

"(Caranya adalah) bagaimana membuat informasi positif tetap lebih dominan ketimbang (informasi) negatif," kata Savic, sapaan akrabnya.





Menurut Savic teknologi siber yang mudah dan murah mendorong banyak orang untuk berselancar ria di dunia maya. Apabila konten positif selalu tampil terdepan, kemungkinan netizen terpapar radikalisme dan hoaks atau berita fiktif dapat diminimalisasi. 

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

"Usaha ini memang berangkat dari asumsi bahwa hampir mustahil kita menghapus atau memblokir seluruh konten yang dianggap negatif. Karenanya, perang isi menjadi amat relevan," terang pria yang juga aktivis 98 itu.

Secara sistematis, lanjut dia, perang konten tersebut hanya bisa maksimal apabila media-media Islam moderat melakukan konsolidasi dan berusaha meningkatkan kapasitasnya. Perspektif keadilan atau perdamaian bisa mendominasi jagat maya jika para produsen informasi relatif bergerak simultan dengan konsep-konsep gerakan yang terencana.

"Pengumpulan bahan, pengorganisasin tema, pengelolaan sumber daya manusia, dan perumusan strategi kampanye menjadi kata kunci dalam solusi ini," ulasnya.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Tiga Hasil Akhir

Savic juga memaparkan ada tiga pokok penting yang ingin dihasilkan dari kegiatan ini. Pertama, melahirkan cara pandang dan kesadaran bersama tentang Islam yang damai dan toleran. 

"Kemudian yang kedua, untuk melakukan perlawanan (counter) terhadap infiltrasi dan serangan kelompok-kelompok yang membawa ideologi/paham keagamaan transnasional, yang intoleran," lanjutnya.





Savic berkeyakinan kelompok-kelompok tersebut akan merusak kehidupan keagamaan masyarakat dan berpotensi memecah eksistensi negara Indonesia yang didasarkan pada Pancasila dan NKRI.





Adapun tujuan ketiga yakni untuk memproduksi konten-konten keislaman yang berpijak pada paham Islam rahmatan lil alamin.

"Forum ini dalam rangka melahirkan cara pandang dan kesadaran bersama tentang Islam yang damai dan toleran, serta membuat informasi positif di dunia maya," tandasnya,

Forum yang dihadiri dan dibuka oleh Ketua PBNU Robikin Emhas itu dirancang sebagai penguatan konten keislaman dan diharapkan nantinya dapat menghasilkan output yang bersifat operasional dalam penulisan konten keislaman di berbagai media.

Strategi yang dipakai dalam Workshop Penulisan Konten-konten Keislaman tersebut dikemas dalam diskusi bagaimana memperkuat konten positif, berbagi pengalaman penulisan, serta pengembangan narasi penulisan. (Mochamad Nur Rofiq/Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Doa, Ulama, RMI NU VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Jumat, 05 Januari 2018

Sikap Keluarga Gus Dur Terkait Kontroversi Pernyataan Prabowo

Jakarta, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Keluarga KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) akhirnya mengeluarkan pernyataan sikap terkait kontroversi pernyataan Prabowo Subianto yang dinilai merendahkan Gus Dur dalam satu wawancara dengan wartawan asing Allan Nairn pada 2001 silam dan telah beredar luas. Berikut pernyataan sikap yang disampaikan oleh istri Gus Dur Hj. Sinta Nuriyah A. Wahid, beserta keempat puterinya. (Red:Anam)

?

Sikap Keluarga Gus Dur Terkait Kontroversi Pernyataan Prabowo (Sumber Gambar : Nu Online)
Sikap Keluarga Gus Dur Terkait Kontroversi Pernyataan Prabowo (Sumber Gambar : Nu Online)

Sikap Keluarga Gus Dur Terkait Kontroversi Pernyataan Prabowo

SIKAP KELUARGA KH ABDURRAHMAN WAHID

MENGENAI KONTROVERSI WAWANCARA BP. PRABOWO SUBIANTO

YANG DIANGGAP HINA GUS DUR

?

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

PERNYATAAN PERS

?

Beberapa waktu terakhir ini, media massa ramai memberitakan komentar mengenai KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) yang disebut-sebut telah dilontarkan oleh Bapak Prabowo Subianto dalam wawancara oleh Sdr. Allan Nairn pada tahun 2001.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Pernyataan ini menjadi sebuah kontroversi publik, utamanya karena muncul di dalam suasana bangsa Indonesia yang sangat dinamis pada proses puncak perhelatan demokrasi di Indonesia, yaitu Pemilihan Presiden 2014.

Sehubungan dengan situasi tersebut:

Keluarga Gus Dur telah berjumpa dan berdiskusi dengan Sdr. Allan Nairn selaku pewawancara dan penulis artikel, untuk mendapatkan informasi yang lebih lengkap mengenai konteks komentar mengenai Gus Dur dalam wawancara tersebut. Dari pertemuan ini kami menyimpulkan bahwa komentar tersebut diutarakan dalam pembahasan mengenai tidak siapnya bangsa Indonesia terhadap demokrasi di negara ini. Berlandaskan prinsip keadilan, dan demi menjaga agar situasi ini tidak berkembang menjadi fitnah publik berkepanjangan, kami membuka komunikasi dan mengharapkan klarifikasi dari Bapak Prabowo Subianto mengenai pernyataan yang sudah menjadi polemik publik ini. Apabila pernyataan Bapak Prabowo Subianto dalam wawancara tersebut benar adanya, walaupun dilontarkan dalam konteks pembahasan mengenai demokrasi di Indonesia, maka kami sangat menyesalkan pernyataan tersebut. Sebagai tokoh nasional, kami berharap Bapak Prabowo mampu meneladankan sikap non-diskriminatif kepada siapapun warga bangsa tanpa menilik perbedaan fisik. Begitu pun sikap menghormati pemimpin bangsa yang terpilih oleh rakyat melalui mekanisme demokratis, siapapun ia.? Pernyataan bernada merendahkan terhadap Gus Dur tersebut menjadi kontras dengan masifnya penggunaan figur Gus Dur dalam kampanye yang dilakukan oleh pendukung Bapak Prabowo Subianto selama ini di seluruh penjuru Indonesia. Para pecinta Gus Dur dan sebagian besar masyarakat Indonesia lainnya telah mendesak kami untuk mencapai sikap dan penyelesaian akhir dalam merespons persoalan ini. Kami meminta masyarakat untuk menahan diri dari sikap emosional dan reaktif terhadap persoalan ini, mengingat persoalan sensitif ini muncul dalam suasana puncak kampanye Pemilihan Presiden 2014. Kita seyogyanya mengedepankan prinsip dialog untuk menggali kebenaran, sebagaimana selalu diteladankan oleh guru kita Al-Maghfurlah Gus Dur. Demikian pernyataan keluarga KH Abdurrahman Wahid dalam mensikapi kontroversi yang berkembang terkait pernyataan dari Bapak Prabowo Subianto pada tahun 2001 mengenai ayahanda kami Gus Dur.

Semoga peristiwa ini menjadi bahan pelajaran bagi kita semua untuk selalu menjaga sikap ksatrya dan menghargai perbedaan pandangan tanpa bersikap merendahkan orang lain.

?

Jakarta, 5 Juli 2014

Atas nama keluarga KH Abdurrahman Wahid

?

Hj. Sinta Nuriyah A. Wahid

Alissa Qotrunnada Munawaroh (Alissa Wahid)

Zannuba Arifah Chafsoh (Yenny Wahid)

Anita Hayatunnufus (Anita Wahid)

Inayah Wulandari (Inayah Wahid)

?

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Daerah, RMI NU, Nusantara VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Jumat, 29 Desember 2017

Menpora: Jangan Sampai Oknum yang Tidak Punya Sejarah Meminta Indonesia Diubah

Jember, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Bukan karena latah jika NU saat ini ikut berteriak soal pentingnya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan Pancasila. Sebab, pergerakan NU memang mempunyai benang  sejarah  yang cukup kuat dengan beridrinya NKRI. Demikian dikemukakan oleh Menpora RI, Imam Nahrawi saat menjadi pembicara dalam Seminar Nasional "Pancasila Final, NKRI Harga Mati, Khilafah No" di auditorium Universitas Islam Jember (UIJ), Sabtu (14/5). 

Menurut Menpora, NU sebagai salah satu ormas yang memiliki sejarah dan turut andil dalam pendirian NKRI, maka seharusnya mempertahankan NKRI. "Oleh karena itu, mari kita pertahankan sejarah itu dengan baik. Jangan sampai ada oknum yang tidak memiliki sejarah, lalu mengatakan Indonesia harus diubah," ujarnya.

Menpora: Jangan Sampai Oknum yang Tidak Punya Sejarah Meminta Indonesia Diubah (Sumber Gambar : Nu Online)
Menpora: Jangan Sampai Oknum yang Tidak Punya Sejarah Meminta Indonesia Diubah (Sumber Gambar : Nu Online)

Menpora: Jangan Sampai Oknum yang Tidak Punya Sejarah Meminta Indonesia Diubah

Imam Nahrawi meminta agar NU tetap kuat dan solid  mengawal NKRI dan Pnacasila. NKRI, katanya, adalah harga mati, dan siapapun tidak boleh menentangnya. Ini bukan karena adanya gejala atau gerakan yang mengancam Pancasila dan NKRI belakangan ini, namun karena hal tersebut sudah menjadi sikap bangsa yang tidak bisa ditawar lagi. "Yang terpenting saat ini adalah eksekusinya seperti apa karena NKRI adalah memang sudah harga mati tidak boleh siapapun menantang. Apabila ada yang menantang maka harus keluar dari NKRI," ujar Menpora.

Di tempat yang sama, Ketua Yayasan UIJ, Abdullah Syamsul Arifin (Gus A`ab) mengatakan bahwa NU sejak lama berkomitmen mengawal dan menjaga Republik Indonesia dan siap menghadapi siapapun yang akan mengotak-atik NKRI. Terkait dengan ormas yang menentang NKRI, PCNU Jember sudah mengambil langkah, diantaranya mendorong pemerintah pusat, Kemenkumham dan Kemendagri untuk membubarkan ormas-ormas penentang NKRI dan Pancasila.

"Pemkab Jember kami harap membuka forum untuk menutup kegiatan ormas penentang Pancasila dan merongrong NKRI," jelas Gus Aab yang juga Ketua PCNU Jember itu. (Aryudi A Razaq/Zunus)

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth RMI NU VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Jumat, 22 Desember 2017

Diba’an

Dibaan adalah tradisi membaca atau melantunkan shalawat kepada Nabi Muhammad yang dilakukan oleh masyarakat NU. Pembacaaan shalawat dilakukan bersama secara bergantian. 

Ada bagian dibaca biasa, namun pada bagian-bagian lain lebih banyak menggunakan lagu. Istilah  diba’an mengacu pada kitab berisi syair pujian karya al-Imam al-Jaliil as-Sayyid as-Syaikh Abu Muhammad Abdurrahman ad-Diba’iy asy-Syaibani az-Zubaidi al-Hasaniy. 

Diba’an (Sumber Gambar : Nu Online)
Diba’an (Sumber Gambar : Nu Online)

Diba’an

Kitab tersebut secara populer dikenal dengan nama kitab Maulid Diba’. Pembacaan syair-syair pujian ini biasanya dilakukan pada bulan maulud (Rabiul Awal) sebagai rangkaian peringatan maulid Nabi. 

Di sejumlah desa di Jawa, pembacaan syair maulid dilakukan setiap minggu secara bergilir dari rumah ke rumah. Seperti halnya pembacaan kitab al-Barzanji, al-Burdah, dan Manaqib Syaikh Abdul Qadir al-Jailani, pembacaan Diba’ atau biasa disebut diba’an juga dilakukan saat hajatan kelahiran anak, pernikahan, khitanan, tingkeban, ketika menghadapi kesulitan dan musibah, atau untuk memenuhi nazar. 

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Kitab Diba’ adalah salah satu dari sekian banyak kitab klasik yang tidak masuk di dalam pengajaran pesantren, namun akrab dan populer digunakan oleh masyarakat pesantren.

Syaikh Abu Muhammad Abdurrahman ad-Diba’iy lahir pada hari ke-4 bulan Muharram tahun 866 H dan wafat hari Jumat 12 Rajab tahun 944 H. 

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Dia adalah seorang ulama hadits terkemuka dan mencapai tingkatan hafidz dalam ilmu hadits, yaitu seorang yang menghafal 100.000 hadits lengkap dengan sanadnya. Selain ahli ilmu hadis, Syaikh Abu Muhammad Abdurrahman ad-Diba’iy juga seorang muarrikh atau ahli sejarah. Beberapa di antara sekian banyak kitab karangannya ialah Taisirul Wusul ila Jaami`il Usul min Haditsir Rasul, Qurratul Uyun fi Akhbaril Yaman al-Maimun, Bughyatul Mustafid fi akhbar madinat Zabid, dan lain-lain.

Tradisi membaca syair pujian dari kitab Maulid Diba’ ini (selain al-Barzanji dan al-Burdah) adalah salah satu tradisi yang menjadi sasaran kritik kaum puritan. Kaum puritan menolak peringatan maulid apalagi disertai dengan ritual-ritual pembacaan puji-pujian. Mereka menganggap peringatan maulid yang dilakukan dengan cara membaca kitab-kitab tersebut  adalah perbuatan bid’ah.  

Selain dianggap tidak dicontohkan oleh Nabi, kaum puritan juga menganggap isi atau apa yang dibaca dalam tradisi diba’an adalah kisah-kisah palsu dan pujian berlebihan sehingga merupakan syirik.

Di tengah acara diba’an atau berzanjen ada ritual berdiri atau yang populer disebut dengan istilah “srakalan” atau “marhabanan” yakni ketika pembacaan kitab sampai pada kalimat  "Asyaraqal badru ‘alaina". Pada saat ini semua hadirin berdiri. 

Perkara berdiri pada saat seperti ini pernah dibahas dalam Muktamar NU, yakni pada Muktamar NU ke V tahun 1930 di Pekalongan. Batsul masail pada muktamar ini memutuskan bahwa berdiri ketika berzanjen/diba’an hukumnya sunnah, termasuk ‘uruf syar’i.

Kitab Diba’ ini telah diterjemahkan ke dalam Bahasa Jawa dan Bahasa Indonesia. Di antaranya adalah: Al-Qawl al-Badi’ fi tarjamah al-Maulid ad-Dibai, merupakan terjemahan ke dalam bahasa Jawa oleh Ahmad Fauzan bin Muhammad al-Rabani, diterbitkan oleh al-Munawar Semarang. Qathr al-Marba’wa Nayl al-Arb, tarjamah Maulid ad-Diba’wa maulid al-‘Azab, merupakan terjemahan bahasa Jawa oleh H. Ahmad Subki Masyhari diterbitkan Hasyim Putra, Semarang. 

Ada juga Yaqulu ad-Da’i tarjamah Al-Maulid ad-Diba’i, terjemahan bahasa Jawa oleh KH Misbah bin Zain al-Musthafam penerbit Al-Ihsan, Surabaya. Al-Maulid ad-Diba’i; Diba’an Arab Latin beserta Terjemahannya, terjemahan ke dalam Bahasa Indonesia oleh Badlowi Syamsuri, Penerbit Apollo Surabaya; Tarjamah Maulid  ad-Dibay oleh H. Abdullah Shonhaji, Penerbit Al-Munawar. (Sumber: Ensiklopedia NU)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth RMI NU, Kajian Sunnah VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Rabu, 20 Desember 2017

Tolak Bala Gagal Panen, Warga NU Blitar Gelar Istighotsah

Blitar, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth - Pengurus Ranting NU Gogodeso Kabupaten Blitar bersama aparat desa dan Himpunan Petani Nusantara Jawa Timur menggelar istighotsah untuk tolak bala di jalan lahan sawah desa, Sabtu (8/7) pagi. Mereka berdoa bersama untuk mengatasi serangan hama.

Pertemuan ini merupakan wujud empati atas kegagalan panen warga tani karena serangan hama, utamanya wereng dan tikus.

Tolak Bala Gagal Panen, Warga NU Blitar Gelar Istighotsah (Sumber Gambar : Nu Online)
Tolak Bala Gagal Panen, Warga NU Blitar Gelar Istighotsah (Sumber Gambar : Nu Online)

Tolak Bala Gagal Panen, Warga NU Blitar Gelar Istighotsah

"Kami ikut prihatin pada warga petani. Karena itulah, kami mengajak warga petani bersama-sama istighotsah, munajat kepada Allah SWT agar dihindarkan dari bala gagal panen," kata Ketua Pengurus Ranting NU Gogodeso Kiai Sulkan.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Hadir pada acara istighotsah ini Ketum HPN Hermanu Triwidodo, Ketua LPNU Blitar H Shohib, Kadis Pertanian Blitar Eko, dan warga petani. (Imam Kusnin Ahmad/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Sejarah, RMI NU VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Rabu, 13 Desember 2017

Gandeng Unesa dan UM, Pesantren Tebuireng Gelar Uji Kompetensi Guru

Jombang, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Untuk meningkatkan profesionalitas dan kompetensi para pendidiknya, Pesantren Tebuireng Jombang menggelar uji kompetensi guru secara mandiri. Kegiatan yang digelar di sela liburan semester gasal ini diikuti sekitar 300 guru dan dilaksanakan selama dua hari, sejak Rabu hingga Kamis (4-5/1).?

"Uji kompetensi dan kepribadian ini baru pertama kali dilaksanakan di Tebuireng. Tujuannya, agar pendidik dan tenaga kependidikan lainnya dapat terus meningkatkan kompetensi, kualitas diri dan profesionalitas mereka," ujar Kusnadi, Mudir Bidang Pendidikan di Pesantren Tebuireng, Kamis (4/1).

Mantan pejabat Dinas Pendidikan Jombang ini menambahkan, ujian hari pertama untuk memetakan kompetensi pedagogik dan profesional para guru. Pesertanya sebanyak 245 orang dari semua unit pendidikan di bawah naungan Yayasan Hasyim Asyari. "Materinya sesuai kurikulum nasional yang diampu masing-masing guru," tutur Kusnadi.

Gandeng Unesa dan UM, Pesantren Tebuireng Gelar Uji Kompetensi Guru (Sumber Gambar : Nu Online)
Gandeng Unesa dan UM, Pesantren Tebuireng Gelar Uji Kompetensi Guru (Sumber Gambar : Nu Online)

Gandeng Unesa dan UM, Pesantren Tebuireng Gelar Uji Kompetensi Guru

Pada hari kedua, peserta ditambah tenaga kependidikan lainnya, dengan jumlah peserta sebanyak 300 orang. "Semua tenaga pendidik dan kependidikan dari jenjang SD, SMP dan SMA Wahid Hasyim, MTs dan MA Salafiyah Syafiiyah, SMA Trensains, SMK Khoiriyah Hasyim dan Muallimin Tebuireng diwajibkan ikut ujian ini," imbuhnya.

?

Keluaran dari uji kompetensi, menurut alumnus SMA Wahid Hasyim Tebuireng ini, adalah untuk memetakan kompetensi pedagogik dan profesional para guru. Sedangkan uji kepribadian dimaksudkan untuk memetakan kompetensi personal dan sosial mereka.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

?

Untuk melaksanakan uji kompetensi dan kepribadian itu, Pesantren Tebuireng menggandeng tim konsultan dari Universitas Negeri Surabaya (Unesa) dan Universitas Negeri Malang (UM). "Hasil pemetaan dan rekomendasi dari kedua universitas tersebut, nantinya akan menjadi dasar pembinaan dan pendampingan secara berkelanjutan," tegasnya.

?

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Dengan cara itu, kualitas pendidikan di lingkungan Pesantren Tebuireng diharapkan dapat terus mengalami peningkatan setiap tahun. "Selain pembinaan dan pendampingan guru, proses pembinaan peserta didik juga akan kami integrasikan dengan pendampingan di dalam pesantren," pungkasnya. (Ibnu Nawawi/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth RMI NU VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Minggu, 10 Desember 2017

Hukum Berzakat untuk Masjid

Assalamu ‘alaikum wr. wb.

Redaksi Bahtsul Masail VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth yang kami hormati. Bahwa masjid di kampung kami sedang dalam tahap renovasi besar-besaran karena memang sudah sangat tua. Tentunya hal ini sangat membutuhkan biaya yang tidak kecil. Yang ingin kami tanyakan adalah bagaimana hukum berzakat untuk masjid. Atas jawabannya kami ucapkan terima kasih. Wassalamu ‘alaikum wr. wb. (Tarno/Pemalang)

Hukum Berzakat untuk Masjid (Sumber Gambar : Nu Online)
Hukum Berzakat untuk Masjid (Sumber Gambar : Nu Online)

Hukum Berzakat untuk Masjid

Jawaban

Assalamu ‘alaikum wr. wb.

Penanya yang budiman, semoga selalu dirahmati Allah SWT. Sebagaimana yang kita ketahui bersama bahwa zakat adalah salah satu rukun Islam. Muslim yang memang sudah memenuhi ketentuan diwajibkan menunaikan zakat.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Lantas didistribusikan kepada siapa zakat tersebut? Dalam konteks pendistribusian zakat, Al-Qur`an dengan gamblang menyebutkan delapan golongan yang berhak mendapatkan zakat.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Sesungguhnya zakat hanya untuk orang-orang fakir, orang miskin, amil zakat, yang dilunakkan hatinya (muallaf), untuk (memerdekakan) hamba sahaya, untuk (membebaskan) orang yang berhutang, untuk jalan Allah dan orang yang sedang dalam perjalanan, sebagai kewajiban dari Allah. Allah Mahamengetahui, Mahabijaksana,” (QS At-Taubah [9]: 60).

Dari ayat ini maka kita dapat memahami bahwa ada delapan golongan yang berhak menerima zakat. Dan dari ke delapan golongan tersebut tak satu pun menyebutkan tentang masjid. Dari sini kemudian kita bisa mengerti kenapa zakat tidak boleh didistribusikan untuk pembangunan masjid. Inilah yang menjadi pendapat empat imam madzhab, yaitu imam Hanafi, Maliki, Syafi’i, dan Imam Ahmad bin Hanbal.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Imam empat madzhab telah sepakat bahwa tidak boleh mendistribusikan zakat untuk pembangunan masjid atau mengafani orang mati,” (Lihat Abdul Wahhab Asy-Sya’rani, Al-Mizanul Kubra, Indonesia, Darul Kutub Al-Islamiyyah, juz II, halaman 13).

Namun kendati demikian, pendapat tersebut bukan berarti serta merta sepi dari penyangkalan. Ada saja kalangan yang menyatakan bahwa diperbolehkan untuk memberikan zakat ke masjid. Argumentasi yang dibangun untuk menguatkan padangan ini adalah terletak pada pemahaman makna “fi sabilillah” (untuk jalan Allah) dalam ayat di atas.

Menurut pandangan ini, firman Allah “fi sabilillah” dilihat dari sisi zhahirul lafzh-nya tidak hanya membatasi (al-qashar) pada orang-orang yang berperang. Maka atas dasar inilah, diajukan nukilan Al-Qaffal dari pendapat sebagaian pakar hukum Islam yang menyatakan bahwa boleh mendistribusikan zakat kepada pelbagai sektor kebaikan, seperti mengafani orang mati, membangun benteng, dan memperbaiki masjid.

? ? ? ? ? ? : {? ? ?} ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? "?" ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? : {? ? ?} ? ? ?.

Artinya, “Ketahuilah, bahwa zhahir lafazh dalam firman Allah SWT: “fi sabilillah” tidak mengandung kepastian hanya mencakup setiap orang yang berperang. Atas dasar pengertian ini, maka Al-Qaffal menukil pendapat—dalam tafsirnya—dari sebagian pakar hukum yang membolehkan mendistribusikan zakat ke semua sektor kebaikan seperti mengkafani orang mati, membangun benteng, dan memperbaiki masjid. Sebab, firman Allah swt: “fi sabilillah” adalah bersifat umum mencakup semuanya,” (Lihat Fakhruddin Ar-Razi, Mafatihul Ghaib, Beirut, Darul Kutub Al-Ilmiyyah, cet ke-1, 1419 H/1998 M,? juz X, halaman 127).

Berangkat dari penjelasan di atas maka dalam status hukum zakat ke masjid ada dua pendapat. Pendapat pertama yang dipegang oleh empat imam madzhab menyatakan tidak boleh zakat untuk pembangunan masjid. Sedangkan pendapat kedua ada memperbolehkannya.

Namun sayangnya Al-Qaffal sebagai ulama yang menukil dari sebagian fuqaha` tidak menyebutkan dengan jelas siapa para fuqaha` yang memiliki pendapat tersebut. Kendati demikian, pendapat ini dapat dipertimbangkan dalam kondisi tertentu semisal di suatu kampung tidak ada orang yang mau menyumbang untuk pembangunan masjid padahal masjid tersebut sudah tidak layak dan harus diperbaiki.

Demikian jawaban yang dapat kami kemukakan. Semoga bisa dipahami dengan jelas. Kami selalu terbuka untuk menerima saran dan kritik dari para pembaca.

Wallahul muwaffiq ila aqwamith thariq

Wassalamu ‘alaikum wr. wb.


(Mahbub Maafi Ramdlan)Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Nahdlatul, News, RMI NU VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Sabtu, 02 Desember 2017

PCNU Banyuwangi Sebut Jumlah Fantastis Hewan Kurban Nahdliyin Tahun Ini

Banyuwangi, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth - Hari raya Idul Adha tahun ini, warga NU cukup antusias dalam berkurban. Menurut tabulasi yang dilakukan oleh PCNU, jumlah kurban warga NU di seluruh Banyuwangi berdasarkan data terakhir mencapai 15.952 ekor dengan rincian 2.194 ekor sapi, 13.642 kambing, dan 166 ekor domba.

"Data ini kita dapat dari laporan masing-masing ranting NU ke MWCNU di masing-masing kecamatan. Kemudian, dilaporkan ke PCNU Banyuwangi untuk ditabulasi," kata Wakil Sekretaris PCNU Banyuwangi Haikal Kafili yang bertugas melakukan pendataan.

PCNU Banyuwangi Sebut Jumlah Fantastis Hewan Kurban Nahdliyin Tahun Ini (Sumber Gambar : Nu Online)
PCNU Banyuwangi Sebut Jumlah Fantastis Hewan Kurban Nahdliyin Tahun Ini (Sumber Gambar : Nu Online)

PCNU Banyuwangi Sebut Jumlah Fantastis Hewan Kurban Nahdliyin Tahun Ini

Kurban-kurban ini selain disalurkan langsung melalui pengurus NU juga disalurkan melalui takmir masjid, mushalla, dan TPQ di bawah naungan NU. "Ini data akumulatif dari seluruh kurban, baik yang disalurkan oleh pengurus NU, maupun di lembaga-lembaga lain di bawah naungan NU Banyuwangi," imbuh Haikal.

Sementara itu, Ketua PCNU Banyuwangi KH Masykur Ali menilai geliat warga NU untuk berkurban merupakan panggilan ilahiah sekaligus panggilan sosial untuk berbagi dengan masyarakat yang kurang mampu.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

"Selain itu, kurban merupakan napak tilas keteladanan, ketulusan hati dan ketakwaan Nabi Ibrahim AS dalam mematuhi perintah Allah SWT," ungkapnya.

Kiai Masykur menegaskan, segala sesuatu yang dimiliki manusia merupakan titipan. "Oleh karena itu dalam konteks kehidupan sosial kita mesti ikhlas berbagi dengan kaum yang kurang beruntung," pungkasnya. (Ay-Noe/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Budaya, RMI NU, Pertandingan VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Minggu, 26 November 2017

Budaya Toleransi Antaragama Harus Dipupuk Kembali

Jakarta, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth 



Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj mengajak seluruh umat beragama untuk terus memupuk persaudaraan dan toleransi antaragama di Indonesia. Ia menyampaikan ajakan itu pada Sarasehan Lintas Agama bertema "Merawat Kebhinekaan Menumbuh kembangkan Toleransi Antarumat Beragama dan Menolak Gerakan Intoleran" di gedung PBNU, Jakarta, Rabu (27/9). 

“Alhamdulillah kita masih punya kapital yang sangat mahal, yaitu budaya, akhlak, moral,” katanya saat pada pidato membuka sarasehan yang dihadiri para pemuka agama dari lintas agama itu. 

Budaya Toleransi Antaragama Harus Dipupuk  Kembali (Sumber Gambar : Nu Online)
Budaya Toleransi Antaragama Harus Dipupuk Kembali (Sumber Gambar : Nu Online)

Budaya Toleransi Antaragama Harus Dipupuk Kembali

Menurut dia, leluhur bangsa Indonesia mampu mengusir penjajah Belanda bukan dengan senjata modern, tapi senjata ampuh yaitu budaya persatuan dan kesatuan, iman dan akhlak. 

“Kita bangun kembali budaya kita. Nenek moyang tidak mempersoalakan perbedaan agama, suku, keyakinan. Itu harus dipupuk kembali!” pintanya. 

Pada masa KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) hidup, menurut dia, sepertinya masalah-masalah intoleranasi waktu itu sudah selesai. Para pemuka agama begitu sering bertemu, bertukar pikiran, dan membuat kesepakatan bersama. Sangat dekat sekali antara Islam dengan Hindu, Buddha, Katolik, Kristen dan Konghuchu. 

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

“Eh, ternyata sekarang, akhir-kahir ini terasa sekali ada ancaman ada intoleransi yang masif,” kata kiai yang pernah nyantri di Kempek, Lirboyo dan Krapyak serta 13 tahun di Arab Saudi itu. 

Menurut dia, intoleransi itu sebagian terpengaruh dengan adanya sikap-sikap intoleran dari luar negeri yang dibawa ke Indonesia. Juga ada sebagian pihak yang sengaja bermain untuk menciptakan kondisi semacam itu. (Abdullah Alawi)

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth RMI NU, Sunnah, Bahtsul Masail VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Rabu, 22 November 2017

Tampung Aspirasi Pelajar, IPPNU Probolinggo Mantapkan Kepengurusan Dulu

Probolinggo, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Puteri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kota Probolinggo melakukan upgrading atau penyegaran pengurus sekaligus untuk memantapkan kepengurusan Kabupaten Probolinggo periode 2013-2015, Sabtu (10/1).

Wakil Ketua PC IPPNU Kota Probolinggo Yayuk Hasanah mengungkapkan pemantapan pengurus ini dilakukan dengan tujuan meningkatkan kualitas dan profesionalitas para pengurus dalam memberikan pemahaman terkait tupoksi (tugas pokok dan fungsi) jabatan masing-masing dalam kepengurusan.

Tampung Aspirasi Pelajar, IPPNU Probolinggo Mantapkan Kepengurusan Dulu (Sumber Gambar : Nu Online)
Tampung Aspirasi Pelajar, IPPNU Probolinggo Mantapkan Kepengurusan Dulu (Sumber Gambar : Nu Online)

Tampung Aspirasi Pelajar, IPPNU Probolinggo Mantapkan Kepengurusan Dulu

“Kami berharap supaya kegiatan ini bisa menambah semangat juang para pengurus untuk menyusun dan menjalankan program kerja sesuai dengan kebutuhan para pelajar NU. Sebab pada dasarnya kita bergabung dengan IPPNU adalah untuk membesarkan dan menampung seluruh aspirasi pelajar NU,” ujarnya.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Menurut Yayuk, penyegaran sekaligus pemantapan kembali kepengurusan ini sangat penting dilakukan. Sebab selain untuk bisa memperbaiki kualitas diri, pengurus juga harus lebih semangat dalam mengembangkan organisasi IPPNU di Kota Probolinggo.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

“Perjuangan itu sangat penting dilakukan dibarengi dengan semangat dalam memperjuangkan dan melestarikan ajaran Islam ala Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) di kalangan pengurus dan pelajar di Kota Probolinggo,” terangnya.

Demi tetap menjaga eksistensi organisasi jelas Yayuk, maka semua pengurus PC IPPNU Kota Probolinggo harus selalu menjaga kekompakan agar program kerja yang sudah dirancang bisa berjalan sesuai dengan harapan para pengurus dan pelajar di Kota Probolinggo.

“Kekompakan ini penting agar apa yang sudah kita programkan bisa berjalan dengan baik dan tepat sasaran. Pemantapan ini merupakan salah satu upaya penguatan SDM di jajaran kepengurusan sebagai langkah mempertajam program kerja yang akan ditetapkan dalam Rakercab mendatang,” pungkasnya. (Syamsul Akbar/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Cerita, RMI NU VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Senin, 20 November 2017

Pelajar NU Harus Berwawasan Luas

Cirebon, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Pengurus Cabang Ikatan Pelajar Putra Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) menggelar seminar pendidikan bertempat di Madrasah Ibtidaiyah Al-Hikam Mertapada Wetan Kecamatan Astanajapura Kabupaten Cirebon, Sabtu (15/6).

Seminar bertajuk “Terangi Pikiranmu, Luaskan Pengetahuan dan Wawasanmu” ini menghadirkan KH Dr. Abbas Billy Yachsyi, pengasuh pesantren Buntet Cirebon, H Nuruzzaman, PW GP Ansor Jawa Barat, Sobirin Tajam, MA, PCNU Kabupaten Cirebon, dan Mamang Haerudin dari PC IPNU Kabupaten Cirebon.

Pelajar NU Harus Berwawasan Luas (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar NU Harus Berwawasan Luas (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajar NU Harus Berwawasan Luas

Dalam sambutannya, Wahyono, ? ketua PC IPNU Kabupaten Cirebon mengungkapkan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari langkah IPNU yang mencita-citakan para kadernya untuk berpengetahuan dan berwawasan luas.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

“Acara ini hadir tak lain bersamaan dengan cita-cita IPNU dan IPPNU kabupaten Cirebon untuk tetap memiliki kader dan anggota organisasi yang cerdas, juga berwawasan luas. Melalui diskusi-diskusi seperti ini maka modal pengetahuan para angota akan semakin bertambah dan berkembang,” ungkap Wahyono.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Senada dengan Wahyono, KH Abbas Billy Yachsyi yang berkesempatan menjadi pembicara pertama menjelaskan bahwa generasi penerus NU harus memiliki modal pengetahuan dan wawasan yang tinggi, karena NU ? merupakan jama’ah yang memiliki tradisi yang kuat dalam pergulatan ilmu pengetahuan.

“NU adalah gudang pengetahuan, betapa tidak, saat menimba ilmupun dalam tradisi NU harus memiliki sanad yang jelas, belajar dari siapa, gurunyapun belajar dari siapa, dan seterusnya, sehingga NU cenderung menghasilkan generasi yang matang, tidak sekedar menghafal beberapa ayat Al-Quran dan hadits Nabi yang itu-itu saja,” jelas Kang Babas.

Sedangkan H Nuruzzaman meneruskan bahwa akar radikalisasi atas nama agama maupun kenakalan remaja yang kini tampak marak di Indonesia juga disebabkan oleh pengetahuan dan tingkat keilmuan yang dangkal, maka pendidikan di mata pelajar NU harus menjadi hal yang penting dan diutamakan.

Seminar pendidikan ini diikuti oleh seratusan pelajar NU se-kabupaten Cirebon, tampak peserta yang hadir para siswa maupun siswi dari sekolah menengah tingkat pertama hingga tingkat atas.

Redaktur ? ? : A. Khoirul Anam

Kontributor: Sobih Adnan

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Nasional, RMI NU VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Senin, 06 November 2017

Ulama-ulama Lampung Sepakat Pembubaran Ormas Anti-Pancasila

Lampung Tengah, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth?



Alim Ulama dan Pimpinan Pondok Pesantren se-Provinsi Lampung menyepakati ? pembubaran ormas anti-Pancasila yang dilakukan pemerintah melalui Perppu Nomor 02 Tahun 2017 tentang pembubaran ormas anti-Pancasila. Hal itu menjadi kesepakatan mereka yang dinamakan Istimbath Darussaadah di Pondok Pesantren Darussaadah Lampung Tengah, Kamis (27/7).?

Ulama-ulama Lampung Sepakat Pembubaran Ormas Anti-Pancasila (Sumber Gambar : Nu Online)
Ulama-ulama Lampung Sepakat Pembubaran Ormas Anti-Pancasila (Sumber Gambar : Nu Online)

Ulama-ulama Lampung Sepakat Pembubaran Ormas Anti-Pancasila

Keputusan tersebut ditandatangani 27 Kiai Khos Lampung dan dibacakan oleh Wakil Rais Syuriyah PWNU Lampung KH DR. Khairuddin Tahmid.?

Dalam Istimbath Darussaadah itu, mereka mengatakan secara tegas menyetujui dan mendukung sepenuhnya dikeluarkannya Perppu Nomor 02 Tahun 2017 tentang pembubaran ormas anti-Pancasila.

Sebab, menurut mereka, Pancasila sebagai ideologi negara merupakan hasil mujma alaih atau konsesus nasional yang merupakan formulasi hubungan keagamaan dan kebangsaan, Pancasila menjadi titik temu karena menyerap nilai-nilai luhur agama yang bisa mengakomodir keragaman.?

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Bagi bangsa Indonesia ideologi Pancasila adalah bentuk final, maka setiap gerakan dan atau upaya mengganti ideologi Pancasila harus dihentikan karena mengingkari konsensus sesuai dengan Keputusan Muktamar Situbondo tahun 1984.

Istimbath Darussaadah ulama Lampung itu juga dengan tegas tegas menolak dikeluarkannya keputusan Pemerintah tentang Full Day School (FDS), sebab Kebijakan Pemerintah tentang FDS (Kepmendikbud Nomor 23 T ahun 2017), meski sesungguhnya memiliki itikad dan misi yang baik, tetapi pada saat yang sama penerapan kebijakan tersebut belum didukung oleh pranata yang memadai, oleh karenanya berpotensi merugikan eksistensi madrasah diniyah yang jumlahnya sangat besar di tanah air. (Muhammad Faizin/Abdullah Alawi)

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Khutbah, IMNU, RMI NU VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Kamis, 02 November 2017

Pesantren Sangat Kaya Epistimologi

Yogyakarta, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Epistimologi pesantren berbeda dengan epistimologi ilmu sosial, humaniora, dan eksak. Dalam bidang keilmuan tersebut, apa yang disebut sebagai realitas adalah sesuatu yang ditangkap oleh pancaindra. Sedangkan epistimologi pesantren ‘alam mulki wal jabarut dan ‘alam malakut juga dipandang sebagai realitas.

Hal ini yang dikemukakan Mustafied, Ketua Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Komisariat Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, pada Kamis (13/6).

Pesantren Sangat Kaya Epistimologi (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren Sangat Kaya Epistimologi (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren Sangat Kaya Epistimologi

Dalam acara bedah buku yang bertempat di ruang teatrikal Uhsuludin dan Pemikiran Islam UIN Sunan Kalijaga itu, dia memaparkan bahwa pesantren kaya akan epistimologi.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

“Epistimologi pesantren itu sebenarnya sangat kaya. Ada dalil waqi’i atau realitas, dalil ‘aqli atau rasio dan dalil ilhami atau wahyu,” paparnya.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

“Di pesantren, kultur yang berkembang, ilmu itu dari Allah. Oleh karena itu, maka ta’allum, tadarus (belajar, red.) bukan variabel yang dominan di pesantren,” ungkapnya, menjelaskan proses pemerolehan ilmu yang ada di pesantren.

Dalam kesempatan tersebut, pihaknya juga menuturkan bahwa hal yang paling menentukan dalam pemerolehan ilmu di pesantren adalah niat serta ketaatan santri pada kiai atau ustadznya.

Namun pihaknya juga memberi pandangan kritis soal relevansi dari epistimologi ala pesantren itu, ”Pertanyaannya adalah, apakah epistimologi itu masih relevan dipertahankan? Ini perlu segera dijawab. Karena jika tidak, pesantren akan terombang-ambing,” imbuhnya.

Redaktur      : Abdullah Alawi

Kontributor  : Nur Hasanatul Hafshaniyah  

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Berita, Pahlawan, RMI NU VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Selasa, 31 Oktober 2017

Doa ketika Melihat Langit

Segala ciptaan baik di alam raya maupun dalam diri manusia adalah tanda atau ayat (keagungan) Allah. Sehingga, saat seseorang menyaksikan ciptaan, apa saja, semestinya juga membawa kepada pengalaman ruhaniyah akan kemahabesaran itu. Demikian pula ketika melihat langit. Dalam hadits shahih, Rasulullah menganjurkan kita untuk membaca doa berikut ini yang merupakan kutipan dari Surat Ali Imran ayat 191:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Doa ketika Melihat Langit (Sumber Gambar : Nu Online)
Doa ketika Melihat Langit (Sumber Gambar : Nu Online)

Doa ketika Melihat Langit

Rabbanâ mâ khalaqta hâdzâ bâthilan subhânaka faqinâ ‘adzâban nâr

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

“Ya Rabb kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa Neraka. (Lihat Muhyiddin Abi Zakariya Yahya bin Syaraf An-Nawawi, Al-Adzkâr, Penerbit Darul Hadits, Kairo, Mesir)

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

(Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Quote, RMI NU VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock