Tampilkan postingan dengan label Nahdlatul. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nahdlatul. Tampilkan semua postingan

Selasa, 20 Februari 2018

1500 Muslimat NU se-Indonesia Bertemu di Jakarta

Jakarta, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Pimpinan Pusat Muslimat NU mengadakan pertemuan di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta dengan peserta sekitar 1500 orang. Pertemuan yang akan berlangsung Rabu (28/5) sampai sampai Ahad (1/6) dikemas dengan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) dan Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) Muslimat NU.

Menurut Sekretaris Umum Pimpinan Muslimat NU Hj Aniroh Slamet Effendi Yusuf, kegiatan tersebut dihadiri tak kurang dari 1.135 peserta dari pengurus pusat, wilayah, dan cabang, serta yayasan yang bernaung dibawah Muslimat NU.

1500 Muslimat NU se-Indonesia Bertemu di Jakarta (Sumber Gambar : Nu Online)
1500 Muslimat NU se-Indonesia Bertemu di Jakarta (Sumber Gambar : Nu Online)

1500 Muslimat NU se-Indonesia Bertemu di Jakarta

Aniroh menyebutkan  yayasan tersebut, yaitu Yayasan Kesejahteraan Muslimat (YKM) NU, Yayasan Pendidikan Muslimat (YPM) NU, Yayasan Haji Muslimat NU/Ikatan Haji Muslimat (YHM/IHM) NU, Yayasan Da’iyah Majlis Taklim Muslimat (HIDMAT) NU, dan Koperasi Annisa Muslimat NU yang masing-masing berasal dari 33 wilayah atau provinsi.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

“Itu yang resmi diundang. Tapi sepertinya yang hadir sekitar 1500 Muslimat NU dari seluruh Indonesia karena mereka biasanya membawa taman,” ungkapnya, pada "Ta’aruf Peserta Rakernas dan Mukernas NU dengan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo" di aula Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Selasa malam (27/5).

Apa yang dikatakan Aniroh, diakui Ketua Umum PP Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa. Menurut dia, peserta yang datang melebihi dari undangan, “Yang tadinya satu kamar untuk 8 orang, dihuni 20 orang,” katanya.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Bahkan, menurut Khofifah, pada pembukaan Rakernas yang akan berlangsung Rabu siang (28/5) oleh Wakil Presiden Boediono, sekitar 2000 Muslimat NU se-Jabodetabek akan hadir ke Asrama Haji.

Kegiatan bertema "Muslimat NU Berkhidmah untuk Indonesia Bermartabat" tersebut dihadiri Ketua PBNU Slamet Effendi Yusuf, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo, Alwi Shihab, Hj Aisah Hamid Baidlowi, Dorce Gamalama. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Nahdlatul, AlaNu, Lomba VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Selasa, 13 Februari 2018

Akhir Kepengurusan PB Kopri Gelar Sekolah Kader

Jakarta, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth?

Memperingati hari Kartini, Pengurus Besar Korps PMII Putri (Kopri) menggelar Sekolah Kader Kopri Nasional (SKKN) angkatan ketiga diakhir kepengurusan, Jumat (21/04), di Gedung Balai Besar Pengembangan Latihan Masyarakat, Jalan Penganten Ali No. 71 A Ciracas Jakarta Timur.

Ketua Umum PB Kopri Ai Rahmayanti, mengungkapkan mengenai kedisiplinan kader-kader Kopri yang mengikuti acara ini.

Akhir Kepengurusan PB Kopri Gelar Sekolah Kader (Sumber Gambar : Nu Online)
Akhir Kepengurusan PB Kopri Gelar Sekolah Kader (Sumber Gambar : Nu Online)

Akhir Kepengurusan PB Kopri Gelar Sekolah Kader

"Yang dititikberatkan hari ini dalam SKKN, harus mampu untuk disiplin," ucap Ketua Umum di awal sambutannya.

Pengalaman perempuan menjadi suasana bersama yang dapat menjadi kebijakan. Ini sebabnya, agar organisasi perempuan harus ada.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

"Organisasi perempuan, Kopri, harus tetap ada," tegas perempuan anak satu itu melanjutkan.

Keberadaan Kopri tidak hanya melahirkan elit-elit kepemimpinan. Karena cukup menjadi figur yang bagus, sudah bisa menjadi pemimpin. Tetapi, bagaimana Kopri dapat memberikan kebermanfaatan bagi orang banyak.

"Kopri tidak hanya berorientasi menjadi pemimpin, tapi harus cari kebermanfaatan kepada banyak orang," lanjut Ai Rahmayanti diakhir sambutan.

Kegiatan yang dijadwalkan dari tanggal 20-23 April ini dihadiri oleh 30 peserta dari berbagai provinsi.

Masih di dalam forum yang sama, gerakan perempuan masa kini perlu mengedepankan intelektual.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

"Langkah awal generasi maju, kunci kalian perbanyak membaca dan menulis," ujar Nihayatul Wafiroh salah satu pemateri SKKN. (Robiatul Adawiyah/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Nahdlatul, Doa, Santri VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

PB PMII Lantik Pengurus Cabang Kota Mataram

Mataram, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth - Pengurus harian Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Mataram masa khidmat 2017-2018 dilantik di Pendopo Walikota Mataram, Senin (7/3) siang. Bendahara Umum PMII Ahmad Riduan Hasibuan sengaja turun ke Mataram untuk melantik kepengurusan baru.

Tampak hadir Sekda Kota Mataram mewakili Tgh Achyar Abduh Selaku Walikota Mataram, puluhan alumni senior PMII Kota Mataram, Ketua GP Ansor NTB, Ketua GP Ansor Kota Mataram, beserta ratusan kader dan anggota PMII se-Kota Mataram.

PB PMII Lantik Pengurus Cabang Kota Mataram (Sumber Gambar : Nu Online)
PB PMII Lantik Pengurus Cabang Kota Mataram (Sumber Gambar : Nu Online)

PB PMII Lantik Pengurus Cabang Kota Mataram

Solihin, Ketua PMII Mataram yang baru saja dilantik mengatakan, PMII di Kota Mataram bukanlah baru. PMII di Kota Mataram lahir sejak tahun 1962, dan tetap eksis. PMII Mataram sudah berkontribusi bagi Pemkot Mataram.

Alumni PMII di Kota Mataram, lanjutnya, sudah banyak berkontribusi bagi daerah khususnya Kota Mataram dan NTB umumnya. Jadi sudah waktunya PMII di Kota Mataram berjaya sebagaimana dengan umurnya saat ini.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Sekretaris Daerah Kota Mataram H Efendi Saswito mengatakan, PMII di Kota Mataram harus menjadi garda terdepan dalam mengawal pemerintahan yang ada di Kota Mataram. Tetaplah menjadi agen perubahan. Serta tetap menjadi penggerak bagi pemuda dan mahasiswa yang ada di Kota Mataram.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

“Mari sama-sama kita bangun Kota Mataram sebagai mana visi dan visi Wali Kota dan Wakil Walikota Mataram,” katanya.

Ahmad Riduan Hasibuan meminta Pemkot Mataram memperhatikan mahasiswa yang tergabung dalam PMII di Kota Mataram. Karena PMII bukanlah menjadi perusak negara ataupun daerah, melainkan PMII hadir sebagai penyongsong dan PMII siap pakai ketika dibutuhkan oleh daerah.

Ketua Majelis Pembina Cabang PMII Kota Mataram Akbar Jadi menyampaikan, PMII Kota Mataram harus menjadi contoh bagi organisasi lain di Kota Mataram. "Jadilah kader penggerak yang selalu eksis dalam mengawal kebijakan Pemkot Mataram," kata Ketua Lakpesdam NU NTB ini. (Hadi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth News, Daerah, Nahdlatul VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Sabtu, 10 Februari 2018

Perlunya Riset dalam Menulis Puisi

Malang, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Agar dapat menulis secara baik dan benar, seorang penulis perlu memiliki data yang cukup. Tulisan yang disajikan secara baik, jika isinya tidak benar, akan menjadi cacat karya.

Perlunya Riset dalam Menulis Puisi (Sumber Gambar : Nu Online)
Perlunya Riset dalam Menulis Puisi (Sumber Gambar : Nu Online)

Perlunya Riset dalam Menulis Puisi

Hal itu disampaikan Siska Yuniati dalam Workshop Menulis Puisi yang digelar oleh MTs NU Pakis, Sabtu (3/2).

Siska mencontohkan beberapa bait puisi yang terlihat indah, tetapi isinya janggal atau tidak benar. Hal itu menjadi cacat sebuah puisi. Bahasa-bahasa yang indah pun menjadi percuma.

Oleh karena itu, Siska menegaskan, seorang penulis perlu riset untuk mendapatkan data-data sebagai bahan.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Guru MTs Negeri 3 Bantul sekaligus Ketua Umum Perkumpulan Guru Madrasah Penulis (Pergumapi) ini mengingatkan, riset yang dimaksudkannya adalah pengumpulan data secara umum. Peserta diminta Siska untuk tidak tegang mendengar istilah riset apalagi membayangkan berada di laboratorium atau seperti orang menulis karya ilmiah.

Riset tersebut menurut Siska dapat dilakukan dengan cara membaca, mendengar, mengamati, melakukan, dan lain-lain yang bertujuan untuk memahami materi yang akan ditulis.

Pada kesempatan itu, pemenang pertama Lomba Nasional Penulisan Puisi Festival Sastra Universitas Gadjah Mada 2016 tersebut juga mengajak para peserta untuk praktik menulis puisi. Para peserta yang terdiri atas guru-guru dan siswa MTs NU Pakis itu pun semangat untuk mengikuti latihan.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Menurut Siska, ada banyak teknik yang dapat dilakukan dalam mengajarkan atau belajar puisi. Siska menggunakan teknik bermain kata dan teknik bermain irama. Dengan dua teknik itu, peserta dapat meraskan kemudahan-kemudahan dalam menulis sehingga dapat segera menghasilkan puisi-puisi pendek.

Selain Siska, hadir pula Yulismar dari SMP Negeri 8 Riau yang memotivasi guru dan siswa yang hadir untuk semangat menulis buku.

Kepala MTs NU Pakis, Najmah menyampaikan bahwa kegiatan itu diselenggarakan terkait program Gerakan Literasi Sekolah di MTs NU Pakis. Dirinya berharap, nantinya para guru dan siswa dapat menulis buku-bukunya sendiri. Hal ini penting, kata doktor lulusan Universitas Negeri Malang, karena sehebat-hebatnya manusia, kalau tidak ada jejak yang ditinggalkan, maka akan hilang ditelan zaman.

Ketua Bidang Penerbitan Pergumapi itu menegaskan, bahwa siapa pun dapat menjadi penulis. Itulah alasan dirinya menghadirkan Siska Yuniati dan Yulismar untuk memotivasi para guru dan siswa MTs NU Pakis untuk menulis.

Najmah juga mengungkapkan bahwa MTs NU Pakis sudah memiliki penerbit dengan nama MATsNUEPA Publishing. Sudah cukup banyak penulis yang menerbitkan bukunya di penerbit yang dikelola oleh Syafaatul Maulida, Sekretaris Bidang Penerbitan Pergumapi sekaligus guru MTs NU Pakis itu.

Di antara buku yang telah diterbitkan adalah Strategi Najmah, sebuah buku yang berisi tentang pengelolaan pendidikan di MTs NU Pakis. Menurut Najmah, buku yang telah cetak hampir 2000 dan diedarkan secara gratis itu, tidak hanya bercerita tentang dirinya, melainkan juga tentang guru-guru dan siswa-siswa MTs NU Pakis. (Sabna/Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Warta, Nahdlatul VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Rabu, 07 Februari 2018

Tata Cara Sujud Tilawah

Sujud tilawah adalah sujud yang dilakukan ketika membaca atau mendengar ayat-ayat tertentu dari kitab suci Al-Qur’an. Ayat-ayat tersebut disebut dengan ayat sajdah. Di dalam mushaf Al-Qur’an ayat-ayat sajdah ini biasanya bisa diketahui dengan adanya tanda tertentu seperti tulisan kata as-sajdah dengan tulisan Arab di pinggir halaman sebaris dengan ayatnya, atau adanya gambar seperti kubah kecil di akhir ayat. Ketika ayat sajdah dibaca orang yang membaca atau yang mendengarnya disunahkan untuk bersujud satu kali baik dalam keadaan shalat maupun di luar shalat.

Disyariatkannya sujud tilawah ketika membaca atau mendengar ayat sajdah didasarkan pada beberapa hadits di antaranya:

Tata Cara Sujud Tilawah (Sumber Gambar : Nu Online)
Tata Cara Sujud Tilawah (Sumber Gambar : Nu Online)

Tata Cara Sujud Tilawah

Hadits riwayat Imam Muslim dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wasallam bersabda:

? ? ? ? ? ? , ? ? ? , ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Artinya: “Ketika anak adam membaca ayat As-Sajdah kemudian ia bersujud maka setan menyendiri dan menangis. Ia berkata, “celaka, anak adam diperintah untuk bersujud dan ia pun bersujud maka baginya surga. Dan aku telah diperintah untuk bersujud namun aku menolak maka bagiku neraka.”

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Hadis riwayat Imam Abu Dawud dari Ibnu Umar:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya: “Adalah nabi membacakan Al-Qur’an kepada kita, maka ketika melewati ayat As-Sajdah beliau bertakbir dan bersujud, dan kami pun bersujud bersamanya.”

Tata Cara Sujud Tilawah

Di luar shalat ketika seseorang membaca atau mendengar ayat sajdah dan ia berkehendak untuk melakukan sujud tilawah maka yang mesti ia lakukan adalah memastikan dirinya tidak berhadats dan tidak bernajis dengan cara berwudlu dan mensucikan najis yang ada. Setelah itu menghadapkan diri ke arah kiblat untuk kemudian bertakbiratul ihram dengan mengangkat kedua tangan. Setelah berhenti sejenak lalu bertakbir lagi untuk turun bersujud tanpa mengangkat kedua tangan. Setelah sujud satu kali lalu bangun untuk kemudian duduk sejenak tanpa membaca tahiyat dan mengakhirinya dengan membaca salam.

(Baca juga: Ini Perbedaan Hadats dan Najis)Apakah harus berdiri sebelum melakukan sujud tilawah? Para ulama Syafi’iyah berbeda pendapat dalam hal ini. Syekh Abu Muhammad, Qadli Husain dan lainnya lebih menyukai sujud tilawah dilakukan dengan cara dimulai dari berdiri dan berniat lebih dahulu. Namun pendapat ini diingkari oleh Imam Haramain dengan mengatakan, “Saya tidak melihat untuk masalah ini adanya penuturan dan dasar.” Apa yang menjadi pendapat Imam Haromain ini dipandang oleh Imam Nawawi sebagai pendapat yang lebih benar dan karenanya yang dipilih adalah tidak berdiri untuk sujud tilawah (lihat Yahya bin Syaraf Al-Nawawi, Raudlatut Thâlibîn wa ‘Umdatul Muftîn, (Beirut: Al-Maktab Al-Islamy, 1991), jil. I, hal. 321 – 322).

Sedangkan melakukan sujud tilawah dalam keadaan sedang shalat dengan cara setelah dibacanya ayat sajdah maka bertakbir tanpa mengangkat tangan untuk kemudian turun bersujud satu kali. Setelah itu bangun dari sujud untuk berdiri lagi dan melanjutkan shalatnya. Bila ayat sajdah yang tadi dibaca berada di tengah surat maka ia kembali melanjutkan bacaan suratnya hingga selesai dan ruku’. Namun bila ayat sajdah yang tadi dibaca berada di akhir surat maka setelah bangun dari sujud tilawah ia sejenak berdiri atau lebih disukai membaca sedikit ayat lalu diteruskan dengan ruku’ dan seterusnya.

Perlu diketahui, Dr. Musthafa Al-Khin dalam kitabnya al-Fiqhul Manhaji memberikan peringatan bahwa takbiratul ihram dan membaca salam merupakan syarat sujud tilawah. Syarat yang lainnya adalah sebagaimana syarat shalat pada umumnya seperti menghadap kiblat, suci dari hadas dan najis, dan sebagainya (lihat Musthafa Al-Khin, al-Fiqhul Manhaji [Damaskus: Darul Qalam, 2013], jil. I, hal. 175 – 176).

Adapun bacaan yang sunah dibaca ketika sujud tilawah sebagaimana disebutkan Imam Nawawi dalam kitab Raudlatut Thâlibîn adalah:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Sajada wajhiya lil ladzî khalaqahû wa shawwarahû wa syaqqa sam’ahû wa basharahû bi haulihî wa quwwatihî.”

Juga disunahkan membaca do’a:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? 

Allâhummaktub lî bihâ ‘indaka ajraa, waj’alhâ lî ‘indaka dzukhran, wa dla’ ‘annî bihâ wizran, waqbalhâ minnî kamâ qabiltahâ min ‘abdika dâwuda ‘alaihissalâm.”

Namun demikian—masih menurut Imam Nawawi—bila yang dibaca adalah do’a yang biasa dibaca saat sujud di waktu shalat maka diperbolehkan. Wallahu a’lam(Yazid Muttaqin)



Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Pesantren, Pondok Pesantren, Nahdlatul VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Senin, 05 Februari 2018

Ramai Pedagang Sekatenan, Penanda Bulan Maulud Telah Tiba

Solo, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth - Alun-alun utara Keraton Surakarta yang sebelumnya digunakan untuk tempat Pasar Darurat Sementara Pasar Klewer, kini semakin bertambah ramai, seiring dipenuhi penjual aneka dagangan, yang memeriahkan Sekatenan.

Pantauan VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth, puluhan pedagang telah memadati kawasan Jalan Paku Buwono dan sekeliling pagar Alun-alun Utara atau dikenal Alun-alun Lor.

Ramai Pedagang Sekatenan, Penanda Bulan Maulud Telah Tiba (Sumber Gambar : Nu Online)
Ramai Pedagang Sekatenan, Penanda Bulan Maulud Telah Tiba (Sumber Gambar : Nu Online)

Ramai Pedagang Sekatenan, Penanda Bulan Maulud Telah Tiba

Tradisi Sekatenan sebagai perayaan Maulid Nabi, pada tahun ini sudah dimulai sejak Kamis (1/12). Menurut Wakil Pengageng Sasana Wilapa Keraton Kasunanan Surakarta KP Winarno Kusumo, acara Sekatenan diadakan dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad Saw.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

“Sekaten yang menjadi tradisi keraton sudah ada sejak dahulu. Sampai sekarang Sekatenan secara turun temurun selalu diselenggarakan untuk masyarakat,” kata KP Winarno yang acap disapa Kanjeng Win.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Malam Sekatenan-nya, tambah Kanjeng Win, berlangsung sejak satu minggu. Seperti tahun sebelumnya, Sekatenan ini ditandai dengan keluarnya Gamelan Kyai Guntur Madu dan Kyai Gunung Sari.

Sedangkan acara puncaknya jatuh pada Senin (12/12) yang ditandai dengan keluarnya Gunungan Mulud atau Grebeg Mulud. Selain itu, Sekatenan diisi dengan sejumlah rangkaian acara seperti jamasan pusaka Keraton Solo dan sejumlah ritual keagamaan, pungkas Kanjeng Win.

Sekatenan memudahkan warga Solo untuk mengetahui datangnya bulan Mulud atau Rabi’ul Awwal. Karena, bulan itu ditandai dengan keramaian Sekatenan dan Grebeg Mulud. (Ajie Najmuddin/Abdullah Alawi)Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Sunnah, Nahdlatul, Pondok Pesantren VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Selasa, 30 Januari 2018

Tarekat adalah Pilar dan Ruh NU

Bandung, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Dosen Pascasarjana Universitas Islam Sunan Gunung Djati Bandung DR. Ajid Tohir mengatakan, salah satu pilar dan merupakan ruh Nahdlatul Ulama adalah thariqah (tarekat). NU kemudian menjam’iyahkan para pengamalnya dalam Jamiyah Ahli Thariqah Mutabarah An Nahdliyah (JATMAN).

Tarekat adalah Pilar dan Ruh NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Tarekat adalah Pilar dan Ruh NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Tarekat adalah Pilar dan Ruh NU

Pendapat Ajid diperkuat dengan mengutip pernyataan Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj pada sebuah pertemuan di Cihampelas. “Ruh-nya NU itu ada di Thariqah," kutipnya pada pembentukan Mahasiswa Ahli Thariqah Mutabarah An Nahdliyah (MATAN) Jawa Barat di Bandung Sabtu (14/2).

Menurut penulis buku “Gerakan Politik Kaum Tarekat Qadiriyah-Naqsyabandiyah di Pulau Jawa” ini, kontribusi penganut tarekat dalam perjuangan melawan kolonialisme sangat besar. Dalam temuannya, setiap ada pergerakan melawan penjajah selalu melibatkan penganut tarekat.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Namun, perjuangan kalangan tarekat justru kurang dihargai pada masa kemerdekaan. Bahkan mereka dicap sebagai kalangan yang menjadi penyebab mundurnya dunia Islam, khususnya di Indonesia.

"Dulu sekitar tahun 1970-an kelompok thariqah menjadi sasaran empuk kelompok reformis karena thariqah dianggap sebagai kemunduran Islam. Padahal sebenarnya thariqah punya peran besar dalam melawan penjajah," tambahnya.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Lain lagi dengan cara pandang orang pada kalangan tarekat pada zaman sekarang. Menurut Ajid, tarekat mulai digemari masyarakat. Bahkan di kalangan akademik.

Karena, sambung Ajid, di akademik yang selalu diisi adalah intelektual melulu, sementara ruhaniyahnya hampa. Sementara yang mengisi ruhaniyah itu adalah tasawuf yang dilakoni kalangan tarekat.

"Belajar dalam tasawuf itu tidak ada akhirnya, kita akan terus menjadi murid, menjadi salik sampai tutup usia," lanjutnya. (Aiz Luthfi/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Nahdlatul, Kyai VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Rabu, 24 Januari 2018

Penerima Beasiswa ke Sudan Diberangkatkan, ke Libya dan Syiria Menyusul

Jakarta, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Pada Sabtu, 11 November kemarin, sebanyak 5 orang penerima beasiswa dari PBNU berangkat untuk belajar di International University of Africa di Sudan. Selanjutnya dalam waktu dekat, juga akan diberangkatkan 4 orang penerima beasiswa ke Libya dan 12 orang ke Syiria.

Rombongan ke Libya diberangkatkan sekitar tanggal 14-17 November. ”Saat ini visanya sudah diterima, tinggal mengurus tiket ke Tripoli Libya,” tandas HM Dawam Sukardi dari Biro Kerjasama Beasiswa Timur Tengah, kemarin.

Sebenarnya yang berangkat ke Libya sebanyak 5 orang. Namun satu orang pada saat aplikasi visa sudah sedikit lewat dari batas maksimal ketentuan umur padahal pada saat pendaftaran, ia masih bisa lulus.

Penerima Beasiswa ke Sudan Diberangkatkan, ke Libya dan Syiria Menyusul (Sumber Gambar : Nu Online)
Penerima Beasiswa ke Sudan Diberangkatkan, ke Libya dan Syiria Menyusul (Sumber Gambar : Nu Online)

Penerima Beasiswa ke Sudan Diberangkatkan, ke Libya dan Syiria Menyusul

Keberangkatan ke Syiria sedikit mengalami hambatan karena persyaratan untuk memperoleh visa di negara tersebut sangat ketat dengan alasan keamanan. Mahasiswa yang diterima di Syiria harus menunjukkan surat penerimaannya dari universitas tempat ia belajar. Selain itu juga harus menunjukkan surat dari PBNU sebagai organisasi yang memberangkatkan.

Dawam mengungkapkan bahwa pihaknya sampai harus melibatkan kedutaan Indonesia di Syiria untuk membantu memudahkan urusan ini. “Jangan sampai ada yang kena deportasi karena persyaratannya kurang lengkap seperti yang dialami oleh beberapa mahasiswa dari Indonesia tahun lalu,” tandasnya.

Untuk Syiria, 4 orang akan belajar di University of Damascus sedangkan 8 orang akan belajar di Abu Nur, sebuah institusi pendidikan seperti pesantren yang tidak mengeluarkan ijazah, dibawah asuhan Syeikh Kaftaro.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

“Kuliah di Syiria banyak peminatnya dan sebagian besar merupakan anak para kyai dari pesantren-pesantren besar. Disana pendidikannya dianggap lebih berkualitas,” tambahnya.

Sebenarnya, universitas-universitas di Timur Tengah tersebut sudah memasuki ajaran baru pasca Idul Fitri. Namun kesulitan teknis yang dihadapi menyebabkan keberangkatannya terlambat.

“Tapi itu tak masalah karena belum dihitung absensi karena mereka belum masuk. Yang telat bukan hanya dari Indonesia, tapi juga dari negara lainnya,” katanya.

Keberangkatan ke Sudan dan Libya sudah berjalan beberapa kali sedangkan pengiriman ke Syiria baru kali ini yang merupakan usaha memperluas jaringan beasiswa untuk para nahdliyyin yang berprestasi. (mkf)

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Nahdlatul VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Senin, 22 Januari 2018

PMII UNAS Ajak Warga Cegah Penyalahgunaan Narkoba

Jakarta Selatan, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Pengurus Komisariat Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PK PMII) Universitas Nasional (UNAS) bekerjasama dengan Senat Fakultas Kesehatan UNAS, menyelenggarakan pemeriksaan gula darah secara gratis dan penyuluhan narkoba di lingkungan RW 02, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Selasa (19/11) siang.

PMII UNAS Ajak Warga Cegah Penyalahgunaan Narkoba (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII UNAS Ajak Warga Cegah Penyalahgunaan Narkoba (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII UNAS Ajak Warga Cegah Penyalahgunaan Narkoba

Kecuali itu, mereka juga memfasilitasi warga yang ingin mendonorkan darahnya.

PK PMII UNAS mengimbau warga untuk terus siap dan siaga dalam mencegah penyalahgunaan narkoba, terutama di kalangan remaja. Warga harus terlibat secara aktif menggalakkan semangat antinarkoba.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Kampanye ini sangat penting “agar peluang pemuda untuk mencapai masa depan cerah tidak terhalang dampak penyalahgunaan narkoba,” kata Ketua PK PMII UNAS Dwi Anggun Cipta, Selasa (19/11) siang.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Kegiatan sosial rutin tahunan ini disambut antusias oleh warga. “Kami sangat bangga dengan adik-adik mahasiswa yang bersedia meluangkan waktu untuk yang memerhatikan dan siaga terhadap bahaya penyalahgunaan narkoba,” kata Ketua RW 02 H Nurrokhim dalam sambutan pembuka acara.

Warga di lingkungannya, menurut H Nurrokhim, butuh pemahaman lebih terhadap bahaya penyalahgunaan narkoba. Karena, banyak warganya mempunyai anak remaja.

Sedangkan Ketua Pelaksana Bakti Sosial Harsenda Sari menilai peran penting mahasiswa dalam menjaga keseimbangan sebagai generasi penerus bangsa. Dengan peran sosial nyata itu, elemen mahasiswa telah menjalankan tugas Tridarma perguruan tinggi.

“Untuk itu, PK PMII UNAS tetap menyoroti persoalan narkoba sebagai ancaman generasi pemuda Indonesia,” tegas Harsenda Sari saat ditemui VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth, Selasa (19/11) siang.

Data Badan Narkotika Nasional (BNN) menyebutkan, pengguna narkoba di setiap tahunnya terus meningkat. Tahun 2013 meningkat 2,3 persen. Karena itu, persoalan narkoba menjadi tanggung jawab kita semua dalam menekan drastis laju angka itu untuk tahun-tahun ke depan, pungkas Harsenda Sari. (Yayan Saputra/AlhafizK)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Nahdlatul, Cerita VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Senin, 08 Januari 2018

Tak Ada Ketentuan Penerapan Opsional dalam Permendikbud Lima Hari Sekolah

Jakarta, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth - Kepada awak media Presiden Joko Widodo menyatakan, tidak ada keharusan bagi seluruh sekolah di Indonesia menerapkan program lima hari kegiatan belajar-mengajar dalam sepekan atau yang biasa disebut full day school (FDS). Bahkan informasi pembatalan oleh Presiden sudah diumumkan pada 19 Juni lalu.

Lantas, mengapa kebijakan tersebut tetap diberlakukan di berbagai daerah? (Baca: Gara-gara FDS, Santri di Sejumlah Daerah Pamit Keluar dari Pesantren)

Tak Ada Ketentuan Penerapan Opsional dalam Permendikbud Lima Hari Sekolah (Sumber Gambar : Nu Online)
Tak Ada Ketentuan Penerapan Opsional dalam Permendikbud Lima Hari Sekolah (Sumber Gambar : Nu Online)

Tak Ada Ketentuan Penerapan Opsional dalam Permendikbud Lima Hari Sekolah

Menurut pengamat pendidikan, Darmaningtyas, statemen saja tak cukup untuk menghentikan Permendikbud, tanpa kepastian hukum yang jelas dan tertulis.

"Lisan boleh dikatakan begitu, Pak. Tapi selama Peraturan Menteri (Permen) No 23/2017 yang mengatur FDS tidak dicabut/revisi, kebijakan itu akan jalan terus. Daerah-daerah memaksakan melaksanakannya, apalagi bila pelaksanaan program tersebut masuk ke dalam? indikator penilaian sekolah,” katanya saat dihubungi VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth via WhatsApp, Jumat (11/8).

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

“Jadi kebijakan publik, tidak bisa abu-abu, tapi harus jelas hitam putihnya. Pasal 9 Permen (Permendikbud Nomor 23/2017) tersebut juga tidak memberikan opsi bagi daerah/sekolah untuk melaksanakan atau tidak, tapi pelaksanaannya bertahap, artinya secara nasional tapi tidak dalam waktu yang bersamaan mulainya,” tambahnya.

Bagi Darmangtyas, pemberlakuan secara nasional itu menjadi inti kritik terhadap FDS. Kebijakan ini tak selaras dengan komitmen komitmen Presiden Joko Widodo yang “memberi ruang kepada daerah” karena kebijakan tersebut bersifat sentralistis, yang mengabaikan karakter geografis, insfrastruktur dan sarana transportasi, ekonomis, sosial, dan budaya sekolah di Indonesia.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

(Baca juga: Soal FDS, Darmaningtyas: Masak Presiden Didorong Langgar Visi Misinya Sendiri?)



“Mengingat Indonesia ini amat luas dan beragam, serta janji Presiden Jokowi dalam kampanye dulu untuk menjamin keragaman dan budaya lokal dalam kebijakan pendidikan, maka kembalikan persoalan teknis: enam atau lima hari sekolah itu ke otonomi sekolah sesuai dengan MBS (Manajemen Berbasis Sekolah), bukan ditarik oleh Mendikbud,” tulis Darmangtyas dalam blogpribadinya. (Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Nahdlatul, Pendidikan VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Kurban Pesantren Tebuireng Jangkau Daerah Terpencil

Jombang, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Setiap hari raya Idul Adha, Pesantren Tebuireng Jombang menyembelih puluhan hewan kurban. Tak hanya dibagikan kepada masyarakat sekitar pondok, bahkan daging tersebut juga diberikan kepada daerah terpencil yang kurang mendapat perhatian.

Kurban Pesantren Tebuireng Jangkau Daerah Terpencil (Sumber Gambar : Nu Online)
Kurban Pesantren Tebuireng Jangkau Daerah Terpencil (Sumber Gambar : Nu Online)

Kurban Pesantren Tebuireng Jangkau Daerah Terpencil

"Tahun ini kami menerima 19 sapi dan 5 ekor kambing," kata Ustadz Iskandar, Jumat (1/9).

Kepala Pondok Putra Pesantren Tebuireng tersebut mengemukakan ada sejumlah nama yang mempercayakan penyembelihan hewan kurban ke pesantren ini. "Ada Kapolda Jawa Timur, Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa, Wakil Pengasuh dan Lembaga Sosial Pesantren Tebuireng, serta para guru dan beberapa wali santri," jelas alumnus Universitas Hasyim Asyari atau Unhasy Jombang ini.

Menurut pria kelahiran Jakarta ini, daging dari hewan kurban tersebut diberikan ke sejumlah warga kurang mampu di sekitar pesantren. "Juga kepada dewan guru, karyawan dan santri Tebuireng," terangnya.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Tidak hanya itu, daging tersebut juga disebar ke daerah terpencil. "Kawasan yang dipilih panitia adalah Kecamatan Kabuh," ungkap Ustadz Iskandar. Daerah tersebut sengaja dipilih lantaran masyarakatnya lebih membutuhkan, lanjutnya.

Setidaknya ada 2000 paket hewan kurban yang disiapkan panitia untuk menjangkau sejumlah kawasan terpencil, termasuk warga sekitar Pesantren Tebuireng. "Hari ini hingga Ahad lusa, hewan akan kita sembelih dan didistribusikan kepada para dhuafa yang telah didata," katanya.

Pantauan media ini di lokasi yakni halaman Pesantren Tebuireng, tampak warga sekitar pondok menyerahkan sejumlah kupon yang telah dibagikan sebelumnya. Dengan mengantri secara tertib, mereka menukarkan kupon tersebut dengan paket daging kurban. Wajah sumringah tampak terlihat dari muka mereka saat meninggalkan halaman pesantren. (Ibnu Nawawi/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Pendidikan, Nahdlatul, Nahdlatul Ulama VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Sabtu, 30 Desember 2017

Kirab Budaya dan Panji-Panji NU Turut Meriahkan Acara

Jakarta, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) NU 2012 bakal terlaksana dengan syiar keislaman dan kebangsaan.

Selain dipadati ribuan pengunjung, sejumlah pameran dan pagelaran kesenian juga turut digelar.Menjelang puncak acara, kirab budaya dan panji-panji NU akan menyemarakkan Kota Cirebon, Kamis (12/9).

Kirab Budaya dan Panji-Panji NU Turut Meriahkan Acara (Sumber Gambar : Nu Online)
Kirab Budaya dan Panji-Panji NU Turut Meriahkan Acara (Sumber Gambar : Nu Online)

Kirab Budaya dan Panji-Panji NU Turut Meriahkan Acara

Kirab budaya rencananya akan menampilkan budaya dan kesenian khas Cirebon dan sekitarnya. Kota persemayaan Sunan Gunung Jati ini dinilai sebagai contoh yang baik bagi proses akulturasi Islam di Indonesia. “Panitia baik yang dipusat maupun daerah sudah siap,” kata Ketua Seksi Acara Andi Najmi Fuadi, Selasa (11/9), di Jakarta.

Secara bersamaan kirab panji-panji NU juga akan memenuhi jalanan menuju lokasi acara. Dalam kirab ini panitia melibatkan lembaga, lajnah, dan badan otonom, seperti GP Ansor NU, Muslimat NU, IPNU, IPPNU, IPS Pagar Nusa, Pergunu, ISNU, Fatayat NU, Sarbumusi, dan lainnya.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Andi berharap seluruh rangkaian acara yang telah direncanakan akan berlangsung dengan lancar. Sejumlah area khusus di luar ruang Munas dan Konbes telah disiapkan untuk kegiatan kesenian, diskusi publik, pameran, dan bazar.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Selama acara berlangsung, 14-17 September nanti, beberapa pameran dan bazar akan diikuti para pelaku usaha kecil menengah (UKM) di lingkungan Nahdliyin, pelajar dan sekolah NU, termasuk dari pondok pesantren. 

Sementara itu panggung terbuka yang disediakan panitia diperuntukkan bagi sejumlah kreasi seni, termasuk kesenian wayang kulit. Wayang dipilih untuk mengingatkan kembali pola dakwah era Wali Songo.

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Mahbib Khoiron

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth PonPes, Pendidikan, Nahdlatul VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Rabu, 27 Desember 2017

Penjelasan Lengkap Syeikh Taufiq Ramadhan Al-Buthi terkait Konflik Timur Tengah

Surabaya, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Konflik yang sedang terjadi di kawasan Timur Tengah bukanlah konflik antar sekte. Konflik ini terjadi karena adanya campur tangan pihak asing yang memiliki kepentingan.





Penjelasan Lengkap Syeikh Taufiq Ramadhan Al-Buthi terkait Konflik Timur Tengah (Sumber Gambar : Nu Online)
Penjelasan Lengkap Syeikh Taufiq Ramadhan Al-Buthi terkait Konflik Timur Tengah (Sumber Gambar : Nu Online)

Penjelasan Lengkap Syeikh Taufiq Ramadhan Al-Buthi terkait Konflik Timur Tengah

"Apa hubungannya (konfik) ini dengan aksi reformasi pemberontakan? Kalau boleh jujur, ini merupakan campur tangan pihak asing," kata Dr Taufiq Ramadhan Al-Buthi saat mengisi seminar internasional, “Peran Ulama dalam Rekonsilitasi Krisis Politik dan Idiologi di Timur Tengah,” yang diselenggarakan Sekolah Pascasarjana UIN Sunan Ampel dan Ikatan Alumni Syam Indonesia (Al-Syam) di Auditorium UIN Sunan Ampel Surabaya, Senin (8/3).





VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Menurut putra Syaikh Said Ramadhan Al-Buthi ini, sebelum ada kejadian "reformasi" di Suriah seperti saat ini, banyak umala (ulama yang menjadi inteligen) menyerukan untuk berjihad di Syiria, bahkan ada yang memfatwakan agar membunuh ulama-ulama Syiria.



VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth



“Tujuan mereka sebenarnya adalah supaya masyarakat tak percaya lagi kepada ulama, terutama ulama yang tergabung di Rabithatul Ulama Fi Biladil Syam. Selain itu kebanyakan dari mereka mengecam ulama sejati misal Syaikh Ali Jumuah. Bahkan yang lebih kejamnya lagi, mereka tega membunuh Syekh Said Ramadhan Al-Buthi,” ungkapnya.





Meski terus-terusan menjadi objek hinaan bahkan sasaran teror dari kelompok yang mengaku “mujahid”, pihaknya tak sekalipun gentar.





"Kami bukan ulama pengecut. Akan kami hadapi walaupun nyawa jadi taruhan. Justru yang pengecut adalah umala yang hidup di bawah sponsor mereka yang turut campur dalam konflik ini,” tegasnya.





Taufiq Ramadhan Al-Buthi yang kini menjabat sebagai ketua Ulama Syiria juga menyinggung soal media yang menurutnya justru memperkeruh suasana.





"Media di sana bukan menyampaikan berita, namun membuat berita. Hal ini yang memperparah konflik yang terjadi di Timur Tengah," terangnya.





Atas dasar tersebut, guru besar Universitas Damaskus ini berpesan agar berhati-hati serta bersikap selektif terhadap kabar yang didapat. Menurutnya jangan sampai menerima kabar yang belum terseleksi kemudian gampang membagikan. Walaupun berita itu benar, perlu dipikirkan ulang dampak dari kabar yang beredar.





"Kepada para ulama, kiai dan cendekiawan saya berpesar agar bersikap sesuai dengan maqoshid syariah. Sebab dengan seperti itu akan menjamin salamatul bilad wal ibad," harapnya.

?

Di penghujung acara, pihak Universitas Damaskus dan UIN Sunan Ampel sepakat menandatangani nota kesepahaman (MoU) pemberian beasiswa, pertukaran mahasiswa maupun dosen.





"Kami siap untuk itu dan sangat terbuka kepada pelajar Indonesia yang ingin meneruskan studinya ke Suriah," pungkas Taufiq Ramadhan Al-Buthi. (Hanan/Zunus). ?

?

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Nahdlatul, PonPes VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Sabtu, 23 Desember 2017

Gelar Pelatihan Kader, Ansor Diingatkan Waspada Islam Radikal

Purworejo, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Sebanyak 130 pemuda kader Pengurus Cabang Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Purworejo mengadakan kegiatan Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD) di Pondok Pesantren Al Fahham Kelurahan Baledono Kecamatan/ Kabupaten Purworejo, Rabu (4/2) kemarin.

Gelar Pelatihan Kader, Ansor Diingatkan Waspada Islam Radikal (Sumber Gambar : Nu Online)
Gelar Pelatihan Kader, Ansor Diingatkan Waspada Islam Radikal (Sumber Gambar : Nu Online)

Gelar Pelatihan Kader, Ansor Diingatkan Waspada Islam Radikal

Hadir dalam upacara pembukaan kegiatan tersebut, Forum Musyawarah Pimpinan Daerah (Muspida) Kabupaten Purworejo serta pengurus Nahdlatul Ulama dan badan otonom di bawah NU.

Ketua PC Ansor Purworejo, KH Muhamad Haekal SPd I dalam sambutannya mengungkapkan, kegiatan pelatihan kader ini dilaksanakan guna memberikan bekal terhadap para pengurus baru PC Ansor periode 2015-2019 mendatang.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

"Dalam pelatihan ini kami mengundang fasilitator dari PW Ansor Jawa Tengah. Beberapa materi yang akan disampaikan dalam pelatihan ini adalah berkaitan tentang sejarah, kebangsaan, ideologi Aswaja, geneologi politik global," tandasnya.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Lebih lanjut dikatakannya, saat ini salah satu pesoalan yang cukup mengancam NKRI adalah gerakan radikalisme. Gerakan tersebut mengatasnamakan Islam padahal yang diperjuangkan dan cara yang digunakan tidak sesuai dengan ajaran Islam.

"Hal inilah yang musti diantisipasi bersama agar wilayah Purworejo bebas dari ancaman gerakan Islam radikal. Kegiatan ini adalah salah satu langkah nyata dari GP Ansor untuk melawan gerakan radikalisme itu," katanya.

Sementara itu, dalam sambutannya Bupati Purworejo Drs H Mahsun Zain MAg menyampaikan bahwa PKD merupakan upaya untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia GP Ansor, guna mengemban tugas yang penting dan mulia. Yaitu mengawal ajaran ahli sunnah wal jamaah (aswaja) dan menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indoensia.

“Untuk menjalankan tugas tersebut, diperlukan pengenalan dan pendalaman mengenai aswaja serta wawasan kebangsaan,” katanya.

Lebih lanjut Bupati Purworejo mengharapkan agar GP Ansor bersama komponen masyarakat yang lain untuk peduli lingkungan dalam artian luas. “Tidak hanya peduli terhadap eksistensi organisasi namun juga mampu untuk berperan serta terhadap kondisi masyarakat dan Pemerintahan,” tandasnya.

Dikatakan bahwa GP Ansor Kabupaten Purworejo dapat lebih maju karena memiliki sumber daya yang heterogen dari berbagai macam profesi. "Ini menjadi modal yang sangat bagus sekali agar organisasi ini akan berkembang dan memberikan manfaat secara luas bagi masyarakat Purworejo," kata Mahsun yang juga mantan pengurus Ansor ini. (Lukman Hakim/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Nahdlatul VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Senin, 18 Desember 2017

Dzikir Bersama, Upaya Kraton Yogya Jaga Kedamaian

Yogyakarta, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Warga Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) larut dalam dzikir bersama yang digelar rutin tiap malam Jumat Legi di Masjid Gede Kauman Yogyakarta yang terletak di sebelah barat kompleks Alun-alun Utara Kraton, pada Kamis malam (7/11).

Majelis dzikir yang dikomandoni Gusti KGPH Joyokusumo (adik Sultan HB X) ini merupakan maejlis doa bersama seluruh elemen warga untuk kedamaian Yogya dan Indonesia.

Dzikir Bersama, Upaya Kraton Yogya Jaga Kedamaian (Sumber Gambar : Nu Online)
Dzikir Bersama, Upaya Kraton Yogya Jaga Kedamaian (Sumber Gambar : Nu Online)

Dzikir Bersama, Upaya Kraton Yogya Jaga Kedamaian

Ketua Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama Yogyakarta, Jamiludin yang hadir pada kesempatan itu menilai, dzikir bersama rutin itu menjadi acara penting Kraton Ngayogyokarto untuk melestarikan tradisi dzikir bersama. “Ini merupakan cara khas kraton untuk menjaga kedamaian warganya,” katanya

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Jamiludin menambahkan, dzikir bersama merupakan dakwah yang sangat efektif, karena melibatkan banyak sekali jamaah majelis talim di Yogyakarta. Bukan saja warga NU, semua kalangan diundang untuk doa bersama.

Maejlis ini dimulai dengan khataman Al-Quran, kemudian dilanjutkan dengan mujahadah dan wiridan. Dalam kesempatan ini, hadir Rais Syuriah PWNU DIY, KH Asyhari Abta, yang kemudian didaulat untuk memimpin doa. Hadir pula Wakil Ketua PWNU DIY H. Harsoyo. (Muyassaroh Hafidzoh/Abdullah Alawi)

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Nahdlatul, Pendidikan VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Minggu, 17 Desember 2017

Pondok Pesantren dan Sanad Keilmuan Islam Nusantara

Pondok Pesantren dalam pendidikan Islam sejak zaman dahulu mempunyai peran signifikan. Belakangan ini di tengah tantangan global, sekurangnya pesantren mempunyai peran penting pada tiga hal.

Pertama, untuk pendidikan agama/akhlak (tafaqquh fiddin); kedua, penguatan agama dan bahasa Asing (modern); ketiga, persiapan kompetisi global dengan dunia Barat (Islam dan sains).?

Pondok Pesantren dan Sanad Keilmuan Islam Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)
Pondok Pesantren dan Sanad Keilmuan Islam Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)

Pondok Pesantren dan Sanad Keilmuan Islam Nusantara

Satu hal yang acapkali dilupakan orang tua atau wali para santri/peserta didik adalah sanad (jaringan) keilmuan dalam pendidikan (pembelajaran) Islam hingga sebuah pesantren itu masih tetap berdiri dan berlangsung. Tentu saja, hal itu hanya berlaku bagi pesantren yang berusia cukup tua.

Berkaitan dengan itu, penulis punya pengalaman menarik, yang penulis temukan pada saat ikut dalam rombongan kegiatan Anjangsana Islam Nusantara Program Pascasarjana Magister STAINU Jakarta pada 23-28 Januari 2016 di Pulau Jawa.?

Khususnya ketika silaturahim di beberapa pondok pesantren, yaitu di Kanzus Shalawat Pekalongan (Habib Luthfi), At-Taufiqy Wonopringgo Pekalongan (Kiai Taufiq), Kaliwungu Kendal (Kiai Dimyati Rois), Raudlatut Thalibin Rembang (Kiai Mustofa Bisri/Gus Mus), Al-Anwar Rembang (Kiai Maemun Zubair, Mbah Mun), Amanatul Ummah Pacet Mojokerto (Kiai Asep Saifuddin Chalim), Tebuireng (Gus Sholah) dan Al-Munawwir Krapyak Yogyakarta (Kiai Nadjib Abdul Qadir).

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Dari pesantren-pesantren di atas, semuanya mempunyai silsilah (sanad) keilmuan yang jelas dengan ulama-ulama di Nusantara, wabil khusus keterkaitannya dengan para pendiri Nahdlatul Ulama. Tulisan tangan atau naskah kuno juga menjadi bukti lain dari sanad keilmuan tersebut.?

Sebagai contoh salah satunya, pesantren Amanatul Ummah milik Kiai Asep Saifuddin Chalim. Sebelum mendirikan pesantren yang sangat modern dari sisi pengelolaan dan materi pendidikannya, Kiai Asep ini adalah salah satu putra Kiai Abdul Chalim Leuwimunding Majalengka, Jawa Barat, Kiai Chalim pernah nyantri dengan Hadlratussyekh Hasyim Asy’ari dan berguru kepada Kiai Wahab Hasbullah.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Pesantren Amanatul Ummah adalah di antara sedikit pesantren NU yang telah mendesain sejak awal untuk menyongsong peradaban pendidikan global dengan tetap pada tradisi NU, mulai dari Aswaja hingga keindonesiaan-nya. Tradisi tahqiq (filologis) juga dikenalkan sejak dini, hampir setiap hari oleh para pengasuhnya.?

Oleh karena itu, apabila para alumninya yang telah belajar di perguruan tinggi ternama di Indonesia seperti UGM, UI, UNDIP, UIN, maupun di Eropa, Amerika, Asia, Timur Tengah, dan negara-negara lain, sudah dapat dipastikan mempunyai jalur sanad keilmuana Islam Nusantara. Hal itu tidak perlu diragukan lagi.

Sanad keilmuan melalui pesantren semacam itu sangat penting saat ini di tengah budaya pragmatisme umat yang hanya belajar melalui google tanpa mau belajar langsung dengan para kiai atau guru yang mempunyai sanad keilmuan yang tersambung dengan Nabi Muhammad SAW.?

Di situlah salah satu pentingnya memilih pesantren yang mempunyai sanad keilmuan yang jelas, bukan semata-mata hanya untuk kepentingan kompetisi global, tetapi juga tafaqquh fiddin tetap dijaga.

Mahrus EL-Mawa, Wakil Ketua PP LP Maarif NU, Koordinator Diklat Masyarakat Pernaskahan Nusantara (Manassa) Jakarta.

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Pertandingan, Tokoh, Nahdlatul VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Minggu, 10 Desember 2017

Sambut Siswa Baru, MA Futuhiyyah 2 Mranggen Gelar Manaqiban

Demak, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Menyambut Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2014/2015, MA Futuhiyyah 2 Mranggen Demak mengadakan pembacaan manaqib Syekh Abdul Qodir Al-Jailani, Rabu (29/4). Manaqiban diawali pembacaan tahlil bersama yang dipimpin KH Abdul Latif Makmun.

Sambut Siswa Baru, MA Futuhiyyah 2 Mranggen Gelar Manaqiban (Sumber Gambar : Nu Online)
Sambut Siswa Baru, MA Futuhiyyah 2 Mranggen Gelar Manaqiban (Sumber Gambar : Nu Online)

Sambut Siswa Baru, MA Futuhiyyah 2 Mranggen Gelar Manaqiban

Pembacaan manaqib ini dimaksudkan untuk berdoa dan bertawassul bersama dalam rangka sukses PPDB 2014 MA Futuhiyyah 2 Mranggen, kata Kepala MA H Helmi Wafa.

Isi kandungan kitab manaqib meliputi silsilah nasab Syekh Abdul Qodir Al-Jailani, sejarah hidupnya, akhlaq, dan karomah-karomahnya. Di samping itu tercantum juga doa-doa bersajak yang bermuatan pujian dan tawassul kepada Syekh Abdul Qodir.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

“Sudah menjadi tradisi bagi civitas MA Futuhiyyah 2 setiap kali mengawali PPDB dengan membaca manaqib Syeikh Abdul Qodir dengan mengharap keberkahannya,” imbuh Ketua panitia PPDB Lukman Hakim. (Ben Zabidy/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Nahdlatul, Warta VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Hukum Berzakat untuk Masjid

Assalamu ‘alaikum wr. wb.

Redaksi Bahtsul Masail VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth yang kami hormati. Bahwa masjid di kampung kami sedang dalam tahap renovasi besar-besaran karena memang sudah sangat tua. Tentunya hal ini sangat membutuhkan biaya yang tidak kecil. Yang ingin kami tanyakan adalah bagaimana hukum berzakat untuk masjid. Atas jawabannya kami ucapkan terima kasih. Wassalamu ‘alaikum wr. wb. (Tarno/Pemalang)

Hukum Berzakat untuk Masjid (Sumber Gambar : Nu Online)
Hukum Berzakat untuk Masjid (Sumber Gambar : Nu Online)

Hukum Berzakat untuk Masjid

Jawaban

Assalamu ‘alaikum wr. wb.

Penanya yang budiman, semoga selalu dirahmati Allah SWT. Sebagaimana yang kita ketahui bersama bahwa zakat adalah salah satu rukun Islam. Muslim yang memang sudah memenuhi ketentuan diwajibkan menunaikan zakat.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Lantas didistribusikan kepada siapa zakat tersebut? Dalam konteks pendistribusian zakat, Al-Qur`an dengan gamblang menyebutkan delapan golongan yang berhak mendapatkan zakat.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Sesungguhnya zakat hanya untuk orang-orang fakir, orang miskin, amil zakat, yang dilunakkan hatinya (muallaf), untuk (memerdekakan) hamba sahaya, untuk (membebaskan) orang yang berhutang, untuk jalan Allah dan orang yang sedang dalam perjalanan, sebagai kewajiban dari Allah. Allah Mahamengetahui, Mahabijaksana,” (QS At-Taubah [9]: 60).

Dari ayat ini maka kita dapat memahami bahwa ada delapan golongan yang berhak menerima zakat. Dan dari ke delapan golongan tersebut tak satu pun menyebutkan tentang masjid. Dari sini kemudian kita bisa mengerti kenapa zakat tidak boleh didistribusikan untuk pembangunan masjid. Inilah yang menjadi pendapat empat imam madzhab, yaitu imam Hanafi, Maliki, Syafi’i, dan Imam Ahmad bin Hanbal.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Imam empat madzhab telah sepakat bahwa tidak boleh mendistribusikan zakat untuk pembangunan masjid atau mengafani orang mati,” (Lihat Abdul Wahhab Asy-Sya’rani, Al-Mizanul Kubra, Indonesia, Darul Kutub Al-Islamiyyah, juz II, halaman 13).

Namun kendati demikian, pendapat tersebut bukan berarti serta merta sepi dari penyangkalan. Ada saja kalangan yang menyatakan bahwa diperbolehkan untuk memberikan zakat ke masjid. Argumentasi yang dibangun untuk menguatkan padangan ini adalah terletak pada pemahaman makna “fi sabilillah” (untuk jalan Allah) dalam ayat di atas.

Menurut pandangan ini, firman Allah “fi sabilillah” dilihat dari sisi zhahirul lafzh-nya tidak hanya membatasi (al-qashar) pada orang-orang yang berperang. Maka atas dasar inilah, diajukan nukilan Al-Qaffal dari pendapat sebagaian pakar hukum Islam yang menyatakan bahwa boleh mendistribusikan zakat kepada pelbagai sektor kebaikan, seperti mengafani orang mati, membangun benteng, dan memperbaiki masjid.

? ? ? ? ? ? : {? ? ?} ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? "?" ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? : {? ? ?} ? ? ?.

Artinya, “Ketahuilah, bahwa zhahir lafazh dalam firman Allah SWT: “fi sabilillah” tidak mengandung kepastian hanya mencakup setiap orang yang berperang. Atas dasar pengertian ini, maka Al-Qaffal menukil pendapat—dalam tafsirnya—dari sebagian pakar hukum yang membolehkan mendistribusikan zakat ke semua sektor kebaikan seperti mengkafani orang mati, membangun benteng, dan memperbaiki masjid. Sebab, firman Allah swt: “fi sabilillah” adalah bersifat umum mencakup semuanya,” (Lihat Fakhruddin Ar-Razi, Mafatihul Ghaib, Beirut, Darul Kutub Al-Ilmiyyah, cet ke-1, 1419 H/1998 M,? juz X, halaman 127).

Berangkat dari penjelasan di atas maka dalam status hukum zakat ke masjid ada dua pendapat. Pendapat pertama yang dipegang oleh empat imam madzhab menyatakan tidak boleh zakat untuk pembangunan masjid. Sedangkan pendapat kedua ada memperbolehkannya.

Namun sayangnya Al-Qaffal sebagai ulama yang menukil dari sebagian fuqaha` tidak menyebutkan dengan jelas siapa para fuqaha` yang memiliki pendapat tersebut. Kendati demikian, pendapat ini dapat dipertimbangkan dalam kondisi tertentu semisal di suatu kampung tidak ada orang yang mau menyumbang untuk pembangunan masjid padahal masjid tersebut sudah tidak layak dan harus diperbaiki.

Demikian jawaban yang dapat kami kemukakan. Semoga bisa dipahami dengan jelas. Kami selalu terbuka untuk menerima saran dan kritik dari para pembaca.

Wallahul muwaffiq ila aqwamith thariq

Wassalamu ‘alaikum wr. wb.


(Mahbub Maafi Ramdlan)Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Nahdlatul, News, RMI NU VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Jumat, 08 Desember 2017

IPPNU Jatim Perhatikan Kondisi Moral Remaja

Surabaya, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Pengurus Wilayah Ikatan Pelajar Putri NU Jawa Timur berkerja sama dengan BKKBN Jatim melaksanakan training of trainer (TOT) Pusat Informasi Konseling Remaja dan Mahasiswa di balai diklat Maarif kompleks Universitas Sunan Giri, Surabaya, Jumat (28/8).

Pusat Informasi Konseling Remaja dan Mahasiswa (PIK RM) adalah salah satu lembaga yang berada di bawah IPPNU Jatim.

IPPNU Jatim Perhatikan Kondisi Moral Remaja (Sumber Gambar : Nu Online)
IPPNU Jatim Perhatikan Kondisi Moral Remaja (Sumber Gambar : Nu Online)

IPPNU Jatim Perhatikan Kondisi Moral Remaja

"Lembaga ini baru diadakan karena melihat kondisi para remaja saat ini sudah jauh dari norma-norma agama. Mereka rata-rata tidak mengetahui informasi tentang pergaulan bebas hingga dampak dari pernikahan dini," jelas Etik Rossana Fitri saat ditemui di lokasi acara.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Untuk memberikan informasi awal kepada kader-kader IPPNU di tingkat bawah, mulai cabang sampai ranting IPPNU.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Acara yang dihadiri hanya 43 pengurus cabang ini, diharapkan para peserta mampu menerapkan penyuluhan kepada kader-kader yang ada di bawah.

Selain itu, Rossa mengatakan dalam waktu dekat ini IPPNU Jatim akan melakukan turba ke cabang-cabang, untuk melihat langsung hasil dari TOT IPK RM ini.

"Program ini nantinya akan di bawa ke pusat karena remaja saat ini perlu penanganan serius, itu tidak hanya di Jatim melainkan di daerah seluruh Indonesia," Jelas Rossa.

Acara yang dibuka oleh Kepala Bidang Keluarga Sejahtera Dan Pemberdayaan Keluarga BKKBN Jatim Dra Suhartuti dan dihadiri oleh Wakil Ketua PWNU Jatim Drs H Sidiq akan berlangsung selama tiga hari. (Rof Maulana/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Halaqoh, Kajian, Nahdlatul VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Aksi 4 November Nahdliyin Diimbau Tetap Tenang

Jombang, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth?

Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Jombang KH Isrofil Amar mengimbau kepada seluruh warga NU setempat untuk mematuhi seruan moral Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dalam menyikapi aksi besar-besaran hari ini, Jumat (4/11/2016).?

Aksi 4 November Nahdliyin Diimbau Tetap Tenang (Sumber Gambar : Nu Online)
Aksi 4 November Nahdliyin Diimbau Tetap Tenang (Sumber Gambar : Nu Online)

Aksi 4 November Nahdliyin Diimbau Tetap Tenang

Ia juga menyampaikan agar warga nahdliyin tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh sejumlah organisasi atau lembaga yang turut andil dalam aksi turun jalan yang ? akan dimulai setelah sholat Jumat.?

"Dengan segala hormat kepada semua ? warga nahdliyin, kami atas nama Pengurus NU Cabang Jombang, berdasarkan himbauan dari PBNU melalui media, agar warga NU tanggal 4/11/2016 tenang," katanya, Kamis (3/11/2016).?

Kasus Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang diduga sudah menistakan agama itu, menurutnya tidak perlu disikapi dengan sikap yang terlalu berlebihan, apalagi sikap tersebut didasarkan pada rasa kebencian.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Kiai Isrofil menegaskan kasus tersebut lebih tepat diproses secara hukum agar tidak terjadi perpecahan antar bangsa juga umat beragama. "Tentang penistaan agama, kita serahksn kepada proses hukum," tegasnya.

Senada dengan Kiai Isrofil, Sekretaris PCNU Jombang H Muslimin Abdilla sebelumnya melarang seluruh anggota NU, badan otonom (Banom) NU, dan sejumlah lembaga di bawah naungan NU untuk mengikuti aksi tersebut.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

"PCNU Jombang menghimbau kepada seluruh anggota NU, segenap Banom NU, Lembaga-lembaga di bawah naungan NU untuk tidak mengikuti ajakan aksi 4 November," katanya. (Syamsul Arifin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Nahdlatul VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock