Tampilkan postingan dengan label IMNU. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label IMNU. Tampilkan semua postingan

Senin, 26 Februari 2018

Puasa: Sebuah Mi’raj Sosial dan Mi’raj Religiusitas

Oleh Matroni Musèrang

--Kebudayaan selalu ada dalam kehidupan manusia, ia seperti angin yang keluar masuk dalam tubuh manusia. Dimana pun ada kehidupan, disitulah kebudayaan ada. Begitupun dengan puasa. Puasa merupakan bagian dari kebudayaan umat manusia. Ketika kita melakukan puasa, jangan menganggap agama kita paling benar. Sebab puasa bukan milik pribadi, akan tetapi puasa milik umat manusia, untuk itulah puasa menjadi sarana untuk lebih memanusiakan manusia, inilah yang saya sebut sebagai mi’raj sosial.

Mi’raj sosial artinya seseorang mampu melakukan perintah agama lalu mengaplikasikannya ke ruang publik, contoh, kita tidak lagi membeda-bedakan agama, ras, suku dan budaya, oleh karena itulah dalam mi’raj sosial, sesama manusia kita sama di hadapan kemanusiaan.

Puasa: Sebuah Mi’raj Sosial dan Mi’raj Religiusitas (Sumber Gambar : Nu Online)
Puasa: Sebuah Mi’raj Sosial dan Mi’raj Religiusitas (Sumber Gambar : Nu Online)

Puasa: Sebuah Mi’raj Sosial dan Mi’raj Religiusitas

Puasa saya maknai sebagai perjalanan rohani untuk mi’raj yaitu mi’raj sosial dan mi’raj religiusitas (spiritual), dari hati yang keras menuju perkampungan hijau yang bernama kesejukan dan kedamaian. Dua kampung ini kini telah di bakar oleh egoisme pragmatis-kapitalis, untuk itu saya ingin menjadi tuhan untuk “menghidupkan kembali” kampung kesejukan dan kedamaian. Dengan puasa sebagai ibu yang melahirkan kesejukan dan kedamaian. Mengapa puasa? Puasa dilakukan seseorang ketika ingin mendamaikan hati dan pikirannya dan puasa dilakukan oleh semua agama di dunia.   

Oleh sebab itu, Mi’raj sosial penting kita lakukan untuk mencapai derajat yang tinggi di hadapan manusia dan Tuhan. Sebab Tuhan menciptakan makhluk dengan tujuan untuk saling mengenal. Saling mengenal artinya kita diperintah Tuhan untuk selalu membaca, agar kita mengenal. Bagaimana mungkin kita akan kenal jika kita tidak melihat dan membaca?

Mi’raj sosial ini benar-benar penting di tengah maraknya masyarakat yang tidak lagi menghargai kemanusiaan. Maraknya masyarakat yang suka tawuran, suka membunuh, egois, suka saling sikat-sikut, suka mencela sesama manusia. Maka berlomba-lomba dalam ber-mi’raj sosial sangat penting untuk menjaga dan menghormati kemanusiaan. Apalagi lagi gencar-gencarnya tuduh-menuduh di antara para relawan kandidat presiden Indonesia, ada yang memfitnah, ada yang akan menghancurkan agama, PKI, Yahudi, Kristen, dan lain sebagainya.

Maka betapa sangat pentingnya kita menyadari bahwa mi’raj sosial sangat mendesak untuk kita lakukan sebagai terapi bagi manusia yang kurang menghargai manusia dan agama. Apakah dalam sebuah kompetisi kita harus memfitnah dan meracuni pikiran-hati kemanusiaan dan agama dengan tuduhan-tuduhan yang tidak benar? Untuk menjawab pertanyaan ini, kita harus bersih-bersih di taman mi’raj (mi’raj sosial dan religiusitas), agar apa yang menjadi tanggungjawab kita benar-benar berjalan sesuai dengan hati nurani kemanusiaan.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Kemanusiaan lebih dulu diwahyukan oleh Tuhan sebelum wahyu-wahyu lain diturunkan, ini artinya betapa sangat dan amat pentingnya sisi kemanusiaan daripada agama. Agama lahir karena adanya manusia, maka untuk mengetahui makna agama, harus terlebih dahulu mengetahui makna kemanusiaan. Agama seluruh dunia menegaskan sebagaimana dikatakan Karen Armstrong bahwa spiritualitas yang sejati harus diespresikan secara konsisten dalam tindakan berbagai kasih, kemampuan untuk merasakan bersama orang lain.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Iqra’ yang pertama kali turun sebelum syarat rukun agama merupakan bukti nyata bahwa Tuhan lebih mementingkan kemanusiaan (makhluk) daripada agama. Agama diturunkan jaman jahiliyyah untuk mengatur sisi kemanusiaan yang tidak menghargai manusia yang lain, maka jika hari ini ada manusia/tokoh/ulama/pemimpin yang tidak menghargai manusia, berarti sosok itu adalah manusia jahiliyyah. Sosok manusia yang memiliki akal yang tidak digunakan untuk berpikir, memiliki hati yang tidak digunakan untuk refleksi, memiliki indera yang tidak digunakan untuk melihat umat manusia.

Mi’raj religiusitas menjadi penting untuk dijadikan tempat bagi manusia untuk memanusiaan manusia, moment puasa merupakan cara untuk masuk ke perkampungan religiusitas. Religiusitas dalam ini adalah bersadarnya manusia dalam memperjuangkan masyarakat untuk lebih cerdas dan memiliki cakrawala yang luas dalam menjalani tugas sosial dan tugas agama.

Tugas agama memang berat dan keras. Perkampungan agama tidak tumbuh dengan sendirinya kata Karen, akan tetapi agama harus di bina dalam cara yang sama seperti halnya apresiasi seni, musik, dan puisi yang harus ditumbuhkan. Tugas agama kata Karen lagi sangat mirip dengan seni, yakni membantu kita hidup secara kreatif, damai, dan bahkan gembira dengan kenyataan-kenyataan yang tidak mudah dijelaskan dan masalah-masalah yang tidak bisa kita pecahkan.

Perjalanan sosial dan agama harus saling bergandeng tangan dalam menciptakan mi’raj sosial dan mi’raj religiusitas. Cita-cita inilah yang sebenarnya yang ingin kita capai dengan melakukan puasa. Cita-cita kemanusiaan yang damai, inklusif dan memberi rahmat alam semesta. Hanya di tangan manusia yang mi’raj kedamaian alam semesta ada. Puasa sebagai jembatan untuk sampai pada perkampungan mi’raj sosial dan mi’raj religiusitas.     

Masyarakat Reflektif

Dengan demikian, untuk menjaga mi’raj sosial dan mi’raj religiusitas dibutuhkan refleksi yang baik dari kita sendiri. Refleksi ini lahir pembacaan dan nalar yang baik. Refleksi ini lahir juga dari masyarakat yang sadar, menyadari bahwa hidup ini tidak hanya sebatas saling fitnah, saling sikat-sikut, tapi ada hal yang lebih penting untuk dipikirkan yaitu bagaimana menciptakan masyarakat yang cerdas untuk mencapai masyarakat yang damai, makmur dan masyarakat tanpa kelas.

Masyarakat reflektif adalah masyarakat yang memiliki cita-cita untuk menciptakan masyarakat tanpa kelas (mi’raj sosial), masyarakat yang selalu ingin belajar, membaca dan berpikir tentang semesta dan masyarakat yang memiliki mental komitmen yang baik (mi’raj religiusitas). Masyarakat reflektif inilah yang diidealkan hari ini. Masyarakat yang akan menghargai usaha orang lain, menghargai karya orang lain, menghargai pemikiran orang lain, menghargai keberagaman dan menghargai keberagamaan.

Ketika masyarakat reflektif terealisasikan, kita akan melihat masyarakat yang saling hidup damai, berdampingan, saling tolong-menolong, dan secara otomatis bangsa dan negara akan makmur.

 

Matroni Musèrang, alumnus pascasarjana UIN Sunan Kalijaga dan peneliti sosial, agama dan kebudayaan Indonesia.

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth IMNU, Kajian Sunnah VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Sabtu, 17 Februari 2018

PBNU: Selesaikan Masalah di Papua Secara Persuasif

Jakarta, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth 

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menyampaikan keprihatinan mendalam atas peristiwa penembakan di Papua yang mengakibatkan 8 personel TNI dan 4 warga sipil meninggal dunia, serta 5 orang lainnya menderita luka.

NU mendesak aparat keamanan segera menuntaskan permasalahan tersebut, namun tidak dengan cara-cara represif. 

PBNU: Selesaikan Masalah di Papua Secara Persuasif (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU: Selesaikan Masalah di Papua Secara Persuasif (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU: Selesaikan Masalah di Papua Secara Persuasif

Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, mengatakan peristiwa penembakan kali ini menambah panjang daftar kekerasan di Papua. Polisi dan TNI sebagai aparat penegak hukum diminta secepatnya mengambil langkah bijak penyelesaian. 

"Siapapun pelakunya, kelompok separatisme atau yang lain dengan tujuan tertentu, (penembakan) ini adalah kriminal. Pelakunya harus segera ditangkap dan dihukum seberat-beratnya," tegas Kiai Said di Jakarta, Jumat ( 22/2/2013). 

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Kiai Said juga mengungkapkan rasa dukacita dan belasungkawa kepada seluruh keluarga korban penembakan tersebut. "Atas nama pribadi dan seluruh Nahdliyin, kami ikut berdukacita. Semoga Allah mengampuni dosa seluruh korban, dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan," lanjutnya.  

Untuk penuntasan masalah kekerasan di Papua, Kiai Said meminta agar tidak dilakukan dengan mengedepankan cara-cara kekerasan. Ruang dialog sebagai sarana mengurai permasalahan dan menemukan jalan keluar disarankan untuk diperbanyak digelar. 

"Pemerintah pernah sukses menerapkan cara-cara itu di Aceh. Di Papua karakteristiknya tidak jauh berbeda. Jadi saya minta Pemerintah membuka sebanyak-banyaknya ruang dialog, libatkan masyarakat setempat untuk mencari jalan keluar terbaik," urai Kiai bergelar Doktor lulusan Universitas Ummul Qura, Mekah, ini. 

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Menjadi satu agenda dalam penuntasan masalah di Papua, Kiai Said juga mendesak Pemerintah untuk segera merealisasikan peningkatan kesejahteraan masyarakat setempat. PBNU diakuinya pernah menerima aduan masyarakat Papua perihal kesenjangan kesejahteraan tersebut. 

"Papua sangat kaya, tapi masyarakatnya tidak merasakan itu secara utuh. Ini juga menjadi PR Pemerintah untuk segera diselesaikan, sekaligus menjadi salah satu cara penyelesaian masalah kekerasan," pungkas Kiai Said. 

Seperti diberitakan, peristiwa penembakan terjadi di dua lokasi berbeda di Papua. Pertama terjadi di posko Tinggi Nambut, Kabupaten Puncak Jaya, yang menewaskan  seorang personel TNI atas nama Pratu Wahyu Prabowo.

Penembakan kedua terjadi di Kampung Tangulinik, Distrik Sinak, Kabupaten Puncak. 7 personel TNI tewas dalam peristiwa tersebut, yaitu Sertu Ramadhan, Pratu Edi, Praka Jojo Wiharja, Pratu Mustofa, Praka Wempi, Sertu Udin, dan Sertu Frans. Dalam perkembangannya 4 warga sipil juga menjadi korban jiwa dalam peristiwa ini.

 

Redaktur: Hamzah Sahal

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Khutbah, IMNU, Syariah VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Kamis, 15 Februari 2018

Gelar Sultan itu Fondasi Keraton Kasultanan Mataram Islam

Yogyakarta, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Gelar Sultan sesungguhnya merupakan bentuk amanat leluhur, yaitu fondasi Keraton Kasultanan Mataram Islam. Ia memuat berbagai makna, filosofi, dan bahkan teologi yang merupakan manifestasi dari nilai-nilai yang dikandungnya. Ia mencerminkan visi dan misi institusi yang harus dijaga dengan sebaik-baiknya.

Gelar Sultan itu Fondasi Keraton Kasultanan Mataram Islam (Sumber Gambar : Nu Online)
Gelar Sultan itu Fondasi Keraton Kasultanan Mataram Islam (Sumber Gambar : Nu Online)

Gelar Sultan itu Fondasi Keraton Kasultanan Mataram Islam

Hal ini disampaikan oleh Wakil Ketua PWNU DIY, Drs Kiai Jadul Maula dalam konferensi pers di kantor PWNU, Jl MT Haryono 40-42 Yogyakarta, Selasa (2/6) menanggapi Sabdaraja Sultan HB X yang menghilangkan beberapa gelar Sultan, diantaranya Ngabdurrahman, Sayidin Panotogomo, dan Kalifatullah.

Kiai Jadul menjelaskan, bahwa selama ini PWNU banyak menampung keresahan masyarakat dan ulama pesantren dari berbagai daerah. Bukan hanya dari sekitar DIY, namun juga dari berbagai daerah di Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, hingga luar Jawa.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

“Ada stigmatisasi perubahan gelar terhadap Islam. Ibarat rumah yang diganti bukan hanya pintu atau mengganti cat, tapi pondasi. Jadi implikasinya sangat besar,” tegas Kiai Jadul.

Hal ini, lanjutnya, lebih pada keprihatinan keagamaan dalam menyelamatkan kehidupan bermasyarakat, di luar wilayah politik. Ada kegelisahan di kalangan kiai tentang perubahan gelar tersebut. Karena ini tanpa diserta argumen yang jelas dan disepakati secara syar’i.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Kiai Jadul Maula kembali menegaskan, akibat perubahan gelar itu ada keresahan dikalangan kiai NU. Karena mereka beranggapan bahwa perubahan gelar ini telah menjadikan adanya stigmatisasi terhadap Islam. Gelar tersebut semua diambil dari Islam melalui perjalanan yang panjang. Sehingga jika gelar itu diubah maka ada proses pengaburan ke-Islam-an tersebut.

Makna gelar Sultan universal

Menurut Kiai Jadul, makna gelar sultan itu universal. Mengubah makna itu berarti ada yang hilang dalam diri kasultanan. ?

“Konsep-konsep penting di dalam gelar seperti: Ngabdurrahman, Sayidin Panotogomo, Kalifatullah, mengandung makna dan amanat bahwa seorang Sultan haruslah mewujudkan pengabdiannya yang tulus kepada Allah Yang Maha Pengasih dan Penyayang dengan laku dan tindakan yang menjaga dan mengupayakan keseimbangan alam, religiusitas masyarakat dan kerukunan antar umat beragama serta keadilan sosial di tengah-tengah warganya,” tegasnya.

Kiai Jadul menjelaskan bahwa gelar Ngabdurrahman mengandung arti bahwa meski menjadi raja, Sultan adalah tetap hamba Allah SWT yang memiliki kasih sayang dengan sesama, termasuk kepada alam. Sedangkan gelar Sayidin Panotogomo, ? dalam pesantren mengandung arti adalah orang yang berkewajiban meningkatkan religiusitas masyarakat dan menata umat beragama yang berbeda agar harmonis. Gelar khalifatullah sendiri berarti Sultan adalah duta Allah SWT yang menegakkan kebenaran dan keadilan.?

“Dengan makna demikian, kami menganggap gelar-gelar itu penting. Adanya gelar itu sudah terbukti dari berdirinya Kraton Yogyakarta sebagai Kraton yang paling lama bertahan hingga sekarang,” tegasnya.? Karena itu, tandasnya, PWNU bersikap, gelar itu mesti dipertahankan. Jika gelar ini dihilangkan maka akan kehilangan porosnya. Karena gelar itu tidak semata-mata nama melainkan sebagai pengikat kontrak teologis, kontrak alam dan kontrak sosial. (Suhendra/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Warta, Nusantara, IMNU VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Kamis, 08 Februari 2018

PMII UINSA Gelar Istigotsah Kubro Doakan Muktamar NU Berjalan Lancar

Surabaya, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Rayon Dakwah Komisariat Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya menggelar istighotsah kubro dan dzikir bersama. Acara ini bertujuan mendoakan agar Muktamar Ke-33 Nahdlatul Ulama (NU)? di Jombang berjalan lancar hingga akhir.

PMII UINSA Gelar Istigotsah Kubro Doakan Muktamar NU Berjalan Lancar (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII UINSA Gelar Istigotsah Kubro Doakan Muktamar NU Berjalan Lancar (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII UINSA Gelar Istigotsah Kubro Doakan Muktamar NU Berjalan Lancar

Ketua PMII Rayon Dakwah UINSA Hoiron Kasir mengatakan, PMII dan NU tidak dapat dipungkiri memiliki keterkaitan secara historis, ideologis, nilai, asas, dan tujuan organisasi. Untuk itu, situasi kondusif dan suksesnya muktamar NU juga menjadi harapan besar keluarga besar PMII seluruh Indonesia.

“PMII dan NU memang sangat dekat relasinya meskipun tidak berkaitan secara struktural. Kami senantiasa berdoa kepada Allah agar para kiai dan muktamirin diberi petunjuk hingga menghasilkan keputusan bernilai maslahat bagi seluruh umat sekaligus menunjuk Ketua Umum PBNU baru yang amanah,” katanya usai acara istigotsah di Masjid Ulul Albab UINSA, Selasa (4/8) malam.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Muktamar NU, menurutnya, tidak hanya membahas terkait mekanisme pemilihan pemimpin. Lebih dari itu, sejumlah hal yang tidak kalah penting untuk dikaji adalah soal penyelenggaraan pilkada yang murah dan berkualitas, sumber daya alam untuk kesejahteraan rakyat, memperpendek masa tunggu calon jamaah haji dan pengelolaan keuangan haji, perlindungan TKI dan pencatatan nikah bagi mereka yang beragama Islam, perbaikan pengelolaan BPJS ketanagakerjaan dan kesehatan.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

“Masyarakat Indonesia kini menunggu keputusan dan rekomendasi yang dihasilkan muktamar NU. Apalagi persoalan bangsa sudah sangat kompleks dan perlu diselesaikan secara bersama-sama,” tandasnya.

Pada acara istigotsah yang dimulai pukul 19.30 WIB itu, sekitar 200 jamaah terdiri dari mahasiswa, dosen, dan masyarakat terlihat sangat khusyuk dan khidmat berdzikir dipandu oleh KH Suis Qoim Abdullah. Beberapa jamaah bahkan tak kuat menahan haru hingga meneteskan air mata. (Lukman Hakim El Baqeer/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth IMNU, Kajian Islam VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Jumat, 02 Februari 2018

China Larang Selebritis Terkena Kasus Muncul di TV

Jakarta, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Bintang yang telah menggunakan obat-obatan, mengunjungi pelacur atau terlibat dalam pelanggaran hukum lainnya tidak akan diizinkan untuk tampil di televisi Cina, layar film atau bentuk lain dari siaran, kata media pemerintah, Kamis, setelah serangkaian skandal.?

China Larang Selebritis Terkena Kasus Muncul di TV (Sumber Gambar : Nu Online)
China Larang Selebritis Terkena Kasus Muncul di TV (Sumber Gambar : Nu Online)

China Larang Selebritis Terkena Kasus Muncul di TV

Larangan oleh regulator penyiaran, yang meliputi radio dan iklan, dimaksudkan untuk "menjaga industri yang sehat", resmi China Daily melaporkan.?

"Selebriti yang melanggar hukum tidak boleh diundang untuk tampil di program, dan transmisi kata-kata mereka harus ditunda," kata surat kabar itu, mengutip pernyataan dari regulator.?

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

"Kasus terbaru yang melibatkan bintang menggunakan obat atau mengunjungi pelacur telah merugikan citra industri hiburan dan menjadi contoh buruk bagi anak-anak muda," tambah surat kabar itu.?

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Jaksa Cina bulan lalu menyetujui penangkapan Jaycee Chan, putra bintang film kung fu Jackie Chan, setelah diduga terlibat dalam pelanggaran obat terlarang. Ini merupakan dalam serangkaian terbaru selebritis yang terkena kasus hukum.?

China telah menahan beberapa selebritis yang kebanyakan masuk daftar B beberapa bulan terakhir atas tuduhan terkait narkoba, kasus yang telah dipublikasikan secara luas di media negara dan sosial. Mereka termasuk bintang film dan televisi, sutradara film dan penulis skenario terkenal.?

Satu direktur ditahan karena dicurigai mempekerjakan pelacur.?

Tindakan keras muncul karena pemerintah berusaha untuk mendorong kampanye yang lebih luas terhadap gaya hidup mewah dan dekadensi.?

Presiden China Xi Jinping telah bersumpah untuk menghilangkan korupsi dan keistimewaan yang dimiliki para elit, sumber utama ketidakpuasan publik atas kesenjangan antara miskin dan kaya yang terus berkembang.?

Departemen Keamanan Publik China mengatakan kepada polisi di seluruh negeri pada bulan Februari untuk bersikap keras pada obat-obatan, perjudian dan prostitusi.?

Berbeda dengan China, Indonesia, yang penduduknya mengaku menjaga adat ketimuran dan nilai-nilai moral agama, sejumlah selebritis yang terkena kasus hukum, kini bebas tampil di TV dengan frekuensi publik. Ariel, pentolan grup band Noah, kini kariernya semakin berkibar dan membintangi sejumlah iklan setelah lepas dari penjara setelah terkena kasus video porno. Raffi Ahmad, yang terkena kasus narkoba dan sampai sekarang menunggu vonis, tiap hari wajahnya tampil di TV. Di Indonesia, belum dikenal hukuman larangan tampil di TV saat menjalani kasus hukum atau hukuman tambahan larangan tampil di media yang menggunakan frekuensi publik.

Langkah maju telah diambil terkait dengan narapidana kasus korupsi. Bukan hanya dihukum penjara, mereka juga dicabut hak politiknya seperti yang menimpa mantan Presiden PKS Lutfi Hasan Ishak dan mantan ketua MK Akil Muchtar.

Sebelumnya, Komisi Penyiaran Indonesia telah melarang acara kebanci-bancian di TV karena kekhawatiran memengaruhi dan ditiru anak-anak dan dampaknya dapat mempengaruhi masyarakat yang membenarkan perilaku tersebut. (reuters/mukafi niam) ilustrasi: kapanlagi.com

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth IMNU VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Sabtu, 27 Januari 2018

Majalah Tremas Edisi 12 Angkat Tema Gerakan Ayo Mondok

Pacitan, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Panitia Perpustakaan Attarmasi Pondok Tremas Kabupaten Pacitan menerbitkan majalah Media Attarmasi edisi terbaru. Majalah edisi Ke-XII yang secara khusus mengangkat tema Gerakan Nasional Ayo Mondok ini diluncurkan dalam seminar bertema “Menjaga dan Melestarikan Tradisi Aswaja Untuk Mempertahankan NKRI”, Jum’at (1/1).

Majalah Tremas Edisi 12 Angkat Tema Gerakan Ayo Mondok (Sumber Gambar : Nu Online)
Majalah Tremas Edisi 12 Angkat Tema Gerakan Ayo Mondok (Sumber Gambar : Nu Online)

Majalah Tremas Edisi 12 Angkat Tema Gerakan Ayo Mondok

Pengasuh pesantren Tremas KH Luqman Harits Dimyathi yang juga merupakan Koordinator Nasional Gerakan Ayo Mondok secara resmi meluncurkan majalah ini. Peluncuran majalah ini ditandai dengan pemukulan gong sebanyak tiga kali dan penandatanganan pada cover majalah.

Kiai Luqman menyambut baik usaha tim redaksi majalah yang turut mengangkat dan mengampanyekan Gerakan Nasional Ayo Mondok. Menurutnya, Gerakan Ayo Mondok pertama kali didengungkan dari Pesantren Tremas ini. Gerakan Ayo Mondok merupakan wujud ikhtiar kalangan pesantren untuk mengenalkan pendidikan pesantren pada masyarakat dunia. Kehidupan di pesantren mewakili model Islam Nusantara.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

”Saya yakin, ke depan Islam pesantren, Islam Nusantara akan menjadi dambaan dunia,” tuturnya di hadapan ratusan santri yang memenuhi gedung aula pondok Tremas.

Ia berharap pengelolaan dan penerbitan majalah Media Attarmasi lebih ditingkatkan agar menjadi lebih baik lagi. "Secara umum isinya cukup bagus, tetapi ke depan perlu banyak belajar tentang tata bahasa yang baik agar lebih layak dibaca oleh masyarakat luas," imbuhnya.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Pada edisi baru ini majalah yang memiliki slogan media komunikasi dan transformasi informasi ini juga menyajikan artikel seperti biografi masyayikh, wawancara ekslusif, profil organisasi santri, potret kegiatan santri, kalam hikmah, dan cerpen santri.

Majalah Media Attarmasi pertama kali terbit pada 2001. Majalah ini terbit sekali dalam setahun. Tim redaksi dan pengelolaanya diasuh oleh santri Kelas I Madrasah Aliyah Muadalah.

“Majalah ini sarana latihan para santri dalam dunia tulis-menulis,” ujar pembimbing redaksi Ustadz Muntako. (Zaenal Faizin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth IMNU VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

GP Ansor Kota Bandung Cegah Kontaminasi Ideologi Remaja

Bandung, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Gerakan Pemuda Ansor Kota Bandung berupaya mencegah kontaminasi ideologi kalangan remaja Ahlussunah wal-Jamaah yang akan memasuki jenjang perguruan tinggi.

GP Ansor Kota Bandung Cegah Kontaminasi Ideologi Remaja (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Kota Bandung Cegah Kontaminasi Ideologi Remaja (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Kota Bandung Cegah Kontaminasi Ideologi Remaja

Upaya itu dibungkus dengan pesantren kila (Sanlat) dan bimbingan belajar (bimbel) pasca-Ujian Nasional (BPUN) 2013 di Gedung PCNU Kota bandung Jl. Yuda no.03, Kebon Kalapa, Kota Bandung, Ahad (5/5) dimulai pukul 13.00 WIB.

Ketua pelaksana, Ujang Miftahudin, mengatakan, kegiatan ini sebagai upaya membantu generasi muda dalam melanjutkan ke jenjang perkuliahan dan juga sebagai upaya untuk menjegah kontaminasi ideologi yang dewasa ini terjadi di kalangan remaja, “Seperti dalam temanya, “Subbanul yaum rijalul ghod”, pemuda hari ini adalah generasi penerus masa yang akan datang,” katanya.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Ketua GP Ansor Kota Bandung, Aa Abdul Rozak, menegaskan, Dengan ideologi Ahlussunnah wal-Jama’ah diharapkan dapat membackup generasi muda sebagai penerus bangsa untuk meminimalisir gerakan-gerakan konfrontatif yang mencoreng agama Islam.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Dengan Kegiatan ini, GP Ansor Kota Bandung berupaya untuk merealisasikan slogan, Almuhaafadhoh ‘alal qodiim ash-shaalih wal ahdu bil jadiidil ashlah, (menjaga nilai-nilai lama yang baik dan membuat inovasi yang lebih baik) dengan gerakan realistis dan relevan sehingga dapat diterima hal layak.

Kegiatan yang berjalan sebulan dan gratis tersebut disambut baik peserta yang datang dari berbagai sekolah menengah atas, “Agenda ini sangat baik dan sangat membantu bagi saya untuk belajar dalam menuju jenjang perkuliahan, selain mendapatkan pengetahuan umum, saya mendapatkan pengetahuan agama. Alangkah lebih baik untuk tetap dipertahankan” ujar Ahmad Rusmana, salah seorang peserta BPUN.

Kegiatan tersebut dihadiri Ustadz Wahyu Afif Al-Ghofiqi, perwakilan dari PCNU Kota Bandung yang juga Dewan Penasihat PC GP Ansor Kota Bandung. Dari PW GP Ansor Jawa Barat diwakili Johan Jauhari Anwar, sekaligus Manager Provinsi BPUN 2013. Kemudian dari Manager Pusat diwakili Muhammad Sofyan Fauzi, yang juga Supervisor dari Yayasan Mata Air.

Penulis: Abdullah Alawi

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Hikmah, IMNU, Pondok Pesantren VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Kamis, 18 Januari 2018

Ajarkan Sejarah dengan Lengkap, Jangan Ditutup-tutupi

Pringsewu, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Wakil Rais Syuriyah PWNU Jawa Tengah KH Chalwani Nawawi mengatakan, saat ini banyak sejarah tentang para pejuang yang tidak dijelaskan dengan lengkap khususnya di sekolah dan madrasah. Hal tersebut diungkapkannya melihat fakta bahwa banyak para pejuang dan pahlawan nasional adalah merupakan para santri dan memang harus diketahui oleh masyarakat.

Ajarkan Sejarah dengan Lengkap, Jangan Ditutup-tutupi (Sumber Gambar : Nu Online)
Ajarkan Sejarah dengan Lengkap, Jangan Ditutup-tutupi (Sumber Gambar : Nu Online)

Ajarkan Sejarah dengan Lengkap, Jangan Ditutup-tutupi

“Salah satu Pahlawan yang merupakan seorang santri dan juga penganut thariqah adalah Abdul Hamid yang terkenal dengan nama Pangeran Diponegoro,” ujar Kiai Chalwani, Ahad (10/4) malam di Pringsewu, Lampung

Pangeran Diponegoro lahir di Dusun Tegalrejo, Kecamatan Tegalrejo, Yogyakarta. Mondok pertama kali di Tegalsari, Jetis, Ponorogo kepada KH Hasan Besari. Abdul Hamid ngaji kitab kuning kepada Kiai Taftazani Kertosuro. Ngaji Tafsir Jalalain kepada KH Baidlowi Bagelen. Terakhir Abdul Hamid ngaji ilmu hikmah kepada KH Nur Muhammad Ngadiwongso, Salaman, Magelang.

Bukti otentik jika Pangeran Diponegoro adalah seorang santri adalah peninggalan kamar Diponegoro di eks-Karesidenan Kedu yang di dalamnya ada 3 peningalan, Al-Quran, tasbih, dan Kitab Taqrib.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

"Kenapa Al-Qur’an? Diponegoro adalah seorang Muslim. Kenapa tasbih? Diponegoro sorang ahli dzikir, dan bahkan penganut thariqah. Kenapa Kitab Taqrib matan Abu Syuja, yaitu kitab kuning yang dipakai di pesantren? Karena beliau bermadzhab Syafii. Jadi Pangeran Diponegoro bermadzhab Syafii. Maka, karena bermadhab Syafii, Diponegoro shalat Tarawih 20 rakaat, shalat Shubuh memakai doa Qunut, Jumatan adzan dua kali," jelasnya.

Ia sangat menghormati dan menghargai orang yang berbeda madzhab dan pendapat. Akan tetapi, ia mengingatkan agar sejarah harus di sampaikan apa adanya. Jangan ditutup-tutupi jika Pangeran Diponegoro bermadzhab Syafii.

Lanjutnya tokoh pejuang lain yang merupakan santri dan keluarga besar tarikat diantaranya Ki Hajar Dewantara, Proklamator Muhammad Hatta dan RA Kartini. "Mulai sekarang, mari kita terangkan sejarah dengan utuh. Jangan sekali-kali memotong sejarah. Jika Anda memotong sejarah, suatu saat, sejarah Anda akan dipotong oleh Allah SWT, " tegasnya. (Muhammad Faizin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth IMNU, Tokoh VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Rabu, 17 Januari 2018

Jangan Berangkat ke Tanah Suci karena Ingin Dipanggil Pak Haji

Pringsewu, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth - Ibadah haji merupakan ibadah yang sangat mulia. Tidak semua orang dapat memenuhi panggilan Allah SWT untuk menjadi tamu Allah karena memang ibadah haji merupakan ibadah yang membutuhkan kesiapan maksimal dari pelakunya.

Selain merupakan ibadah maliyah yaitu membutuhkan kesiapan dana, ibadah haji juga merupakan ibadah waqtiyah yaitu dilakukan pada waktu tertentu. Ibadah haji juga merupakan Ibadah badaniyyah yaitu memerlukan kesiapan fisik yang baik dan ibadah ilmiyah yaitu ibadah yang memerlukan ilmu untuk menjalankannya.

Jangan Berangkat ke Tanah Suci karena Ingin Dipanggil Pak Haji (Sumber Gambar : Nu Online)
Jangan Berangkat ke Tanah Suci karena Ingin Dipanggil Pak Haji (Sumber Gambar : Nu Online)

Jangan Berangkat ke Tanah Suci karena Ingin Dipanggil Pak Haji

Hal ini dijelaskan oleh KH Muhammad Rais saat menyampaikan taushiyah pada acara walimatus safar Kepala Bagian Tata Usaha Kankemenag Pringsewu Johar Tanthawi di kediamannya di Fajaresuk, Rabu (26/7).

Kiai yang pernah menjadi Ketua MUI Kabupaten Tanggamus ini mengingatkan bahwa kemuliaan yang ada pada ibadah haji jangan sampai dinodai dengan kesalahan niat. "Jangan sampai berangkat haji karena niat ingin dipanggil ‘Pak Haji’ atau ‘Ibu Hajjah.’"

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Keikhlasan dengan hanya mengharap ridha dan rahmat dari Allah harus ditancapkan dalam hati sebagai modal melaksanakan rukun Islam kelima ini. Keikhlasan untuk memenuhi seluruh biaya haji juga harus ada. "Tidak ada ceritanya orang melarat karena membayar ongkos naik haji," tegasnya.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Menurutnya Allah SWT akan menghitung seluruh biaya yang dihabiskan untuk ibadah haji sebagai infaq dan akan menggantinya 700 kali lipat besok di hari akhir. "Kuda lari dapat dikejar. Jika punya kemauan kita pasti bisa. Mari optimis bahwa kita pasti bisa pergi ke tanah suci," ajaknya.

Tampak hadir pada acara ini Wakil Bupati Pringsewu H Fauzi, Kepala Kemenag Pringsewu H Muhammad Yusuf, dan pegawai ASN di lingkungan Kemenag Pringsewu. (Muhammad Faizin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth RMI NU, IMNU VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Selasa, 16 Januari 2018

Hasyim: ICIS II Ingin Ciptakan Keadilan dan Perdamaian Dunia

Jakarta, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth
Hajatan besar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), International Conference of Islamic Scholars (ICIS) II yang akan digelar di Jakarta pada 20-22 Juni mendatang, bertujuan ingin menciptakan keadilan dan perdamaian dunia.

Demikian ditegaskan Ketua Umum KH Hasyim Muzadi kepada VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth ditemui di Kantor PBNU, Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, Jum’at (9/6).

Menurut Hasyim, dua hal (keadilan dan perdamaian) tersebut merupakan sebuah keniscayaan yang harus dipenuhi. “Perdamaian itu syaratnya adalah keadilan. Kalau tidak adil, tidak bisa ada perdamaian,” terangnya.

Dukungan PBNU terhadap program nuklir Iran, kata Hasyim, merupakan bagian dari komitmen NU terhadap perwujudan keadilan dan perdamaian. “(program nuklir red) Iran kita sokong. Kita harus bisa bersikap adil, karena nuklirnya itu merupakan hak dari bangsa Iran.,“ jelasnya.

Demikian juga dengan konflik umat Islam di Timur Tengah serta ketegangan antara dunia Timur dan Barat. Persoalan itu, kata Hasyim, juga menjadi perhatian dalam ICIS II nanti.

“Kita juga berupaya meredakan konflik yang terjadi di Timur Tengah, misalkan konflik (kelompok) Hamas dan Fatah di Palestina. Begitu juga ketegangan antara Timur dan Barat yang akhir-akhir ini kembali memanas,“ terang Hasyim.

Namun demikian, imbuh Hasyim, upaya peredaan ketegangan itu tidak berarti pemihakan terhadap salah satu pihak. Konferensi internasional yang digagas oleh PBNU ini berupaya mengambil jalan tengah, yakni jalan moderat.

Ditegaskan Hasyim, cara-cara ekstrim dalam menghadapi sebuah persoalan umat yang marak belakangan ini, justru merugikan Islam sendiri. “Fundamentalisme dan terorisme benar-benar telah merugikan Islam. Dan juga tidak adil kalau fundamentalisme dan terorisme itu diidentikkan dengan Islam, padahal keduanya juga ada di agama atau sekte manapun,“ tegasnya.

Demikian juga sebaliknya. Liberalisme yang juga menjadi fenomena umum di kalangan Islam dewasa ini, justru tidak memperbaiki masalah. “Liberalisme itu malah menggerogoti akidah Islam. Al Qur’an dan Nabi Muhammad dikritik lah, macam-macam,“ ungkapnya.

NU, kata Hasyim, turut memerangi terorisme. Namun demikian, katanya, sikap tersebut bukan berarti membela Amerika Serikat (AS). Garis moderat yang diambil oleh NU, katannya, berusaha menyeimbangkan antara keyakinan dan sikap toleransi.

“Garis moderat NU itu bukannya semua di-iyani (Jawa: dibenarkan, red). Tapi ada keseimbangan antara keyakinan dan sikap toleran. Kalau terlalu mengedepankan keyakinan tapi tidak toleran, jadinya ekstrim. Begitu juga kalau terlalu toleran, jadinya liberal,“ jelas Hasyim.

Melalui ICIS II ini, Hasyim berharap akan tercipta kekuatan-kekuatan Islam moderat di dunia. “ICIS II ini kita berharap kekuatan-kekuatan Islam moderat di dunia bisa bergabung,“ ujarnya. (rif)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Humor Islam, IMNU VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Hasyim: ICIS II Ingin Ciptakan Keadilan dan Perdamaian Dunia (Sumber Gambar : Nu Online)
Hasyim: ICIS II Ingin Ciptakan Keadilan dan Perdamaian Dunia (Sumber Gambar : Nu Online)

Hasyim: ICIS II Ingin Ciptakan Keadilan dan Perdamaian Dunia

Senin, 01 Januari 2018

Pesan Gus Dur: Dokumentasikan Dakwah NU

Bandung, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth - Saat masih hidup Gus Dur pernah mendorong agar para kiai NU mendokumentasikan dakwahnya melalui media, baik dengan tulisan, suara atau pun video, hal ini dilakukan agar dakwah rahmatan lilalamin bisa menyentuh umat secara luas dan tentunya bisa diakses oleh lintas generasi.

Demikian disampaikan Ketua Lembaga Dakwah PBNU H Maman Imanulhaq dalam kegiatan Halaqoh Dai Cyber NU yang digelar di Hotel Grand Asrilia, Bandung, Sabtu (9/9).

Pesan Gus Dur: Dokumentasikan Dakwah NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesan Gus Dur: Dokumentasikan Dakwah NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesan Gus Dur: Dokumentasikan Dakwah NU

"Salah satu pesan terbaik Gus Dur adalah dokumentasi. Bagi Gus Dur mendokumentasikan dakwah yang toleran, dakwah yang damai dan dakwah yang menguatkan nilai-nilai kemanusiaan itu penting," kata Pengasuh Pesantren Al-Mizan Majalengka itu.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Kang Maman menambahkan, beberapa bulan sebelum meninggal, Gus Dur sudah memberikan contoh dengan meminta Kang Maman membuat video Gus Dur berdurasi kurang lebih 90 menit, sampai hari ini dokumentasi tersebut masih bisa dibaca dalam buku Fatwa dan Canda Gus Dur dan videonya pun bisa diakses di Youtube.

"Gus Dur menyuruh saya supaya meminta kepada para kiai untuk melakukan hal yang sama (membuat dokumentasi, red)" ujar penulis buku Fatwa dan Canda Gus Dur ini

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Tetapi pada saat itu, kata dia, para kiai malah enggan melakukan apa yang diingankan oleh Gus Dur dengan dalih tidak pantas disejajarkan dengan Gus Dur yang membuat video, takut menjadi riya dan sebagainya.

"Padahal tahun 2009 belum ada huru-hara media sosial karena saat itu media sosial masih terasa banyak manfaatnya," tegasnya.

Menurut Kang Maman, ini membuktikan pemikiran Gus Dur sudah jauh ke depan; bahwa akan ada sekelompok orang yang menodai ajaran agama Islam dengan cara menyebarluaskan ajaran kekerasan dan kebencian melalui dokumentasi dan benar saja saat ini ajaran radikalisme sudah tumbuh subur dan banyak tersebar di dunia maya.

Di hadapan hadirin yang terdiri dari utusan PCNU se-Jawa Barat itu Kang Maman mendorong agar para peserta dapat mendokumentasikan berbagai kegiatan dan dakwah para kiai di daerahnya masing-masing kemudian disebarkanluaskan di dunia maya, karena jika hal itu tidak dilakukan konten-konten negatif akan semakin merajalela.

Selain itu, dalam kegiatan halaqah ini Lembaga Dakwah PBNU juga meluncurkan Internet Marketers Nahdlatul Ulama (IMNU) yang terdiri atas para pengusaha bisnis online dari kalangan santri. (Aiz Luthfi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Kajian Sunnah, IMNU VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Kamis, 28 Desember 2017

JAMURO Tumbuhkan Semangat Bershalawat di Solo

Solo, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Jama’ah Muji Rosul, organisasi masyarakat yang memiliki agenda rutin membaca shalawat di wilayah Solo dan sekitarnya. Jamuro digagas sejak tahun 2005 oleh Kiai Abdul Karim dan beberapa kiai lainnya. Sejak kemunculannya, semangat bershalawat mulai tumbuh.

Hal tersebut diungkapkan Wakil Walikota Solo, Ahmad Purnomo saat menghadiri pembacaan maulid al-Barzanji putaran ketiga yang bertempat di grand Ballroom The Sunan Hotel Solo, Sabtu (4/1). ?

JAMURO Tumbuhkan Semangat Bershalawat di Solo (Sumber Gambar : Nu Online)
JAMURO Tumbuhkan Semangat Bershalawat di Solo (Sumber Gambar : Nu Online)

JAMURO Tumbuhkan Semangat Bershalawat di Solo

“Saya menilai semenjak kemunculan Jamuro di Solo, banyak sekali kelompok-kelompok shalawat yang bermunculan di wilayah Solo, baik yang menggelar acara rutinan seminggu sekali, sebulan sekali, atau yang menggelar acara shalawat 12 hari maupun 30 hari penuh di bulan Maulid ini seperti Jamuri (Jamaah Muji Rosul Putri)”.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Lebih lanjut Purnomo menjelaskan bahwa dengan kemunculan semangat bershalawat masyarakat Solo ini, berarti slogan Solo The Spirit Of Shalawat yang selama ini diusung telah sukses dan menjadi fakta bukan hanya slogan semata.

Dalam acara yang dihadiri oleh ribuan jama’ah serta karyawan hotel berbintang empat di kota Solo itu, Purnomo menekankan bahwa shalawat merupakan salah satu bukti bahwa Solo tidak identik dengan Islam garis keras, ekstrim, atau teroris, “Namun Islam yang cinta damai serta berdampingan dengan pemerintahan,” tandasnya. (Ahmad Rosidi/Abdullah Alawi)

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

?

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth IMNU, Fragmen VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Rabu, 27 Desember 2017

IPNU Lakukan Sosialisasi UU Kepemudaan

Jakarta, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Pemuda merupakan elemen penting yang menentukan berkembangnya sebuah negara. Maka dari itu dibentuklah UU No 40 Tahun 2009 Tentang Kepemudaan yang disahkan oleh DPR 15 September 2009.



IPNU Lakukan Sosialisasi UU Kepemudaan (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU Lakukan Sosialisasi UU Kepemudaan (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU Lakukan Sosialisasi UU Kepemudaan

Untuk membantu mensosialisasikan UU ini Pengurus Pusat Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PP IPNU) mengadakan diskusi publik dengan tema “Diseminasi UU Kepemudaan” yang diselenggarakan di gedung PBNU Jakarta, Selasa (23/2).

Hadir dalam diskusi publik ini, ketua PBNU Andi Jamaro Dulung dan Panca Putra, Asisten Deputi Keserasian Kebijakan Pemuda Menegpora.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Acara ini merupakan bagian dari 10 rangkaian acara besar yang diadakan oleh IPNU dalam rangka menyambut hari lahir PP IPNU ke-58 yang dimulai pada 23 Januari sampai 23 April mendatang.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

“IPNU sangat setuju dengan adanya UU ini, maka kami mengadakan sosialisasi yang  juga merupakan bagian dari 10 rangkaian besar acara dalam rangka menyambut hari lahir PP IPNU ke 58 tepatnya besok tanggal 24 Februari,” kata Fathoni selaku ketua panitia kepada VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth.

Keberadaan UU ini penting karena jumlah penduduk Indonesia yang masuk kategori pemuda cukup besar. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), penduduk usia 16-30 berjumlah 62.985.401. Selain itu jumlah ormas pemuda juga cukup besar, yaitu mencapai 279 ribu organisasi.

Sejumlah negara juga telah memiliki UU Kepemudaan ini, seperti di Thailand (Thailand National Youth Promotion and Coordination Act), Philipina (Youth and Nation Building Act), Belanda (Law of Youth Care) dan lainnya.

Pengesahan UU ini telah menimbulkan respon dari berbagai pihak yang berkepentingan, khususnya ormas kepemudaan yang diatur dalam UU ini. Menurut Ketua Umum IPNU Ahmad Syauqi ada beberapa point yang menjadi diskusi dan isu hangat di kalangan pemuda terkait dengan UU ini. Selain mengenai batasan umur, pembentukan komite dan pendanaan isu lain adalah semangat dan kontekstualisasi yang melandasi UU ini.

“Semangat dan kontekstualisasi yang melandasi UU ini hendaknya adalah semangat ideal guna membangun pemuda dan bangsa ini,” katanya. (len)Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth IMNU, Hikmah VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Senin, 25 Desember 2017

Mustasyar NU Pringsewu Kunjungi Delegasi Muktamar

Jombang, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Hari keempat pelaksanaan Muktamar ke-33 NU di Jombang Jawa Timur, delegasi Muktamar dari PCNU Kabupaten Pringsewu menerima kunjungan tamu spesial yaitu dari Mustasyar PCNU Pringsewu KH Sujadi, Selasa (4/8).

Dalam kesempatan tersebut Abah Sujadi, panggilan akrabnya, berkesempatan melihat kondisi pemondokan yang ada di Komplek MTsN Jombang Jawa Timur. Ketika meninjau lokasi H Sujadi mengatakan bahwa kondisi pemondokan sudah sangat baik dengan fasilitas yang cukup lengkap dibandingkan dengan muktamar yang pernah diikutinya ketika menjadi Ketua Tanfidziyah.

Mustasyar NU Pringsewu Kunjungi Delegasi Muktamar (Sumber Gambar : Nu Online)
Mustasyar NU Pringsewu Kunjungi Delegasi Muktamar (Sumber Gambar : Nu Online)

Mustasyar NU Pringsewu Kunjungi Delegasi Muktamar

Dalam kesempatan ini H Sujadi yang juga Bupati Pringsewu ini disambut oleh Kepala MTsN Jombang H M. Syuaib yang menjelaskan tentang Perkembangan Madrasah tersebut. Menurut M. Syuaib MTsN merupakan Madrasah Negeri yang pengelolaannya terintegrasi dengan Pondok Pesantren Tambak Beras.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

"Dalam pengelolaan dan muatan materinya, Madrasah kita menyesuaikan muatan dengan Pondok Pesantren. Sampai dengan pergantian Kepala Madrasah harus mendapatkan persetujuan Pesantren," jelasnya.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Setelah mendapat penjelasan tersebut, rombongan menuju Gedung Aula yang difungsikan menjadi Tempat Konsumsi Peserta Muktamar. Sambil menikmati jamuan, rombongan dihibur dengan kesenian angklung yang dimainkan oleh para siswa.

Setelah menyelesaikan kunjungan ini, Rombongan melanjutkan perjalanan untuk berziarah ke makam para tokoh NU. Makam para tokoh NU tersebut terletak di 4 Komplek Pesantren yang juga dijadikan tempat pemondokan peserta Muktamar. Keempat tokoh tersebut adalah KH. Hasyim Asyari di Pondok Pesantren Tebuireng, KH. Wahab Hasbullah Ponpes Tambak Beras, KH Bisri Syansuri Ponpes Denanyar dan KH Romli Tamim Ponpes Peterongan. (Muhammad Faizin/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Pertandingan, IMNU VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Selasa, 19 Desember 2017

Fatayat Didorong Tak Patah Semangat Cari Kader

Sumedang, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth - Kader Fatayat harus memiliki kelebihan tersendiri untuk mampu berkompetisi dalam kompleksitas perkembangan zaman. Hal tersebut di sampaikan oleh Ketua Pimpinan Wilayah Fatayat NU Jawa Barat Hj. Yayah Fijriah, saat kegiatan Latihan Kader Dasar (LKD).

LKD yang diselenggarakan oleh Pimpinan Cabang Fatayat NU Kabupaten Sumedang ini bertempat di Aula Yayasan Miftahul Khoer Sumedang Utara, Kabupaten Sumedang Jawa Barat, Ahad (30/4).

Fatayat Didorong Tak Patah Semangat Cari Kader (Sumber Gambar : Nu Online)
Fatayat Didorong Tak Patah Semangat Cari Kader (Sumber Gambar : Nu Online)

Fatayat Didorong Tak Patah Semangat Cari Kader

"Fatayat NU kerap kali mengalami kesulitan dalam mencari kader karena pada usia ini masalah dalam hidup semakin bertambah dan kesibukan meningkat, walaupun demikian kita harus tetap memaksimalkan usaha untuk mencetak kader yang kompetitif juga berkualitas" tegas Hj. Yayah Fijriah.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Untuk mempermudah dalam kaderisasi, ke depan Fatayat NU akan menerbitkan buku saku. Buku saku tersebut bisa dibagikan kepada setiap anggota Fatayat NU yang mengikuti kegiatan-kegiatan seperti ini. Tujuannya yaitu sebagai panduan serta alat kajian ilmiah untuk memperkuat kader supaya lebih kompetitif dan tetap istiqomah dalam paham Ahlussunnah wal jamaah ala Nahdlatul Ulama, tutur Hj. Yayah Fijriah.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Menyikapi masalah sulit mencari kader, ia mendorong para anggota untuk tidak patah semangat. Kesulitan seperti itu menurutnya adalah hal yang tidak asing bagi organisasi. Jalani saja terus, berapa pun anggotanya organisasi itu harus berjalan.

"Mari kita ajak sahabat-sahabat di sekitar kita untuk sering berkumpul dalam kegiatan Fatayat. Nanti juga kalau sudah keseringan, mereka akan menyadari bagaimana hikmahnya berorganisasi di Fatayat NU," tutup Hj. Yayah Fijriah. (Ahmad Thobiin/Ayi Abdul Kohar/Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth IMNU, Amalan VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Senin, 18 Desember 2017

Mengenal KH Usman Abdurrahman Mranggen

KH Usman adalah putra pertama KH Abdurrohman Mranggen Demak, yang pada awalnya dididik langsung oleh orangtuanya sebelum disuruh mondok ke Brumbung Mranggen Demak yang di asuh oleh KH Ibrohim.

Selepas dari Brumbung, ia meneruskan belajar di pondok pesantren Lasem yang diasuh oleh KH Kholil dan KH. Mashum. Sekembalinya dari pesantren Lasem, pada tahun 1926 beliau berusaha mengembangkan pesantren Futuhiyyah dan pada tahun 1927 diserahi tanggung jawab mengelola pesantren di bawah pengawasan KH. Abdurrohman.

Usaha dawah yang dilaksanakan oleh beliau lebih banyak yang berorientasi keluar, dalam arti lebih sering melakukan dakwah keliling. Dawah keliling yang beliau lakukan berbentuk masrokhiyah (seni teater, sandiwara) dengan musik rebana yang dipandu dengan tarian zipin dan pencak silat yang disisipi ceramah agama.

Mengenal KH Usman Abdurrahman Mranggen (Sumber Gambar : Nu Online)
Mengenal KH Usman Abdurrahman Mranggen (Sumber Gambar : Nu Online)

Mengenal KH Usman Abdurrahman Mranggen

Beliau lebih terkenal sebagai sosok seorang pendekar yang alim, karena pada saat itu wilayah Mranggen lebih dikenal dengan kaum abangan, jadi dawah dengan teater lebih menguntungkan.

Pada tahun 1927 ia dibantu oleh adiknya, KH Muslih, berusaha mendirikan madrasah yang kemudian diberi nama Futuhiyyah atas usulan adiknya. Namun madrasah yang baru berjalan satu tahun ini diminta NU untuk merealisasikan progam pendidikannya, tetapi perkembangan tersendat sendat dan akhirnya hilang. Selanjutnya tahun1929 beliau mendirikan madrasah lagi, namun tidak lama dibedol lagi oleh NU cabang Mranggen, dan nasibnya pun sama.

Sekitar tahun 1931, pimpinan diserahakan kepada KH. Muslih dan berhasil mendirikan madrasah tidak boleh dipindah atau dibedol. Setelah itu KH. Muslih pergi mondok lagi dan kepemimpinan pondok diserahkan lagi kepada KH. Usman dan madrasah diserahkan kepada KH Murodi beserta para guru.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Setelah KH Muslih pulang dari Termas sekitar tahun 1935 kepemimpinan pondok diserahkan kepadanya. Hal ini karena ia lebih memusatkan perhatiannya da’wah keliling dan NU cabang Mranggen, sedangkan KH. Murodi melanjutkan belajar di Makkah.

Disamping itu ia juga membuka pesatren khusus putri yang diberi nama An Nuriyyah, sampai akhir hayat beliau tetap membantu pengajaran di pondok Futuhiyyah meski ia sudah memiliki pesantren sendiri. Beliau wafat pada tahun 1967 dengan menorehkan berbagai kemajuan selama masa kepemimpinan beliau di Futuhiyyah. Kemajuan selama masa kepemimpinan KH Usman diantaranya penataan manajemen pesantren, penataan manajeman madrasah, dan pendidikan seni dan keterampilan.

Selain itu masih banyak kemajuan kemajuan dan peran sertanya dalam pendidikan pesantren atau dalam perjuangan meraih kemerdekaan.

?

Abdus Shomad, Pondok Pesantren Futuhiyyah Mranggen Demak

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth IMNU, Fragmen VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Kamis, 14 Desember 2017

Yakinlah GP Ansor Mengurus Hal yang Benar

Tasikmalaya, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Ketua Pimpinan Wilayah GP Ansor Jabar Deni Ahmad Haidar yakin bahwa menjadi anggota dan aktif di GP Ansor berarti di jalan benar. Maka dengan modal keyakinan pula, aktif di GP Ansor, segala rintangan dan hambatan apa pun pasti disingkirkan.

Yakinlah GP Ansor Mengurus Hal yang Benar (Sumber Gambar : Nu Online)
Yakinlah GP Ansor Mengurus Hal yang Benar (Sumber Gambar : Nu Online)

Yakinlah GP Ansor Mengurus Hal yang Benar

"Yakinlah Ansor itu mengurus hal yang benar," katanya pada Rapat Kerja I Pimpinan Cabang GP Ansor Kabupaten Tasikmalaya di aula PCNU Kabupaten Tasikmalaya, Jumat (12/5).

Menurut Deni, ada pihak yang tidak yakin dengan apa yang dilakukan benar, yaitu mereka yang sering menghina NU dan GP Ansor. Bukti mereka tidak yakin, ketika Ansor dan Banser mendatanginya, mereka meminta maaf dan berjanji tidak akan mengulanginya. Malah ada yang ingin masuk menjadi anggota Ansor.

"Nah, contonya seperti itu ketika medsos begitu garang menyerang siapa saja yang tak sejalan; NU dihina, Kiai Said dihina, Ansor dan Banser dihina pula; ketika didatangi malah bilang menyesal. Nah, itulah contoh apa yang dilakukannya tidak benar," ujarnya.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Ia juga menekankan agar kader Ansor memiliki sifat pemberani. Pasalnya sudah diyakini bahwa Ansor mengurus hal yang benar tadi. "Jadikan Ansor cara hidup dan gaya hidup. Tiap detik, tiap menit, “napas”nya Ansor," ucapnya.

Deni juga meminta agar kader Ansor tidak seperti sifat burung cungcuing yang rumahnya mengambil milik burung, serta memakan burung lain. (Nurjani/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Makam, IMNU VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Islam Nusantara adalah Identitias Islam Moderat

Surabaya, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Setelah melaksanakan peringatan Harlah dengan berbagai bentuk, PCNU Surabaya melalui Lembaga Talif ? wan Nasyr (LTN) NU kembali memperingati Harlah ke-93 NU dengan cara bedah buku di Gedung SAC UIN Sunan Ampel Surabaya, Selasa (26/4).?

Islam Nusantara adalah Identitias Islam Moderat (Sumber Gambar : Nu Online)
Islam Nusantara adalah Identitias Islam Moderat (Sumber Gambar : Nu Online)

Islam Nusantara adalah Identitias Islam Moderat

"Memperingati harlah NU dengan tumpengan, tahlilan dan istighotsah itu sudah biasa, kita akan tampil beda dengan memperingati harlah dengan bedah buku Masterpiece Islam Nusantara," kata Rizal Mumazziq, Ketua PC LTNNU Surabaya.

Rizal mengatakan, perlu bagi mahasiswa untuk memahami Islam Nusantara dan memiliki buku Masterpiece Islam Nusantra ini, karena bangsa ini dibangun oleh para ulama.

Bedah buku yang berlangsung selama tiga jam lebih ini, dihadiri oleh Rais PCNU Surabaya KH Mas Sulaiman, Ketua PCNU Surabaya sekaligus sebagai pembanding, penulis buku Masterpiece Islam Nusantara Zainul Milah Bizawie turut hadir. Pihak akademik juga ikut serta dalam bedah buku yang diterbitkan Pustaca Compas tersebut.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Zainul Milal mengatakan, Islam Nusantara adalah satu titik yang purna dan sebuah rahmat dari Allah. Islam masuk di nusantara ini tanpa perang. "Buku ini saya untuk merangkai ulama-ulama dalam sebuah jejaring yang solid dan menjadi kekuatan utama bagi bangsa ini.

Jejaring ini diharapkan bisa menyatu baik ke atas, ke bawah dan kesamping dalam membangun sebuah bangsa. "Islam Nusantara ini adalah Inilah modal utama dari kekuatan bangsa yang besar," lanjut penulis kelahiran Pati Jateng ini.

Islam Nusantara ini adalah kawan dari setiap masyarakat yang mengakui NKRI harga mati. Tidak perlu lagi masyarakat ragu akan manfaat Islam Nusantara. "Inilah identitas Islam moderat untuk menangkal Islam radikal seperti di Islam di Timur Tengah serta ISIS," lanjutnya.

Sedangkan Muhibbin memberikan kritik kecil soal isi buku. Seperti contoh, saat para ulama mendirikan jamiyah Nahdlatul Ulama di Bubutan, bukan ulama Jawa dan Bali, melainkan ulama Jawa dan Madura. Selebihnya Dosen Pascasarjana UIN Sunan Ampel memberikan apresiasi atas terbitnya buku sebagai referensi dikalangan NU ini. (Rof Maulana/Fathoni)

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth News, Aswaja, IMNU VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Minggu, 10 Desember 2017

Kiai di Jatim Munculkan Kriteria Calon Ketua Umum PBNU

Jombang, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Forum Silaturrahim Kiai dan Pengasuh Pesantren NU se-Jawa Timur yang digelar Ahad (11/1) kemarin di Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas menelorkan beberapa syarat atau kriteria calon ketua umum PBNU periode mendatang.

Beberapa kriteria calon ketua umum PBNU yang dimunculkan diantaranya adalah punya integritas dan amanah, ketokohan secara nasional, punya wawasan luas tentang kesejarahan NU dan visi tentang NU masa depan.

Kiai di Jatim Munculkan Kriteria Calon Ketua Umum PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai di Jatim Munculkan Kriteria Calon Ketua Umum PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai di Jatim Munculkan Kriteria Calon Ketua Umum PBNU

Calon juga harus mampu menjaga martabat NU, komitmen dalam menjalankan Qonun Asasi Hadratus Syekh KH Hasyim Asyari, memiliki kemampuan kepemimpinan dan managemen, istiqomah menjaga netralitas NU dalam politik praktis dan tidak punya beban masa lalu serta profesional.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Ada syarat tambahan yang diajukan. "Tak kurang penting, punya trah (keturunan langsung) dari pendiri NU," kata KH Abdurrahman Ustman salah satu kiai yang menggagas kegiatan.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Hadir sebagai nara sumber pada Halaqoh bertema "Mengembalikan NU pada Ruhnya," mantan ketua umum PBNU KH Hasyim Muzadi,  pengasuh Pesantren Tebuireng KH Salahudin Wahid atau Gus Sholah dan KH Muhyidin Abdusshomad dari Jember.

Meski tidak menyebut nama, Pak Dur panggilan akrab KH Abdurrahman Ustman mengatakan, sejumlah kiai dan penggagas halaqoh memastikan, arahnya jelas mendukung duet KH Hasyim Muzadi-Gus Sholah.

"Memang rekomendasi hanya mencantumkan kriteria untuk pucuk pimpinan PBNU periode 2015-2020. Namun suara-suara para kiai maupun cabang-cabang NU se Jatim, sebagian besar menginginkan duet KH Hasyim-Gus Solah sebagai calon Rais Aam dan Ketua Tanfidziyah," ungkapnya. (Muslim Abdurrahman/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth IMNU, News VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Lebanon Sediakan 10-50 Beasiswa untuk Kader NU

Jakarta, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Peluang menimba ilmu bagi para kader NU kini semakin terbuka lebar. Kali ini kesempatan beasiswa datang dari Lebanon yang menyediakan kuota 10-50 orang untuk belajar di Global University Lebanon.

Tawaran ini disampaikan oleh Sheikh Dr. Tarek Muhammad Nageeb Al lahman dalam kunjungannya ke PBNU yang diterima oleh KH Hasyim Muzadi, Rabu (26/3).

Lebanon Sediakan 10-50 Beasiswa untuk Kader NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Lebanon Sediakan 10-50 Beasiswa untuk Kader NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Lebanon Sediakan 10-50 Beasiswa untuk Kader NU

“Jumlah yang berangkat nanti tergantung kemampuan calon mahasiswa dan kemampuan PBNU membantu,” kata Hasyim.

Sebelumnya PBNU telah mengirimkan mahasiswa ke Sudan, Libya, Marokko dan negara Timur Tengah lainnya untuk meningkatkan SDM di lingkungan NU.

Kiai Hasyim juga menuturkan Dr. Tarek yang juga menjadi guru tarekat ini akan mengirimkan buku-buku perbandingan ajaran ahlusunnah wal jamaah, tetapi dengan perbandingan terhadap Syiah, Hizabut Tahrir atau ajaran lainnya.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

“Ini sangat penting buat kita sekarang ini dalam menghadapi tantangan-tantangan baru,” ujarnya.

Kebutuhan buku ini semakin mendesak dengan kembali dipertanyakannya amalan-amalan yang selama ini dilakukan oleh warga NU akibat masuknya jaringan Islam trans nasional ke Indonesia dengan ajaran-ajaran yang berbeda.

Pertentangan terbaru terjadi di Jawa Timur dengan terbitnya buku Mantan Kiai NU Menggugat yang dikarang oleh Mahrus Ali yang menganggap amalan-amalan yang dijalankan nahdliyyin syirik dan bid’ah. Meskipun sudah dibuat buku tandingan, hal ini menunjukkan memanasnya hubungan diantara golongan umat Islam. (mkf)



Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Quote, IMNU VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock