Tampilkan postingan dengan label Amalan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Amalan. Tampilkan semua postingan

Kamis, 01 Maret 2018

Rem Kaki

Salah satu kegemaran Gus Dur adalah berkunjung dan berbincang dengan para kiai di berbagai pelosok, bahkan yang terpencil sekalipun. Suatu kali, Gus Dur berkunjung ke salah seorang kiai di Rembang, yakni Kiai Sulang Wahab.

Kiai yang namanya nyetrik ini cukup populer di kalangan pengikutnya. Istrinya adalah seorang anggota DPRD.

Saat itu istri Kiai Wahab mendapat jatah sepeda motor dinas yang kemudian langsung saja dijajal oleh kiai itu. Dan ternyata akibatnya lumayan, dia menabrak sebuah rumah. Sepeda motornya rusak sana-sini dan dia sendiri luka-luka.

“Kenapa Kiai bisa nabrak begitu?” tanya Gus Dur.

Rem Kaki (Sumber Gambar : Nu Online)
Rem Kaki (Sumber Gambar : Nu Online)

Rem Kaki

“Habis saya ngeremnya pakai rem kaki,”? jawabnya.

“Loh, bukannya memang musti pake rem kaki?” tanya Gus Dur heran.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

“Maksudnya, remnya pakai kaki saya, karena saya nggak tahu itu cara ngeremnya bagaimana,”

“Besok lagi jangan diulang, kiai! Rumah yang ditabrak bisa roboh,” kata Gus Dur. (Moh. Lilik Wijanarko Nawawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Amalan, Bahtsul Masail VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Senin, 05 Februari 2018

Didukung Polisi, Pagar Nusa Bubarkan Konferensi HTI

Tasikmalaya, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Pimpinan Cabang Pencak Silat Nahdlatul Ulama Pagar Nusa Kabupaten Tasikmalaya berhasil membubarkan Konferensi Islam dan Peradaban Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) di Asia Plaza, Ahad (1/5) siang sekitar pukul 11.30 WIB.

Pembubaran ini didukung dan bahkan dipimpin langsung oleh Kapolres Kota Tasikmalaya ini hanya berselang 30 menit setelah aksi dimulai.

Didukung Polisi, Pagar Nusa Bubarkan Konferensi HTI (Sumber Gambar : Nu Online)
Didukung Polisi, Pagar Nusa Bubarkan Konferensi HTI (Sumber Gambar : Nu Online)

Didukung Polisi, Pagar Nusa Bubarkan Konferensi HTI

Ditemui sebelum membubarkan konferensi HTI, Ketua Pagar Nusa Kabupaten Tasikmalaya, Moch. An’an Nazily mengatakan, aksi yang ketiga kalinya ini masih dengan tuntutan yang sama, yaitu membubarkan acara HTI.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Alasan yang kedua, terang pria yang akrab dipanggil Aa ini, untuk memberikan bukti kepada kepolisian, bahwa acara HTI tersebut bukan peringantan Isra’ Mi’raj.

“Kemarin, Manager Operasional Graha Asia (Hotel di Asia Plaza, red) dan Kabag Ops Polres Kota Tasikmalaya mengatakan, bahwa yang datang memberitahukan acara HTI itu dari MUI Kota Tasikmalaya, kata mereka, acara yang akan dilaksanakannya adalah Isra’ Mi’raj. Padahal jelas-jelas mereka menggelar konferensi sebagaimana bukti yang kita bawa ini. Ini bentuk kebohongan publik. Bukti ini akan kita serahkan kepada Kapolres,” paparnya.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Di tempat yang sama, setelah menerima bukti undangan Konferensi Islam dan Peradaban dan spanduk acara HTI, Kapolres Kota Tasikmalaya AKBP Noffan Widyayoko mengapresiasi aksi yang dilakukan oleh Pagar Nusa. Bahkan dia berjanji akan menyampaikan aspirasi tersebut kepada pimpinan pusat HTI.

“Saya mengapresiasi apa yang rekan-rekan lakukan. Dan ini menjadi bahan buat kami, kami akan teruskan sampai ke tingkat pusat HTI tersebut, bahwa informasi dari rekan kami, dari teman-teman Pagar Nusa, teman-teman NU, bahwa anda melaksanakan kegiatan yang demikian-demikian,” paparnya.

Bahkan dia menegaskan, bahwa dirinya NKRI sejati. Pernyataannya itu, aku Noffan, telah disampaikan langsung kepada pengurus HTI. “Saya cinta damai, saya NKRI asli, saya Pancasila dan saya sampaikan kepada yang bersangkutan, ini perlu dicatat rekan-rekan, pada saat saya diwawancarai mereka, saya adalah NKRI sejati. Saya minta anda juga pun demikian, mendukung Pancasila sebagai ideologi negara dan Undang-undang Dasar negara RI, itu acuan kita dan yang tertinggi adalah Alquran. Videonya masih ada, saya tidak berbohong,” jelas Noffan.

Setelah melakukan dialog, AKBP Noffan Widyayoko langsung memerintahkan anggotanya yang berada di lokasi acara untuk membubarkan acara. Konferensi yang sedianya dilaksanakan sampai pukul 14.00, akhirnya ditutup tepat pukul 11.30. Bahkan, Kapolres menunggu sampai seluruh peserta konferensi HTI keluar dari Asia Plaza.

Seperti diwartakan, Pagar Nusa menegaskan, konferensi tersebut mengancam Keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). HTI ingin mengubah dasar negara, dan tidak mengakui Pancasila dan UUD 1945 yang telah dirumuskan dan disetujui oleh para ulama pendiri bangsa. Konferensi itu juga sengaja digelar bertepatan dengan hari lahir Pancasila. (Asep Sufian Sya’roni/Anam)

Gambar: Ketua Pagar Nusa Kab. Tasikmalaya dan Kapolres Kota Tasikmalaya akan menyaksikan para peserta konferensi keluar dari Asia Plaza

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Amalan, Kiai, Hikmah VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Minggu, 28 Januari 2018

Ini Bedanya Jihad Sekarang dengan Masa Rasulullah SAW

Jakarta, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth - Jihad dengan peperangan yang terjadi pada masa Rasulullah Muhammad SAW adalah peperangan untuk mempertahankan hak kehidupan masyarakat Muslim yang diserang lebih dahulu. Selain itu perang juga dilakukan untuk membela kaum yang lemah.

Ini berbeda pada zaman sekarang di mana soal keamanan dunia sudah diatur oleh PBB sehingga tidak mungkin lagi terjadi penyerangan terhadap umat Muslim seperti pada masa dahulu.

Ini Bedanya Jihad Sekarang dengan Masa Rasulullah SAW (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Bedanya Jihad Sekarang dengan Masa Rasulullah SAW (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Bedanya Jihad Sekarang dengan Masa Rasulullah SAW

Demikian disampaikan Prof Dr Ahmed Ad-Dawoody dalam diskusi Tashwirul Afkar yang digagas Lembaga Pengembangan Sumber Daya Manusia Nahdlatul Ulama (Lakpesdam NU) bertajuk Tantangan Hukum Humaniter Internasional dan Hukum Islam tentang Konflik Bersenjata Kontemporer di Gedung PBNU Jakarta Pusat, Jumat (29/7) sore.

Ahmed memaparkan hal yang perlu ditunjukkan umat Islam adalah mempertahankan esksistensi diri umat Islam, namun bukan untuk menyerang kaum non-Muslim. Tentang jihad banyak ayat yang membicarakan dalam perspektif hukum Islam. Salah satunya pada Al-Quran Surat At-Taubah ayat 9.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Sayangnya, kata Ahmed, para penafsir melakukan hal yang mereka anggap sebagai aksi jihad melihat ayat ini hanya secara sepotong-sepotong. Padahal dalam menafsirkan suatu ayat seseorang harus paham tata aturan bahasa Arab dan aturan penafsiran lainnya. Itu tidak dapat dilakukan oleh sembarang orang.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Ahmed menambahkan, suatu hukum harus menyesuaikan waktu (masa) dan tempat. Aturan tentang perang juga perlu mengaitkan dengan disiplin ilmu lainnya.

Aturan hukum tentang perang menjadi hal yang penting dalam hubungan umat Islam baik dengan sesama umat Islam, umat Islam dan non-Muslim, umat Islam dalam suatu negara, dan antarnegara. (Kendi Setiawan/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Internasional, Amalan VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Senin, 22 Januari 2018

Liberalisasi Politik Lahirkan Korupsi

Jakarta, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) Jimly Asshiddiqie menilai korupsi yang merajalela disebabkan oleh liberasasi politik yang diterapkan. Demokrasi liberal yang tidak beraturan sering dibajak dan disalahgunakan.

“Kenapa kebebasan dibajak? Karena tidak diimbangi oleh sistem hukum dan etika," terang Jimly ? saat menjadi pembicara pada Refleksi Akhir Tahun Pekan Politik Kebangsaan di kantor ICIS, Jakarta, Kamis (12/12).

Liberalisasi Politik Lahirkan Korupsi (Sumber Gambar : Nu Online)
Liberalisasi Politik Lahirkan Korupsi (Sumber Gambar : Nu Online)

Liberalisasi Politik Lahirkan Korupsi

Demokrasi liberal, kata Jimly, menghasilkan adanya politik oligarki dan politik dinasti. Politik dinasti ini menghasilkan kesenjangan politik. Disparatis kaya-miskin juga semakin jauh.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Selama 15 tahun ini kita menikmati kebebasan yang ada untuk kepentingan diri-sendiri, ujarnya. Kondisi ini juga bisa dilihat dari inefisien demokrasi di Indonesia. Demokrasi bentuk ini menutup jalan untuk terpilihnya pemimpin yang berintegritas.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Karenanya, ia mengusulkan agar Lembaga Konstitusi dan Legislatif memperbaiki sistem demokrasi menjadi lebih efisien agar dapat mengurangi permasalahan Pemilu di Indonesia.

Pemilu Presiden dan Legislatif dilakukan secara bersamaan untuk menghindari terjadinya penyanderaan pemilu Presiden oleh hasil pemilu Legislatif. Pemilihan Gubernur dan Bupati cukup dipilih DPRD secara terbuka. Semua dilakukan untuk mengurangi biaya pemilu, imbuhnya.

Wakil kepala daerah, sambung Jimly, juga tak harus dipilih langsung sepaket dengan kepala daerah. Bila perlu ditiadakan. Karena, sering adanya konflik antara kepala daerah dengan wakil kepala daerah.

Kepala daerah cukup satu periode saja karena terlalu berkuasanya calon-calon incumbent. Pendekatan kepemimpinan dan sistemnya perlu dilakukan untuk membenahi permasalahan pemilu saat ini.

Ia pun mengungkap perlu adanya GBHN sebagai pedoman arah bangsa Indonesia. Pemimpin harus memiliki sedikitnya 4 karakter; membangun sistem, memastikan sistem bekerja, mendidik lingkungannya untuk menjalankan sistem yang ada, dan menjadi role model atau contoh. (Ahmad Millah/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Nasional, Amalan, Ulama VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Sabtu, 20 Januari 2018

Dua Ulama Lebanon Minta Peran NU dalam Perdamaian Dunia

Jakarta, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth - Dua ulama asal Lebanon meminta NU untuk turut serta menjadi juru damai dunia Islam. Hal itu disampaikan Ketua Front Amal Islam Lebanon Syekh Zuhair Al-Juaid yang ditemani Syekh Ghazi Yousuf Hneineh. Permintaan disampaikan kedua ulama tersebut kepada Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj di gedung PBNU, Jakarta, Senin sore (5/9).

Menurut Syekh Zuhair yang disampaikan dalam bahasa Arab, NU adalah lembaga yang punya visi yang sama dengan lembaganya, yaitu sama-sama berhaluan Islam Ahlussunah wal-Jamaah yang memiliki cita-cita dan mengampanyekan perdamaian.

Dua Ulama Lebanon Minta Peran NU dalam Perdamaian Dunia (Sumber Gambar : Nu Online)
Dua Ulama Lebanon Minta Peran NU dalam Perdamaian Dunia (Sumber Gambar : Nu Online)

Dua Ulama Lebanon Minta Peran NU dalam Perdamaian Dunia

Sehingga, tambah dia, lembaganya, Front Amal Islam Lebanon dan NU harus bekerja sama untuk mewujudkan cita-cita tersebut.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Saat ini, lanjut dia, yang diterjemahkan yang dialihbahasakan ke dalam bahasa Indonesia oleh Ahmad Zainal Aziz, di dalam Islam telah tumbuh gerakan keonaran yang mengkafirkan sesama umat Islam. Tak hanya itu kelompok tersebut sampai menghalalkan pembunuhan.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

“Ini tantangan berat karena bersumber Islam sendiri,” tegasnya. Oleh karena itu, ia mengajak NU untuk merapatkan barisan dan bersama-sama menyelesaikan persolan ini.

KH Said Aqil Siroj menyambut baik permintaan tersebut karena NU memiliki konsentrasi yang serupa, yaitu perdamaian dunia. Ia mengusulkan peningkatan kerja sama kedua lembaga untuk peran-peran menjaga kedamaian. Hal itu bisa dimulai dengan kerja sama di bidang pendiaikan, sosial, ekonomi, dan dakwah. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Amalan VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Selasa, 19 Desember 2017

Fatayat Didorong Tak Patah Semangat Cari Kader

Sumedang, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth - Kader Fatayat harus memiliki kelebihan tersendiri untuk mampu berkompetisi dalam kompleksitas perkembangan zaman. Hal tersebut di sampaikan oleh Ketua Pimpinan Wilayah Fatayat NU Jawa Barat Hj. Yayah Fijriah, saat kegiatan Latihan Kader Dasar (LKD).

LKD yang diselenggarakan oleh Pimpinan Cabang Fatayat NU Kabupaten Sumedang ini bertempat di Aula Yayasan Miftahul Khoer Sumedang Utara, Kabupaten Sumedang Jawa Barat, Ahad (30/4).

Fatayat Didorong Tak Patah Semangat Cari Kader (Sumber Gambar : Nu Online)
Fatayat Didorong Tak Patah Semangat Cari Kader (Sumber Gambar : Nu Online)

Fatayat Didorong Tak Patah Semangat Cari Kader

"Fatayat NU kerap kali mengalami kesulitan dalam mencari kader karena pada usia ini masalah dalam hidup semakin bertambah dan kesibukan meningkat, walaupun demikian kita harus tetap memaksimalkan usaha untuk mencetak kader yang kompetitif juga berkualitas" tegas Hj. Yayah Fijriah.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Untuk mempermudah dalam kaderisasi, ke depan Fatayat NU akan menerbitkan buku saku. Buku saku tersebut bisa dibagikan kepada setiap anggota Fatayat NU yang mengikuti kegiatan-kegiatan seperti ini. Tujuannya yaitu sebagai panduan serta alat kajian ilmiah untuk memperkuat kader supaya lebih kompetitif dan tetap istiqomah dalam paham Ahlussunnah wal jamaah ala Nahdlatul Ulama, tutur Hj. Yayah Fijriah.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Menyikapi masalah sulit mencari kader, ia mendorong para anggota untuk tidak patah semangat. Kesulitan seperti itu menurutnya adalah hal yang tidak asing bagi organisasi. Jalani saja terus, berapa pun anggotanya organisasi itu harus berjalan.

"Mari kita ajak sahabat-sahabat di sekitar kita untuk sering berkumpul dalam kegiatan Fatayat. Nanti juga kalau sudah keseringan, mereka akan menyadari bagaimana hikmahnya berorganisasi di Fatayat NU," tutup Hj. Yayah Fijriah. (Ahmad Thobiin/Ayi Abdul Kohar/Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth IMNU, Amalan VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Kamis, 07 Desember 2017

Demi Perdamaian Dunia, GP Ansor akan Gelar Halaqah Internasional

Jombang, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth



Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda (GP) Ansor akan menggelar halaqah internasional yang direncanakan dipusatkan di GOR Hasbullah Said Bahrul Ulum Tambakberas Jombang sejak Ahad hingga Senin (21-22/05/2017) mendatang. Halaqah ini mengambil tema Menuju Rekontekstualisasi Islam Demi Perdamaian Dunia dan Harmoni Peradaban.

Kegiatan yang bekerjasama dengan Pengurus Cabang Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (PC ISNU) dan PC GP Ansor Kabupaten Jombang ini akan membahas berbagai persoalan kebangsaan di beberapa negara. Terutama isu-isu yang berkaitan dengan hubungan antara Muslim dan non-Muslim di berbagai negara serta keberadaan negara-bangsa modern dan keabsahannya sebagai sistem politik yang mengikat kehidupan umat Islam.

Demi Perdamaian Dunia, GP Ansor akan Gelar Halaqah Internasional (Sumber Gambar : Nu Online)
Demi Perdamaian Dunia, GP Ansor akan Gelar Halaqah Internasional (Sumber Gambar : Nu Online)

Demi Perdamaian Dunia, GP Ansor akan Gelar Halaqah Internasional

"Jadi, dari berbagai persoalan wawasan keagamaan dunia Islam yang terjadi di berbagai negara itu, kami ingin mengetahui lebih detail melalui halaqah ini. Setelah mengetahui kondisinya, forum nanti kami harapkan bisa merumuskan peta jalan menuju rekontekstualisasi Islam demi perdamaian dan harmoni peradaban," ujar Sholahul Am Notobuwono (Gus Aam), Ketua Panitia Halaqah Internasional GP Ansor, Senin (15/5).

Gus Aam menjelaskan, ada beberapa persoalan negara-bangsa yang terjadi di berbagai negara berkaitan dengan interaksi Muslim dan non-Muslim. Di samping itu, pergerakan golongan-golongan yang berpotensi mengancam keutuhan berbangsa dan bernegara juga akan menjadi salah satu poin pembahasan dalam forum tersebut.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Untuk membahasnya, panitia sudah mengundang perwakilan dari berbagai negara untuk menjadi pembicara dalam halaqah tersebut. Diantaranya Syeikh Kabir Helminski (Kentucky USA), Shuhaib Benseikh (Marseille, Prancis), Ayeikh Ahmed (Abbadi, Maroko), C Holland Taylor (Bayt Ar Rahmah, USA), Magnus Ranstorp (Stockholm, Swedia), Syeikh Mohammed Abu El Fadl (Kairo, Mesir), Ash Shisty (India), Syeikh Amru Wardani (Kairo, Mesir), Mouhanad Khorchide (University Of Munster, Jerman), dan perwakilan dari Malaysia.

"Untuk undangan yang luar negeri, beberapa sudah konfirmasi kehadiran. Terutama Mesir sudah pasti datang. Komunikasi terus kita lakukan, sudah hampir semuanya memberi kepastian hadir. Kalau pembicara dari dalam negeri ada perwakilan dari Muhammadiyah, pemerintahan, BNPT (Badan Nasional Penanggulangan Terorisme), dan BIN (Badan Intelejen Negara)," jelas Gus Aam.

Adapun peserta kegiatan ini diperkirakan sekitar 400 orang. Terdiri dari pengurus Ansor dari seluruh Indonesia, kiai-kiai pesantren, akademisi, Forum Musyawarah Ponpes, RMI (Rabitah Mahad Islamiyah), dan utusan Banom (Badan Otonom) NU.?

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

"Forum ini dialognya aktif. Jadi, nanti dari beberapa narasumber bisa saling menanggapi secara langsung. Begitupun peserta," bebernya.

Menurut Gus Aam, berbagai pembahasan yang dikaji dalam halaqah internasional itu akan direkomendasikan dibedah kembali di negaranya masing-masing. "Karena bisa saja persoalan yang sudah dibahas disini nantinya akan relevan dengan yang terjadi di negara lain. Atau bisa saja hasil dari halaqah ini menjadi kesepakatan bersama lintas negara untuk perdamaian dunia dan harmoni peradaban," ulasnya. (Romza/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Kajian, Amalan VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Senin, 27 November 2017

Mendes PDTT Kukuhkan Bibit Samad Rianto sebagai Ketua Satgas Dana Desa

Jakarta, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Eko Putro Sandjojo, melantik mantan pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Bibit Samad Rianto, sebagai Ketua Satuan Tugas (Satgas) Dana Desa, di Kantor Kalibata, Jakarta, Rabu (5/7). Dalam menjalankan tugasnya, Menteri Eko menekankan agar upaya pencegahan menjadi poin utama dari peran Satgas Dana Desa.

"Satgas Dana Desa berperan untuk membantu para kepala desa supaya bisa menjalankan tugas sesuai yang diamanatkan Undang-Undang. Satgas bukan untuk menangkap Kepala Desa. Selain itu, Satgas harus punya kemampuan untuk bekerjasama dengan para Kepala Daerah dan 19 Kementerian/ Lembaga yang memiliki irisan program percepatan pembangunan desa," ujar Menteri Eko.

Mendes PDTT Kukuhkan Bibit Samad Rianto sebagai Ketua Satgas Dana Desa (Sumber Gambar : Nu Online)
Mendes PDTT Kukuhkan Bibit Samad Rianto sebagai Ketua Satgas Dana Desa (Sumber Gambar : Nu Online)

Mendes PDTT Kukuhkan Bibit Samad Rianto sebagai Ketua Satgas Dana Desa

Menteri Eko menambahkan, Satgas Dana Desa juga akan membantu merumuskan kebijakan dan pengawasan pelaksanaan penggunaan dana desa. Selain itu, Satgas juga memiliki peran untuk membantu mengevaluasi regulasi terkait dana desa, sosialisasi dan advokasi, monitoring dan evaluasi, harmonisasi hubungan antar lembaga serta menindaklanjuti pengaduan masyarakat atas dugaan terjadinya penyimpangan penggunaan dana desa.

"Setiap ada pelanggaran harus ditindaklanjuti. Tingkatkan koordinasi dengan penegak hukum sehingga masukan dari masyarakat bisa ditindaklanjuti dan memberi efek jera. Beri peringatan agar desa lain tidak melakukan hal yang sama," tegas Menteri Eko.

Keberhasilan Satgas Dana Desa, lanjutnya, akan percepat pengurangan kemiskinan, laju urbanisasi, dan mendorong kemajuan negara. Menteri Eko pun mengajak semua pihak membantu Kemendes PDTT dan Satgas Dana Desa untuk mengawal dana desa di daerahnya masing-masing. Jika ada dugaan penyalahgunaan, masyarakat dapat melapor ke Call Center 1500040, SMS Center di nomor 081288990040/ 087788990040 atau via media sosial Kemendes PDTT.

"Harapan dari masyarakat dan kita semua sangat besar pada Satgas Dana Desa ini. Pimpinan dan anggotanya dipilih berdasarkan masukan masyarakat dan kajian mendalam. Mereka memiliki rekam jejak yang baik di bidangnya dan memiliki pengetahuan tentang pengawasan dana desa dan pembangunan di Indonesia," lanjutnya.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Sementara itu, Ketua Satgas Dana Desa, Bibit Sama Rianto, mengatakan, Satgas yang dipimpinnya berperan penting karena memiliki keinginan kuat membangun desa berintegritas. Dirinya akan terus berupaya menutup lahan korupsi dengan memperbaiki moral, memperkuat sistem, dan memperkuat budaya taat aturan.

"Kita akan cari tahu akar masalah di desa apa, apa penyakit moralnya. Kita akan evaluasi. Kemudian internal Satgas akan rumuskan aturan dan juga memperkuat penelitian," tegas Bibit.

Pembentukan Satgas Dana Desa mengacu pada Keputusan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Republik Indonesia Nomor 50 Tahun 2017 Tentang Pembentukan Satuan Tugas Dana Desa. Selain Bibit Samad Rianto sebagai ketua, Satgas Dana Desa juga akan diisi oleh Eko Bambang Riadi sebagai Wakil Ketua dan Douglas Pasaribu sebagai Sekretaris. Satgas Dana Desa juga diisi oleh para anggota berpengalaman, diantaranya mantan anggota kepolisian, kejaksaan, inspektorat, TNI, akademisi, swasta, dan Lembaga Swadaya Masyarakat. (Red-Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Amalan, Internasional, Doa VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Senin, 13 November 2017

Umi Azizah : Muslimat Perkuat Ketahanan Keluarga

Tegal, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth.



Ketua PC Muslimat NU Kabupaten Tegal Dra Hj Umi Azizah menjamin Muslimat NU mampu memperkuat ketahanan keluarga. Pasalnya, seluruh anggota yang terlibat mampu membentengi diri dan keluargannya dari virus virus negative perkembangan zaman. Bahkan lewat Muslimat NU, mampu mengantarkan menjadi keluarga yang sakinah mawadah warohmah.

Umi Azizah : Muslimat Perkuat Ketahanan Keluarga (Sumber Gambar : Nu Online)
Umi Azizah : Muslimat Perkuat Ketahanan Keluarga (Sumber Gambar : Nu Online)

Umi Azizah : Muslimat Perkuat Ketahanan Keluarga

Demikian disampaikan Umi Azizah dalam perbincangan dengan VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth di ruang kerjanya kantor Wakil Bupati Tegal, Kamis (8/12).?

Menurutnya, ketahanan keluarga sangat vital karena berpengaruh langsung terhadap ketahan negara. Bila keluarga rapuh, maka Negara akan ambruk. Peranan itu, tentu saja sangat bergantung kepada seorang Ibu, Wanita yang merupakan tiang Negara.?

Muslimat NU Tegal, lanjutnya, dalam menjaga ketahanan keluarga melalui berbagai bidang program. Seperti bidang pendidikan, social, ekonomi, lingkungan hingga dakwah. ? Dari bidang bidang tersebut, diarahkan untuk menjaga delapan fungsi keluarga sebagai pusat agama, social, cinta kasih, perlindungan, ekonomi, pelestari lingkungan dan fungsi reproduksi. “Dengan memanfaatkan fungsi fungsi tersebut, akan tercipta keluarga yang berkualitas, berdaya guna dengan hiasan anak yang saleh saleha,” ucapnya.?

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Tidak dipungkiri, kata Wakil Bupati Tegal ini, perubahan dunia menjadi tantangan yang tidak ringan bagi seorang ibu, termasuk organisasi kewanitaan seperti Muslimat NU. Juga lahirnya gerakan radikalisme dan bahaya narkoba, menjadi pekerjaan rumah tersendiri agar anak-anak kita tidak terpengaruh. “Upaya penguatan sebagai benteng dan filter dari berbagai tantangan tersebut, menjadi fardlu ain bagi Muslimat NU,” tegasnya.

Untuk itu, lanjutnya, program yang dijalankan Muslimat pun selalu berpihak pada kepedulian kebutuhan Nahdliyin. Diantaranya, menggelar kursus pra nikah untuk memberi pencerahan kepada calon pengantin tentang kesehatan reproduksi. Apalagi trend pernikahan dini tidak bisa dibendung. Padahal, pernikahan dini rentan dengan peningkatan Angka Kematian Ibu atau Maternal Mortality Ratio (MMR), Angka Kematian Anak (AKA), Angka Kematian Bayi (AKB) Angka Kematian Ibu (AKI).

Muslimat juga membantu keluarga tak jelas, dengan menggelar sidang terpadu itsbat nikah. Atau menetapkan Akad Nikah yang telah dilaksanakan sesuai dengan Syari’at Islam (Hukum Munakahah) akibat poligami misalnya, agar tercatat dalam Register Nikah di Kantor Urusan Agama Kecamatan yang berwenang. “Dengan demikian, hak-hak anak akan terpenuhi. Muslimat NU juga membantu percepatan pembuatan akte kelahiran yang ditangani PAC,” ujarnya.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Selain itu, Umi gembira karena Muslimat lebih intensif dalam menyelenggarakan pengajian. Istilah Tegalnya, laka dina gabuk (tiada ada hari kosong) dalam hal pengajian. PC pun menyelenggarakan Pengajian keliling ke 19 PAC. Yang paling menggembirakan se Kabupaten Tegal ada 987 majelis taklim.

Program lain, pelatihan ketrampilan hasil usaha kreatif. Dari kelompok usaha terbentuklah Kelompok Usaha Bersama (KUBE), hingga mencapai 319 Kube di seluruh ranting se Kabupaten Tegal. “Koperasi Anisa Muslimat, turut membantu pemasaran dan penyertaan modalnya juga,” terang ibu dari 6 anak ini,?

Di bidang social, masih kata Umi, Muslimat NU Tegal menangani Pendidikan Anak Usia Dini, Tercatat ada 97 Taman Kanak-kanak (TK) Muslimat NU, 67 Kelompok Bermainn (KB), dan 39 Raudlatul Athfal (RA) serta 548 Taman Pendidikan Al Quran (TPQ).?

Karya Muslimat NU berupa Metode Asyifa telah direkomendasikan oleh Yayasan pendidikan Muslimat NU (YPM NU) pusat, untuk dijadikan bahan pembelajaran resmi di TPQ TPQ seluruh Indonesia. “Metode Asyifa telah digunakan di Tegal sejak Juni 2002 dan tahun 2016 baru direkomendasikan untuk digunakan di berbagai TPQ seluruh Indonesia,” ucapnya bangga.?

Untuk Yayasan Kesejahteraan Muslimat NU (YKM NU) telah mendirikan Darul Yatama dengan ratusan anak yatim piatu yang diasuh. Yayasan Haji Muslimat NU (YHM NU) juga terus berkembang. Pada musim haji 2016, KBIH YHM NU memberangkatkan 160 jamaah haji. Sedangkan untuk tahun 2017, sudah masuk 137 calhaj yang tergabung ke KBIH YHM NU. Tapi biasanya, akan terus bertambah jumlah calhaj yang tergabung ketika mendekati manasik,” tuturnya.?

Kepada para ibu-ibu muda maupun sepuh, Umi mengajak untuk tidak jemu-jemu berorganisasi di Muslimat ataupun Fatayat. Karena nilai faedahnya lebih besar jika dibandingkan dengan mudlaratnya. “Yang penting tidak melupakan pendidikan anak-anaknya dan selalu menjadi pendamping suami setia,” pungkasnya. (wasdiun).

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Olahraga, Berita, Amalan VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Senin, 06 November 2017

Innalillahi Pengasuh Pesantren Kauman Bondowoso Wafat

Bondowoso, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth - Salah seorang ulama panutan masyarakat Bondowoso KH Imam Hasan meninggal dunia. Pengasuh Pesantren Kauman Al-Hasani Allathifi Bondowoso ini adalah sosok yang tegas dalam menyampaikan kebenaran.

“Kematian memang musibah, tapi musibah yang lebih besar lagi lupa dengan kematian," kata Wakil Bupati Bondowoso H Salwa Arifin dalam sambutan atas nama masyarakat seusai acara pemakaman di rumah kediaman duka kompleks Pesantren Kauman Jalan KH Zainal Arifin Kelurahan Kuta Kulon Kecamatan Bondowoso Kabupaten Bondowoso, Jumat (6/05) pagi.

Innalillahi Pengasuh Pesantren Kauman Bondowoso Wafat (Sumber Gambar : Nu Online)
Innalillahi Pengasuh Pesantren Kauman Bondowoso Wafat (Sumber Gambar : Nu Online)

Innalillahi Pengasuh Pesantren Kauman Bondowoso Wafat

Ia juga menyampaikan bahwa masyarakat Bondowoso berduka cita. Ia berharap semoga amal ibadahnya, amal shaleh diterima Allah SWT. Semoga ditempatkan yang sempurna.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Turut hadir mengantar almarhum para kiai, para pengasuh pesantren seperti KH Muhyiddin Abdus Somad, KH Abdul Qodir Syam, KH Asyari Pasha, KH Imam Darmawi, KH Ahmad Sodiq, warga masyarakat daerah sekitarnya.

Almarhum KH Imam Hasan wafat pada usia 63 tahun di rumah kediamannya, Kamis (5/5) sore. Pemakaman almarhum berlangsung di kompleks Pesantren Kauman, Jumat (6/5) pagi. (Ade Nurwahyudi/Alhafiz K)

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Doa, Amalan, Syariah VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Jumat, 27 Oktober 2017

Bentengi Kampus, Ikuti Dauroh Aswaja untuk Aktivis BEM!

Surabaya, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Para aktivis kampus yang terhimpun dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) hendaknya juga membekali diri dengan pengetahuan agama yang cukup. Bila tidak, justru akan larut dengan gerakan ekstrem yang menjerumuskan.

Untuk membekali para aktivis BEM di sejumlah kampus, PW Aswaja NU Center Jawa Timur akan melangsungkan Dauroh Aswaja. "Kegiatan yang berlangsung 6 September nanti akan melibatkan pegiat BEM se-Surabaya, Sidoarjo dan Gresik," kata Achmad Nur Fauzi, SHum, Sabtu (29/8).

Bentengi Kampus, Ikuti Dauroh Aswaja untuk Aktivis BEM! (Sumber Gambar : Nu Online)
Bentengi Kampus, Ikuti Dauroh Aswaja untuk Aktivis BEM! (Sumber Gambar : Nu Online)

Bentengi Kampus, Ikuti Dauroh Aswaja untuk Aktivis BEM!

Ketua panitia kegiatan dauroh ini menandaskan bahwa tantangan Aswaja NU di kampus negeri maupun swasta sangat berat. "Baik di kampus yang berbasis agama Islam maupun umum," kata alumnus Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya ini.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Selama ini, para aktivis kampus lebih banyak berkutat dengan kegiatan ekstra maupun intra, dan kurang mendapatkan tambahan dan pendalaman agama. "Dan kalaupun mereka aktif di kegiatan kerohanian Islam, namun belum tahu Islam seperti apa yang akan dikembangkan," kata alumnus Pesantren Sidogiri Pasuruan ini. Karenanya, PW Aswaja NU Center merasa terpanggil untuk memberikan pengenalan dan pendalaman terkait hal ini. lanjutnya.

"Selama dauroh, para peserta akan mendapatkan materi mafahim atau pemahaman Aswaja an-Nahdliyah," kata Ustadz Fauzi, sapaan akrabnya. Demikian juga penjelasan firqah yang ada dalam Islam, serta amaliyah ala NU. "Yang terbaru adalah kemunculan faham liberalisasi agama," tandasnya.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Ustadz yang pernah ke Malaysia untuk undangan Aswaja ini memastikan selama dauroh, peserta tidak dikenakan biaya. "Seluruh materi, termasuk konsumsi dan sertifikat, kami berikan secara gratis," katanya.

Diharapkan usai mengikuti dauroh, aktivis kampus mampu memberikan penjelasan kepada para mahasiswa terkait amaliyah dan keyakinan yang ada secara benar dan dapat dipertanggungjawabkan. "Merekalah yang nantinya akan memberikan warna bagi kiprah BEM di sejumlah kampus," jelasnya.

Sejumlah narasumber akan mengisi dauroh di Kantor PWNU Jatim sejak jam 08.00 hingga petang ini, di antaranya Ustadz Idrus Ramli, Ustadz Maruf Khozin, Ustadz Fathul Qodir, serta Ustadz Ainun Yakin.

Untuk bisa mengikuti kegiatan ini, cukup menghubungi.Fahmi Saifuddin, SH di 085731273000 dan Dr. Neng Siti Nur Chusnul, M.Kes atau Siti Masulah dengan nomor hp 08123519772.

"Tapi kami batasi hanya seratus peserta, karenanya yang berminat bisa segera mendatar," pungkasnya. (Syaifullah/mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Amalan, Pendidikan, Pesantren VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Kamis, 26 Oktober 2017

Tabib Pagar Nusa Obati Warga Sunter

Jakarta, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Selepas membaca Barzanji dan istigotsah, Departemen Ketabiban Pimpinan Pusat Pencak Silat NU Pagar Nusa membuka praktek mengobati ragam penyakit dan konsultasi kesehatan di Telaga Dua, Kelurahan Sunterjaya, Jakarta Utara Selasa malam (2/12).

Tabib Pagar Nusa Obati Warga Sunter (Sumber Gambar : Nu Online)
Tabib Pagar Nusa Obati Warga Sunter (Sumber Gambar : Nu Online)

Tabib Pagar Nusa Obati Warga Sunter

Pagar Nusa menerjunkan 4 orang tabibnya. Haji Suroso menangani warga yang bermasalah dengan mata. Ia menetesi dengan obat berbentuk cairan yang disebutnya gurah mata.

Di bagian lain, di salah satu rumah warga, ada Haji Prayitno yang melakukan bekam di punggung. Berbeda dengan biasanya pada pengobatan model itu, dia menggunakan tanduk kambing. ?

"Mas Prayitno ini orang Wahabi, Mas. Dia pengikut aliran Wahabiyah," terang Ali Rahman, pengurus Pagar Nusa. "Maksudnya, dia pernah nyantri di Tambakberas, pesantren Kiai Wahab Hasbullah," lanjutnya sambil terkekeh.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Sementara Gus Heru menangani beragam keluhan. Seorang ibu misalnya, mengeluhkan mulutnya yang tidak bisa bicara dengan jelas. Disusul orang tua yang mengaku tak bisa melipat kakinya dalam waktu lama. Ada juga yang mengaku kurang pendengaran. Serta berpenyakit amandel.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Ia biasanya memulai dengan mendeteksi pasien melalui denyut nadi, kemudian mengurutnya. Tak hanya itu, ia memberikan resep herbal untuk konsumsi di rumah.

Di bagian lain H Shomad SM sedang menangani anak 2 tahun. Revana namanya. Shomad meraba anak itu mulai tangan, kaki, dan kepala. Sementara ibunya menangis, sambil sesekali mengusap air mata dengan kain. Ayahnya yang memangku Revana, berkaca-kaca di balik mata.

“Revana tak bisa bicara cuma nangis saja,”kata ibunya.

Menurut dia, anak keduanya itu jangankan berjalan, duduk saja sampai kini belum bisa.

Padahal ia pernah dirawat di rumah sakit selama 20 hari, tapi sampai sekarang belum ada perubahan. “Kalau menurut dokter kepalanya kecil. Nggak ada penjelasan lain,” katanya sambil kembali sesenggukan.

Ketua Perguruan Silat Sapu Jagat Pagar Nusa, Condet, Jakarta Timur, Ki Cokro Santri meminta hadirin membacakan shalawat Nabi untuk kesembuhan Revana.

Pengobatan gratis ala Pagar Nusa tersebut tidak sampai di situ. Para tabibnya bersedia dihubungi untuk membantu menyelesaikan keluhan.

Hadir pada kesempatan itu, Ketua RT setempat, anak-anak muda Majelis Diniyah Al-Fatah, serta belasan pengurus Pagar Nusa. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Amalan, Pemurnian Aqidah, Hikmah VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Selasa, 24 Oktober 2017

"Kalau Bukan Kita yang Belajar Ilmu Falak, Siapa Lagi?"

Sedikitnya tiga puluh orang duduk melingkar, membentuk kelompok-kelompok kecil berjumlah tiga hingga lima orang. Masing-masing terlihat sibuk mengoperasikan kalkulator scientific yang memuat fungsi trigonometri.

Mereka adalah peserta ”Pelatihan Hisab-Rukyat” yang digelar Pengurus Pusat Lajnah Falakiyah Nahdlatul Ulama (LFNU), Rabu (5/4) malam, di gedung PBNU, Jakarta Pusat. Meski sebatas pengantar, antusiasme peserta dalam pelatihan perdana ini tergolong tinggi.

Kalau Bukan Kita yang Belajar Ilmu Falak, Siapa Lagi? (Sumber Gambar : Nu Online)
Kalau Bukan Kita yang Belajar Ilmu Falak, Siapa Lagi? (Sumber Gambar : Nu Online)

"Kalau Bukan Kita yang Belajar Ilmu Falak, Siapa Lagi?"

Selain dari Jakarta, peserta pelatihan juga datang dari beberapa penjuru kabupaten dan kota sekitarnya, seperti Bekasi, Bogor, dan Banten. ”Saya datang bersama rombongan dua mobil dari Pandeglang,” kata salah satu peserta, Busairi Abdurrahman (46).

Busairi mengaku sama sekali tak keberatan datang ke Masjid an-Nahdlah yang terletak di lantai dasar gedung PBNU, untuk belajar ilmu falak. Padahal, waktu tempuh dari rumah asalnya mencapai lima jam.

”Niatnya kan thalabul ilmi (menuntut ilmu). Apalagi ilmu falak tergolong sangat langka,” ujar alumni Pesantren Lirboyo Kediri ini yang mengaku baru mengenal ilmu falak secara permukaan.

”Saya penasaran juga, kenapa NU dan Muhammadiyah sering beda (dalam penentuan awal bulan, red). Mudah-mudahan dengan pelatihan ini hal itu tidak menjadi masalah,” imbuhnya.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Sofwan (40), peserta lainnya, menambahkan, di pesantren pun pengajaran ilmu falak secara serius dan mendalam sudah jarang dijumpai. Sebagaimana ilmu faraid (ilmu waris), disiplin yang mempelajari lintasan benda-benda langit ini lebih marginal dibanding gramatika Arab, seperti nahwu dan sharaf.

”Ini ilmu yang langka. Kalau bukan kita yang mempelajari siapa lagi. Anak-anak muda sekarang juga hampir tidak ada yang meminati,” katanya.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Pelatihan hisab-rukyat dipimpin oleh KH Ahmad Izzuddin, Kasubdit Pembinaan Syariah dan Hisab Rukyat Kemenag RI yang juga pengurus Lajnah Falakiyah PBNU, bersama Ismail Fahmi dari Subdit Pembinaan Syariah dan Hisab Rukyat, dan staf Lajnah Falakiyah PBNU, Maftukin.

Selama pelatihan, peserta dikenalkan dengan teknologi dan sejumlah peralatan yang terkait ilmu falak, seperti mizwala qiblat finder (penentu arah qiblat), teodholite (pengukur presisi sudut di bidang horisontal dan vertikal), dan lain-lain.

Sebagai pelaksana sekaligus pemateri, Izzuddin berharap, pelatihan hisab-rukyat ini berjalan secara singkat dan praktis. Pihaknya merencanakan, 11 April nanti peserta dapat studi lapangan di Pelabuhan Ratu untuk menyaksikan kemunculan hilal bulan Jumadi Tsani.

?

Penulis: Mahbib Khoiron

Foto: peserta antusias memperagakan Mizwala Qiblat Finder,? perangkat untuk menentukan arah kiblat

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Amalan, Pendidikan VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Sabtu, 30 September 2017

PCINU Sudan Adakan Santiaji Jurnalistik Pertama

Khartoum, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Pengurus Cabang Istimewa Nahdatul Ulama (PCINU) Sudan mengadakan santiaji jurnalistik dengan tajuk “Bertema dalam Kata-Kata” di wisma PCINU Khartoum, Sudan, Selasa (5/11).

PCINU Sudan Adakan Santiaji Jurnalistik Pertama (Sumber Gambar : Nu Online)
PCINU Sudan Adakan Santiaji Jurnalistik Pertama (Sumber Gambar : Nu Online)

PCINU Sudan Adakan Santiaji Jurnalistik Pertama

Rencananya, acara ini akan dilaksanakan dua kali pertemuan. Dalam pertemuan pertama, acara cukup meriah karena dihadiri seluruh redaktur majalah Tathwirul Afkar dan segenap warna NU Sudan.

“Ini merupakan acara pertama kalinya; mengadakan pelatihan jurnalistik dengan waktu singkat. Semoga, meskipun singkat namun bermanfaat”, kata salah seorang pemateri Sidik Ismanto.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Santiaji Jurnalistik diselenggarakan Lajnah Ta’lif wa Nasyr (LTNNU) Sudan. Tujuannya membantu memberi pelatihan jurnalistik pada segenap rekan redaktur majalah Tathwirul Afkar NU Sudan dan lebih ke arah langsung terjun ke penerbitan majalah.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

“Setelah acara, saya mengharapkan teman-teman lebih antusias dalam menulis,” kata Pemred Tathwirul Afkar Luqman fahmy.

Dalam paparannya, Siddik menceritakan pengalaman dan pengetahuannya terkait dunia tulis-menulis, khususnya non-fiksi. Sejak di bangku SMP, ia sudah berkecimpung dalam dunia penerbitan majalah sekolah.

Sementara pemateri kedua Muhamad lebih banyak menularkan pengalaman dan proses kreatif menulis fiksi, khususnya cerpen dan puisi.

“Menulis dan melahirkan sebuah karya sastra adalah passion, dan menikmatinya adalah selera”, kata Muhamad yang telah melahirkan beberapa antologi puisinya. (Ibn Nawawi/Alhafiz K

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Amalan, Hikmah VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Sabtu, 16 September 2017

Pengurus Maarif NU Kudus Raih Kepala MI Berprestasi se-Jateng

Kudus, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Pengurus bidang MI/SD LP Maarif NU Kudus Noor Yadi meraih juara pertama dalam Kompetisi Kepala Madrasah Ibtidaiyah (MI) berprestasi tingkat Jawa tengah tahun 2014. Mengungguli 6 finalis lainnya, Kepala MIN Kudus ini berhak mewakili Jawa Tengah untuk mengikuti kompetisi serupa tingkat Nasional, Oktober mendatang.

Pengurus Maarif NU Kudus Raih Kepala MI Berprestasi se-Jateng (Sumber Gambar : Nu Online)
Pengurus Maarif NU Kudus Raih Kepala MI Berprestasi se-Jateng (Sumber Gambar : Nu Online)

Pengurus Maarif NU Kudus Raih Kepala MI Berprestasi se-Jateng

Noor Yadi menuturkan penetapan berprestasi ini berdasakan hasil penilaian presentasi karya ilmiah oleh tim juri Kompetisi Kepala MI berprestasi di Gedung haji Manyaran Semarang, (18-20/8) lalu. Sebelum lolos finalis, Ia bersama puluhan peserta seleksi lainnya harus mengirimkan berkas portofolio dan karya ilmiah.

"Waktu itu yang bisa lolos final dipilih 7 peserta yang peringkat besar dari penilaian porto folio maupun karya ilmiah. Alhamdulillah saya lolos dan terpilih sebagai yang terbaik," katanya kepada VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth, Selasa (9/9)

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Pria jebolan Pascasarjana Unwahas Semarang ini menambahkan judul karya ilmiah pada kompetisi tersebut mengangkat tema “Upaya kepala madrasah dalam meningkatkan mutu pendidikan”. Menurutnya, upaya peningkatan mutu lembaga, perlu dibangun suatu komitmen bersama dari semua elemen untuk menuju tercapainya mutu pendidikan.

"Komitmen di sini adalah adanya semangat ghirroh membahana dari para pengelola pendidikan terutama para dewan pendidiknya. Konsep besarnya, mendidik sepenuh hati, bergegas meraih prestasi," tandas Noor Yadi yang baru satu tahun menjabat Kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri Kudus.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Ditanya madrasah bermutu, Yadi membeberkan kriterianya antara lain gedungnya baik, sarana lengkap, siswanya banyak, kualitas output baik dari sisi akademik maupun non akademik. Begitu pula, kata dia,? guru juga harus didorong menjadi berkualitas dengan kwalifikasi S-1, aktif diikutkan pelatihan.

"Kedisiplinan guru dan siswa harus terjaga di lingkungan madrasah, proses pembelajaran terkendali dan ada penguatan menguatkan ekstra kurikuler untuk kepentingan anak didik," tambah Ketua KKMI Kabupaten Kudus.

?

Untuk menghadapi seleksi tingkat nasional Oktoner mendatang, Noor Yadi? berupaya mempersiapkan diri menjadi yang terbaik. "Kategori Kepala MI hanya saya yang mewakili Jawa Tengah di tingkat nasional. Mohon doa, semoga berhasil menjadi yang terbaik," pungkas Yadi yang juga Ketua PRNU desa Kaliwungu Kudus ini. (Qomarul Adib/Abdullah Alawi)

Keterangan foto: Noor Yadi (baju Merah) berpose bersama finalis lainnya usai menerima sertifikat penghargaan Kepala MI berprestasi tingkat Jawa Tengah.

Pengurus Maarif NU Kudus raih predikat Kepala MI berprestasi Jawa Tengah

?

Kudus,VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth.

Pengurus bidang MI/SD? LP Maarif NU Kudus Noor Yadi meraih juara pertama dalam Kompetisi Kepala Madrasah Ibtidaiyah (MI) berprestasi tingkat Jawa tengah tahun 2014. Dengan mengungguli 6 finalis lainnya, Noor Yadi yang juga Kepala MIN Kudus ini berhak mewakili Jawa Tengah untuk mengikuti kompetisi? serupa ? tingkat Nasional, Oktober mendatang.

?

Noor Yadi menuturkan penetapan berprestasi ini berdasakan hasil penilaian presentasi karya ilmiah oleh tim juri Kompetisi Kepala MI berprestasi di Gedung haji Manyaran Semarang, (18-20/8) lalu. Sebelum lolos finalis, Ia bersama puluhan peserta seleksi lainnya harus mengirimkan berkas portofolio dan karya ilmiah.

?

"waktu itu yang bisa lolos final dipilih 7 peserta yang peringkat besar dari penilaian portofolio maupun karya ilmiah. Alhamdulillah saya lolos dan terpilih sebagai yang terbaik."katanya kepada VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth, Selasa (9/9)

?

Pria jebolan Pasca Sarjana Unwahas Semarang ini menambahkan judul karya ilmiah pada kompetisi tersebut mengangkat tema upaya kepala? madrasah dalam meningkatkan mutu pendidikan. Menurutnya, ? upaya peningkatan mutu lembaga, perlu dibangun suatu komitmen bersama dari semua elemen untuk menuju tercapainya mutu pendidikan.

?

"Komitmen di sisni adalah adanya semangat ghirroh membahana dari para pengelola pendidikan terutama para dewan pendidiknya. Konsep besarnya, mendidik sepenuh hati, bergegas meraih prestasi,"tandas Noor Yadi yang baru satu tahun menjabat Kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri Kudus.

?

Ditanya madrasah bermutu, Yadi membeberkan kriterianya antara lain gedungnya baik,sarana lengkap, siswanya banyak, kualitas output baik dari sisi akademik maupun non akademik. Begitu pula, kata dia, ? guru juga harus didorong menjadi berkualitas dengan kwalifikasi S-1, aktif diikutkan pelatihan.

?

"Kedisiplinan guru dan siswa harus terjaga di lingkungan madrasah, proses pembelajaran terkendali dan ada penguatan menguatkan ekstra kurikuler untuk kepentingan anak didik,"tambah Ketua KKMI Kabupaten Kudus.

?

?

Untuk menghadapi seleksi tingkat nasional Oktoner mendatang,? Noor Yadi ? berupaya mempersiapkan diri menjadi yang terbaik. "kategori Kepala MI hanya saya yang mewakili Jawa Tengah di tingkat nasional. Mohon doa, semoga berhasil menjadi yang terbaik,"pungkas Yadi yang juga Ketua PRNU desa Kaliwungu Kudus ini.(Qomarul Adib)





Keterangan Foto:

? Foto 1 ; ? Noor Yadi (baju merah) saat menerima sertifikat penghargaan yang diserahkan Kasi Ketenagaan Kanwil Kemenag provinsi Jawa Tengah, di Semarang.

?

Foto 2 : Noor Yadi (baju Merah) berpose bersama finalis lainnya usai menerima sertifikat penghargaan Kepala MI berprestasi tingkat Jawa Tengah.

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Amalan, Makam, Pemurnian Aqidah VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Minggu, 10 September 2017

Ketika Sayyidina Umar Dimarahi Istri

Alkisah ada salah seorang laki-laki yang hendak mengadukan kelakuan istrinya kepada Sayyidina Umar bin Khattab. Saat sampai di rumah Amirul Mu’minin ini, orang laki-laki ini hanya menunggu di depan pintu.

Secara kebetulan, tamu ini mendengar istri Umar memarahinya, sementara Umar tetap cenderung pasif, tidak menaggapi. Laki-laki itu lalu mengurungkan niatnya dan mulai beranjak pulang. ”Jika keadaan Amirul Mu’minin saja seperti ini, bagaimana dengan diriku?” gumamnya dalam hati.

Sejenak kemudian Umar keluar dan menyaksikan tamunya akan segera pergi. Umar pun segera memanggilnya, ”Apa keperluanmu?”

Ketika Sayyidina Umar Dimarahi Istri (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketika Sayyidina Umar Dimarahi Istri (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketika Sayyidina Umar Dimarahi Istri

”Wahai Amirul Mu’minin, sebenarnya aku datang untuk mengadukan perilaku istriku dan sikapnya kepadaku, tapi aku mendengar hal yang sama pada istri tuan.”

”Wahai saudaraku, aku tetap sabar menghadapi perbuatannya, karena itu memang kewajibanku. Istrikulah yang memasak makanan, membuatkan roti, mencucikan pakaian, dan menyusui anakku, padahal semua itu bukanlah kewajibannya,” jawab Umar.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

”Di samping itu,” sambung Umar, ”Hatiku merasa tenang (untuk tidak melakukan perbuatan haram—sebab jasa istriku). Karena itulah aku tetap sabar atas perbuatann istriku.”

”Wahai Amirul Mu’minin, istriku juga demikian,” ujar orang laki-laki itu.

”Oleh karena itu, sabarlah wahai saudaraku. Ini hanya sebentar!”

?

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

?

Disadur dari kitab ‘Uqudul Lujjain: Fi Bayani Huquqiz Zawjain

karya Syekh Muhammad? Nawawi al-Bantani

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Warta, Amalan VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Senin, 14 Agustus 2017

Ki Ageng Ganjur-Fadly Meriahkan Tadarus Seni Ramadhan

Jepara, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Kelompok musik Ki Ageng Ganjur pimpinan Sastro El-Ngatawi dan Fadly, vokalis Padi turut memeriahkan Tadarus Seni Ramadhan di Pesantren Hasyim Asyari Bangsri Jepara, Jawa Tengah, pada Senin (22/7) malam.

Ki Ageng Ganjur-Fadly Meriahkan Tadarus Seni Ramadhan (Sumber Gambar : Nu Online)
Ki Ageng Ganjur-Fadly Meriahkan Tadarus Seni Ramadhan (Sumber Gambar : Nu Online)

Ki Ageng Ganjur-Fadly Meriahkan Tadarus Seni Ramadhan

Ki Ageng Ganjur membawakan beberapa tembang diantaranya Lailatul Qadar, Padang Mbulan, Ya Rabbibil Musthafa, Shalawat Nariyah, Ilir-Ilir, Syiir Tanpo Waton dan Surgamu

Sedangkan Fadly menyanyikan Anak Bertanya Pada Bapaknya, Demi Massa, Harmoni dan InsyaAllah. Selain Ki Ageng Ganjur dan Fadly santri Hasyim Asyari juga menampilkan pentas rebana, stand up comedy dan pembacaan puisi juga Tari Sufi Jepara featuring Asyari Muhammad turut memeriahkan kegiatan tersebut. 

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Menurut pengasuh pesantren Hasyim Asyari, KH Nuruddin Amin ekspesi seni merupakan salah satu media untuk berdakwah. Hal itu diuraikan Gus Nung, panggilan akrabnya, ulama sejak dulu atau era Walisongo dalam berdakwah juga melalui seni. “Musik gamelan, wayang yang diwariskan oleh para wali sebagai media dalam berdakwah,” jelasnya.  

Gus Nung menambahkan, baginya kegiatan itu merupakan bentuk syiar Islam dan syiar Ramadhan pada khususnya. “Anak-anak muda yang belum dekat dengan Tuhannya kita dekatkan dulu dengan shalawat dan lagu religius. Semoga kelak mereka jamaahnya, puasanya dan ibadahnya semakin ada peningkatan,” harapnya.  

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Sementara itu, Sastro El-Ngatawi mengungkap satu per satu tembang yang dibawakan. Semisal Shalawat Nariyah yang dilantunkan Melati cs, vokalis Ki Ageng Ganjur. Menurut Ketua Umum PP Lesbumi Syekh Nariyah selaku pengarang masuk surga karena mengarang shalawat tersebut sebagai bentuk mencintai Allah dan Nabi. 

Lebih lanjut, budayawan asal Pati mengutip dari kitab Khozinatul Asror. “Siapa orangnya yang membaca shalawat Nariyah 100x maka hajatnya akan dikabulkan oleh Allah SWT,” lanjutnya. 

Di sela-sela Tadarus Seni, Sastro yang merangkap menjadi host, bertanya kepada Fadly terkait perjalanananya ke pesantren Hasyim Asyari Jepara. Andi Fadly Arifuddin nama asli Fadly, mengaku mendapat banyak pelajaran dari pesantren. 

Pria 38 tahun yang lahir di Makassar menegaskan pendidikan modern yang berkembang saat ini metodenya mengambil dari pesantren sebab dia sebagai pendidikan tertua di Nusantara. Dari itu ia pun mempunyai cita-cita kelak di kampung halamannya ingin mendirikan sebuah pesantren. 

Redaktur    : Abdullah Alawi 

Kontributor: Syaiful Mustaqim

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Pesantren, Amalan VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Selasa, 11 Juli 2017

Tiga Seniman Terima Penghargaan Sapta Wikrama NU Surabaya

Surabaya, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Pengurus Cabang NU (PCNU) Surabaya melalui Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia (Lesbumi) memberikan Penghargaan Sapta Wikrama kepada para seniman sebagai wujud kepedulian terhadap perkembangan seni dan budaya di Tanah Air.

Mereka adalah Almarhum KH Ridlwan Abdullah seniman lukis yang melukis lambang NU pertama kali, Cak Kartolo seniman Ludruk asli Surabaya, dan Ida Lailia penyanyi dangdut legendaris.

Tiga Seniman Terima Penghargaan Sapta Wikrama NU Surabaya (Sumber Gambar : Nu Online)
Tiga Seniman Terima Penghargaan Sapta Wikrama NU Surabaya (Sumber Gambar : Nu Online)

Tiga Seniman Terima Penghargaan Sapta Wikrama NU Surabaya

Ketua PCNU Surabaya Muhibbin Zuhri mengatakan, penghargaan ini merupakan sebentuk apresiasi NU terhadap pegiat kesenian atau kebudayaan yang telah memberikan warna tersendiri dalam corak sejarah kontemporer Islam di Indonesia, khususnya di Surabaya.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

“Penghargaan Saptawikrama sesungguhnya merupakan penanda perhatian kaum Nahdliyin terhadap perkembangan kesenian dan kebudayaan, karena entitas ini terbukti efektif sebagai medium perwujudan visi NU," ujarnya pada malam penyerahan penghargaan di Gedung Balai Pemuda Surabaya, Senin (30/5).

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Terkait penghargaan kepada tokoh seni, Muhibbin berpendapat, KH Ridwan Abdullah adalah seorang santri perupa yang melukiskan lambang NU. KH Ridwan Abdullah juga dinilai berhasil menanamkan makna-makna yang dalam tentang visi keagamaan dan kebangsaan NU dalam lukisannya itu.

Kiai lain yang juga dianggap berjasa di bidang kesenian adalah Kiai Muntawi. Menurutnya, Kiai Muntawi dikenal dengan seniman jula-juli suroboyoan yang berhasil mengodifikasi karya susastra otentik berkarakter lokal dan bermuatan konten dakwah Islam ramah.

"Ibu Hj. Ida Laila adalah penyanyi perempuan legendaris. Suara indahnya terbukti mampu menyemaikan moralitas dan spiritualitas di hati sanubari masyarakat. Sedangkan Cak H. Kartolo berhasil merevitalisasi ludruk gaya suroboyoan yang sarat dengan pesan-pesan moral untuk membangun peradaban yang mulia," ungkapnya.

Muhibbin mengatakan, kepada para seniman-seniman tersebut warga NU surabaya menyampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya atas dedikasi dalam bidang kesenian dan kebudayaan. “Semoga menjadi jariyah yang akan bermanfaat untuk beliau-beliau, dunia sampai akhirat,” ujarnya.

PCNU Surabaya berharap generasi muda saat ini memiliki atensi untuk melestarikan apa yang sudah mereka perjuangkan. “Kreativitas dan inovasi, tentu saja juga sangat dibutuhkan untuk menjaga kesenian dan kebudayaan Surabaya agar dapat terus eksis dan memiliki relevansi untuk zamannya," paparnya.

Acara tersebut dihadiri Ketua Lesbumi PBNU KH Agus Sunyoto, Rais Syuriyah PCNU Surabaya KH Mas Sulaiman, para seniman Surabaya, serta jajaran pengurus harian syuriyah, tanfidziyah, lembaga, badan otonom, warga NU Kota Surabaya.

Pagelaran seni dan penghargaan Sapta Wikrama oleh Lesbumi NU Kota Surabaya diramaikan dengan penampilan parade grup band Surabaya, di halaman Gedung Balai Pemuda sejak siang hingga petang.

Selanjutnya pada malam harinya, diawali seni pencak jidor oleh anggota Perguruan Pencak Silat Pagar Nusa dan penampilan seni tradisional kentrung shalawat pimpinan Cak Toro dan Cak Karso yang menampilkan berbagai macam syiiran khas gaya ulama NU. Usai seni Kentrung dilanjutkan dengan fragmen yang mengisahkan perjuangan KH Ridlwan Abdullah salah satu ulama pendiri NU yang membuat lambang NU pertama dengan melalui seni lukis. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth News, Amalan VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Jumat, 09 Juni 2017

PBNU Lepas 37 Rombongan Bus Mudik Gratis

Jakarta, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth - Lembaga Takmir Masjid Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LTM PBNU) mengajak ribuan peserta mudik bareng NU berdoa sebelum keberangkatan 37 bus yang mengantarkan mereka ke pelbagai kota di Jawa. Mereka berdoa bersama agar perjalanan berlangsung lancar tanpa kendala.

Sementara sambutan disampaikan oleh Ketua PBNU KH Abdul Mannan Ghani, Ketua LTM PBNU H Mansur Syairozi, dan Dirut Bank Mandiri Kartika Wirjoatmodjo.

PBNU Lepas 37 Rombongan Bus Mudik Gratis (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Lepas 37 Rombongan Bus Mudik Gratis (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Lepas 37 Rombongan Bus Mudik Gratis

Menurut Kia Mannan, program mudik gratis bareng NU merupakan bentuk kontribusi konkret LTM dalam melayani umat.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

“Ini bagian dari ikhtiar kita. NU mesti mengambil bagian di sini. Jangan hanya mengklaim bahwa jumlah warga NU puluhan juta. Tetapi pengurus NU mesti tunjukkan dan berbuat konkret untuk mereka,” kata Kiai Mannan yang sebelumnya diamanahi sebagai Ketua LTM PBNU di hadapan ribuan pemudik bareng NU di halaman parkir PBNU, Sabtu (2/7) pagi.

Sementara H Mansur Syairozi dalam sambutannya mengatakan bahwa LTM PBNU terus bergerak dinamis.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

“Tahun ini mudik bareng NU istimewa. Kita memberangkatkan sebanyak 580 pemudik melalui moda transportasi kereta. Sebagian dari mereka bahkan kita sediakan keberangkatan balik ke Jakarta,” kata H Mansur.

Menurut salah seorang koordinator mudik bareng NU Mujahidin, LTM PBNU menyediakan enam gerbong untuk keberangkatan kereta. Ia berharap ke depan layanan mudik LTM PBNU semakin baik.

Layanan mudik bareng ini terselenggara atas kerja sama LTM PBNU dan Bank Mandiri. “Pada tahun ini kita juga berkoordinasi dengan LDNU dan VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth,” kata Mujahidin. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Sholawat, Amalan VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Jumat, 12 Mei 2017

LPBI NU Malang Gelar Simulasi Renkon Erupsi Gunung Bromo

Jakarta, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBI NU) kabupaten Malang mengadakan simulasi rencana kontijensi letusan (erupsi) Gunung Bromo di desa Ngadas kecamatan Poncokusumo, Malang, Rabu (17/6). Simulasi ini diadakan untuk menguji implementasi perencanaan dalam penanganan letusan Gunung Bromo.

LPBI NU Malang Gelar Simulasi Renkon Erupsi Gunung Bromo (Sumber Gambar : Nu Online)
LPBI NU Malang Gelar Simulasi Renkon Erupsi Gunung Bromo (Sumber Gambar : Nu Online)

LPBI NU Malang Gelar Simulasi Renkon Erupsi Gunung Bromo

Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman dan kemampuan masyarakat di wilayah risiko tinggi untuk menghadapi kemungkinan meletusnya Gunung Bromo sehingga risiko dan dampak bencana dapat diminimalkan.

Secara geografis, desa Ngadas terletak di lereng Bromo yang merupakan wilayah risiko tinggi jika terjadi letusan Bromo. Kegiatan ini melibatkan lebih dari 300 orang dari semua unsur terkait seperti BPBD, Dinas Sosial, TAGANA, BAGANA, Dinas PU Cipta Karya, Dinas Kesehatan, PDAM, Polres, TNI/KODIM, LPBI NU, PMI, Relawan NU, SAR Awangga, RAPI, Komunitas JIP, Senkom, PUSKESDES, aparat kecamatan Poncokusumo, aparat dan masyarakat dari tiga desa yaitu Wringin Anom, Jarak Ijo dan Ngadas.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Menurut Ketua LPBI NU Malang Rurid Rudianto, simulasi renkon Gunung Bromo ini sengaja melibatkan seluruh komponen yang terlibat dalam penanganan bencana letusan Gunung Bromo dan masyarakat seluruh area yang terdampak letusan Gunung Bromo.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

“Keterlibatan semua pihak ini diharapkan agar benar-benar menggambarkan kejadian sebenarnya. Sehingga jika letusan terjadi, maka masyarakat dan pihak terkait sudah siap dan sudah tahu apa yang harus dilakukan sehingga risiko bencana betul-betul dapat diminimalkan,” kata Rurid.

Ketua PP LPBI NU Avianto Muhtadi mengatakan, Malang merupakan salah satu kabupaten yang rawan terjadi bencana di antaranya letusan Gunung Bromo.

Karenanya, diperlukan upaya secara bersama-sama dari berbagai pihak di Malang untuk menyusun perencanaan dalam penanganan bencana misalnya dalam bentuk dokumen Renkon agar ancaman ini dapat ditangani dan dikelola dengan baik dan memastikan berkurangnya risiko bencana di Malang.

LPBI NU melalui Program Penguatan Kelembagaan Penanggulangan Bencana telah bermitra dengan BPBD Provinsi Jawa Timur dan BPBD di empat kabupaten yang mencakup Malang, Trenggalek, Situbondo, dan Sampang dalam mengurangi risiko bencana (PRB).?

Program ini terlaksana melalui dukungan dari Australia Indonesia Facility for Disaster Reduction (AIFDR). Bentuknya berupa pendampingan pemerintah di empat kabupaten itu dalam penyusunan dokumen Rencana Kontijensi. Dokumen Rencana Kontijensi (Renkon) disusun berdasarkan hasil analisa risiko bencana dan identifikasi seluruh sumber daya yang tersedia di suatu daerah atau kawasan. (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Amalan VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock