Tampilkan postingan dengan label AlaSantri. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label AlaSantri. Tampilkan semua postingan

Minggu, 04 Maret 2018

KH Ahmad Shiddiq tentang Tawasuth dalam Amar Ma’ruf Nahi Munkar

KH Ahmad Shiddiq, Rais ‘Aam PBNU tahun 1984-1991, mengatakan, “Dalam ber-amar ma’ruf dan ber-nahi munkar,watak tawasuth juga tetap menjadi pegangan pokok. Demikian pula dalam pergaulan antara manusia di tengah-tengah masyarakat majemuk. Tawasuth dalam Islam bukanlah hasil dari dialektika tesis dan antitesis yang kemudian menimbulkan sintesis. Tawasuth Islam sudah ditetapkan oleh Allah SWT sesuai “strategi dan skenario agung.

Garapan pokok Islam adalah da‘wah ila-Llâh (ud‘û ilâ sabîli rabbika/wa man ahsana qaulan min man da‘â ila-Lâh, mengajak manusia untuk menempuh jalan Allah, jalan yang diridhai oleh Allah, jalan yang ditunjukkan oleh Allah SWT melalui Rasul-Nya. Dengan membawa Islam dan untuk melaksanakan Islam itulah Allah SWT mengutus para Rasul-Nya.

KH Ahmad Shiddiq tentang Tawasuth dalam Amar Ma’ruf Nahi Munkar (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Ahmad Shiddiq tentang Tawasuth dalam Amar Ma’ruf Nahi Munkar (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Ahmad Shiddiq tentang Tawasuth dalam Amar Ma’ruf Nahi Munkar

Berbagai macam sarana dapat dipergunakan untuk da‘wah ila-Llâh ini, mulai dari harta benda, tenaga, ilmu, teknologi, wibawa, lembaga sosial dan negara, sebagai salah satu wujud persekutuan sosial plus kekuasaan di dalamnya, juga merupakan salah satu sarana untuk menciptakan tata kehidupan yang diridhai oleh Allah pula, menuju rahmatan lil ‘âlamîn.”

(Penggalan wawancara KH Fahmi D Saifuddin dengan KH Ahmad Shiddiq yang tertuang dalam buku Islam,Pancasila,dan Ukhuwah Islamiyah. Buku yang terbit pertama kali pada tahun 1985 ini merupakan rangkuman dari rekaman wawancara dalam beberapa kali kesempatan sejak sebelum Munas Alim Ulama tahun 1983 hingga jelang Rapat Pleno Gabungan PBNU pada pertengahan tahun 1985)

(Red: Mahbib)

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Anti Hoax, Khutbah, AlaSantri VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

TPQ Mendidik Anak Berakhlak Qur’ani

Demak, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Pendidikan dasar untuk anak usia dini sangat penting. Pendidikan pada umur itu bagaikan menulis di kertas putih dan polos, tergantung siapa menulis dan bagaimana bentuk tulisannya. Di sinilah langkah awal orang tua menanamkan ideologi atau akidah anak sebagai pondasi awal keimanan dan ketakwaan.

Demikian disampaikan salah seorang Ketua Pimpinan Pusat Fatayat NU Hj.Ida Nur Sa’adah saat mengisi ceramah pada wisuda anak anak TPQ dan RA Raudlatun Najah Desa Getas, Kecamatan Wonosalam, Demak, Jawa Tengah, Sabtu malam (29/6).

TPQ Mendidik Anak Berakhlak Qur’ani (Sumber Gambar : Nu Online)
TPQ Mendidik Anak Berakhlak Qur’ani (Sumber Gambar : Nu Online)

TPQ Mendidik Anak Berakhlak Qur’ani

“Pentingnya pendidikan agama dalam hal ini baca Al-Qur’an bagi anak untuk menanamkan dasar atau pondasi keimanan dan ketaqwaannya jadi filter budaya global dalam kehidupannya,” ungkpa Ida.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Dalam kiprahnya, menurut Ida, TPQ selain mendidik santri dalam hal baca tulis Al-Qur’an, juga diharap para guru dalam mengajarkannya bisa mengimplementasikan akhlak anak anak menjadi akhlak Al-Qur’an yang senantiasa membentengi sifat-sifat sayyi’ah (buruk, red.) manusia.

Dalam hal tersebut, ia menukil pendapat Imam Ghozali yang mengatakan kategori sifat manusia yang terbagi empat, yakni sifat subu’iyyah (buas) sifat bihimiyyah (nafsu binatang), sifat syaithoniyyah (nafsu syetan), sifat robbaniyyah (sifat sifat Allah).

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

“Untuk mengembangkan dan mengamalkan sifat robbaniyyah pendidikan agama dan doa orang tua menjadi kunci utama pembentukan generasi yang berakhlkaqul karimah,” terangnya.

Ia juga mengatakan, TPQ mendidik santri membaca Al-Qur’an dengan “murottal mujawwaj” tartil dan benar membentuk akhlak Qur’ani sesuai sifat sifat robbaniyyah.

Dalam kesempatan yang sama pengasuh TPQ dan RA Darun Najah yang juga Syuriyah MWC NU Wonosalam KH Ali Mahmudi menyampaikan, dalam tahun ini lembaga yang diasuhnya berhasil mewisuda 22 santri yang khatam bin nadhor (tartilan 30 juz)  dan khatam juz amma bil ghoib dari 120 santri yang masih aktif belajar,

“Alhamdulillah dalam perkembangannya tiap tahun santri kami bertambah, ini berkat kesadaran warga akan pentingnya baca tulis Al-Qur’an. Di tahun ini kami berhasil mewisuda 22 santri baik bin nadhor 30 juz maupun juz amma bil ghoib,” kata KH Ali Mahmudi.

Acara wisuda dan khaflah akhir sanah tersebut selain dihadiri santri dan wali santri juga dihadiri jamaah dari warga sekitar, selain itu juga dihadiri Pengurus Cabang NU KH Saronji Dahlan, Ketua DPRD Demak KH Muchlasin Daenuri dan Muspika Wonosalam.

Redaktur     : Abdullah Alawi

Kontributor : A.Shiddiq Sugiarto

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Halaqoh, AlaSantri VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Jumat, 23 Februari 2018

Pemuda Ansor Harus Bisa Teladani Sahabat Ansor Rasulullah

Tegal, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Perhelatan Konferensi Anak Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Pagerbarang Kabupaten Tegal, Senin (25/12) berlangsung sukses.

Dalam ajang tersebut secara aklamasi sepakat menetapkan Qomaruzzaman sebagai Ketua PAC Ansor Kecamatan Pagerbarang terpilih masa bakti 2018-2020 menggantikan ketua sebelumnya Faizin.

Pemuda Ansor Harus Bisa Teladani Sahabat Ansor Rasulullah (Sumber Gambar : Nu Online)
Pemuda Ansor Harus Bisa Teladani Sahabat Ansor Rasulullah (Sumber Gambar : Nu Online)

Pemuda Ansor Harus Bisa Teladani Sahabat Ansor Rasulullah

 

"Semoga ketua yang nanti terpilih menjadikan PAC GP Ansor Pagerbarang menjadi lebih baik ke depannya," ujar Ketua Konferensi Agung Biyantoro

Ketua Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama Kecamatan Pagerbarang, Abdul Ghoni Alhafidz menyampaikan apresiasi dan memberikan semangat kepada Pemuda Ansor.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Menurutnya, para pemuda Ansor harus bisa meneladani sahabat Ansor yang dulu membantu dan mengawal Perjuangan Rasulullah SAW.

"Ansor yang sekarang adalah membantu dan mengawal perjuangan para ulama, mengawal NU dan mengawal NKRI.

NKRI jaya dan Pancasila Jaya," tandasnya

Sementara itu, Ketua PAC GP Ansor NU Kecamatan Pagerbarang demisioner Faizin mengungkapkan, pada masa kepemimpinannya banyak kegiatan yang yang dilaksanakan, meski masih banyak kekurangannya.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

"Semoga kaderisasi ini berjalan dengan baik. Kepemimpinan baru di bawah komando Sahabat Qomaruzzaman bisa membawa lebih baik PAC GP Ansor di Kecamatan Pagerbarang ke depan," harapnya

Di sisi lain, Rais Syuriyah MWCNU Kecamatan Pagerbarang Kiai Muhtadi berharap kepada pengurus Ansor yang baru bisa memajukan Ansor dengan program ekonomi.

Konferensi dihadiri Camat Pagerbarang, Kapolsek Pagerbarang, Danramil Pagerbarang, Pengurus MWCNU dan Badan Otonom NU Kecamatan Pagerbarang. (Hasan/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth AlaSantri, Pemurnian Aqidah VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Rabu, 21 Februari 2018

Gus Dur: Bencana Tak Usah Dihubungkan dengan Kekuasaan

Jakarta, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Ketua Dewan Syuro Dewan Pimpinan Pusat Partai Kebangkitan Bangsa (DPP PKB) KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) mengajak segenap bangsa Indonesia untuk optimis dan rasional dalam menghadapi bencana yang terjadi akhir-akhir ini. Bencana sedianya tidak hanya dilihat dari aspek mistiknya saja.

"Indonesia ini memang rawan bencana, dan bangsa ini harus siap menghadapi dengan perhitungan rasional, nggak usah dihubung-hubungkan dengan berkuasanyya seseorang,” kata Gus Dur dalam Konser Amal DPP PKB untuk gempa Yogyakarta dan Jawa Tengah di Gedung Kesenian Jakarta, Kamis (29/6) malam.

Gus Dur: Bencana Tak Usah Dihubungkan dengan Kekuasaan (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Dur: Bencana Tak Usah Dihubungkan dengan Kekuasaan (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Dur: Bencana Tak Usah Dihubungkan dengan Kekuasaan

Dikatakan Gus Dur, bangsa Indonesia harus memiliki keyakinan untuk bisa bertahan dari segala macam bencana. Menurutnya letak wilayah Indonesia sangat rawan bencana dan butuh pemikiran bagaimana menanggulangi bencana yang akan terus terjadi. Pemerintah diharapkan memperhitungkan faktor posisi Indonesia dalam menjalankan program pembangunannya. “Harus ada langkah-langkah rasional,” katanya di hadapan para tamu dan ratusan massa PKB.

Konser Amal malam itu, menurut  Andi M. Ramly, Ketua Panitia Konser Amal PKB, merupakan bagian dari kepedulian PKB atas musibah yang melanda Yogyakarta dan Jawa Tengah. Diharapkan dari konser amal itu dapat terkumpul Rp. 300 juta, yang rencananya akan langsung diberikan kepada korban gempa pada 9 Juli nanti, dalam acara Tabliq Akbar yang akan diadakan di Bantul, Yogyakarta.

Konser Amal dihadiri sejumlah fungsionaris DPP PKB dan dimeriahkan oleh beberapa artis ibukota, di antaranya Rieke Dyah Pitaloka, Franky Sahilatua, dan Sukilah dengan diiringi musik Ki Ageng Ganjur pimpinan Ngatawi el-Zastrouw. (nam)

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Pendidikan, AlaSantri, Santri VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Minggu, 04 Februari 2018

Pertandingan Sepakbola Api GP Ansor Pacitan Berlangsung Meriah

Pacitan, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth - Nahdlatul Ulama dikenal sebagai jamiyyah yang kaya dengan warna eksotik, mistis, sekaligus spiritual. Untuk terus menjaga kekayaan jagad NU itu, GP Ansor Pacitan menggelar sepakbola api "Brojo Geni" di alun-alun Pacitan, Sabtu (7/10) malam.

Ketua GP Ansor Pacitan Khoirul Anam mengatakan, sepakbola api ini merupakan agenda rutin tahunan sejak 2015 dan digelar untuk memeriahkan tahun baru hijriyah. Brojo geni dikemas dengan pertandingan sepakbola yang diikuti oleh 12 Pimpinan Anak Cabang GP Ansor se-Pacitan.

Pertandingan Sepakbola Api GP Ansor Pacitan Berlangsung Meriah (Sumber Gambar : Nu Online)
Pertandingan Sepakbola Api GP Ansor Pacitan Berlangsung Meriah (Sumber Gambar : Nu Online)

Pertandingan Sepakbola Api GP Ansor Pacitan Berlangsung Meriah

"Kegiatan ini merupakan bentuk implementasi visi misi kami. Salah satunya yaitu kita erat dengan slogan al-muhafazhah alal qadimis shalih wal akhdzu bil jadidil ashlah. Budaya-budaya dalam Islam, budaya yang ada di kita, khususnya budaya di Pacitan akan terus kami jaga," katanya di hadapan ratusan penonton.

Ia melanjutkan, sepakbola api merupakan budaya lama yang telah mengakar di pesantren sehingga layak diteruskan oleh keluarga besar Nahdlatul Ulama baik Ansor atau Banser. "Secara organisatoris GP Ansor Pacitan tidak menutup diri untuk terus berkembang dan menerima budaya baru yang lebih baik," tegasnya.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Agus Susanto saat membaca sinopsis Brojo Geni mengatakan, filosofi permainan bola api yang diajarkan oleh kiai kepada para santrinya mempunyai makna yang dalam. Ketakwaan dilambangkan dengan puasa sebelum memulai permainan, pengendalian nafsu dilambangkan dengan bola api yang selalu menyala dan berbuat baik kepada sesama yang dilambangkan kerja sama saling menghargai antarpemain.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Pertandingan sepakbola brojo geni ditandai dengan tendangan pertama yang dilakukan oleh Wakil Bupati Pacitan H Yudhi Sumbogo, didampingi Rais Syuriyah PCNU KH Abdullah Sadjad, Ketua PCNU Pacitan KH Mahmud, dan Kepala Kankemenag Pacitan H Nurul Huda.

Para pemain sepakbola api ini sebagian besar merupakan anggota Banser. Setiap tim terdiri dari lima orang pemain. Pertandingan digelar seperti layaknya pertandingan futsal biasa yang dipimpin oleh seorang wasit.  Sebelumnya para pemain telah melakukan tirakat dan ritual khusus, serta telah melewati serangkaian proses latihan.

Bola yang digunakan merupakan bola khusus yang terbuat dari sabut kelapa. Bola terlebih dahulu direndam ke dalam minyak tanah dan disulut api hingga terbakar. Butuh kemampuan khusus untuk memainkan permainan ala pesantren itu. Mereka yang pemberani sanggup berebut bola dan menendangnya ke gawang.

Antusias pemain dan penonton sepakbola api cukup besar sehingga pertandingan berlangsung dengan semarak. Para pemain menyuguhkan permainan terbaiknya dengan penuh sportivitas. Selama permainan berlangsung, dibacakanlah sholawat dan syi’iran Jawa yang dibawakan oleh jam’iyyah shalawat dari MWCNU Kecamatan Kebonagung.

Keluar sebagai juara pada pertandingan sepakbola api ini, tim Brojo Geni PAC GP Ansor Pringkuku setelah mengalahkan tim PAC Ngadirojo dengan skor akhir 2-1. Sementara juara tiga bersama diraih PAC Arjosari dan PAC Pacitan kota.

Pertandingan sepakbola api brojo geni ini terselenggara berkat kerja sama seluruh badan otonom Nahdlatul Ulama Pacitan. (Zaenal Faizin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Tokoh, AlaSantri VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Jumat, 26 Januari 2018

IPNU-IPPNU Purworejo Luncurkan Toko Online

Purworejo, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

IPNU-IPPNU Purworejo meluncurkan Toko Online Pelajar NU, Jumat (8/4) yang beralamatkan di toko.pelajarnupurworejo.org. Toko Online ini akan menjadi sub-fasilitas dari web utama pelajarnupurworejo.org. Meski masih dalam tahap pengembangan, toko online ini sudah mulai bisa digunakan. Pengunjung bisa dengan mudah mendaftar untuk kemudian posting hasil dagangannya. Untuk Mendaftar pun sangat mudah tidak memakan waktu sampai 5 menit.

Menurut ketua IPPNU Purworejo, Rani Pranita, toko online ini dibuat mengingat fenomena kader di daerah yang sebenarnya memiliki banyak usaha, baik dalam bentuk jasa maupun kerajinan namun kesulitan memasarkannya.

IPNU-IPPNU Purworejo Luncurkan Toko Online (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPPNU Purworejo Luncurkan Toko Online (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU-IPPNU Purworejo Luncurkan Toko Online

"Banyak sekali rekanita IPPNU maupun temen-temen di IPNU di desa-desa yang kesulitan mengembangkan produknya. Mau memasarkan online susah. Membuat website harus mengeluarkan biaya dan susah, jadi kita sediakan ruangnya. Mudah diakses mudah digunakan,” terang Rani Pranita.

Rencananya toko online ini akan disosialisasikan secara menyeluruh baik secara online maupun lewat turba ke daerah-daerah. Rani berharap, IPNU-IPPNU benar-benar bisa menjadi teman dalam memaksimalkan potensi anak muda.

"Ini salah satu tantangan IPNU-IPPNU kedepan. IPNU-IPPNU tidak lagi hanya mencari kader dan kader tanpa tahu cara memaksimalkan potensi mereka," sambung Rani. (AN Khoirul Faizun/Fathoni)

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth AlaSantri, Quote, Sejarah VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Kamis, 25 Januari 2018

Kiai Hasyim Muzadi dan Sandal Orang Kristen

Kiai Hasyim Muzadi dalam sebuah ceramah pernah berkisah tentang orang Kristen yang heran atas perilaku umat Islam ketika beribadah. “Gimana orang Islam ini. Wong ibadah kok sandalnya sering hilang?!”

Ledekkan ini dibalas santai Kiai Hasyim. “Ya mesti saja hilang, lha wong sandalnya enggak dipakai. Nah, sampean kan sepatunya dipakai pas di gereja.”

Kiai Hasyim Muzadi dan Sandal Orang Kristen (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Hasyim Muzadi dan Sandal Orang Kristen (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Hasyim Muzadi dan Sandal Orang Kristen

“Jadi yang hilang bukan sepatunya tapi sepeda motornya,” tambah Kiai Hasyim disambut tawa hadirin. ? (Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Pendidikan, AlaSantri VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Rabu, 17 Januari 2018

Kenang Jasa Gus Dur, Lintas Etnis Berdoa Bersama

Jombang, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Untuk mengenang jasa-jasa KH Abdurrahman Wahid, organisasi lintas etnis Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Kabupaten Jombang mengadakan peringatan haul kiai yan dikenal Gus Dur itu. Haul berlangsung di Gedung Pertemuan Tri Dharma Hok Liong Kiong, Selasa malam (16/12).

Seluruh peserta yang hadir pada malam itu, diajak berdoa bersama memakai bahasa etnisnya dengan satu orang perwakilan sebagai pimpinan masing-masing. Dari etnis Batak dipimpin Pendeta Herlina Sinaga, Safril dari etnis Minang, Dimyati etnis Jawa, dari etnis Madura H Syahroni, Nyoman dari etnis Bali, Feky Tololiu dari etnis Minahasa, dari Maluku Arik Rais Watineh dan dari etnis Cina dipimpin Yeni.

Kenang Jasa Gus Dur, Lintas Etnis Berdoa Bersama (Sumber Gambar : Nu Online)
Kenang Jasa Gus Dur, Lintas Etnis Berdoa Bersama (Sumber Gambar : Nu Online)

Kenang Jasa Gus Dur, Lintas Etnis Berdoa Bersama

Acara yang diikuti ratusan orang tersebut diharapkan untuk mengingat kembali kebaijikan Gus Dur terhadap seluruh golongan dalam memperjuangkan kesetaraan dan melawan ketidakadilan. “Hari ini kita harus merefleksikan peninggalan kebaikan Gus Dur untuk kita teladani,” kata H Ubaidillah ketua panitia pelaksana kegiatan yang juga mantan ketua Ansor Jombang ini.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

H Syaifullah Yusuf juga turut hadir dalam kesempatan tersebut. Menurut Wakil Gubernur Jawa Timur, Gus Dur meyakini bahwa demokrasi yang akan mengantarkan pada kesejahteraan Indonesia. Demokrasi yang menghilangkan ketidakadilan. “Sehingga seharusnyalah masyarakat menjaga warisan demokrasi dari Gus Dur,” ungkap pria yang akrab disapa Gus Ipul.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Hal senada juga disampaikan KH Abdurrahman Usman, Ketua FPK Kabupaten Jombang. Bahkan pihaknya akan mengadakan kegiatan serupa di akhir Desember ini di aula kantor Bakesbangpolinmas Jombang untuk mempererat persatuan etnis yang ada di Indonesia khususnya di daerahnya.

“Begitu besar jasa Gus Dur untuk kita, sehingga kami merasa penting untuk menggelar acara haul ini untuk mengajak masyarakat mengingat dan meneladani Gus Dur,” jelas Kiai asal Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas ini.

Selain tokoh lintas etnis, tokoh lintas agama dan tokoh ormas juga hadir dalam kegiatan ini. Terlihat di meja tamu kehormatan barisan depan, Ketua Tanfidiyah PCNU Jombang Dr KH Isrofil Amar bersama istri Ny Hj Fauziyah. (Romza/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Kyai, AlaSantri VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Senin, 15 Januari 2018

Gandeng JQH, IPNU-IPPNU Sukoharjo Rayakan Maulid

Sukoharjo, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Sukoharjo bersama Jam’iyyah Al-Qurra wa Al-Huffazh (JQH) Al-Wustha IAIN Surakarta mengadakan kerjasama dalam bidang sholawat dan kajian keislaman untuk memperingati maulid Rasul SAW.

Mereka menggelar sholawatan bersama di mushola Al-Ilham, Kartasura, Ahad (12/1) pagi.

Gandeng JQH, IPNU-IPPNU Sukoharjo Rayakan Maulid (Sumber Gambar : Nu Online)
Gandeng JQH, IPNU-IPPNU Sukoharjo Rayakan Maulid (Sumber Gambar : Nu Online)

Gandeng JQH, IPNU-IPPNU Sukoharjo Rayakan Maulid

Sebelumnya Ketua PC IPPNU Sukoharjo dan Ketua IPPNU PAC Kartasura bersilaturahmi dengan JQH Al-Wustha, kata seorang pengurus JQH Asrul yang juga mahasiswa Fakultas Syariah, Rabu (15/1).

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Keduanya mengajak JQH Al-Wustha mengisi acara rutinan Germas (Gerakan Remaja Pecinta Sholawat) yang dilaksanakan IPNU dan IPPNU Sukoharjo.

Bagi JQH Al-Wustha, kegiatan itu merupakan salah satu wujud pengabdian masyarakat “dalam rangka menjaga kearifan lokal. Tentunya bertujuan membangun ruang lingkup dakwah yang lebih luas,” terang Asrul.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Sementara itu Ketua IPPNU PC Sukoharjo Fitria Ayu Luthfi mengharapkan kegiatan ini bisa menjadi batu loncatan bagi IPPNU yang beberapa tahun lalu “mati suri”. (Ahmad Rosyidi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Kajian Sunnah, AlaSantri VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Selasa, 09 Januari 2018

PBNU Ikhbarkan, Idul Fitri pada Senin

Jakarta, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Dalam rangka penentuan awal bulan Syawal 1435 H, tim rukyatul hilal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Lanjah Falakiyah NU pada hari Ahad, 27 Juli 2014 telah melakukan rukyatul hilal bil fi’li di beberapa lokasi rukyat yang telah ditentukan dan telah berhasil melihat Hilal.

PBNU Ikhbarkan, Idul Fitri pada Senin (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Ikhbarkan, Idul Fitri pada Senin (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Ikhbarkan, Idul Fitri pada Senin

Atas dasar rukyatul hilal tersebut, sesuai dengan pendapat al madzahibul arbaa’ah, maka dengan ini PBNU mengikhbarkan atau memberitahukan bahwa awal bulan Syawal 1435 Hijriyah jatuh pada hari Senin, 28 Juli 12014.

Kepada warga NU dan umat Islam pada umumnya, kami sampaikan, selamat merayakan Idul Fitri 1 Syawal 1435 H dengan penuh suka cita. Mohon maaf lahir dan batin. 

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Semoga ibadah puasa kita dan rangkaian ibadah lainnya selama bulan Ramadhan diterima Allah SWT dan semoga pula amaliyah bulan Ramadhan bisa berlanjut pada bulan-bulan berikutnya. (mukafi niam)





VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth AlaSantri, Cerita, Budaya VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Ucapan Selamat Muktamar NU Warnai Sudut Kota Mataram

Jakarta, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Nuansa Muktamar ke-33 NU di Jombang yang kini tinggal menghitung hari, semakin terasa bagi warga NU di NTB. Ucapan selamat dan sejenisnya sudah terpasang di sudut-sudut kota Mataram, Nusa Tenggara Barat.

Untuk menyebut salah satunya, persis seperti yang terpampang di pagar SMA Al-Maarif Kota Mataram jalan Pendidikan nomor 6 Kota Mataram. Ucapan selamat Muktamar NU datang dari IPNU NTB.

Ucapan Selamat Muktamar NU Warnai Sudut Kota Mataram (Sumber Gambar : Nu Online)
Ucapan Selamat Muktamar NU Warnai Sudut Kota Mataram (Sumber Gambar : Nu Online)

Ucapan Selamat Muktamar NU Warnai Sudut Kota Mataram

"Ini penting dipasang sebagai betuk dukungan dan semangat kami berorganisasi di NU walaupun agenda ini tempatnya di Jombang, tapi ini kegiatan nasional," kata Ketua IPNU NTB Syamsul Hadi, Rabu Siang (29/7) siang.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Menurut Syamsul, dengan ucapan seperti ini, maka masyarakat umum akan tahu. Karena, tidak semua tercover oleh media tentang kegiatan tersebut.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

"Pesan moral melalui spanduk, kami harapkan agar masyarakat umum tahu. Masak agenda nasional tapi gak ada yang tahu? Lewat inilah antara lain kegiatan Muktamar NU bisa tersosialisasikan," tutupnya. (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth AlaSantri VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Minggu, 07 Januari 2018

Lakpesdam Jepara Fasilitasi Suku Dayak Losarang Belajar Inklusi

Jepara, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Pengurus Cabang (PC) Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia NU (Lakpesdam NU) Jepara memfasilitasi kelompok Perempuan Cahaya Mandiri Desa Dermolo Kembang dan Suku Dayak Losarang Indramayu melakukan kunjungan belajar inklusi di Desa Plajan, Kecamatan Pakis Aji, Jepara, Jawa Tengah.

Kegiatan yang berlangsung Jumat (22/4) tersebut, menurut Ketua PC Lakpesdam NU Jepara, Ahmad Sahil bertujuan agar prinsip toleransi antarumat beragama sangat diperlukan untuk menghindari konflik yang disebabkan oleh perbedaan keyakinan.

Lakpesdam Jepara Fasilitasi Suku Dayak Losarang Belajar Inklusi (Sumber Gambar : Nu Online)
Lakpesdam Jepara Fasilitasi Suku Dayak Losarang Belajar Inklusi (Sumber Gambar : Nu Online)

Lakpesdam Jepara Fasilitasi Suku Dayak Losarang Belajar Inklusi

“Semoga dengan agenda belajar kunjungan inklusi ini, kita bisa menambah wawasan dan pembelajaran tentang arti kemajemukan. Kita berharap perbedaan dalam bentuk apapun, baik agama, budaya, maupun etnis, tidak menjadikan penghambat untuk saling menghargai dan menghormati,” kata Gus Sahil sebagaimana rilis yang diterima VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Dipilihnya Desa Plajan sebagai lokasi kunjungan karena mempunyai kultur masyarakat yang heterogen dan terdiri dari berbagai macam agama seperti Islam, Hindu, dan Kristen.

Uniknya, mereka mampu hidup berdampingan secara harmonis. Hal ini tidak lepas dari peran aparat pemerintah desa yang selalu melibatkan warganya dalam setiap perumusan kebijakan yang bersifat publik.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

“Pemeluk Islam di Plajan ada 7.223 orang, Kristen 37 orang, dan Hindu 789 orang. Untuk mencegah konflik, pemerintah desa berusaha melibatkan seluruh golongan dalam setiap kebijakan yang akan diambil. Kami duduk bersama, dialog, kira-kira apa saja yang perlu kita kerjakan bersama,” urai Priyatin, Petinggi Desa Plajan.

Dalam acara tersebut, masing-masing perwakilan tokoh lintas agama di desa Plajan memberikan pandangannya mengenai pentingnya makna multikulturalisme dan kebhinekaan.

Tupomo selaku perwakilan tokoh agama Islam berpandangan bahwa keyakinan agama seseorang tidak bisa dipaksakan, sebab berkaitan dengan hati dan petunjuk Tuhan.

“Bagi umat Islam, agama adalah hidayah. Itu adalah hak prerogatif Allah. Sampai kini, kami tidak curiga terhadap agama Hindu dan Kristen karena mereka juga bersikap baik kepada kami,” ujarnya.

Berbeda dengan Islam, agama Hindu memegang teguh ajaran memanusiakan manusia dan mempercayai Karmapala.

“Jika kita memaksakan orang lain untuk ikut agama kita, itu bertentangan dengan ajaran Hindu, karena kami mengusung humanisme. Di Hindu juga ada konsep karmapala, yaitu setiap perbuatan baik maupun buruk pasti akan kembali pada diri kita. Jika saya memaksakan agama Hindu untuk dianut orang lain, pasti agama lain juga akan bertindak yang sama. Makanya, masing-masing agama harus saling instropeksi dari dalam,” kata Mulyadi, Sekretaris Parisada Hindu Dharma Indonesia Kabupaten Jepara.

Hal senada juga diungkapkan Pdt. Sumihar Tambunan dari perwakilan tokoh agama Kristen. “Saya berterima kasih kepada pemerintah desa Plajan dan seluruh masyarakat. Meskipun kami termasuk golongan minoritas, tapi selaludilibatkan dalam kegiatan-kegiatan kemasyarakatan dan keagamaan.”

Acara dihadiri oleh tokoh lintas agama desa Plajan, Lakpesdam Indramayu, Perangkat Desa Krimun Kecamatan Losarang Indramayu, IPNU-IPPNU,? Karang Taruna Desa Dermolo, dan Perangkat Desa Dermolo Kembang Jepara.

Peserta juga diajak berkeliling ke kawasan Gong Perdamaian Duniadi desa Plajan sebagai simbol kerukunan yang sudah diakui oleh 202 Negara yang ada di dunia. (Syaiful Mustaqim/Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth AlaSantri, Hadits VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Jumat, 05 Januari 2018

Dari Sarang, Ulama Khos NU Memanggil

Jam’iyah Nahdlatul Ulama, khususnya kalangan pesantren telah meletakkan pondasi kuat, baik dalam memperjuangkan kemerdekaan, merancang dasar negara, dan meneguhkan eksistensi kebhinnekaan bangsa Indonesia. Namun, eskalasi gerakan intoleran yang bersumber organisasi-organisasi dengan membawa misi paham transnasional kian menjadi ancaman serius bagi keberlangsungan persatuan bangsa.

Hal itu termasuk salah satu problem pelik yang seolah organisasinya saat ini ‘dibiarkan’ oleh yang empunya kebijakan. NU dana warganya seolah-olah hanya menjadi pemadam kebakaran saja. Problem pelik lainnya yaitu percaturan politik yang saat tereduksi kepentingan pribadi bahkan tak segan-segan menjual agama untuk mencapai syahwat politiknya. Belum lagi kesenjangan ekonomi yang saat ini semakin menganga antara si kaya dan si miskin, problem, kesejahteraan, dan lain sebagainya.

Menyikapi problem krusial tersebut, para ulama khos NU menggalang pemikiran dan gerakan nyata di Pondok Pesantren Al-Anwar Sarang, Rembang, Jawa Tengah pada 16 Maret 2017 lalu. Sebanyak 99 Ulama Khos tersebut merajut sumber daya, baik tenaga dan pikiran untuk mencari jalan terbaik bagi kelangsungan hidup bangsa ini menuju kemajuan dan keberadaban dalam bingkai keberagaman.

Dari Sarang, Ulama Khos NU Memanggil (Sumber Gambar : Nu Online)
Dari Sarang, Ulama Khos NU Memanggil (Sumber Gambar : Nu Online)

Dari Sarang, Ulama Khos NU Memanggil

Majalah Risalah NU edisi April-Mei 2017 ini mengangkat secara khusus laporan terkait majelis ulama khos tersebut. Selain sajian informasi menarik lain dalam setiap rubrik, Risalah menyajikan taushiyah-taushiyah khusus dari para ulama khos NU seperti KH Maimoen Zubair, KH Tolchah Hasan, KH Ahmad Mustofa Bisri, KH Ma’ruf Amin, KH Dimyati Rois, KH Said Aqil Siroj, KH Nawawi Abdul Jalil, TGH Turmudzi Badruddin, KH Sanusi Baco, KH Abuya Muhtadi Dimyati, KH TK Bagindo M. Letter, dan kiai-kiai khos lain.

Meskipun persoalan yang dibahas adalah masalah-masalah serius, namun para kiai mampu membungkus kegiatan yang dihadiri oleh ribuan jamaah ini dengan situasi santai dan penuh dengan ger-geran. Artinya, para kiai NU yang sedari dulu terkenal dengan berbagai macam humornya ini berusaha tetap cair sehingga jalan keluar yang diharapkan dari problem-problem bangsa pun dapat mengalir deras.

Dari pertemuan ini, para kiai khos dari seluruh penjuru Nusantara menghasilkan Risalah Sarang. Risalah yang berisi lima poin pemikiran sebagai jalan keluar atas problem-problem bangsa ini didahului dengan mengangkat beberapa poin inti yang terdapat dalam Qonun Asasi NU yang ditulis oleh KH Muhammad Hasyim Asy’ari, Pendiri NU. Namun tanpa mengurangi rasa hormat, penulis hanya menampilkan kelima poin Risalah Sarang itu, sebagai berikut:

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Bismillahirrahmanirrahim

1. Nahdlatul Ulama senantiasa mengawal Pancasila dan NKRI serta keberadaannya tidak dapat bisa dipisahkan dari keberadaan NKRI itu sendiri. Nahdlatul Ulama mengajak seluruh ummat islam dan bangsa Indonesia untuk senantiasa mengedepankan pemeliharaan negara dengan menjaga sikap moderat dan bijaksana dalam menanggapi berbagai masalah. Toleransi, demokrasi dan terwujudnya akhlakul karimah dalam sendi-sendi kehidupan masyarakat harus terus diperjuangkan bukan hanya demi keselamatan dan harmoni kehidupan berbangsa, bernegara dan bermasyarakat di Indonesia ini saja, tetapi juga sebagai inspirasi bagi dunia menuju solusi masalah-masalah peradaban yang dihadapi dewasa ini.

2. Lemahnya penegakan hukum dan kesenjangan ekonomi merupakan sumber-sumber utama kegelisahan masyarakat selain masalah-masalah sosial seperti budaya korupsi, rendahnya mutu pendidikan dan sumberdaya manusia, meningkatnya kekerasan dan kemerosotan moral secara umum. Pemerintah diimbau agar menjalankan kebijakan-kebijakan yang lebih efektif untuk mengatasi masalah-masalah tersebut termasuk dengan menerapkan kebijakan-kebijakan yang lebih berpihak kepada yang lemah (afirmatif) seperti reformasi agraria, pajak progresif, pengembangan strategi pembangunan ekonomi yang lebih menjamin pemerataan serta pembangunan hukum ke arah penegakkan hukum yang lebih tegas dan adil dengan tetap menjaga prinsip praduga tak bersalah dalam berbagai kasus yang muncul. Penyelenggaraan negara oleh pemerintah dan unsur-unsur lainnya harus senantiasa selaras dengan tujuan mewujudkan maslahat bagi seluruh rakyat (tasharraful imam manutun bil maslahatirroiyyah).

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

3. Perkembangan teknologi informasi, termasuk internet dan media-media sosial, serta peningkatan penggunaannya oleh masyarakat membawa berbagai manfaat seperti sebagai sarana silaturahmi nasrul ilmi taawwun alal birri dan sebagainya, tetapi juga mendatangkan dampak-dampak negatif seperti cepatnya penyebaran fitnah dan seruan seruan kebencian, propaganda radikalisme, pornografi, dan halhal lain yang dapat merusak moral dan kerukunan masyarakat. Pemerintah diimbau untuk mengambil langkah-langkah yang lebih efektif baik dalam mengatasi dampak-dampak negatif tersebut maupun pencegahanpencegahannya. Pada saat yang sama para pemimpin masyarakat dihimbau untuk terus membina dan mendidik masyarakat agar mampu menyikapi informasi-informasi yang tersebar secara lebih cerdas dan bijaksana sehingga terhindar dari dampak-dampak negatif tersebut.

4. Para pemimpin negara, pemimpin masyarakat, temasuk pemimpin Nahdlatul Ulama agar senantiasa menjaga kepercayaan masyarakat dengan senantiasa arif dan bijaksana dalam menjalankan tugas masing-masing dengan penuh tanggung jawab adil dan amanah dengan menomorsatukan kemaslahatan masyarakat dan NKRI.

5. Para ulama dalam majlis ini mengusulkan diselenggarakannya forum silaturrahmi di antara seluruh elemen-elemen bangsa untuk mencari solusi berbagai permasalahan yang ada, mencari langkah-langkah antisipatif terhadap kecenderungan-kecenderungan perkembangan di masa depan serta rekonsiliasi diantara sesama saudara sebangsa. Nahdlatul Ulama diminta untuk mengambil inisiatif bagi terwujudnya forum tersebut.

? ? ? ? ?

Sarang, 16 Maret 2017

Selain liputan khusus tentang Silaturrahim Nasional Alim Ulama Nusantara tersebut, Majalah Risalah NU juga menyajikan berbagai informasi penting terkait Istighotsah Akbar yang diselenggerakan PWNU Jawa Timur pada 9 April 2017 lalu. Majalah gawangan Mustafa Helmy dan kawan-kawan ini juga mengulik secara mendalam terkait program Kredir Usaha Rakyat (KUR) agar lebih memperhatikan potensi sumber daya yang dimiliki NU.

Selain itu, opini juga siap mengisi input para pembaca dari Sekjen PBNU HA. Helmy Faishal Zaini yang mengangkat judul “Menangkal Radikalisme Lewat Dakwah Virtual”. Juga dari Ketua Lakpesdam PBNU H Rumadi Ahmad yang mengangkat “Moderasi Pemikiran KH Hasyim Muzadi” untuk mengenang kepergian mendiang Ketua Umum PBNU periode 1999-2000 tersebut. Informasi-informasi bergizi bisa dibaca secara langsung dalam Majalah setebal 70 halaman ini. Selamat membaca!

(Fathoni Ahmad)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth AlaSantri VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Senin, 01 Januari 2018

Cegah Kejahatan Seksual pada Anak, Pemkab Probolinggo Rangkul Fatayat

Probolinggo, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo melalui Badan Pemberdayaan Masyarakat (Bapemas) melibatkan kader Fatayat NU di Probolinggo dalam bimbingan teknis (bimtek) terkait dengan kekerasan anak dan pelecehan seksual, Selasa (31/5). Pada pertemuan ini, pihak Pemkab Probolinggo menghadirkan narasumber dari BPPKB Probolinggo, Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Probolinggo, dan Bapemas Probolinggo.

Forum ini diselenggarakan untuk mencegah kekerasan terhadap anak dan pelecehan seksual.

Cegah Kejahatan Seksual pada Anak, Pemkab Probolinggo Rangkul Fatayat (Sumber Gambar : Nu Online)
Cegah Kejahatan Seksual pada Anak, Pemkab Probolinggo Rangkul Fatayat (Sumber Gambar : Nu Online)

Cegah Kejahatan Seksual pada Anak, Pemkab Probolinggo Rangkul Fatayat

Kepala Bapemas Probolinggo H Heri Sulistyanto mengatakan, kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk respon atas maraknya kasus pelecehan seksual, kekerasan anak, dan penyalahgunaan narkoba oleh anak muda.

“Perlu langkah konkret untuk menyelamatkan generasi muda bangsa yang notabene adalah calon-calon pemimpin di masa yang datang. Salah satunya kami sengaja menggandeng para kader Fatayat NU dengan harapan mampu memberikan sumbangsih di tengah-tengah masyarakat,” katanya.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Menurut Heri, saat ini pihaknya akan fokus dalam upaya pencegahan kekerasan terhadap anak dan pelecehan seksual dengan memanfaatkan lembaga yang sudah ada di Probolinggo. Mereka tentunya mengajak masyarakat untuk menjauhi minuman beralkohol, narkoba dan pornografi.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

“Harapannya kejadian-kejadian yang selama ini terjadi lambat laun bisa diselesaikan dengan baik. Sebab akar dari semua permasalahan mulai dari kekerasan anak dan pelecehan seksual adalah minumal beralkohol, narkoba, dan pornografi ,” tegasnya.

Sementara Sekretaris Fatayat NU Probolinggo Sofia menyambut baik upaya yang dilakukan Pemkab Probolinggo. Hal ini menandakan bahwa kader Fatayat NU dipercaya untuk terlibat dalam penanganan pencegahan kekerasan anak dan pelecehan seksual. (Syamsul Akbar/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth AlaSantri, Daerah, News VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Rabu, 20 Desember 2017

GP Ansor Sumbar dan Korem 032/Wirabraja Tegaskan Komitmen Kebangsaan

Padang, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth - Gerakan Pemuda Ansor sebagai generasi muda Indonesia diminta terus berjuang untuk bangsa dari segala bentuk ancaman yang merusak persatuan dan mengubah ideologi bangsa. Karena sekarang sudah ada gerakan separatis yang kembali bangkit untuk mencoba merongrong persatuan, kesatuan, dan? mengubah ideologi bangsa. Mereka terdiri atas gerakan separtis baru yang berwajah lama dan gerakan separatis lama yang mulai bangkit lagi.

Demikian disampaikan Danrem 032/Wirabraja Brigjend Bakti Agus F kepada pengurus GP Ansor Sumbar yang berkunjung di Makorem 032/Wirabraja Jalan Sudirman Padang, Jumat (22/4).

GP Ansor Sumbar dan Korem 032/Wirabraja Tegaskan Komitmen Kebangsaan (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Sumbar dan Korem 032/Wirabraja Tegaskan Komitmen Kebangsaan (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Sumbar dan Korem 032/Wirabraja Tegaskan Komitmen Kebangsaan

Ansor, menurutnya, terbukti memiliki komitmen keislaman dan kebangsaan. Gerakan radikal yang ada sekarang memang sedang merebak karena adanya transformasi pemikiran yang tidak diformulasi dengan baik sehingga merasa pemikiran mereka yang baik dan benar. Hal ini yang menimbulkan gerakan radikal. Karena merasa tidak puas dengan yang sudah ada sekarang,? merasa tidak lagi sesuai dengan pemikiran mereka.

Menurut Agus, kemauan dan kemampuan memahami jenis pikiran ini sangat diperlukan sehingga tidak menimbulkan kekeliruan dalam memahami pikiran. Apa semua pikiran itu cocok untuk bangsa ini? Belum tentu. Pendahulu kita telah memformulasikan pikiran untuk Indonesia sehingga bisa hidup dalam keragaman. Bangsa kita unik di mata dunia. Jangan dimasukan lagi? pikiran yang akan merusak? persatuan bangsa ini.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

"Sekarang bagaimana kita memperbaiki aspek-aspek yang sudah ada pada bangsa ini agar tetap maju ke depan dan tidak lagi pengulangan peristiwa yang akan membuat kita jauh tertinggal dari bangsa lain. Jangan? kembali lagi ke belakang sementara bangsa lain sudah maju. Dahulu bangsa di Asia Tenggara dan Asia belajar ke Indonesia. Memberikan bantuan untuk bangsa di Asia Tenggara bahkan Asia, namun sekarang kita yang menerima bantuan. Untuk itu mari bersama? bersinergi membangun bangsa ini," harap Agus.

Danrem 032/Wirabraja juga mengingatkan masalah narkoba. Sekarang semua lini sudah dirasuki narkoba. Berbagai cara dan taktik yang dilancarkan untuk membunuh generasi muda dengan narkoba. Ada acara yang dibuat agar generasi muda terpengaruh dengan narkoba,? mengaitkannya dengan intelegensi seseorang.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Apakah itu dengan mengkonsumsi? bisa meningkatkan daya ingat atau meningkatkan kepintaran. Ini sudah sangat memprihatikan sekali.

Ketua GP Ansor Sumbar Rahmat mengakui bahwa Ansor memiliki komitmen keislaman dan kebangsaan akan terus tetap berjuang seperti yang diharapkan Danrem 032 tersebut. Untuk itu, Ansor? berkerja sama dengan TNI terus berjuang memberantas narkoba. "Ansor memiliki semboyan Ke-NU-an, dan kebangsaan. Semboyan ini sangat menguatkan bahwa Ansor tidak ada toleransi dengan gerakan yang akan merongrong bangsa ini.”

Audiensi? dipimpin Ketua GP Ansor Sumbar Rahmat Tuanku Sulaiman. Ia hadir bersama Sekretaris Arianto, Wakil Ketua Agustian Piliang, Bendahara Almudasir, Wakil Sekretaris Johari Jamal, dan Ketua GP Ansor Padang Tan Gusli. (Armaidi Tanjung/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth AlaSantri, Sejarah, Doa VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Jumat, 15 Desember 2017

PMII Keluarkan Petisi Politik Untuk Caleg Terpilih

Purworejo, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Ratusan kader dari region PMII Danyang Sumbing yang meliputi cabang Purworejo, Wonosobo, Temanggung, dan Magelang menggelar aksi damai di depan kantor DPRD Purworejo, Kamis (17/4) malam. Mereka mengajukan empat poin petisi yang ditujukan untuk para caleg terpilih dalam pileg beberapa pekan lalu.

Koordinator aksi Muhammad Arifin mengatakan, aksi damai di depan gedung DPRD ini dilandasi atas keprihatinan mahasiswa terhadap maraknya politik uang yang terjadi pada pileg beberapa waktu lalu.

PMII Keluarkan Petisi Politik Untuk Caleg Terpilih (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Keluarkan Petisi Politik Untuk Caleg Terpilih (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Keluarkan Petisi Politik Untuk Caleg Terpilih

“Hampir seluruh caleg kemarin menggunakan uang untuk membeli suara agar menang,” kata Arifin yang memandu ratusan kader PMII berkumpul di trotoar jalan protokol depan gedung DPRD.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Keadaan itu, menurutnya, sangat memprihatinkan. Karena, politik transaksional rawan membuka keran kejahatan korupsi. Jika keadaan ini dibiarkan tanpa pengawalan aktifis mahasiswa, kami khawatir rakyat akan semakin sengsara.

Empat poin petisi berisi tuntutan DPRD untuk bekerja maksimal bagi masyarakat, tuntutan agar produk-produk DPRD harus prorakyat, menentang segala bentuk kejahatan korupsi, kolusi, dan nepotisme, dan komitmen PMII untuk mengawal anggota dewan lima tahun ke depan,  terus Arifin.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Petisi yang telah ditandatangani empat ketua pimpinan cabang PMII itu akan diserahkan kepada anggota dewan periode 2014-2019 usai mereka dilantik.

Tepat di depan plang DPRD, mereka membentuk barisan melingkar di mana di tengah barisan dinyalakan 54 buah lilin dan tumpeng sebagai penanda 54 tahun PMII.

Sementara itu, Ketua PC PMII Wonosobo Saman dalam orasinya mengatakan, komitmen PMII untuk mengawal birokrasi tersebut merupakan roh perjuangan dan komitmen pergerakan sebagai wujud kesetiaan terhadap rakyat.

“Refleksi 54 perjalanan PMII yang harus selalu dibenamkan dalam benak kader pergerakan adalah semangat menemani rakyat tertindas karena kesewenang-wenangan para penguasa. Semangat itu yang harus senantiasa membara dalam benak kita,” tandas Saman.

Aksi damai ini ditutup dengan doa untuk anggota dewan yang baru terpilih. (Lukman Hakim/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Khutbah, AlaSantri VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Selasa, 05 Desember 2017

Prof Quraisy Shihab Bahas Doa dan Harapan

Jakarta, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Kajian tematik tafsir Al-Qur’an asuhan Prof DR KH M Quraish Shihab setiap Ahad pertama di tiap bulan, mengupas perihal doa dan optimis dalam hidup, Ahad (1/2). Pada pengajian di kediamannya di Jeruk Purut, Jakarta Selatan ini, Prof Quraisy mengawalinya dengan kutipan ayat 94 surat Al-A’raf.

Prof Quraisy Shihab Bahas Doa dan Harapan (Sumber Gambar : Nu Online)
Prof Quraisy Shihab Bahas Doa dan Harapan (Sumber Gambar : Nu Online)

Prof Quraisy Shihab Bahas Doa dan Harapan

Prof Quraisy menganjurkan agar kita berdo’a tidak hanya untuk individu melainkan juga untuk orang lain, serta tidak malu untuk meminta do’a kepada orang yang lebih rendah. “Karena Rasulullah SAW pun tetap minta dido’akan ketika sahabat Umar RA akan berpamitan berangkat umrah ke tanah suci,” ujar Prof Quraisy.

Peranan do’a antara lain menjadikan seorang hidup dalam optimisme. “Karena, jika seorang telah memohon kepada siapa saja yang diyakini Maha Kuasa terlepas dari diterima atau tidaknya, pada dasarnya orang itu telah hidup dalam optimisme,” kata Prof Quraisy.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Menurut Prof Quraish, Allah sangat suka mendengar hamba-hamba-Nya berdo’a. Banyak hadits berbicara soal keutamaan berdo’a terutama di sepertiga malam.

Ia menganjurkan jamaah untuk berdoa apa saja asalkan itu wajar. Allah sendiri akan menegur sekalipun seorang Nabi jika doanya kurang pas. Teguran ini pernah Allah layangkan terhadap Nabi Nuh atas do’a untuk anaknya, Nabi Ibrahim untuk bapaknya, dan lain sebagainya.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Ketulusan adalah syarat mutlak bagi seorang yang memanjatkan do’a. Seseorang juga tidaklah etis jika berdo’a dengan doa yang buruk-buruk, terlebih hanya untuk kepentingan dunia dengan mengabaikan akhirat.

“Karena, do’a itu adalah kita merengek kepada Tuhan sebagaimana anak merengek kepada orang tua, dan orang tua tahu apa yang wajar untuk anaknya”.

Tampak hadir pada acara tersebut mantan Menko Kesra di era Gus Dur Prof DR Alwi Shihab dan para Mahasiswa Pusat Studi Al-Qur’an (PSQ). (Anwar Kurniawan/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Doa, Pesantren, AlaSantri VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Senin, 04 Desember 2017

Pergunu Harus Punya Komitmen Tingkatkan Kulitas Guru NU

Bogor,VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) KH Asep Saifuddin Chalim mengatakan, guru NU harus punya komitmen untuk menumbuhkembangkan faham Ahlusunnah wal Jama’ah di tempat mengajar masing-masing.

Menurut Asep, guru-guru NU tetap harus melakukan hal itu meski tidak ada muatan lokal Aswaja. “Aswaja harus disisipkan pada semua bidang studi ketika guru memberikan pelajaran di kelas,” tegasnya pada pelantikan Pimpinan Cabang Pergunu Kabupaten Bogor Sabtu, (7/3).

Pergunu Harus Punya Komitmen Tingkatkan Kulitas Guru NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Pergunu Harus Punya Komitmen Tingkatkan Kulitas Guru NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Pergunu Harus Punya Komitmen Tingkatkan Kulitas Guru NU

Tak hanya itu, Asep juga menekankan pentingnya peningkatan kualitas guru-guru NU. Pernyataannya itu diperkuat Wakil Sekretaris Wilayah Pergunu Jawa Barat, Saepulloh, yang dalam waktu dekat akan melakukan kerja sama dengan UNU Cirebon dan UNINUS Bandung. “MoU sudah kami tandatangani awal maret lalu,” tambahnya yang hadir pada kesempatan itu.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Di tempat yang sama, Ketua Pimpinan Cabang Pergunu Kabupaten Bogor Ahmad Yani Matsani mengatakan, peningkatan kualitas guru NU penting dilakukan karena memikul tanggung jawab yang besar yaitu memberikan manfaat bagi umat.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Setelah pelantikan ini, kata dia, Pergunu akan segera menyusun program program kerja Pergunu kabupaten bogor 5 tahun ke depan.

Pria berdarah Madura yang menjadi salah satu Pengasuh Pondok Pesantren Daarul Ulum Lido ini percaya bahwa Pergunu akan membawa perubahan yang signifikan bagi gerakan pendidik dan pendidikan di Kabupaten Bogor.

Sementara Ketua PCNU Kabupaten Bogor KH Romdon mengatakan, Pergunu mempunyai peran strategis dalam perubahan mainset pendidikan yaitu mengembalikan niat dan tujuan guru dalam mendidik dengan ke ikhlasan agar kelak emreka mendapatkan keberkahan atas ilimu yang mereka dapat saat ini.

Acara yang dilaksanakan di Hotel Grand Orri Citeureup ini dihadiri seperti  Kepala Seksi Pendais Kemenag Kabupaten Bogor Dadan O Farid. Dia berharap Pergunu segera menunjukkan eksistensinya dengan mengadakan kegiatan kegiatan yang positif di dunia pendidikan Kabupaten Bogor. (Akhsan Ustadhi/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth AlaSantri, Daerah VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Kamis, 30 November 2017

Gus Tutut; Pesantren Lembaga Pendidikan Karakter Paling Profesional

Rembang, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth - Pondok pesantren adalah lembaga pendidikan yang paling? profesional yang pernah ada. Pesantren hingga kini terbukti sebagai lembaga terdepan di Indonesia dalam membentuk karakter peserta didik melebihi lembaga pendidikan model lainnya.

Demikian disampaikan Ketua Umum PP GP Ansor H Yaqut Cholil Qoumas (Gus Tutut) kepada VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth, Ahad (10/7).

Gus Tutut; Pesantren Lembaga Pendidikan Karakter Paling Profesional (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Tutut; Pesantren Lembaga Pendidikan Karakter Paling Profesional (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Tutut; Pesantren Lembaga Pendidikan Karakter Paling Profesional

Menurut Gus Tutut, pondok pesantren merupakan lembaga pengajaran dan pembentukan karakter yang paling profesional yang pernah ada.

Kiai di pesantren sebelum mengajarkan ilmunya kepada para santri, sudah dipastikan lebih dahulu melakukan sebelum memberikan pengajaran.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

"Kalau kiai di pondok pesantren sudah pasti ngelakoni apa yang diajarkan, mulai dari cara mendirikan shalat, cara bersuci, dan yang lain sebagainya,” kata Gus Tutut.

Karenanya mengenalkan anak dengan pesantren sejak dini merupakan awalan yang baik sebagai tahapan pembelajaran sejak dini. “Meskipun tak dipungkiri pendidikan konvensional sangat penting sebagai perimbangan.” (Ahmad Asmui/Alhafiz K)

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth AlaSantri, Kajian VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Rabu, 29 November 2017

SD Ta’mirul Islam Kenalkan Al-Quran Sedari Dini

Solo, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. SD Ta’mirul Islam Tegalsari Surakarta memperkenalkan peserta didik pada Al-Quran. Setiap pagi, sebelum Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) dimulai, para murid terlebih dahulu mengaji surat-surat Juz 30.

Koordinator Guru Al-Quran SD Ta’mirul Islam, Aris Paryanto mengatakan, hal itu dilakukan tiap hari untuk membiasakan mengaji dan mengenalkan Al Quran sejak dini kepada mereka.

SD Ta’mirul Islam Kenalkan Al-Quran Sedari Dini (Sumber Gambar : Nu Online)
SD Ta’mirul Islam Kenalkan Al-Quran Sedari Dini (Sumber Gambar : Nu Online)

SD Ta’mirul Islam Kenalkan Al-Quran Sedari Dini

Ia menambahkan, pelajaran Al-Quran memang menjadi salah satu unggulan di sekolah ini. Setiap hari di SD yang memiliki sekitar 1200 siswa ini diselenggarakan pelajaran Al-Qur’an, “Dalam pelajaran itu, selain mengaji secara bersama-sama (klasikal), siswa juga diberi kesempatan untuk menambah hafalan mereka,” katanya ” Kamis (30/5) lalu.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Aris menerangkan, targetnya juz ke-30 (Juz Amma) yang diikuti oleh para siswa dari kelas 1 sampai kelas 6. Dilakukan berjenjang, jadi tiap kelas ada target hafalan, semisal kelas 1 mesti hafal sampai Al-Alaq.

“Harapannya nanti ketika mereka telah lulus dari sini, minimal sudah hafal juz 30 dan dapat mengaji secara tartil,” imbuhnya.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Sebagai bahan evaluasi harian dijelaskan Aris menggunakan buku evaluasi tersendiri yang diberi nama buku prestasi. Buku tersebut setiap harinya harus dibawa siswa agar tambahan mengaji atau hafalan mereka terpantau.

Sedangkan untuk setahun sekali diadakan wisuda tahfidz juz 30 atau tes hafalan pada siswa yang sudah khatam minimal juz 30. Hal ini dilakukan untuk mengetahui kemampuan dan sekaligus apresiasi bagi anak didik yang telah hafal Al-Qur’an juz ke-30. Sedangkan bagi murid yang sudah melebihi target hafalan, semisal sudah hafal juz selain juz 30 juga diperbolehkan untuk ikut pada acara tersebut.

Redaktur: Abdullah Alawi

Kontributor: Ajie Najmuddin

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Nahdlatul Ulama, AlaSantri VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock