Tampilkan postingan dengan label AlaNu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label AlaNu. Tampilkan semua postingan

Selasa, 20 Februari 2018

1500 Muslimat NU se-Indonesia Bertemu di Jakarta

Jakarta, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Pimpinan Pusat Muslimat NU mengadakan pertemuan di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta dengan peserta sekitar 1500 orang. Pertemuan yang akan berlangsung Rabu (28/5) sampai sampai Ahad (1/6) dikemas dengan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) dan Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) Muslimat NU.

Menurut Sekretaris Umum Pimpinan Muslimat NU Hj Aniroh Slamet Effendi Yusuf, kegiatan tersebut dihadiri tak kurang dari 1.135 peserta dari pengurus pusat, wilayah, dan cabang, serta yayasan yang bernaung dibawah Muslimat NU.

1500 Muslimat NU se-Indonesia Bertemu di Jakarta (Sumber Gambar : Nu Online)
1500 Muslimat NU se-Indonesia Bertemu di Jakarta (Sumber Gambar : Nu Online)

1500 Muslimat NU se-Indonesia Bertemu di Jakarta

Aniroh menyebutkan  yayasan tersebut, yaitu Yayasan Kesejahteraan Muslimat (YKM) NU, Yayasan Pendidikan Muslimat (YPM) NU, Yayasan Haji Muslimat NU/Ikatan Haji Muslimat (YHM/IHM) NU, Yayasan Da’iyah Majlis Taklim Muslimat (HIDMAT) NU, dan Koperasi Annisa Muslimat NU yang masing-masing berasal dari 33 wilayah atau provinsi.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

“Itu yang resmi diundang. Tapi sepertinya yang hadir sekitar 1500 Muslimat NU dari seluruh Indonesia karena mereka biasanya membawa taman,” ungkapnya, pada "Ta’aruf Peserta Rakernas dan Mukernas NU dengan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo" di aula Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Selasa malam (27/5).

Apa yang dikatakan Aniroh, diakui Ketua Umum PP Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa. Menurut dia, peserta yang datang melebihi dari undangan, “Yang tadinya satu kamar untuk 8 orang, dihuni 20 orang,” katanya.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Bahkan, menurut Khofifah, pada pembukaan Rakernas yang akan berlangsung Rabu siang (28/5) oleh Wakil Presiden Boediono, sekitar 2000 Muslimat NU se-Jabodetabek akan hadir ke Asrama Haji.

Kegiatan bertema "Muslimat NU Berkhidmah untuk Indonesia Bermartabat" tersebut dihadiri Ketua PBNU Slamet Effendi Yusuf, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo, Alwi Shihab, Hj Aisah Hamid Baidlowi, Dorce Gamalama. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Nahdlatul, AlaNu, Lomba VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Selasa, 23 Januari 2018

Peluncuran Buku “Gus Dur di Mata Perempuan”

Yogyakarta, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Pimpinan Pusat Fatayat NU membedah buku ‘Gus Dur di Mata Perempuan’ terbitan Gading, Yogyakarta. Mereka bersama para aktivis di Yogyakarta, mencoba mengkaji buku yang akan dipasarkan pada 2015 mendatang di Pendopo Hijau Yayasan LkiS, Yogyakarta, Sabtu (6/12).

Buku setebal 294 halaman itu berisi pengalaman persinggungan para penulis dengan KH Abdurrahman Wahid. Mereka berasal dari pelbagai latar belakang. Para penulis kebanyakan memiliki pengalaman-pengalaman personal dengan kiai nyentrik itu.

Peluncuran Buku “Gus Dur di Mata Perempuan” (Sumber Gambar : Nu Online)
Peluncuran Buku “Gus Dur di Mata Perempuan” (Sumber Gambar : Nu Online)

Peluncuran Buku “Gus Dur di Mata Perempuan”

Hadir sebagai pembicara pada peluncura buku ini salah seorang kontributor Ciciek Farha dan pengurus Fatayat NU Yogyakarta Maghfiroh Rahayu.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Menurut Rahayu, buku ini memberikan perspektif baru dalam memandang sosok Gus Dur. Sebab buku-buku yang membahas tentang sosok Gus Dur kebanyakan ditulis oleh kalangan lelaki. Padahal semasa hidupnya Gus Dur lantang berjuang untuk membela kaum yang diperlakukan tidak adil, termasuk perempuan.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Secara garis besar, kata Rahayu, buku ini menjelaskan dua hal mengenai keterkaitan Gus Dur dengan isu-isu perempuan di level kebijakan dan praktek.

“Pada Munas NU 1997 di Lombok, Gus Dur mengeluarkan keputusan mengenai bolehnya perempuan menjadi pimpinan,” ujar Rahayu mencontohkan kebijakan Gus Dur. Keputusan ini sangat penting bagi kalanga perempuan.

Sementara Ciciek lebih mengenalkan sosok Gus Dur kepada anak-anak di kampung halamannya. Menurutnya, mengenalkan Gus Dur bisa dilakukan dengan berbagai cara. Salah satunya dengan permainan engrang dan musik.

“Selama ini engrang sering diasumsikan sebagai permainan anak laki-laki. Tapi di kampung halamannya, permainan ini dilakukan oleh semua anak-anak tanpa memandang jenis kelamin,” kata Ciciek. (Sarjoko Subejo/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Khutbah, AlaNu VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Minggu, 14 Januari 2018

PCNU dan GP Ansor Karanganyar Dilantik

Karanganyar, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) dan Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda GP Ansor Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah dilantik di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar Jl. Lawu, Sabtu (5/3).

PCNU dan GP Ansor Karanganyar Dilantik (Sumber Gambar : Nu Online)
PCNU dan GP Ansor Karanganyar Dilantik (Sumber Gambar : Nu Online)

PCNU dan GP Ansor Karanganyar Dilantik

Menurut Ketua Panitia Pelantikan, Jamaludin acara ini sangat spesial karena di hadiri PBNU, PWNU Jawa Tengah, PCNU dan MWCNU se-Solo Raya, Dandim Solo Raya, Kapolres Solo Raya, serta seluruh Satuan Kerja Pemerintah Daerah (SKPD) dan instansi pemerintah se-Kabupaten Karanganyar.

Dari pantauan VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth pada bagian registrasi, undangan yang hadir sekitar 3.000 orang lebih. Hadir tamu undangan dari Muhammadiyah, MTA, LDII Karanganyar, Kapolsek, Koramil, Camat, Kepala Desa dan kepala sekolah se-Kabupaten Karanganyar.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Jamaludin berharap semoga dengan pelantikan yang dihadiri oleh internal NU, ormas lain dan pejabat pemerintahan ini menjadi saksi dan momentum kebangkitan NU di Karanganyar. (Ahmad Rosyidi/Abdullah Alawi)

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth AlaNu, Sholawat VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Jumat, 12 Januari 2018

Gus Dur Pembela Pertama dalam Suaka Kemanusiaan Romo Sandy

Jakarta, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth - Ignasius Sandyawan Sumardi (Romo Sandy) mengatakan KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) adalah Uskup (dari NU) yang pertama membelanya. Pernyataan itu sangat beralasan bagi Romo Sandy sebab Gus Dur (selain juga Romo Mangunwijaya dan Danuwinata) adalah tokoh yang menjadi pembela Romo Sandy dalam gerakan Suaka Kemanusiaan Kasus 27 Juli 1996.

Romo Sandy mengisahkan pengalaman tersebut dalam Forum Jumat Pertama (FJP) Jaringan Gus Durian, Jumat (2/9) malam di Griya Gus Dur, Jl. Taman Amir Hamzah Jakarta Pusat. FJP malam itu bertema ‘Gus Dur dan Rakyat Kecil’, didatangi puluhan hadirin, yang mayoritas kaum muda.

Gus Dur Pembela Pertama dalam Suaka Kemanusiaan Romo Sandy (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Dur Pembela Pertama dalam Suaka Kemanusiaan Romo Sandy (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Dur Pembela Pertama dalam Suaka Kemanusiaan Romo Sandy

Menurut Romo Sandy, sejak perjumpaan pertamanya yang terjadi saat Gus Dur masih sebagai intelektual muda NU yang vokal dan cerdas, telah menggunggah inspirasi baginya. Ia menilai pemikiran Gus Dur sangat orisinil dan otentik.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Hal lainnya yang juga sangat mengesankan dari Gus Dur adalah setiap Romo Sandy, datang Gus Dur selalu sudah bersentuhan dengan perkara sehingga Gus Dur menjadi ‘tukang kompor’.

“Kalau sudah ingin melakukan (niat baik), ya sudah. Lakukan dengan sungguh-sungguh, jangan setengah-setengah. Artinya Gus Dur itu sangat total. Dalam hal apa pun selalu begitu,” terang Romo Sandy.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Kesan ketotalan dari Gus Dur itu mengingatkan Romo Sandy kepada salah satu pesan guru silatnya saat mengambil pendidikan di Seminari Menengah Santo Petrus Kanisius, Mertoyodan Magelang.

”Kowe nek dadi pendekar, dadio pendekar beneran (kalau? kamu ingin menjadi pendekar, jadilah pendekar sejati atau sungguhan),” kata Romo Sandy mengutip pesan gurunya.

Pesan tersebut, berpadu dengan sosok Gus Dur, menjadikan Romo Sandy semakin bersemangat dan mantap dalam perjuangan membela kemanusiaan. Romo Sandy lalu menyebut beberapa gerakan yang ia lakukan dan menyebabkannya sering berinteraksi dengan Gus Dur.

Dalam perjumpaan-perjumpaan tersebut, Gus Dur, menurut Romo Sandy membaur dengan rakyat kecil, tanpa kesan pencitraan atau dibuat-buat. Hal yang sangat berbeda dengan para politikus lainnya.

Terhadap dunia politik, Gus Dur menjadikan politik sebagai sesuatu yang substansial, artinya politik sebagai sesuatu yang bersentuhan dengan persoalan-persoalan kehidupan masyarakat sehari-hari. Gus Dur sama sekali jauh dari politik artifisial atau politik dagang sapi, di mana politik hanya menjadi ajang tawar menawar kekuasaan.

“Yang paling ujung di dalam politik adalah kemanusiaan. Oleh karena itu Gus Dur sangat demokratis, tidak pernah menolak berdialog dengan siapa pun,” kenang Romo Sandy.

Romo Sandy meneruskan, Gus Dur juga menjadi semacam pantulan dari setiap orang yang datang, termasuk Romo Sandy. Saat bertemu dengannya, ia tidak akan menceramahi. Hal itu memberi pelajaran bahwa pendidikan yang diberikan Gus Dur seperti model pendidikan dalam filsafat Yunani, di mana ada persentuhan yang kuat.

Adalah tugas kita dalam mengembangkan pendidikan seseorang, seperti bidan yang membantu melahirkan ilmu yang sudah ada dalam jiwa atau roh orang tersebut. Dan itulah yang dilakukan Gus Dur karena substansi pendidikan adalah fasilitator pembebasan manusia.

Romo Sandy meyayangkan, saat ini sangat sulit menemukan—kalau bukan tidak ada—sosok seperti Gus Dur. Menurut Romo Sandy, anak-anak muda sekarang tidak orisinil. Dalam mencari pendidikan atau pengetahuan, bahkan membentuk dirinya, mereka mendasarkannnya pada apa yang disajikan oleh internet, mendengar dan menonton audio visual yang tersedia di ineternet. (Kendi Setiawan/Abdullah Alawi)



Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Anti Hoax, AlaNu, Santri VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Kamis, 11 Januari 2018

Organisasi Keagamaan Mesti Bersatu Perangi ISIS

Brebes, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Bersatunya seluruh elemen organisasi keagamaan akan memperkokoh sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara, termasuk dalam menangkal gerakan garis keras yang merongrong NKRI seperti Islamic State of Iraq and Syiria (ISIS) yang mulai masuk ke Indonesia.

Demikian di anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI H Akhmad Muqowam saat menyampaikan sosialisasi empat pilar di Gedung Majelis Wakil Cabang (MWCNU) Wanasari, Brebes, Jawa Tengah, Ahad (12/4).

Organisasi Keagamaan Mesti Bersatu Perangi ISIS (Sumber Gambar : Nu Online)
Organisasi Keagamaan Mesti Bersatu Perangi ISIS (Sumber Gambar : Nu Online)

Organisasi Keagamaan Mesti Bersatu Perangi ISIS

Menurutnya, para pendukung ISIS telah berani melawan ideologi negara secara nyata dan terbuka. “Rongrongan terhadap Pancasila dan pengubahan NKRI telah digembar-gemborkan oleh mereka yang tidak suka dengan Indonesia,” ujar ketua Pengurus Besar Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (Ika-PMII) ini.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Muqowam? mengatakan, segenap badan otonom NU perlu terlibat dalam memerangi ISIS demi tercapainya stabilitas Negara yang aman dan damai. “Kalau seluruh elemen bangsa seperti Ansor, Banser, IPNU dan lain-lainnya tidak diajak untuk memeranginya maka gampang sekali paham ISIS merasuk di tubuh Indonesia,” katanya.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Untuk itu, dia mendesak kepada aparatur keamanan, baik TNI maupun Polri untuk terus bergerak menangkal pergerakan ISIS. “Kalau seseorang sudah terlihat dengan ucapan maupun tulisan dengan sengaja menjelekan Pancasila, UUD 45, NKRI dan atau Bhinneka Tunggal Ika, tangkap dan basmi saja sejak dini,” tandasnya.

Ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda Ansor Wanasari Kabupaten Brebes Ahmad Fathoni menjelaskan, sosialisasi digelar untuk menanamkan nilai-nilai 4 pilar kebangsaan demi tetap tegaknya Bumi Pertiwi. “Ansor akan menjadi garda terdepan dalam membasmi paham ISIS yang terang-terangan berideologi anti Pancasila,” ungkapnya.

Sebanyak 150 peserta acara ini datang dari pengurus MWCNU dan Pengurus Ranting NU, PAC dan Pimpinan Ranting GP Ansor, Fatayat NU, IPNU-IPPNU dan tokoh masyarakat se-Kecamatan Wanasari. Sosialisasi empat pilar tersebut diharapkan bisa merevitalisasi nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. (Wasdiun/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth AlaNu VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Rabu, 10 Januari 2018

Ini Rekomendasi NU Perihal RUU Tax Amnesty/Pemutihan Pajak terhadap Pengemplang

Jakarta, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth - Lembaga Bahtsul Masail Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LBM PBNU) membahas rencana pemerintah untuk mensahkan undang-undang pemutihan pajak terhadap pengusaha pengemplang pajak yang uangnya diparkir di luar negeri. Setelah melakukan tashawwurul masalah (pendalaman materi) tentang Tax Amnesty, forum bahtsul masail PBNU menrekomendasikan lima poin penting untuk pemerintah dan anggota DPRD yang tengah menggodok UU tersebut.

Lima poin rekomendasi forum bahtsul masail PBNU mencakup sebagai berikut.

Ini Rekomendasi NU Perihal RUU Tax Amnesty/Pemutihan Pajak terhadap Pengemplang (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Rekomendasi NU Perihal RUU Tax Amnesty/Pemutihan Pajak terhadap Pengemplang (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Rekomendasi NU Perihal RUU Tax Amnesty/Pemutihan Pajak terhadap Pengemplang

1. Setiap warga negara yang sudah memenuhi syarat menjadi wajib pajak wajib membayar pajak dan negara wajib mengelola dana pajak sebaik-baiknya untuk kemaslahatan rakyat.

2. Berdasarkan hasil Munas Alim Ulama NU di Cirebon Tahun 2012 ditegaskan bahwa penegakan hukum/law enforcement/iqamatul hukmi wal qanun wajib dilakukan tanpa tebang pilih, baik terhadap aparat perpajakan maupun terhadap wajib pajak yang melakukan kejahatan perpajakan.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. (? ? ? ?)

Artinya, “Sesungguhnya orang-orang sebelum kamu telah melakukan kerusakan, bahwa ketika orang kuat mencuri, mereka membiarkannya. Dan ketika orang lemah mencuri, mereka memberikan hukuman kepadanya. Demi Allah, seandainya Fatimah binti Muhammad mencuri, niscaya aku potong tangannya,” (HR Bukhari dari Aisyah RA).

3. Rancangan Undang-Undang Tax Amnesty wajib mempertimbangkan aspek maslahat yang muhaqqaqah (sudah pasti dan konkret) sebagaimana keputusan Muktamar XXXII NU di Makassar Tahun 2010.

4. Meminta WNI untuk menyimpan uangnya di Indonesia dan Mendorong pemerintah untuk memperbaiki sistem perpajakan dan iklim investasi.

5. Mendorong pemerintah untuk melengkapi instrumen pajak dengan Polisi Pajak/IRS (Internal Revenue Services) yang bertugas memastikan uang negara dan setiap transaksi telah dibayar dengan benar. dan Federasi Pembayar Pajak (Tax Payer Federation) bertugas memastikan bahwa WP tidak dirugikan oleh pemerintah dan uang dari WP tidak disalahgunakan oleh pemerintah. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth AlaNu VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Minggu, 07 Januari 2018

NU akan Bangun Universitas di Kalbar

Pontianak, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Universitas Nahdlatul Ulama Provinsi Kalimantan Barat diperkirakan akan mulai terwujud pembangunannya pada 2013.

Staf Khusus Mendikbud Hanif Shaha Ghafur di Pontianak, Selasa, mengatakan, izin untuk pendirian universitas itu sudah diterima sebelum moratorium perguruan tinggi baru.

NU akan Bangun Universitas di Kalbar (Sumber Gambar : Nu Online)
NU akan Bangun Universitas di Kalbar (Sumber Gambar : Nu Online)

NU akan Bangun Universitas di Kalbar

"Artinya Universitas Nahdlatul Ulama Kalbar prosesnya bisa dilanjutkan. Moratorium ditetapkan dari 1 September 2012 dan 31 Agustus 2014 baru dicabut," ujar dia. 

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Ia mengatakan saat ini izin penyelenggaraan sedang dalam proses di Pendidikan Tinggi (Dikti) Kemendikbud, Koordinator Perguruan Tinggi Swasta Wilayah XI.

Menurut dia, ada 29 Pimpinan Wilayah NU yang mengajukan pendirian serupa bersama Kalbar.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Sedangkan saat ini sudah ada tiga yang keluar izin operasionalnya yaitu Universitas Nahdlatul Ulama Cirebon, Universitas Nahdlatul Ulama Maluku Utara, dan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Nahdlatul Ulama Tuban. 

Sementara yang sudah masuk desevaluasi diantaranya Jawa Timur, Cilacap, Sumatera Barat, Lampung, dan NTB.

Ia mengatakan untuk Universitas Nahdlatul Ulama Kalbar sedang melengkapi beberapa persyaratan yang kurang. "Kalau sudah lengkap, tujuh hingga delapan bulan izin operasionalnya sudah bisa keluar," kata dia.

Ia mengingatkan sekarang tinggal keseriusan dari PW NU Kalbar dalam mengurusnya.

Dia berharap panitia pembentukan UNU Kalbar untuk segera memeriksa dan melengkapi yang kurang. "Setelah itu akan dilanjutkan ke proses desevaluasi," ujarnya.

Ketua Panitia Pembentukan Universitas Nahdlatul Ulama Kalbar, HM Rifat Hamdy mengatakan tahun ajaran baru 2013 sudah mulai menerima mahasiswa baru. 

Ada empat fakultas yang akan dibuka, yaitu Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Hukum, Ekonomi dan Fakultas Agama Islam.

"Kampus sementara di Pondok Pesatren Khulafaurrasyidin Kubu Raya. Kita minta doa dan dukungan dari masyarakat Kalbar supaya proses perizinan dipermudah," ujar dia.

Gubernur Kalbar telah mengeluarkan rekomendasi dukungan nomor 420/2402.1/Kessos-C pada tanggal 9 Agustus 2012. 

Kemudian, ada surat rekomendasi nomor 1258/K11.A/KL/2012 dari Dikti Kemendikbud sebagai "progress report" pendirian UNU Kalbar. Di surat itu tertulis perihal: Dukungan pendirian UNU Kalbar di Pontianak.

Redaktur: Mukafi Niam

Sumber: Antara

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Pondok Pesantren, AlaNu VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Rabu, 03 Januari 2018

Lima Mantan Ketua PKC PMII Ajukan Calon

Jakarta, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Sebanyak lima mantan ketua Pengurus Koordinator Cabang (PKC/setingkat provinsi) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) mendorong sekaligus mendukung Fairus Huda menjadi Ketua Umum. Mereka menilai, Fairus yang merupakan kader asal Malang, Jawa Timur, itu layak memimpin PMII.

Dalam rilis yang diterima VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth, para mantan Ketua PKC meminta kesediaan Fairus untuk maju mencalonkan diri sebagai Ketua Umum dalam Kongres PMII yang diselenggarakan di Jambi, sejak 30 Mei hingga 5 Mei 2014. Sebab sampai sekarang Fairus belum mendaftarkan dirinya dalam bursa kandidat Ketua Umum.

Lima Mantan Ketua PKC PMII Ajukan Calon (Sumber Gambar : Nu Online)
Lima Mantan Ketua PKC PMII Ajukan Calon (Sumber Gambar : Nu Online)

Lima Mantan Ketua PKC PMII Ajukan Calon

Kelima mantan Ketua PKC PMII yang mendorong Fairus itu, antara lain, Syahriel (mantan Ketua PKC PMII Kalimantan Barat), Opik (mantan Ketua PKC PMII Nusa Tenggara Barat), Sasongko (mantan Ketua PKC PMII Kalimantan Tengah), Yamin (mantan Ketua PKC PMII Kalimantan Selatan), Iwan Setiawan (mantan Ketua PKC PMII Jawa Barat).

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Syahriel, Ketua PKC PMII Kalimantan Barat yang didaulat menjadi juru bicara untuk dukungan terhadap Fairus itu, mengatakan bahwa pihaknya ingin mengembalikan marwah PMII sebagai organisasi pengkaderan. Visi itu diyakininya terdapat pada figur Fairus, karena dinilai mampu menjauhkan organisasi dari sikap-sikap pragmatis dan traksaksional.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

"Kami ingin menjaga tradisi politik luhur dengan memilih ketua umum yang benar-benar memiliki leadership kuat, serta memiliki kemampuan mendinamisasi organisasi di tengah stagnasi gerakan mahasiswa saat ini," katanya di Jakarta, Selasa malam, 3 Juni 2014.

PMII sebagai organisasi kemahasiswaan yang berhaluan Ahlussunnah wal Jamaah, menurut Syahriel, harus dijaga marwahnya. "Karena itu, kami akan mendorong sahabat Fairus Huda agar bersedia menjadi pemimpin kami, pemimpinnya para kader pergerakan."

"Kami akan berjuang semampu dan sekuat tenaga kami. Kami akan kolekan membiayai operasional pencalonan sahabat Fairus Huda agar dia bisa terpilih sebagai Ketua Umum PMII," imbuhnya.

Menurutnya, sikap kebersamaan seperti kolekan tersebut adalah tradisi organisasi yang mulai luntur. Maka, harus ada upaya untuk mengembalikan tradisi yang luhur itu, sehingga muncul pemimpin yang sungguh-sungguh didukung seluruh kader.

"Pemimpin harus benar-benar lahir dari bawah, dari aspirasi kader, bukan titipan elite, dan tanpa embel-embel transaksi politik pragmatis," pungkasnya.

Selain Fairuz nama lain yang muncul sebagai bakal calon ketua umum PMII yang baru antara lain Jabidi Ritonga (Medan), Muamarullah Umam (Jabar), Aziz (Jogja), Abdul Aziz (Jombang), Zaini Mustaqim (Malang), Dwi Winarno (Jakarta) dan Aminudin (Jakarta). (Red: Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth AlaNu, Pondok Pesantren, Halaqoh VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Jumat, 29 Desember 2017

Kader NU Harus Melek Teknologi untuk Dakwah Aswaja

Jepara, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Kader muda NU baik yang bernaung di IPNU-IPPNU, PMII maupun GP Ansor dituntut untuk turut menjaga eksistensi NU di lembaga pendidikan dan di tengah masyarakat. Pergerakan kader NU saat ini harus sesuai dengan konteks modernisasi dengan mampu menggunakan Teknologi untuk dakwah Aswaja NU.

Demikian diuraikan Muhammadun Sanomae, aktivis muda NU Jepara saat menjadi pembicara dalam Halaqah Pra Konfercab PCNU Jepara putaran kedua yang dilaksanakan di Rektorat lantai 3 Kampus Unisnu Jepara, Ahad (13/9) lalu.

Kader NU Harus Melek Teknologi untuk Dakwah Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)
Kader NU Harus Melek Teknologi untuk Dakwah Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)

Kader NU Harus Melek Teknologi untuk Dakwah Aswaja

“Dengan melek teknologi, kader NU juga bisa menularkan kemampuannya kepada para kiai, sehingga dakwah Aswaja semakin kuat,” jelas Muhammadun yang juga Kepala Biro Suara Muria (Suara Merdeka).

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Misalnya dalam mengelola website, kader NU dituntut untuk meng-update, sedang para kiai menjadi narasumbernya. Konten-konten yang sudah dibuat, imbuh lelaki asal Pati ini, kemudian disebarkan agar penerus NU tidak terpengaruh oleh situs-situs radikal.?

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Yang patut diapresiasi yaitu dua kader muda NU asal Jepara, Syafiq Hasyim dan Akhmad Sahal yang berperan dalam dakwah NU di media sosial. Tidak hanya bergerak melalui teknologi, kader muda NU harus melakukan gerakan nyata.?

Kegiatan yang diinisasi PC Lakpesdam NU dengan menggandeng PCNU dan Unisnu Jepara ini juga menghadirkan KH Ubaidillah Nur Umar (Wakil Rais Syuriah PCNU Jepara) dan H Fathurrofiq (Direktur Bank Nusumma). (Syaiful Mustaqim/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Pesantren, AlaNu, Kajian Islam VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Minggu, 24 Desember 2017

PBNU Banjir Karangan Bunga Simpatik, Ini Tanggapan Katib Aam PBNU

Jakarta, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth - KH Yahya Cholil Tsaquf (Gus Yahya) menanggapi banjirnya karangan bunga di halaman Kantor PBNU yang berisi ucapan terima kasih dan dukungan kepada NU untuk terus menjaga keutuhan NKRI dari ancaman radikalisme, Rabu (3/5). Ia menyatakan heran kenapa publik baru melek akan sikap dan dukungan NU yang tampak sendirian membela NKRI.

Katib Aam PBNU Gus Yahya mengungkapkan keprihatinannya di hadapan peserta Kongres Ke-III Pencak Silat Nahdlatul Ulama (PSNU) Pagar Nusa di Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta, Kamis (4/5). Karena menurutnya, NU itu sudah sejak lama berkomitmen menjaga NKRI dan melawan radikalisme.

PBNU Banjir Karangan Bunga Simpatik, Ini Tanggapan Katib Aam PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Banjir Karangan Bunga Simpatik, Ini Tanggapan Katib Aam PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Banjir Karangan Bunga Simpatik, Ini Tanggapan Katib Aam PBNU

Ia merasa heran kepada orang-orang yang baru menyadari kalau NU merupakan organisasi yang sendirian dalam menjaga NKRI. “Yang saya geli itu kok orang baru sadar kalau NU sendirian,” katanya diikuti tawa peserta kongres.

Padahal, NU sudah sejak awal menyadari bahaya radikalisme ini sebagai ancaman terhadap NKRI, tetapi juga ancaman terhadap kemanusiaan. “Masalah radikalisme ini adalah ancaman terhadap seluruh peradaban,” kata Gus Yahya.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

NU menyadari hal tersebut. Karenanya NU sedari dulu mengampanyekan perdamaian dan mengingatkan bahaya radikalisme secara global. Hal itu ditandai dengan munculnya Al-Qaeda dan ISIS.

Pada kesempatan tersebut, hadir juga sebagai pembicara Menteri Desa Eko Putro Sandjojo, Staf Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Khoirul Anwar, perwakilan dari Badan Nasional Penanggulangan Teroris Sigit Karyadi. (Husni Sahal/Alhafiz K)

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth AlaNu VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Rabu, 20 Desember 2017

Ensiklopedi Tarekat dari Kiai Dokumentator

Tarekat tasawuf ditandai oleh kemunculan zuhhad (orang-orang zuhud) yang hatinya tidak tergantung pada dunia. Ada sebuah hadits yang meriwayatkan bahwa ketika Islam telah berkembang luas dan kaum muslimin telah memperoleh kemakmuran, sahabat Umar bin Khattab RA berkunjung ke rumah Rasulullah SAW. Ketika Umar telah masuk ke dalamnya, dia tertegun melihat isi rumah Beliau, yang ada hanyalah sebuah meja dan alasnya hanya anyaman daun kurma yang kasar. Sementara ada griba (tempat air) yang menggantung di dinding yang biasa Rasulullah pakai untuk berwudlu. Air mata Umar pun berlinang seketika. “Gerangan apakah yang membuatmu menangis, wahai sahabatku?” tanya Rasulullah.

Umar pun menjawab, “Bagaimana aku tidak menangis, ya Rasulullah? Hanya seperti ini keadaan yang aku dapati di rumah Tuan. Tidak ada perkakas, tidak ada kekayaan, padahal Tuan telah memegang kunci dunia timur dan dunia barat.” Lalu Beliau menjawab, “Wahai Umar, aku ini adalah Rasulullah. Aku bukan seorang kaisar Romawi dan juga bukan Kisra Persia. Mereka hanya mengejar duniawi, sementara aku mengutamakan ukhrowi.” Inilah jalan sufi Rasulullah.

Ensiklopedi Tarekat dari Kiai Dokumentator (Sumber Gambar : Nu Online)
Ensiklopedi Tarekat dari Kiai Dokumentator (Sumber Gambar : Nu Online)

Ensiklopedi Tarekat dari Kiai Dokumentator

Tarekat atau thariqah mengalami perkembangan dari masa ke masa. Pertama-pertama ia muncul sekitar abad 10 M sebagai jalan yang ditempuh seorang sufi untuk sampai kepada Allah secara fardiyyah (individual). Kemudian pada abad 13 M, metode berkembang dari individual menjadi kolektif. Beberapa orang bersama-sama melakukan muraqabah kepada Allah. Dan sejak abad 15 M, terjadi transisi misi ajaran dari guru atau mursyid kepada para pengikutnya. Pada tahap ini tarekat dikenal dengan organisasi tasawuf yag melestarikan ajaran-ajaran syaikh tertentu. Karena itu pula muncul nama-nama tarekat seperti tarekat Qadiriyah, Tarekat Naqsyabandiyah, dan Tarekat Syadziliyah.

“Ensiklopedi 22 Aliran Tarekat dalam Tasawuf” ini disusun oleh Sang Kiai Ahli Dokumentasi –begitu Martin van Bruinessen menyebutnya— KH A Aziz Masyhuri, pengasuh Pondok Pesantren Al-Aziziyyah Denanyar Jombang. Ia sangat aktif menulis, hingga dalam usia 73 tahun ini telah menghasilkan lebih dari 200 karya buku dan ikhtishar dalam bahasa Indonesia maupun Arab. Ia rajin dalam mengumpulkan keputusan-keputusan Muktamar, Ahkamul Fuqaha’, selain juga pernah menulis 99 Kiai Kharismatik Indonesia dan 99 Kiai Pondok Pesantren Nusantara.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Menurutnya, tarekat secara etimologi berarti jalan. Tarekat sama halnya dengan “madzhab” dalam disiplin Ilmu Fiqh, dan “firqah” dalam Ilmu Kalam. Sedangkan dalam istilah tasawuf, tarekat berarti perjalanan seorang salik (pengikut tarekat) menuju Tuhan dengan cara menyucikan diri atau perjalanan yang harus ditempuh oleh seseorang untuk dapat mendekatkan diri kepada Tuhan (hlm. 1). Tarekat kemudian dipakai dan dipahami banyak kalangan sebagai suatu bimbingan pribadi dan perilaku yang dilakukan oleh seorang mursyid kepada muridnya.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Fokus pembahasan dalam buku ini adalah golongan zuhhad (orang-orang zuhud). Karena mayoritas manusia lebih terpesona akan dunia (hubbud dunya) dan takut pada kematian (karahiyatul maut). Belajar dari kasus Daulat Bani Umayah yang ketika itu memiliki wilayah yang amat luas, terbentang dari Asia, Afrika Timur, sampai Eropa, namun seketika hancur karena tidak memiliki spiritualitas batiniah. Begitu juga yang dialami oleh Daulat Bani Abbasiyah (hlm. 5).

22 tarekat yang berhasil dihimpun oleh KH. A. Aziz Masyhuri adalah Tarekat Alawiyah, Ahmadiyah Badawiyah, Aidrusiyah, Chisytiyah, Dasuqiyah, Ghazaliyah, Haddadiyah, Idrisiyah, Khalwatiyah, Malamatiyah, Maulawiyah, Naqsyabandiyah, Naqsyabandiyah Haqqaniyah, Qadiriyah, Rifa’iyah, Sammaniyah, Sanusiyah, Suhrawardiyah, Syadziliyah, Syattariyah, dan Tijaniyah. Pengurutan nama-nama tarekat tersebut berdasarkan abjad sebagaimana ensiklopedi pada umumnya. Semua tarekat tersebut termasuk dalam kelompok thariqah mu’tabarah, tarekat yang memiliki sanad yang muttasil (sambung) sampai kepada Rasulullah SAW.

Dalam tradisi tarekat, sebagai organisasi tasawuf, murid-murid biasanya berkumpul di suatu tempat yang disebut ribath, zawiyah, atau khanaqah untuk melakukan latihan-latihan rohani (dzikr Allah) yang materi pokoknya adalah membaca istighfar, membaca shalawat Nabi dan membaca dzikir nafi itsbat dan ism dzat secara bersama di bawah bimbingan guru (mursyid), yang di dalamnya terdapat ajaran-ajaran (’amaliyah), aturan-aturan (adab), kepemimpinan (mursyid), hubungan antara mursyid-murid, wasilah, silsilah, ijazah, suluk, dan ritual seperti baiat atau talqin, khususiyah, haul, dan manaqib (hlm. 8).

Kalangan Nahdiyin, walaupun tidak mengikuti organisasi tarekat tertentu, setidaknya harus memiliki jalan sufi untuk membersihkan hati dari kotoran-kotoran dunia yang kian hari semakin menjalar. Karena orientasi kehidupan yang sebenarnya bukanlah dunia dan harta benda, melainkan kebahagiaan hidup di kehidupan selanjutnya.

Data buku

Judul Buku : Ensiklopedi 22 Aliran Tarekat dalam Tasawuf

Penulis : KH. A. Aziz Masyhuri

Cetakan : II, Desember 2014

Penerbit : Imtiyaz Surabaya

Tebal : xvii + 396 halaman

Peresensi : Hilmi Abdillah, santri Pesantren Tebuireng

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth AlaNu, Nahdlatul Ulama, Daerah VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Senin, 18 Desember 2017

Brebes Sambut Hijriyah dengan Rebana dan Kaligrafi

Brebes, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Pemerintah Kabupaten Brebes menyambut tahun baru 1435 Hijriyah dengan menggelar Festival Rebana dan Kaligrafi di pendopo kabupaten Selasa (5/11). 

Brebes Sambut Hijriyah dengan Rebana dan Kaligrafi (Sumber Gambar : Nu Online)
Brebes Sambut Hijriyah dengan Rebana dan Kaligrafi (Sumber Gambar : Nu Online)

Brebes Sambut Hijriyah dengan Rebana dan Kaligrafi

Menurut Ketua Panitia Festival, Syaiful Islam, Sebanyak 26 grup perwakilan dari 17 kecamatan mengikuti rebana. Sedangkan kaligrafi diikuti 34 anak SMP 34 dan anak SMA.

Syaiful menambahkan, kegiatan tersebut memperebutkan piala bupati dan sejumlah uang pembinaan.

Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE membuka festival dengan cara memukul gong. Dalam kata sambutan, ia berharap momentum Hijriyah digunakan untuk introspeksi diri.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Dalam artian, Idza menambahkan, menata kehidupan dari yang tidak baik menjadi baik dan terus berbuat kebaikan dari detik, menit, jam, hari, minggu, bulan hingga tahun berikutnya. “Jangan sampai kita tersandung jatuh ke lubang yang sama,” tuturnya.

Demikian juga dengan Pemkab Brebes, kata dia, berusaha menata kehidupan masyarakat Brebes lebih Islami. Antara lain selalu menyelenggarakan event-event religius. “Pada tanggal 8 November nanti, juga akan digelar pembacaan Yasin secara massal oleh 20 ribu orang,” paparnya.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Kegiatan tersebut berlangsung hingga malam hari. Pemenang Festival Rebana, juara 1 mendapatkan 1 set alat marawis, sejumlah uang pembinaan dan piala. Juara 2 mendapatkan 1 set alat hadrah, uang pembinaan dan piala dan juara 3 mendapatkan 1 set alat qosidah, uang pembinaan dan piala. Sedangkan untuk juara Kaligrafi, juara 1 sampai 3 akan mendapatkan 1 buah laptop. (Wasdiun/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Ahlussunnah, AlaNu VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Selasa, 12 Desember 2017

IPNU-IPPNU Gelar Peluncuran Perdana Kongres

Jakarta, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri NU (IPPNU) menyelenggarakan peluncuran perdana Kongres XVII IPNU dan Kongres XVI IPPNU di Palembang, Sumatera Selatan, Rabu (11/28).

Acara ini bersamaan dengan pembukaan Jambore Pelajar dan Santri  Nusantara. Hadir dalam kesempatan ini Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Mallarangeng, Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Alex Noerdin, Rais Syuriyah PWNU Sumsel KH Mudarris SM, serta Ketua PWNU Sumsel Amri Siregar.

IPNU-IPPNU Gelar Peluncuran Perdana Kongres (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPPNU Gelar Peluncuran Perdana Kongres (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU-IPPNU Gelar Peluncuran Perdana Kongres

Peluncuran perdana menandai resminya Kongres IPNU-IPPNU yang dihelat 30 November hingga 4 Desember 2012, di Asrama Haji Palembang dengan tema “Pendidikan Untuk Semua Menuju Kemandirian Bangsa”.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Ketua Umum IPNU Ahmad Syauqi menyatakan, tema kemandirian relevan diangkat di tengah keterpurukan kondisi bangsa di hampir semua level kehidupan. Indonesia terpuruk karena belum mampu independen dalam mengelola nasibnya sendiri.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

“Di kongres, kami mengundang para elit pemimpin bangsa ini. Hal ini semata-mata agar permasalahan dan nasib pendidikan, pelajar dan santri benar-benar diperhatikan. Bukan hanya oleh kalangan masyarakat, melainkan juga oleh segenap elit bangsa,” kata Syauqi.

Syauqi berharap, Kongres IPNU-IPPNU menjadi penyampai pesan bahwa pendidikan di Tanah Air masih jauh dari ideal. Perhatian serius mesti dilakukan karena akses pendidikan dinilai belum merata ke semua pihak dan hasil yang dicapai belum mendukung pembentukan karakter pelajar.

Redaktur: A. Khoirul Anam

Penulis   : Mahbib Khoiron

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Jadwal Kajian, AlaNu, Nusantara VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Ramadhan, LDNU Jateng Terjunkan 20 Da’i Muda ke Daerah Terpencil

Pekalongan, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Dalam rangka meningkatkan syiar dakwah Islamiyyah dan memaksimalkan kegiatan keagamaan dibulan Ramadhan 1436 H/2015 M, Pimpinan Wilayah Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) Jawa Tengah menerjunkan dai muda untuk berdakwah ke daerah-daerah pelosok terpencil yang masih sangat minim SDM keagamaannya.

Sekitar 20 orang yang rata-rata adalah santri-santri muda yang baru lulus dari berbagai pondok pesantren di kirim ke daerah pegunungan perbatasan Pekalongan-Banjarnegara tepatnya di kecamatan Lebakbarang Kabupaten Pekalongan. Mereka disebar di seluruah wilayah kecamatan tersebut yang terdiri dari 11 kelurahan sekitar 40 dusun. 

Ramadhan, LDNU Jateng Terjunkan 20 Da’i Muda ke Daerah Terpencil (Sumber Gambar : Nu Online)
Ramadhan, LDNU Jateng Terjunkan 20 Da’i Muda ke Daerah Terpencil (Sumber Gambar : Nu Online)

Ramadhan, LDNU Jateng Terjunkan 20 Da’i Muda ke Daerah Terpencil

Dusun yang di perioritaskan adalah dusun-dusun yang sama sekali belum ada ustadnya sehingga sangat membutuhkan bimbingan keagamaan khususnya memimpin semua kegiatan selama bulan ramadlan mulai dari sholat lima waktu, sholat tarawih, pesantren kilat dan pengajian rutin masyarakat.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Kecamatan Lebakbarang menjadi pilihan wilayah objek dakwan LDNU Jateng atas permintaan Ketua MWCNU Lebakbarang Slamet Subkhi yang bersilaturrahmi kerumah Ketua PW LDNU Jateng KH Sam’ani Sya’roni MA di Desa Pakumbulan Buaran Pekalongan. 

“Kami meminta untuk dikirim para ustad yang membina masyarakat di wilayahnya mengingat rata-rata masyarakat di wilayahnya masih sangat awam dan sangat membutuhkan para ustad. Letak wilayahnya yang terpencil dan sulit dijangkau oleh trasnportasi membuat rata-rata masyarakat kurang tersentuh oleh kegiatan keagamaan,” ujar Subkhi, Ahad (28/6). 

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Team dakwah LDNU Jateng yang didukung oleh BMT, Bahtera Group Pekalongan  di berangkatkan ke Lebakbarang pada tanggal 30 Sya’ban/17 Juni 2015 lalu. Team ini  di lepas oleh Jajaran pengurus PW LDNU Jateng dan pengurus BMT, Bahtera Group Pekalongan, Jajaran Polres Pekalongan dan Pemda Kab Pekalongan. 

Kapolres Pekalongan AKBP Indra Krismayadi melalui Wakapolres Pekalongan Kompol Widyantoro dalam sambutannya berpesan agar para da’i/ustad yang bertugas agar menyelipkan misi nasionalisme dan menanamkan Islam yang santun demi keutuhan NKRI. 

Sementara itu Bupati Pekalongan, Drs H Amat Antono MSi melalui Kabag Kesra Ibu Sumarwati mengucapkan terimakasih kepada team dakwah LDNU Jateng yang telah membantu pembangunan masyarakat Pekalongan di bidang kerohanian.

Kehadiran team dakwah LDNU ini disambut antusias oleh warga Lebakbarang. Mereka langsung di jemput oleh tokoh masyarakat masing-masing dusun yang memang sudah menunggu  kehadirannya. Team dakwah LDNU Jateng akan tinggal di kecamatan Lebakbarang selama 26 hari yakni sampai tanggal 25 Ramadhan atau 12 Juli 2015. Namun tidak menutup kemungkinan setelah hari raya Idul Fitri akan di terjunkan kembali sesuai dengan keinginan masyarakat yang membutuhkan. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Fragmen, AlaNu VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Sabtu, 02 Desember 2017

RMINU Jawa Tengah Gerakkan Pesantren Bersih dan Sehat

Blora, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Rabithah Maahid Islamiyyah Nahdlatul Ulama (RMINU) Jawa Tengah bekerja sama dengan Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Tengah menggadakan Training Housekeeping Pesantren dalam rangka Pesantrenku Bersih Pesantrenku Sehat (PBPS). Bertempat di aula pondok pesantren Khozinatul Ulum sebanyak 40 santriwan-santriwati dari pesantren Khozinatul Ulum, al-Muhammad, Sirojut Tholibin, Al-Hikmah, al-Huda dan Safinatun Najah selama 2 hari digodog untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan dibidang kebersihan dan penataan lingkungan.

?

RMINU Jawa Tengah Gerakkan Pesantren Bersih dan Sehat (Sumber Gambar : Nu Online)
RMINU Jawa Tengah Gerakkan Pesantren Bersih dan Sehat (Sumber Gambar : Nu Online)

RMINU Jawa Tengah Gerakkan Pesantren Bersih dan Sehat

Pelatihan kali ini materi yang disampaikan antara lain; Urgensi Pesantrenku Bersih dan Pesantrenku Keren, Selangkah lebih maju membersihkan lingkungan metode ecofriendly, dan Praktik dan Teknis menyusun SOP menjaga kebersihan lingkungan. PBPS ini merupakan ikhtiar awal dari RMINU Jateng untuk menjadikan pesantren terlihat bersih dan sehat.

?

KH Abu Choir selaku PIC Tim pelaksana program PBPS menyatakan bahwa kebutuhan akan bersih dan sehat menjadi syarat penting yang harus terpenuhi sebelum memulai pembelajaran dan pendidikan. Pondok pesantren sebagai bagian lembaga pendidikan harus memberikan contoh dan teladan akan kebersihan dan kesehatan.?

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Tanggung jawab ini tak bisa dibebankan hanya kepada salah satu pihak saja, akan tetapi perlu menjadi komitmen semua elemen pesantren. Nilai kebersihan dan kesehatan harus dijunjung tinggi seluruh pihak di pesantren. Berdasarkan ilmu pengetahuan yang dikaji ttg fikih dan akhlak saat ini di pesantren, sudah seharusnya tampil dalam kehidupan santri pondok pesantren.

?

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

"Kesadaran untuk menjaga kebersihan harus menjadi mindset santri di pesantren agar image pesantren dapat berubah," ungkap dosen IAIN Surakarta ini.

?

Penumbuhan kesadaran santri untuk berlaku hidup bersih dan sehat menjadi salah satu kunci penting. Hal ini untuk menjadikan pondok pesantren lebih bersih, sehat dan nyaman dalam rangka menunjang proses pembelajaran dan pendidikan yang efektif dan efesien.

?

Salah satu wujud menjadikan pondok pesantren bersih dan sehat dengan memberikan pemahaman kepada santri bahwa lingkungan pondok pesantren harus tetap terjaga kebersihannya. Hal ini membutuhkan pengetahuan yang cukup untuk memaparkan pentingnya menjaga kebersihan dan kesehatan. Kemauan untuk berubah ini menjadi kepentingan bersama untuk mewujudkan pondok pesantren yang lebih baik.

?

PBPS ini merupakan rangkaian yang akan digelar di empat kota lain, Salatiga, (11-12/5), Kendal, (17-18/5), Pati, (23-24/5), dan Jepara, (25-26/5). Bagi pesantren yang ingin mengadakan kegiatan serupa bisa menghubungi 08122805726 (KH. Abu Choir, MA). (M. Zulfa/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth AlaNu VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Penderita HIV Meningkat, Remaja Wonosobo Diimbau Hindari Pergaulan Bebas

Wonosobo, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Para remaja dan pelajar di Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, diimbau mengendalikan diri dari pergaulan bebas menyusul meningkatnya jumlah penderita Human Immunodeficiency Virus (HIV) di daerah ini. Ironisnya, para penderita kebanyakan tengah memasuki usia produktif, yakni 24-35 tahun.

Demikian disampaikan Ketua Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Kabupaten Wonosobo Ahmad Haryanto saat selapanan rutin (pertemuan bulanan) bersama Pimpinan Anak Cabang IPNU-IPPNU Kecamatan Kejajar, Wonosobo, di Gedung Olah Raga (GOR) Desa Tieng, Kejajar, Selasa (19/11).

Penderita HIV Meningkat, Remaja Wonosobo Diimbau Hindari Pergaulan Bebas (Sumber Gambar : Nu Online)
Penderita HIV Meningkat, Remaja Wonosobo Diimbau Hindari Pergaulan Bebas (Sumber Gambar : Nu Online)

Penderita HIV Meningkat, Remaja Wonosobo Diimbau Hindari Pergaulan Bebas

Menurutnya, perlaku seks bebas di kalangan pelajar dan remaja sangat disayangkan, mengingat di usia produktif ini mereka semestinya memanfaatkan lebih banyak kesempatan untuk meraih prestasi atau melakukan hal positif lainya. 

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

“Untuk meminimalisir agar penyakit ini tidak semakin meluas, cara yang bisa dilakukan adalah dengan membentuk Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat (PIKM) , dimana para pengurusnya adalah mereka yang ahli di bidangnya,” tegas Ahmad Haryanto. 

Pengasuh Pondok Pesantren Nur Hidayah Kongsi Bumirejo, Mojotengah, Wonosobo, Hakim Muzaki, saat memberi taushiyah mendorong hadirin untuk meneladani semangat juang para ulama NU. Pelajar NU harus sanggup menggunakan masa mudanya untuk berkontribusi kepada NU dan bangsa. 

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Pengurus Majelis Wakil Cabang NU (MWC NU) Kecamatan Kejajar, Mashud, mengaku senang dengan pertemuan PAC IPNU-IPPNU Kejajar kali ini. Tak hanya dihadiri kader IPNU-IPPNU ditingkat anak cabang tapi juga para pengurus di tingkat cabang. (Fathul Jamil/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Hadits, Budaya, AlaNu VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Rabu, 29 November 2017

Prihatin Kondisi Bangsa, Ulama Thariqah Akan Gelar Manaqib Kubro

Pekalongan, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Berbagai musibah yang menimpa bangsa Indonesia membuat kalangan ulama Jawa Tengah yang tergabung dalam wadah jam’iyyah tarekat NU atau Jamiyyah Ahlit Thariqah Al Mu’tabarah An Nahdliyyah merasa prihatin. Terjadinya banjir, gempa bumi, tanah longsor, kebakaran, kecelakaan kereta api, pesawat terbang dan kapal laut, juga masalah flu burung, demam berdarah, hingga bencana lumpur lapindo di Sidoarjo tidak terlepas dari kesalahan manusia sendiri.

Rencananya, tidak kurang dari 700 ulama dan kiai thariqah se-Jawa Tengah akan berkumpul di Pondok Pesantren Al Utsmani, Gejlig, Kecamatan Kajen, Pekalongan untuk bersama-sama berdoa dan bermunajat kepada Allah SWT, memohon ampunan melalui istighotsah dan manaqib kubro yang juga akan diikuti oleh sekitar 10.000 umat muslimin se-Kabupaten Pekalongan dan sekitarnya. Acara akan dilaksanakan pada Sabtu (17/3) pukul 19.00.

Banyaknya musibah yang menimpa negeri ini tidak bisa lagi ditimpakan pada sekelompok orang apalagi kepada para pemimpin bangsa ini. Akan tetapi sudah menjadi kesalahan kita bersama yang diakui atau tidak telah melakukan penyimpangan dan pembangkangan terhadap perintah-perintah Allah.

Prihatin Kondisi Bangsa, Ulama Thariqah Akan Gelar Manaqib Kubro (Sumber Gambar : Nu Online)
Prihatin Kondisi Bangsa, Ulama Thariqah Akan Gelar Manaqib Kubro (Sumber Gambar : Nu Online)

Prihatin Kondisi Bangsa, Ulama Thariqah Akan Gelar Manaqib Kubro

Ketua panitia manaqib kubro, KH. Mirza Hasbullah kepada wartawan mengatakan, kehadiran para ulama dan kiyai se Jawa Tengah di samping dalam rangka manaqib kubro, juga akan membahas berbagai persoalan keagamaan yang dikemas dalam bentuk Bahtsul Masail Diniyah pada hari esoknya. Gubernur, Pangdam IV/Diponegoro dan Kapolda Jawa Tengah serta Rais Am Jamiyyah Ahlit Thariqah Al Mu’tabarah An Nahdliyyah Habib Luthfi Bin Ali Bin Yahya telah menyatakan siap hadir secara pribadi di acara manaqib kubro dan sekaligus akan memberikan pengarahan di hadapan ribuan ummat Islam.

KH. Mirza menambahkan, untuk menampung para kiyai dari berbagai daerah, pihaknya telah melakukan koordinasi dengan pihak pesantren Al Utsmani dan Pemerintah Kabupaten Pekalongan untuk kesiapan akomodasi dan lain-lain. Apalagi kehadiran tiga pejabat penting Jawa Tengah diperlukan pengamanan khusus, sehingga dirinya memerlukan bekerja sama dengan pihak Polres Pekalongan dan Kodim serta dibantu pengamanan internal yakni banser dan pagar nusa Kabupaten Pekalongan.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Sementara itu, Ketua Yayasan Al Utsmani, H. Arifin Utsman mengatakan, dirinya dengan segenap kekuatan yang ada yang meliputi santri, murid dan pengasuh di komplek Pondok Pesantren Al Utsmani telah melakukan berbagai persiapan terkait dengan kedatangan para kiyai dan pejabat di pesantrennya. Sebagai tuan rumah, dirinya berharap kehadiran para kiyai dan ulama thariqah dapat memberikan kontribusi melalui cara-cara ulama thariqah untuk ikut meringankan beban penderitaan bangsa yang sedang ditimpa musibah beruntun ini. (muiz)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Kiai, AlaNu, Meme Islam VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Selasa, 28 November 2017

Ribuan Pelajar Ma’arif Konvoi Gebyar Maulid 5 Km

Tegal, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth?

Ribuan pelajar sekolah Ma’arif NU kecamatan Jatinegara kabupaten Tegal, Jawa Tengah dari tingkat SD/MI hingga SMA menggelar pawai Gebyar Maulid sejauh 5 Km. Pawai dalam rangka memperingati maulid Nabi Muhammad SAW ini dilepas Ketua PC LP Ma’arif NU Tegal H Muslikh.

Ribuan Pelajar Ma’arif Konvoi Gebyar Maulid 5 Km (Sumber Gambar : Nu Online)
Ribuan Pelajar Ma’arif Konvoi Gebyar Maulid 5 Km (Sumber Gambar : Nu Online)

Ribuan Pelajar Ma’arif Konvoi Gebyar Maulid 5 Km

Kegiatan ini dilaksanakan keluarga besar LP Ma’arif NU Jatinegara, Senin (14/1).

H Muslikh mengatakan, maulid dapat diperingati dengan berbagai macam agar tradisi maulid lestari. Maulid diperingati sebagai bentuk cinta kepada Rasul kita Nabi Muhammad SAW.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

“Ini juga menunjukan bahwa ma’arif NU memiliki potensi dan penebar syiar bil-hal untuk peringatan maulid nabi,” terang Muslikh.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Sementara Ketua Ma’arif NU Jatinegra Samian menambahkan, Gebyar Maulid ini bertujuan mensyiarkan Islam, mempererat, dan membina hubungan dengan masyarakat serta SD dan MI hingga SMA se-Jatinegra.

“Termasuk pula membantu program pemerintah dalam mensukseskan pembangunan nasional, khususnya bidang agama dan pendidikan,” jelas Samian.

Salah satu guru MTs Jatinegara Jamroni mengatakan, gebyar ini mampu memompa semangat pelajar dalam belajar dan meningkatkan prestasi mereka di sekolah. “Saya mengapresiasi kegiatan ini. Semoga madrasah selalu memacu prestasi anak didik,” harapnya. (Abdul Muiz/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth AlaNu VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Rabu, 22 November 2017

Kang Abik Berbagi Kiat Tulis Novel dengan Santri Jombang

Jombang, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth - Kehadiran novelis kondang Habiburrahman El-Shirazy (Kang Abik) di Pesantren Tebuireng Jombang, disambut antusias lebih dari seribu santri yang memenuhi Masjid Ulul Albab Tebuireng, Jumat (28/4) sore. Dalam peluncuran novel terbaru berjudul Bidadari Bermata Bening, Kang Abik sejak awal penuturannya berhasil memukau peserta yang berulangkali memberikan aplaus.

Selain mengulas isi novel terbarunya, alumnus Universitas Al-Azhar Mesir ini juga memotivasi peserta agar membuat karya yang menarik minat pembaca. Menurut dia, menjadi penulis membutuhkan proses panjang, yang dimulai dari hal-hal kecil. Pria kelahiran Semarang ini pun bercerita, saat mulai belajar menulis di majalah dinding (mading), tidak jarang dia dipandang sebelah mata oleh teman-temannya.

Kang Abik Berbagi Kiat Tulis Novel dengan Santri Jombang (Sumber Gambar : Nu Online)
Kang Abik Berbagi Kiat Tulis Novel dengan Santri Jombang (Sumber Gambar : Nu Online)

Kang Abik Berbagi Kiat Tulis Novel dengan Santri Jombang

"Lakukan apa yang saya lakukan dulu. Tidak ada penulis yang sukses jika tidak diawali dari satu kata, dua kata. Tidak ada penulis yang langsung sukses. Saya pun mulai menulis dari majalah dinding," ujarnya.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Selain itu, Kang Abik menuturkan bahwa penguasaan data untuk menyusun alur cerita yang menarik dan menggungah, juga sangat penting. "Data itu sangat penting. Saya menulis (novel) ini pakai riset," ungkapnya.

Agar menarik, cerita apa pun harus dibumbui konflik. "Bisa hard conflict, bisa soft conflict, atau inner conflict (konflik batin). Dan harus ada sudut pandang pengarang," imbuh alumnus Madrasah Aliyah Program Khusus (MAPK) Surakarta ini.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Selain berbagi kiat menjadi penulis, Kang Abik juga bercerita bahwa ibunya dulu sempat menginginkan dia belajar di Pesantren Tebuireng. Karena itu, meski belum pernah berkunjung, dia mengaku sudah jatuh cinta pada pesantren yang didirikan Hadlratus Syekh KHM Hasyim Asyari ini. "Tebuireng adalah tempat yang dulu diinginkan ibu saya untuk mondok," imbuhnya.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Pengasuh Pesantren Tebuireng KH Abdul Hakim Mahfudz memuji novel ke-15 Kang Abik ini. "Ini bukan sekadar novel. Tapi lebih kepada keintiman kehidupan seorang santri dan cita-cita yang diperjuangkan. Ada unsur ibadah dan iman yang dimunculkan, sebagai kekayaan religi pesantren," ucap pria yang akrab dipanggil Gus Kikin ini.

Gus Kikin memuji Kang Abik sebagai santri yang mampu merefleksikan dunia pesantren ke dalam bentuk tekstual yang indah dan kaya akan simbol sastra. "Tidak melulu menghadirkan hal yang berbau cinta dalam novel, tetapi membubuhkan pesan bernuansa religi di dalam setiap karya-karyanya," puji bapak dua anak ini.

Dalam kesempatan tersebut, Gus Kikin juga berpesan agar para santri memilih jenis buku bacaannya. Menurut dia, jika para santri gemar membaca novel Barat, secara tidak langsung watak dan perilakunya akan cenderung meniru budaya mereka.

Menurut cicit KHM Hasyim Asyari itu, kalau santri membaca komik Superman, misalnya, bisa jadi dia akan berkhayal bisa terbang. Kalau yang dibaca buku karya JK. Rowling, dia juga akan berimajinasi menaiki sapu terbang.

"Tapi, jika ada novel yang berkualitas seperti ini, bisa jadi orang asing akan termotivasi dengan budaya Indonesia dan tertarik untuk mempelajari. Khususnya dunia kepesantrenan," pungkasnya. (Syamsul Arifin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Santri, AlaNu, Ahlussunnah VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Sabtu, 18 November 2017

Bawa Simbol-simbol NU, 3500 Warga Pawai Sambut Muktamar

Sidoarjo, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Sekitar 3500 warga NU Kecamatan Krian, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur memadati kantor desa Kemasan Kecamatan Krian Sidoarjo, Sabtu (16/5). Ribuan Nahdliyin yang terdiri dari anak-anak hingga orang tua itu sedang mengikuti pawai taaruf yang diadakan oleh Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Krian.

Peserta pawai terdiri dari para pelajar, di antaranya dari Taman Pendidikan AL-Quran, Raudlatul Athfal, Madrasah Ibtidaiyah, Madrasah Tsanawiyah, Madrasah Aliyah, IPNU IPPNU. Hadir juga banom-banom NU seperti Fatayat NU, Muslimat NU, GP Ansor, Banser dan pengurus MWCNU Krian.

Bawa Simbol-simbol NU, 3500 Warga Pawai Sambut Muktamar (Sumber Gambar : Nu Online)
Bawa Simbol-simbol NU, 3500 Warga Pawai Sambut Muktamar (Sumber Gambar : Nu Online)

Bawa Simbol-simbol NU, 3500 Warga Pawai Sambut Muktamar

Mereka mengelilingi jalan raya Kemasan hingga menuju garis finish Perum Mandiri Residence Krian dengan melakukan berjalan jauh sambil membawa berbagai poster gambar pendiri NU, yaitu KH Hasyim Asyari dan KH Wahab Chasbullah. Selain itu, mereka juga membentangkan berbagai poster bertuliskan menyukseskan Muktamar NU yang akan digelar di Jombang Agustus mendatang.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Tak hanya itu, mereka juga membawa beberapa simbol, di antaranya patung Sang Kiai, kostum karnival, dan sejumlah kendaraan yang dihiasi bendera Nahdlatul Ulama. Para peserta pawai ini kemudian dilepas oleh ketua Tanfidziyah MWCNU Krian H Suwarno dan didampingi sejumlah ulama dan tokoh masyarakat desa setempat, serta anggota DPRD Sidoarjo.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Ketua Tanfidziyah MWC NU Krian Sidoarjo H Suwarno menuturkan, kegiatan pawai taaruf ini bertujuan untuk memperingati Harlah NU ke-92 sekaligus menyambut Muktaman ke-33 NU yang akan digelar di Jombang Agustus mendatang serta memperingati Isra Miraj Nabi Muhammad SAW, termasuk menyongsong bulan suci Ramadhan.

"Hal ini terlihat banyak peserta pawai menggunakan kesenian budaya patrol yang salah satunya untuk tradisi membangunkan warga Muslim yang akan melakukan santap sahur," urainya.

H Suwarno menambahkan, semarak pawai taaruf ini diikuti dari 22 desa yang ada di Kecamatan Krian. Dari 22 desa ini terdiri dari peserta tingkat anak-anak hingga orang tua, diantaranya dari elemen pelajar yang dibawa naungan lembaga pendidikan Maarif NU dan banom Nahdlatul Ulama. (Moh Kholidun/Mahbib)

 



 

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock