Tampilkan postingan dengan label Ubudiyah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ubudiyah. Tampilkan semua postingan

Selasa, 27 Februari 2018

93 Pembimbing Haji Ikuti Pelatihan Sertifikasi

Pamekasan, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Sebanyak 93 pembimbing haji Pamekasan mengikuti pelatihan sertifikasi, Senin (30/4) siang bertempat di pendopo Pamekasan. Pelatihan yang bergulir selama 3 hari tersebut dibuka langsung oleh mustasyar NU Pamekasan yang Bupati Pamekasan KH Kholilurrahman pada Sabtu (28/4) lalu. Penyelenggaranya adalah pengurus Forum Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (FKBIH) Pamekasan.

"Ini pertama kali. Diikuti oleh lembaga bimbinan haji di Pamekasan yaitu 21 KBIH, 5 pesantren, dan sisanya non-KBIH," tutur ketua panitia KH Zainal Alim kepada VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth di sela-sela pelatihan. "Pelatihan ini ditangani 7 panitia dari pengurus FKBIH."

93 Pembimbing Haji Ikuti Pelatihan Sertifikasi (Sumber Gambar : Nu Online)
93 Pembimbing Haji Ikuti Pelatihan Sertifikasi (Sumber Gambar : Nu Online)

93 Pembimbing Haji Ikuti Pelatihan Sertifikasi

Tujuan dari sertifikasi itu, tambah Kiai Zainal, ialah agar para pembimbing punya potensi manasik haji di lembaganya. Nantinya mereka hendak diorbitkan guna menyosialisasikan hasil pelatihan kepada orang-orang yang ada di lembaga tempat mereka mengabdi.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Dalam pelatihan tersebut, panitia mendatangkan tutor dari Kabid urusan haji Jawa Timur, Kasi zakat & wakaf, dan staf Kemenag Jatim. Mereka melatih peserta terkait dengan metode ceramah, diskusi, role playing, demonstrasi, dan brandstorming.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Menurut Kiai Zainal, sebenarnya yang mendaftar pelatihan tersebut mencapai 103 orang.

"Sayangnya sepuluh orang berhalangan. Mungkin punya agenda yang lebih mendesak," ungkap aktivis NU Pamekasan itu sembari tersenyum ramah.

Dalam pantauan VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth, para peserta sangat serius mengikuti pelatihan. Mereka selalu sigap mengerjakan dan bisa bekerja sama mendalami materi pelatihan yang diberikan tutor. Ketua NU Pamekasan KH Abd Ghoffar juga terlibat aktif menjadi peserta.

Redaktur : Sudarto Murtaufiq

Kontributor :Hairul Anam

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Ubudiyah, RMI NU VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Minggu, 11 Februari 2018

PCNU OKU Timur Dorong Kader Muda Jadi Penulis Andal

Oku Timur, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth - Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten OKU Timur melalui lembaga Lajnah Talif wan Nasyr  (LTN) terus mendorong lahirnya penulis baru yang andal dari kalangan kader muda NU. Agenda ini dimaksudkan agar mereka berpartisipasi membumikan dan mengkampanyekan Islam Rahmatan Lil Alamain dan Ahlussunnah Wal Jamaah (Aswaja) kepada umat di bumi sebiduk sehaluan dan bahkan dunia.

Muji Rahayu salah satu tim redaksi Majalah Wasilah di sela-sela rapat persiapan penerbitan Majalah Wasilah edisi 4 yang digelar di Sukaraja, Rabu (6/9) mengatakan bahwa NU OKU Timur saat ini selain sudah memiliki media cetak Majalah Wasilah. Ke depan pihaknya juga akan merencanakan peluncuran media online.

PCNU OKU Timur Dorong Kader Muda Jadi Penulis Andal (Sumber Gambar : Nu Online)
PCNU OKU Timur Dorong Kader Muda Jadi Penulis Andal (Sumber Gambar : Nu Online)

PCNU OKU Timur Dorong Kader Muda Jadi Penulis Andal

"Diharapkan dari dua media tersebut nantinya akan menjadi media dakwah bagi para Kiai NU, tokoh NU, kader muda NU dan warga nahdliyin pada umumnya sehingganya kami sangat mengharapkan kader NU dapat bersama-sama berjuang memberikan informasi yang benar terkait ideologi, pandangan dan sikap NU dalam kehidupan keseharian" paparnya.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Bahwasanya di era digital saat ini, anak muda NU tidak boleh kalah dengan kelompok lain yang berupaya akan merusak NU khususnya lewat budaya literasi, kata alumnus STIT MU Gumawang tersebut.

Sementara itu di tempat terpisah Ketua LTN NU OKU Timur Zainal Muhtadin mengatakan, para kiai dan santri harus memanfaatkan teknologi sosial media dan kebebasan pers sebagai momentum buat mendakwahkan Islam ramah dan tradisi keberagamaan rahmatan lil alamin yang diajarkan di pesantren.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

"Pesantren saat ini harus mengkader santri-santrinya untuk melek media dan memanfaatkannya sebagai wahana berdakwah. Di samping mengajarkan kajian-kajian fikih, tauhid,  tasawuf dan kajian khas pesantren," ujarnya.

Sekretaris IKA PMII OKU Timur ini menambahkan, begitu pentingnya menggunakan media sosial untuk menangkal isu radikalisme dan isu yang merongrong keberadaan Pancasildan NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia). "Bagi NU, Pancasila dan NKRI sudah final dan harga mati," tegasnya dengan penuh semangat. (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Berita, Ubudiyah, Tegal VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Selasa, 06 Februari 2018

Satkornas Banser Luncurkan Buku Pedoman Operasional Kebanseran

Jakarta, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth - Kepala Satuan Koordinasi Nasional Barisan Ansor Serbaguna (Kasatkornas Banser) H Alfa Isnaeni mengumumkan bahwa Satkornas Banser telah merilis buku kebanseran. Buku ini memuat peraturan yang berkaitan dengan kegiatan dan operasi Banser di semua tingkatan.

Demikian disampaikan H Alfa Isnaeni di hadapan sedikitnya 700 ratus orang pada acara Malam Tasyakuran Kemerdekaan Ke-72 RI di Kantor Sekretariat PP GP Ansor, Jalan Kramat Raya Nomor 65 A, Jakarta Pusat, Senin (28/8) malam.

Satkornas Banser Luncurkan Buku Pedoman Operasional Kebanseran (Sumber Gambar : Nu Online)
Satkornas Banser Luncurkan Buku Pedoman Operasional Kebanseran (Sumber Gambar : Nu Online)

Satkornas Banser Luncurkan Buku Pedoman Operasional Kebanseran

“Satkornas sudah menyusun buku juklak kebanseran. Buku ini lahir sebagai amanat kebanseran kepada Satkornas Banser,” kata Alfa pada malam tasyakuran yang juga dimeriahkan oleh pertunjukan grup Wayang Kampung Sebelah.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Menurutnya, buku kebanseran ini juga menjelaskan hubungan Ansor dan Banser.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Buku ini, ia melanjutkan, sudah dicetak. Buku ini pedoman kebanseran untuk seluruh Indonesia.

“Buku ini gratis, boleh diambil satkorwil untuk pedoman ke bawah di ruang sebelah, tapi alangkah baiknya mengganti ongkos cetak,” kata Alfa disambut tawa para hadirin. (Alhafiz K)Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Sunnah, Ubudiyah, Jadwal Kajian VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Minggu, 04 Februari 2018

NU dan Muhammadiyah Promosikan Demokrasi Nusantara di Jerman

Jakarta, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah Jerman Raya dan Pimpinan Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama Jerman bekerja sama untuk mempromosikan demokrasi Nusantara di salah satu negara besar di Eropa itu.

NU dan Muhammadiyah Promosikan Demokrasi Nusantara di Jerman (Sumber Gambar : Nu Online)
NU dan Muhammadiyah Promosikan Demokrasi Nusantara di Jerman (Sumber Gambar : Nu Online)

NU dan Muhammadiyah Promosikan Demokrasi Nusantara di Jerman

"Keberadaan kami di Jerman ini harus jadi momentum untuk sama-sama menyuarakan Islam Indonesia yaitu Islam Nusantara yang berkemajuan di kancah dunia," kata Ketua PCIM Ridho Al Hamdi lewat keterangan persnya yang diterima di Jakarta, Selasa.

Ridho mengatakan Muhammadiyah dan NU di masa kini sudah bukan saatnya untuk mempersoalkan pertentangan internal karena tantangan eksternal semakin kompleks.

"Kita lelah kalau ribut intern yang tidak ada ujung pangkalnya," kata kandidat doktor ilmu politik di TU Dortmund University ini.?

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Ridho mengatakan saat ini adalah momentum yang baik bagi Muhammadiyah dan NU untuk sama-sama bermain cantik di kancah internasional melalui Jerman di saat Timur Tengah terkena badai konflik dan politik yang tidak stabil.

"Siapa yang tidak tahu Jerman, negara yang kuat dan mapan secara politik, ekonomi dan kesejahteraan rakyatnya. Di sini pula ada sumber teknologi, sains, kedokteran, kesehatan bahkan filsafat dan seni juga kuat. Jadi, tentu PCIM dan PCINU di Jerman punya nilai lebih dan nilai stategis di tingkat dunia," kata dia.

Senada, Ketua PCINU Jerman Zacky Khairul Umam mengatakan Muhammadiyah dan NU harus mengambil momentum strategis bahwa Islam dan demokrasi dapat bersatu di tengah situasi politik di kawasan Timur Tengah sedang kacau balau. Hal ini dibuktikan dari posisi Indonesia yang dapat menyelaraskan Islam dengan demokrasi.

PCIM Jerman Raya dan PCINU Jerman ke depannya akan memperkuat kerja sama dua organisasi Islam terbesar Indonesia tersebut, dengan fokus merespon isu Islamophobia di Eropa.?

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Beberapa hal bisa dilakukan dengan seminar, konferensi pers ke media Jerman dan atau pelatihan. (Antara/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Anti Hoax, Ubudiyah, Pemurnian Aqidah VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Sabtu, 03 Februari 2018

Catatan Seorang Ibu 22 Tahun Lebaran di Luar Negeri

Tidak semua orang bisa mudik ke kampung halaman, berkumpul bersama keluarga, bercengkerama, bersilaturahim, berziarah ke makam leluhur. Tidak semua orang. Contohnya Ketua Pimpinan Cabang Istimewa Muslimat NU Malaysia Mimin Mintarsih. Ia telah 22 tahun tak berlebaran di Indonesia. Berikut catatan ibu 48 tahun yang telah dikaruniai 5 anak tersebut.

Saya sudah 22 tahun di Malaysia dan selama 22 tahun pula berlebaran Idul Fitri belum pernah di kampung halaman, ke Indonesia. Bukannya tidak kangen pulang kampung, tapi dikarenakan liburan sekolah anak-anak hanya satu minggu sehingga tidak cukup untuk lebaran di kampung dengan kondisi jalan yang macet.

Catatan Seorang Ibu 22 Tahun Lebaran di Luar Negeri (Sumber Gambar : Nu Online)
Catatan Seorang Ibu 22 Tahun Lebaran di Luar Negeri (Sumber Gambar : Nu Online)

Catatan Seorang Ibu 22 Tahun Lebaran di Luar Negeri

Selama 22 tahun lebaran di negeri orang membuat saya tidak berkumpul dengan keluarga keluarga yang jauh-jauh. Hanya saya sekeluarga yang tidak dapat datang. Dan jelas saya tidak bisa ziarah kubur kepada ibu dan ayah yang udah wafat.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Kemudian rindu masakan pada hari raya. Biasanya ada lontong, ketupat dan sambal goreng kentang. Memang di Malaysia juga ada, tapi rasanya tidak senikmat ibu yang masak.

Aduh, saya juga rindu keliling silaturrahim ke rumah saudara-saudara dengan berjalan beramai-ramai

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Meski demikian, alhamdulilah di Malaysia, saya mempunya ramai kawan yang dari berbagai macam daerah yang ada di Indonesia; dari kalangan pelajar, pekerja pejabat akan datang ke rumah karena mungkin saya termasuk orang lama di negri jiran ini sehingga ramai yang menganggap saya orang tua khususnya para pelajar.

Alhamdulilah juga saya di Malaysia mempunya orang tua angkat yang asli orang Malaysia sehingga saya bisa silaturrahim ke orang tua angkat pengobat rasa rindu keluarga di kampung.

Untuk melupakan kesedihan karena tidak dapat lebaran di kampung, saya memasak masakan yang biasa dimasak di Indonesia sehingga suasananya hampir sama dengan di Indonesia.

Di antara tetangga satu dengan tetangga lainnya kami saling berkunjung walaupun adat dan budaya berbeda. Selamat hari raya Idul Fitri, mohon maaf lahir dan batin... (Red: Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Ubudiyah, Cerita VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Selasa, 30 Januari 2018

Uninus Berikan Beasiswa S2 dan S3 bagi Guru NU di Jabar

Bandung, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Pimpinan Wilayah Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) Jawa Barat melakukan silaturahmi dengan Rektor Universitas Islam Nusantara (Uninus) Bandung Suhendra Yusuf di Gedung Rektorat Uninus, Selasa (10/1).

Uninus Berikan Beasiswa S2 dan S3 bagi Guru NU di Jabar (Sumber Gambar : Nu Online)
Uninus Berikan Beasiswa S2 dan S3 bagi Guru NU di Jabar (Sumber Gambar : Nu Online)

Uninus Berikan Beasiswa S2 dan S3 bagi Guru NU di Jabar

Turut hadir pada kesempatan tersebut Bendahara Pergunu Jawa Barat Kamin Sumardi, Wakil Sekretaris Pergunu Jawa Barat Ujang Hidayatulloh dan beberapa Pimpinan Cabang Pergunu se-Jawa Barat.

Pada kesempatan tersebut, Sekretaris Pergunu Jawa Barat Saepuloh ? menyampaikan ucapan terima kasih kepada Rektor Uninus yang telah bersedia menerima silaturahmi dari Pimpinan Wilayah Pergunu Jawa Barat.

Selain itu, Saepuloh menyampaikan permohonan kesediaan Uninus untuk memberikan beasiswa S2 dan S3 bagi guru-guru dan dosen-dosen NU yang tergabung dalam Persatuan Guru Nahdlatul Ulama Jawa Barat.

“Saat ini, kualifikasi pendidikan guru-guru NU tergabung dalam Pergunu masih sedikit yang berpendidikan S2, begitu juga dosen-dosen NU yang tergabung di Pergunu juga masih sedikit yang berpendidikan S3. Oleh karena itu, kami mohon Uninus dapat membuat kelas khusus untuk Pergunu dan kemudian diberi bantuan untuk mendapatkan beasiswa” tutur Saepuloh.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Pada kesempatan itu juga, Rektor Uninus Suhendra Yusuf menyatakan kesediaannya untuk membuat kelas khusus bagi Pergunu, baik itu Prodi Magister Manajemen Pendidikan (S2), Magister Pendidikan Agama Islam (S2) dan Prodi Doktor Ilmu Pendidikan (S3) dengan memberikan beasiswa 50 persen dari biaya pendidikan.

“Atas apa yang disampaikan oleh Saepuloh, kami bersedia dengan senang hati untuk membantu guru-guru NU dan dosen-dosen NU untuk melanjutkan pendidikannya sampai jenjang S2 dan S3,” ujar Suhendra.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Dia menginstruksikan untuk membuat kelas khusus setiap Prodi satu kelas, nanti mereka diberi beasiswa dari kampus 50 persen dari biaya kuliah dan kami juga akan ajukan mereka ke instansi terkait untuk mendapatkan bantuan biaya kuliah, sehingga mereka mendapatkan beasiswa penuh. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Ubudiyah, RMI NU VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Senin, 29 Januari 2018

Digitalisasi Karya Ulama Nusantara, PBNU Gandeng Perpusnas RI

Jakarta, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Banyaknya karya ulama Nusantara berupa manuskrip maupun kitab serta dokumen-dokuemn primer NU menjadi perhatian Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) untuk melakukan digitalisasi.?

Digitalisasi Karya Ulama Nusantara, PBNU Gandeng Perpusnas RI (Sumber Gambar : Nu Online)
Digitalisasi Karya Ulama Nusantara, PBNU Gandeng Perpusnas RI (Sumber Gambar : Nu Online)

Digitalisasi Karya Ulama Nusantara, PBNU Gandeng Perpusnas RI

Untuk tujuan ini, PBNU menggandeng Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas RI) dengan meneken kerja sama dan nota kesepahaman (MoU) terkait digitalisasi dan program-program lain, Selasa (23/2/2016) di Aula lantai 8 Gedung PBNU Jakarta. MoU ditandatangani langsung oleh Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj dan Kepala Perpusnas RI, Hj Sri Sularsih.

Dalam sambutan sebelum melakukan penandatanganan MoU, Kang Said mengatakan, NU sebagai organisasi besar yang telah menginjak usia 90 tahun, banyak manuskrip karya ulama nusantara yang perlu dipublikasikan secara digital.

“Ulama nusantara tidak hanya mempunyai banyak karya, tetapi mereka juga masyhur dan dikenal di negara-negara Timur Tengah,” jelas Guru Besar Ilmu Tasawuf ini.

Bukan hanya, kitab-kitab berbahasa Arab, lanjut Kang Said, mereka juga menulisnya dengan berbagai tulisan dan bahasa seperti Arab Pegon dan Bahasa Jawa. “Kiai Pesantren banyak menulis kitab, tetapi karena keterbatasan akses, akhirnya karya-karya tersebut tidak diterbitkan.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

“Padahal semuanya sangat bermanfaat seperti Kitab Tafsir karya KH Bisri Mustofa, ayahnya Gus Mus yang menulis tafsir hingga 30 jilid berbahasa Jawa dengan menggunakan tulisan tangan,” papar Kiai asal Kempek Cirebon ini.

Menurutnya, Perpustakaan PBNU di lantai dua Gedung PBNU Jl Kramat Raya juga banyak menyimpan menuskrip, dokumen-dokumen primer NU, dan karya ulama nusantara yang bisa didigitalisasikan sehingga bisa dipelajari dan diakses banyak kalangan. “Karya-karya tersebut sangat kontekstual dengan kondisi saat ini,” ujar Pengasuh Pesantren Ats-Tsaqafah Ciganjur Jakarta Selatan ini.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Dalam MoU yang juga dhadiri oleh para pimpinan Perpusnas RI dan PBNU ini, terdapat beberapa poin yang menjadi kesepakatan bersama di antaranya:

1. Pemanfaatan sumber daya informasi koleksi untuk kepentingan pendidikan dan penelitian.

2. Pengembangan perpustakaan digital berbasis koleksi keislaman.

3. Pengembangan minat baca.

4. Penyeleggaraan pertemuan ilmiah dan publikasi.

5. Penyerahan hasil terbitan.

6. Promosi setiap kegiatan melalui jaringan media yang dimiliki.

7. Preservasi bahan perpustakaan untuk kepentingan pembangunan perpustakaan digital.

8. Peningkatan kompetensi SDM melalui pendidikan dan pelatihan.

9. Pemanfaatan fasilitas untuk kepentingan kegiatan.

10. Perluasan jejaring perpustakaan lingkup nasional dan internasional.

Hadir dalam MoU ini, Ketua RMI PBNU, KH Abdul Ghaffar Rozien, Bendahara Umum PBNU H Bina Suhendra, beberapa Ketua PBNU dan Wakil Sekretaris Jenderal, serta Kepala Perpustakaan PBNU H Syatiri Ahmad.? (Fathoni) ? ?

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Daerah, Ubudiyah, Hikmah VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Minggu, 28 Januari 2018

Peran Majelis Taklim Penting untuk Membimbing Umat

Sumedang, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Forum silaturahmi Pimpinan Mejelis Taklim Ujungjaya pada Kamis (1/9) mengadakan pengajian bulanan. Semua para ustad dan pimpinan majelis taklim di Ujung Jaya hadir pada kesempatan tersebut. Kegiatan ini bertempat di Majelis Taklim Al-Mustaqim Dusun Nanjungjaya Kecamatan Ujungjaya Kabupaten Sumedang, Jawa Barat.

Peran Majelis Taklim Penting untuk Membimbing Umat (Sumber Gambar : Nu Online)
Peran Majelis Taklim Penting untuk Membimbing Umat (Sumber Gambar : Nu Online)

Peran Majelis Taklim Penting untuk Membimbing Umat

Ketua Majelis Ulama Indonesia Kecamatan Ujungjaya, Heri, mengatakan bahwa sangat penting menjaga silaturahmi dan berkomunikasi yang intensif antar pimpinan majelis taklim. Hal ini dilakukan untuk menangkal gerakan radikalisme yang mulai berkembang akhir-akhir ini.

Dengan seringnya bersilaturahmi, pimpinan majelis taklim bisa mengajak masyarakat untuk menghindari paham-paham yang bertentangan dengan Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja). Akhir-akhir ini banyak kelompok orang masuk perkampungan dan menyebarkan paham diluar Aswaja.?

“Mereka tidak hanya menyebarkan paham baru, tapi mereka suka memfitnah paham Aswaja ala Nahdlatul Ulama dengan faham yang sesat dan bidah. Keberadaan majelis taklim diharapkan bisa menangkal fenomena tersebut,” kata Heri.

Sementara Habib Syarif Hidayatullah yang memberikan taushyiah dalam kesempatan tersebut mengatakan bahwa keberadaan majelis taklim ditengah-tengah masyarakat sangat dibutuhkan. Majelis taklim harus mampu berperan aktif dalam membimbing umat agar senantiasa berpegangan teguh terhadap ajaran Islam yang telah diajarkan oleh para ulama Aswaja.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Habib Syarif Hidayatullah juga mengingatkan kepada seluruh pimpinan majelis taklim supaya jangan sampai terlena oleh kesenangan dunia dan terayu oleh godaan kekuasaan. Majelis taklim harus fokus membina masyarakat. Jangan biarkan masyarakat kemasukan paham-paham radikal yang tidak jelas.

“Semoga dengan keberadaan pengajian bulanan pimpinan majelis taklim ini, kita semua bisa saling mengingatkan untuk selalu fokus pada peran dan fungsi berdirinya majelis taklim ditengah masyarakat,” tutup Habib Syarif Hidayatullah. (Ayi Abdul Kohar/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Ubudiyah, Santri, Nusantara VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Sabtu, 27 Januari 2018

Ansor Lampung Ciptakan Pemimpin Berkualitas Lewat PKL - Susbalan

Lampung Timur, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor Provinsi Lampung bertekad menciptakan pemimpin berkualitas melalui Pendidikan Kepemimpian Lanjutan (PKL) dan Kursus Banser Lanjutan (Susbalan) Provinsi Lampung Angkatan II.

Ansor Lampung Ciptakan Pemimpin Berkualitas Lewat PKL - Susbalan (Sumber Gambar : Nu Online)
Ansor Lampung Ciptakan Pemimpin Berkualitas Lewat PKL - Susbalan (Sumber Gambar : Nu Online)

Ansor Lampung Ciptakan Pemimpin Berkualitas Lewat PKL - Susbalan

Kepala Satuan Koordinator Wilayah (Satkorwil) Banser Lampung Tatang Sumantri di Desa Tanjung Tirto, Kecamatan Way Bungur, Kabupaten Lampung Timur, Minggu (11/1) mengharapkan pengkaderan berjalan sesuai target.

"Harapan lain dari kegiatan ini juga untuk menciptakan kepemimpinan berkualitas dengan kepemimpinan, sumber daya manusianya juga menjadi lebih maju," paparnya.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Ia menilai, kualitas GP Ansor Lampung yang bagus harus semakin ditingkatkan dan perlu "support" untuk para kader dari pimpinan pusat dan wilayah. Hasil diharapkan atas kegiatan itu ialah pemimpin yang betul-betul mandiri, bisa berwirusaha sebagaimana PC GP Ansor Way Kanan yang berjualan madu sebagai salah satu contoh bentuk kemandirian.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

"Ini perlu, supaya Ansor tidak tergantung pada pihak ketiga," ujar Tatang yang dalam kegiatan tersebut menjadi Ketua Panitia Pengarah (Stering Comite) itu pula.

Ketua Panitia Pelaksana PKL dan Susbalan Angkatan II Provinsi Lampung M Muslih menambahkan, tema kegiatan berlangsung Sabtu (10/1) hingga Rabu (14/11) ialah "Menciptakan Pemimpin Yang Mandiri dan Bermatabat".

"Kami berharap kegiatan ini menambah pengetahuan bagi kader dan bisa memberi kontribusi pada cabang-cabang GP Ansor di 15 kabupaten/kota di Lampung," ujar Ketua Majelis Dzikir dan Sholawat Rijalul Ansor Way Kanan Hasyim Asari yang menjadi salah satu peserta kegiatan tersebut. (Gatot Arifianto/Abdullah Alawi)

Keterangan foto Kasatkorwil Banser Lampung Tatang Sumantri? memberikan arahan pada peserta PKL dan Susbalan.

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Doa, Kajian Sunnah, Ubudiyah VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Rabu, 17 Januari 2018

Majelis Tawassul Al-Muniriyah Ziarahi Makam Pendiri NU

Bogor, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Sewindu Haul Gus Dur yang jatuh pada akhir Desember 2017 dirayakan oleh berbagai lapisan masyarakat, termasuk oleh jamaah Majelis Tawassul dan Dzikir Al-Muniriyah, Kabupaten Bogor.

Pembina Majelis Tawassul dan Dzikir Al-Muniriyah, Ahmad Fahir dalam rilis yang dikirim ke redaksi VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth, Rabu (27/12) mengatakan, pihaknya menyambut ewindu haul Sang Guru Bangsa dengan menyelenggarakan perjalanan spiritual melalui ziarah Jawa-Madura, pada 22 hingga 26 Desember, yang diikuti tujuh orang jamaah.

Majelis Tawassul Al-Muniriyah Ziarahi Makam Pendiri NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Majelis Tawassul Al-Muniriyah Ziarahi Makam Pendiri NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Majelis Tawassul Al-Muniriyah Ziarahi Makam Pendiri NU

Fahir mengatakan, pihaknya menziarahi sejumlah makam ulama, yakni guru para pendiri Nahdlatul Ulama, Hadratus Syaikh Kholil, Bangkalan, Madura, Mursyid Thorikoh Qodiriyah Naqsabandyah Surabaya, KH Asrori Al-Ishaqi, dan pendiri NU, Syaikh Wahab Chasbullah, Pesantren Tambakberas, Kabupaten Jombang.

Selanjutnya, menziarahi makam Gus Dur, founding father Indonesia, KH Wahid Hasyim, dan pendiri NU, Hadratus Syaikh Hasyim Asy’ari di komplek Pesantren Tebuireng, Kabupaten Jombang, Gus Mik dan Rais Am PBNU 1984-1991, KH Achmad Shiddiq di Kampung Aulia, Ngadi, Ploso, Kabupaten Kediri.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

“Program ziarah ini dalam rangka menyambut haul Gus Dur dan napak tilas ke makam para ulama NU dan tokoh thorikoh di Jawa Timur,” ujar Fahir.

Selain ziarah ke makam para wali, jamaah Al-Muniriyah juga menziarahi makam bapak proklamasi Indonesia, Bung Karno, di Kabupaten Blitar, Jawa Timur, dan makam Raden Fatah, pendiri Kesultanan Demak, di Masjid Agung Demak, Jawa Tengah.

Ketua Majelis Tawassul dan Dzikir Al-Muniriyah yang juga Ketua Panitia Ziarah Jawa-Madura, Ustadz Tri Hadi Siswanto mengutarakan, program ziarah ke makam para ulama besar merupakan agenda rutin yang digagasnya setiap bulan.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

“Biasanya setiap bulan kami ziarah rutin ke makam-makam syaikh di wilayah Bogor. Dua bulan sekali ziarah ke makam-makam keramat di Jawa Barat, Banten dan Jakarta. Dan dalam enam bulan sekali ke Jawa Tengah dan Jawa Timur,” ujar Hadi.

Selain ziarah, sambung Tri Hadi yang juga alumnus Pesantren Daarul Rahman Bogor, perjalanan Majelis Al-Muniriyah ke Jawa - Madura juga diisi dengan tawajjuh alias bersilaturrahmi dengan mursyid di Mranggen, Kabupaten Demak, Jawa Tengah.

Penasihat Majelis Tawassul dan Dzikir Al-Muniriyah, Ustadz Jufri Sholeh menambahkan, ziarah Jawa-Madura dilakukan sebagai upaya napak tilas perjuangan para ulama dalam mendirikan NU, mengembangkan thoriqoh dan mendirikan NKRI.

“Para ulama NU memiliki andil sangat besar dalam mendirikan dan menjaga NKRI. Ziarah yang kami lakukan sebagai wujud syukur atas perjuangan beliau-beliau, sehingga NKRI masih berdiri kokoh dan damai hingga sekarang,” ujar Jufri, warga Desa Mekarsari, Kecamatan Rancabungur.

Ziarah juga memiliki arti sebagai wujud membangun rabithah alias ikatan batin yang kiat antara jamaah Al-Muniriyah dengan para syaikh yang didatangi.

“Dalam dunia thoriqoh, rabithah antara seorang murid dengan guru sangat penting. Kegiatan ziarah, haul atau tawassul sebagai cara untuk menjaga rabithah dengan guru, guna mencapai makrifat kepada Allah,” demikian Ustadz Jufri Sholeh. (Ahmad Fahir/Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Ubudiyah VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Sabtu, 06 Januari 2018

Ini Bahaya Bahan Pemutih Kecantikan Secara Instan

Sidoarjo, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth - Produk pemutih wajah agar terlihat cantik dengan cara instan bisa dipastikan terdiri dari bahan berbahaya. Untuk mengetahui keamanan produk pemutih yang dipakai, Kepala Humas Rumah Sakit Islam (RSI) Siti Hajar Sidoarjo dr Silvy Rahmah Yanthy menganjurkan konsumen untuk mengecek komposisi atau bahan yang digunakan tersebut.

Yang perlu dihindari adalah merkuri atau hydroquinon. Karena bahan yang mengandung merkuri bisa menimbulkan kanker kulit.

Ini Bahaya Bahan Pemutih Kecantikan Secara Instan (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Bahaya Bahan Pemutih Kecantikan Secara Instan (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Bahaya Bahan Pemutih Kecantikan Secara Instan

"Cantik, penilaian yang hampir setiap wanita mendambakannya. Cantik luar, cantik dalam, dan sekarang, ‘maju mundur’-pun harus tetap cantik. Namun, jika produk yang digunakan bisa memutihkan dalam hitungan 2 hingga 4 pekan. sudah memberikan dampak yang berarti, artinya bahan tersebut perlu dicek komposisinya," kata dr Silvy, Sabtu (30/7).

Menurutnya, hydroquinon ini biasanya digunakan dalam produk penghilang flek-flek hitam pada kulit wajah. Namun, untuk hydroquinon ini juga sebaiknya dihentikan pemakaian bila hasil yang diinginkan sudah dicapai. Sebab, batas maksimum hydroquinon yakni 2 persen. Bila lebih dari itu sebaiknya dihindari.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Silvy menyatakan, pemutih yang banyak beredar di pasaran umumnya bekerja dengan menghambat atau membatasi produksi melanin (pigmen penggelap warna kulit). Padahal, zat melanin mempunyai peran penting dalam menghalangi perusakan kulit oleh sinar UV matahari. Perusakan kulit oleh sinar UV matahari bisa membentuk sel kanker. (Moh Kholidun/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Khutbah, Meme Islam, Ubudiyah VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Kamis, 04 Januari 2018

Hukum Keluarga di Indonesia Masih Bernuansa Patriakhis

Bogor, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Kontekstualisasi hukum Islam yang terkumpul dalam kompilasi hukum Islam (KHI) dinilai masih sangat kurang pas dengan kehidupan sosial di Indonesia, karena masih banyaknya pihak yang merasa terdiskriminasi dari penerapan hukum Islam produk Inpres 1992 itu, terutama dari kalangan perempuan.

Hal itu terungkap pada acara Bedah Buku “Fiqih Indonesia” karangan Marzuki Wahid? yang di selenggarakan oleh Mahasiswa STAINU Jakarta Prodi Ahwalu Syakhsiyah, Kamis (29/5) di gedung Kampus B STAINU Jakarta, Parung Bogor.

Hukum Keluarga di Indonesia Masih Bernuansa Patriakhis (Sumber Gambar : Nu Online)
Hukum Keluarga di Indonesia Masih Bernuansa Patriakhis (Sumber Gambar : Nu Online)

Hukum Keluarga di Indonesia Masih Bernuansa Patriakhis

Hadir KH Husein Muhammad, pengasuh pesantren Darul Tauhid Arjawinangun sekaligus sebagai komisioner komnas perempuan dan Ulil Absor Abdalla pendiri Jaringan Islam Liberal dan dimoderatori oleh Ahmad Ikrom salah satu dosen di STAINU Jakarta.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Kegiatan dihadiri oleh Ketua STAINU Jakarta, Drs Mujib Qolyubi MH dan segenap civitas akademika STAINU serta mahasiswa dari kampus lainnya seperti UIN Jakarta dan PTIQ.

Husein Muhammad dalam kesempatan itu mengatakan, buku Fiqih Indonesia adalah buku yang menawarkan konsep Fiqih yang benar-benar baru bagi masyarakat Indonesia, karena pembahasan yang di ketengahkan dalam buku ini mengenai hukum keluarga yang populer pula di sebut dengan al-Ahkam al Ahwal al-Syakhsiyah yang berusaha untuk meniadakan praktek diskriminatif yang dialami oleh sebagian keluarga, khususnya adalah pihak perempuan karena mengacu pada undang-undang hukum islam yang terangkum dalam Kompilasi Hukum Islam (KHI). Karena pembahasan ini sifatnya sangat baru dan asing di kalangan masyarakat Indonesia khususnya di kalangan Nahdhiyyin, menjadikan buku ini, buku yang sangat kontroversial.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

“Hukum keluarga di Indonesia ini masih bernuansa diskriminatif-patriakhis, coba lihat saja dalam beberapa kasus, seperti? di undang-undang mengenai pembatasan usia nikah bagi perempuan yang di atur dalam pasal 15 ayat (1). Pasal ini di anggap tidak adil karena telah membatasi usia minimal perempuan boleh menikah lebih rendah usia laki-laki, sedangkan dalam usia 16 tahun perempuan terkadang masih belum siap mental dan alat reproduksinya dan masih banyak lagi, seperti tentang perempuan bisa menjadi kepala rumah tangga, bolehnya pernikahan beda agama dan lain sebagainya,” Kiai Husein yang sekaligus sebagai pembela hak-hak perempuan ini.

Menanggapi banyaknya pro dan kontra terhadap isi buku Fiqih Indonesia, Ulil Absar Abdalla mencoba untuk memberikan pemahaman kepada para peserta bedah buku yang hadir dengan menjelaskan arti sebenarnya Ukhuwwah Islamiah.

“Ukhuwah Islamiah yang benar adalah bukan ukhuwah yang mengharuskan semuanya sama. Bukan ukhuwwah yang mengharuskan semua ummat muslim harus berpendapat yang sama, kalau satu kelompok A maka kelompok yang lainnya juga A. Tapi ukhuwwah islamiah adalah persaudaran umat Islam yang di dasari dengan perbedaan dan keragamaan,” tegasnya.

Pada akhirnya kedua narasumber menawarkan pentingnya membaca buku Fiqih Indonesia yang di dalamnya terangkum hukum-hukum Islam baru yang sangat relevan untuk diterapkan di Indonesia. (Nizar Presto/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Ubudiyah VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Sabtu, 30 Desember 2017

Ulama Syiah Irak Lakukan Kunjungan Langka ke Arab Saudi

Riyadh,? VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Ulama berpengaruh Syiah Irak Muqtada al-Sadr tengah menjalani agenda kunjungan langka ke Arab Saudi.

Seperti diwartakan AP, Kantor Al-Sadr pada Ahad (30/7) merilis bahwa dia telah diundang ke negara berhaluan Sunni itu. Arab Saudi prihatin dengan pengaruh rivalnya Iran di Irak, yang mendukung milisi Syiah berperang melawan kelompok ISIS di sana. Al-Sadr termasuk di antara mereka yang telah meminta milisi tersebut untuk bubar.

Ulama Syiah Irak Lakukan Kunjungan Langka ke Arab Saudi (Sumber Gambar : Nu Online)
Ulama Syiah Irak Lakukan Kunjungan Langka ke Arab Saudi (Sumber Gambar : Nu Online)

Ulama Syiah Irak Lakukan Kunjungan Langka ke Arab Saudi

Surat kabar Pan-Arab Ashraq al-Awsat? mengunggah foto di akun Twitternya yang memperlihatkan al-Sadr tiba di Arab Saudi dan disambut oleh Thamer al-Sabhan, mantan duta besar Arab Saudi untuk Irak dan orang pertama yang ditugaskan ke Baghdad setelah 25 tahun istirahat.

Al-Sabhan kini menjabat sebagai menteri negara untuk wilayah Teluk setelah bersitegang dengan pemerintah Irak. Dia mengklaim bahwa milisi yang didukung Iran berencana untuk membunuhnya.

Sementara itu The New Arab? melaporkan, sebuah sumber Irak yang dekat dengan partai politik al-Sadr menyampaikan bahwa ia didampingi oleh delegasi ulama dan politisi Syiah dari Gerakan Sadris.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

"Sadr menerima undangan dari Pengadilan Saudi untuk mengunjungi Riyadh bulan lalu melalui duta besar Irak untuk Arab Saudi, Rushdi al-Ani," kata sumber tersebut.

Seorang anggota parlemen Irak mengatakan bahwa Sadr akan bertemu dengan Pangeran Mahkota Saudi Mohammed bin Salman, yang dinobatkan sebagai pewaris tahta paling berkuasa di bulan lalu, dan juga pemimpin agama Saudi.

"Perundingan akan berfokus pada isu-isu yang berkaitan dengan Irak di bawah kebijakan baru Riyadh mengenai keterbukaan terhadap Syiah Irak," kata anggota parlemen tersebut.

Hubungan antara Baghdad dan Riyadh baru saja kembali pulih belakangan ini sejak mereka putus hubungan pada tahun 1990 menyusul invasi Saddam Hussein ke Kuwait.

Kedutaan Saudi dibuka kembali di Baghdad untuk pertama kalinya dalam 25 tahun di awal 2016. Beberapa bulan kemudian, Baghdad meminta Riyadh untuk mengganti duta besarnya, Thamer al-Sabhan, setelah ia mendesak Irak untuk menyingkirkan anggota paramiliter Hashed al-Shaabi yang mayoritas berhaluan Syiah dari perang melawan kelompok ISIS. (Red: Mahbib)

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Ubudiyah, Humor Islam VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Jumat, 29 Desember 2017

Ini Berbagai Kegiatan “Pasanan” di Pesantren Al-Muayyad

Sukoharjo, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Selama bulan Ramadhan ini, Pondok Pesantren Al-Muayyad Windan Makamhaji Kartasura Sukoharjo mengadakan berbagai kegiatan pasanan (kegiatan di bulan puasa). Kegiatan yang ada tidak hanya bersifat keagamaan, tetapi juga diadakan pelatihan penyiaran.

Ini Berbagai Kegiatan “Pasanan” di Pesantren Al-Muayyad (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Berbagai Kegiatan “Pasanan” di Pesantren Al-Muayyad (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Berbagai Kegiatan “Pasanan” di Pesantren Al-Muayyad

Hal tersebut dikatakan Pengasuh Pesantren Windan, KH M Dian Nafi, saat dihubungi VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth, Sabtu (20/6).

“Selama bulan puasa di Al-Muayyad Windan ada kajian kitab I’anatun Nisa’. Para peserta dari santri putri dan Muslimat NU Ranting Makamhaji,” terang Kiai Dian.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Wakil Rais Syuriyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah itu juga menambahkan, untuk pengajian kitab umum juga ada kajian kitab Al-Yaqutun Nafis, Al-Arabiyah baina yadaik dan Irsyadul Ibad.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

“Para santri juga kita berikan kajian Fiqih Tradisonalis yang dikaji setiap Selasa ba’da subuh dan ba’da tarawih, serta Senin ba’da ashar,” paparnya.?

Di bulan puasa ini, pesantren Windan juga membekali para santri dengan mengadakan berbagai pelatihan. “Ada pelatihan khitabah, khutbah, broadcasting radio dan pertanian organik,” ujar dia. (Ajie Najmuddin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Tokoh, Ubudiyah VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Selasa, 05 Desember 2017

PBNU Tak Setuju Investasi Minuman Keras Dibebaskan

Jakarta, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj menyatakan ketidaksetujuannya terhadap rencana pemerintah menjadikan industri minuman keras yang sebelumnya masuk daftar negatif investasi, menjadi keluar dari daftar tersebut.

Dengan dicabutnya dari daftar negatif, maka investor akan berlomba-lomba membangun pabrik minuman keras.

PBNU Tak Setuju Investasi Minuman Keras Dibebaskan (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Tak Setuju Investasi Minuman Keras Dibebaskan (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Tak Setuju Investasi Minuman Keras Dibebaskan

“Minuman keras jelas-jelas lebih banyak mudharatnya daripada manfaatnya,” katanya, Senin.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Pendirian pabrik baru atau perluasan yang sudah ada, akan mendorong para pengusaha mencari konsumen minuman beralkohol yang diproduksinya demi meraih keuntungan, sementara di sisi lain, masyarakat yang akan dirugikan.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Ia juga tidak sepakat, produksi minuman beralkohol ini untuk tujuan ekspor atau untuk memenuhi konsumsi di wilayah Indonesia Timur yang permintaanya tinggi.

“Seharusnya, kebijakan pemerintah adalah bagaimana konsumsi minuman beralkohol ditekan untuk kebaikan masyarakat, bukan malah didorong untuk naik,” tandasnya.

Ia mengibaratkan, alasan pendirian pabrik baru untuk memenuhi konsumsi ekspor dan Indonesia Timur, seperti yang dilakukan oleh para petani opium di Afganistan.

“Mereka mengaku tidak mengkonsumsi opium, tapi hanya untuk orang luar. Kan seperti itu,” paparnya.

Sebelumnya, sebagaimana dinasir ipotnews.com, Menteri Perindustrian MS Hidayat seusai melakukan rakor tentang fiskal, pajak, infrastruktur, dan tenaga kerja di Kantor Kementerian Koordinator Perekonomian, Jakarta, Jumat (19/7).

Saat ini, kata Hidayat, Timnas Peningkatan Ekspor dan Peningkatan Investasi (PEPI) di bawah Kemenko Perekonomian tengah merevisi Perpres Perpres No 36/2010 tentang Daftar Bidang Usaha Tertutup dan Bidang Usaha Terbuka dengan Persyaratan di Bidang Penanaman Modal.

Hidayat mengatakan, revisi DNI itu merupakan upaya pemerintah untuk memperbarui kebijakan terkait investasi dengan menyesuaikan dengan dinamika dan kebutuhan investasi. Revisi tersebut dilakukan secara berkala karena tidak mungkin keputusan dari aturan sejak 10 tahun yang lalu tetap diberlakukan.

"[Revisi DNI] Ya policy mengenai alkohol. Itu kalau diinsentifkan di Indonesia Timur kan tidak apa-apa. Semacam begitulah kira-kira. Dan itu karena demand-nya tinggi. Kalau misalnya wine dibuat di Bali, lalu diekspor 100%, why not?" kata Hidayat.

Dia menyatakan, apakah nantinya revisi DNI di sektor minuman beralkohol tersebut berlaku untuk industri yang melakukan perluasan atau bagi investasi baru, hal itu masih dibahas lebih lanjut. Termasuk, rencana mendorong dilakukan di Indonesia Timur karena dinilai sebagai wilayah yang cocok untuk produk tersebut.

"Nanti akan dibuat definisi baru mengenai itu [bagi industri akohol yang ekspansi atau investasi baru]. Kan kalau sekarang hanya boleh perluasan, saya mengusulkan boleh aja [investasi] yang baru, apalagi kalau 100% ekspor," jelasnya.

Selain sektor industri alkohol, menurutnya, ada beberapa industri startegis lainnya yang masuk dalam revisi DNI ini. Namun sayangnya dia enggan menyebutkan sektor industri apa saja selain industri minuman beralkohol yang ada dibuka dalam revisi tersebut.

"Jangan dulu [disebutkan] karena itu menyangkut PMA, ya pokoknya industri strategis. Alkohol itu strategis dan sensitif. Mungkin [akan dibuka lagi] beberapa industri strategis yang memang dianggap sudah bisa masuk kategori dimasuki swasta," ungkapnya.

Dia menambahkan, untuk sektor nuklir sempat dibicarakan sebagai sebuah wacana bahwa salah satu sumber yang ramah lingkungan dan murah. Akan tetapi hal itu baru pada tingkat membicarakan kemungkinan untuk dilonggarkan dalam revisi DNI karena sektor ini merupakan keputusan politik. "Keputusan mengenai nuklir itu 100% keputusan politik, kapan dimulainya dan sebagainya," tandas Hidayat.

Penulis: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Tokoh, Ubudiyah, Humor Islam VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Sabtu, 02 Desember 2017

Pidato Rais Aam Gunakan Fasilitas Teleconference

Jakarta, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Pidato Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Sahal Mahfudz pada puncak peringatan Hari Lahir ke-82 NU akan menggunakan fasilitas teleconference (pembicaraan jarak jauh).



Pidato Rais Aam Gunakan Fasilitas Teleconference (Sumber Gambar : Nu Online)
Pidato Rais Aam Gunakan Fasilitas Teleconference (Sumber Gambar : Nu Online)

Pidato Rais Aam Gunakan Fasilitas Teleconference

Menurut rencana, ada enam pengurus wilayah NU yang dapat mengikuti secara langsung acara yang digelar di Gelora Bung Karno, Jakarta, pada 3 Februari mendatang itu. Keempat PWNU itu, antara lain, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi Selatan dan Sumatera Barat.

“Masing-masing PWNU akan membuat acara yang menghadirkan massa NU di stadion provinsi masing-masing. Dengan teleconference ini, warga NU di sejumlah ibu kota provinsi lain bisa mengikuti dan mendengarkan pidato dari Rais Aam,” ujar Sekretaris Panitia Pelaksana Harlah ke-82 NU, Anas Taher, beberapa waktu lalu.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Melalui fasilitas teleceonference itu pula akan digelar dialog interaktif antara Presiden dengan warga Nahdliyin (sebutan untuk warga NU) di masing-masing provinsi. “Misalnya, PWNU Jatim bisa menceritakan tentang kondisi warga NU kepada Presiden,” kata Anas.

Selain itu, pihak panitia juga sedang mengusahakan adanya siaran langsung puncak peringatan harlah tersebut sehingga bisa disaksikan warga Nahdliyin di seluruh Indonesia.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Diikuti Ratusan Ribu Massa

Tak tanggung-tanggung. Diperkirakan, sebanyak 300 ribu warga Nahdliyin akan memenuhi stadion kebanggaan bangsa Indonesia itu. Mereka datang dari wilayah DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten.

Selain itu, pada hajatan akbar yang bakal dihadiri Presiden Susilo Bambang Yudhoyono itu, akan ditampilkan pula beragam acara lain, seperti, atraksi spektakuler para pendekar Ikatan Pencak Silat NU Pagar Nusa, parade marching band dari Tarakanita dan Pondok Pesantren Darunnajah. Pun, manuver terjung payung hingga konser dangdut Soneta Group pimpinan Raja Dangdut Rhoma Irama. (mkf)Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Ubudiyah VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Selasa, 28 November 2017

Ramadhan Momen Tingkatkan Kepekaan Sosial

Jakarta, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Bulan Ramadhan bagi kaum muslimin menjadi momen penting. Tak terkecuali para aktivis perempuan yang tergabung dalam Kongres Wanita Indonesia (Kowani). Targetnya, momentum Ramadhan ini mampu meningkatkan kepekaan sosial.

Ramadhan Momen Tingkatkan Kepekaan Sosial (Sumber Gambar : Nu Online)
Ramadhan Momen Tingkatkan Kepekaan Sosial (Sumber Gambar : Nu Online)

Ramadhan Momen Tingkatkan Kepekaan Sosial

Hal tersebut dikatakan Ketua Bidang Agama Kowani, Khalilah, kepada VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth menjelang penutupan ‘Kowani Fair 2017 dan Pasar Murah Pangan’ yang dihelat di gedung SMESCO Jakarta, Ahad (4/6) lalu.

“Terutama disparitas sosial yang tinggi seperti disampaikan dua narasumber diskusi, yakni Kepala Balitbang Diklat Kemenag, Abdurrahman Mas’ud dan Dirjen Penanganan Fakir Miskin Kemensos, Andi ZA Dulung barusan,” kata aktivis gender yang juga aktif di PP Fatayat NU ini.

Ia menjelaskan, program santunan 300-an anak yatim piatu dan dhuafa yang dikemas dalam acara buka bersama ini sudah dilaksanakan bidang agama Kowani selama dua tahun terakhir. Persisnya selama periode kepengurusan 2014-2019 ini sudah tiga kali Ramadhan.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

“Untuk santunan anak yatim, ada lebih dari dari 300 anak selama empat hari. 50 anak per hari. Nah, sekarang terbanyak, 150 anak. Yang 100 bantuan dari Kowani. Nah, hari ini yang 200 anak itu bantuan Kemensos. Per itemnya 150 ribu. Tentu buat anak-anak ini sangat membantu,” ungkapnya.

Namun gelaran santunan tahun ini berbeda lantaran dibarengkan dengan ‘Kowani Fair’ yang digelar di bulan Ramadhan. “Maka bidang agama Kowani turut serta memeriahkan kegiatan ini dengan cara memindahkan santunan di forum ini. Alhamdulillah para pengurus terketuk hatinya menyalurkan infaq melalui bidang agama,” ujarnya terharu.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

?

Ia mengaku program tersebut tepat sasaran karena melibatkan banyak pelaku ekonomi. Sejumlah stand buat UKM-UKM di bawah organisasi binaan Kowani pun dibuka untuk memamerkan produknya kepada masyarakat. Harapannya, produk-produk mereka dapat diterima khalayak dan bisa meningkatkan perekonomian perempuan.

Khalilah sekilas menceritakan paparan kedua narasumber yang luar biasa. Keduanya memaparkan realitas kehidupan masyarakat perempuan dan tantangannya melalui riset.

?

“Prof Mas’ud mendorong ibu-ibu agar bisa mengakses UU JPH agar produk-produk mereka bisa bersertifikasi halal. Sementara Pak Dirjen menyebut banyak program yang bisa diakses oleh anggota Kowani di Kementerian, tinggal bagaimana program tersebut disinergikan ke depan,” paparnya.

Menurut dia, sinergi tersebut merupakan upaya mempercepat kerja sama pemerintah dengan organisasi masyarakat agar sinergis, sehingga ketimpangan dan kesenjangan sosial yang semakin tinggi bisa teratasi. “Intinya, ini bentuk partisipasi Kowani,” tandas Khalilah.

Kowani, kata dia, memiliki organisasi anggota yang berpartisipasi mengutus anak yatimnya. “Jadi diambil dari Fatayat NU, Wanita PUI, PWKI, Aisiyah, Al-Hidayah, Perwanas, Panca Marga, dan Salimah,” ungkapnya.

Sebagai utusan Fatayat untuk Kowani, selama perhelatan acara yang dihelat empat hari, Kamis-Ahad (1-4/6), Khalilah pun mengundang para penceramah seperti Gus Reza, Ketum PP Fatayat NU Anggia Ermarini, dan Ketua Forum Daiyah (FORDA) Fatayat NU, Dewi Ani Anggraini.

?

“Karena dari Fatayat, untuk setiap acara saya berusaha selalu ada yang mengaji dan membaca sholawat. Itu hal baru di Kowani. Meski waktunya terbatas, diusahakan tetap menggaungkan sholawat,” pungkasnya. (Musthofa Asrori/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Ubudiyah VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Jumat, 10 November 2017

Santri Ciganjur Ziarahi Wali dan Pesantren

Jakarta, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Santri Pondok Pesantren Luhur Ciganjur berangkat ziarah Wali Songo dari Kompleks Yayasan KH Abdul Wahid Hasyim Ciganjur, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Ahad (23/12) siang. Selain makam, rombongan akan mengunjungi sejumlah pesantren.

Santri Ciganjur Ziarahi Wali dan Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
Santri Ciganjur Ziarahi Wali dan Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

Santri Ciganjur Ziarahi Wali dan Pesantren

"Tak sebatas ziarah. Ini merupakan silaturahim santri kepada para kiai dan wali baik yang masih hidup maupun sudah wafat," kata ketua rombongan Ahmad Khoiri.

Kegiatan hasil kerjasama dengan Pahala Kencana Transportation ini dimulai dengan sowan ke kediaman Rois Aam Jamiyah Ahlit Thariqah al-Mutabarah An-Nahdliyah (JATMAN) Habib Lutfi bin Yahya di Pekalongan. Bus kemudian menuju makam Wali Songo dan beberapa tokoh penting NU, seperti KH Kholil di Bangkalan, Madura; KH Hasyim Asyari, KH Abdul Wahid Hasyim, dan KH Abdurrahman Wahid di Jombang Jawa Timur.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Panitia telah menjadwalkan, 30 peserta ziarah akan bersilaturahim ke Pesantren Al-Anwar asuhan KH Maimun Zubair dan Pesantren Raudlatut Thalibin milik KH Mustofa Bisri di Rembang, Jawa Tengah, serta beberapa pesantren di Jawa Timur.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

"Selama perjalanan di bus, peserta akan sibuk membaca al-Quran yang dibagi perjuz. Targetnya sepuluh makam sepuluh khataman," tutur Khoiri.

?

Foto: Makam Gus Dur

Redaktur: A. Khoirul Anam

Penulis ? : Mahbib Khoiron

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Ubudiyah VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Senin, 06 November 2017

Ngaji Pasaran di Era Hadlaratussyekh KH Hasyim Asy’ari

Sudah menjadi semacam tradisi yang turun temurun sampai sekarang, pada bulan Ramadhan di beberapa pesantren besar ramai didatangi orang-orang untuk ikut mengaji kitab tertentu. Tradisi ini dalam kalangan pesantren, biasa disebut ngaji pasanan atau pasaran.

Tak terkecuali pesantren besar macam Tebuireng Jombang, sejak zaman dahulu, ketika bulan Puasa tiba, para santri dari berbagai pelosok Tanah Air berduyun-duyun ke Tebuireng untuk ikut mengaji kitab Shahih Bukhari kepada Hadratussyaikh, KH Hasyim Asy’ari, yang memang juga dikenal sebagai salah seorang ulama ahli hadits.

Ngaji Pasaran di Era Hadlaratussyekh KH Hasyim Asy’ari (Sumber Gambar : Nu Online)
Ngaji Pasaran di Era Hadlaratussyekh KH Hasyim Asy’ari (Sumber Gambar : Nu Online)

Ngaji Pasaran di Era Hadlaratussyekh KH Hasyim Asy’ari

Salah satu tokoh NU dan mantan Menteri Agama RI, KH Saifuddin Zuhri, mengatakan bahwa ketika KH Hasyim Asy’ari membaca kitab Shahih Bukhari, membaca dengan cermat tetapi cepat, seolah sedang membaca kitab karangannya sendiri.

“Orang yang pernah melihat sendiri, cara Hadratussyaikh membaca Al-Bukhari mengatakan bahwa beliau sebenarnya telah hafal seluruh isi kitab ini. Seolah-olah sedang membaca kitab karangannya sendiri!” (Zuhri, 1974 : 152)

Aboebakar Atjeh dalam buku Sejarah Hidup KH. A. Wahid Hasyim (2015) mepaparkan sedikit gambaran suasana ngaji pasanan di Tebuireng kala Hadratussyaikh masih hidup. Menurut dia, pada zaman itu, lumrahnya di Bulan Ramadhan pesantren menjadi sepi, sebab para santri diliburkan untuk diberikan kesempatan pulang ke kampungnya masing-masing.

Namun, sebaliknya di Tebuireng, suasana justru bertambah ramai, karena kedatangan oleh para santri yang ingin menghabiskan Ramadhan bersama sang guru tercinta.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

“Ia (Hadratussyaikh, red) selama bulan puasa memberi kuliah istimewa mengenai ilmu hadist karangan Al-Bukhari dan Muslim. Kedua kitab hadist yang penting ini harus khatam dalam sebulan puasa itu dan oleh karena itu, jadilah bulan ini suatu bulan yang penting bagi kiai-kiai bekas muridnya di seluruh Jawa. Dalam bulan puasa, bekas murid-muridnya yang sudah memimpin pesantren di mana-mana, biasanya memerlukan datang tetirah ke Tebuireng, tidak saja untuk melanjutkan hubungan silaturahmi dengan gurunya, tetapi juga untuk mengikuti seluruh kuliah istimewa mengenai hadist Al-Bukhari dan Muslim guna mengambil berkah atau tabaruk,” (Atjeh, 105-106).

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Pengajian tersebut biasanya diselenggarakan di pendopo masjid. Tempat ini dalam kesehariannya juga digunakan untuk mengajar para santri. Biasanya beliau mengajar bahkan sampai tengah malam. Sebagai tempat duduk, digunakan alas sepotong kasur yang ditutupi dengan sepotong tikar atau sepotong kulit biri-biri, dan di sampingnya terdapat sebuah bangku untuk meletakkan beberapa kitab.

Sampai sekarang, tradisi pengajian Kitab Shahih Al-Bukhari di Tebuireng pada bulan Ramadhan masih berjalan. Setelah Hadratusyaikh wafat, pengajian ini dilanjutkan oleh Kiai Idris Kamali dan Kiai Syamsuri, dan kemudian dilanjutkan Gus Ishom Hadzik. Sempat vakum beberapa tahun, akhirnya dari berbagai pertimbangan ditunjukklah Kiai Habib Ahmad, seorang alumni pondok Tebuireng, yang pernah mendapatkan ijazah kitab ini dari Kiai Syamsuri.? (Ajie Najmuddin)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth IMNU, Sejarah, Ubudiyah VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Rabu, 01 November 2017

Peringati Harlah, GP Ansor Temayang Ziarah di Makam Para Pendiri NU

Bojonegoro, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth - Dalam rangka memperingati hari lahir (Harlah) Ansor Ke-83, Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Temayang Kabupaten Bojonegoro menziarahi pejuang NU yang ada di Jombang, Ahad (7/5).

Ketua GP Ansor Temayang Subeki mengatakan, ziarah diawali dari makam KH Hasyim Asyari, KH Abdul Wahid Hasyim, dan KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Setelah itu mereka bergeser ke makam KH Romli, pendiri Pesantren Darul Ulum dan makam KH Bisri Syansuri.

Peringati Harlah, GP Ansor Temayang Ziarah di Makam Para Pendiri NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Peringati Harlah, GP Ansor Temayang Ziarah di Makam Para Pendiri NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Peringati Harlah, GP Ansor Temayang Ziarah di Makam Para Pendiri NU

"Ziarah napak tilas ini ditutup ziarah ke makam KH Wahab Hasbullah," jelasnya.

Ziarah yang mengusung tema Napak Tilas Perjuangan dan Impian Kiai yang dilakukan kader NU Kecamatan Temayang ini bertujuan untuk menguatkan para penerus muda NU. Selain menjadi silaturahmi pengurus GP Ansor Temayang ziarah ini juga bertujuan untuk menyolidkan kepengurusan ke depan.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

"Serta mengingat perjuangan para pendiri NU. Melalui ziarah ini diharapkan pengurus Ansor semakin berkhidmat pada NU ke depannya," pungkasnya. (M Yazid/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Ubudiyah VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock