Tampilkan postingan dengan label Kyai. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kyai. Tampilkan semua postingan

Senin, 05 Februari 2018

Ketua NU Sulsel 1988-1995 Tutup Usia

Makassar, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Innalillahi wainna ilaihi rajiun, mantan Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Sulawesi Selatan Gurutta Abdurrahman atau dikenal dengan H Abdurrahman “Bola Dunia” pulang ke rahmatullah, Ahad (15/2), pukul 20.00 WIB. Jenazah disemayamkan di kedimannya di Jalan Ade Irma Nasution D 16, Makassar, Sulsel.

Abdurrahmann merupakan pendiri dan saat ini Ketua Badan Pengawas Yayasan Perguruan Tinggi Al-Gazali Makassar yang menaungi salahh satu perguruan tinggi NU, yakni Universitas Islam Makassar (UIM). Ia dikenal  banyak berkorban dan berkontribusi dalam pengembangan pendidikan di Sulsel.

Ketua NU Sulsel 1988-1995 Tutup Usia (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketua NU Sulsel 1988-1995 Tutup Usia (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketua NU Sulsel 1988-1995 Tutup Usia

Abdurrahman pernah pula memegang amanah sebagai Sekretaris PWNU Sulsel sebelum akhirnya menjadi ketua PWNU Sulsel untuk periode 1988-1995.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

PWNU Sulsel dan keluarga besar UIM menyampaikan duka mendalam atas wafatnya tokoh NU ini. Tampak hadir di kediamannya malam itu Rektor UIM Dr Majdah M Zain, Ketua PCNU Makassar H Abd Wahid Thahir, serta segenap pengurus NU dan civitas akademika UIM lainya. (Andy Muhammad Idris/Mahbib)

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Kyai, Doa, Internasional VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Kamis, 01 Februari 2018

PBNU Selenggarakan Lokakarya Pembinaan PTNU

Jakarta, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU)  menggelar Lokakarya Pembinaan Perguruan Tinggi NU di Gedung PBNU, Jakarta Pusat, Kamis (2/8). Tema yang diambil, “Akselerasi Pengembangan Mutu dan Pembekalan Panduan Teknis bagi Perencanaan Perguruaan Tinggi (PT) NU ke depan”.

PBNU Selenggarakan Lokakarya Pembinaan PTNU (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Selenggarakan Lokakarya Pembinaan PTNU (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Selenggarakan Lokakarya Pembinaan PTNU

Lokakarya diikuti kurang lebih 200 utusan PTNU se-Indonesia, baik jajaran pimpinan PTNU yang sudah eksis maupun panitia pendirian PTNU baru. Turut hadir pula, jajaran PWNU terkait, PP Lajnah Pendidikan Tinggi NU (LPTNU), PP Lembaga Pendidikan Ma’arif NU, dan PP Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) NU.

Acara yang dibuka Waketum PBNU H As’ad Said Ali ini akan mendiskusikan berbagai hal seputar pendidikan tinggi, seperti penjaminan dan perbaikan mutu, manajemen sumber daya manusia, manajemen kewirausahaan, serta starategi dan perencanaan pndirian PTNU.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Ketua panitia penyelenggara A Hanief Saha Ghafur mengatakan, kegiatan ini merupakan wujud silaturrahim nasional PT di lingkungan Nahdliyin. Tujuan utamanya, memperkuat pembinaan manajemen mutu dan kewirausahaan PTNU yang sudah ada, serta mengembangkan kapasitas dan panduan teknis bagi panitia pendirian PTNU baru dalam menyusun perencanaan ke depan.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Menurutnya, perguruan tinggi ke depan dihadapkan kepada berbagai tantangan dari berbagai arah, dari persoalan mutu akademik, kelangkaan sumberdaya, mengecilnya peluang sumber dana, persaingan ketat, manajemen dan tata kelola yang belum mapan.

“Pengelola perguruan tinggi dituntut menemukan strategi baru dan jalan alternative untuk keluar dari krisis yang mendera,” pintanya.

Redaktur : A. Khoirul Anam

Penulis     : Mahbib Khoiron

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Kyai, Nusantara, Syariah VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Selasa, 30 Januari 2018

Tarekat adalah Pilar dan Ruh NU

Bandung, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Dosen Pascasarjana Universitas Islam Sunan Gunung Djati Bandung DR. Ajid Tohir mengatakan, salah satu pilar dan merupakan ruh Nahdlatul Ulama adalah thariqah (tarekat). NU kemudian menjam’iyahkan para pengamalnya dalam Jamiyah Ahli Thariqah Mutabarah An Nahdliyah (JATMAN).

Tarekat adalah Pilar dan Ruh NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Tarekat adalah Pilar dan Ruh NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Tarekat adalah Pilar dan Ruh NU

Pendapat Ajid diperkuat dengan mengutip pernyataan Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj pada sebuah pertemuan di Cihampelas. “Ruh-nya NU itu ada di Thariqah," kutipnya pada pembentukan Mahasiswa Ahli Thariqah Mutabarah An Nahdliyah (MATAN) Jawa Barat di Bandung Sabtu (14/2).

Menurut penulis buku “Gerakan Politik Kaum Tarekat Qadiriyah-Naqsyabandiyah di Pulau Jawa” ini, kontribusi penganut tarekat dalam perjuangan melawan kolonialisme sangat besar. Dalam temuannya, setiap ada pergerakan melawan penjajah selalu melibatkan penganut tarekat.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Namun, perjuangan kalangan tarekat justru kurang dihargai pada masa kemerdekaan. Bahkan mereka dicap sebagai kalangan yang menjadi penyebab mundurnya dunia Islam, khususnya di Indonesia.

"Dulu sekitar tahun 1970-an kelompok thariqah menjadi sasaran empuk kelompok reformis karena thariqah dianggap sebagai kemunduran Islam. Padahal sebenarnya thariqah punya peran besar dalam melawan penjajah," tambahnya.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Lain lagi dengan cara pandang orang pada kalangan tarekat pada zaman sekarang. Menurut Ajid, tarekat mulai digemari masyarakat. Bahkan di kalangan akademik.

Karena, sambung Ajid, di akademik yang selalu diisi adalah intelektual melulu, sementara ruhaniyahnya hampa. Sementara yang mengisi ruhaniyah itu adalah tasawuf yang dilakoni kalangan tarekat.

"Belajar dalam tasawuf itu tidak ada akhirnya, kita akan terus menjadi murid, menjadi salik sampai tutup usia," lanjutnya. (Aiz Luthfi/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Nahdlatul, Kyai VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Rabu, 17 Januari 2018

Kenang Jasa Gus Dur, Lintas Etnis Berdoa Bersama

Jombang, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Untuk mengenang jasa-jasa KH Abdurrahman Wahid, organisasi lintas etnis Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Kabupaten Jombang mengadakan peringatan haul kiai yan dikenal Gus Dur itu. Haul berlangsung di Gedung Pertemuan Tri Dharma Hok Liong Kiong, Selasa malam (16/12).

Seluruh peserta yang hadir pada malam itu, diajak berdoa bersama memakai bahasa etnisnya dengan satu orang perwakilan sebagai pimpinan masing-masing. Dari etnis Batak dipimpin Pendeta Herlina Sinaga, Safril dari etnis Minang, Dimyati etnis Jawa, dari etnis Madura H Syahroni, Nyoman dari etnis Bali, Feky Tololiu dari etnis Minahasa, dari Maluku Arik Rais Watineh dan dari etnis Cina dipimpin Yeni.

Kenang Jasa Gus Dur, Lintas Etnis Berdoa Bersama (Sumber Gambar : Nu Online)
Kenang Jasa Gus Dur, Lintas Etnis Berdoa Bersama (Sumber Gambar : Nu Online)

Kenang Jasa Gus Dur, Lintas Etnis Berdoa Bersama

Acara yang diikuti ratusan orang tersebut diharapkan untuk mengingat kembali kebaijikan Gus Dur terhadap seluruh golongan dalam memperjuangkan kesetaraan dan melawan ketidakadilan. “Hari ini kita harus merefleksikan peninggalan kebaikan Gus Dur untuk kita teladani,” kata H Ubaidillah ketua panitia pelaksana kegiatan yang juga mantan ketua Ansor Jombang ini.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

H Syaifullah Yusuf juga turut hadir dalam kesempatan tersebut. Menurut Wakil Gubernur Jawa Timur, Gus Dur meyakini bahwa demokrasi yang akan mengantarkan pada kesejahteraan Indonesia. Demokrasi yang menghilangkan ketidakadilan. “Sehingga seharusnyalah masyarakat menjaga warisan demokrasi dari Gus Dur,” ungkap pria yang akrab disapa Gus Ipul.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Hal senada juga disampaikan KH Abdurrahman Usman, Ketua FPK Kabupaten Jombang. Bahkan pihaknya akan mengadakan kegiatan serupa di akhir Desember ini di aula kantor Bakesbangpolinmas Jombang untuk mempererat persatuan etnis yang ada di Indonesia khususnya di daerahnya.

“Begitu besar jasa Gus Dur untuk kita, sehingga kami merasa penting untuk menggelar acara haul ini untuk mengajak masyarakat mengingat dan meneladani Gus Dur,” jelas Kiai asal Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas ini.

Selain tokoh lintas etnis, tokoh lintas agama dan tokoh ormas juga hadir dalam kegiatan ini. Terlihat di meja tamu kehormatan barisan depan, Ketua Tanfidiyah PCNU Jombang Dr KH Isrofil Amar bersama istri Ny Hj Fauziyah. (Romza/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Kyai, AlaSantri VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Jumat, 12 Januari 2018

MA Unggulan Insan Cendikia Dibangun atas Energi Islam Nusantara

Jakarta, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Direktur Pendidikan Madrasah Kementarian Agama Nur Kholis Setiawan menjelaskan, kini sedang dikembangkan program pengembangan Madrasah Aliyah Unggulan Insan Cendikia di 20 lokasi di seluruh Indonesia dari Aceh sampai Papua.

“Dan strategi saya menentukan 20 ini tidak asal. Saya menggunakan energi Islam Nusantara karena madrasah ini eksis ditengah-tengah masyarakat Muslim yang memiliki kekhasan,” katanya kepada VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth, Selasa (25/11).?

MA Unggulan Insan Cendikia Dibangun atas Energi Islam Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)
MA Unggulan Insan Cendikia Dibangun atas Energi Islam Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)

MA Unggulan Insan Cendikia Dibangun atas Energi Islam Nusantara

Doktor dari Universitas Bonn Jerman ini menjelaskan dulu para ulama kiai, dan aulia melakukan penguatan keislaman melalui madrasah. Strategi yang sama inilah yang kini dikembangkannya.

“Kenapa bikin Insan Cendikia di Aceh Timur, karena disana dulunya ada kesultanan Perlak, Mengapa ada di Mandailing Natal, karena disitu ada kerajaan Barus, mengapa di Padang Pariaman Sumatra Barat. Kalau bicara Sumatra Barat, sudah heterogen, tapi kalau bicara Minang, pasti Islam karena prinsipnya adalah adat basandi syarak, syarak basandi kibatullah.”?

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Kebijakan yang sama juga diterapkan di Riau, dimana MA Insan Cendikia ditempatkan di Siak karena dulu ada kesultanan Siak, di Okan Hilir karena disitu ada Ario Damar yang mengasuh Raden Patah, Sultan Demak. Di Bangka Tengah karena disitu merupakan persinggahan para saudagar Gujarat dan para wali yang menyebarkan Islam di Nusantara, itu di Bangka Tengah dan Batam.?

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Selanjutnya di Sambas karena disitu ada Syeikh Khatib Assambasi. Lalu di Tanah Laut Kalimantan selatan karena ada kesultanan Martapura. Selanjutnya di Paser Kalimantan timur karena disitu ada kesultanan Paser. Selain itu ada di Lombok karena disana ada kerajaan?

Selaparang. ? Di Goa Sulawesi Selatan karena ada Sultan Hasanuddin dan syeikh Yusuf Makassar. Jawa Tengah ditempatkan di Pekalongan karana dulu banyak Habaib menyebarkan Islam di Pekalongan. Di Jawa Timur ditempatkan di Pasuruan karena disitulah ada Mbah Hamid Pasuruan.?

Tempat lain adalah di Sulawesi tenggara karena ada kerajaan Buton, di Ternate, karena ada sultan Ternate. Di Sorong, karena ada jasa sultan Ternate, Islam masuk ke Papua Barat.?

“Ini tidak asal menentukan. Ini adalah pucuk dari energi Islam. 20 titik inilah insyaallah yang akan membesarkan Islam Nusantara karena ini adalah titik-titik para wali yang memperjuangkan Islam di Nusantara.” (mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Kyai VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Rabu, 27 Desember 2017

PMII Jabar Tuntut Polisi Lepaskan 6 Aktivis-Petani

Bandung, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the TruthÂ? . Pengurus Koordinator Cabang (PKC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Jawa Barat menuntut Kepolisian Indramayu melepaskan 6 aktivis PMII dan petani yang ditahan.Â?

PMII Jabar Tuntut Polisi Lepaskan 6 Aktivis-Petani (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Jabar Tuntut Polisi Lepaskan 6 Aktivis-Petani (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Jabar Tuntut Polisi Lepaskan 6 Aktivis-Petani

“Bebaskan 6 kawan kami dari segala tuduhan dan jeratan hukum tanpa syarat,” tuntut Ketua PKC PMII Jabar Edi Rusyandi melalui pers rilis yang dikirim lewat surat elektronik pada Jumat malam (30/8).�

Edi kemudian menyebutkan 6 orang yang ditahan polisi tersebut, yaitu Abdul Rojak. Ia adalah mantan Ketua PC PMII Indramayu. Selain sebagai Sekjen Serikat Tani Indramayu (STI), ia adalah salah seorang Dewan Konsorsium Pembaruan Agraria Wilayah Jabar-Banten.Â?

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Aktivis yang datahan, tambah Edi, adalah Hamzah Fansuri, mantan Ketua PC PMII Indramayu yang sekarang sebagai Deputi STI, ketiga bernama Wajo, keempat Watno, kelima Rohman, dan terakhir Oki.Â?

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

“Kedua, kami menuntut hentikan segala bentuk kriminalisasi terhadap gerakan perjuangan kaum tani Indramayu. Ketiga tangkap dan adili preman yang melakukan tindak kekerasan terhadap anggota STI,” tuntut Edi.

PMII, kata Edi, juga mengutuk keras segala tindakan arogansi aparat dan tindakan pembiaran penganiayaan oleh preman bayaran.

PMII juga meminta Kapolda untuk mencopot Kapolres Indramayu dan kaji ulang pembangunan waduk Bubur Gadung di Desa Loyang yang telah menggusur tanah garapan rakyat.

Juga mendesak pihak kepolisian untuk mengusut tuntas kekerasan terhadap gerakan rakyat di Indramayu. “Laksanakan Reforma Agraria dengan membentuk Peradilan Agraria sebagai jalan terwujudnya keadilan atas sumber Agraria di Indonesia,” pungkasnya.�

Seperti diketahui, diketahui di Desa Loyang, Kecamatan Cikedung, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat tengah dibangun waduk. Aktivis PMII dan para petani di wilayah tersebut menolak karena tanah garapannya terancam hilang.Â?

Pada Ahad (25/8) lalu, saat alat berat untuk pembuatan waduk, petani yang mempertahankan tanah garapannya mendapat tindakan anarkis dari preman. Mereka dipukuli dan dihantam balok kayu hingga babak belur. Ujungnya 6 orang ditahan kepolisian.Â?

Edi menjelaskan, keberatan para petani dan aktivis PMII terhadap pembangunan waduk tersebut adalah tanpa komunikasi dan g nti rugi. Â? Â?

Selain PMII dan para petani, aksi penolakan tersebut didukung Serikat Tani Indramayu (STI), Serikat Petani Pasundan (SPP), Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA), Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI), Konfederasi Pergerakan Rakyat IndonesiA (KPRI), Agrarian Resource Center (ARC), SBI-KASBI, BMI, SBMI, SNT, HNSI, SPPI, KOPI, INTRAS, PBHBM, FMD CIREBON, GPP STI, LIRA.

Â?

Penulis: Abdullah AlawiÂ?

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Cerita, Kyai VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Minggu, 24 Desember 2017

Kitab Pertama Ulama Indonesia yang Mengkritik Wahabi

Jombang, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Kitab berjudul “An-Nushush al-Isamiyyah fi Radd al-Wahhabiyyah” karya salah seorang ulama Indonesia asal Gresik, Syekh Faqih Abdul Jabbar, dianggap sebagai karangan berbahasa Arab pertama yang membantah paham Islam anti-madzhab seperti Wahabi.

"Ini kitab pertama ulama Indonesia berbahasa Arab yg mengkritik aliran Wahabi, terbit pada tahun 1922, sebelum lahirnya NU," ujar Ketua Aswaja NU Center Jombang Ustadz Yusuf Suharto, Kamis (19/02), dalam Pembekalan Aswaja yang diselenggarakan MWCNU Mojowarno, Jombang, Jawa Timur.

Kitab Pertama Ulama Indonesia yang Mengkritik Wahabi (Sumber Gambar : Nu Online)
Kitab Pertama Ulama Indonesia yang Mengkritik Wahabi (Sumber Gambar : Nu Online)

Kitab Pertama Ulama Indonesia yang Mengkritik Wahabi

Selain kitab tersebut, di Tanah Air karangan berbahasa Arab generasi awal yang juga mengkritik Wahabi adalah Risalah Ahlissunnah wal Jamaah karya Hadratussyaikh Hasyim Asy’ari dan Syarah al-Kawakib al-Lamaah karya Syekh Abi Fadhl Senori (Mbah Fadhol). Keduanya berisi penjelasan paham Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja).

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Yusuf mengingatkan, kitab ini karangan Kiai Faqih mengingatkan dua aliran yang tidak sesuai dengan Aswaja, yakni Hasyawiyah dan Mu’tazilah.

"Hasyawiyah adalah aliran yang berpegangan dengan dhahir (bentuk luar)-nya teks, walaupun itu bertentangan dengan akal. Misalnya ayat yang jika dibiarkan apa adanya akan mengarah pada pemaknaan tajsim (menyifatkan wujud jasmani) kepada Allah. Sisi lain, mu’tazilah yang bertindak sebaliknya, mengunggulkan akal di atas nash,” urainya.

 

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Adapun Aswaja, lanjut Yusuf, mengaplikasikan syara dan akal secara bersama dan proporsional. Menurutnya, paham tekstualis (hasyawiyah) ini bisa mengarah kepada mudahnya seseorang mengeluarkan vonis bid’ahkan atau kafir kepada aliran lain yang tidak sepaham. Baginya, ini bencana ilmiah, seperti terlihat pada kelompok ISIS yang memahami teks suci secara sepotong-potong.

Pembekalan Aswaja digelar bersamaan dengan acara rapat kerja pengurus Majelis Wakil Cabang NU (MWCNU) Mojowarno. Kegiatan diikuti segenap pengurus dari unsur Lembaga, Lajnah, serta Badan Otonom NU di lingkungan MWCNU Mojowarno. Acara dibuka oleh Sekretaris PCNU Jombang, Muslimin Abdilla yang sekaligus mengisi materi ke-NU-an. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Kyai, Doa VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Ini Penjelasan Kiai Said Pentingnya Indonesia Konsisten Islam Moderat

Mataram, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth 

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj mengatakan bahwa secara geografis, Indonesia diapit dua negara maju yang non-Muslim, yakni Republik Rakyat Cina (RRC) dan Australia. 

Ini Penjelasan Kiai Said Pentingnya Indonesia Konsisten Islam Moderat (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Penjelasan Kiai Said Pentingnya Indonesia Konsisten Islam Moderat (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Penjelasan Kiai Said Pentingnya Indonesia Konsisten Islam Moderat

Menurutnya, RRC sebuah negara maju, baik dari segi teknologi, angkatan bersenjata, maupun senjatanya. Begitu juga Australia.

"Kita di tengah-tengah. Di tengah-tengah kita ini," katanya saat menghadiri jamuan makan malam di Pendopo Wali Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, Rabu (22 /11) malam. 

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Keberadaan dua negara maju tersebut, lanjut Kiai Said, tidak akan diam dan bisa mengancam Indonesia jika umat Islamnya tidak bijak dan tidak benar dalam membawa ajarannya yang moderat. 

"Bisa-bisa kita terperosok dalam kesulitan," katanya. 

Sementara ini, Indonesia dihormati dunia karena umat Islamnya terkenal toleran dan moderat, dan NU sebagai organisasi sosial keagamaan yang terus mengkampanyekan tentang moderatisme itu. 

"Jadi, hanya NU ormas besar yang sampai sekarang tetap solid, tetap satu, tetap di bawah kepemimpinan Rais ‘Aam dan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama yang mampu mengarahkan umat Islam, khususnya umat NU menjadi bangsa yang bermartabat, berbudaya, dan berkarakter," terangnya. 

Melihat Islam yang ramah, dan damai di Indonesia, ulama Timur Tengah pun berkeinginan menjadikan Islam  yang moderat seperti di Indonesia. Hal itu dibuktikan dengan diundangnya Ketua Umum PBNU ke Maroko dan Universitas Al-Azhar untuk menjadi pembicara. 

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

"Semua ingin seperti Islam (Indonesia) yang  nyaman, damai, toleran, moderat, tawassut, wasatiyah, rahmatan lil Alamin dan mutamaddin (berperadaban)," katanya. (Husni Sahal/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Kyai VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Besok Pagi, Baba Ismail Thailand Berkunjung ke Dayah Jamiah Al-Aziziyah Aceh

Aceh, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Ulama besar asal Pattani, Thailand, Tuan Guru Haji Ismail bin Umar akan berkunjung ke Dayah Jamiah Al-Aziziyah, Batee Iliek, Aceh. Kunjungan ke Batee Iliek dijadwalkan pada Sabtu (28/5) pagi setelah sebelumnya berkunjung ke beberapa dayah (pesantren) seperti Dayah Darul Muarrif, Dayah Ulee Titi, Dayah Darul Munawwarah Kuta Krueng, Babussalam Blang Blahdeh, dan juga Dayah Mudi Mesjid Raya Samalanga.

Baba Ismail, demikian ia disapa, akan menyampaikan tausiah di depan santri dan dewan guru Dayah Jamiah Al-Aziziyah sekitar pukul 08.00 Wib di Mushalla Teungku Ahmad Syarif. Selain dalam rangka dakwah, kunjungan pengarang beberapa kitab seperti Mizan ad-Durari, Hikam Jawi, dan Mawaiz al-Iman ini merupakan salah satu bentuk keseriusan para ulama di Pattani dalam memperkokoh hubungan silaturahmi dengan ulama Aceh yang sebelumnya telah berkunjung ke Pattani, termasuk pimpinan Dayah Jamiah Al-Aziziyah, Dr Tgk Muntasir A. Kadir.

Besok Pagi, Baba Ismail Thailand Berkunjung ke Dayah Jamiah Al-Aziziyah Aceh (Sumber Gambar : Nu Online)
Besok Pagi, Baba Ismail Thailand Berkunjung ke Dayah Jamiah Al-Aziziyah Aceh (Sumber Gambar : Nu Online)

Besok Pagi, Baba Ismail Thailand Berkunjung ke Dayah Jamiah Al-Aziziyah Aceh

Selain Baba Ismail, beberapa ulama dari luar yang berkunjung ke dayah yang berlokasi di Komplek Makam Syuhada Tgk Chik Kuta Gle ini, seperti Syeikh Abdurrahman bin Umar Al-Ahdhal dari Yaman, Mufti Damaskus Syekh Adnan Al-Afyouni, Syekh Mahmud Syahadah dan Syekh Omar Dib yang ketiganya berasal dari Suriah, dan juga beberapa ulama lainnya dari dalam dan luar negeri.

Banyaknya ulama yang berkunjung ke dayah salah satunya disebabkan nama besar pendirinya, Abu Mudi yang memang telah mempersiapkan 18 hektar lahan di tempat ini sebagai cikal bakal lahirnya Universitas Al-Aziziyah. (Muhammad Iqbal Jalil/Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Kyai VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Kamis, 21 Desember 2017

Ini Kerugian Telat Menyadari Nikmat Allah Menurut Ibnu Athaillah

Sadar atas karunia Allah adalah salah satu kewajiban “waktu” yang harus dipenuhi. Tetapi orang yang menyadari kehadiran nikmat Allah ini tidak memiliki pilihan selain dua kondisi berikut. Sebagian orang menyadarinya ketika nikmat itu masih di genggaman tangan. Tetapi sebagian orang menyadarinya saat nikmat itu sudah “ke laut” karena waktu juga bergulir.

Syekh Ibnu Athaillah RA menyebut dua kondisi ini dalam Al-Hikam sebagai berikut.

Ini Kerugian Telat Menyadari Nikmat Allah Menurut Ibnu Athaillah (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Kerugian Telat Menyadari Nikmat Allah Menurut Ibnu Athaillah (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Kerugian Telat Menyadari Nikmat Allah Menurut Ibnu Athaillah

? ? ? ? ? ? ? ? ?

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Artinya, “Orang yang tidak menyadari kadar karunia Allah saat sedang menikmatinya, maka ia akan menyadarinya ketika karunia itu sudah raib.”

Syekh Zarruq dalam menjelaskan hikmah ini menyebutkan contoh-contoh konkret.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

?: ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ?

Artinya, “Karena itu ada ulama mengatakan bahwa nikmat-nikmat Allah itu tidak disadari. Semua itu bisa disadari ketika sudah raib. Ada ulama mengatakan, anak durhaka yang ‘senang atau kebiasaan’ ditegur dan diomeli orang tua akan menyadari kadar nikmat kehadiran orang tua di hari kematian bapaknya. Ada lagi ulama mengatakan, orang yang menyadari kadar nikmat air adalah mereka yang kehausan di pedalaman Arab tandus, bukan orang yang ada di tepi sungai atau di lembah dengan aliran-aliran air,” (Lihat Syekh Ahmad Zarruq, Syarhul Hikam, As-Syirkatul Qaumiyyah, 2010 M/1431 H, halaman 160).

Nikmat kesehatan, kemudahan fasilitas, kesempatan, usia muda, atau kelapangan rezeki merupakan nikmat Allah yang patut disadari sejak awal. Dengan kesadaran dini atas karunia itu, kita dapat bergerak leluasa dengan aktivitas-aktivitas positif.

Tetapi jangan pula dipahami secara hitam dan putih. Jangan diartikan bahwa orang yang telat menyadari nikmat Allah itu tidak bersyukur kepada-Nya. Orang yang telat menyadari nikmat Allah itu tetap dinilai sebagai orang yang bersyukur, tetapi tentu lain kualitasnya dengan mereka yang menyadarinya lebih dini sebagai disinggung Syekh Burhanuddin As-Syazili Al-Hanafi berikut ini.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Nikmat Allah itu kadang disadari oleh mereka yang menghayatinya ketika nikmat itu sendiri masih di genggaman. Tetapi nikmat itu kadang disadari oleh mereka yang mengabaikannya ketika nikmat itu sendiri telah raib. Kesadaran mereka yang menghayatinya adalah bentuk syukur yang menuntut kelanggengan dan penambahan nikmat. Sementara kesadaran mereka yang mengabaikannya karena telah raib juga merupakan bentuk syukur yang menuntut kembali kehadiran nikmat tersebut,” (Lihat Syekh Burhanuddin As-Syazili Al-Hanafi, Ihkamul Hikam fi Syarhil Hikam Al-Atha’iyyah, Beirut, Darul Kutub Al-Ilmiyah, 2008 M/1429 H, halaman 123).

Uraian terakhir ini jelas menyebutkan bahwa kedua macam orang dalam kaitannya dengan nikmat Allah ini sebenarnya sama-sama orang yang bersyukur. Hanya saja mereka yang telat menyadari nikmat Allah sejak dini mendapat sebuah kerugian yang pasti selain penyesalan, yaitu tidak dapat bergerak leluasa dibanding mereka yang sedari awal menyadarinya. Mau apa lagi? Kesehatan menurun, uang sudah tidak pegang, usia tidak lagi muda, kerepotan tambah, daya pikir berkurang, fasilitas minim, orang tua sudah tidak ada, saudara punya urusannya masing-masing. Wallahu a’lam. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Kyai VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Minggu, 17 Desember 2017

Warga NU Sumedang Kini Miliki Koperasi

Sumedang, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth - Lembaga Perekonomian Nahdlatul Ulama (LPNU) Kabupaten Sumedang membentuk koperasi di Hotel Hanjuang Cimalaka, Sumedang, Sabtu (6/11). Pihak LPNU Sumedang meresmikan kepengurusan koperasi yang dilakukan bersamaan dengan rapat koordinasi pengurus, lembaga, banom, dan seluruh ketua MWCNU se-Kabupaten Sumedang.

Koperasi NU dikelola oleh pengurus LPNU Sumedang yang terdiri atas Ketua LPNU Sumedang Ramli Masdar, Sekretaris Delis Martini, Wakil Sekretaris Syarif Hidayatulloh, dan Bendahara Romlah. Kepengurusan koperasi ini dilantik oleh Ketua PCNU Sumedang KH Sadulloh. Menurut Sa’dulloh, tujuan pembentukan Koperasi NU ini adalah untuk menyejahterakan warga Nahdliyyin khususnya, dan warga Sumedang pada umumnya.

Warga NU Sumedang Kini Miliki Koperasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Warga NU Sumedang Kini Miliki Koperasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Warga NU Sumedang Kini Miliki Koperasi

Ia berpesan agar pengurus Koperasi NU yang baru dilantik itu benar-benar menjalankan tugasnya dengan penuh tanggung jawab dan memiliki kredibilitas yang tinggi terhadap koperasi NU Sumedang.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Ketua LPNU Sumedang Ai Faridah berharap semua pengurus NU dan nahdliyin berkenan masuk menjadi anggota Koperasi NU ini sehingga tujuan pendirian koperasi ini dapat tercapai sesuai harapan.

Alhamdulillah, anggota yang terdaftar sekarang kurang lebih 150 orang. Yang terdiri dari pengurus, lembaga, banom, dan MWCNU. Kemungkinan akan terus bertambah sehubungan dengan mayoritas warga nahdliyin di Sumedang ini mendominasi,” kata Ramli Masdar.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Nantinya Koperasi NU ini akan ditempatkan di Kantor PCNU Sumedang. Koperasi ini memfasilitasi simpan-pinjam juga berbagai macam sembako, dan kebutuhan-kebutuhan atribut NU lainnya.

Ade Saepudin dari Dinas Koperasi dan UMKM Sumedang memberikan sambutan tentang perkoperasian di Sumedang. Menurut Ade, koperasi adalah badan hukum yang berdasarkan pada asas kekeluargaan yang anggotanya terdiri atas orang perorangan atau badan hukum yang tujuannya untuk menyejahterakan anggotanya.

Umumnya sebuah koperasi dikendalikan secara bersama oleh seluruh anggotanya, di mana setiap anggota memiliki hak suara yang sama dalam setiap keputusan yang diambil koperasi. (Ayi Abdul Kohar/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Meme Islam, Kyai VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Rabu, 13 Desember 2017

LAZISNU Kota Pekalongan Salurkan Beasiswa

Pekalongan, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Pengurus Cabang Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shadaqah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Kota Pekalongan kembali mentasarufkan atau menyalurkan donasi yang sudah dihimpun dari masyarakat selama tahun 2013 lalu.?

Kali ini, melalui program NuSmart, LAZISNU mentasarufkan zakat dalam bentuk beasiswa yang disalurkan kepada 20 siswa Madrasah Ibtidaiyah (MI) dan Madrasah Tsanawiyah (MTs) di bawah naungan Lembaga Pendidikan Maarif NU Kota Pekalongan.

LAZISNU Kota Pekalongan Salurkan Beasiswa (Sumber Gambar : Nu Online)
LAZISNU Kota Pekalongan Salurkan Beasiswa (Sumber Gambar : Nu Online)

LAZISNU Kota Pekalongan Salurkan Beasiswa

Penyaluran beasiswa tersebut dilakukan secara bertahap bersama program Turba (turun ke bawah) yang digelar PCNU Kota Pekalongan sejak 23 Februari 2014 lalu. Terakhir, penyaluran beasiswa dilakukan di Masjid Nurul Huda, Kelurahan Bumirejo, Ahad (9/3) malam.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Ketua Lazisnu Luqmanul Hakim Kamil menjelaskan, beasiswa diberikan kepada 10 siswa MI dan 10 siswa MTs. Untuk siswa MI, mendapatkan beasiswa sebesar Rp 75 ribu per bulan, dan diberikan selama satu tahun. Sedangkan untuk MTs, besaran beasiswa yang diberikan adalah Rp 100 ribu per bulan selama satu tahun penuh.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

“Kami sudah tasarufkan secara bertahap bersamaan dengan jadwal program Turba PCNU memperingati harlah NU ke 88. Penyaluran di Bumirejo ini menjadi agenda terakhir untuk program NuSmart tahun 2013. Kami berharap tahun depan jumlah siswa yang mendapatkan beasiswa bisa meningkat,” tuturnya yang ditemui di sela-sela acara.

Tahun 2013 lalu LAZISNU, sambung Lukman, berhasil menghimpun dana zakat, infaq dan shadaqah dari masyarakat sebesar Rp 67.307.000. Dana tersebut sudah disalurkan melalui dua program prioritas masing-masing NuSmart dan NuCare. Program NuCare sendiri, dijelaskan Luqman, merupakan program pemberian santunan kepada anak yatim, dhuafa dan bantuan kemanusiaan lainnya.

Sementara untuk kriteria penerima beasiswa, dirinya mengatakan bahwa Lazisnu melakukan seleksi secara bertahap kepada calon penerima yang sudah diusulkan melalui ranting-ranting NU. Hal itu berkaitan dengan jumlah beasiswa yang terbatas. Seleksi penerima beasiswa diprioritaskan kepada anak-anak yang orang tuanya masuk dalam kategori mustahiq. Tidak hanya itu, pihaknya juga melihat prestasi sang anak baik akademik maupun non-akademik.

Dari sebanyak 150 anak yang diusulkan, Lazisnu kemudian menyeleksi hingga didapatkan 20 anak yang dinilai benar-benar membutuhkan. Sementara untuk daftar anak yang diusulkan lainnya, akan dipertimbangkan masuk dalam program serupa dalam pentasarufan zakat tahun ini.?

“Kami sudah kembali menghimpun zakat dari masyarakat yang akan disalurkan dalam beberapa program di tahun ini, dan tahun depan diantaranya NuCare dan NuSmart. Kemudian ada NuPreneur dan NuSkill. Namun yang menjadi prioritas saat ini adalah program NuCare dan NuSmart,” bebernya.

Kegiatan pemberian beasiswa tersebut, dihadiri koordinator tim Turba Kelurahan Bumirejo, H Kasiman Mahmud Desky yang juga Wakil Ketua PCNU didampingi H Ahmad Tubagus Surur yang merupakan Wakil Ketua PCNU bidang Lazisnu, LPNU dan LPPNU. (Abdul Muiz/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Makam, Pesantren, Kyai VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Sabtu, 09 Desember 2017

Pesantren Darul Mukhlasin Didik Santri Keterampilan Membatik

Probolinggo, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth - Pondok pesantren mampu merepresentasikan apa yang menjadi cita-cita masyarakat. Pondok pesantren mampu mengajak para santri melangkah lebih maju untuk berkreasi dan inovasi, salah satunya seni membatik.

Demikian disampaikan Bupati Probolinggo Hj Puput Tantriana Sari ketika menghadiri haflatul ikhtibar Ke-XII wisuda MI, MA dan SMK Amtsilati Pondok Pesantren Darul Mukhlasin Desa Tegalsiwalan Kecamatan Tegalsiwalan Kabupaten Probolinggo, Ahad (21/5).

Pesantren Darul Mukhlasin Didik Santri Keterampilan Membatik (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren Darul Mukhlasin Didik Santri Keterampilan Membatik (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren Darul Mukhlasin Didik Santri Keterampilan Membatik

Menurut Tantri, selain menuntut ilmu pendidikan, siswa dan siswi haruslah diimbangi dengan ketrampilan agar mampu berkreasi dalam rangka membantu menghadapi tantangan zaman.

“Salah satu parameter dan tumpuan harapan adalah tujuan yang dimiliki oleh Pondok Pesantren Darul Mukhlasin dengan mencetak karakter anak-anak muda yang tangguh dan bekerja keras,” jelasnya.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Tantri menerangkan, pendekatan enterpreneur menjadi ikhtiar untuk memajukan pondok pesantren yang memiliki pemanfaatan bagi pondok maupun masyarakat. Ikhtiar para guru, ustadz, dan ustadzah mencetak karakter anak-anak muda yang berkualitas, berkreasi, dan berinovatif diimbangi dengan iman dan ilmu.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

“Hanya iman dan ilmu yang dapat mengantarkan menjadi manusia yang utuh dan mampu menghadapi tantangan zaman yang semakin maju dan berkembang dengan pesat,” pungkasnya.

Sementara Pengasuh Pesantren Darul Mukhlasin KH Mahfudz Basya mengharapkan agar ilmu yang didapat para santri menjadi ilmu yang berkah dan bermanfaat di tengah masyarakat. “Semoga kegiatan ini bisa memberikan motivasi bagi para santri yang diwisuda sehingga bisa terus berkarya di tengah masyarakat,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut Tantri juga melihat dari dekat hasil kreatifitas siswa dan siswi berupa seni membatik dan produk makanan para siswa dan siswi Yayasan Pendidikan Islam Pondok Pesantren Darul Mukhlasin. (Syamsul Akbar/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Kyai, Sholawat, Hikmah VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Kamis, 07 Desember 2017

Jangan Menyerah Berdakwah!

Bantul, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. KH Asyhari Abta mengatakan, jangan menyerah untuk berdakwah yang kini penuh tantangan. Tantangan itu harus dijadikan sebagai penyemangat untuk melahirkan kreativitas dan inovasi. Aktivis dakwah sangat dinantikan perannya untuk menyebarkan nafas Islam Ahlussunnah wal- Jama’ah.

Jangan Menyerah Berdakwah! (Sumber Gambar : Nu Online)
Jangan Menyerah Berdakwah! (Sumber Gambar : Nu Online)

Jangan Menyerah Berdakwah!

Demikian dijelaskan Kiai Asyhari yang juga Rais Syuriah PWNU DIY tersebut kepada para aktivis dakwah Kodama (Korp Dakwah Mahasiswa) Krapyak, saat silaturrahim di ndalem-nya, di Bantul, Yogyakarta, Selasa (7/5).

“Jalankan program dakwah dengan baik, jangan sampai menyerah. Aktivis dakwah juga harus dekat dengan masyarakat, sehingga dakwahnya bisa menyentuh hati masyarakat,” tegasnya.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Kiai Asyhari juga berpesan, agar waktu shalat benar-benar dijaga dengan istikomah. Ketika datang waktu shalat, seorang aktivis dakwah juga mesti bisa jagani, mengadzani dan mengimami sekaligus. Jangan sampai waktu shalat dibiarkan lali, “Aktivis dakwah harus menjadikan prinsip "Khoirunnas an-fauhum linnas" untuk mengayomi dan memakmurkan masjid,” lanjutnya.

Kiai Asyhari juga mendoakan kesuksesan para aktivis dakwah Kodama, sehingga di masa depan mampu menebarkan manfaat. Selain itu, aktivis dakwah juga harus mempererat hubungan dan kebersamaan.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Redaktur       : Abdullah Alawi

Kontributor   : Jamil dan Rokhim

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth News, Kyai VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Sepotong Sejarah Perdebatan Nama “Nahdlatul Ulama”

Sebagaimana nama-nama organisasi besar pada umumnya, nama Nahdlatul Ulama juga lahir dari pemikiran dan proses perdebatan yang intensif. Nama itu bermula dari bertemunya para kiai terkemuka pada 31 Januari 1926 di kampong Kertopaten Surabaya. Mereka berkumpul dalam rangka membahas dan menunjuk delegasi komite Hijaz—utusan yang hendak dikirim untuk menyampaikan pesan kepada Raja Abdul Aziz Ibnu Sa’ud.

Seperti tercatat dalam sejarah, Ibnu Sa’ud yang menjadi penguasa baru Hijaz (Saudi Arabia) waktu itu terkenal dengan kebijakannya yang meresahkan umat Islam di berbagai belahan dunia. Selain memberangus pluralitas madzhab, sang raja juga berniat menggusur situs-situs peradaban Islam, termasuk makam Rasulullah.

Sepotong Sejarah Perdebatan Nama “Nahdlatul Ulama” (Sumber Gambar : Nu Online)
Sepotong Sejarah Perdebatan Nama “Nahdlatul Ulama” (Sumber Gambar : Nu Online)

Sepotong Sejarah Perdebatan Nama “Nahdlatul Ulama”

Yang beredar di benak para ulama waktu itu adalah organisasi apa dan apa pula namanya yang akan bertindak selaku pemberi mandat kepada delegasi tersebut?

Di sinilah perdebatan sengit seputar nama organisasi berlangsung, seperti diceritakan oleh Choirul Anam dalam buku Pertumbuhan dan Perkembangan NU, 2010 (Surabaya: Duta Aksara Mulia). Setidaknya ada dua nama atau usulan. Kedua nama ini secara prinsip sebenarnya sama namun memiliki implikasi yang berbeda.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

KH Abdul Hamid dari Sedayu Gresik mengusulkan nama Nuhudlul Ulama disertai penjelasan bahwa para ulama mulai bersiap-siap akan bangkit melalui perwadahan formal tersebut. Pendapat ini disambut oleh KH Mas Alwi bin Abdul Aziz dengan sebuah sanggahan. Menurutnya, kebangkitan bukan lagi mulai atau akan bangkit. Melainkan, kebangkitan itu sudah berlangsung sejak lama dan bahkan sudah bergerak jauh sebelum adanya tanda-tanda akan terbentuknya Komite Hijaz itu sendiri. Hanya saja, kata Kiai Mas Alwi, kebangkitan atau pergerakan ulama kala itu memang belum terorganisasi secara rapi.

Lewat argumentasi itu, Kiai Mas Alwi mengajukan usul agar jam’iyyah ulama itu diberi nama Nahdlatul Ulama (kebangkitan ulama), yang pengertiannya lebih condong pada “gerakan serentak para ulama dalam suatu pengarahan, atau, gerakan bersama-sama yang terorganisasi”.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Forum para kiai secara aklamasi menerima usulan KH Mas Ali bin Abdul Azis. Nama “Nahdlatul Ulama” pun ditetapkan pada hari itu juga, 16 Rajab 1344 H, tanggal bersejarah lahirnya organisasi Nahdlatul Ulama (NU) yang diperingati setiap tahun hingga kini.

Penjelasan sejarah ini menggambarkan kesan bahwa pendirian NU tak ubahnya seperti mewadahi suatu barang yang sudah ada. NU hanyalah sebagai penegasan formal dari mekanisme informal para ulama yang sepaham, serta pemegang tradisi dan cita-cita yang sehaluan.

Tentang nama “Nahdlatul Ulama”, KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) juga punya pendapat. Dalam sejumlah kesempatan ia mengatakan bahwa nama ini diilhami oleh kalimat Syekh Ahmad ibn Muhammad ibn Atha’illah as-Sakandari, pengarang kitab al-Hikam yang populer di kalangan pesantren itu.

Akar kata “Nahdlatul Ulama” termuat dalam salah satu aforismenya yang berbunyi: “Lâ tashhab man lâ yunhidluka hâluhu wa lâ yadulluka ‘alallâhi maqâluhu (Janganlah engkau jadikan sahabat dari orang yang perilakunya tak membangkitkan dan menunjukkanmu kepada Allah)”. Menurut Gus Dur, KH Hasyim Asy’ari sering mengutip ungkapan itu. Kata yunhidlu, artinya membangkitkan, dan ulama termasuk orang yang bisa membangkitkan ke arah jalan Allah. (Mahbib Khoiron)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Kyai VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Kamis, 30 November 2017

Pesantren dan Perjuangan untuk Kemerdekaan

Dalam perjalanan sejarah nasional yang sudah banyak dinikmati anak-anak sekolah dan dunia akademisi, pahlawan kemerdekaan dan pengusiran para penjajah hanya dilakukan oleh segelentir orang. Misalkan Soekarno, Bung Hatta, Bung Tomo, Achmad Yani, Supratman, dan Jenderal Sudirman. Bahkan riwayat pengakuan sebagai pahlawan kemerdekaan dalam mengusir penjajah dari Hindia Belanda ada yang nyaris dilupakan, misalkan Tan Malaka. Padahal Tan Malaka juga pejuang mengusir penjajah seangkatan dengan Soekarno dan pahlawan lainnya. Namun, namanya ditenggelamkan dari riwayat perjuangan para pahlawan nasional.

Begitu pula dengan pejuang yang hakikatnya lebih agresif dalam melawan penjajahan, yaitu pesantren dan tokoh-tokohnya yang mayoritas terdiri dari kiai dan rakyat biasa. Mereka seakan-akan mau dilupakan oleh catatan sejarah perjuangan dalam mengusir penjajah dari bumi pertiwi ini. Jika kita cermati secara saksama, peran pesantren dan tokoh-tokoh agama memiliki peran banyak dalam mengusir penjajahan dan memperjuangkan kemerdekaan Hindia Belanda. Misalkan KH Hasyim Asy’ari di Jombang. Namun, sejarah sudah tidak adil dan ditutupi oleh kepentingan elit politik.

Pesantren dan Perjuangan untuk Kemerdekaan (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren dan Perjuangan untuk Kemerdekaan (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren dan Perjuangan untuk Kemerdekaan

Maka dari itu, inisiatif H Ahmad Zaini Hasan untuk membuka mata sejarah melalui buku ini perlu diacungi jempol. Melalui karyanya ini ia akan menguak dan menggali lagi sejarah pesantren serta tokoh-tokohnya dan rakyat jelata yang pernah mengusir penjajah demi kemerdekaan Hindia Belanda yang terkubur dari gerusan tanah elit politik. Pesantren dan para kiai yang berjuang melawan penjajahan adalah pahlawan yang jasa-jasa dan perjuangannya juga perlu dikenang dan diamalkan.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Ada banyak fakta sejarah yang menyatakan bahwa pesantren adalah musuh para kaum penjajah dan kaum elit negeri menjadi teman-temannya. Maka tak heran jika perjuangan mengusir kaum kolonial berangkat dari rakyat jelata dan pesantren dengan basis memberikan pendidikan kepada mereka yang tertindas. Misalkan pesantren Buntet di Cirebon melakukan berbagai daya dan upaya untuk mengusir kaum kolonial (hlm. 3).

Di Cirebon ini, berbagai aktivitas nasional berjalan. Cirebon sebagai sentra perdagangan dan penyebaran Islam oleh Sunan Gunung Jati pada masa dulu, bukan semata-mata kebetulan belaka. Namun, di sana ada potensi untuk gerakan kaum kolonial dalam menancapkan akar-akar kolonialisme dan imperialisme. Maka di sana lahirlah pesantren Buntet. Tokoh utama yang menjadi pejuang dari pesantren Buntet yaitu Kiai Abbas dan Kiai Muqayyim serta kiai-kiai lainnya yang memiliki pengetahuan luas dan ilmu supranatural yang sulit dilawan menggunakan senjata modern.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Kiai Abbas dari pesantren Buntet Cirebon bukan sembarang kiai, pada saat melawan tentara Inggris di Surabaya, KH Hasyim Asy’ari menunggu kedatangan Kiai Abbas dari Buntet sebelum memulai perlawanan. Kiai Abbas memiliki kekuatan laskar Hizbullah. Dari kekuatan laskar tersebut terbagi menjadi dua bagian, yaitu organisasi yang terdiri dari anak-anak dan orang tua.

Basis kekuatan laskar yang dibangun oleh kiai Abbas itu kemudian menjadi pilar penting bagi tercetusnya revolusi November di Surabaya pada tahun 1946. Peristiwa itu terjadi setelah Kiai Hasyim Asy’ari mengeluarkan Resolusi Jihad pada 22 Oktober 1946. Bung Tomo segera datang berkonsultasi pada KH Hasyim Asy’ari guna minta restu dimulainya perlawanan terhadap tentara Inggris.

Tetapi kiai Hasyim Asy’ari menyarankan agar perlawanan rakyat itu jangan dimulai terlebih dahulu, sebelum Kiai Abbas datang ke Surabaya. Memang setelah itu laskar dari pesantren Buntet, di bawah pimpinan KH Abbas beserta adiknya, KH Anas mempunyai peran besar dalam perjuangan menentang tentara Inggris yang kemudian dikenal dengan peristiwa 10 November 1945 (hlm. 57).

Kehadiran karya ini untuk menunjukkan bahwa pesantren yang selalu identik dengan kalangan tertinggal bukan seperti yang sering kita dengar. Pesantren merupakan tempat pergerakan para pejuang untuk memerdekakan bangsa Indonesia yang tertinggal dari sisi ekonomi, pendidikan, dan berbagai ilmu pengetahuan. Di mana ada pusat penjajah bercokol, tak jauh dari tempat itu pesantren akan berdiri dan para kiai yang menjadi penggerak untuk meluasnya penjajahan. Kita perlu membuka cakrawala pikir yang luas untuk membuka pintu sejarah pesantren di balik perannya dalam pengusiran kaum penjajah. Benih-benih perjuangan dari pesantren jangan sampai dikerdilkan hanya karena persoalan politik dan kepentingan pribadi yang mengatasnamakan agama dan bangsa Indonesia.

Buku ini mengisahkan perjuangan pesantren Buntet dan pergerakan-pergerakan nasional yang dilakukan oleh para kiai pesantren Buntet dan keturunan-keturunannya untuk merebut kemerdekaan bagi rakyat Indonesia dari kaum penjajah. Ada banyak peran oleh pesantren Buntet dan para tokohnya yang dipaparkan dalam buku ini. Mulai tentang Cirebon sebagai pusat gerakan, pesantren Buntet sebagai pedepokan para pendekar, dan perjuangan-perjuangannya yang dilakukan untuk mengusir kaum penjajah.

Sebenarnya Buntet ini hanya merupakan sebagai representasi perjuangan rakyat jelata dan pesantren untuk melawan penjajahan dari keseluruhan pesantren yang ada di Nusantara. Dengan kata lain, buku ini hanya fokus pada perjuangan dan pergerakan nasional dari pesantren Buntet di Jawa Barat dalam pengusiran kaum penjajah di Indonesia.

Data Buku

Judul : Perlawanan dari Tanah Pengasingan Kiai Abbas, Pesantren Buntet, dan Bela Negara

Penulis : H Ahmad Zaini Hasan

Penerbit : LKiS

Cetakan : I, 2014

Tebal : xxii + 174 halaman: 16 x 23,5 cm

ISBN : 602-14913-2-7

Peresensi : Junaidi Khab, Pecinta Baca Buku dan Tercatat Sebagai Mahasiswa Jurusan Sastra Inggris Fakultas Adab dan Humaniora UIN Sunan Ampel, Surabaya?

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Sholawat, Ahlussunnah, Kyai VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Rabu, 22 November 2017

Sindir Penanganan Asap, PMII Ongkosi Presiden Tiket ke Riau

Tangerang, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth . Desakan agar Presiden Jokowi segera datang dan memimpin langsung operasi pengendalian darurat asap di Riau dikonkretkan oleh Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Tangerang Raya. Kamis (8/10) siang, sejumlah pengurus PMII dan aktivis mahasiswa melakukan penggalangan dana untuk membeli tiket penerbangan menuju bagi Presiden Jokowi.

"Aksi ini sebagai simbolisasi kritik agar Presiden segera datang ke Riau. Jangan cuma blusukan ke pasar dan bagi-bagi buku serta sepeda. Tapi, ketika rakyat Riau terkena bencana asap, Presiden Jokowi juga harus mau blusukan. Esensi Nawacita yakni pemerintahan yang hadir dalam problematika masyarakat," kata Ketua Umum PMII Tangerang Steven Idrus Maulana, Rabu.

Sindir Penanganan Asap, PMII Ongkosi Presiden Tiket ke Riau (Sumber Gambar : Nu Online)
Sindir Penanganan Asap, PMII Ongkosi Presiden Tiket ke Riau (Sumber Gambar : Nu Online)

Sindir Penanganan Asap, PMII Ongkosi Presiden Tiket ke Riau

Steven menjelaskan, uang yang berhasil dikumpulkan dalam aksi yang digelar di bundaran Adipura Kota Tangerang tersebut, akan dibelikan tiket untuk Presiden Jokowi. Tiket akan dikirim melalui Kantor Pos Cabang Tangerang di Jalan Cimone.

"Tadi kami sudah booking dan bayar separuh dulu. Sisanya nanti kami bayar dari hasil penggalangan dana ini," kata steven.

Aflahul Mumtaz, Menteri Luar Negeri BEM PTNU Nusantara, selaku koordinator aksi menegaskan, kedatangan Presiden Jokowi ke Riau dipandang penting untuk meyakinkan rakyat Riau, bahwa operasi darurat asap dijalankan secara konsisten. Soalnya, hingga saat ini, PMII menilai operasi darurat asap hanya dilakukan dengan pendekatan pemadaman api dan asap. Penyediaan posko kesehatan cenderung hanya asal jadi, tanpa dilengkapi peralatan medis yang memadai dan obat-obatan yang layak konsumsi.

"Kami belum melihat operasi darurat asap ini dalam pendekatan recovery dan perlindungan sosial dan kesehatan masyarakat serta ekologi. Padahal, sesungguhnya recovery atau pemulihan sosial, ekonomi dan sektor lainnya amat dibutuhkan. Jutaan warga Riau telah terpapar asap beracun, tapi tidak ada action dari pemerintah. Penerbangan lumpuh, pendidikan juga lumpuh," tegas Aflah

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Riki Tores selaku Sekum PMII Tangerang ini juga meminta keseriusan pemerintah pusat dan daerah untuk benar-benar membasmi kelompok maupun perorangan yang senang membakar lahan tiap tahunnya. PMII memberi apresiasi adanya penangkapan petinggi perusahaan yang ditersangkakan menjadi pelaku pembakaran lahan dan hutan korporasi. Presiden memiliki kewenangan untuk menginstruksikan jajaran penegak hukum untuk bekerja cepat dan tepat tanpa pandang bulu. “Korporasi besar yang terbukti lahannya terbakar harus ditindak. Boleh saja mereka mengelak mengaku tidak membakar, tapi kelalaian mereka menjaga lahan konsesi adalah merupakan pelanggaran hukum," kata Riki Tores.

Riki juga menyindir korporasi besar, baik yang merupakan korporasi penanaman modal asing yang tak mampu menjaga lahan konsesi mereka di Riau yang dipakai untuk perkebunan kelapa sawit. Menurutnya, tanggung jawab korporasi tidak sekadar mencari keuntungan semata, dengan dalih membuka lapangan pekerjaan.

"Tapi, korporasi harus memastikan operasi mereka tidak menimbulkan gejolak ekologi yang membunuh jutaan rakyat Riau. Pak Presiden harus melakukan tindakan keras, karena jajaran penguasa di Riau dinilai tak berkutik menghadapi korporasi tersebut," tegas Riki Tores. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Kajian Islam, Kyai VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Minggu, 19 November 2017

PMII Bentuk Karakter Kepemimpinan Mahasiswa

Pariaman, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Mahasiswa yang berorganisasi akan memiliki karakter kepemimpinan yang dibutuhkan dalam kehidupan masyarakat. Karena organisasi pada prinsipnya membentuk karakter kepemimpinan seseorang yang dibutuhkan dalam kehidupannya.

Demikian diungkapkan mantan Ketua Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Pariaman Satria Effendi, Sabtu (17/6/2017) dihadapan pengurus dan kader PC PMII Kota Pariaman, usai buka bersama di sekretariat PMII Kota Pariaman. Buka bersama dihadiri mantan Sekretaris PKC PMII Sumbar Idris,  pengurus PKC PMII Sumbar dan pengurus PMII Kota Pariaman.

PMII Bentuk Karakter Kepemimpinan Mahasiswa (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Bentuk Karakter Kepemimpinan Mahasiswa (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Bentuk Karakter Kepemimpinan Mahasiswa

“Organisasi PMII harus dijadikan sebagai ladang berbuat kebaikan. Dengan demikian setiap gerakan, kegiatan dan tindakan yang dilakukan di PMII tidak hanya semata untuk organisasi, tapi juga menjadi ladang amal kebaikan,” kata Satria Effendi, kandidat doktor ini.

Satria sendiri mengakui, apa yang sudah dicapainya saat ini, tidak terlepas dari pengalaman yang dilalui ketika menjadi kader dan Ketua PMII Kota Pariaman. Meski masih beberapa tahun lalu saja  melepaskan jabatan sebagai Ketua PC PMII Kota Pariaman, kini amat dirasakan manfaatnya dalam menjalankan aktifitas keseharian. Terutama terkait dengan karir dan pekerjaan yang dilakukan dalam keseharian.  

Dikatakan Satria, awal masuk PMII sang mahasiswa memiliki beragam tujuan. Bisa hanya sekedar memenuhi ajakan teman, mencari teman, iseng-iseng, ingin berorganisasi, atau sekedar memanfaatkan waktu luang. Namun, seiring dengan perjalanan waktu dan proses diri nantinya akan menemukan tujuan yang sesungguhnya ber-PMII. 

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

“Dalam nilai-nilai dasar perjuangan PMII dijelaskan bagaimana kader PMII menjalankan paham keagamaan Islam  yang sesuai dengan Ahlussunnah wal Jamaah dalam bingkai nilai-nilai kebangsaan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” kata Satria dosen STIE Sumbar ini.

Ketua PC PMII Masrizal sebelumnya melaporkan kegiatan kongres PMII yang berlangsung di Palu Mei 2017 lalu. Dari arena kongres, banyak pelajaran dan pengalaman yang diperoleh dalam mengembangkan PMII ke depan. Tentu berbagai keputusan kongres PMII tersebut dapat dilaksanakan di tingkat cabang.

“Sedangkan program kerja yang mendesak dilakukan PC PMII Kota Pariaman usai lebaran adalah Pelatihan Kader Dasar (PKD) se-Sumatera. Kegiatan ini penting dilakukan untuk penguatan kader. Selama ini dua komisariat PMII di Kota Pariaman, STIT Syekh Burhanuddin dan STIE Sumbar sudah beberapa kali menggelar Masa Penerimaan Anggota Baru (Mapaba). Sehingga sangat diperlukan adanya PKD sebagai lanjutan kaderisasi setelah Mapaba,” kata Masrizal menambahkan. (Armaidi Tanjung/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Kyai, Nahdlatul Ulama, Bahtsul Masail VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Selasa, 14 November 2017

Naik Turun Tangga Jembatan Darurat, Demi Tetap Sekolah

Jombang, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth?

Meski bercucuran keringat, Bustomi (7) warga Dusun Gondang Legi Desa Gondang Manis Kecamatan Bandarkedungmulyo Jombang masih terlihat bersemangat. Bersama teman sejawatnya, siswa kelas II SDN Gondang Manis ini terpaksa harus naik turun tangga dan melewati jembatan darurat penyeberangan sungai, agar tetap bisa sampai di sekolah.

Tangga dan jembatan darurat yang terbuat dari bambu menjadi satu satunya jalan alternatif untuk bisa sampai di tempat belajar yakni SDN I ? Gondang Manis, hal ini setelah jembatan permanen yang melintas di atas sungai Konto di Desa Gondang Manis yang menghubungkan dusun Gondanglegi dan Dusun Gondang Manis ambrol diterjang derasnya air beberapa bulan lalu. “Dulu lewat jembatan yang ambrol itu, kalau airnya tinggi dan deras terpaksa harus memutar jauh,” ujarnya sambil menunjuk puing-puing jembatan yang ambrol.?

Naik Turun Tangga Jembatan Darurat, Demi Tetap Sekolah (Sumber Gambar : Nu Online)
Naik Turun Tangga Jembatan Darurat, Demi Tetap Sekolah (Sumber Gambar : Nu Online)

Naik Turun Tangga Jembatan Darurat, Demi Tetap Sekolah

Setiap pagi dan siang, puluhan siswa SDN dan MI dari Dusun Gondanglegi terpaksa harus berkeringat naik turun tangga yang tingginya tidak kurang lima meter, mencapai dasar sungai. Kemudian menyeberang dan naik tangga lagi untuk bisa sampai di seberang sungai. ”Sudah biasa, setiap pagi naik turun tangga dan melewati jembatan menyeberang sungai,” imbuh lelaki kecil dengan baju putih dan celana merah seragam khas SD.

Kepala Dusun Gondanglegi Desa Gondang Manis Bandarkedungmulyo, Sukiat mengatakan ada sebanyak 40 warganya yang sekolah di SDN dan juga Madrasah di Gondang Manis. Karena sekolah itu satu-satunya yang terdekat.”Setelah jembatan ambrol, pas air deras dan debit tinggi seringkali kita antar-jemput dengan kendaraan umum dan jalannya memutar cukup jauh," ? bebernya.

Dikatakan Sukiat, untuk antar-jemput bagi masyarat desa sudah lazim, yang terpenting anak-anak bisa tetap sekolah. Namun yang cukup merepotkan adalah antar jemput bagi siswa TK. “Karena yang sekolah tidak hanya anak-anak, orang tuanya ikut sekolah juga. Dan dari dusun sini ada 18 anak yang sekolah TK di seberang sana,” imbuhnya.?

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Baik Bustomi maupun Kadus Sukiat berharap pemerintah segera membangun jembatan permanen yang berada di Dusun Gondang Legi Desa Gondang Manis tersebut, agar jembatan yang merupakan satu-satunya jalur transportasi untuk ke sekolah dan ke kantor Desa Gondang Manis serta transportasi ekonomi warga bisa kembali normal. ”Kalau tidak ada jembatan, warga harus berputar cukup jauh hanya untuk bisa sampai ke sekolah atau ke kantor desa,” pungkasnya.? (Muslim Abdurrahman)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Kyai VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Rabu, 08 November 2017

Siapa Diuntungkan dari Pendirian Pabrik Semen di Rembang?

Jakarta, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Rais Syuriyah PBNU KH Masdar Mas’udi mempertanyakan siapa pihak yang mengambil keuntungan di balik pendirian pabrik Semen Indonesia di Rembang. Ia mengajak semua pihak untuk duduk bersama menimbang maslahat dan mudarat dari persoalan ini. Sementara musyawarah, Masdar melanjutkan, harus berkiblat pada mashlahur ra’iyyah dalam memecahkan soal pendirian pabrik semen ini.

Siapa Diuntungkan dari Pendirian Pabrik Semen di Rembang? (Sumber Gambar : Nu Online)
Siapa Diuntungkan dari Pendirian Pabrik Semen di Rembang? (Sumber Gambar : Nu Online)

Siapa Diuntungkan dari Pendirian Pabrik Semen di Rembang?

“Sebelum pertanyaan di atas terjawab, jangan ada elit tertentu yang melakukan kontrak dalam bentuk apapun. Mereka juga tidak boleh bertindak sepihak sebelum bermusyawarah dengan warga,” kata Kiai Masdar di Gedung PBNU jalan Kramat Raya nomor 164, Jakarta Pusat, Kamis (14/8) sore.

Pernyataan Kiai Masdar ini menguatkan apa yang sudah ditegaskan Rais Aam PBNU KH A Mustofa Bisri beberapa waktu lalu yang dilansir harian Suara Merdeka.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Gus Mus meminta pemerintah untuk melihat prioritas jangka panjang di tengah polemik pendirian pabrik semen di Gurem, Rembang. “Kalau pemerintah hanya berpikir uang sebagai prioritas masa kini, habislah sudah masa depan keturunan kita nanti.”

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Dalam Suara Merdeka, Gus Mus menyatakan ekses negatif aktivitas penambangan batu kapur dari sisi lingkungan. “Pasalnya, mencari air di Rembang sulitnya sudah luar biasa. Apalagi kalau misalnya ditambah aktivitas pabrik semen.”

Selain soal pabrik semen, pemerintah juga perlu mengambil sikap terang terkait penambangan dengan aneka jenisnya. Melihat aktivitas penambangan yang mana cenderung merusak lingkungan, pemerintah harus mengutamakan kepentingan rakyat.

“Dan itu bukan hanya untuk di sini, pemerintah juga harus memerhatikan penambangan-penambangan di tempat lain. Jangan sampai posisi pemerintah menggantung tanpa kejelasan yang lazimnya dipicu polemik di tengah warga,” kata Gus Mus.

Pernyataan Gus Mus merupakan respon atas pendirian pabrik Semen Indonesia yang bermaksud melakukan aktivitas penambangan batu kapur sebagai bahan dasar semen di kawasan Cekungan Air Tanah Watuputih di Rembang.

Padahal wilayah ini ditetapkan sebagai kawasan lindung imbuhan air oleh Perda Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi Jateng nomor 6 tahun 2010 pasal 63.

Sekelumit pertanyaan dan pernyataan ini hadir menjelang diskusi terbatas dan jumpa pers besok di PBNU, Jum’at (15/8) pagi dengan tajuk “Konsolidasi NU untuk Advokasi Penindasan Petani Rembang dan Titik Awal Penyusunan Peta Jalan Tata Kelola Sumber Daya Alam Alternatif di Indonesia”. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth News, Kyai VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock