Tampilkan postingan dengan label PonPes. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PonPes. Tampilkan semua postingan

Kamis, 22 Februari 2018

Ulama Banyuwangi Bahas Permasalahan Umat dalam Forum MMPP

Banyuwangi, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Majelis Musyawarah Pengasuh Pesantren (MMPP) kembali digelar untuk yang ke 159, kali ini bertempat di Pondok Pesantren Darul Abror, Sukorejo Bangorejo, Banyuwangi, Jawa Timur, Kamis (22/9). Ratusan jamaah memadati halaman Pesantren yang didirikan oleh Almarhum KH. Thohir Syafi’i ini.?

Ulama Banyuwangi Bahas Permasalahan Umat dalam Forum MMPP (Sumber Gambar : Nu Online)
Ulama Banyuwangi Bahas Permasalahan Umat dalam Forum MMPP (Sumber Gambar : Nu Online)

Ulama Banyuwangi Bahas Permasalahan Umat dalam Forum MMPP

Pengajian yang dilaksanakan setiap tiga bulan sekali tersebut diawali dengan pembacaan tahlil yang dipimpin oleh Kyai Masruri (MWC Pesanggaran) dan dilanjutkan pengajian Ihya Ulumuddin Juz III yang dibawakan oleh Wakil Syuriah PCNU Banyuwangi, Kyai Zainullah Marwan. Dilanjutkan dengan sambutan dari KH. Masykur Ali, Tanfidziyah PCNU Banyuwangi. Kiai Masykur berpesan kepada masyarakat khususnya warga Nahdliyin untuk meningkatkan kualitas pendidikan anak dengan memasukkan anak-anak ke pondok pesantren.

“Anak-anak zaman sekarang ini sudah sulit untuk dikendalikan. Sekolah-sekolah umum sudah tidak mampu untuk mendidik anak. Maka dari itu, putra putri njenengan-njenengan yang masih sekolah, sekolahkan di sekolah yang berbasis pondok pesantren. Untung kalau dipondokkan sekalian, Kita sebagai warga NU jangan sampai terlena dengan perkembangan zaman yang begitu pesat saat ini,” tegas Kiai yang juga pengasuh Pondok Pesantren Ibnu Sina Jalen ini.

Dalam sejarahnya, MMPP pertama kali dirintis oleh delapan tokoh ulama Banyuwangi. Diantaranya adalah KH. Dimyati Ibrahim dari PP. Mathali’ul Falah, Sepanjang, Glenmore, KH. As’adi Sufyan dan KH.Syam’ani dari PP. Nahdlatut Thullab, Sukonatar, Srono, KH. Syamsul Arifin dari PP. An-Nur, Sukomukti, Kebaman, Srono, KH. Imam Muhtadi dari PP. Raudlatul Muta’allimin, Simbar, Tampo, Cluring, KH. Zuhriddin dari Swaloh, Sumbersari, Srono, KH. Mas’ud Hakim dari Pengadilan Agama Kabupaten Banyuwangi dan KH. Mukhtar Syafa’at dari PP. Darussalam, Blokagung, Tegalsari.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Dalam pertemuan pertama para kiai-kiai tersebut, KH. Mukhtar Syafa’at tidak dapat hadir. Namun, restu Kiai Mukhtar yang menjadi poin penting berdirinya MMPP. Kiai Mas’ud Hakim awalnya enggan untuk ikut serta merealisasikan kegiatan tersebut, sebelum ada restu dari Kiai Syafa’at yang saat itu tidak bisa hadir dalam rapat. Kemudian, ditemenai oleh Kiai Imam Turmudzi, Kiai Mas’ud berkunjung ke Blokagung.

Sesampainya di Blokagung, Kiai Mas’ud sebagai representasi pemerintah, mendapatkan keyakinan untuk mendeklarasikan MMPP pertama kalinya, setelah Kiai Syafa’at memberi restu. Sejak itulah dibentuk kepengurusan MMPP yang kala itu masih sebatas Banyuwangi Selatan. Yaitu wilayah Banyuwangi bagian selatan, terhitung dari Kecamatan Srono ke arah selatan.

Yang ditunjuk sebagai ketua pertama MMPP adalah KH. Dimyati Ibrahim yang akrab disapa Gus Dim Jadab. Namun, ditengah perjalanan sebagai ketua MMPP, Gus Dim terlebih dahulu dipanggil kehadiran Allah SWT. Saat itulah, KH. Mukhtar Syafa’at ditunjuk menjadi pengganti Gus Dim untuk memimpin MMPP.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Di bawah kepemimpinan KH. Mukhtar Syafa’at, MMPP berkembang pesat. Jama’ahnya makin bertambah banyak dan secara keorganisasian makin tertata. Nomenklatur “selatan” yang sebelumnya menempel pada kata Banyuwangi, dihapus. Hal ini, bertujuan untuk menjadikan MMPP memiliki cakupan lebih luas.

Saat kepemimpinan KH. Mukhtar Syafa’at ini, awal mula dirintisnya pengajian kitab Ihya’ Ulumuddin karya Imam Ghazali dalam rangkaian acara MMPP. Kitab Ihya’ Ulumuddin yang dikaji khusus Juz III (tiga) saja. Menurut KH. Aly Machfud Syafa’at, putra KH. Mukhtar Syafa’at, pemilihan Juz III kitab Ihya’ Ulumuddin, bukan tanpa alasan. Ada alasan spiritual yang melatarbelakangi. Dalam pemahaman Kiai Mukhtar Syafa’at, hati (inti) dari Kitab Ihya’ Ulumuddin ada pada juz III tersebut.

Dalam perkembangannya, MMPP resmi berada dibawah naungan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Banyuwangi semenjak tahun 2003, tepatnya hari Jum’at, 6 Juni. Kala itu, Rais PCNU Banyuwangi adalah KH. Hisyam Syafa’at, putra almarhum KH. Mukhtar Syafa’at. (Anang Lukman Afandi/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Berita, PonPes, Ahlussunnah VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Selasa, 30 Januari 2018

Keajaiban Gus Dur dalam Angka 9

Jakarta, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Asmaul Husna jumlahnya 99. Sebuah angka yang tentunya hanya Allah sendiri yang tahu. Yang jelas, angka 9 menyimpan sebuah rahasia yang penuh dengan makna. Termasuk misteri angka pada kematian Gus Dur.

Bila dikaji secara mendalam, ternyata meninggalnya Gus Dur, baik berkaitan dengan jam, tanggal, maupun tahun ternyata menyimpan makna dan mengandung nilai yang amat tinggi. Memang ini hanya istilahnya ilmu gotak gatok, tetapi mengapa kok semuanya mengarah sama, yakni jumlahnya 9.

Keajaiban Gus Dur dalam Angka 9 (Sumber Gambar : Nu Online)
Keajaiban Gus Dur dalam Angka 9 (Sumber Gambar : Nu Online)

Keajaiban Gus Dur dalam Angka 9

Hal inilah yang semakin membuat Ki Agem Cemeng, spritualis asal Tuban Jawa Timur ini meyakini bahwa Gus Dur adalah sang wali Katon sebagaimana dikutip dalam tabloid Posmo.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Masya Allah – lanjut Ki Agem Ceng – Gus Dur Wafat pukul 18 menit ke-45. Tanggal 30 bulan 12, tahun 09. Kalau diamati semua angka tersebut bila dikalikan angka itu sendiri jumlahnya adalah 9. Coba kita hitung :

18 x 18 = 324 =

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

3 + 2 + 4 = 9

45 x 45 = 2025

2 + 0 + 2 + 5 = 9

30 x 30 = 900

9 + 0 + 0 = 9

12 x 12 = 144

1 + 4 + 4 = 9

09 x 09 = 81 =

8 + 1 = 9

Kalau semuanya dikalikan jumlahnya juga 9 :

18 x 45 x 30 x 12 x 09 = 2624400=

2 + 6 + 2 + 4 + 4 + 0 + 0 = 18 =

1 + 8 = 9

Apakah jumlah hitungan itu hanya kebetulan ?  tanya Ki Agem Cemeng, “Saya yakin Allah SWT telah menunjukkan rahmat dan kekuasaaannya dengan mengambil Gus Dur ke pangkuannya.

Surat Al-Kahfi

Lalu ada apa dengan jam 18.45 ? Bagaimana kalau dihubungkan dengan Alquran ? coba kita lihat bahwa surat ke 18 dan ayat ke 45 (Al Kahfi) diibaratkan air hujan yang turun dari langit dan memberi kesejukan/perdamaian di bumi, kemudian kembali lagi ke sisi Allah SWT dengan kuasanya.

Bila dilihat dari sisi lebih jauh lagi, 18 dan 45 atau 9-9, disini Gus Dur merupakan cerminan ‘ana al haq, wahdatul wujud, menunggale kawulo lah Gusti”.

Segoro

Menurut hitungan Jawa, kematian Gus Dur 18.45 sudah masuk Kamis Pon. Kamis 8, Pon 7 jumlahnya 15. Kalau dihitung lagi telah jatuh pada hitungan “segoro”. Karena Gus Dur milik bangsa, maka bangsa dan negara dalam situasi makmur. Aman (segoro). Termasuk pemerintahan SBY aman tak luput juga Budiono dan Sri Mulyani. Ya Gus Dur juga humanis sih..selain pluralis. Yang jelas, meninggal jatuh hitungan segoro itu yang ditinggalkan akan aman baik pemerintahan maupun keluarganya.

Sang Wali

Benarkan Gus Dur merupakan wali ? Jauh sebelum meninggal Ki Agem Cemeng telah menulis di Posmo beberapa edisi bahwa Gus Dur adalah wali katon. Dia mengatakan begitu karena sepak terjangnya benar-benar telah menunjukkan syarat seorang wali. Ucapannya banyak menjadikan pelajaran kepada siapapun yang mau mempelajarinya, tidak pernah sakit hati meski seringkali disakiti hatinya. Tidak takut pada manusia, apalagi pemerintah.

“Gus Dur, jelas sosok waliullah”, terang Ki Ageng Cemeng. Bahkan ditanah Jawa jauh sebelumnya seperti dalam serat Jongki Joyoboyo bahwa akan muncul di “tanah jawa” orang yang tidak bisa melihat, tetapi mau menghitung bintang, tidak bisa berjalan tapi mampu mengelilingi jagat/dunia dan orang ini yang akan mengadakan penataan, pemerataan, dan pembaharuan. Kalau dipandang dari sudut itu maka Gus Dur bukan tingkatan wali tetapi sulthonul aulia yang muncul dari tanah Jawa abad sekarang yakni 21. Gus Dur juga pernah akan dinobatkan sebagai  Mursyid taarekat Qodiriyah se Asia Tenggara namun hal itu ditolaknya. Hal itu bisa disadari karena Gus Dur milik semua umat dan golongan.

Redaktur: Mukafi Niam 

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth PonPes, Doa VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Jumat, 26 Januari 2018

ISNU Tampil di “Audit untuk Rakyat” Pontianak

Pontianak, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Keberadaan Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) semakin diperhitungkan. Pada acara Audit untuk Rakyat di Hotel Mercure Pontianak 20 Februari depan, Ketua Umum PP ISNU, Ali Masykur Musa menjadi pembicara utama dalam acara tersebut.?

“Sahabat Ali Masykur jadi pembicara utama. Walau kapasitasnya sebagai anggota BPK, namun melekat dalam dirinya Ketua PB ISNU. Paling tidak nama ISNU ikut meramaikan dalam acara yang digagas Jawa Pos itu,” kata Ketua ISNU Kalbar, Dr Agung Hartoyo didampingi sekretarisnya, Zulkifli di sekretariatnya, Kamis (14/2).

ISNU Tampil di “Audit untuk Rakyat” Pontianak (Sumber Gambar : Nu Online)
ISNU Tampil di “Audit untuk Rakyat” Pontianak (Sumber Gambar : Nu Online)

ISNU Tampil di “Audit untuk Rakyat” Pontianak

Dijelaskan Agung, acara Audit Untuk Rakyat itu menghadirkan Dr Ali Masykur Musa. Dia akan mengupas masalah peran BPK sebagai auditor negara dalam mendorong akuntabilitas keuangan lembaga negara. Dalam hal ini seluruh pengurus ISNU harus paham. Paling tidak ketika menjadi abdi negara, tahu seluk-beluk penggunaan anggaran.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

“Anggota ISNU harus paham bagaimana cara menggunakan anggaran negara. Ketika diaudit, tidak ada penyimpangan. Kita tidak mau nama ISNU tercoreng kalau ada pengurus yang menyalahgunakan uang negara,” tegas dosen FKIP Untan ini.?

Usai acara tersebut, Ali Masykur akan diajak untuk melakukan dialog internal dengan seluruh pengurus NU Kalbar dan Banom. “Kita harapkan beliau bisa memberikan pencerahan untuk seluruh pengurus NU,” harap Agung.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Redaktur ? : A. Khoirul Anam

Kontributor: Rosadi Jamani

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Sunnah, PonPes VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Selasa, 16 Januari 2018

Puluhan Ribu Jamaah Dzikir di Masjid Agung Solo

Solo, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth 

Puluhan ribu jamaah memenuhi Masjid Agung Solo. Mereka mengikuti dzikir dan tablig akbar bertajuk "20 ribu yasin untuk hajat Anda menuju Solo Kota Santri" bersama Habib Noval bin Muhammad Alaydrus pada Ahad (13/10).

Puluhan Ribu Jamaah Dzikir di Masjid Agung Solo (Sumber Gambar : Nu Online)
Puluhan Ribu Jamaah Dzikir di Masjid Agung Solo (Sumber Gambar : Nu Online)

Puluhan Ribu Jamaah Dzikir di Masjid Agung Solo

Berdasarkan pengamatan VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth, mayoritas jamaah yang hadir berpakian putih. Selebihnya berjaket dengan nama majelis di punggungnya, seperti Majelis Rosululloh, Majelisul Maulid Wat Talim Riyadlul Jannah (Malang), dan Ahbabul Musthofa. 

Sambil menanti acara dimulai, para jamaah asyik mendengarkan lantunan solawat yang dilantunkan oleh kelompok hadroh Jamuri Solo dan Fatahilah.

"Sebelum dimulai, yuk berdoa kepada Allah agar dikirimkan mendung atau angin yang semilir," ungkap Habib Noval mengawali majelis. 

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Ucapan tersebut keluar setelah melihat ada sebagian jamaah diluar masjid yang kepanasan, meski panitia telah menutup halaman masjid dengan tenda. Lima menit kemudian, jamaah membaca Alfatihah dipimpinnya. Mendung dan hawa dingin pun mulai datang. 

Usai beberapa sambutan, Habib Noval bin Muhammad Alaydrus mengajak hadirin untuk membaca surat Fatihah dan Yasin. Selanjutnya, Habib Noval mengajak hadirin menzikirkan lafad "La ilaha Illalloh". 

Usai menzikirkan lafadz tersebut puluhan kali, habib Noval pun memimpin doa. Banyak hadirin yang menangis ketika mengamini doa sang habib. betapa tidak, sebagian besar doa yang dipanjatkan pimpinan majelis Ar-Raudhah berkaitan dengan permohonan ampun atas tiap dosa kepada orang tua.

"Ya Rabb, ampuni kata-kata kasar kami kepada orang tua kami" demikian di antara doa Habib Noval. 

Selain itu, ia juga memohonkan ampun untuk setiap kaum muslimin, serta beberapa doa lain yang diaminkan oleh ribuan jamaah. Bahkan, sang Habib mendoakan keselamatan untuk siapapun yang membenci hadirin, lahir batin. 

Setelah doa, Habib Noval menanyakan kesediaan jamaah untuk menyelenggaraan acara serupa tiap dua bulan sekali. Tentu saja ajakan tersebut diamini oleh ribuan jamaah yang hadir.

Selanjutnya, acara diisi dengan ceramah singkat dari KH Abdurrohim. Kiai yang akrab disapa Gus Rohim ini dari Majelisul Maulid Wat Talim Riyadlul Jannah ini mengutarakan bahwa wasilah doa kepada Nabi Muhammad SAW merupakan salah satu ajaran yang disampaikan oleh Habib Anis bin Ali Alabsyi. Habib Anis merupakan guru dan mertua Habib Noval yang diakuinya sebagai salah satu guru dari Majelisul Maulid Wat Talim Riyadlul Jannah.

Sementara itu, Habib Muhammad mengawali urainnya dengan "Anda tahu tentang surga?" Cucu Habib Anis tersebut menguraikan tentang itu, serta keyakinannya bahwa jamaah yang hadir di Masjid Agung Solo sebagai calon penghuni surga.

Sebagai penutup acara, Habib Noval bin Muhammad Alaydrus mengumumkan akan diadakannya Pameran Buku Aswaja se-Solo di bulan Muharam nanti. Selain itu, Habib Noval menyampaikan tentang diselengarakanya pembaacaan Maulid Simthudduror di Majlis Ar-Raudhah setiap Jumat Pon. (Pekik Sasongko/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Kajian Sunnah, Kiai, PonPes VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Minggu, 14 Januari 2018

Panitia Daerah Sosialisasi Muktamar kepada Alumni IPNU

Surabaya, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Ketua Panitia Daerah H Syaifullah Yusuf menghadiri acara Halaqoh Nasional di Hotel The Alana Surabaya (06/06). Kehadiran Gus Ipul beserta sekretaris panda disambut hangat oleh Helmy Muhammadiyah dan Ahmad Syauqi (Ketua Panitia Halaqoh Nasional).

Di hadapan para alumni IPNU se-Indonesia Wakil Gubenur Jatim itu, menjelaskan kesiapan muktamar yang akan digelar di Jombang awal Agustus mendatang. "Alhamdulillah persiapan muktamar sudah 80 persen," kata Gus Ipul.

Panitia Daerah Sosialisasi Muktamar kepada Alumni IPNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Panitia Daerah Sosialisasi Muktamar kepada Alumni IPNU (Sumber Gambar : Nu Online)

Panitia Daerah Sosialisasi Muktamar kepada Alumni IPNU

Ada empat pesantren yang akan menjadi tuan rumah muktamar. Di masing-masing pesantren itu ada makam muassis pendiri NU, Pesantren Tebuireng ada KH Hasyim Asyari, Pesantren Darul Ulum ada KH Romi Tamim, Pesantren Bahrul Ulum ada KH Wahab Hasbullah, Pesantren Mambaul Maarif ada KH Bisri Sansuri.?

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

"Beliau-beliau itu ternyata satu perguruan kepada Syaikhona Kholil Bangkalan dan di Makkah juga satu perguruan kepada Syekh Mahfud Attirmisi," jelas Gus Ipul di hadapan M Nuh, mantan Menteri Pendidikan RI.

Pusat acaranya ditempatkan di Alun-Alun Jombang, mulai dari pembukaan, sidang pleno dan penutupan. "Kenapa di alun-alun? kalau ditaruk disalah satu pesantren nanti akan timbul keirian sehingga lokasinya di alun-alun yang berada di tengah antara keempat pesantren tersebut," tutur Gus Ipul.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Acara pembukaan muktamar akan dilaksanakan pada malam hari untuk menghormati para peserta. "Kalau ditaruk siang kasihan para peserta, karena ini lokasinya bukan di hotel yang ber-AC," lanjutnya. Insya Allah Muktamar dibuka oleh Presiden RI dan ditutup oleh Wakil Presiden RI. "Itu sudah menjadi kesepakatan antara panitia pusat dan daerah" lanjutnya.

Dengan khasnya Gus Ipul melempar canda. "Karena Alumni IPNU ini bukan peserta maka Alumni IPNU masuk dalam Muhibbin yang lima puluh ribu itu, jadi tidurnya terserah mau dimana saja," kata Gus Ipul dengan menunjuk ke layar didepannya. "Kalau sudah muhibbin itu bukan tanggungan saya lagi, itu tanggungan kalian sendiri," lanjut Gus Ipul disambut tawa para Alumni IPNU. (red: mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Syariah, Doa, PonPes VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Kamis, 11 Januari 2018

Korupsi e-KTP, PUSDAK UNUSIA: DPR Seharusnya Awasi Anggaran, Bukan Menikmatinya

Jakarta, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth?

Sekitar Rp 5,9 triliun negara dirugikan pada kasus korupsi berjamaah proyek e-KTP. Sekitar 49 persen dana itu dibagikan kepada sejumlah anggota Komisi II DPR. Menurut peneliti Pusat Pendidikan & Kajian Anti Korupsi (PUSDAK) Fakultas Hukum Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (FH UNUSIA), Muhtar Said perbuatan seperti itu tidak benar apabila dilihat dari kacamata sistem ketatanegaraan yang menganut teori pemisahan kekuasaan legislatif, yudikatif dan eksekutif.

Ia ? mengatakan, legislatif mempunyai fungsi untuk membuat anggaran dan eksekutif adalah badan yang melaksanakan anggaran tersebut. Untuk itu tidak ada dalil yang membenarkan apabila anggota legislatif mendapatkan anggaran hampir dari setengahnya karena DPR (legislatif) bukanlah pelaksana proyek.?

Korupsi e-KTP, PUSDAK UNUSIA: DPR Seharusnya Awasi Anggaran, Bukan Menikmatinya (Sumber Gambar : Nu Online)
Korupsi e-KTP, PUSDAK UNUSIA: DPR Seharusnya Awasi Anggaran, Bukan Menikmatinya (Sumber Gambar : Nu Online)

Korupsi e-KTP, PUSDAK UNUSIA: DPR Seharusnya Awasi Anggaran, Bukan Menikmatinya

Dalam proyek e-KTP, kata dia melalui siaran pers Rabu (15/3), seharusnya anggota DPR menjadi pengawas pelaksanaan program, bukan malah menjadi penikmat dana anggaran. Dari sisi tersebut anggota DPR yang diduga mendapatkan uang dari proyek e-KTP sudah jelas menyalahi kode adminitrasinya sebagai anggota DPR karena mereka tidak melakukan peran pelaksanaan program.?

Ia menambahkan, korupsi seperti itu bisa terjadi karena adanya praktik lobi dalam menyetujui anggaran. Padahal seharusnya pemerintah merencanakan program e-KTP beserta dengan anggarannya. Kemudian Komisi II itu hanya mengkritisi manfaat dan fungsi e-KTP tersebut karena pemerintah sudah merencanakan dengan matang.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

“Adapun kalau aggota DPR mau menjalankan fungsinya sebagai lembaga yang berhak untuk menyetujui anggaran, maka dia tinggal mengkritisi besaran anggaran yang diajukan oleh pemerintah, bukan malah menambah anggarannya. Komisi II malah menambah anggaran yang diajukan oleh pemerintah itu pertanda ada niatan untuk “menilap” dana E-KTP. Untuk itu KPK jangan lama-lama untuk memanggil anggota DPR yang diduga telah melakukan tindak pidana korupsi di proyek e-KTP,” lanjut dosen FH UNUSIA.

Dugaan korupsi berjamaah e-KTP yang melibatkan banyak anggota DPR ini merupakan prahara yang melanda negara sehingga kesejahteraan rakyat Indonesia terhalangi para koruptor. Andaikata 49 % yang diduga digunakan para Anggota Komisi II tersebut digunakan untuk memberikan biasiswa pendidikan kepada orang-orang miskin, tentu malah lebih manfaat. (Red: Abdullah Alawi)

? ?

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth PonPes, Nusantara VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Senin, 08 Januari 2018

Apa Perbedaan Kontra Radikalisasi dan Deradikalisasi?

Jakarta, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Sebagian besar masyarakat masih belum menbedakan antara kontra radikalisasi dan deradikalisasi. Tiap kali dilangsungkan pertemuan antara pemerintah dengan para pemangku kepentingan yang komitmen memerangi tindakan radikalisasi, nyaris selalu disalahkan.

Demikian penegasan Direktur Pencegahan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Hamidin, saat menjadi pembicara dalam "Workshop Pencegahan Propaganda Radikal Terorisme di Dunia Maya Bersama Media, OKP, dan Ormas"di hotel Millenium, Jakarta, Kamis (23/3).

Apa Perbedaan Kontra Radikalisasi dan Deradikalisasi? (Sumber Gambar : Nu Online)
Apa Perbedaan Kontra Radikalisasi dan Deradikalisasi? (Sumber Gambar : Nu Online)

Apa Perbedaan Kontra Radikalisasi dan Deradikalisasi?

"Seperti workshop kali ini, terdapat kelompok yang menyatakan bukan bagian dari deradikalisasi," tegas Hamidin.

Diterangkan, deradikalisasi lebih pada pencegahan lewat pendekatan kekeluargaan, sementara kontra radikalisasi berupa mengajak semua stakeholder guna memerangi radikalisme.

"Seperti yang kita lakukan saat ini, termasuk kontra radikalisasi. Sebab, kita sepakat dan sama-sama berkomitmen memerangi radikalisasi,"paparnya.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Sementara itu, deradikalisasi tercermin dari upayanya melakukan pendekatan kepada pelaku terorisme yang dibui. Polanya berupa pendekatan kekeluargaan dan bersentuhan langsung dengna pelaku radikalisasi.

"Saya sering bermakmum kepada para pelaku teroris yang di penjara. Saya jadi makmum saat shalat berjamaah dengan mereka. Selanjutnya, saya sisipkan pencerahan supaya mereka tidak lagi terbelenggu pada paham radikalisme yang berujung pada tindakan terorisme," ujar Hamidin.

Hamidin menegaskan, perkembangan teknologi mengarah pada nilai positif dan negatif. Media, OKP, dan ormas harus berperan besar dalam mencegah terjadinya terorisme.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Dalam kesempatan itu, Hamidin mengungkap banyak hal berkenaan dengan terorisme yang digalang ISIS. Mulai dari perencanaan strategisnya, polarisasi organisasinya, sistem kaderisasinya, dan manajemen konflik dan isu yang dilakukan secara massif.

Hamidin berharap media dan masyarakat berperan positif terhadap mantan pelaku terorisme yang sudah bertobat. Karena bila diasingkan, potensi untuk kembali jadi teroris tergolong besar. (Hairul Anam/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Habib, PonPes, Doa VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Minggu, 07 Januari 2018

Fahri Shodiq, Dalang Cilik dari MTs Darul Qur’an Gunungkidul

Yogyakarta, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Dalang wayang kulit lazimnya dimainkan oleh orang dewasa. Namun kesenian yang diciptakan oleh Sunan Kalijaga ini juga gandrung diperankan oleh anak-anak di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Salah satunya Fahri Shodiq, siswa kelas VII (tujuh) Madrasah Tsanawiyah (MTs) Darul Qur’an Wonosari, Kabupaten Gunungkidul, DIY. MTs Darul Quran sendiri merupakan salah satu lembaga pendidikan di bawah naungan Pondok Pesantren Darul Quran wal Irsyad Wonosari.

Fahri Shodiq, Dalang Cilik dari MTs Darul Qur’an Gunungkidul (Sumber Gambar : Nu Online)
Fahri Shodiq, Dalang Cilik dari MTs Darul Qur’an Gunungkidul (Sumber Gambar : Nu Online)

Fahri Shodiq, Dalang Cilik dari MTs Darul Qur’an Gunungkidul

Ia tampil dalam salah satu pentas budaya dalam pembukaan Ajang Kreasi Seni dan Olahraga Madrasah (Aksioma) dan Kompetisi Sains Madrasah (KSM), Senin (7/8) di Stadion Mandala Krida Yogyakarta. Dalam penampilannya kali ini, ia membawakan lakon Gatotkoco Pupus Sayemboro.

Dipadu dengan musik gamelan yang juga dimainkan oleh para siswa madrasah di Yogyakarta, kedua tangan Fahri terlihat lincah dalam memainkan wayang kulit. 12.000 hadirin termasuk Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin serta para pejabat lain dibuat terkesima atas penampilan Fahri.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Masyarakat umum dan mahasiswa yang kebetulan berada di arena pembukaan juga langsung merangsek ke depan panggung utama untuk menyaksikan lakon yang dibawakan oleh seorang dalang cilik tersebut. Mereka menggelar tikar plastik yang dibeli dari penjual yang berkeliling di sekitar stadion.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth berkesempatan menemui Fahri usai melakukan pementasan. Anak usia 14 tahun tersebut mengungkapkan bahwa dia suka sekali dengan ekstrakurikuler dalang dan wayang kulit di madrasahnya. Ia sendiri belajar bermain dalang sejak kecil.

“Saya belajar ndalang sejak umur tujuh tahun,” ujar Fahri kepada VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth.

Belajar memerankan dalang bagi Fahri merupakan salah satu langkah menyalurkan hobinya. Apalagi bisa tampil di hadapan orang banyak yang menjadikan semangatnya terus membuncah dalam mendalami dunia pewayangan sebagai bagian dari identitas budaya bangsa.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

“Saya hobi bermain dalang dan senang sekali bisa tampil di depan Pak Menteri Agama dan teman-teman madrasah,” ungkapnya.

Dengan mengenakan pakaian adat Jawa lengkap dan terselip sebuah keris di punggungnya, Fahri menyihir ribuan hadirin memabawakan lakon Gatotkoco tersebut. Lakon itu dibawakan oleh Fahri untuk menggambarkan sayembara (pertandingan) atau kompetisi yang sedang dilakukan oleh para siswa madrasah di ajang Aksioma dan KSM 2017.

Gatotkoco yang digambarkan sebagai ksatria cerdas, tangguh, baik, dan bertanggung jawab memberikan pesan kepada para siswa madrasah yang bertarung dalam ajang Aksioma dan KSM untuk mengedepankan sikap jujur, kerja keras, dan sportif dalam berlomba meraih prestasi.

Hal ini sesuai dengan tema Aksioma dan KSM 2017 yaitu Intelektualitas, Sportivitas, dan Integritas. Selain mengukuhkan kemampuan intelektualits siswa madrasah, tanggung jawab sportivita dan integritas juga harus dijunjung tinggi sebagai bagian dari perwujudan karakter bangsa.

“Selain berkompetisi, mereka berkumpul dari seluruh Indonesia untuk saling mengenal budaya dari daerah mereka satu sama lain sehingga tumbuh bukan hanya intelektualitasnya saja, tetapi juga integritas dari anak bangsa,” tegas Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin dalam kesempatan yang sama. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth PonPes VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Kamis, 04 Januari 2018

Menengok Kamar KH Hasyim Asy’ari di Pesantren Langitan

Tuban,VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Hari kedua di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, Tim Ekspedisi Islam Nusantara sowan ke Pondok Pesantren Langitan. Tim diterima lurah pesantren, Mustaqim, kemudian diantar ke sebuah ruangan. Di situ telah menunggu salah seorang kiai di pondok pesantren tersebut, KH Adib Rohman.

Menengok Kamar KH Hasyim Asy’ari di Pesantren Langitan (Sumber Gambar : Nu Online)
Menengok Kamar KH Hasyim Asy’ari di Pesantren Langitan (Sumber Gambar : Nu Online)

Menengok Kamar KH Hasyim Asy’ari di Pesantren Langitan

Pada bincang-bincang dengan Tim Ekpedisi Islam Nusantara, kiai yang akrab disapa Gus Adib, tersebut menjelaskan bahwa pendiri NU Hadrotusyekh KH Hasyim Asy’ari pernah nyantri di Langitan.

“Ngaji Alfiyahnya dan khatamnya di sini. Beliau merupakan adik kelasnya Syaikhonan Kholil Bangkalan di sini,” terangnya Ahad (10/4).

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Pendiri NU, KH Hasyim Asy’ari, menghabiskan 3 tahun di pondok pesantren tersebut pada akhir tahun 1900-an. Ia sempat berteman selama 6 bulan dengan Syaikhona di pesantren tersebut. Karena penasaran akan ilmu Syaikhona, Kiai Hasyim di lain waktu berguru ke Bangkalan.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Menurut Gus Adib, Kiai Hasyim tinggal di kamar nomor 9 di asrama Al-Maliki. Kamar tersebut sebagaimana amanat pengasuh pesantren sebelumnya, sampai kini tidak pernah dipugar. Hanya ada beberapa perbaikan saja jika ada yang rusak atau pengecatan.

Di asrama tersebut pula, lanjut dia, orang tua tokoh-tokoh NU tinggal selama di pesantren tersebut seperti KH Syamsul Arifin (ayah KH As’ad Syamsul Arifin), KH Shidiq (ayah KH Ahmad Shidiq), KH Wahab Hasbullah.

Kemudian Tim Ekspedisi Islam Nusantara diajak melihat ke kamar no 9 tersebut. Ternyata ukuran luasnya tidak lebih dari 3 X 3 meter dengan tinggi 2,5 meter.

Menurut lurah santri Langitan, Mustaqim, sebelumnya kamar tersebut dikosongkan dan dikunci. Tidak ada yang boleh masuk. Tapi kemudian dibuka untuk santri dengan syarat mau bertirakat dan rajin mengaji. “Kalau tidak tirakat dan rajin, santri akan dikeluarkan di kamar tersebut,” jelasnya.

Saat ini, meski ruangannya sempit, kamar nomor 9 tersebut diisi 10 orang santri dengan berbagai perlengkapan mereka seperti kitab-kitab, buku, dan pakaian. Mereka mendapat kesempatan istimewa di antara 5000 santri lain.

Pesantren Langitan didirikan oleh KH Muhammad Nur pada tahun 1852. Ia merupakan salah seorang keturunan Sunan Ampel. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth PonPes, Kajian Sunnah, Anti Hoax VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Sabtu, 30 Desember 2017

Syuriyah MWCNU Pringsewu: Ganti Ngaji Kaset dengan Ngaji Sendiri

Pringsewu, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Menyikapi pernyataan Wakil Presiden Jusuf Kalla beberapa waktu lalu mengenai polusi suara yang diakibatkan suara ngaji kaset di masjid-masjid, Rais Syuriyah MWCNU Kecamatan Pringsewu KH Hambali berpendapat agar masyarakat berfikir jernih dan bijak dalam menyikapi hal tersebut.

Syuriyah MWCNU Pringsewu: Ganti Ngaji Kaset dengan Ngaji Sendiri (Sumber Gambar : Nu Online)
Syuriyah MWCNU Pringsewu: Ganti Ngaji Kaset dengan Ngaji Sendiri (Sumber Gambar : Nu Online)

Syuriyah MWCNU Pringsewu: Ganti Ngaji Kaset dengan Ngaji Sendiri

Kiai Hambali menilai bahwa hal tersebut haruslah menjadi pemicu bagi umat muslim untuk tidak tergantung kepada teknologi dalam beribadah. Menurutnya, umat muslim harus meningkatkan kualitas maupun kuantitas ibadahnya masing-masing.

"Lebih baik jika kita langsung yang mengaji. Ganti ngaji kaset dengan ngaji sendiri," tegasnya, Senin (22/6) lalu dalam kegiatan safari Ramadhan NU Pringsewu.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Kiai Hambali yang juga Ketua MUI Kabupaten Pringsewu menambahkan, bahwa fenomena ngaji melalui kaset memang sudah menjadi budaya di tengah masyarakat Indonesia. 

Disatu sisi menurutnya, hal tersebut memang dapat menjadi sarana syiar Islam di setiap daerah. Namun di sisi lain, kebiasaan atau budaya tersebut juga perlu di evaluasi dan dikaji lagi dari sisi manfaat dan mudharatnya.

"Jangan sampai suara kaset ngaji menggangu kenyamanan dan istirahat orang lain yang disebabkan volume suara yang berlebihan," katanya. 

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Menurutnya, akan lebih mendapatkan fadhilah apabila ummat Islam membaca maupun mendengarkan langsung bacaan Al-Quran dari pada melalui kaset. (Muhammad Faizin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Sholawat, Pemurnian Aqidah, PonPes VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Kirab Budaya dan Panji-Panji NU Turut Meriahkan Acara

Jakarta, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) NU 2012 bakal terlaksana dengan syiar keislaman dan kebangsaan.

Selain dipadati ribuan pengunjung, sejumlah pameran dan pagelaran kesenian juga turut digelar.Menjelang puncak acara, kirab budaya dan panji-panji NU akan menyemarakkan Kota Cirebon, Kamis (12/9).

Kirab Budaya dan Panji-Panji NU Turut Meriahkan Acara (Sumber Gambar : Nu Online)
Kirab Budaya dan Panji-Panji NU Turut Meriahkan Acara (Sumber Gambar : Nu Online)

Kirab Budaya dan Panji-Panji NU Turut Meriahkan Acara

Kirab budaya rencananya akan menampilkan budaya dan kesenian khas Cirebon dan sekitarnya. Kota persemayaan Sunan Gunung Jati ini dinilai sebagai contoh yang baik bagi proses akulturasi Islam di Indonesia. “Panitia baik yang dipusat maupun daerah sudah siap,” kata Ketua Seksi Acara Andi Najmi Fuadi, Selasa (11/9), di Jakarta.

Secara bersamaan kirab panji-panji NU juga akan memenuhi jalanan menuju lokasi acara. Dalam kirab ini panitia melibatkan lembaga, lajnah, dan badan otonom, seperti GP Ansor NU, Muslimat NU, IPNU, IPPNU, IPS Pagar Nusa, Pergunu, ISNU, Fatayat NU, Sarbumusi, dan lainnya.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Andi berharap seluruh rangkaian acara yang telah direncanakan akan berlangsung dengan lancar. Sejumlah area khusus di luar ruang Munas dan Konbes telah disiapkan untuk kegiatan kesenian, diskusi publik, pameran, dan bazar.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Selama acara berlangsung, 14-17 September nanti, beberapa pameran dan bazar akan diikuti para pelaku usaha kecil menengah (UKM) di lingkungan Nahdliyin, pelajar dan sekolah NU, termasuk dari pondok pesantren. 

Sementara itu panggung terbuka yang disediakan panitia diperuntukkan bagi sejumlah kreasi seni, termasuk kesenian wayang kulit. Wayang dipilih untuk mengingatkan kembali pola dakwah era Wali Songo.

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Mahbib Khoiron

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth PonPes, Pendidikan, Nahdlatul VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Jumat, 29 Desember 2017

Banser Dorong Aparat Bersihkan Miras di Kudus

Kudus, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth - Satuan Koordinasi Cabang Barisan Ansor Serba Guna (Satkorcab Banser) Kudus mengharapkan Kota Kudus bebas dari peredaran minuman keras (miras). Mereka meminta aparat keamanan melakukan razia terhadap peredaran minuman haram secara berkelanjutan.

Komandan Satkorcab Banser Kudus Wawan Awaludin menyampaikan harapan itu kepada VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth usai menghadiri acara pemusnahan barang bukti Miras Tahun 2016 yang diselenggarakan Polres Kudus di alun-alun setempat, Jumat (3/6).

Banser Dorong Aparat Bersihkan Miras di Kudus (Sumber Gambar : Nu Online)
Banser Dorong Aparat Bersihkan Miras di Kudus (Sumber Gambar : Nu Online)

Banser Dorong Aparat Bersihkan Miras di Kudus

Wawan memandang pemusnahan barang bukti ini menunjukkan masih adanya peredaran miras di wilayah kota ini. Ia merasa prihatin, Kudus yang dikenal sebagai kota religius belum sepenuhnya bebas dari benda haram tersebut.

"Kita semua tahu, miras sering kali menjadi sumber kejahatan sehingga perlu upaya pemberantasan secara terus-menerus. Kalau bisa tahun 2017 nanti, Kudus sudah bersih dari miras," harapnya.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Pemberantasan miras, menurutnya, merupakan tanggung jawab dan wewenang aparat penegak hukum yakni kepolisian dan Satpol PP. "Apabila kami diajak, Banser siap bergabung menjalankan tugas," kata Wawan.

Terkait bulan suci Ramadhan, Wawan mengimbau para pengusaha atau pemilik tempat hiburan maupun kafe untuk tutup selama satu bulan. Hal ini guna menghormati kekhusukan umat Islam menjalankan ibadah puasa.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

"Kalau masih ada yang beroperasi, kami Banser akan meminta kepada aparat yang berwenang untuk menutupnya. Mengingat, sekali lagi Kudus kota religius," tegas Wawan.

Pemusnahan barang bukti miras dipimpin langsung oleh Bupati Kudus H Musthofa didampingi Kapolres Kudus, dan pejabat lainnya. Ribuan minuman keras dimusnahkan dengan kendaraan berat Silender di alun-alun Simpang Tujuh Kudus. (Qomarul Adib/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Ulama, Olahraga, PonPes VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Rabu, 27 Desember 2017

Penjelasan Lengkap Syeikh Taufiq Ramadhan Al-Buthi terkait Konflik Timur Tengah

Surabaya, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Konflik yang sedang terjadi di kawasan Timur Tengah bukanlah konflik antar sekte. Konflik ini terjadi karena adanya campur tangan pihak asing yang memiliki kepentingan.





Penjelasan Lengkap Syeikh Taufiq Ramadhan Al-Buthi terkait Konflik Timur Tengah (Sumber Gambar : Nu Online)
Penjelasan Lengkap Syeikh Taufiq Ramadhan Al-Buthi terkait Konflik Timur Tengah (Sumber Gambar : Nu Online)

Penjelasan Lengkap Syeikh Taufiq Ramadhan Al-Buthi terkait Konflik Timur Tengah

"Apa hubungannya (konfik) ini dengan aksi reformasi pemberontakan? Kalau boleh jujur, ini merupakan campur tangan pihak asing," kata Dr Taufiq Ramadhan Al-Buthi saat mengisi seminar internasional, “Peran Ulama dalam Rekonsilitasi Krisis Politik dan Idiologi di Timur Tengah,” yang diselenggarakan Sekolah Pascasarjana UIN Sunan Ampel dan Ikatan Alumni Syam Indonesia (Al-Syam) di Auditorium UIN Sunan Ampel Surabaya, Senin (8/3).





VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Menurut putra Syaikh Said Ramadhan Al-Buthi ini, sebelum ada kejadian "reformasi" di Suriah seperti saat ini, banyak umala (ulama yang menjadi inteligen) menyerukan untuk berjihad di Syiria, bahkan ada yang memfatwakan agar membunuh ulama-ulama Syiria.



VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth



“Tujuan mereka sebenarnya adalah supaya masyarakat tak percaya lagi kepada ulama, terutama ulama yang tergabung di Rabithatul Ulama Fi Biladil Syam. Selain itu kebanyakan dari mereka mengecam ulama sejati misal Syaikh Ali Jumuah. Bahkan yang lebih kejamnya lagi, mereka tega membunuh Syekh Said Ramadhan Al-Buthi,” ungkapnya.





Meski terus-terusan menjadi objek hinaan bahkan sasaran teror dari kelompok yang mengaku “mujahid”, pihaknya tak sekalipun gentar.





"Kami bukan ulama pengecut. Akan kami hadapi walaupun nyawa jadi taruhan. Justru yang pengecut adalah umala yang hidup di bawah sponsor mereka yang turut campur dalam konflik ini,” tegasnya.





Taufiq Ramadhan Al-Buthi yang kini menjabat sebagai ketua Ulama Syiria juga menyinggung soal media yang menurutnya justru memperkeruh suasana.





"Media di sana bukan menyampaikan berita, namun membuat berita. Hal ini yang memperparah konflik yang terjadi di Timur Tengah," terangnya.





Atas dasar tersebut, guru besar Universitas Damaskus ini berpesan agar berhati-hati serta bersikap selektif terhadap kabar yang didapat. Menurutnya jangan sampai menerima kabar yang belum terseleksi kemudian gampang membagikan. Walaupun berita itu benar, perlu dipikirkan ulang dampak dari kabar yang beredar.





"Kepada para ulama, kiai dan cendekiawan saya berpesar agar bersikap sesuai dengan maqoshid syariah. Sebab dengan seperti itu akan menjamin salamatul bilad wal ibad," harapnya.

?

Di penghujung acara, pihak Universitas Damaskus dan UIN Sunan Ampel sepakat menandatangani nota kesepahaman (MoU) pemberian beasiswa, pertukaran mahasiswa maupun dosen.





"Kami siap untuk itu dan sangat terbuka kepada pelajar Indonesia yang ingin meneruskan studinya ke Suriah," pungkas Taufiq Ramadhan Al-Buthi. (Hanan/Zunus). ?

?

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Nahdlatul, PonPes VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Sabtu, 23 Desember 2017

Harlah Ke-70 Muslimat NU di Surakarta, Ini Harapan Pemkot

Solo, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Wakil Walikota (Wawali) Surakarta, Ahmad Purnomo, hadir dalam acara puncak peringatan hari lahir (Harlah) Ke-70 Muslimat NU yang diselenggarakan di Rumah Dinas Wawali Surakarta, akhir pekan lalu.

Dalam sambutannya, Purnomo berharap Muslimat NU di usianya yang ke-70 menjadi lebih baik. “Semoga Muslimat NU semakin jaya dan sejahtera!” kata dia.

Harlah Ke-70 Muslimat NU di Surakarta, Ini Harapan Pemkot (Sumber Gambar : Nu Online)
Harlah Ke-70 Muslimat NU di Surakarta, Ini Harapan Pemkot (Sumber Gambar : Nu Online)

Harlah Ke-70 Muslimat NU di Surakarta, Ini Harapan Pemkot

Keberadaan Banom wanita NU itu senantiasa dinantikan kiprahnya di Kota Surakarta. “Muslimat juga terus andil dan ikut berperan, dalam proses pembangunan kota, terutama pada program-program yang berkaitan, seperti program Kota Layak Anak,” ujarnya.

Ditambahkan Purnomo, para kader Muslimat, sebagai seorang ibu, diminta pula untuk ikut mengawasi putra-putri mereka. “Sekarang ini, para orang tua mesti mewaspadai paham radikalisme, adapula LGBT. Jangan sampai lengah perhatian kita kepada putera. Mesti tahu siapa temannya,” tutur dia.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Sementara itu, selain acara di Rumah Dinas Wawali tersebut, momentum Harlah Muslimat NU di Kota Surakarta diperingati dengan berbagai kegiatan.

“Kegiatan sudah dimulai sejak tanggal 5 Maret, diadakan lomba kolase dan kaligrafi tingkat TK. Kemudian acara santunan, kunjungan ke LP Perempuan, dan donor darah,” papar Ketua Pimpinan Cabang (PC) Muslimat NU Kota Surakarta Nyai Nur Hidayah Idris. (Ajie Najmuddin/Fathoni)

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth PonPes, Berita, Anti Hoax VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Kamis, 07 Desember 2017

Fatayat NU Guntur Belajar Memproduksi Minuman Kesehatan

Demak,VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Sebagai upaya meningkatkan ketrampilan dan permberdayaan anggota, Pimpinan Anak Cabang (PAC) Fatayat NU Kecamatan Guntur, Kabupaten Demak, Jawa Tengah (Jateng) menyelenggarakan pelatihan ketrampilan membuat minuman kesehatan. Pelatihan pembuatan minuman kesehatan berupa Jahe Instant itu dilaksanakan di Ranting Fatayat Blerong, Kecamatan Guntur, dengan 50 peserta utusan dari 20 ranting se-kecamatan setempat, Ahad ( 2/11).

Instruktur pelatihan yang juga pengurus PAC Guntur Bidang Pendidikan dan Pengkaderan, Thuba Fitrina kepada VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth mengatakan, pelatihan dilaksanakan untuk memberikan motivasi dan ketrampilan pada anggota dalam berkarya guna peningkatan kesejahteraan guna membantu ekonomi keluarganya.

Fatayat NU Guntur Belajar Memproduksi Minuman Kesehatan (Sumber Gambar : Nu Online)
Fatayat NU Guntur Belajar Memproduksi Minuman Kesehatan (Sumber Gambar : Nu Online)

Fatayat NU Guntur Belajar Memproduksi Minuman Kesehatan

“Tujuan kami memberikan pelatihan ketrampilan pada anggota membuat minuman kesehatan Jahe Instant ini selain menambah wawasan juga sebagai motivasi bagi anggota agar mereka mampu mendukung ekonomi keluarga,” tutur Thuba

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Putri Ketua Lajnah Falakiyah PBNU ini menambahkan, pelatihan semacam ini akan dikembangkan sesuai program dari PAC Fatayat NU Guntur yang telah memiliki Kelompok Usaha Bersama (KUB) Yasmin yang menurut rencana akan dikembangkan ke Ranting-ranting se- Kecamatan Guntur.

“Fatayat NU sudah memliki KUB, kami menginginkan one ranting one product. Dari pelatihan tadi Ranting Sidokumpul yang sudah siap memproduksi Jahe Instant, warga NU harus mencoba minuman asli buatan Fatayat untuk meningkatkan kesehatannya,” tambahnya. (A. Shiddiq Sugiarto/Mahbib Khoiron)

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Habib, Pendidikan, PonPes VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Rabu, 18 Oktober 2017

PCNU Kabupaten Sukabumi Telusuri Jejak Kiai-kiai NU

Sukabumi, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth



Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Sukabumi menziarahi para kiai yang telah berjasa bagi NU dan Nahdliyin selama hidupnya. Para kiai tersebut, selain menjadi pengurus NU, juga mendidik santri dan masyarakat melalui pondok pesantren dan majelis ta’lim.?

Menurut Wakil Ketua PCNU Kabupaten Sukabumi H. Ridwan Subagya, ziarah bertema "Meneguhkan Ukhuwah Nahdiyyah Mengawal Ukhuwah Islamiyyah Demi Tegaknya Ukhuwah Wathaniyyah” pada Selasa-Rabu (16-17/5) tersebut sebagai uapaya napak tilas menelusuri jejak jasa para kiai untuk dijadikan teladan dalam konsolidasi Nahdlatul Ulama.?

PCNU Kabupaten Sukabumi Telusuri Jejak Kiai-kiai NU (Sumber Gambar : Nu Online)
PCNU Kabupaten Sukabumi Telusuri Jejak Kiai-kiai NU (Sumber Gambar : Nu Online)

PCNU Kabupaten Sukabumi Telusuri Jejak Kiai-kiai NU

“Dalam menyambut bulan suci Ramadhan tahun ini pengurus PCNU berkeliling ke kecamatan-kecamatan untuk membangun sinergitas ulama NU Sukabumi dalam menyikapi permasalahan-permasalahan kemasyarakatan,” katanya sembari mengatakan, dengan kegiatan tersebut, ia berharap membangkitkan kembali militansi ke-NU-an ? dalam menangkal agresivitas radikalisme Islam.?

Menurut dia, menziarahi kiai, PCNU Kabupaten Sukabumi berupaya menelusuri jejak sejarah intelektual ulama perintis NU Sukabumi. Kemudian memperkenalkan kembali jejak perjuangan mereka yang akan dijadikan teladan perjuangan NU kepada pengurus Nahdliyin.?

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

“PCNU akan menindaklanjuti kegiatan tersebut sebagai agenda tahunan,” katanya.?

Rombongan PCNU yang akan berziarah dilepas dan didoakan Rais Syuriah PCNU Kabupaten Sukabumi KH Mahmud Mudrikah Hanafi di kediamannya, di kompleks Pondok Pesantren Siqoyaturrohmah Selabintana.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Ziarah dipimpin Ketua Plt PCNU Kabupaten Sukabumi KH Tatang Rosyadi dengan dikawal Ketua GP Ansor Kabupaten SUkabumi Nurodin bersama anggota Banser.?

Para almarhuumin wal maghfuur lahum? yang diziarahi di antaranya KH Zezen Zaenal Abidin di Pondok Pesantren Azzainiyah, KH Aang Syadzili di Pondok Pesantren Darul Hikam, KH Masthuro, KH Fachrudin Masthuro, Habib Syekh di Pondok Pesantren Al-Masthuriyah, KH Dadun Sanusi di Pondok Pesantren Sunanul Huda Cikaroya, KH Abdullah Sanusi Pondok Pesantren Al-Falah Sukamantri, KH Yusuf Thobari Pondok Pesantren Darul Muta’allimin Cikaret.

Kemudian KH Abdullah Mahfud di Pondok Pesantren Assalafiyah Babakan Tipar, KH Ruslan Rifa’i Pondok Pesantren Cibungur Sagaranten, KH Fudholi Cimanggu, Raden Puspadinata Ciracap, KH Mohammad Nurdin Pondok Pesantren Nurul Islam Pangsor Pelabuan Ratu, Mama Anidzomiyah Rawasidkin Cicurug, Mama Bintang KH Hasan Basri Pondok Pesantren Al-Hasaniyah Cicurug, KH Abdul Basith Pondok Pesantren Al-Amin Cicurug.? (Sofyan Syarif/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Kajian Islam, Lomba, PonPes VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Minggu, 24 September 2017

Zaman Revolusi, Muslimat NU Ikut Angkat Senjata

November 1945, meletus berbagai peperangan di berbagai daerah melawan tentara Sekutu yang berusaha untuk kembali menjajah bangsa Indonesia. Seruan jihad pun dikumandangkan.

Sebelumnya, Hadratussyaikh KH Hasyim Asyari dalam Rapat Besar Konsul-konsul NU se-Jawa dan Madura, pada 21-22 Oktober di Surabaya, Jawa Timur mengeluarkan seruan “Resolusi Jihad” : “Bahwa oentoek mempertahankan dan menegakkan Negara Repoeblik Indonesia menurut hoekoem Agama Islam, termasoek sebagai satoe kewadjiban bagi tiap2 orang Islam

Zaman Revolusi, Muslimat NU Ikut Angkat Senjata (Sumber Gambar : Nu Online)
Zaman Revolusi, Muslimat NU Ikut Angkat Senjata (Sumber Gambar : Nu Online)

Zaman Revolusi, Muslimat NU Ikut Angkat Senjata

Seluruh rakyat terpanggil untuk mempertahankan kemerdekaan dengan segala apa yang ada, tak terkecuali kaum Nahdliyin dan Nahdliyat. Para pengurus dan anggota NU beserta banom pemudanya (Ansor NU), ikut bergabung di dalam Hizbullah dan Sabilillah, berjuang memanggul senjata menghadapi musuh.

Lalu, bagaimana Muslimatnya? Mereka pun tidak ketinggalan. Kaum ibu bekerja di berbagai lapangan, seperti dapur umum, palang merah, mengumpulkan pakaian dan makanan, turut memberi penerangan ke sana-sini, dan menghidupkan semangat perjuangan melawan musuh. Bahkan, ada juga yang ikut mengangkat senjata.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Yang lebih berat, perjuangan para ibu Muslimat NU tersebut, bersamaan dengan tugas mereka untuk menyusun dirinya ke dalam, yakni menjadikan Muslimat sebagai bagian dari NU dan diberi kekuasaan untuk mengatur sendiri (badan otonom).

Hingga pada akhirnya, pada tahun 1946, Di masa perang serta bertepatan dengan penyelenggaraan Kongres NU ke-XVI di Purwokerto, Muslimat resmi menjadi bagian NU dengan nama NU Muslimat (NUM). Adapun susunan pengurusnya sebagai berikut :

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Penasehat : Nyai Fatmah Surabaya

Ketua : Ny Chadijah Pasuruan

Penulis I : Ny Mudrikah

Penulis II : Ny Muhajja

Bendahara : Ny Kasminten Pasuruan

Pembantu : Ny Fatehah, Ny Musyarrafah Surabaya, Ny Alfijah.

(Ajie Najmuddin, dikutip dari Aboebakar Atjeh. 1957. Sejarah Hidup K.H.A Wahid Hasjim dan Karangan Tersiar)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth PonPes VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Sabtu, 05 Agustus 2017

Kitab Anti-Wahabi Dikaji di Pesantren An-Nahdliyah

Malang, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Selama bulan Ramadhan 1434 H ini, Pondok Pesantren An-Nahdliyah Kepuharjo Karangploso Malang, Jawa Timur menggelar pasaran (ngaji kilat). Dari 5 kitab yang dikaji, 2 diantaranya penguatan Aswaja An-Nahdliyah.?

Kitab Anti-Wahabi Dikaji di Pesantren An-Nahdliyah (Sumber Gambar : Nu Online)
Kitab Anti-Wahabi Dikaji di Pesantren An-Nahdliyah (Sumber Gambar : Nu Online)

Kitab Anti-Wahabi Dikaji di Pesantren An-Nahdliyah

Dua kitab penguatan Aswaja adalah Al-Masa’il fi al-Radd ‘ala Aqwaali al-Wahabiyyah (Permasalahan-permasalahan dalam menolak pendapat-pendapat kaum Wahabi) dan Ahlussunnah wa Khashaisuhum wa Ahlul Bid’ah (Ciri Khas Ahlissunnah Wal Jamaah dan ciri-ciri Ahlil Bid’ah).?

Selain itu dikaji pula kitab Al Masaa’il Fi Al-Ihdzaar ‘ala Hizbi Al-Tahrir (pokok-pokok masalah mengapa harus berhati-hati, menjaga jarak, dengan Hizbu Tahrir); Asraaru Al-Shalah (Rahasia-rahasia Shalat); dan Innama Ya’muru Masaajida Allahi (hanya yang memakmurkan masjid-masjid Allah).

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Kelima kitab tersebut disusun KH Ahmad Yasin bin Asmuni dari Ponpes Hidayatut Thullab, Desa Petuk Semen Kediri Jawa Timur. Kitab-kitab tersebut akan dibacakan beberapa ustadz di Pondok Pesantren yang diasuh KH Moh Mansur, Rais PCNU Kabupaten Malang.

Kegiatan rutin Pesantren An-Nahdliyah tersebut, selain diikuti para santri yang dari dalam pesantren, juga menerima santri dari luar.?

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Pengajian akan dilaksanakan mulai hari Rabu, 17 Juli 2013 sampai 31 Juli 2013. Pengajian kilatan dilaksanakan dalam dua sesi setiap harinya, yakni ba’da jamaah Shalat dhuhur dan ba’da jamaah Shalat Ashar.

Redaktur ? ? : Abdullah Alawi?

Kontributor: Ahmad Nur Kholis?

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth PonPes, AlaSantri VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Kamis, 03 Agustus 2017

Aktivis Saung Belajar Baduy Kunjungi NU Online

Jakarta, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Masyarakat Baduy yang tinggal di kecamatan Kanekes kabupaten Lebak Provinsi Banten, sejak lama dikenal sebagai masyarakat adat yang tertutup dari jangkauan peradaban luar. Namun seiring bergulirnya waktu beberapa entitas dan komunitas masyarakat Baduy mulai berusaha membuka diri terhadap peradaban dan pengetahuan yang lebih luas.

Salah komunitas yang berusaha membuka diri terhadap pengetahuan yang lebih luas adalah Komunitas Saung Belajar yang terletak di Luwung Titipan, sekitaran kawasan pemukiman Baduy. Komunitas Saung Belajar ini mengajarkan anak-anak Baduy Dalam untuk belajar membaca dan menulis.

Aktivis Saung Belajar Baduy Kunjungi NU Online (Sumber Gambar : Nu Online)
Aktivis Saung Belajar Baduy Kunjungi NU Online (Sumber Gambar : Nu Online)

Aktivis Saung Belajar Baduy Kunjungi NU Online

Demikian dinyatakan oleh Mang Pulung saat berkunjung ke Kantor Redaksi VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth, Ahad (14/6). Menurut Mang Pulung, memang ada beberapa kendala terkait proses belajar di Saung yang dibangunnya ini antara lain letaknya yang di luar perkampungan dan adat yang mengikat masyarakat Baduy.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

"Dulu pernah ada seorang pengajar yang ditugaskan oleh pemerintah bernama Guru Asid dari Karang Balang, tetapi karena ia sudah pindah ke Gunung Talaga, maka kegiatan belajar jadi terhenti untuk sementara. Anak-anak tidak mau belajarnya pinda karena lokasinya yang jauh dari pemukiman Baduy," tutur Mang Pulung.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Lebih lanjut Mang Pulung menjelaskan, kendala-kendala dalam proses belajar di saungnya antara lain adalah keterbatasan sarana belajar dan teguran dari kokolot (sesepuh) adat. Termasuk adanya aturan tidak boleh berseragam dan tidak boleh membawa perlengkapan belajar pulang ke rumah.

Lelaki berumur 45 tahun ini bahkan mengaku sempat putus asa dalam mengupayakan Komunitas Saung Belajarnya. "Tapi Alhamdulillah, ada banyak kawan dari luar yang turut membantu menyiapkan perlengkapan dan sara belajar di Saung ini," tandas ayah dari seorang putri berusia 12 tahun ini.

Masyarakat Baduy tidak mengenal sekolah, karena pendidikan formal berlawanan dengan adat-istiadat mereka. Mereka menolak usulan pemerintah untuk membangun fasilitas sekolah di desa-desa mereka.

Bahkan hingga hari ini, walaupun sejak era Suharto pemerintah telah berusaha memaksa mereka untuk mengubah cara hidup mereka dan membangun fasilitas sekolah modern di wilayah mereka, orang Kanekes masih menolak usaha pemerintah tersebut.

Akibatnya, mayoritas populasi yang berjumlah sekitar 5.000 hingga 8.000 orang ini tetap tidak dapat membaca atau menulis hingga sekarang. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Lomba, PonPes, Humor Islam VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Minggu, 23 Juli 2017

Ciri Organisasi Modern, Administrasi Tertata Rapi

Tegal, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Administrasi yang tertata rapi, menjadi ciri khas organisasi modern. Apalagi, di era digitalisasi pengelolaan administrasi bukanlah hal yang rumit tetapi justru bisa dikemas secara apik. Hal ini akan memudahkan untuk menyimpan, menemukan dan menerbitkan kembali adminstrasi yang sudah usang ataupun hilang.

Ciri Organisasi Modern, Administrasi Tertata Rapi (Sumber Gambar : Nu Online)
Ciri Organisasi Modern, Administrasi Tertata Rapi (Sumber Gambar : Nu Online)

Ciri Organisasi Modern, Administrasi Tertata Rapi

Demikian disampaikan Ketua Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Kota Tegal Aziz Putra saat membuka Pelatihan Peraturan Organisasi dan Peraturan Administrasi ? (PPOA) IPNU-IPPNU se-Kota Tegal di Gedung NU Jalan Wisanggeni Kota Tegal, Ahad (23/11).

Azis menandaskan, pembenahan yang terkait dengan aturan organisasi perlu terus ditingkatkan. Mengingat keberadaan ranting di Kota Tegal banyak yang baru terbentuk. Tertib administrasi tidak hanya mengenai persuratan saja, namun perlu bedah Peraturan Dasar dan Peraturan Rumah Tangga (PD PRT). Sehingga tata kelola administrasi tidak menyimpang dari peraturan yang berlaku.?

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

“Pemahaman terhadap PPOA dan AD/ART harus terus disosialisasikan,” terangnya.?

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Ketua Panitia Penyelenggara Ahmad Fauzi mengatakan, pelatihan diikuti 72 dari unsur ? Sekretaris Pimpinan Ranting, Pimpinan Komisariat dan Pimpinan Anak Cabang (PAC) IPNU-IPPNU ? se-Kota Tegal. Dengan harapan setelah mereka diberi pembekalan, ? penataan organisasi dan administrasi organisasi bisa sesuai aturan yang berlaku.

Di dalam pelatihan, lanjutnya, seluruh peserta diharuskan membawa laptop, untuk dilatih (praktik) teknik pembuatan persuratan secara cepat dan rapi. “Output nya, usai pelatihan ini diharapkan sudah tidak ada kendala lagi mengenai persuratan dan aturan-aturan di dalam PPOA,” tandas Fauzi. (wasdiun/mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth PonPes, Kiai VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock