Tampilkan postingan dengan label Humor Islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Humor Islam. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 17 Februari 2018

Agenda NU: Makmur Masjid, Makmur Bumi Allah

Pamekasan, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Kehadiran Nahdlatul Ulama memiliki dua agenda yang sejati, yaitu memakmurkan masjid dan  memakmurkan bumi Allah.

Menurut Rais Syuriyah PBNU KH Masdar F Mas’udi, hal itu sesuai dengan penegasan Allah dalam Al-Quran. Hanya dua penegasan terkait memakmurkan. Pertama, perintah memakmurkan masjid.

Agenda NU: Makmur Masjid, Makmur Bumi Allah (Sumber Gambar : Nu Online)
Agenda NU: Makmur Masjid, Makmur Bumi Allah (Sumber Gambar : Nu Online)

Agenda NU: Makmur Masjid, Makmur Bumi Allah

“Bahwa sesungguhnya hanya orang-orang yang beriman yang mau memakmurkan masjid,” ungkapnya pada Rapimda PP LTMU di Pamekasan, Madura, Ahad, (27/01) lalu.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Kedua, ayat yang memerintah memakmurkan bumi. Dan bumi itu adalah lambang Nahdlatul Ulama. “Dua agenda kehadiran Nahdlatul Ulama adalah memakmurkan bumi bertolak dari memakmurkan masjid,” tambah Kiai kelahiran Purwokerto, Jawa Tengah, 1954.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Lebih jauh, Kiai Masdar menjelaskan, masjid yang pertama (masjid secara fisik) disebut masjid mikro, yang kedua disebut masjid makro (bumi Allah). Pengelolaan masjid mikro adalah tolok ukur pengelolaan masjid makro.

“Masjid itu adalah potret dari kehidupan berbangsa, bernegara dan berbumi ini,” tambahnya.

Kiai penulis buku Syarah Konstitusi: UUD 1945 dalam Perspektif Islam ini menjelaskan, jika disiplin di masjid, misalnya datang tepat waktu shalat, rapi dalam barisan, akan disiplin dalam kehidupan di masyarakat. Jika mau membersihkan masjid, mau juga membersihkan bumi Allah.

“Kalau infaq di masjid itu berjalan dengan baik, berarti pendanaan keumatan juga akan berjalan dengan baik.”

Ia berharap semua pengurus NU lebih memperhatikan masjid. Tidak semua pengurus NU di semua level ada bidang keta’miran masjid. Padahal di situlah umat bertemu dan berkumpul.

“Karena itulah manfaat dari ilmu yang mengalir dari mata air pesantren tidak “sumerambah” tidak menyebar sebagaimana mestinya.

Redaktur: Mukafi Niam

Penulis   : Abdullah Alawi

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Humor Islam, Kajian Sunnah VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Jumat, 16 Februari 2018

PSSI Riau: Saya Curiga Kemenangan Timnas Menunggu Output Liga Santri

Indragiri Hulu, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth



Ketua Umum Asprov Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Provinsi Riau, Chaidir, mengatakan, untuk membangun prestasi bola nasional yang handal diperlukan beberapa hal. Ia mengatakan hal itu di sela-sela memantau penyelenggaraan Liga Santri Nusantara Region Sumatra V 27 Agustus lalu.

Selain asupan gizi yang bagus, menurut dia, adalah pembinaan yang berkesinambungan, kedisiplinan dan moralitas merupakan prasyarat yang tidak bisa diby-pass dalam pengembangan sepakbola profesional.

PSSI Riau: Saya Curiga Kemenangan Timnas Menunggu Output Liga Santri (Sumber Gambar : Nu Online)
PSSI Riau: Saya Curiga Kemenangan Timnas Menunggu Output Liga Santri (Sumber Gambar : Nu Online)

PSSI Riau: Saya Curiga Kemenangan Timnas Menunggu Output Liga Santri

"Karenanya, sepakbola nasional kita membutuhkan uluran tangan kaum santri untuk berprestasi di kancah kawasan maupun dunia. Kenapa? Karena santri memiliki sebagian besar unsur prasyarat prestasi bola. Di antaranya adalah tradisi kedisiplinan, karakter dan aspek moralitas yang sudah teruji," terang orang pertama di PSSI Provinsi Riau ini.

Lebih lanjut, mantan pemain bola profesional ini meyakinkan, dalam jangka menengah dan panjang, haqqul yaqin output dari LSN ini akan berkontribusi besar pada sepakbola profesional tanah air, bahkan kepada Timnas Indonesia di semua usia.?

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

“Saya curiga momen-momen kemenangan Timnas yang sudah lama kita rindukan itu masih menunggu output dari Liga Santri ini," imbuh Chaidir.

LSN Region Sumatra V ini diikuti oleh 32 kesebalasan yang berasal dari 32 pesantren dimana 16 diantaranya berasal dari Provinsi Riau dan 16 sisanya dari Kepulauan Riau. Event ini mendapatkan dukungan penuh dari stakeholder setempat, dukungan kuat diantaranya datang dari Bupati Inhu, Yopi Arianto. (Ali/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Humor Islam VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Sabtu, 10 Februari 2018

Menag akan Hadiri Silaturrahmi Internasional NU

Jakarta, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Menteri Agama (Menag) Suryadharma Ali akan menghadiri Silaturahmi Internasional ke-11 Nahdlatul Ulama (NU) yang digagas Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Arab Saudi di Mekkah pada 11 November. Demikian keterangan Ketua Tanfidziyah PCINU Arab Saudi KH Fuad Abdul Wahab, Selasa (9/11). Undangan resmi ke Menag sudah disampaikan di sela-sela ibadah haji.



Menag akan Hadiri Silaturrahmi Internasional NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Menag akan Hadiri Silaturrahmi Internasional NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Menag akan Hadiri Silaturrahmi Internasional NU

"Insya-Allah, Pak Suryadharma Ali dapat menghadiri Silaturrahmi Internasional ke-11 NU,"kata Fuad Abdul Wahab. Kegiatan Silaturrahmi Internasional NU dilaksanakan secara rutin sejak 1999 dengan mengambil tempat di Makkah atau dilaksanakan beberapa saat menjelang puncak pelaksanaan ibadah haji.

Menurut Fuad, Silaturrahmi Internasional ke-11 NU 2010 yang mempertemukan aktivis NU Luar Negeri dari berbagai belahan dunia akan dipusatkan di Rubat Jawiyah, Misfalah, Makkah Al Mukarromah. Selain dihadiri Kemenag Suryadharma Ali yang juga kader NU, Silaturrahmi Internasional NU juga akan dihadiri sejumlah tokoh ormas berlogo bola dunia dan bintang sembilan tersebut.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul UIama (PBNU) Prof KH Said Aqiel Siradj, Sekretaris Jenderal International Conference of Islamic Scholars (ICIS) KH Hasyim Muzadi, dan Mustaysyar PBNU KH Maemun Zubair juga dijadwalkan hadir. Tokoh NU lainnya yang akan hadir yaitu Duta Besar RI untuk Arab Saudi Gatot Abdullah, KH Hafidz Usman, KH Syukron Makmun, KH Manarul Hidayat dan KH Nur Muhammad Iskandar SQ.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Fuad Abdul Wahab menjelaskan, PCINU yang akan mengirimkan delegasinya berjumlah 11 cabang yaitu Arab Saudi, Sudan, Yaman, Mesir, Syria, Jordan, Libanon, Iraq, Maroko, Libia, Inggris, dan Malaysia. Silaturrahmi Internasional ke-11 NU mengambil tema "Memperkuat Khidmat NU Luar Negeri untuk Bangsa" akan dilangsungkan mulai pukul 08.00 hingga 16.00 waktu setempat.

"Kami sengaja mengambil tanggal 11 November dengan pertimbangan jamaah haji sudah berkumpul di sekitar Mekkah serta hari tersebut sangat bersejarah terkait dengan peristiwa hari pahlawan 11 November di mana NU memainkan peran penting,"tutur Fuad Abdu Wahab. (amf/ant)Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Pondok Pesantren, Humor Islam VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Jelang Munas NU, PBNU Dalami Materi Penggunaan Investasi Dana Haji Siang Ini

Jakarta, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth - Lembaga Bahtsul Masail Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LBM PBNU) akan melakukan pendalaman materi terkait penggunaan investasi dana haji siang ini di Gedung Lantai 5 PBNU, Jalan Kramat Raya, 164, Jakarta Pusat, Senin (2/10) pagi. Pendalaman materi ini merupakan upaya PBNU dalam memahami persoalan ini secara utuh sebelum pembahasan di forum Munas NU 2017 November mendatang.

Pada diskusi siang ini pihak LBM PBNU menghadirkan anggota Komisi VIII DPR RI, Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag RI, dan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) sebagai narasumber.

Jelang Munas NU, PBNU Dalami Materi Penggunaan Investasi Dana Haji Siang Ini (Sumber Gambar : Nu Online)
Jelang Munas NU, PBNU Dalami Materi Penggunaan Investasi Dana Haji Siang Ini (Sumber Gambar : Nu Online)

Jelang Munas NU, PBNU Dalami Materi Penggunaan Investasi Dana Haji Siang Ini

H Ulil Abshar Hadrawi, Wasekjen PBNU yang juga panitia Munas dan Konbes NU 2017 mengatakan, diskusi ini digelar dalam rangka memberikan penguatan atas pemahaman PBNU terkait masalah yang diangkat.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

“Masalah ini diangkat di forum Munas NU 2017 mengingat rencana pemerintah terkait penggunaan dana haji untuk investasi pada proyek-proyek infrastruktur nasional, yaitu jalan tol, pelabuhan, bandara, dan seterusnya,” kata Ulil.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Dalam diskusi ini, kata Ulil, narasumber diharapkan memberikan informasi dan data baru yang dibutuhkan para kiai NU untuk menjawab sejumlah masalah yang diangkat di Munas NU 2017, yaitu soal status hukum dana setoran awal BPIH, kewenangan pemerintah dalam mengelola dana BPIH, hukum investasi dana haji pada proyek infrastruktur, soal siapa yang berhak atas keuntungan, dan soal siapa yang berkewajiban menanggung atas kerugian investasi.

Sebagaimana diketahui, forum Munas dan Konbes NU akan diselenggarakan pada akhir November 2017 di Nusa Tenggara Barat. Forum ini akan dihadiri oleh segenap pengurus PWNU se-Indonesia. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Lomba, Humor Islam VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Rabu, 07 Februari 2018

PCNU Purbalingga Dilantik

Purbalingga, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Purbalingga masa hidmah 2013-2018 resmi dilantik di Pondok Pesantren Nurul Qur’an Kedungjati, Purbalingga, Jawa Tengah pada Senin 27 Januari 2014.

PCNU Kabupaten Purbalingga dipimpin duet di syuriah H. Nurkholis Ahmadi, sementara dan tanfidiyah H. Suroso Abdul Rozak.

PCNU Purbalingga Dilantik (Sumber Gambar : Nu Online)
PCNU Purbalingga Dilantik (Sumber Gambar : Nu Online)

PCNU Purbalingga Dilantik

Pelantikan dihadiri ribuan warga mulai dari pelajar IPNU-IPPNU, para pengurus dari tingkat ranting hingga pengurus MWC se-Kabupaten Purbalingga, beserta banom-banomnya mulai dari GP Ansor, Fatayat NU, serta muslimat NU.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Dari jajaran pejabat hadir mewakili Bupati Purbalingga yaitu Asisten 2, Kepala Kantor Kementrian Agama Kabupaten Purbalingga, Kapolres, Dandim dan yang lainnya.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

H. Suroso Abdul Rozak dalam sambutannya mengajak kepada semua elemen untuk bekerja keras mengabdikan diri pada perjuangan akidah, sehingga NU Purbalingga ke depan lebih baik. “Dan mohon doanya pengurus yang baru lebih eksis lagi dalam membina umat,” pintanya.

Sambutan dari PWNU disampaikan KH. Arja Amroni dan PBNU oleh KH Imam Azis sama-sama mengajak Nahdliyin untuk meneladani almarhum Rais Aam PBNU KH Sahal Mahfudh yang belum lama ini wafat. (Torik Jahidin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Humor Islam, Nahdlatul Ulama VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Senin, 05 Februari 2018

Pancasila sebagai Nuqthotul Liqo’

Judul Buku: “Negara Pancasila: Jalan Kemaslahatan Berbangsa”

Penulis: As’ad Said Ali

Pengantar: KH A. Mustofa Bisri

Pancasila sebagai Nuqthotul Liqo’ (Sumber Gambar : Nu Online)
Pancasila sebagai Nuqthotul Liqo’ (Sumber Gambar : Nu Online)

Pancasila sebagai Nuqthotul Liqo’

Penerbit: LP3ES Jakarta

Cetakan: I, Februari 2009

Tebal: 340 halaman + xxxii

Peresensi: A. Khoirul Anam


VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Pada saat era reformasi “dibunyikan” sebagian elemen bangsa ini masih trauma dengan Pancasila. Praktis pada masa Orde Baru Pancasila hanya menjadi milik pemerintah. Rakyat tidak diperkenankan memberikan interpretasi terhadap Pancasila. Anak-anak sekolah diwajibkan mengikuti penataran Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (P4) sebagai interpretasi tunggal Pancasila. Semua organisasi dan partai politik diharuskan mencantumkan Pancasila sebagai asas, namun tidak diperkenankan menjelaskan apapun tentang Pancasila. Yang miris, Pancasila menjadi alat untuk membungkam orang-orang yang kritis; yang berbeda dengan pemerintah dianggap tidak pancasilais.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Kini Pancasila telah dikembalikan kepada rakyat Indonesia. Sebagian elemen bangsa masih segan mengambil kembali miliknya. Sebagian langsung menyambut hangat Pancasila sebagai ”tenaga dalam” untuk membangunkan kembali bangsa Indonesia dari masa krisis. Namun betapapun dan dalam kondisi apapun tidak ada yang sanggup untuk tidak mengindahkan Pancasila, yang berarti lima sila yakni ”Ketuhanan Yang Maha Esa; Kemanusiaan yang adil dan beradab; Persatuan Indonesia; Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan; dan Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.” Lima sila ini juga dicantumkan dalam teks Pembukaan Undang Undang Dasar (UUD) 1945.

Buku “Negara Pancasila: Jalan Kemaslahatan Berbangsa” yang ditulis oleh As’ad Said Ali berhasil menunjukkan fakta bahwa dalam kondisi apa pun tidak ada elemen bangsa ini yang sanggup melepaskan Pancasila dari genggaman bangsa Indonesia. Ingin pun tidak. Karena menyingkirkan Pancasila berarti juga memusnahkan Negara Kesatuan Republik Indonesia Indonesia (NKRI). Tidak.

Pancasila adalah landasan yang kokoh bagi suatu bangsa besar yang multi etnik, multi agama, ribuan pulau dan kaya sumber daya alam. As’ad menyebut Pancasila sebagai titik pertemuan atau nuqthotul liqo’ yang lahir dari suatu kesadaran bersama pada saat krisis. Dan kesadaran ini muncul dari kesediaan berkorban demi kepentingan yang besar membentuk negara besar. Pancasila merupakan konsensus dasar yang menjadi syarat utama terbentuknya bangsa Indonesia.

Pancasila merupakan nuqthotul liqo’ pada saat terjadi perdebatan yang sangat alot mengenai dasar negara; antara yang menginginkan Indonesia menjadi negara sekuler dan agama, dalam hal ini Islam sebagai agama yang dianut mayoritas bangsa Indonesia. Para tokoh umat Islam dengan berbesar hati untuk mengakui menerima kenyataan bahwa bangsa Indonesia tidak hanya menganut satu agama atau kepercayaan. KH Wahid Hasyim, Ketua PBNU pada saat sidang Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) mendukung Pancasila sebagai dasar negara bahkan merelakan perubahan sila pertama yang dirumuskan dengan bersusah payah: Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya, menjadi Ketuhanan Yang Maha Esa.

Buku setebal 340 halaman yang ditulis Wakil Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) itu dengan sangat baik menunjukkan suasana tegang, emosi, dan haru pada saat proses perumusan dasar negara. Persoalan beragama kemudian diselesaikan dalam rumusan imajinatif ”Ketuhanan Yang Maha Esa” sila pertama Pancasila. Para tokoh Islam berhasil meyakinkan umat bahwa Islam itu lebih luas dari sekedar negara. Pancasila tidak dilarang karena berdasarkan kaidah fikih al-ashlu fil assya al-ibahah hatta yadulla ad-dalil at-tahrim, bahwa sesuatu itu tidak dilarang selama tidak ada petunjuk agama yang melarangnya. Para ulama berhasil memberikan pemahaman yang arif bahwa Indonesia adalah negara yang berkarakter religius namun bukan negara agama. Indonesia adalah Negara Pancasila. Dan ajaran Islam telah merasuk kedalamnya.

Pada saat pemerintah orde baru secara sepihak memaksakan interpretasi tentang Pancasila dan mengharuskan Pancasila menjadi asas tunggal para ulama menyatakan “Siap!”. Dalam Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama di Situbondo, 21 Desember 1983, para pemimpin NU berhasil merumuskan Deklarasi tentang Hubungan antara Pancasila dan Islam:

“1. Pancasila sebagai dasar dan falsafah Negara Republik Indonesia bukanlah agama, tidak dapat menggantikan agama dan tidak dapat dipergunakan untuk menggantikan kedudukan agama; 2. Sila "Ketuhanan Yang Maha Esa" sebagai dasar Negara Republik Indonesia menurut pasal 29 ayat 1 Undang Undang Dasar (UUD) 1945, yang menjiwai sila yang lain, mencerminkan tauhid menurut pengertian keimanan dalam Islam; 3. Bagi Nahdlatul Ulama (NU) Islam adalah akidah dan syariah, meliputi aspek hubungan manusia dengan Allah dan hubungan antara manusia; 4. Penerimaan dan pengamalan Pancasila merupakan perwujudan dari upaya umat Islam Indonesia untuk menjalankan syariat agamanya; 5. Sebagai kondisi dari sikap di atas, NU berkewajiban mengamankan pengertian yang benar tentang Pancasila dan pengamalannya yang murni dan konsekwen oleh semua pihak.”

Penerimaan asas tunggal Pancasila ini, terutama pada poin kelima dalam deklarasi tersebut, adalah upaya politis para ulama agar tidak dipedaya oleh pemerintah yang maunya menjadikan Pancasila sebagai milik pribadi.

Lebih lanjut, dalam buku “Negara Pancasila: Jalan Kemaslahatan Berbangsa” itu secara optimis dan penuh percata diri bahkan penulis buku ini mengatakan bahwa Pancasila memberikan inspirasi bagi bangsa-bangsa lain untuk memecahkan masalah dasar konstitusi yan mereka hadapi, terutama terkait persoalan agama. Pada 1924 Turki tidak tahan dengan kesultanan Islam dan berbalik arah menjadi negara sekuler pertama di tengah masyarakat Muslim. Sementara di wilayah Asia Selatan, Pakistan yang berdiri di atas wilayah dinasti Mogul akhirnya memilih menjadi negara Islam. Ada dua arus pemikiran besar yang bersaing saat menuju kemerdekaan antara Ali jinnah sebagai representasi gagasan negara sekuler dan Maududi sebagai representasi pengembangan gagsan negara agama. Toh akhirnya Pakistan memilih jalan negara islam setelah gagal mensenyawakan keduanya dalam format yang solutif untuk sebuah dasar negara yang modern.

Pancasila adalah nilai yang digali dari bangsa Indonesia sendiri pada saat terjadi perdebatan apakah hendak menjadikan Indonesia seperti layaknya negara barat yang maju, apakah menjadikan Indonesia seperti negara sosialis atau kapitalis. Pengalaman sejarah membuktikan bahwa berpegang teguh pada nilai luhur budaya sendiri merupakan sumber kekuatan. Penulis menunjuk Jepang, Korea, China dan India yang berdiri tangguh

Meski merupakan nilai yang digali dari bangsa Indonesia sendiri, bukan berarti Pancasila menjadi azimat. Sebagai ideologi negara yang bersanding dengan ideologi-ideologi besar di dunia, Pancasila adalah ideologi yang terbuka. Interpretasi Pancasila tidak boleh tunggal seperti P4-nya orde baru yang disinggung sekilas di atas. Rakyat Indonesia berhak mengajukan interpretasi mengenai Pancasila sepanjang tidak bertentangan dengan Pancasila sila-sila dalam Pancasila itu sendiri.

As’ad Said Ali dalam buku yang diterbitkan LP3ES itu juga mengkritik beberapa interpretasi Pancasila yang “kebablasan” pada era reformasi. Misalnya, beberapa materi dalam amandemen UUD 1945 memang dilakukan sekedar reaksi dari ketidakpuasan terhadap masa orde baru. Banyak hal dalam orde baru diubah begitu saja. Akibatnya sistem kerakyatan atau demokrasi yang dirumuskan seperti “asal comot”, campur baur dan sangat teoritik, tidak berusaha menyempurkan konsep Demokrasi Pancasila yang telah digagas sejak awal. Kata Asad, perubahan itu ternyata tidak berpengaruh dalam menyejahterakan rakyat Indonesia.

Kebablasan serupa juga terjadi sebelumnya pada masa orde baru. As’ad menyebut “Konsep Ekonomi Pasar Terkelola” yang dirumuskan oleh para birokrat ekonomi yang tergabung dalam Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) atas intruksi Presiden Soeharto, sama sekali tidak menyinggung mengenai koperasi yang diamanatkan dalam UUD 1945 dan oleh para pendiri negara ini ditetapkan sebagai soko guru perekonomian Indonesia. Ada banyak kebablasan yang perlu diluruskan.

Akhirnya, buku “Negara Pancasila: Jalan Kemaslahatan Berbangsa” sangat layak dibaca. Meski sangat terkesan hati-hati dan “tidak apa adanya” dalam menjelaskan keterkaitan antara para perumus kebijakan negeri ini dengan berbagai ideologi besar yang berkembang dan sangat dominan di dunia, namun berbagai pergulatan dalam merumuskan kebijakan dari masa ke masa, atau dalam menginterpretasikan Pancasila dipaparkan dengan sangat baik dalam buku ini. Buku ini juga sangat menarik dicerna oleh umat Islam yang mayoritas di negeri ini. Bukan saja karena sebagaian besar pembahasan terkait dengan pergulatan konsep bernegara dan beragama (Islam) yang kemudian dipertemukan dalam satu nuqthotul liqo’ bernama Pancasila, tetapi karena ditulis dengan menyertakan istilah-istilah khusus yang sudah dikenal baik oleh kaum santri. Sepertinya ada satu pengharapan penulis, bahwa secara bertahap Pancasila teruslah menjadi spirit dalam mewujudkan “negara kesejahteraan” Indonesia!

*Peresensi adalah wartawan VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the TruthDari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Sejarah, Humor Islam VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Rabu, 31 Januari 2018

Ukhuwah Kusiriyah

Ukhuwah Kusiriyah adalah istilah yang digunakan oleh KH Wahab Hasbullah untuk menggambarkan hubungan organisasional di dalam Partai Masyumi, yaitu kelompok intelektual hasil didikan Belanda dengan para ulama hasil didikan pesantren. 

Semula hubungan ulama sebagai Dewan Syuro dengan kelompok cendekiawan sebagai eksekutif berlangsung harmonis. Tetapi, hubungan itu memburuk ketika kelompok cendekiawan tidak lagi menghiraukan posisi ulama dalam menjalankan kebijakan politik partai. Para ulama mulai disingkirkan karena dianggap tidak mampu dan tidak sejalan dengan spirit politik Barat.

Ukhuwah Kusiriyah (Sumber Gambar : Nu Online)
Ukhuwah Kusiriyah (Sumber Gambar : Nu Online)

Ukhuwah Kusiriyah

Para ulama NU sebagai anggota istimewa dalam Partai Masyumi beberapa kali mengusulkan agar posisi ulama dipulihkan. Namun, usul itu tidak pernah dihiraukan sehingga para ulama dinonaktifkan, bahkan kemudian tidak punya peran dalam menentukan kebijakan politik, termasuk pengambilan keputusan yang berkaitan dengan agama. 

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Melihat kenyataan itu, NU mengusulkan adanya restrukturisasi Partai Masyumi dengan bentuk federasi sehingga posisi masing-masing anggota menjadi setara. Dengan demikian, organisasi-organisasi yang lain seperti Perti dan Serikat Islam bisa ditarik kembali. 

Namun, usulan itu juga ditolak, sehingga para ulama NU merasa hanya dijadikan alat politik oleh kelompok cendekiawan hasail didikan Belanda tadi.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Puncak kegusaran ulama NU muncul ketika NU tidak dilibatkan dalam Musyawarah Masyumi tentang politik luar negeri. Alasannya, NU dianggap tidak tahu politik.

Dalam politik luar negeri, sejak awal NU menginginkan Indonesia tetap berposisi netral. Itulah sebabnya NU marah ketika Ir. Soekiman menandatangani Mutual Security Act atau Pakta Perjanjian Keamanan dengan AS pada 1952. 

Menurut NU, para politisi Masyumi telah melakukan tindakan berbahaya karena menyeret Indonesia ke Blok Barat dan berhadapan dengan Blok Timur. Drama ini mencapai puncaknya dengan jatuhnya Kabinet Soekiman dari Masyumi. 

Partai Masyumi pun menjadi cemoohan, terutama oleh Partai Murba dan PKI yang berhaluan kiri.

Pada awalnya, NU menduduki posisi penting dalam pengambilan kebijakan politik di Masyumi. Hal ini tampak ketika Kiai Wahab Hasbullah memberikan kontribusi pemikiran mengenai kemungkinan masuknya Masyumi ke dalam Kabinet Hatta yang menjalankan hasil Perjanjian Renville. 

Hasilnya, Masyumi menyatakan ikut dalam Kabinet Hatta pada 29 Januari 1948. Tujuannya agar Masyumi dapat mengontrol Hatta dalam melaksanakan isi Perjanjian Renville yang merugikan Indonesia tersebut. 

Peranan NU yang signifikan di Masyumi juga muncul ketika Masyumi merespons hasil Perjanjian San Fransisco (4 September 1951) yang berisi perjanjian damai Indonesia dengan Jepang. Atas dorongan NU, Masyumi (Indonesia) menandatangani perjanjian tersebut. Keputusan tersebut diambil berdasarkan pemikiran Kiai Wahab bahwa Indonesia akan memperoleh dua keuntungan dengan menandatangani perjanjian tersebut, yaitu harga diri yang bersifat mental politis dan keuntungan material berupa rampasan perang.

Masalahnya, tiap usulan dan kegusaran NU selalu diredam oleh Masyumi dengan alasan setiap anggota Masyumi harus menjaga ukhuwah Islamiyah. Ketika NU menyatakan hendak keluar dari Masyumi, nasihat tersebut semakin ditekankan oleh kalangan cendekiawan. 

Kiai Wahab sendiri mengatakan bahwa dalam Masyumi tidak ada lagi ukhuwah Islamiyah, karena mereka berjalan atas kemauan sendiri, dan NU sebagai salah satu anggota tidak lagi diajak bermusyawarah. Oleh karena itu, Kiai Wahab menolak ukhuwah semacam itu. Ia menyebutnya sebagai ukhuwah palsu, seperti ukhuwah kusir kereta dengan kudanya. Sang kusir seenaknya mengendalikan kereta, sedangkan kuda terus dilecut untuk menarik kereta. 

Buktinya, selama tujuh tahun bergabung dalam Masyumi dan mengalami 13 kali pergantian kabinet, NU hanya mendapat jatah satu portofolio, yaitu Menteri Agama, dan setelah itu NU tidak diberi jatah menteri sama sekali.

Istilah “ukhuwah kusir kuda” telah menyadarkan warga NU bahwa selama ini mereka hanya diperalat dan akan terus diperalat. Oleh karena itu, wacana untuk keluar dari Masyumi pun meluas di kalangan warga NU dan tidak dapat dibendung lagi. Mereka merasa tidak ada lagi ikatan perjuangan dan ikatan batin dengan Masyumi yang dianggap telah mengingkari kesepakatan awal untuk memperjuangkan aspirasi Islam.

NU akhirnya keluar dari Masyumi pada 1952. Itu merupakan hasil keputusan Muktamar NU di Palembang. Tiga tahun kemudian, dalam Pemilu 1955, NU menjadi partai yang memperoleh suara terbanyak ketiga setelah PNI dan PKI. NU pun berhasil meraih beberapa jabatan menteri, yaitu Menteri Perekonomian, Menteri Dalam Negeri, dan Menteri Agama. NU juga menunjukkan kemampuannya dalam memimpin negara karena dapat menduduki jabatan Wakil Perdana Menteri, Ketua DPR, maupun Ketua MPR kala itu. (Ensiklopedi NU)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Nusantara, Humor Islam, Nahdlatul Ulama VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Kamis, 25 Januari 2018

Malaysia Kagumi Pesantren di Indonesia

Surabaya,VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Kunjungan sejumlah ulama dan akademisi negeri jiran Malaysia ke pesantren di Jawa Timur menyisakan kekaguman yang mendalam. Mereka rencananya akan menindaklanjuti temuan tersebut negaranya.

Malaysia Kagumi Pesantren di Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Malaysia Kagumi Pesantren di Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

Malaysia Kagumi Pesantren di Indonesia

Prof Dato Dr Abdul Razak Hj Omar mengatakan kekaguman itu kepada sejumlah media usai pembukaan seminar internasional yang diselenggarakan PW Aswaja NU Center Jawa Timur di Asrama Haji Sukolilo Surabaya, Selasa (23/12/2014).

"Kami melihat bahwa pesantren yang kami kunjungi merupakan model lembaga pendidikan yang sangat bagus," kata Penolong Naib Canselor Hubungan Industri Masyarakat di UTHM Malaysia ini.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Baginya, pesantren merupakan lembaga yang integral sehingga menyatukan antara pendalaman agama dengan pengamalan materi keagamaan dalam keseharian. Ia lalu membandingkan model pendidikan peserta didik di negerinya, Malaysia.

"Di tempat kami, kewajiban mengawasi dan mendidik murid hanya dilakukan saat mereka berada di lembaga pendidikan," katanya. Sedangkan saat pulang ke rumah masing-masing, maka hal itu menjadi kewajiban para orang tuanya.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Padahal waktu berada di luar sekolah demikian panjang. "Dan murid dengan mudah bergaul dengan masyarakat dan lingkungannya yang beragam," terangnya. Dan bukan tidak mungkin selama bergaul dengan lingkungan inilah, banyak hal negative yang diterima oleh para muris dan siswa.

Dato Abdul Razak juga menyayangkan banyaknya murid yang cenderung mencari pengetahuan dan pendalaman agama dari media internet. "Bukan tidak mungkin banyak materi keagamaan yang salah dari situs yang dibaca para murid," katanya. Belum lagi mereka dipengaruhi oleh isi dari media sosial yang semakin digemari.

Karena itu, kemunculan para murid yang hanya memiliki pengetahuan agama yang dangkal demikian juga tidak terjaga validitas pengetahuan selama mencari di internet sebagai biang keladi lahirnya generasi muda yang ekstrim.

"Pesantren di Indonesia ternyata bisa memberikan jawaban bagi ketersediaan generasi muda yang memiliki pengetahuan agama secara utuh dan tangguh," bangganya. Karenanya, usai kunjungan ini mereka akan membahas dan meniru pola pendidikan pesantren di Malaysia.

Sejak Jumat lalu, 23 orang ulama dan staf pengajar di Malaysia mengunjungi empat pesantren yakni al-Fitroh Kedinding Surabaya, Sidogiri Pasuruan, Zainul Hasan Genggong Probolinggo serta Bumi Shalawat Sidoarjo.

Apalagi pada akhir seminar internasional juga telah dilakukan penandatanganan kerjasama antara PW Aswaja NU Center dengan kontingen dari Malaysia untuk melakukan pendalaman Ahlus Sunnah wal Jamaah secara lebih intensif.

Seminar internasional ini dihadiri para ulama di antaranya KH Miftachul Akhyar (Rais PWNU Jawa Timur), KH Hasan Mutawakkil Alallah (ketua), KH Abdus Shomad Bukhori (MUI Jatim) serta utusan PCNU se Jawa Timur dan peserta daurah Aswaja dari seluruh Indonesia. (Syaifullah/Abdullah))

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Hadits, Humor Islam VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Selasa, 16 Januari 2018

Hasyim: ICIS II Ingin Ciptakan Keadilan dan Perdamaian Dunia

Jakarta, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth
Hajatan besar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), International Conference of Islamic Scholars (ICIS) II yang akan digelar di Jakarta pada 20-22 Juni mendatang, bertujuan ingin menciptakan keadilan dan perdamaian dunia.

Demikian ditegaskan Ketua Umum KH Hasyim Muzadi kepada VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth ditemui di Kantor PBNU, Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, Jum’at (9/6).

Menurut Hasyim, dua hal (keadilan dan perdamaian) tersebut merupakan sebuah keniscayaan yang harus dipenuhi. “Perdamaian itu syaratnya adalah keadilan. Kalau tidak adil, tidak bisa ada perdamaian,” terangnya.

Dukungan PBNU terhadap program nuklir Iran, kata Hasyim, merupakan bagian dari komitmen NU terhadap perwujudan keadilan dan perdamaian. “(program nuklir red) Iran kita sokong. Kita harus bisa bersikap adil, karena nuklirnya itu merupakan hak dari bangsa Iran.,“ jelasnya.

Demikian juga dengan konflik umat Islam di Timur Tengah serta ketegangan antara dunia Timur dan Barat. Persoalan itu, kata Hasyim, juga menjadi perhatian dalam ICIS II nanti.

“Kita juga berupaya meredakan konflik yang terjadi di Timur Tengah, misalkan konflik (kelompok) Hamas dan Fatah di Palestina. Begitu juga ketegangan antara Timur dan Barat yang akhir-akhir ini kembali memanas,“ terang Hasyim.

Namun demikian, imbuh Hasyim, upaya peredaan ketegangan itu tidak berarti pemihakan terhadap salah satu pihak. Konferensi internasional yang digagas oleh PBNU ini berupaya mengambil jalan tengah, yakni jalan moderat.

Ditegaskan Hasyim, cara-cara ekstrim dalam menghadapi sebuah persoalan umat yang marak belakangan ini, justru merugikan Islam sendiri. “Fundamentalisme dan terorisme benar-benar telah merugikan Islam. Dan juga tidak adil kalau fundamentalisme dan terorisme itu diidentikkan dengan Islam, padahal keduanya juga ada di agama atau sekte manapun,“ tegasnya.

Demikian juga sebaliknya. Liberalisme yang juga menjadi fenomena umum di kalangan Islam dewasa ini, justru tidak memperbaiki masalah. “Liberalisme itu malah menggerogoti akidah Islam. Al Qur’an dan Nabi Muhammad dikritik lah, macam-macam,“ ungkapnya.

NU, kata Hasyim, turut memerangi terorisme. Namun demikian, katanya, sikap tersebut bukan berarti membela Amerika Serikat (AS). Garis moderat yang diambil oleh NU, katannya, berusaha menyeimbangkan antara keyakinan dan sikap toleransi.

“Garis moderat NU itu bukannya semua di-iyani (Jawa: dibenarkan, red). Tapi ada keseimbangan antara keyakinan dan sikap toleran. Kalau terlalu mengedepankan keyakinan tapi tidak toleran, jadinya ekstrim. Begitu juga kalau terlalu toleran, jadinya liberal,“ jelas Hasyim.

Melalui ICIS II ini, Hasyim berharap akan tercipta kekuatan-kekuatan Islam moderat di dunia. “ICIS II ini kita berharap kekuatan-kekuatan Islam moderat di dunia bisa bergabung,“ ujarnya. (rif)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Humor Islam, IMNU VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Hasyim: ICIS II Ingin Ciptakan Keadilan dan Perdamaian Dunia (Sumber Gambar : Nu Online)
Hasyim: ICIS II Ingin Ciptakan Keadilan dan Perdamaian Dunia (Sumber Gambar : Nu Online)

Hasyim: ICIS II Ingin Ciptakan Keadilan dan Perdamaian Dunia

Selasa, 09 Januari 2018

Isi Ramadhan, Jatman Gelar Pesantren Aswaja

Pekalongan, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Mengisi acara bulan Ramadhan yang penuh berkah, Jamiyyah Ahlit Thariqah Al Mutabarah An Nahdliyyah (Jatman) Kota Pekalongan mengadakan kegiatan pesantren aswaja selama 11 hari.

Isi Ramadhan, Jatman Gelar Pesantren Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)
Isi Ramadhan, Jatman Gelar Pesantren Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)

Isi Ramadhan, Jatman Gelar Pesantren Aswaja

Acara yang berlangsung di Pesantren Al Mubarok Medono Pekalongan berlangsung tanggal 28 Juli s/d 7 Agustus 2012 dengan materi bahasan utama membaca kitab karya Hadratus Syech KH. Hasyim Asyari Rais Akbar Nahdlatul Ulama.

"Pesantren Aswaja yang secara khusus mengkaji tentang berbagai amalan Nahdlatul Ulama tidak saja menjadi tanggung jawab NU, akan tetapi tanggung jawab kita semua, termasuk Jatman," ujar Mujib Hidayat Ketua Jatman Pekalongan.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Dikatakan, dalam pesantren ini peserta terbuka untuk umum dalam upaya memberikan bekal secara konprehenship tentang berbagai amaliyah NU selama ini. Dengan pembekalan ini, warga nahdliyyin dapat mengetahui dengan benar, bukan lagi katanya, sehingga jika ada persoalan di tengah tengah masyarakat yang berkait dengan amaliyah NU, kita bisa menjawab dengan disertai dalil yang qothi.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Kegiatan pesantren yang dilaksanakan setiap hari mulai jam 21.00 - 24.00 diikuti tidak kurang dari 250 peserta utusan dari MWC dan Ranting NU se Kota Pekalongan, kalangan mahasiswa dan masyarakat umum di Kota Pekalongan.

Sementara itu, Ketua PCNU Kota Pekalongan H Ahmad Rofiq menyambut baik prakarsa Jatman Kota Pekalongan untuk mengadakan kegiatan pesantren aswaja. Pasalnya, kegiatan pemahaman aswaja memang harus terus menerus dilakukan kepada warga nahdliyyin. 

Dikatakan, jika tempo hari PCNU telah memulai dengan melakukan pengkaderan kepada 500 warga nahdliyyin, kini telah ditindaklanjuti oleh beberapa takmir masjid untuk melakukan hal yang sama.

Dalam tausiyahnya Habib Muhammad Luthfy meminta kepada Jatman untuk mengadakan kegiatan kajian aswaja tidak hanya di bulan ramadhan saja, akan tetapi di luar ramadhan kegiatan ini dapat dilaksanakan, alangkah lebih baik jika setiap dua bulan sekali ada kegiatan sejenis dengan peserta yang berbeda.

Rais Am Idaroh Aliyah Jatman berpesan kepada peserta agar menekuni kegiatan kajian ini hingga selesai, hal ini sangat diperlukan mengingat tantangan dan persoalan warga nahdliyyin ke depan jauh lebih berat dan komplek. 

Redaktur    : Mukafi Niam

Kontributor: Abdul Muiz PK

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Khutbah, Humor Islam, Daerah VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Sabtu, 30 Desember 2017

Ulama Syiah Irak Lakukan Kunjungan Langka ke Arab Saudi

Riyadh,? VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Ulama berpengaruh Syiah Irak Muqtada al-Sadr tengah menjalani agenda kunjungan langka ke Arab Saudi.

Seperti diwartakan AP, Kantor Al-Sadr pada Ahad (30/7) merilis bahwa dia telah diundang ke negara berhaluan Sunni itu. Arab Saudi prihatin dengan pengaruh rivalnya Iran di Irak, yang mendukung milisi Syiah berperang melawan kelompok ISIS di sana. Al-Sadr termasuk di antara mereka yang telah meminta milisi tersebut untuk bubar.

Ulama Syiah Irak Lakukan Kunjungan Langka ke Arab Saudi (Sumber Gambar : Nu Online)
Ulama Syiah Irak Lakukan Kunjungan Langka ke Arab Saudi (Sumber Gambar : Nu Online)

Ulama Syiah Irak Lakukan Kunjungan Langka ke Arab Saudi

Surat kabar Pan-Arab Ashraq al-Awsat? mengunggah foto di akun Twitternya yang memperlihatkan al-Sadr tiba di Arab Saudi dan disambut oleh Thamer al-Sabhan, mantan duta besar Arab Saudi untuk Irak dan orang pertama yang ditugaskan ke Baghdad setelah 25 tahun istirahat.

Al-Sabhan kini menjabat sebagai menteri negara untuk wilayah Teluk setelah bersitegang dengan pemerintah Irak. Dia mengklaim bahwa milisi yang didukung Iran berencana untuk membunuhnya.

Sementara itu The New Arab? melaporkan, sebuah sumber Irak yang dekat dengan partai politik al-Sadr menyampaikan bahwa ia didampingi oleh delegasi ulama dan politisi Syiah dari Gerakan Sadris.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

"Sadr menerima undangan dari Pengadilan Saudi untuk mengunjungi Riyadh bulan lalu melalui duta besar Irak untuk Arab Saudi, Rushdi al-Ani," kata sumber tersebut.

Seorang anggota parlemen Irak mengatakan bahwa Sadr akan bertemu dengan Pangeran Mahkota Saudi Mohammed bin Salman, yang dinobatkan sebagai pewaris tahta paling berkuasa di bulan lalu, dan juga pemimpin agama Saudi.

"Perundingan akan berfokus pada isu-isu yang berkaitan dengan Irak di bawah kebijakan baru Riyadh mengenai keterbukaan terhadap Syiah Irak," kata anggota parlemen tersebut.

Hubungan antara Baghdad dan Riyadh baru saja kembali pulih belakangan ini sejak mereka putus hubungan pada tahun 1990 menyusul invasi Saddam Hussein ke Kuwait.

Kedutaan Saudi dibuka kembali di Baghdad untuk pertama kalinya dalam 25 tahun di awal 2016. Beberapa bulan kemudian, Baghdad meminta Riyadh untuk mengganti duta besarnya, Thamer al-Sabhan, setelah ia mendesak Irak untuk menyingkirkan anggota paramiliter Hashed al-Shaabi yang mayoritas berhaluan Syiah dari perang melawan kelompok ISIS. (Red: Mahbib)

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Ubudiyah, Humor Islam VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Senin, 25 Desember 2017

Halaqah Kebangsaan, Pagar Nusa Usung Islam Nusantara

Kediri, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Pimpinan Pusat Pencak Silat NU (PSNU) Pagar Nusa, Selasa (26/5) menggelar halaqah kebangsaan di Pondok Pesantren Al-Amien, Ngasinan, Rejomulyo, Kota Kediri, Jawa Timur. Halaqah kali ini bertema “Meneguhkan Islam Nusantara untuk Peradaban Indonesia dan Dunia”.

Halaqah Kebangsaan, Pagar Nusa Usung Islam Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)
Halaqah Kebangsaan, Pagar Nusa Usung Islam Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)

Halaqah Kebangsaan, Pagar Nusa Usung Islam Nusantara

Kegiatan ini menjadi rangkaian dari acara Pelatihan Pelatih dan Wasit Juri tingkat nasional yang dibuka satu hari sebelumnya. Hadir sebagai penbicara dalam halaqah, Ketum PBNU KH Said Aqil Siroj dan Ketua Rabithah Ma’ahid Islamiyah NU (RMINU) Jawa Timur KH Reza Imam Yahya.

Kang Said, sapaan akrab KH Said Aqil Siroj, dalam paparannya antara lain menyoroti tentang radikalisme yang masih tumbuh subur di Indonesia. Untuk itu, ia berharap Pagar Nusa bisa berperan aktif dalam meredam dan memberantas ancaman bagi kedamaian Indonesia itu.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Menurutnya, agama Allah disebarkan ke bumi Nusantara dengan cara yang damai dan berhasil menciptakan kedamaian sampai hari ini. Kedamaian itulah, tambah Kang Said, adalah ciri dari Islam Nusantara, yang secara konsep mengharmonikan antara wahyu dan tradisi yang berkembang. Semua itu pada fase berikutnya dilestarikan oleh ulama NU yang memiliki komitmen kuat dalam akidah Ahlussunah wal Jamaah, budaya,? dan nasionalisme.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Kiai asal Cirebon ini juga mengiimbau semua hadirin untuk mendukung program-program Pagar Nusa, karena hal itu adalah juga program yang diharapkan oleh NU.

Senada, pembicara kedua, Gus Reza, juga menyoroti radikalisme dan terorisme yang bertentangan dengan ajaran Islam serta tidak sejalan dengan tradisi para ulama Nusantara.? Berkaitan dengan Pagar Nusa, Gus Reza berharap tradisi spiritual atau bahkan supranatural ala kiai NU tetap dilestarikan, semisal hizib dan sebagainya.

Sementara itu, Ketua Umum PP PSNU Pagar Nusa H Aaizuddin Abdurrahman menyampaikan,? pelatihan serta rangkaian acara yang dilaksankan tersebut adalah upaya dari pihaknya untuk senantiasa mengembangkan pencak silat NU yang diwariskan oleh para ulama, kususnya KH Muhammad Abdullah Maksum Jauhari (Gus Maksum). Di samping itu, katanya, juga sebagai wujud bahkti pada NU, bangsa, dan negara.

Selain ditangani oleh Majelis Pendekar dan Lemabaga Pelatih Wasit dan Juri Pagar Nusa, acara pelatihan ini juga menghadirkan dua pelatih khusus di bidang perwasitan dan penjurian dari PB IPSI Pusat. Acara pelatihan akan dilaksankan sampai tanggal 30 Mei mendatang.

KH Anwar Iskandar, pengasuh Pesantren Al-Amien, atas nama tua rumah menyampaikan rasa bangganya terhadap Pagar Nusa. Menurutnya, selama Pagar Nusa aktif, tradisi khas kiai-kiai NU di bidang ilmu bela diri akan tetap lesatri. (Ali Rahman/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Ahlussunnah, Humor Islam VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Minggu, 10 Desember 2017

Bupati Brebes: Shalat Awal Waktu Bentuk Disiplin

Brebes, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Bupati Brebes Hj Idza Priyanti mengajak masyarakatnya untuk menunaikan shalat di awal waktu. Dengan Shalat di awal waktu mampu membentuk budaya hidup disiplin di berbagai segi kehidupan.

Bupati menyampaikan pesan tersebut saat kembali dari menunaikan ibadah umroh Senin malam, (11/1).

Bupati Brebes: Shalat Awal Waktu Bentuk Disiplin (Sumber Gambar : Nu Online)
Bupati Brebes: Shalat Awal Waktu Bentuk Disiplin (Sumber Gambar : Nu Online)

Bupati Brebes: Shalat Awal Waktu Bentuk Disiplin

Menurutnya, kedisiplinan amat penting untuk mencapai kesuksesan.Terbukti negara-negara yang menerapkan budaya disiplin telah maju dan rakyatnya sejahtera.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Dirinya juga akan membuat surat edaran terkait imbauan kepada PNS, atau pekerja pabrik ketika datang waktu shalat untuk menghentikan sementara pekerjaannya guna menunaikan shalat fardlu ain di awal waktu.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

“Saya akan membuat surat imbauan terkait, shalat di awal waktu,” ucapnya.

Dia yakin, dengan shalat diawal akan mendatangkan keberkahan. Bila kita mengutamakan shalat, shalat pula yang menjadikan amalan mendapat penilaian pertama kali ketika dihisab. “Jangan khawatir akan keduniaan karena Allah SWT menjamin apa pun bila warganya beriman dan bertakwa. Insya Allah barokah,” tuturnya.

Saat turun dari bis yang mengangkut rombongan umroh bersama 38 warga masyarakat Brebes, bupati disambut hangat oleh keluarga, dan beberapa pejabat pemerintah kabupaten Brebes.

Dia menambahkan, umroh bukan perjalanan wisata. Namun perjalanan religi dalam upaya mendekatkan diri kepada Allah SWT. Haji kecil ini diperlukan disamping ziarah ke raudlah juga melakukan aktivitas peribadatan lainnya.

“Saya sangat bangga dengan banyaknya warga Brebes yang melakukan perjalanan umroh, hampir setiap minggu ada yang berangkat ke tanah suci,” ungkapnya.

Ini menandakan, sambungnya, masyarakat Brebes sudah tambah sejahtera dan keimanannya makin meningkat. “Mudah-mudahan Brebes makin aman, nyaman, sejahtera di bawah perlindungan Allah SWT, baldatun toyibatun warobun ghofur,” pungkasnya.

Perjalanan Umrah Bupati Brebes yang didampingi suami Drs Kompol H Warsidin MH dipandu Pengasuh Pondok Pesantren Al Hikmah I KH Labib Sodiq Suhaemi. Bupati melakukan perjalanan Umrah sejak 3 hingga 11 Januari. Tugas pokok dan fungsi selama itu dipegang Wakil Bupati Narjo SH. (wasdiun/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Humor Islam VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Ketum PBNU: Sudah Tepat PLN Gandeng NU Care-LAZISNU

Jakarta, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj menilai kerja sama antara Yayasan PLN dan NU Care-LAZISNU dalam pendistribusian dan pendayagunaan zakat sebagai hal yang tepat.

Ketum PBNU: Sudah Tepat PLN Gandeng NU Care-LAZISNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketum PBNU: Sudah Tepat PLN Gandeng NU Care-LAZISNU (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketum PBNU: Sudah Tepat PLN Gandeng NU Care-LAZISNU

“Yayasan LAZIS PLN sangat tepat dan benar dengan menggandeng LAZISNU dalam kerja sama ini. Sebab pendistribusian dan pendayagunaan zakat melalui LAZISNU akan tepat sasaran dan akan lebih bermanfaat,” katanya.

Kia Said menyampaikan hal itu dalam acara Memorandum of Undersanding (MOU) Yayasan Lazis PLN dengan NU Care-LAZISNU bertema “Sinergi Membangun Negeri” di Lantai 5 Gedung PBNU Jakarta Pusat, Kamis (29/12) sore.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Menurut Ketum PBNU, selama ini peran NU bagi bangsa teramat besar. Melalui bidang pendidikan yakni pondok pesantren, NU membangun karakter dan identitas bangsa.

“Kiai-kiai di pondok pesantren luar biasa perannya, dengan nasihat agar masyarakat akur, dengan menyabarkan masyarakat ketika terjadi musibah,” ulas Ketum.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Sayangnya, lanjutnya, peran tersebut tidak dihargai oleh negara. Sehingga kiai melalui pondok pesantren membangun dan menghidupkan sendiri pondok pesantren, tanpa bantuan negara. Para kiai sebenarnya tidak memedulikan apakah mendapat penghargaan dari negara atau tidak, namun pemerintah seharusnya tidak mengabaikan peran tersebut.

Penghargaan kepada santri juga hampir tidak ada. Dalam hal sederhana, misalnya ongkos naik angkutan umum, ada potongan 50 persen bagi siswa, tetapi bagi santri harus membayar penuh.

Ketum berterima kasih dan sangat mengapresiasi Yayasan PLN. Hal tersebut sebagai langkah awal yang baik, dan kiranya dapat ditingkatkan dalam masa-masa mendatang.

Selain itu, kepada NU Care-LAZISNU, Kiai Said berpesan agar melakukan tindakan yang tanggap dan pencatatan yang akurat atas pendistribusian zakat. “Catatlah kebenaran sekecil apa pun, walaupun pahit,” kata Ketum mengutip sebuah hadits.

Kerja sama Yayasan LAZIS PLN dengan NU Care-LAZISNU dilakukan dalam bentuk pemberian “Beasiswa Cahaya Pintar” senilai 1 miliar rupiah, program pelatihan peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) senilai Rp150.000.000 dan pemberian 2 unit mobil ambulans senilai Rp400.000.000 untuk mendukung program kesehatan. (Kendi Setiawan/Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Humor Islam, Pesantren VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Selasa, 05 Desember 2017

PBNU Tak Setuju Investasi Minuman Keras Dibebaskan

Jakarta, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj menyatakan ketidaksetujuannya terhadap rencana pemerintah menjadikan industri minuman keras yang sebelumnya masuk daftar negatif investasi, menjadi keluar dari daftar tersebut.

Dengan dicabutnya dari daftar negatif, maka investor akan berlomba-lomba membangun pabrik minuman keras.

PBNU Tak Setuju Investasi Minuman Keras Dibebaskan (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Tak Setuju Investasi Minuman Keras Dibebaskan (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Tak Setuju Investasi Minuman Keras Dibebaskan

“Minuman keras jelas-jelas lebih banyak mudharatnya daripada manfaatnya,” katanya, Senin.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Pendirian pabrik baru atau perluasan yang sudah ada, akan mendorong para pengusaha mencari konsumen minuman beralkohol yang diproduksinya demi meraih keuntungan, sementara di sisi lain, masyarakat yang akan dirugikan.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Ia juga tidak sepakat, produksi minuman beralkohol ini untuk tujuan ekspor atau untuk memenuhi konsumsi di wilayah Indonesia Timur yang permintaanya tinggi.

“Seharusnya, kebijakan pemerintah adalah bagaimana konsumsi minuman beralkohol ditekan untuk kebaikan masyarakat, bukan malah didorong untuk naik,” tandasnya.

Ia mengibaratkan, alasan pendirian pabrik baru untuk memenuhi konsumsi ekspor dan Indonesia Timur, seperti yang dilakukan oleh para petani opium di Afganistan.

“Mereka mengaku tidak mengkonsumsi opium, tapi hanya untuk orang luar. Kan seperti itu,” paparnya.

Sebelumnya, sebagaimana dinasir ipotnews.com, Menteri Perindustrian MS Hidayat seusai melakukan rakor tentang fiskal, pajak, infrastruktur, dan tenaga kerja di Kantor Kementerian Koordinator Perekonomian, Jakarta, Jumat (19/7).

Saat ini, kata Hidayat, Timnas Peningkatan Ekspor dan Peningkatan Investasi (PEPI) di bawah Kemenko Perekonomian tengah merevisi Perpres Perpres No 36/2010 tentang Daftar Bidang Usaha Tertutup dan Bidang Usaha Terbuka dengan Persyaratan di Bidang Penanaman Modal.

Hidayat mengatakan, revisi DNI itu merupakan upaya pemerintah untuk memperbarui kebijakan terkait investasi dengan menyesuaikan dengan dinamika dan kebutuhan investasi. Revisi tersebut dilakukan secara berkala karena tidak mungkin keputusan dari aturan sejak 10 tahun yang lalu tetap diberlakukan.

"[Revisi DNI] Ya policy mengenai alkohol. Itu kalau diinsentifkan di Indonesia Timur kan tidak apa-apa. Semacam begitulah kira-kira. Dan itu karena demand-nya tinggi. Kalau misalnya wine dibuat di Bali, lalu diekspor 100%, why not?" kata Hidayat.

Dia menyatakan, apakah nantinya revisi DNI di sektor minuman beralkohol tersebut berlaku untuk industri yang melakukan perluasan atau bagi investasi baru, hal itu masih dibahas lebih lanjut. Termasuk, rencana mendorong dilakukan di Indonesia Timur karena dinilai sebagai wilayah yang cocok untuk produk tersebut.

"Nanti akan dibuat definisi baru mengenai itu [bagi industri akohol yang ekspansi atau investasi baru]. Kan kalau sekarang hanya boleh perluasan, saya mengusulkan boleh aja [investasi] yang baru, apalagi kalau 100% ekspor," jelasnya.

Selain sektor industri alkohol, menurutnya, ada beberapa industri startegis lainnya yang masuk dalam revisi DNI ini. Namun sayangnya dia enggan menyebutkan sektor industri apa saja selain industri minuman beralkohol yang ada dibuka dalam revisi tersebut.

"Jangan dulu [disebutkan] karena itu menyangkut PMA, ya pokoknya industri strategis. Alkohol itu strategis dan sensitif. Mungkin [akan dibuka lagi] beberapa industri strategis yang memang dianggap sudah bisa masuk kategori dimasuki swasta," ungkapnya.

Dia menambahkan, untuk sektor nuklir sempat dibicarakan sebagai sebuah wacana bahwa salah satu sumber yang ramah lingkungan dan murah. Akan tetapi hal itu baru pada tingkat membicarakan kemungkinan untuk dilonggarkan dalam revisi DNI karena sektor ini merupakan keputusan politik. "Keputusan mengenai nuklir itu 100% keputusan politik, kapan dimulainya dan sebagainya," tandas Hidayat.

Penulis: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Tokoh, Ubudiyah, Humor Islam VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Minggu, 03 Desember 2017

"Pancasila Jaya" Jangan Hanya di Mulut Saja

Waykanan, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. 1 Juni merupakan Hari Kelahiran Pancasila. Landasannya, peristiwa ? sejarah saat Soekarno berpidato dalam rapat pertama Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI), pada tanggal 29 Mei-1 Juni 1945. Berkaitan dengan itu, PC GP Ansor Waykanan Lampung merangkum pendapat sejumlah pelajar atau peserta Sanlat BPUN setempat mengenai pentingnya Pancasila.

"Pancasila harus diamalkan dalam kehidupan sehari-hari karena mengajarkan bagaimana menjaga persatuan dan kesatuan, hingga nilai dan norma sosial," ujar Ayu Sri Ningsih, pelajar SMAN 1 Blambangan Umpu, di Waykanan, Senin (1/6).

Pancasila Jaya Jangan Hanya di Mulut Saja (Sumber Gambar : Nu Online)
Pancasila Jaya Jangan Hanya di Mulut Saja (Sumber Gambar : Nu Online)

"Pancasila Jaya" Jangan Hanya di Mulut Saja

Bagi warga Nahdlatul Ulama (NU), penyeruan kata "Pancasila" akan disambut dengan kata "Jaya". Karena itu, demikian sejumlah peserta BPUN Waykanan 2015, Pancasila Jaya hendaknya bukan hanya di mulut semata, namun juga diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

"Pancasila ialah dasar negara kita. Dalam Pancasila, sudah jelas kita diwajibkan untuk saling berlaku adil, harus saling bersatu tanpa harus membeda-bedakan. Kita adalah Bhineka Tunggal Ika, berbeda-beda tetapi tetap satu," ujar Disisi Saidi Fatah, Ketua Alumni BPUN Waykanan 2015.

Pancasila, demikian Nindya Fela Roza, peserta BPUN lainnya, sangat perlu diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. "Kemanusiaan yang adil dan beradab , jelas mengajarkan kita untuk mempunyai rasa kepedulian terhadap sesama, tidak mengenal kelas atas dan kelas bawah," ujar dia menambahkan.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

BPUN merupakan progam tahunan Yayasan Mata Air sejak 2007, organisasi non profit ini didirikan oleh Gus Mus bersama sejumlah kiai, intelektual dan profesional seperti Al Habib Luthf bin Yahya, Dr KH Asad Said Ali, KH Masdar F Masudi, KH Muadz Thohir, KH Thantowi Jauhari Musaddad dan (Alm) KH Masykur Maskub. Secara garis besar, BPUN berbicara tentang tiga hal, yakni: pendidikan, kepemimpinan dan keberagamaan yang ramah.

"Manajer BPUN Waykanan Gatot Arifianto mengajarkan keberagaman kepada kami dengan mempersilakan seorang guru non muslim untuk menjadi tutor bidang studi ekonomi," ujar Eis Novia, peserta BPUN dari SMAN1 Blambangan Umpu.

Menurut Eis pula, sila Persatuan Indonesia ialah penerjemahan dari keberagaman suku, agama, budaya warga Indonesia untuk tetap bersatu dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Pancasila mengajarkan masyarakat bangsa Indonesia untuk menghormati tanpa pandang bulu. "Di ? Taman Sari, Jakarta Barat, gedung Gereja Kristus Yesus bersebelahan dengan Masjid Awwabin. Ketua PC GP Ansor Waykanan Gatot Arifianto, yang tak lelah mengajarkan kami mengenai NU mengajarkan banyak hal tentang keberagaman terhadap kami, ia pemeluk Islam yang nasionalis," ujar Suryaningsih, pelajar SMAN1 Blambangan Umpu lainnya. (Red: Fathoni)? ? ?

Keterangan Foto: Jamasan Pancasila, sebuah kegiatan yang? digagas Gatot Arifianto saat bergiat di Komunitas Kampung Lebah 2012.

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Internasional, Berita, Humor Islam VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Senin, 20 November 2017

Pengurus Anak Cabang Ansor Se-Ponorogo Ikuti PKD “Plus”

Ponorogo, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Sebanyak 46 pengurus Pimpinan Anak Cabang GP Ansor sekabupaten Ponorogo terlibat dalam Pelatihan Kepemimpinan Dasar di pesantren asuhan KH Syamsuddin Durisawo, Ponorogo. Selama tiga hari, mereka mengkaji semua materi kepemimpinan sesuai kurikulum dasar peraturan organisasi dan materi pendalaman secara khusus.

Ketua GP Ansor Ponorogo Idam Musthofa menyebut pelatihan ini dengan “PKD Plus”. Karena, selain materi PKD yang telah tersusun dalam kurikulum tuntutan organisasi GP Ansor perihal sistem kaderisasi, pihak penyelenggara menambahkan sesi penguatan setiap materi yang diarahkan pada penyusunan strategi perekrutan anggota melalui analisa konteks.

Pengurus Anak Cabang Ansor Se-Ponorogo Ikuti PKD “Plus” (Sumber Gambar : Nu Online)
Pengurus Anak Cabang Ansor Se-Ponorogo Ikuti PKD “Plus” (Sumber Gambar : Nu Online)

Pengurus Anak Cabang Ansor Se-Ponorogo Ikuti PKD “Plus”

“Di PKD ini, peseta diajak mengamati kondisi kaderisasi saat ini sekaligus menyusun strategi membenahi kekurangannya. Selain itu, peserta juga diberi wawasan dan praktik menganalisa komponen endogen dan eksogen yang akan disapa sebagai jaringan pengembangan kader,” kata Idam.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Pelatihan berlangsung selama 3 hari, Jum’at-Ahad (12-14/12). Kesempatan ini merupakan PKD angkatan kedua pada masa khidmat 2013-2017. Pengurus GP Ansor Ponorogo mewajibkan mereka yang belum pernah mengikuti PKD untuk terlibat di dalamnya dalam rangka menjamin kualitas kaderisasi di lingkungan GP Ansor Ponorogo.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

“Kami akan mewajibkan semua PAC mengadakan PKD,” tandas Idam. (Desi Ayu/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Humor Islam, Santri, Bahtsul Masail VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Tak Ada Ormas, Timur Tengah Rawan Konflik

Jakarta, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj menilai, konflik Timur Tengah hingga berdarah-darah disebabkan faham keagamaan yang mereka anut tidak diorganisasikan dalam bentuk organisasi kemasyarakatan (ormas).

Tak Ada Ormas, Timur Tengah Rawan Konflik (Sumber Gambar : Nu Online)
Tak Ada Ormas, Timur Tengah Rawan Konflik (Sumber Gambar : Nu Online)

Tak Ada Ormas, Timur Tengah Rawan Konflik

“Terlepas dari persoalan politik, konflik terjadi karena paham keagamaan mereka tidak tidak diatur, ditulis atau dibikin organisasi.  Mereka tidak ada wadah, media tempat di situ berkumpul,” kata ketua umu saat memberikan pengantar dalam bedah buku “Islam in Contention: Rethinking Islam and State in Indonesia” di gedung PBNU, Jakarta, Rabu (25/4) lalu. 

“Fungsi berormas (organisasi massa, red) yaitu: yatafaqohu dan Yundziru. Yatafaqohu fiddin, berdiskusi, memahami agama . Kalau sudah yatafaqohu, nanti yundziru qoumahum, mengarahkan umat bangsa ini. Pentingnya itu,” katanya mengutip ayat Al-Quran.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Kang Said, panggilan akrab KH Said Aqil Siroj, juga menjelaskan, dua kata tersebut, dalam tata bahasa Arab adalah fi’il mudari’ yang menunjukkan arti kontinyu. Jadi, terus-menerus dilakukan dan diupayakan.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Alhamdulillah di Indonesia ada ormas. Ada NU, Muhammadiyah dan lain-lain. Melalui ormas, pola pikir dan pemahaman kita godok dari sini; memberikan solusi, urun-rembug yang bisa mendinginkan suasana politik. Kemudian nanti kita berikan kepada bangsa.  Itu yang penting,”  paparnya. 

“Nah, saya sampaikan hal itu kepada menteri agama Turki. Waduh, kalau begitu sangat penting sekali, saya akan meniru. Penting sekali, kita akan meniru Indonesia, akan meniru NU,” cerita Kang Said. 

Redaktur: A. Khoirul Anam

Penulis   : Abdullah Alawi

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Sejarah, Humor Islam VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Sabtu, 18 November 2017

Lagu Lir-Ilir dan Padang Bulan Bersenandung di Yaman

Jakarta, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Idul Adha adalah pekan libur tahunan bagi mahasiswa di Yaman khususnya mahasiswa Imam Shafie College yang berlokasi di Ibu Kota Provinsi Hadramaut, Kota Mukalla. Pada liburan Idul Adha kali ini mahasiswa bersama staf pengurus Ribath dan Universitas Imam Syafii menghabiskan masa liburan di Kota Tarim. Di kota ini mereka melangsungkan pelbagai macam ritual termasuk melantunkan Lagu Lir-Ilir dan Padang Bulan.

Lagu Lir-Ilir dan Padang Bulan Bersenandung di Yaman (Sumber Gambar : Nu Online)
Lagu Lir-Ilir dan Padang Bulan Bersenandung di Yaman (Sumber Gambar : Nu Online)

Lagu Lir-Ilir dan Padang Bulan Bersenandung di Yaman

Sebelumnya di hari Arafah, mereka mengikuti munajat bersama di Khelih, Tarim bersama para Ulama dan Habaib Kota Tarim usai sholat Ashar sampai menjelang masuknya waktu Isya. Selain bermunajat, mereka berbuka puasa Arafah bersama dengan menu nasi kebuli dan Kambing yang dibagikan kepada para hadirin secara cuma-cuma.

Esok harinya, mereka melaksanakan sholat Ied di Jabanah, satu tempat khusus yang digunakan untuk sholat Ied dan shalat Jenazah yang lokasinya tepat di jantung Kota Tarim dan berseberangan dengan Pemakaman Zanbal yang terkenal dengan Makam Seribu Wali.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Pada Ahad malam, “Kami mengadakan awad di penginapan.”

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Awad adalah semacam acara kumpul bersama yang diisi dengan pembacaan sholawat, qasidah serta doa. Dalam Awad sendiri biasanya ada minuman khas yang disajikan yaitu Kopi Tarim. “Kopi di sini lebih cenderung menggunakan campuran jahe dari pada biji kopi,” kata Imam Abdullah, salah seorang mahasiswa di Yaman, Senin (28/9).

Berhubung forum lebih banyak diikuti mahasiswa Indonesia, urusan sholawat dan qashidah diserahkan kepada mereka, walaupun terkadang diselingi mahasiswa Yaman maupun Saudi.

Awad dimulai setelah Isya sampai jam 22.30 waktu setempat. Selain menyenandungkan qashidah dan sholawat, mahasiswa Indonesia banyak yang maju di hadapan hadirin untuk mempertunjukkan tari Zafin maupun Gambus.

Penyajian acara yang sejak awal menggunakan kultur dan nada padang pasir. Hingga tiba di penghujung acara, mahasiswa Indonesia berinisiatif membawakan qashidah khas Indonesia. Di luar ruangan tampak cahaya rembulan begitu terang karena malam ke-14 yang mendekati purnama.

Di bawah pancaran rembulan mahasiswa Indonesia membawakan qashidah “Padang Bulan” yang dipopulerkan oleh Habib Syeikh. Mereka kemudian melanjutkannya dengan tembang kanjeng sunan "Lir-Ilir".

“Sementara syekh dan staf pengurus harian kuliah beserta mahasiswa dari Yaman dan Saudi hanya tersenyum tanpa memahami apa yang kami baca secara serentak ini karena tak lain bahasanya adalah bahasa Jawa,” tandas Imam. (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Daerah, Humor Islam VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Senin, 13 November 2017

Buka Rakornas LAZISNU, Menag Imbau Hindari Penyaluran Zakat secara Langsung

Jakarta, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin berkesempatan membuka Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Lembaga Amil Zakat, Infaq, dan Shadaqah Nahdlatul Ulama (LAZISNU), Kamis (26/5) di Gedung PBNU lantai 8 Jakarta Pusat. Dalam sambutannya, Menag mengimbau kepada seluruh umat Islam agar menghindari penyaluran zakat secara langsung, tidak melalui lembaga pengelola zakat. Karena selama ini, cara tersebut kerap memakan korban jiwa karena berdesak-desakkan.

Pernyataan tersebut Menag sampaikan menyambung apa yang telah disampaikan oleh Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj yang mengkritik sebagian warga yang lebih memilih menyalurkan zakat secara pribadi kepada para mustahiq. Dalam kegiatan bertajuk Gerakan NU Berzakat Menuju Kemandirian Umat ini, Menag juga mengapresiasi eksistensi dan perkembangan lembaga zakat yang terorganisir di lingkungan NU tersebut.

Buka Rakornas LAZISNU, Menag Imbau Hindari Penyaluran Zakat secara Langsung (Sumber Gambar : Nu Online)
Buka Rakornas LAZISNU, Menag Imbau Hindari Penyaluran Zakat secara Langsung (Sumber Gambar : Nu Online)

Buka Rakornas LAZISNU, Menag Imbau Hindari Penyaluran Zakat secara Langsung

Menurut Lukman, perkembangan yang terjadi saat ini merupakan perubahan yang cukup revolusioner. Sebab, kalau selama ini muncul kesan bahwa tradisi zakat bagi warga NU adalah melalui kiai dan diakukan orang per orang, sekarang telah melalui proses modernisasi pengelolaan, yaitu melalui lembaga.?

“Namun demikian, modernisasi pengelolaan zakat harus tetap menjaga prinsip amanah, transparasni, dan akuntabilitas,” ujar salah satu putra KH Saifuddin Zuhri itu.

Menag juga berpesan tentang perlunya pengembangan gagasan, pemikiran dan pemahaman hukum agama yang berkenaan dengan zakat dalam perekonomian modern. LAZISNU, Lembaga Bahtsul Masail NU, dan banom lainnya di lingkungan NU, perlu menjalin kerja sama yang baik untuk saling mengisi dan memperkuat perzakatan.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Menag juga meminta LAZISNU untuk segera melakukan registrasi ulang perizinan lembaga zakat dan menjalin sinergi yang lebih erat dengan Baznas sebagai koordinator lembaga zakat secara nasional, serta proaktif melakukan koordinasi dengan Kementerian Agama sebagai regulator, pembina, dan pengawas. Hal ini terkait dengan diresmikannya LAZISNU sebagai lembaga pengelola zakat oleh Kementerian Agama.

Hadir dalam pembukaan Rakornas LAZISNU ini, Wakil Ketua Umum PBNU HM Maksum Mahfudz, Sekjen PBNU HA Helmy Faishal Zaini, dan Anggota Dewan Syariah LAZISNU KH M Mujib Quyubi. Kegiatan Rakornas ini berlangsung, Kamis-Sabtu (26-28/5) di Hotel Grand Cempaka Jakarta Pusat. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Humor Islam, Anti Hoax VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock