Tampilkan postingan dengan label Quote. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Quote. Tampilkan semua postingan

Selasa, 06 Februari 2018

RSI Siti Hajar Sidoarjo Adakan Seminar Sukses Dapatkan Buah Hati

Sidoarjo, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Rumah Sakit Islam (RSI) Siti Hajar Sidoarjo mengadakan seminar awam bertajuk sukses mendapatkan buah hati. Acara tersebut diadakan di ruang pertemuan Darun Naim Lt. 3 dan diikuti sekitar puluhan peserta, terdiri dari pasien dan masyarakat umum.

 

Seminar diisi narasumber profesional di bidangnya. Di antaranya dokter spesialis kandungan dr Raz Fides Umi yang menjelaskan kondisi pra kehamilan dan dokter spesialis andrologi dr Harry Pantjoro, menjelaskan tentang  faktor yang berpengaruh dan penanganan gangguan infertilitas pria.

RSI Siti Hajar Sidoarjo Adakan Seminar Sukses Dapatkan Buah Hati (Sumber Gambar : Nu Online)
RSI Siti Hajar Sidoarjo Adakan Seminar Sukses Dapatkan Buah Hati (Sumber Gambar : Nu Online)

RSI Siti Hajar Sidoarjo Adakan Seminar Sukses Dapatkan Buah Hati

 

Panitia seminar awam dr Singgih Adi Saputra mengatakan, seminar sukses mendapatkan buah hati ini membahas tentang berbagai hal. Dari mulai konseling, bagaimana cara mendapatkan keturunan atau buah hati, pengertian hamil, bagaimana kehamilan yang sehat dan risiko kehamilan.

 

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

"Para peserta diharapkan aktif dan bertanya tentang dirinya sendiri atau bagaimana KB yang benar,” kata Singgih, Sabtu (13/1), Juga bagaimana mendapatkan anak kembar, apakah mitos dan fakta seputar kehamilan. Semua diungkap di sini, lanjutnya.

 

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Ia menjelaskan, seminar memberikan pemahaman seputar sukses mendapatkan buah hati. Juga merupakan rangkaian kegiatan Harlah RSI Siti Hajar Sidoarjo ke-55, sekaligus mengenalkan kepada masyarakat luas bahwa RSI Siti Hajar Sidoarjo juga mempunyai spesialis kandungan (obgyn) yang mumpuni dan spesialis andrologi.

 

"Biasanya orang-orang itu konseling andrologi langsung ke Rumah Sakit dr Soetomo Surabaya, tapi di sini masyarakat bisa bertanya langsung kepada kedua narasumber,” tandasnya. Karena rumah sakit kebanggaan nahdliyin di Sidoarjo ini juga mempunyai spesialis kandungan dan andrologi yang juga mumpuni.

 

Banyaknya orang menikah, lanjut Singgih, keberadaan Siti Hajar juga diharapkan menjadi rumah sakit BKIA dan berusaha memunculkan kembali, serta menarik animo masyarakat. Karena saat ini masih banyak pasangan menikah. Selama masa itu, banyak pasangan yang ingin mengetahui bagaimana cara berhubungan, kehamilan yang sehat, juga menjaga kehamilan yang benar.

 

Diharapkan, dengan seminar itu, peserta mendapatkan ilmu tentang kehamilan, obgyn, kewanitaan dan ilmu tentang cara mendapatkan buah hati yang sehat.

 

dr Raz Fidez Umi menjelaskan, panduan sukses mendapatkan buah hati di antaranya kesiapan fisik, mental, pemeriksaan kesehatan, skrining generik, gaya hidup sehat, nutrisi yang tepat, hingga pengetahuan kesehatan reproduksi,

 

"Gaya hidup sehat meliputi olahraga, juga tidak merokok,” jelasnya. Nutrisi yang tepat dapat dilakukan dengan mengkonsumsi makanan empat sehat lima sempurna. Secara keseluruhan tubuh harus sehat. Nutrisi yang ada di tubuh paling penting. Karena ketika ada pertemuan sperma dengan ovum itu bisa tumbuh, lanjutnya.

 

Sementara dr Harry Pantjoro menyebutkan, andrologi ilmu yang mempelajari tentang masalah infertilitas pria atau kesuburan pria, seksualitas, hormon pria (ageing), penuaan (andropause), Keluarga Berencana atau KB pria.

 

"Sperma itu sangat penting, karena dari sperma akan menentukan genetik laki-laki atau perempuan. Di usia 40 tahun ke atas sperma kurang bagus. Dari itu, diharapkan pasangan konsutasi di usia 35 tahun," tandasnya. (Moh Kholidun/Ibnu Nawawi)

 

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Sholawat, Quote, Habib VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Kamis, 01 Februari 2018

IPPNU Serius Dampingi Pelajar Putri Lawan Radikalisme

Sleman, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Konbes ini diselenggarakan dalam rangka konsolidasi organisasi. Mencakup hal citra diri, organisasi dan lain-lain. Dan juga persoalan-persoalan organisasi di IPPNU Dewasa ini kami mendapatkan tantangan yang luar biasa untuk para pelajar karena semakin kompleks dan perkembangannya cepat. Radikalisme agama adalah tantangan utamanya.

IPPNU Serius Dampingi Pelajar Putri Lawan Radikalisme (Sumber Gambar : Nu Online)
IPPNU Serius Dampingi Pelajar Putri Lawan Radikalisme (Sumber Gambar : Nu Online)

IPPNU Serius Dampingi Pelajar Putri Lawan Radikalisme

Demikian disampaikan oleh Ketua Umum Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama Puti Hasni dalam sambutannya saat acara pembukaan Konferensi Besar IPPNU di Asrama Haji Yogyakarta, Jumat (27/10).

IPPNU yang fokus pada pelajar putri, kata Puti, yang terpapar langsung radikalisme akan serius mendampingi pelajar putri lawan radikalisme. 

“Radikalisme itu tantangan serius terhadap rumah besar indonesia. Indonesia harus selalu dijaga keunikannya, kekhasannya, keberagaamannya, kekayaannya, nilai-nilai luhurnya, budayanya, kekayaan manusianya, baik itu materi maupun immateri,” ungkap Puti. 

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Pada kesempatan tersebut, Puti juga mengungkapkan bahwa  pelajar dituntut belajar serius, rajin sejak muda dan aktif di komunitas. Hanya dengan kesungguhan dan keseriusan, para  pemuda dan pelajar bisa memberikan kontribusi terhadap bangsanya, sekurang-kurangnya terhadap masa depan dirinya sendiri. 

Puti juga menuturkan bahwa Indonesia akan mengalami bonus demografi, di mana usia produktif pemuda dan pelajar lebih besar daripada usia lanjut atau pun anak-anak. Menurut puti, hal itu merupakan tantangan bagi bangsa Indonesia khususnya pemuda untuk menyikapi dan mempersiapkan agar bangsa Indonesia tidak hanya menjadi penonton saja. 

“Lalu apa yang harus disiapkan oleh IPPNU? Sebagai pelajar putri akan berusaha sekuat tenaga agar generasi pelajar perempuan indonesia dapat bersaing di tingkat global dengan konsep nilai-nilai NU yang telah diajarkan  kepada kita. Saya yakin para pemuda yang nantinya jadi pemimpin akan mampu membawa Indonesia menjadi negara yang maju,” tandas Puti Hasni.  

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Acara pembukaan Konbes IPPNU tersebut dihadiri oleh Kementerian Agama RI Lukman Hakim Saifuddin, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama DIY Luthfi Hamid,  Perwakilan Gubernur DIY, Rais Syuriah PWNU DIY KH. Mas’ud Masduqi, Wakil Ketua PWNU DIY Fahmi Akbar Idris, Anggota DPD RI Hafidz Asram, Ketua PW Muslimat NU DIY Hj. Lutfiah Dewi Malik, Ketua PW Fatayat NU DIY Khotimatul Husna dan seluruh anggota IPPNU DIY, dari Komisariat, Pengurus Anak Cabang, Pengurus Cabang hingga Pengurus Wilayah. (Nur Rokhim/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Quote, Tegal VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Selasa, 30 Januari 2018

Pesantren Mazroatul Ulum Gelar Haul Pendiri

Cianjur, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Pondok Pesantren Mazroatul Ulum, Citiis, Pagelaran, Kabupaten Cianjur memperingati haul pendiri pesantren, KH Asyari yang ke-41 dan KH Saefullah ke-15 pada Selasa (15/9) atau 1 Dzulhijah 1436 H.

Pesantren Mazroatul Ulum Gelar Haul Pendiri (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren Mazroatul Ulum Gelar Haul Pendiri (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren Mazroatul Ulum Gelar Haul Pendiri

Menurut Pesantren Mazroatul Ulum KHAsep Ismail tiga hari sebelum haul digelar, para santri membaca Al-Quran siang-malam di makam keluarga. Mereka dibagi ke dalam beberapa regu. Setiap regu terdiri dari 40 orang dengan jatah 2 jam.

Acara yang dihadiri oleh bupati Cianjur, H. Cecep Mochtar Sholeh dan sekitar 5000+ jemaah terdiri dari santri, alumni, dan masyarakat.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Pesantren didirikan pada tahun 1918 KH Asary. Setelah dia wafat, dilanjutkan putra bungsunya, KH Saepullah yang wafat pada tahun 2000. Kemudian kini dilanjutkan KH Asep Ismail.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Memasuki usia ke-97, pesantren tersebut memiliki 500 santri putra/putri dengan fasilitas lembaga formal MI (Madrasah Ibtidaiyah) dan MTs (Madrasah Tsanawiyah). (Ali Roswan Fauzi/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Kajian, Kajian Islam, Quote VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Senin, 29 Januari 2018

Di Antara Wasiat Sunan Gunung Jati

Jika kita berziarah ke makam Syekh Syarif Hidayatullah atau Sunan Gunung Jati di Cirebon, maka dapat ditemukan di salah satu sudut area makam, tepatnya di dinding serambi Masjid Agung Gunung Jati, terpampang secara jelas sebuah kalimat "Insun titip tajug lan fakir miskin." Kalimat yang sudah cukup familiar khususnya bagi masyarakat Cirbon, dan diyakini merupakan wasiat terakhir Sunan Gunung Jati tidak lama sebelum beliau wafat.

Secara harfiah arti dari wasiat tersebut ialah, "Saya titip tajug (sejenis mushalla atau langgar yang dipergunakan pula buat mengaji) dan fakir miskin." Lewat wasiat dimaksud, Sunan Gunung Jati berpesan kepada umat Islam secara umum agar sepeninggal beliau keberadaan tajug dan fakir miskin senantiasa diopeni, dijaga dan diperhatikan. Dengan kata lain keduanya jangan diterlantarkan begitu saja.

Menurut salah satu tokoh dan kiai dari Plered, Cirebon, KH Jamhari, tajug yang dimaksud dalam wasiat di atas dalam konteks sekarang mempunyai batasan arti yang lebih luas, tidak hanya terbatas mushalla atau langgar saja. Tapi mencakup pula pondok pesantren, madrasah diniyah dan majlis talim lainnya. Demikian pula yang dikehendaki dari istilah fakir miskin, bukan sekedar para pengemis yang meminta-minta, melainkan terutama adalah para santri dan pelajar yang benar-benar sedang menimba ilmu dan memerlukan bantuan demi kelangsungan studinya. Terhadap tempat-tempat untuk mengaji dan para santri, Sunan Gunung Jati menitipkan keduanya supaya umat Islam sepeninggal beliau ikut merawat dan membantu dan membidani kelestariannya.

Di Antara Wasiat Sunan Gunung Jati (Sumber Gambar : Nu Online)
Di Antara Wasiat Sunan Gunung Jati (Sumber Gambar : Nu Online)

Di Antara Wasiat Sunan Gunung Jati

Berdasarkan pengamatan penulis saat nyantri di salah satu pesantren di Cirebon tahun 2012, dengan adanya wasiat dari Sunan Gunung Jati ini, khususnya di beberapa daerah di Cirebon, masyarakat sekitar pesantren memperlakukan dengan begitu baik para santri. Misalnya tidak sedikit masyarakat ketika bulan Ramadhan saat mereka bersedekah dan membayar zakat fitrah diberikan langsung kepada para santri yang masih di pesantren. ? Itu dilakukan tidak lain karena teringat pesan Sunun Gunung Jati di atas.

Kendati tidak sepopuler bila dibandingkan wasiat pertama di atas, sebagian masyarakat Cirebon juga mengenal mutiara pesan lain yang juga diyakini bersumber dari Syekh Syarif Hidayatullah. Pesan tersebut berbunyi, "Sugih bli rerawat, mlarat bli gegulat,"? artinya "menjadi kaya bukan untuk pribadi, menjadi miskin, bukan untuk menjadi beban bagi orang lain."?

Dua wasiat atau pesan Sunun Gunung Jati di atas substansinya sama dan saling menguatkan, yaitu di samping mengingatkan umat Islam supaya nguri-uri tempat ibadah dan majlis tempat menimba ilmu, di sisi lain juga mendorong kepada golongan orang yang kuat dan mampu agar senantiasa memiliki empati dan kepedulian kepada fakir miskin atau kelompok yang lemah dalam berbagai seginya baik lemah secara ekonomi, ilmu maupun politik. Sementara pesan kedua secara tersirat menekankan supaya golongan lemah yang mendapatkan uluran tangan atau santunan dari ? orang lain tidak menjadi bergantung selamanya pada bantuan orang lain tersebut. Melainkan mereka nantinya juga dituntut bisa mengembangkan kehidupan yang mandiri dalam berbagai aspeknya.?

M Haromain, Pengajar di Pesantren Nurun ala Nur Wonosobo, bergiat Forum Santri NU Temanggung?

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Nasional, Santri, Quote VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Jumat, 26 Januari 2018

Keppres Hari Santri Harus Disertai Perhatian Negara untuk Pesantren

Jakarta, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Ketua Lembaga Dakwah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LD PBNU) KH Maman Imanulhaq mengungkapkan bahwa penetapan Hari Santri Nasional melalui Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 22 Tahun 2015 oleh Jokowi harus disertai perhatian negara untuk pesantren.

Hal itu dikemukakan oleh Pengasuh Pesantren Al-Mizan Majalengka, Jawa Barat ini saat memberikan materi dalam Focus Group Discussion (FGD) RUU Madrasah dan Pondok Pesantren, Rabu (19/10) di Hotel Lumire Jakarta Pusat.

Keppres Hari Santri Harus Disertai Perhatian Negara untuk Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
Keppres Hari Santri Harus Disertai Perhatian Negara untuk Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

Keppres Hari Santri Harus Disertai Perhatian Negara untuk Pesantren

Dalam FGD yang digelar LP Ma’arif NU, FPKB DPR RI, dan Kementerian Agama tersebut, kiai yang akrab disapa Kang Maman ini menuturkan bahwa menurutnya, selama ini seolah hari santri hanya sebatas arak-arakan, kirab, dan seremonial.

“Oleh negara, kita seolah sudah cukup bergembira dikasih hari santri. Pengakuan negara terhadap santri mestinya disertai perhatian mereka bahwa pesantren selama ini memberikan kontribusi luar biasa terhadap pembangunan bangsa sejak sebelum kemerdekaan,” papar Anggota DPR RI FPKB ini.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Sebab itu menurutnya, momen penting Hari Santri harus dimanfaatkan oleh NU untuk mem-breakdown gagasan-gagasan demi kepentingan pesantren dari sudut pandang alokasi anggaran tetap APBN untuk pesantren dan madrasah.

Karena menurut penulis buku Fatwa dan Canda Gus Dur ini, tidak terpungkiri bahwa selama ini pesantren dan madrasah terutama swasta masih mengalami diskriminasi alokasi anggaran negara. Tidak seperti pendidikan umum yang terbiayai oleh pemerintah pusat dan pemerintah daerah sekaligus.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

“Maka dari itu, pengguliran RUU Madrasah dan Pondok Pesantren ini semoga bisa memperkuat payung hukum yang ada selama ini sehingga eksistensi penting madrasah dan pesantren tidak terabaikan secara regulatif,” terangnya.

Senada dengan Kang Maman, Direktur Pendidikan Madrasah Kemenag RI M. Nur Kholis Setiawan juga menerangkan bahwa warga NU jangan hanya gegap gempita dengan Hari Santri. Tetapi juga harus mendorong pemerintah atau negara agar melakukan rekognisi (pengakuan) sehingga pesantren terperhatikan dalam alokasi anggaran negara.

“Kita sekarang masih gegap gempita dengan Hari Santri, tetapi bagi saya, ekstrim saya katakan, percuma ada Hari Santri kalau pesantren masih hanya dianggap sebagai pemadam kebakaran. Negara belum hadir di sana,” ujar Nur Kholis.

Karena menurutnya, kita tidak mungkin berargumentasi bahwa guru-guru dan ustadz-ustadz pesantren harus mendapatkan penghargaan negara. “Sama sekali belum bisa. Sebab selama ini, pesantren hanya masuk nomenklatur pendidikan non-formal,” tutur Nur Kholis. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Kiai, Bahtsul Masail, Quote VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

IPNU-IPPNU Purworejo Luncurkan Toko Online

Purworejo, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

IPNU-IPPNU Purworejo meluncurkan Toko Online Pelajar NU, Jumat (8/4) yang beralamatkan di toko.pelajarnupurworejo.org. Toko Online ini akan menjadi sub-fasilitas dari web utama pelajarnupurworejo.org. Meski masih dalam tahap pengembangan, toko online ini sudah mulai bisa digunakan. Pengunjung bisa dengan mudah mendaftar untuk kemudian posting hasil dagangannya. Untuk Mendaftar pun sangat mudah tidak memakan waktu sampai 5 menit.

Menurut ketua IPPNU Purworejo, Rani Pranita, toko online ini dibuat mengingat fenomena kader di daerah yang sebenarnya memiliki banyak usaha, baik dalam bentuk jasa maupun kerajinan namun kesulitan memasarkannya.

IPNU-IPPNU Purworejo Luncurkan Toko Online (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPPNU Purworejo Luncurkan Toko Online (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU-IPPNU Purworejo Luncurkan Toko Online

"Banyak sekali rekanita IPPNU maupun temen-temen di IPNU di desa-desa yang kesulitan mengembangkan produknya. Mau memasarkan online susah. Membuat website harus mengeluarkan biaya dan susah, jadi kita sediakan ruangnya. Mudah diakses mudah digunakan,” terang Rani Pranita.

Rencananya toko online ini akan disosialisasikan secara menyeluruh baik secara online maupun lewat turba ke daerah-daerah. Rani berharap, IPNU-IPPNU benar-benar bisa menjadi teman dalam memaksimalkan potensi anak muda.

"Ini salah satu tantangan IPNU-IPPNU kedepan. IPNU-IPPNU tidak lagi hanya mencari kader dan kader tanpa tahu cara memaksimalkan potensi mereka," sambung Rani. (AN Khoirul Faizun/Fathoni)

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth AlaSantri, Quote, Sejarah VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Kamis, 25 Januari 2018

Guru Aktor Penentu Keberhasilan Peserta Didik

Jakarta, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Guru adalah aktor utama selain orang tua dan elemen lainnya dalam mencapai keberhasilan dan kesuksesan yang tidak direncanakan. Tanpa keterlibatan aktif seorang guru, pendidikan akan kosong dari apa yang namanya materi ajar, baik dalam bentuk keterampilan maupun ilmu pengetahuan.

Hal itu disampaikan Ketua Pimpinan Cabang (PC) Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) Jakarta Timur D. Lutfi Hakim Wahid pada acara Fun Teaching Day, yang diselenggarakan PC Pergunu Jakarta Timur, di Gedung Pasca Sarjana ? Universitas Islam Attahiriyah Jakarta pekan lalu.

Guru Aktor Penentu Keberhasilan Peserta Didik (Sumber Gambar : Nu Online)
Guru Aktor Penentu Keberhasilan Peserta Didik (Sumber Gambar : Nu Online)

Guru Aktor Penentu Keberhasilan Peserta Didik

Menurutnya, secanggih apapun visi misi suatu lembaga pendidikan, kalau gurunya pasif dan stagnan, maka kualitas pendidikan akan merosot tajam.?

Begitu pun sebaliknya, katanya, selemah apapun visi misi dan kurikulum, tapi kalu gurunya inovatif dan produktif, maka kualitas pendidikan akan maju pesat. Oleh karenanya menjadi wajib keberadaan guru yang ideal.?

Guru ideal, kata Lutfi, harus mengetahui seluruh kebutuhan peserta didik sesuai dengan tingkat perkembangannya, bersahabat dengan murid serta bisa menjadi teman belajar murid, tidak pilih kasih terhadap muridnya, kehadirannya selalu ditunggu oleh muridnya, tegas tapi tetap bijak kepada muridnya.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Guru yang ideal juga mampu memberikan contoh yang baik kepada muridnya, seperti jujur, rendah hati, tidak sombong, dan sabar.

“karakter ini makin sempurna ketika dipadukan dengan karakter disiplin kesehariannya, berani dalam memegang prinsip hidup, dan tangguh atau ulet dalam berkarya,” terangnya. (Husni Sahal/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Kajian, Quote, Syariah VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Rabu, 10 Januari 2018

Akhir Ramadhan Masih di Jalan, Zakat Fitrahnya di Mana?

Menurut berita yang beredar luas, sebagian pemudik terjebak kemacetan di tengah jalan hingga berjam-jam. Tidak menutup kemungkinan jika ada di antara mereka yang akan mendapati tenggelamnya matahari pada akhir bulan Ramadhan dalam arti lain persis maghrib pada malam 1 Syawal 1437 H atau bertepatan dengan hari Selasa, 5 Juli 2016 masih berada di tengah jalan.

Selain itu, juga ada sebagian masyarakat lain yang memang sengaja berlebaran di perantauan, baik dari para santri, kaum pekerja dan lain sebagainya. Maka bagi siapa pun juga di mana pada waktu maghrib 1 Syawal (waqtul wujub) berada di salah satu daerah tertentu, zakat fitrahnya harus dikeluarkan kepada mustahiqqin (orang yang berhak menerima zakat) setempat yaitu di daerah di mana dia berada saat itu.

Akhir Ramadhan Masih di Jalan, Zakat Fitrahnya di Mana? (Sumber Gambar : Nu Online)
Akhir Ramadhan Masih di Jalan, Zakat Fitrahnya di Mana? (Sumber Gambar : Nu Online)

Akhir Ramadhan Masih di Jalan, Zakat Fitrahnya di Mana?

Sebagaimana pendapat yang dikemukakan oleh Syekh Nawawi al Bantani dalam kitab Nihayatuz Zain, halaman 182:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

"Adapun zakat fitrah, posisi kewajibannya adalah pada saat matahari tenggelam pada akhir bulan Ramadhan sedang orang itu berada di dalam suatu tempat di mana ia berada."

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Referensi ini juga didukung oleh banyak pendapat Syafi’iyyah, di antaranya juga disebut pada redaksi kitab lain, Itsmidil ‘Ain:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

"Zakat fitrah wajib (dikeluarkan) di tempat di mana seseorang berada pada saat matahari tenggelam."

Adapun mengeluarkan zakat di luar daerah di mana ia berada pada saat matahari tenggelam pada akhir Ramadhan menurut pendapat mayoritas ulama tidak diperbolehkan. Sebagaimana diungkapkan dalam kitab Bughyatul Mustarsyidin yang dikutip dalam Ahkamul Fuqaha’, halaman 161-162 adalah sebagai berikut:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? (? ? ?) ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

"Pendapat madzhab (Syafii) yang paling unggul tidak memperbolehkan pemindahan zakat ke daerah lain. Sekelompok ulama memilih diperbolehkan pemindahan zakat seperti pendapat Ibnu Ujail dan Ibnu Shalah. Yang lebih baik menurut Abu Makhramah adalah (kebolehan memindah zakat) untuk daerah yang dekat. Pendapat ini juga dianut oleh Imam Ar Rauyani, Al Khattabi, Ibnu Atiq dan sebagian besar ulama, maka boleh mengikuti mereka itu.

Menurut salah satu pendapat Imam As Syafii yang lebih memilih shahih, tidak diperkenankan memindah zakat (maal) dan fitrah. Dalam kitab Tuhfah dan Nihayah terdapat pengecualian untuk daerah yang berdekatan dan masih dianggap satu walaupun di luar perbatasan.

Daerah tempat perputaran harta merupakan tempat pengeluaran zakatnya. Hal ini jika ia menetap di suatu tempat sedangkan ia bepergian maka boleh mengakhirkan zakat sehingga sampai ke tempatnya. Dan daerah terbenamnya matahari dan orang yang berada di sana merupakan tempat pengeluaran zakat fitrahnya."? ?

(Ahmad Mundzir)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Quote VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Senin, 18 Desember 2017

Dunia Maya Banjir Ucapan #HarlahNU91

Jakarta, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. 31 Januari 1926 merupakan tanggal, bulan dan tahun bersejarah bagi warga Nahdlatul Ulama (NU), karena tanggal tersebut diabadikan sebagai hari lahirnya organisasi sosial keagamaan terbesar di Indonesia dalam klender Masehi.

Dunia Maya Banjir Ucapan #HarlahNU91 (Sumber Gambar : Nu Online)
Dunia Maya Banjir Ucapan #HarlahNU91 (Sumber Gambar : Nu Online)

Dunia Maya Banjir Ucapan #HarlahNU91

Hari ini, 31 Januari 2017 NU sedang merayakan Hari Lahir (Harlah) yang ke-91. Rangkaian acara pun digelar seperti menyelenggarakan diskusi publik, pameran Keris dan Manuskrip di gedung PBNU, Jakarta Pusat, Senin-Selasa (30-31/1).

Dengung Harlah NU tak hanya muncul di dunia nyata, melainkan di dunia maya khususnya di twitter ramai diperbincangkan.?

Tweet terkait Harlah deras disampaikan lewat akun twitter pribadi masing-masing hingga menjadikannya sebagai Trending Topic dengan tagar #HarlahNU91.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Sejak pukul 07.00 pagi sampai berita ini diturunkan, tagar tersebut masih bertengger sebagai trending teratas.

“Selamat Harlah NU Ke-91 tahun. Dengan Lahirnya NU. INDONESIA jadi aman,damai dan tentram #HarlahNU91,” cuit akun @faruqiachmad48.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Selain itu, ada pesan mendalam dari Gus Dur tentang NU yang ditweetkan oleh akun @pojokgusdur. “Berapa pun besar biaya dan resikonya, NU akan menjaga keutuhan NKRI. (Gus Dur) #HarlahNU91,” tulis Pojok Gus Dur yang berkantor di Gedung PBNU lantai dasar ini.

“#HarlahNU91 Nasihat ulama pegang dan jagalah, Bila lalai segeralah diingat, NU berkhidmat dekat seabad sudah, Sejak dulu NU kokoh ? menambat,” tulis akun @mulilhidayat.

Akun resmi DPR RI juga tidak mau ketinggalan dengan memberi ucapan pada momen Harlah NU ini. “Patutlah kiranya kita merenungkan kembali, menapak tilas jejak-jejak sejarah NU agar inspirasi perjalanannya . #HarlahNU91,” tulisnya.

Selain itu, berbagai ekspresi juga dituangkan melalui foto, gambar, tulisan, maupun ulasan dari kiai-kiai NU. Setiap Harlah NU juga dijadikan momen oleh Nahdliyin untuk memperkuat eksistensi Islam rahmatan lil alamin dalam rangka meneguhkan bangsa dan negara. (Husni Sahal/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Quote, Makam, Sejarah VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Selasa, 12 Desember 2017

Ziarah Syekh Tarekat Tijaniyah di Casablanca

Syekh Maulana Abu Ali Ahsan al Ba’qili bin Muhammad bin Muhammad bin Umar bin Mas’ud bin Ibrahim bin Abdullah bin Ali dilahirkan? pada awal abad ke-13 H di Desa Ikidhi-Maroko. Nasabnya berujung kepada sayyidina Hasan as Sibthi bin sayyidina Ali dan sayyidah Fatima az Zahra binti Rasulillah SAW.

Sedangkan Ba’qili merupakan nama suku yang berada di daerah selatan Maroko. Di usianya yang masih kecil (8 tahun) ayahnya meninggal dunia, mulai saat itulah saudara-saudaranya yang mencukupi keperluan beliau sehari-hari. Pada usia 14 tahun ? telah hafal Al-Quran, yang kemudian melanjutkan menimba ilmu kepada para ulama di berbagai daerah Negara Matahari Terbenam tersebut, diantaranya di Qurawiyin-Fes, Medina Qasr Kabir, Medina Settat dan lainnya.

Pada tahun 1321, beliau memulai mempelajari ilmu Tasawuf, mulanya di bawah bimbingan Syekh Ali Masfayubi, dan kemudian berguru kepada Syekh al Qutb Husen al Ifrani (W. 1328 H) penulis kitab “Tiryaqu al Qulub min Adawai al Ghaflah wa ad Dzunub”, dari sinilah beliau memperoleh ijazah dan legalisasi sebagai Mursyid tarekat Tijaniyah secara mutlak dengan silsilah sanad keemasan yaitu Sidi Ahsan Ba’qili dari Syekh al Qutb Husen al Ifrani dari al Qutb Syekh Arobi bin Sayih (W. 1309 H) dari Syekh Ali at Tamasini (W. 1260 H) dari Sayyidina Maulana al Qutb Syekh Ahmad bin Muhammad at Tijani RA. dari Rasulullah SAW.

Ziarah Syekh Tarekat Tijaniyah di Casablanca (Sumber Gambar : Nu Online)
Ziarah Syekh Tarekat Tijaniyah di Casablanca (Sumber Gambar : Nu Online)

Ziarah Syekh Tarekat Tijaniyah di Casablanca

Kisahnya bertemu dengan Rasulullah diabadikan dalam kitabnya as Syurbu as Shafi, yang menceritakan bahwa kewaliannya berada di bawah telapak kaki Baginda Nabi SAW dan akan memperoleh derajat yang tinggi sebagai seorang Dai. Dituturkan pula oleh Syekh Muhammad bin Ahmad Alfa Hasyim al Futiy bahwasannya pada musim haji ia bertemu dengan Sidi Ahsan Ba’qili, seorang yang Alim, ahli Fiqih, ahli Hadits pada zamannya yang hafal 200 ribu hadits beserta sanadnya dan penulis produktif diberbagai disiplin ilmu.

Akhirnya dia pun kagum dan terpukau dengan beberapa pertanyaan yang dijawab Sidi Ahsan Ba’qili, diantaranya ialah Zawiyah itu seharusnya diatas maupun di bawahnya tidak ada bangunan lagi untuk tempat tinggal. Zawiyah adalah semacam musholla tempat mengamalkan tarekat. Demikianlah cerita keponakannya Syekh Umar Al-Futiy penulis kitab “Rimah” atau Rimahu Hizbi ar Rahim ala Nuhuri Hizbi ar Rajim.

Sidi Ahsan Ba’qili juga andil besar dalam penyebaran ajaran tarekat Tijaniyah, terbukti 1200 orang lebih yang telah beliau talqin. Disamping itu pula turut andil melalui dakwah dan tulisannya tentang hukum, keutamaan dan rahasia tarekat ini. Hasil buah tangannya mencapai puluhan kitab, namun yang paling masyhur di kalangan Tijaniyah ialah Iraah dan Sauqu al Asrar ila Hadrati as Syahidi as Sattar.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Adapun penerus perjuangannya yang kesohor antara lain ialah Syekh Ahmad bin Ali al Kasyti (W. 1374 H), putranya Sidi Muhammad Habib Abu Aqil (W. 1995 M), putranya Sidi Muhammad Kabir Ba’qili, Syekh Abdur Rahman Inezgane (W.1403 H), Syekh Muhammad Arobi bin Mahdi (yang berkunjung ke Indonesia pada bulan September 2013 lalu) dan Cucunya Ustadzah Zainab Abu Aqil yang eksistensi pola pikirnya bernafaskan al Ba’qili? dan lain-lain.

Pada tahun 1367 H, Beliau mulai terserang penyakit Hepatitis, yang ujungnya Beliau menghembuskan nafas terakhir untuk menghadap kehadirat Sang Khaliq pada malam jumat 10 Syawal 1368 H. Dahulu dimakamkan di daerah Oulad Ziyan, namun -subhanallah- ketika dipindah ke pemakaman Ghufron - Casablanca mayatnya utuh walaupun sudah bertahun-tahun.

Demikianlah biografi sang Mursyid yang peranannya sebagai Khalifah tarekat Tijaniyah. Semoga bermanfaat dan semoga para pembaca mendapat barokah dari ilmu beliau.

?

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Ahmad Shohibul Muttaqin, alumni Universitas Ibn Tofail Kenitra – Maroko, mantan ketua PPI (Perhimpunan Pelajar Indonesia) Maroko 2011/2012, serta penganut tarekat Tijaniyah.

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Quote, Habib VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Minggu, 10 Desember 2017

Lebanon Sediakan 10-50 Beasiswa untuk Kader NU

Jakarta, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Peluang menimba ilmu bagi para kader NU kini semakin terbuka lebar. Kali ini kesempatan beasiswa datang dari Lebanon yang menyediakan kuota 10-50 orang untuk belajar di Global University Lebanon.

Tawaran ini disampaikan oleh Sheikh Dr. Tarek Muhammad Nageeb Al lahman dalam kunjungannya ke PBNU yang diterima oleh KH Hasyim Muzadi, Rabu (26/3).

Lebanon Sediakan 10-50 Beasiswa untuk Kader NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Lebanon Sediakan 10-50 Beasiswa untuk Kader NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Lebanon Sediakan 10-50 Beasiswa untuk Kader NU

“Jumlah yang berangkat nanti tergantung kemampuan calon mahasiswa dan kemampuan PBNU membantu,” kata Hasyim.

Sebelumnya PBNU telah mengirimkan mahasiswa ke Sudan, Libya, Marokko dan negara Timur Tengah lainnya untuk meningkatkan SDM di lingkungan NU.

Kiai Hasyim juga menuturkan Dr. Tarek yang juga menjadi guru tarekat ini akan mengirimkan buku-buku perbandingan ajaran ahlusunnah wal jamaah, tetapi dengan perbandingan terhadap Syiah, Hizabut Tahrir atau ajaran lainnya.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

“Ini sangat penting buat kita sekarang ini dalam menghadapi tantangan-tantangan baru,” ujarnya.

Kebutuhan buku ini semakin mendesak dengan kembali dipertanyakannya amalan-amalan yang selama ini dilakukan oleh warga NU akibat masuknya jaringan Islam trans nasional ke Indonesia dengan ajaran-ajaran yang berbeda.

Pertentangan terbaru terjadi di Jawa Timur dengan terbitnya buku Mantan Kiai NU Menggugat yang dikarang oleh Mahrus Ali yang menganggap amalan-amalan yang dijalankan nahdliyyin syirik dan bid’ah. Meskipun sudah dibuat buku tandingan, hal ini menunjukkan memanasnya hubungan diantara golongan umat Islam. (mkf)



Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Quote, IMNU VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Jumat, 01 Desember 2017

Habib Syech Ajak Jamaah Tidak Golput

Karanganyar, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Dalam rangka menyukseskan penyelenggaraan pemilihan umum (Pemilu) 2014, Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf menghimbau warga agar tidak golput dalam pemilu yang digelar bulan mendatang.

Habib Syech Ajak Jamaah Tidak Golput (Sumber Gambar : Nu Online)
Habib Syech Ajak Jamaah Tidak Golput (Sumber Gambar : Nu Online)

Habib Syech Ajak Jamaah Tidak Golput

“Saya berpesan kepada para jamaah semuanya, mari sukseskan pemilu dengan tidak golput dan gunakanlah hak pilih sebaik-baiknya,” seru Habib Syech di hadapan sekitar 10.000 jamaah di alun-alun mapolres Karanganyar, Jawa Tengah, Selasa (11/3).

Habib Syech secara khusus tidak memberikan instruksi untuk memilih dan mendukung partai manapun, baik dalam pileg maupun pilpres mendatang. “Silakan jamaah memilih partai ataupun presiden sesuai dengan prinsip dan hati nurani masing-masing, namun yang terpenting jangan golput,” tegasnya.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Dari  pantauan VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth, acara pada malam itu lebih meriah daripada sebelumnya. Banyaknya bendera merah putih, bendera NU, dan bendera Ahbabul Musthofa yang dikibarkan para jamaah menambah semaraknya acara.

“Memang polres pernah mengadakan acara serupa namun dahulu tidak seramai dan meriah sekarang,” ujar Alim salah satu jamaah yang aktif ikuti pengajian di Karanganyar. (Ahmad Rosyidi/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Ahlussunnah, Quote VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Rabu, 29 November 2017

Kiai di Blitar Onthelan Keliling Kampung Sambut Hari Santri

Blitar, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Di Blitar Hari Santri Nasional disambut meriah. Beberapa pesantren menyambutnya secara antusias. Ada yang mengadakan jalan sehat, pawai ta’aruf, dan dialog ilmiah seputar Hari Santri. PCNU Kota dan Kabupaten Blitar juga mempelopori semua kegiatan itu. Beberapa kiai tampak turun gunung menyambut hari istimewa bagi para santri itu.

Kiai di Blitar Onthelan Keliling Kampung Sambut Hari Santri (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai di Blitar Onthelan Keliling Kampung Sambut Hari Santri (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai di Blitar Onthelan Keliling Kampung Sambut Hari Santri

Sebut saja pesantren Mambaul Hikam Mantenan Udanawu, Blitar. Sejak pukul 08,30 Wib, ribuan santri yang mondok dan sekolah di pesantren itu diajak keliling kampung ? sepanjang 15 Km KH Diya’uddin Az-Zamzami ? dengan mengendari sepeda onthel tempo dulu.

Tidak ketinggalan, Bu Nyai Zahro istri Gus Diya’uddin mengendarai sendiri sepeda onthel. “Pak Kiai dan bu Nyai kompak ikut jalan-jalan dengan sepeda onthel,” ujar salah seorang warga.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Berbagai ? poster dan pakaian disandang oleh para santri, baik ajakan untuk belajar agama maupun ajakan untuk tetap mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonsia. Tidak ketinggalan bendera NU dan bendera banom NU juga mewarnai ? kegiatan itu. ? Termasuk juga bendera-bendara ? Grup Sholawat seperti Syecer Mania.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

“Ini kami lakukan agar para santri tahu betapa pentingnya sejarah perjuangan para pendahaulu ? dulu. Misalnya perjuangan para ulama, kiai, dan santri pada saat Resolusi Jihad dulu ? berlangsung sehingga ada 10 November Hari Pahlawan,” ungkap Gus Diya’.

Agar para santrinya tetap bersemangat, Gus Dhiya’ juga menyediakan hadiah bagi santri yang sampai finish tiba kembali ke pesantren. Hadiah berupa sebuah sepeda onthel dengan harga sekitar Rp 3 jutaan menanti.

“Ya ini untuk menambah semangat para santri saja. Tanpa ada hadiah sebenarnya mereka sudah semangat. Tapi mereka lebih semangat lagi bila ada hadiahnya,” katanya.

Tampak kegiatan pagi tadi sederhana namun meriah. Terbukti selain ada pengawalan dari polisi juga dilengkapi dengan tim kesehatan, baik dokter maupun ambulan. (Imam Kusnin Ahmad/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Quote, Doa VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Selasa, 28 November 2017

Pergaulan dalam Pandangan Islam

Oleh Zamakhsyari Abdul Majid

Pergaulan yang baik ialah melaksanakan pergaulan menurut norma-norma kemasyarakatan yang tidak bertentangan dengan hokum syara’, serta memenuhi segala hak yang berhak mendapatkannya masing-masing menurut kadarnya.

Pergaulan dalam Pandangan Islam (Sumber Gambar : Nu Online)
Pergaulan dalam Pandangan Islam (Sumber Gambar : Nu Online)

Pergaulan dalam Pandangan Islam

Agama Islam menyeru dan mengajak kaum Muslimin melakukan pergaulan di antara kaum Muslimin. Karena dengan pergaulan, kita saling berhubungan mengadakan pendekatan satu sama lain. Kita bisa saling mengisi dalam kebutuhan serta dapat mencapai sesuatu yang berguna untuk kemaslahatan masyarakat yang adil dan makmur serta berakhlaqul karimah. Kemaslahatan masyarakat yang dilandasi dengan akhlaqul karimah tidak akan terwujud, kecuali dengan membangun pergaulan yang bagus dan sehat.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Islam adalah agama yang dilandasi persatuan dan kasih sayang. Kecenderungan untuk saling mengenal di antara sesama manusia dalam hidup dan kehidupannya, merupakan ajaran Islam yang sangat ditekankan. Islam bukan agama yang didasarkan pada hubungan liar yang tidak mengenal batas, tetapi Islam mempunyai garis hidup yang konkret dalam batasan-batasan hidup bermasyarakat.

Secara garis besar pergaulan itu dapat dilihat dari beberapa lapisan. Lapisan pertama, mereka yang umurnya lebih tua daripada kita, atau yang lebih banyak ilmunya atau banyak ibadahnya. Maka hendaknya dalam memandang mereka, kita berperasaan bahwa mereka mempunyai keutamaan, dan kepada merekalah kita memberikan penghormatan yang semestinya.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Lapisan kedua, ialah mereka yang umurnya setaraf dengan kita. Mereka harus kita hormati, walaupun umurnya setaraf karena mungkin mereka lebih tinggi akhalknya dengan kita, amalnya lebih banyak daripada kita dan dosanya lebih sedikit daripada kita.

Lapisan ketiga, mereka yang lebih muda umurnya daripada kita. Golongan ini pun harus kita hormati secara wajar karena mereka lebih muda dan lebih kurang keburukannya dari pada kita, dibandingkan dengan kita yang sudah lanjut umurnya.

Adab Bergaul dalam Islam



Ada beberapa adab pergaulan dalam Islam, antara lain seperti:

Menyukai untuk saudara seagama apa yang disukai untuk dirinya sendiri, dan membendi untuk mereka apa yang dibenci untuk dirinya sendiri. Rasulallah saw bersabda: Tidak beriman seseorang di antara kalian sehingga ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri. (HR. Bukhari dan Muslim)

Tiada menyakiti seorang Muslim, baik dengan perbuatannya, maupun dengan perketaannya. Sebagaimana Rasulallah saw bersabda: Seorang Muslim ialah yang mendapat selamat sekalian Muslim dari gangguan lidah dan tangannya. Dan seseorang muhajir ialah orang yang hijrah meninggalkan dari segala larangan Allah. (HR. Bukhari dan Muslim)

Berlaku tawadhu’ (merendahkan diri) kepada sesame saudara: jangan sekali-kali menyombongkan diri terhadap orang-orang di sekitarnya. Rasulallah saw bersabda: Bahwasanya Allah telah mewahyukan kepadaku bertawadhu’ (merendahkan diri) hingga tidak ada seorangpun yang menganiaya terhadap lainnya, dan tidak seorang yang menyombongkan dirinya terhadap yang lainnya. (HR. Muslim)

Menghormati orang yang tua dan mengasihani orang-orang yang lebih muda. Rasulallah saw bersabda: Tidak termasuk golongan kami orang yang tidak menyayangi kepada orang yang lebih kecil (muda) dan tidak mengetahui kewajibannya terhadap orang yang lebih besar (tua). Bukanlah termasuk golongan kami orang yang menipu kami. Seorang mu’min tidak/ belum dikatakan beriman sehingga ia mencintai orang mu’min yang lain, seperti mencintai terhadap diri sendiri. (HR Thabrani dan Dhamrah)

Menghadapi manusia dengan muka yang manis sebagaimana Rasulallah saw bersabda: senyumanmu (bermuka manis) untuk saudaramu adalah sedekah, dan amar marufmu serta nahi mungkarmu juga shadaqah, dan memberikan petunjuk kepada laki-laki (atau kepada siapa saja) yang ada di bumi yang sedang sesat, bagimu merupakan shadaqah. Dan (apabila engkau suka) menyingkirkan batu atau duri atau tulang-tulang yang mengganggu jalan bagimu, merupakan shadaqah. (HR. Bukhari)

Tidak mudah mendengar berita-berita buruk yang disampaikan orang lain. Tentang keburukan dirinya. Sebagaimana Nabi saw bersabda: Tidak akan masuk surge bagi orang senang adu domba. (HR. Bukhari-Muslim dari Khudzaifah)

Memelihara kehormatan seseorang, jiwa dan hartanya dari aniaya orang lain. Seorang Muslim yang baik, apabila menemui orang-orang yang suka mengadu domba, janganlah ikut menyambung pembicaraan itu, sebaiknya bersikap diam, sebagaimana Nabi saw bersabda: Barangsiapa yang membela kehormatan saudaranya dari belakang, niscaya Allah akan menutupi api neraka dari mukanya pada hari kiamat. (HR. Thabrani)

Menempatkan seseorang pada tempatnya; menghormati dan memuliakannya secara proporsional, sebagaimana sabda Nabi saw: Tempatkanlah manusia di tempat mereka masing-masing. (HR. Abu Dawud).

Penulis adalah Ketua Tanfidziyah PCNU Kota Bekasi. Tulisan pernah dimuat di Radar Bekasi 9 Desember 2016.



Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Pertandingan, Quote, Kiai VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Selasa, 14 November 2017

Meugang

Meugang dibaca megang. Istilah lainnya adalah memeugang. Tradisi  Aceh untuk menghormati datangnya hari-hari besar Islam. Tradisi membeli, mengolah, dan menyantap daging sapi dua hari sebelum datangnya bulan Ramadan (meugang puasa). 

Tradisi yang juga dilakukan pada dua hari menjelang Hari Raya Idul Fitri (meugang uroe raya puasa) dan dua hari menjelang Idul Adha (meugang uroe raya haji).

Meugang (Sumber Gambar : Nu Online)
Meugang (Sumber Gambar : Nu Online)

Meugang

Meugang yang dilakukan sebelum Ramadan adalah upaya untuk mensyukuri datangnya bulan yang penuh berkah. Meugang pada Idul Fitri adalah perayaan setelah sebulan penuh mensucikan diri di bulan Ramadan. Sedangkan meugang menjelang Idul Adha adalah bentuk terima kasih karena masyarakat Aceh dapat melaksanakan Hari Raya Qurban.

Tidak diketahui secara pasti sejak kapan tradisi ini berlangsung. Namun, menurut cerita masyarakat Aceh, tradisi meugang telah lama dilakukan secara turun temurun. Bahkan, karena kentalnya tradisi ini, para pendatang maupun warga non-muslim turut serta melaksanakan meugang. Tak jarang pula instansi-instansi pemerintah maupun swasta menyediakan daging sapi untuk keperluan meugang bagi karyawannya. 

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Tradisi ini konon mampu menyedot perhatian masyarakat Aceh untuk tinggal di rumah, memasak, dan berkumpul bersama keluarga untuk menikmati berbagai hidangan dari daging sapi. Kantor-kantor pemerintahan, swasta, serta lembaga pendidikan biasanya akan sepi. Masyarakat Aceh percaya bahwa nafkah yang dicari selama sebelas bulan lamanya harus dinikmati selama bulan puasa sambil beribadah. 

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Setelah daging sapi diperoleh, masyarakat biasanya mengolahnya menjadi berbagai menu masakan, seperti kari, semur, maupun rendang. Selain untuk disantap pada hari itu juga, daging sapi dapat diawetkan dengan cara dijemur dan ditaburi garam untuk dikonsumsi pada hari-hari berikutnya. 

Ada juga yang diolah menjadi daging cuka khas Aceh Besar, yaitu daging sapi yang dipotong berbentuk bonggol-bonggol besar lalu dimasak dengan bumbu yang dilengkapi cuka. Dengan menggunakan campuran cuka yang banyak, maka daging olahan ini dapat disimpan dalam waktu yang cukup lama. Jika ingin disantap, bonggol daging tersebut dapat diiris-iris seperti dendeng untuk selanjutnya dimasak sesuai selera.

Momen paling bermakna dalam tradisi meugang adalah berkumpulnya keluarga untuk menikmati menu masakan secara bersama-sama. Untuk merayakan dan menghormati tradisi ini masyarakat Aceh yang merantau pun umumnya akan pulang kampung untuk turut menyantap masakan daging sapi pada hari meugang.

Tradisi ini juga dirayakan di daerah Melayu lainnya dengan sedikit perbedaan ritual walau pada dasarnya sama. Mereka mensyukuri datangnya bulan Ramadan yang penuh berkah dan hari raya umat Islam dengan memanjatkan doa-doa, bersedekah kepada sesama, dan saling bersilaturahim. 

Di Jawa, dengan mengambil ritual yang lebih rumit, tradisi ini bernama megengan. Istilah megengan berasal dari kata meng-ageng, yang berarti mengagungkan bulan suci Ramadan. Tradisi di akhir bulan Sya’ban ini biasanya didahului dengan ziarah kubur kepada keluarga yang telah meninggal dan diikuti dengan sedekah massal di masjid atau mushala dengan ciri khas kue apem dan pisang. (Sumber: Ensiklopedi Islam)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Syariah, Quote, Anti Hoax VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Jusuf Kalla Dorong Pendidikan Wirausaha Berbasis Masjid

Jakarta, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Mustasyar PBNU H Muhammad Jusuf Kalla yang juga Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI) mendorong seluruh kader Muslimat NU agar memberdayakan masjid sebagai bagian dari proses pendidikan wirausaha.

“Mari kita bicarakan ini secara nasional, karena Muslimat NU mempunyai ribuan lembaga pendidikan dan majlis ta’lim,” ujar Kalla sebagai narasumber dalam Pleno XI Rakernas dan Mukernas Muslimat NU di Gedung Serba Guna 1 Asrama Haji Pondok Gede Jakarta, Jumat (30/5) dengan tema “Peran Dewan Masjid Indonsesia dalam Menjaga Aqidah dan Kesejahteraan Umat”.

Jusuf Kalla Dorong Pendidikan Wirausaha Berbasis Masjid (Sumber Gambar : Nu Online)
Jusuf Kalla Dorong Pendidikan Wirausaha Berbasis Masjid (Sumber Gambar : Nu Online)

Jusuf Kalla Dorong Pendidikan Wirausaha Berbasis Masjid

Hal ini, kata Kalla, merupakan salah satu usaha memakmurkan masjid. Muslimat NU, lanjut dia, memiliki peran strategis dengan seluruh potensi pendidikan dan majlis ta’lim yang bertempat di masjid dalam menanamkan jiwa wirausaha kepada wanita dan anak-anak.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Dalam sejarah, lanjutnya, Khodijah, istri pertama Nabi Muhammad adalah wanita pengusaha, begitupun dengan Rasulullah sendiri, ia adalah pengusaha ulung.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

“Di zaman Rasul bahkan masjid adalah bangunan multifungsi, bukan hanya tempat beribadah, tapi juga sarana berdiskusi, pendidikan, sampai digunakan sebagai penjara ketika itu,” papar pria yang juga Ketua PMI Pusat ini yang mengaku sangat berterima kasih atas pengabdian Muslimat NU untuk kemajuan anak-anak dan wanita Indonesia dengan banyak membangun lembaga pendidikan di masjid.

Menurutnya, Rasul dalam menanamkan jiwa kewirausahaan kepada sahabat-sahabatnya juga melalui pendidikan yang terkonsentrasi di masjid. “Saya percaya akan itu kepada Muslimat NU,” tegas Kalla yang menyatakan bahwa jika generasi muda memiliki jiwa wirausaha, bangsa akan sejahtera sehingga kesejahteraan umum akan tercipta karena semakin banyak yang membayar zakat

Rapat Pleno XI ini dilanjutkan dengan tanya jawab dengan dimoderatori langsung oleh Ketua Umum PP Muslimat NU Hj Khofifah Indar Parawansa dan dinotulensi oleh Hj Arifa Agustina. Seluruh peserta Rakernas Muslimat NU memadati ruangan yang sebelumnya sangat antusias menyambut kehadiran mantan dan calon wakil presiden itu.? (Fathoni/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Quote, Santri VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Minggu, 12 November 2017

Umar bin Abdul Aziz dan Lampu Istana

Suatu malam, Umar bin Abdul Aziz terlihat sibuk merampungkan sejumlah tugas di ruang kerja istananya. Tak dinyana, putranya masuk ruangan dan hendak membericarakan sesuatu.

”Untuk urusan apa putraku datang ke sini: urusan negarakah atau keluargakah?” tanya Umar.

Umar bin Abdul Aziz dan Lampu Istana (Sumber Gambar : Nu Online)
Umar bin Abdul Aziz dan Lampu Istana (Sumber Gambar : Nu Online)

Umar bin Abdul Aziz dan Lampu Istana

”Urusan keluarga, ayahanda,” jawab si anak.

Tiba-tiba Umar mematikan lampu penerang di atas mejanya. Seketika suasana menjadi gelap.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

”Kenapa ayah memadamkan lampu itu?” tanya putranya merasa heran.

”Putraku, lampu yang sedang ayah pakai bekerja ini milik negara. Minyak yang digunakan juga dibeli dengan uang negara. Sementara perkara yang akan kita bahas adalah urusan keluarga,” jelas Umar.

Umar kemudian meminta pembantunya mengambil lampu dari ruang dalam.

"Nah, sekarang lampu yang kita nyalakan ini adalah milik keluarga kita. Minyaknya pun dibeli dengan uang kita sendiri. Silakan putraku memulai pembicaraan dengan ayah."

Begitulah perangai pejabat sejati. Ternyata, puncak kejayaan di berbagai bidang tak lantas membuat Umar bin Abdul Aziz terperdaya. Meski prestasinya banyak dipuji, pemimpin berjuluk ”khalifah kelima” ini tetap bersahaja, amanah, dan sangat hati-hati mengelola aset negara. (Mahbib Khoiron)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Doa, Quote VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Sabtu, 11 November 2017

Pesantren ini Terapkan 60% Kurikulum Ekonomi

"Al-Fath" merupakan surat ke 48 yang ada dalam Al-Quran. Jika diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia Al-Fath berarti kemenangan. Kemenangan inilah yang menjadi salah satu motivasi KH M. Fajar Laksana memberikan nama untuk lembaga pendidikan Islam yang ia dirikan, yaitu Pesantren Dzikir Al-Fath.

Pesantren yang berdiri sekitar lima tahun lalu ini beralamat di Jln. Merbabu Perum Gading Kencana Asri, Kelurahan Karang Tengah, Kecamatan Gunung Puyuh, Kota Sukabumi, Jawa Barat.

Pesantren ini Terapkan 60% Kurikulum Ekonomi (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren ini Terapkan 60% Kurikulum Ekonomi (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren ini Terapkan 60% Kurikulum Ekonomi

KH M. Fajar Laksana selaku Pengasuh Pesantren Dzikir Al-Fath mengungkapkan, saat ini Indonesia sedang dalam kondisi perang, sehingga santri yang saat ini berjumlah sekitar 470 orang, dididik dan digembleng untuk berhijrah dan menjadi seorang mujahid agar memperoleh kemenangan yang nyata (fatham mubina).

Namun perang yang dimaksud oleh Fajar yang juga Murid Abah Anom Tasikmalaya ini, adalah perang dalam konteks ekonomi dan Teknologi Informasi.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

"Yang namanya perang itu jangan diartikan hanya perang fisik saja, tapi perang ekonomi, perang IT, artinya perang psikologis, perang dakwah, syiar Islam," kata alumni Pesantren Gentur Cianjur ini.

Mantan Bendahara PCNU Sukabumi ini pun menyayangkan di internal Islam sendiri ada paham-paham yang cenderung "menyerang" tradisi keagaamaan warga NU, padahal menurutnya hal itu adalah habluminallah.

"Padahal kan kita tidak mengganggu mereka, ini kan urusan kita dengan Allah dan lagipula ada dalil Al-Quran haditsnya, kepengen tuh ya jangan mengganggu karena kita juga tidak mengganggu atau mengusik mereka"tambahnya

Ekonomi sebagai Konsentrasi Pesantren

KH Fajar Laksana menyadari betul bahwa waktu dalam mendidik para santri sangat terbatas serta tidak cukup untuk materi pengajian kitab kuning, sehingga yang menjadi konsentrasi di pesantren ini adalah di bidang ekonomi dan IT.

"Di sini menerimanya Mahasantri, sehingga yang mau mondok disini harus kuat agamanya, saya sengaja mengambil porsi ekonomi karena porsi ekonomi ini sangat jarang, kalau yang mengambil porsi keagamaan sudah banyak," tambahnya

Dikatakan Ketua V MUI Sukabumi ini, kurikulum yang dikembangkan di Pesantren Dzikir Al-Fath ini adalah 20% teori yang didapatkan melalui belajar di kelas, 20% Dzikrullah, pengajian Al-Quran dan Hadits serta 60% bekerja di 30 unit bisnis pesantren yang sudah beromzet milyaran rupiah.

Diantara unit bisnis tersebut adalah Al-Fath Mart, Al-Fath Express, Al-Fath Plaza, Al-Fath Fried Chiken, Bank Swamitra, Investasi Domba Berqurban Beramal Berkelanjutan (IDB3), Integrated Farm Education And Entrepreneurship (IFE2), Rumah Kemasan dan Produksi, Al-Fath Tirta Hurip, Al-Fath Distribution Center, Al-Fath Techno Center, Sarah Boutique, Alya Boutique, Koperasi SSC, dan lainnya.

"Mayoritas penduduk Indonesia adalah Islam, tapi ternyata perekonomian di Indonesia justeru dikuasai oleh non muslim, jadi kita berperang dengan mereka dalam konteks ekonomi, tapi kita menggunakan fiqh siyasah, bukan berarti kita memusuhi apalagi menyerang mereka, kita tetap kerjasama dengan mereka, karena Nabi Muhammad pun dulu membuat perjanjian Hudaibiyah dengan non muslim," tambah Magister Manajemen Ekonomi ini.

Modal Usaha setelah Lulus

Mahasantri di Pesantren Dzikir Al-Fath semuanya mendapatkan beasiswa 100%, dengan mendapatkan fasilitas makan, tempat, serta pendidikan di pesantren dan di STIE-STMIK Pasim Sukabumi, perguruan tinggi tersebut masih berintegrasi dengan Pesantren Dzikir Al-Fath.

Untuk mendapatkan beasiswa tersebut, selain harus mempunyai mental yang tangguh, para mahasantri juga diwajibkan minimal hafal tiga surat, yaitu surat Al-Fath, Al-Anam dan Surat ar-Rum, karena ketiga surat itu sangat relevan untuk dijadikan sebagai motivasi dalam berperang.

"Kita ingin mencetak pemimpin, pekerja, pegawai yang berakhlakul karimah," ungkap KH. Fajar Laksana yang saat ini menjabat Ketua Lazisnu Sukabumi ini.

Para santri tidak semuanya tinggal di Pesantren, melainkan ditempatkan di beberapa tempat unit bisnis yang ada di Sukabumi dan sekitarnya, namun dalam seminggu harus ke pondok untuk mengikuti pengajian umum.

"Disana kalau waktu shalat tiba semuanya harus istirahat untuk shalat dan mengaji, disana ada ustad yang jadi mentornya," tukasnya.

Pendidikan dan penggemblengan yang diperoleh Mahasantri menyangkut tiga aspek, yaitu akal, hati dan badan, akal sebagai media untuk conceptual skill, dididik melalui pendidikan ilmu ekonomi dan IT di kelas, hati sebagai media spiritual skill, dididik dan digembleng melalui dzikirullah, dan badan sebagai media human skill atau life skill melalui bekerja di unit usaha pesantren.

Selain mendapatkan beasiswa selama mondok, para santri pun akan mendapatkan gaji dari hasil pekerjaannya, bukan hanya itu saja, jika nanti sudah lulus kuliah dan akan pulang ke kampungnya masing-masing mereka akan diberikan modal usaha sebesar Rp. 15.000.000.

Raih Berbagai Penghargaan

Walaupun usianya terhitung masih muda, Pesantren Dzikir Al-Fath berhasil menyabet berbagai prestasi dan penghargaan, baik di tingkat lokal maupun nasional, diantaranya adalah sebagai berikut:

1. Juara I Pemangku Ketahanan Pangan tingkat Propinsi Jawa Barat (2012-2013)

2. Peraih Adhikarya Pangan Nusantara Se-Kota Sukabumi dari Wali Kota Sukabumi (2012-2013)

3. Juara I Kelompok Ternak Domba tingkat Jawa Barat (2013)

4. 10 penampil terbaik tingkat Nasional Olahraga Tradisional di Morotai Maluku (2012)

5. Juara I Olahraga Tradisional tingkat Jawa Barat (2013)

6. Praktisi Etnofarmaka tingkat Nasional (2013)

7. Juara I Kirab Seni Budaya Pawau Heleran Kota Sukabumi (2012-2013)

8. Penghargaan Walikota Sukabumi Sebagai Pembina Olahraga Masyarakat (2012-2013)

9. Penghargaan Kadis PORABUDPAR Sebagai Pelopor dan Pencipta Seni Budaya Boles (Bola Leungeun Seuneu/Bola Tangan Api) (2011)

10. Juara Intensifikasi pekarangan terbaik Kota Sukabumi

11. Juara Terbaik Pengurangan Kemiskinan & Pengangguran tingkat Jawa Barat. (Aiz Luthfi)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth AlaSantri, Quote VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Kamis, 02 November 2017

Rakorwil Pergunu Hasilkan Sejumlah Keputusan Terkait Guru

Jakarta, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Pengurus Wilayah Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) DKI Jakarta, Jawa Barat, Lampung, dan Banten mengadakan Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) di Gedung PBNU Jakarta Pusat, Ahad (15/1) lalu.

Rakorwil Pergunu Hasilkan Sejumlah Keputusan Terkait Guru (Sumber Gambar : Nu Online)
Rakorwil Pergunu Hasilkan Sejumlah Keputusan Terkait Guru (Sumber Gambar : Nu Online)

Rakorwil Pergunu Hasilkan Sejumlah Keputusan Terkait Guru

Kegiatan ini bertujuan untuk mewujudkan kerja organisasi yang aktif, efektif, dan efesien. Terutama dalam menyikapi perkembangan kebijakan pendidikan di Indonesia, serta secara internal berbicara tentang peningkatan peran serta guru dalam menjaga dan mengembangan nilai ke-NU-an untuk pserta didik dan masyarakat pada umumnya.

“Rakorwil ini diperlukan untuk meningaktkan kerja organisasi, baik lingkup pendidikan ataupun penguatan nilai ke-NU-an untuk peserta didik dan masyarakat,” ujar Ketua PW Pergunu DKI Jakarta, Aris Adi Leksono.

Aris menambahkan sejumlah agenda telah dibahas di Rakorwil ini diantaranya terkait penyelenggaraan Diklat ke-NU-an khusus bagi guru NU, solusi sejumlah kebijakan pendidikan terkait peningkatan kompetensi dan kesejahteraan guru, serta perluasan jaringan kerja sama Pergunu terkait beasiswa dan lainnya.?

Lebih lanjut Aris menjelaskan, Rakorwil ini telah menyepakati beberapa keputusan penting. Pertama, Bidang Kaderisasi menyepakati menyelanggarakan Madrasah Kader Penggerak Bagi Guru NU secara bersama di perwakilan wilayah, yang akan dilaksanakan pada Februari 2017 di Karawang, Jawa Barat.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Kedua, Bidang Kebijakan Pendidikan, Rakorwil menyepakati bahwa Ujian Nasional tetap harus diselenggarakan, karena merupakan instrumen kontrol mutu dan standar lulusan pendidikan nasional. Hanya perlu perbaikan sistem, sehingga hasil Ujian dapat dipertanggungjawabkan dan memberikan gambaran obyektif tingkat kualitas SDM dan mutu pendidikan di Indonesia.?

Dalam hal sistem, pergunu mendukung penggunaan sistem Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK), dan pemerintah wajib membantu sekolah dan madrasah dalam pengadaan prangkat UNBK tersebut.

Ketiga, Bidang Kompetensi Guru, Rakorwil memutuskan Pergunu akan memberikan sejumlah masukan kepada Kementerian Agama dan Kementerian Riset Dan Pendidikan Tinggi untuk membuka peluang Guru mendapatkan beasiswa S2/S3 dan dana riset tanpa dibatasi NUPTK atau harus ber-INDN.?

Karena pada dasarnya untuk meningkatkan kualitas SDM Indonesia melalui pendidikan diperlukan guru yang juga memiliki kompetensi akademik yang tinggi. Begitupula dalam hal riset, Guru juga memiliki potensi yang besar untuk menghasilkan karya berbasis riset strategis yang berpotensi memberikan kontribusi terhadap perkembangan teknologi, sains, sosial-humaniora, dan lainnya untuk kemajuan bangsa dan Negara.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Keempat, Bidang Kesejahteraan Guru, Rakorwil memutuskan agar pemerintah lebih serius, cepat dan tepat menangani persoalan guru yang berefek pada kesejahteraan. Pada hal ini, pergunu berharap agar rencana pengangkatan tenaga guru K-2 menjadi Aparat Sipil Negara (ASN) segera direaliasikan. Sehingga tidak ketidakpastian kebijakan ini, tidak selalu menjadi komoditas politik.?

Persoalan Inpassing Guru, pemerintah harus cepat memberikan solusi, sehingga tidak berdampak pada etos kerja guru. Dalam hal ini, Pergunu mengusulkan agar Pemerintah Pusat dan Daerah berbagi peran dalam memberikan kesejahteraan guru. Misalnya, Pemerintah Pusat bertanggung jawab langsung terhadap kesejahteraan guru yang terdaftar sebagai ASN.?

Sedangkan bagi Non ASN (Honorer) menjadi tanggung jawab pemerintah daerah dengan skema pegawai tidak tetap pemerintah daerah. Semuanya tentu melalui pesyaratan dan ketentuan yang disepakati bersama.?

Utamanya melalui pendidikan sertifikasi guru sesuai dengan kompetensi dan mata pelajaran yang diampu. Serta berdasakan great sekolah atau madrasah dalam akreditasi. Sehingga kesejahteraan guru tidak menjadi tanggung jawab yayasan atau lembaga swasta.

Kelima, Bidang Tata Kelolah Guru, Rakorwil memutuskan memberikan masukan kepada pemerintah agar tidak ada dikotomi perlakukan terhadap Guru dibawah binaan kementerian pendidikan-kebudayaan dan guru dibawah binaan kementerian agama.?

Dalam hal ini, Pergunu mengusulkan kepada pemerintah agar membuat badan khusus atau portal khusus yang mengelolah guru secara bersama, tanpa dikotomi. Terkhusus, kementerian agama membuat direktur atau bidang tersendiri yang khusus menanggani guru. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Quote VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Rabu, 01 November 2017

Pagari NTT dari Kelompok Terorisme

Kupang, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Maraknya aksi kekerasan yang dilakukan oleh sekelompok orang yang mengatasnamakan agama, memaksi kita sebagai warga negara Indonesia untuk aktif dalam menjaga perdamaian negara. Hal tersebuat membuat Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) gencar melakukan propaganda lewat media dan dialog yang dilaksanakan di sejumlah daerah di Indonesia.

Pagari NTT dari Kelompok Terorisme (Sumber Gambar : Nu Online)
Pagari NTT dari Kelompok Terorisme (Sumber Gambar : Nu Online)

Pagari NTT dari Kelompok Terorisme

Salah satunya kegiatan yang dilaksanakan di hotel Neo kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, Kamis (14/7) dengan tema “dialog lintas agama dalam pencegahan paham radikal-terorisme di NTT”. Sosialisasi ini diikuti oleh ratusan peserta dari berbagai kabupaten/kota di NTT.

Kegiatan ini terlaksana atas kerja sama dengan FKPT NTT dan BNPT RI. Dialog dihadiri oleh Mustasyar PBNUyang juga Imam Masjid Istiqlal KH Nasaruddin Umar, Prof. Dr. Syahrin Harahap, (Guru Besar UIN SUMUT), dan dua narasumber lainnya. Turut hadir sebagai undangan dari para pejabat daerah, tokoh agama, tokoh perempuan, tokoh adat, dan tokoh pemuda.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Dalam pembukaan dialog, Abdul Makarim sebagai kepala bidang agama, pendidikan, dan dakwah menyampaikan bahwa serangan bom sarina dan mapolresta Surakarta menadakan masifnya gerakan terorisme di indonesia.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Hal ini, kata dia, tidak bisa kita biarkan, tapi harus melakukan tindakan dini dalam pencegahan perilaku paham radikal-terorisme di Indonesia, khususnya di NTT.

“Paham radikal-terorisme merupakan paham yang berideologikan kekerasan dalam mewujudkan cita-cita mereka. Mereka berlindung dibalik nama agama guna mencari dukungan atas aksi dan kegiatan yang dilakukan,” sambung Pengurus MUI NTT ini.

Abdul Makarim menambahkan, “Dialog ini bertujuan untuk memberikan gambaran mengenai aksi terorisme yang terjadi di global dan Indonesia, oleh karena itu peserta diharapkan berperan aktif dalam penanggulangan paham radikal terorisme di NTT” tutupnya. (Muhammad Aras Prabowo/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Quote, IMNU, Ulama VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock