Jumat, 29 April 2016

Mbah Hasyim Sebagai Rujukan Pemikiran dan Tindakan

Surabaya, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Pemikiran Hadratussyaikh Hasyim Asyari yang telah menjadi mainstream di kalangan nahdliyin hendaknya diimplementasikan oleh elit NU dalam bentuk kerja-kerja nyata untuk menjawab kebutuhan warga nahdliyin.



Mbah Hasyim Sebagai Rujukan Pemikiran dan Tindakan (Sumber Gambar : Nu Online)
Mbah Hasyim Sebagai Rujukan Pemikiran dan Tindakan (Sumber Gambar : Nu Online)

Mbah Hasyim Sebagai Rujukan Pemikiran dan Tindakan

Demikian kesimpulan dari Bedah Buku Pemikiran Hasyim Asyari tentang Ahlussunnah wal Jamaah dan Peluncuran Foto Hasan Gipo, Presiden NU yang pertama, yang diselenggarakan oleh Lajnah Ta’lif wan Nasyr Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LTN PBNU) bekerjasama dengan Penerbit Khalista, Duta Masyarakat dan Museum NU, di Wonocolo Surabaya, 30 Januari 2011.

Pada kesempatan tersebut secara simbolik dilakukan penyerahan buku oleh Direktur Penerbitan LTN PBNU, Maruf Asrori kepada Wakil Ketua Umum PBNU, H. Asad Said Ali.

 

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

 “Warga nahdliyin memang harus tetap berideologi ahlussunnah wal jamaah. Tantangan terberat kita itu bertindak sesuai prinsip tersebut sebagaimana yang telah dicontohkan Mbah Hasyim di masa kolonial, atau Mbah Wahab Chasbullah di masa Orde Lama,” terang Asad Said Ali, Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama saat

 

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Menurut Asad, pada masa kolonial, Mbah Hasyim mampu menunjukkan ketegasannya tanpa harus kehilangan kearifan dan kebijakan. Karenanya, Belanda maupun Jepang sangat mewaspadai kiai kharismatik asal Tebuireng tersebut. Begitu juga dengan Mbah Wahab, mampu memerankan politik NU di kancah nasional di tengah kekuatan Partai Komunis Indonesia .

 

Sementara itu Choirul Anam, penulis senior ke-NU-an mengemukakan budaya elit NU tempo dulu yang biasa berkorban untuk kemajuan Nahdlatul Ulama. “Mbah Hasyim, Hasan Gipo, termasuk kiai-kiai lainnya sering iuran untuk menghidupkan Nahdlatul Ulama. Kita ini apa sudah meneladani beliau?” tanya Cak Anam berefleksi.

 

Sebelumnya, Ketua LTN PBNU, Sulthan Fatoni dalam sambutannya mengatakan bahwa peluncuran buku terbitan LTN PBNU terasa istimewa karena di samping untuk menyambut Hari Lahir Nahdlatul Ulama juga karena kualitas bukunya.

 

“Tak pernah habis rasa kagum saya terhadap satu buku yang selalu menjadi rujukan para peneliti Barat tentang NU, yaitu  bukunya Cak Anam. Sekarang satu buku berkualitas muncul lagi dan saya yakin Cak Anam juga punya peran atas kelahiran buku ini mengingat penulisnya, Muhibbin, adalah Direktur Museum NU,” kata Sulthan.

 

Acara terasa istimewa dengan kehadiran beberapa pejabat, tokoh dan aktivis NU, di antaranya Ir. Tri Rismaharini , MT (Walikota Surabaya), Nur Syam (Rektor IAIN Surabaya), Ahmad Hakim Jayli (Direktur TV9), Muhammad Kayyis (Pimred Duta Masyarakat), dan KH. Masyhuri Malik (Ketua LAZISNU). (bil)Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Santri, Halaqoh, Pendidikan VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Web Site berita Islam Indonesia, berita jihad dan berita dunia Islam. Dilengkapi artikel keislaman, konsultasi agama, kristologi, counter liberalisme, intelligent leaks, ruang khusus Muslimah dan Remaja.

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock