Sabtu, 28 Oktober 2017

Mbah Sahal, Sosok Terbuka dan Egaliter

Jakarta, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Almaghfurlah KH MA Sahal Mahfudh merupakan sosok dua dimensi. Satu dimensi dengan yang lain saling menguatkan, bukan saling bertolak belakang. Mbah Sahal, sapaan akrabnya, dinilai sebagai sosok yang terbuka dan egaliter.

Mbah Sahal, Sosok Terbuka dan Egaliter (Sumber Gambar : Nu Online)
Mbah Sahal, Sosok Terbuka dan Egaliter (Sumber Gambar : Nu Online)

Mbah Sahal, Sosok Terbuka dan Egaliter

Testimoni ini diutarakan Dr Saiful Umam di hadapan para anggota komunitas Gusdurian yang menghelat tahlil 40 hari wafatnya Sang Rais Aam di aula lantai 8 gedung PBNU Jalan Kramat Raya No 164 Jakarta Pusat, Jumat (7/3) malam.

Bersama KH Husein Muhammad, magister lulusan Princeton University (1996) Amerika Serikat yang juga dosen Fakultas Adab dan Humaniora UIN Jakarta ini didaulat sebagai narasumber dalam diskusi “Fiqih Sosial Kiai Sahal”. Diskusi bulanan ini diinisiasi Sekretariat Nasional (Seknas) Gusdurian.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

“Saya merasa sangat beruntung ketika kelas tiga aliyah di Madrasah Mathole’ Kajen yang masyhur dikenal sebagai PIM (Perguruan Islam Matholi’ul Falah, red) saya sempat diajar langsung oleh Mbah Sahal dengan mata pelajaran Tarikh Tasyri’. Di kelas, beliau sangat low profile. Namun, ketika di ndalem, beliau sangat menjaga hubungan antara guru-murid,” ujarnya mengawali presentasi.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Pria kelahiran Kajen yang berhasil menyabet gelar Doktor Filsafat (Philosophy Doctor/PhD) di University of Hawaii (2011) AS ini menambahkan, Kiai Sahal sangat terbuka dalam pemikiran di bidang Fiqih Sosial. Ketika para kiai pada saat itu banyak yang menentang praktik perbankan, ia malah mendirikan BPR (Bank Perkreditan Rakyat) konvensional. Bukan bank syariah.

“Ketika ditanya alasan bikin bank konvensional, beliau menjawab masyarakat belum siap dengan BPR Syariah,” kata Umam menirukan Kiai Sahal. ?

Senada dengan doktor Umam, Prof Abdurrahman Mas’ud PhD di kantornya di bilangan Thamrin juga memberikan testimoni seputar pengalamannya dengan Kiai Sahal. Bagi doktor lulusan University of California Los Angeles (UCLA) ini, kiai yang sangat dikaguminya itu merupakan sosok kiai yang egaliter.

“Beliau cepat sekali akrab dengan siapa saja. Saya masih ingat betul ketika sowan menjelang ngaji pasanan di Kajen pada Ramadhan tahun 1978 dan 1979, menyodorkan kitab Tsamrotul Hajainiyah kepada Mbah Sahal. Saking percayanya, beliau langsung memberikan ijazah kepada saya. Artinya, saya dianggap telah mengaji kitab itu kepada beliau. Padahal belum,” ujar Prof Rahman. (Musthofa Asrori/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Daerah, Hikmah VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Web Site berita Islam Indonesia, berita jihad dan berita dunia Islam. Dilengkapi artikel keislaman, konsultasi agama, kristologi, counter liberalisme, intelligent leaks, ruang khusus Muslimah dan Remaja.

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock