Rabu, 06 September 2017

Perempuan Harus Rebut Kekuasaan

Surabaya, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth . Pernyataan ini disampaikan Khofifah Indar Parawansa pada Seminar Nasional: Gerakan Perempuan untuk Indonesia di Deteksi Room Graha Pena Surabaya yang diselenggarakan Kopri PKC PMII Jawa Timur (4/4).

Bagi calon Gubernur jawa Timur ini, kekuasaan tidak akan pernah diberikan. “Karena itu, kesempatan berkuasa itu harus direbut,” katanya dihadapan para aktifis mahasiswa dan ormas se Jawa Timur.

Perempuan Harus Rebut Kekuasaan (Sumber Gambar : Nu Online)
Perempuan Harus Rebut Kekuasaan (Sumber Gambar : Nu Online)

Perempuan Harus Rebut Kekuasaan

Bagi mantan menteri era KH Abdurrahman Wahid ini, untuk bisa merebut kekuasaan, maka perempuan harus terlebih dahulu mempersiapkan diri dengan pendidikan politik yang memadai. 

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

“Pendidik politik yang dimaksud adalah proses pembelajaran dan pemahaman tentang hak dan kewajiban dan tanggungjawab setiap warga negara  dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” katanya.

Perempuan memiliki potensi besar untuk menjadi basis pendidikan. Karena seorang ibu adalah sekolah pertama bagi anaknya. 

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

“Jika dipersiapkan dengan baik, sama halnya dengan mempersiapkan bangsa berakar kebaikan,” lanjut Ketua Umum PP Muslimat NU ini. 

Bila perempuan atau para ibu telah memposisikan diri secara baik dan proporsional, “Maka langkah berikutnya adalah melakukan pemetaan potensi dan profesi atau keilmuan untuk menempati pos-pos penting dan strategis,” pungkasnya.

Sementara itu Anna Mu’awanah, anggota DPR RI dari Partai Kebangkitan Bangsa mengatakan bahwa dari sisi struktural, sistem politik di tanah air telah memberikan afirmasi terhadap perempuan. 

“Namun regulasi ini dan kebijakan ini belum dilaksanakan secara konsisten di tingkat lapangan, baik oleh penyelenggara Pemilu maupun partai politik,” katanya.

Bagi Ketua Perempuan Partai Kebangkitan Bangsa ini, realita ini cukup memprihatinkan. Namun pada saat yang sama, kader perempuan dari mulai tingkat pusat hingga desa demikian melimpah. 

“Karena itu mendesak untuk dilakukan peningkatan kualitas kapasitas dan kompetensi sehingga dapat bersaing dengan para politisi berjenis kelamin laki-laki. 

“Ini agar para politisi perempuan mampu berkompetisi dalam medan politik dan pengambilan kebijakan publik,” lanjutnya.

Tugas berat yang diemban para perempuan yang kini sedang berkiprah di dunia politik untuk terus tampil sebagai kebanggaan bagi kaumnya. Ketertinggalan perempuan hendaknya tidak diratapi. 

“Dengan meningkatnya keterwakilan perempuan sebagai pengambil keputusan, dapat berbanding linier dengan tuntutan akan peningkatan kualitas hidup perempuan secara keseluruhan,” pungkasnya.

Redaktur    : Mukafi Niam

Kontributor: Syaifullah

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Santri, Sholawat, Aswaja VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Web Site berita Islam Indonesia, berita jihad dan berita dunia Islam. Dilengkapi artikel keislaman, konsultasi agama, kristologi, counter liberalisme, intelligent leaks, ruang khusus Muslimah dan Remaja.

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock