Kamis, 14 September 2017

Ini Fakta Sejarah Ulama Aswaja Juru Damai Konflik

Jakarta, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj mengurai fakta sejarah tentang kiprah ulama Ahlussunah wal-Jama’ah (Aswaja) dari zaman ke zaman. Ia menyampaikan hal itu di hadapan para pelajar NU saat memperingati hari lahir IPNU ke-60 di aula Perpustakaan Nasional, Jakarta, Senin malam (24/2)

Kiai Said yang mengakui punya ketertarikan tersendiri terhadap sejarah Islam tersebut, pada paparannya, lebih menekankan pada kemunculan ulama Aswaja dengan peran sebagai juru damai konflik sesama umat Islam.

Ini Fakta Sejarah Ulama Aswaja Juru Damai Konflik (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Fakta Sejarah Ulama Aswaja Juru Damai Konflik (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Fakta Sejarah Ulama Aswaja Juru Damai Konflik

Setelah umat Islam jauh ditinggal Nabi Muhammad, kata kiai yang akrab disapa Kang Said, umat mengalami beragam konflik. Ulama Aswaja Imam Hasan Basri menyelamatkan umat Islam dari pertikaian politik.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Kemudian disusul Imam Abu Hasan Al-Ay’ari menyelamatkan Islam dari liberalisasi kaum rasional (lebih menekankan penggunaan akal) dengan kaum yang tekstual (lebih menekankan teks-teks agama). Konflik dua aliran tersebut memakan korban dengan terbunuhnya Imam Ahmad bin Hanbal.

Pada saat konflik tersebut, muncul ulama Aswaja bernama Abu Hasan Asy’ari. Ia menjadi penengah dengan rumusan menjunjung Al-Quran dan Hadits disamping menggunakan akal sesuai proporsinya.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Konflik selanjutnya antara fuqoha (kalangan ahli fiqih) dan sufiyah (kalangan ahli tasawuf). Korban konflik tersebut adalah Abu Muhyi, Al-Mansur Al-Mahma, dan Al-Hallaj. Tokoh terakhir ini dipenggal kepalanya, dibakar jasadnya, ditaburkan debu dan jenazahnya di sungai Tigris.

Pada situasi itu, umat Islam diselamatkan dengan munculnya Abu Hamid bin Muhammad Al-Ghazali al-Thusi. Imam yang dikenal sebagai hujjatul Islam tersebut menharmoniskan antara fiqih yang legal formal dengan tasawuf yang berbicara hakikat dan batin. “Seandainya tidak ada Imam Ghazali, mungkin masih berkelanjutan konflik itu,” ungkap Kang Said.

Kemudian Hadratusyekh KH Hasyim Asyari, pendiri NU, juga berperan menyelamatkan perpecahan umat Islam di Indonesia. Ia menjadi penengah soal bentuk negara Indonesia. “Dulu, kata yang Islam ingin negara Islam, syariat Islam. Kelompok lain ingin negara sekuler, yang lain ingin negara komunis,” kata Kang Said.

KH Hasyim Asy’ari sejak mendirikan NU mendahulukan ukhwah islamiyah dan ukhwah wathaniyah menjadi satu atau membangun persaudaraan umat Islam dengan membangun persaudaraan sebangsa dan setanah Air. Muncullah bentuk negara Indonesia yang tidak sekuler dan agama. “Jadi, bagi Mbah Hasyim mencintai agama sekaligus mencintai tanah air.” (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Nahdlatul Ulama VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Web Site berita Islam Indonesia, berita jihad dan berita dunia Islam. Dilengkapi artikel keislaman, konsultasi agama, kristologi, counter liberalisme, intelligent leaks, ruang khusus Muslimah dan Remaja.

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock