Sabtu, 15 Oktober 2016

Sampaikan Pidato Kebudayaan, Kiai Said Jelaskan Tradisi Tahlilan

Jakarta, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj menyampaikan Pidato Kebudayaan, Selasa (31/1) dalam peringatan Harlah ke-91 NU di Halaman Gedung PBNU Jakarta. Acara tersebut dipadati oleh sejumlah pejabat negara dan Nahdliyin yang memadati seluruh sudut Gedung PBNU.

Dalam pidaotnya, Kiai Said menyampaikan, budaya-budaya lokal bisa diadopsi menjadi bagian dari hukum syariah sepanjang budaya dan adat-istiadat tersebut tidak bertentangan dengan nilai-nilai dasar ajaran Islam.?

Sampaikan Pidato Kebudayaan, Kiai Said Jelaskan Tradisi Tahlilan (Sumber Gambar : Nu Online)
Sampaikan Pidato Kebudayaan, Kiai Said Jelaskan Tradisi Tahlilan (Sumber Gambar : Nu Online)

Sampaikan Pidato Kebudayaan, Kiai Said Jelaskan Tradisi Tahlilan

“Dengan kata lain, proses akulturasi budaya atau sinkretisme budaya dan agama sangat mungkin terjadi dalam ajaran Islam,” ujar Kiai Said.

Contoh paling kongkret dalam hal ini, lanjutnya, adalah prosesi tahlil atau kita mengenalnya dengan sebutan “tahlilan” untuk mendoakan orang meninggal dunia yang diambil dari tradisi budaya pra-Islam sebagai wadah, digabungkan dengan bacaan ayat-ayat Al-Quran, shalawat serta dzikir pada Allah yang sangat dianjurkan oleh ajaran Islam, sebagai isi dan substansi dari acara tahlil itu sendiri.

Tradisi tahlilan menurutnya adalah gabungan sekaligus ramuan kreatif antara budaya di satu pihak dan ajaran agama di pihak yang lain. Sebagai budaya, proses tahlilan dari awal hingga akhir (selama tujuh hari berturut-turut, dilanjutkan di hari ke 40, 100 hari bahkan sampai ke peringatan tahunan/haul) merupakan infrastruktur yang berfungsi menguatkan sekaligus mengokohkan pelaksanaan syariat Islam dalam arti membaca fragmen-fragmen penting dari ayat-ayat suci Al-Quran.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

“Dengan demikian, tahlilan merupakan gabungan antara tradisi lokal dengan ajaran Islam yang kemudian telah menjadi ibadah ghairu mahdhoh yang tak bisa dipisahkan dari masyarakat Indonesia. Itulah implementasi dari kaidah fiqih: al-Adatul Muhakkamah,” jelas Pengasuh Pesantren Al-Tsaqafah Ciganjur Jakarta Selatan ini.

Dalam kesempatan Harlah ke-91 ini juga dimeriahkan oleh penampilan Grup Musik Wali dan Cak Lontong yang melontarkan joke-joke segar. Terlihat hadirin yang memadati tempat acara terpingkal-pingkal menyimak banyolan Cak Lontong.

Hadir juga Menteri Susi Pudjiastuti, Mensesneg Pratikno, Ketua DPR RI Setyo Novanto, Menristek Dikti M. Nasir, Menpora Imam Nahrawi, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian, dan sejumlah tokoh lain.? (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Meme Islam VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Web Site berita Islam Indonesia, berita jihad dan berita dunia Islam. Dilengkapi artikel keislaman, konsultasi agama, kristologi, counter liberalisme, intelligent leaks, ruang khusus Muslimah dan Remaja.

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock