Rembang, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Menjelang peringatan Hari Kemerdekaan 17 Agustus 1945, ? KH Ahmad Mustofa Bisri merevisi puisinya berjudul ? Rasanya Baru Kemarin. Selain pengantian “setengah abad” menjadi "71 tahun", puisi yang pertama kali terbit tanggal 11 Agustus 1995 ini juga lebih disesuaikan konteks kekinian.?
Gus Mus, demikian kiai ini biasa disapa, menyentil lewat beberapa bait seperti “Mahasiswa-mahasiswa yang dulu suka berdemonstrasi. Sudah banyak yang jadi menteri dan didemonstrasi”. Atau sentilan bernas, “Petinggi-petinggi yang dulu suka korupsi. Sudah banyak yang meneriakkan reformasi. Tanpa merasa risi”.
Berikut ini puisi Rasanya Baru Kemarin yang sudah direvisi dan dipublikasikan melalui akun resmi facebooknya, Ahmad Mustofa Bisri.
Menjelang Hari Kemerdekaan, Gus Mus Revisi Puisi Rasanya Baru Kemarin (Sumber Gambar : Nu Online) Menjelang Hari Kemerdekaan, Gus Mus Revisi Puisi "Rasanya Baru Kemarin"
Rasanya Baru KemarinVOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth
Rasanya
Baru kemarin Bung Karno dan Bung HattaVOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth
Atas nama kita menyiarkan dengan seksama
Kemerdekaan kita di hadapan dunia. Rasanya
Gaung pekik merdeka kita
Masih memantul-mantul tidak hanya
Dari para jurkam PDI saja.?
Rasanya
Baru kemarin.
Padahal sudah 71 tahun lamanya.
Pelaku-pelaku sejarah yang nista dan mulia
Sudah banyak yang tiada. Penerus-penerusnya
Sudah banyak yang berkuasa atau berusaha
Tokoh-tokoh pujaan maupun cercaan bangsa
Sudah banyak yang turun tahta
Taruna-taruna sudah banyak yang jadi
Petinggi negeri
Mahasiswa-mahasiswa yang dulu suka berdemonstrasi
Sudah banyak yang jadi menteri dan didemonstrasi.
Rasanya
Baru kemarin
Padahal sudah lebih setengah abad lamanya.
Petinggi-petinggi yang dulu suka korupsi
Sudah banyak yang meneriakkan reformasi.
Tanpa merasa risi
Rasanya baru kemarin
Rakyat yang selama ini terdaulat
sudah semakin pintar mendaulat
Pejabat yang tak kunjung merakyat
pun terus dihujat dan dilaknat
Rasanya baru kemarin
Padahal sudah enam puluh tahun lamanya
Pembangunan jiwa masih tak kunjung tersentuh
Padahal pembangunan badan
yang kemarin dibangga-banggakan
sudah mulai runtuh
Kemajuan semu masih terus menyeret dan mengurai
pelukan kasih banyak ibu-bapa
dari anak-anak kandung mereka
Krisis sebagaimana kemakmuran duniawi
Masih terus menutup mata
banyak saudara terhadap saudaranya
Daging yang selama ini terus dimanjakan
kini sudah mulai kalap mengerikan
Ruh dan jiwa
sudah semakin tak ada harganya
Masyarakat yang kemarin diam-diam menyaksikan
para penguasa berlaku sewenang-wenang
kini sudah pandai menirukan
Tanda-tanda gambar sudah semakin banyak jumlahnya
Semakin bertambah besar pengaruhnya
Mengalahkan bendera merah putih dan lambang garuda
Kepentingan sendiri dan golongan
sudah semakin melecehkan kebersamaan
Rasanya
Baru kemarin
Padahal sudah 71 tahun kita merdeka.
....................
....................
....................
....................
Rasanya
Baru kemarin
Tokoh-tokoh angkatan empatlima
sudah banyak yang koma
Tokoh-tokoh angkatan enamenam sudah
banyak yang terbenam
Tokoh-tokoh angkatan selanjutnya
sudah banyak yang tak jelas maunya
Rasanya
Baru kemarin*
(Hari ini ingin rasanya
Aku bertanya kepada mereka semua
Bagaimana rasanya merdeka?
Ingin rasanya?
bertanya kepada kalian semua
Sudahkah kalian
Benar-benar merdeka?)
*edisi revisi
? ?
Dari Nu Online: nu.or.id
VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Ulama VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth
Minggu, 25 Desember 2016
Menjelang Hari Kemerdekaan, Gus Mus Revisi Puisi "Rasanya Baru Kemarin"
VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth
VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Web Site berita Islam Indonesia, berita jihad dan berita dunia Islam. Dilengkapi artikel keislaman, konsultasi agama, kristologi, counter liberalisme, intelligent leaks, ruang khusus Muslimah dan Remaja.
Nonaktifkan Adblock Anda
Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.
Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock
- 1. Artikel
- 2. Video
- 3. Gambar
- 4. dll
Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth dengan nyaman.
Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN
