Jakarta, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth - Salah satu kiai yang memiliki humor segar dan hangat adalah Rais Aam PBNU KH Maruf Amin. Di dalam beberapa ceramahnya yang serius, Kiai Maruf hampir selalu melontar guyonan-guyonan yang membuat hadirin tersenyum.
Salah satu guyonan Kiai Maruf yang menarik disampaikan saat memberikan ceramah dalam acara Seminar dan Rapat Kerja dengan tema Peran Pesantren Untuk Penguatan Umat di Jakarta, Kamis (28/4).
| Guyon Kiai Maruf saat Bicara soal Ulama dan Wasiat Nabi SAW (Sumber Gambar : Nu Online) |
Guyon Kiai Maruf saat Bicara soal Ulama dan Wasiat Nabi SAW
"Kiai khas pasti kalah sama kiai cash," kata Kiai Maruf di awal ceramahnya dan disambut derai tawa peserta yang hadir.Menurut dia, ulama itu harus dipersiapkan dan diciptakan. Pesantren adalah lembaga untuk mencetak ulama.
VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth
VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth
Kemudian, ia menjelaskan, ilmu agama diambil Allah dengan cara wafatnya para ulama. Karena itu, ulama-ulama baru harus dipersiapkan."Allah mengambil ilmu agama dengan cara mewafatkan para ulama. Tetapi istrinya (ulama) ditinggal," cetus Kiai Maruf diiringi tawa peserta.
Ia menjelaskan, tugas ulama bukan hanya mengurusi pondoknya, tetapi juga harus memperhatikan umatnya.
"Saat Nabi (Muhammad) hendak wafat yang disebut nabi bukan azwaji-azwaji (istriku-istriku) dan auladi-auladi (anakku-anakku)," cerita Kiai Maruf membuat suasana ruang seminar menjadi riuh karena penuh tawa.
"Tetapi yang disebut (nabi adalah) ummati-ummati (umatku-umatku)," lanjutnya. (Muchlishon Rochmat/Alhafiz K)
Dari Nu Online: nu.or.id
VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Doa VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth
